Tahapan Customs Clearance Palm Oil di China

Isma

Updated on:

Tahapan Customs Clearance Palm Oil di China
Direktur Utama Jangkar Groups

Ekspor Palm Oil dari Indonesia ke China tidak berhenti setelah barang berangkat dari pelabuhan Indonesia. Setelah kapal tiba di pelabuhan China, produk masih harus melalui proses customs clearance atau penyelesaian kepabeanan sebelum dapat di keluarkan dari pengawasan Customs China dan di teruskan kepada importir.

Bagi eksportir Palm Oil Indonesia, memahami tahapan customs clearance sangat penting karena proses ini berkaitan dengan pemeriksaan dokumen, deklarasi impor, klasifikasi barang, pemeriksaan kesesuaian produk, serta ketentuan keamanan pangan China.

DAFTAR ISI

Terlebih lagi, Palm Oil yang di gunakan sebagai produk pangan termasuk kategori edible fats and oils yang masuk dalam daftar pangan yang memerlukan registrasi produsen luar negeri kepada GACC berdasarkan aturan yang berlaku sejak 1 Juni 2026.

Namun, perlu di pahami bahwa GACC Registration dan Customs Clearance merupakan dua proses yang berbeda. Registrasi GACC berkaitan dengan pengakuan atau registrasi fasilitas produsen makanan luar negeri yang mengekspor produknya ke China. Sementara itu, customs clearance di lakukan terhadap pengiriman tertentu ketika barang masuk ke wilayah China.

Baca Juga : GACC Palm Oil: Panduan Lengkap Ekspor Palm Oil Indonesia ke China

Dengan demikian, memiliki nomor registrasi GACC bukan berarti setiap kontainer Palm Oil otomatis bebas dari pemeriksaan. Sebaliknya, proses customs clearance tetap harus di lakukan untuk setiap shipment sesuai ketentuan impor China.

Secara sederhana, alurnya dapat di gambarkan sebagai berikut:

Persiapan ekspor → PEB Indonesia → Pengiriman → Barang tiba di China → Import declaration → Pemeriksaan dokumen → Conformity assessment → Pemeriksaan/inspeksi bila diperlukan → Pemenuhan kewajiban impor → Customs release → Pengeluaran barang.

Artikel ini membahas tahapan tersebut secara lebih lengkap agar eksportir, produsen, trader, maupun calon importir China dapat memahami apa saja yang perlu di persiapkan.

Baca Juga : GACC Palm Refinery: Persyaratan Ekspor Produk Palm Oil ke China

Proses Customs Clearance Palm Oil di China

Apa Itu Customs Clearance Palm Oil di China?

Customs clearance Palm Oil di China adalah rangkaian proses yang dilakukan ketika Palm Oil dari Indonesia masuk ke wilayah China dan harus di selesaikan melalui Customs sebelum barang dapat di keluarkan dari pengawasan kepabeanan.

Dalam proses tersebut, pihak China akan menilai informasi dan dokumen impor serta melakukan conformity assessment terhadap makanan impor sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery Indonesia

China Customs menjelaskan bahwa conformity assessment untuk makanan impor dapat mencakup berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan sistem keamanan pangan negara asal, registrasi produsen luar negeri, filing importir dan eksportir, pemeriksaan dokumen, pemeriksaan lapangan, sampling, serta pemeriksaan catatan impor dan penjualan.

Karena itu, customs clearance tidak hanya berkaitan dengan pembayaran pajak atau bea masuk.

Pada produk makanan seperti Palm Oil, aspek keamanan pangan dan kesesuaian produk juga menjadi bagian penting dalam proses masuknya barang.

Baca Juga : Syarat GACC untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia

Customs Clearance Berbeda dengan GACC Registration

Perbedaan ini perlu di pahami sejak awal.

AspekGACC RegistrationCustoms Clearance
FokusProdusen/fasilitasShipment/barang yang masuk
TujuanRegistrasi produsen makanan luar negeriPenyelesaian impor
WaktuDilakukan sebelum ekspor sesuai cakupan aturanDilakukan ketika shipment masuk
Pihak utamaProdusen dan otoritas terkaitImportir/agen dan Customs
NomorNomor registrasi produsenNomor deklarasi/proses impor
PemeriksaanEvaluasi registrasiPemeriksaan dokumen, produk, dan kesesuaian
HasilProdusen terdaftarBarang dapat dilepas jika memenuhi ketentuan

Oleh karena itu, eksportir Palm Oil sebaiknya tidak menganggap nomor GACC sebagai pengganti customs declaration.

Baca Juga : GACC Registration Number untuk Palm Oil: Fungsi dan Cara Cek

Tahapan Customs Clearance Palm Oil di China

1. Memastikan Produsen Palm Oil Memenuhi Persyaratan GACC

Tahapan customs clearance sebenarnya sudah di pengaruhi oleh persiapan sebelum barang di kirim.

Untuk Palm Oil yang termasuk makanan dan kategori edible fats and oils, produsen luar negeri perlu memperhatikan kewajiban registrasi GACC.

GACC Order No. 280 yang berlaku mulai 1 Juni 2026 mengatur registrasi perusahaan luar negeri yang memproduksi, mengolah, atau menyimpan makanan untuk di ekspor ke China. Untuk kategori makanan yang masuk daftar official recommendation, perusahaan juga membutuhkan rekomendasi dari competent authority negara asal.

Baca Juga : Cara Cek Perusahaan Palm Oil yang Sudah Terdaftar GACC

Daftar implementasi GACC tahun 2026 secara eksplisit memasukkan edible fats and oils sebagai kategori yang memerlukan registrasi dan rekomendasi competent authority.

Dengan demikian, produsen Palm Oil perlu memastikan status registrasinya sebelum shipment dilakukan.

Hal ini penting karena dalam conformity assessment makanan impor, China Customs mensyaratkan bahwa produk yang berada dalam cakupan registrasi harus berasal dari produsen luar negeri yang telah menyelesaikan registrasinya.

Baca Juga : Masa Berlaku Registrasi GACC Palm Oil dan Cara Perpanjangannya

2. Memastikan Data Produsen dan Produk Konsisten

Setelah status GACC di pastikan, tahap berikutnya adalah mencocokkan data perusahaan dan produk.

Informasi seperti nama produsen, alamat fasilitas, kategori makanan, registration number, dan identitas produk sebaiknya konsisten dengan dokumen ekspor.

Kesalahan kecil dapat menimbulkan pertanyaan ketika dokumen shipment di periksa.

Contohnya, nama produsen pada dokumen komersial berbeda dengan nama fasilitas yang tercatat dalam sistem GACC.

Masalah lain dapat muncul apabila produk yang di kirim tidak sesuai dengan kategori produk yang di daftarkan.

Baca Juga : HS Code Palm Oil untuk Ekspor ke China

Karena itu, sebelum pengiriman, eksportir sebaiknya melakukan pemeriksaan silang terhadap:

  • Nama produsen.
  • Alamat fasilitas.
  • Nomor registrasi GACC.
  • Nama produk.
  • Spesifikasi produk.
  • HS Code.
  • Negara asal.
  • Quantity.
  • Berat bersih.
  • Berat kotor.
  • Batch atau lot.
  • Kemasan.
  • Informasi pada label.

Semakin konsisten data tersebut, semakin mudah proses pemeriksaan dokumen dilakukan.

Baca Juga : HS Code 1511902001: Palm Stearin 50–56°C

3. Menentukan HS Code dan Deskripsi Produk

Klasifikasi barang merupakan bagian penting dari customs clearance.

Palm Oil memiliki beberapa bentuk produk, seperti crude palm oil, refined palm oil, palm olein, palm stearin, dan berbagai fraksi lainnya.

Karena itu, HS Code tidak sebaiknya di tentukan hanya berdasarkan nama dagang.

Karakteristik aktual produk perlu di perhatikan, termasuk tingkat pemurnian, bentuk produk, apakah produk mengalami modifikasi kimia, serta karakteristik teknis lainnya.

Baca Juga : HS Code 1511902001 untuk Ekspor Palm Stearin Indonesia ke China

Selain itu, perlu di perhatikan bahwa HS Code Indonesia dan kode tarif China tidak selalu memiliki jumlah digit yang sama.

Indonesia menggunakan sistem klasifikasi yang berlaku untuk pemberitahuan ekspor Indonesia, sedangkan China memiliki nomenklatur dan subpos nasionalnya sendiri.

Karena itu, eksportir tidak boleh langsung menyalin kode tarif China ke PEB Indonesia tanpa melakukan verifikasi.

Di sisi lain, importir China perlu memastikan kode yang di gunakan dalam import declaration sesuai dengan ketentuan China Customs.

Baca Juga : Perbedaan HS Code 1511902001 dan 1511902090

Kesalahan klasifikasi dapat berdampak pada:

  • perhitungan bea masuk;
  • pajak impor;
  • persyaratan dokumen;
  • ketentuan pengawasan;
  • statistik perdagangan;
  • pemeriksaan Customs;
  • dan potensi koreksi deklarasi.

China Customs juga memiliki ketentuan klasifikasi barang yang mengharuskan deklarasi di dasarkan pada kondisi barang sebenarnya.

Oleh sebab itu, HS Code perlu di tentukan berdasarkan karakteristik aktual Palm Oil yang di kirim.

Baca Juga : Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin

4. Menyiapkan Commercial Invoice

Commercial Invoice merupakan salah satu dokumen utama dalam transaksi ekspor.

Dokumen ini memberikan informasi komersial yang di gunakan oleh pihak terkait dalam proses impor.

Baca Juga : HS Code Palm Oil RBD untuk Ekspor ke China

Informasi yang umumnya terdapat dalam Commercial Invoice meliputi:

  • nama eksportir;
  • alamat eksportir;
  • nama importir;
  • alamat importir;
  • nomor invoice;
  • tanggal invoice;
  • nomor kontrak atau purchase order;
  • deskripsi Palm Oil;
  • quantity;
  • satuan;
  • harga per unit;
  • nilai total;
  • currency;
  • Incoterms;
  • negara asal;
  • dan informasi lain yang relevan.

Baca Juga : Cara Menentukan HS Code Palm Oil yang Tepat

Keterangan produk pada invoice harus di buat secara jelas.

Misalnya, apabila produk yang di kirim adalah Palm Stearin, jangan hanya menuliskan “Palm Oil” apabila kontrak dan spesifikasi produk sebenarnya menunjukkan produk yang lebih spesifik.

Konsistensi antara invoice, packing list, B/L, COA, dan deklarasi impor sangat penting.

Baca Juga : Kesalahan HS Code Palm Oil yang Bisa Menghambat Customs Clearance China

5. Menyiapkan Packing List

Selain invoice, Packing List di perlukan untuk menjelaskan kondisi fisik barang.

Dokumen ini dapat mencantumkan informasi seperti:

  • jumlah kemasan;
  • jenis kemasan;
  • net weight;
  • gross weight;
  • volume;
  • container number;
  • seal number;
  • shipping marks;
  • dan detail packing lainnya.

Baca Juga : Apa Itu Palm Stearin? Pengertian dan Fungsinya

Untuk Palm Oil dalam bentuk bulk, informasi fisik pengiriman perlu di sesuaikan dengan metode pengangkutan.

Sementara itu, untuk produk yang di kemas dalam drum, flexitank, IBC, atau bentuk kemasan lainnya, rincian jumlah dan berat perlu di susun secara konsisten.

Packing List sebaiknya di periksa kembali sebelum di gunakan dalam customs declaration.

Baca Juga : Spesifikasi Palm Stearin HS Code 1511902001

6. Menyiapkan Certificate of Analysis

Karena Palm Oil merupakan produk pangan, aspek kualitas dan keamanan menjadi perhatian penting.

Certificate of Analysis atau COA dapat di gunakan untuk menunjukkan hasil pengujian batch produk berdasarkan parameter yang relevan.

Parameter yang di cantumkan bergantung pada jenis Palm Oil dan spesifikasi kontrak.

Baca Juga : Melting Point Palm Stearin 50–56°C dan Hubungannya dengan HS Code

Contohnya dapat mencakup:

  • moisture and volatile matter;
  • insoluble impurities;
  • peroxide value;
  • acid value;
  • iodine value;
  • saponification value;
  • melting point atau parameter titik leleh;
  • fatty acid composition;
  • serta parameter lain sesuai spesifikasi.

Namun, tidak semua parameter otomatis di wajibkan untuk semua jenis Palm Oil.

Karena itu, eksportir harus menyesuaikan COA dengan spesifikasi produk, kontrak, standar yang berlaku, dan permintaan importir.

COA juga sebaiknya dapat di telusuri ke batch yang benar.

Misalnya, nomor batch pada COA harus dapat di kaitkan dengan shipment yang di kirim.

Baca Juga : Kegunaan Palm Stearin untuk Industri

7. Menyiapkan Certificate of Origin

Certificate of Origin atau COO dapat di gunakan untuk membuktikan negara asal barang.

Dalam perdagangan Indonesia-China, dokumen asal barang juga dapat berkaitan dengan pemanfaatan fasilitas tarif preferensi berdasarkan perjanjian perdagangan, apabila persyaratan Rules of Origin terpenuhi.

Untuk skema ASEAN-China, salah satu dokumen yang di kenal adalah Form E.

Namun, Form E tidak boleh di anggap sebagai pengganti GACC Registration.

Keduanya memiliki fungsi berbeda.

GACC Registration berkaitan dengan registrasi fasilitas/produsen makanan luar negeri, sedangkan COO/Form E berkaitan dengan asal barang dan, jika memenuhi persyaratan, dapat di gunakan untuk fasilitas tarif preferensi.

Karena itu, eksportir harus memastikan dokumen asal barang di siapkan sesuai skema perdagangan yang di gunakan.

Baca Juga : Palm Stearin untuk Bahan Baku Industri Makanan

8. Menyiapkan Bill of Lading

Bill of Lading atau B/L menjadi dokumen penting dalam pengiriman laut.

Untuk shipment Palm Oil, informasi B/L harus konsisten dengan dokumen lainnya.

Beberapa informasi penting meliputi:

  • Shipper;
  • Consignee;
  • Notify Party;
  • Vessel;
  • Voyage;
  • Port of Loading;
  • Port of Discharge;
  • Container Number;
  • Seal Number;
  • Cargo Description;
  • Quantity;
  • Gross Weight;
  • dan informasi pengangkutan lainnya.

Kesalahan pada nama consignee atau deskripsi barang dapat menyebabkan proses administratif menjadi lebih rumit.

Oleh karena itu, data B/L sebaiknya di konfirmasi sebelum finalisasi dokumen.

Baca Juga : Palm Stearin untuk Industri Oleochemical

9. Menyelesaikan Proses Ekspor di Indonesia

Sebelum barang masuk ke China, shipment harus terlebih dahulu menyelesaikan kewajiban ekspor di Indonesia.

Eksportir wajib memberitahukan barang menggunakan Pemberitahuan Ekspor Barang atau PEB sesuai ketentuan kepabeanan ekspor. PEB di sertai dokumen pelengkap seperti invoice, packing list, dan dokumen lain yang dipersyaratkan.

Baca Juga : Perbedaan Palm Stearin, Palm Olein dan Palm Oil

Dalam mekanisme yang berlaku saat ini, invoice dan packing list wajib di unggah ketika submit awal PEB. Jika dokumen tersebut tidak di unggah, sistem CEISA tidak dapat melanjutkan proses PEB. Sementara itu, B/L atau dokumen angkutan tertentu dapat di sampaikan melalui mekanisme yang di tentukan DJBC.

Dengan demikian, customs clearance China sebenarnya merupakan kelanjutan dari rangkaian kepabeanan yang di mulai sejak proses ekspor di Indonesia.

Baca Juga : Dokumen Ekspor Palm Oil dari Indonesia ke China

10. Memastikan Ketentuan Ekspor Palm Oil Indonesia

Selain PEB, eksportir Palm Oil juga perlu memperhatikan kebijakan ekspor yang berlaku di Indonesia.

Pada 2026, salah satu regulasi penting adalah Permendag Nomor 16 Tahun 2026 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis Kelapa Sawit, yang berstatus berlaku.

Karena aturan perdagangan dapat berubah, eksportir sebaiknya memeriksa ketentuan yang berlaku pada saat shipment dilakukan.

Baca Juga : Commercial Invoice Palm Oil untuk Ekspor ke China

Hal ini penting terutama untuk aspek:

  • status eksportir;
  • ketentuan teknis;
  • dokumen ekspor;
  • kewajiban terkait komoditas;
  • dan ketentuan lain yang mungkin berlaku berdasarkan jenis produk.

Jadi, jangan hanya fokus pada persyaratan China.

Persyaratan Indonesia juga harus di penuhi sebelum barang di berangkatkan.

Baca Juga : Packing List Palm Oil untuk Customs China

11. Barang Tiba di Pelabuhan China

Setelah kapal tiba di pelabuhan China, barang berada dalam lingkungan pengawasan Customs.

Pada tahap ini, importir atau customs broker di China mempersiapkan proses deklarasi impor.

Dokumen pengiriman yang sebelumnya di siapkan oleh eksportir akan menjadi bagian dari proses tersebut.

Untuk shipment Palm Oil, komunikasi antara eksportir Indonesia dan importir China sangat penting.

Apabila terdapat ketidaksesuaian dokumen, importir mungkin perlu meminta klarifikasi atau dokumen tambahan kepada eksportir.

Karena itu, eksportir sebaiknya tidak menganggap tanggung jawabnya selesai setelah kapal berangkat.

12. Import Declaration oleh Importir atau Agen

Tahapan berikutnya adalah pengajuan deklarasi impor.

China Customs menyediakan sistem layanan untuk pengajuan customs declaration secara elektronik. Dalam proses conformity assessment makanan impor, perusahaan deklarasi mengajukan dokumen dan Customs melakukan pemeriksaan terhadap informasi tersebut.

Pihak yang berperan di sisi China dapat meliputi:

  • importir;
  • customs broker;
  • declaration agent;
  • freight forwarder;
  • dan pihak lain sesuai struktur transaksi.

Import declaration biasanya memuat informasi seperti:

  • importer;
  • overseas exporter;
  • manufacturer;
  • commodity name;
  • HS Code;
  • quantity;
  • weight;
  • value;
  • origin;
  • port;
  • packaging;
  • dan informasi lain yang di perlukan.

Karena itu, informasi pada deklarasi harus konsisten dengan dokumen yang di terbitkan eksportir.

13. Pemeriksaan Dokumen oleh China Customs

Setelah deklarasi di ajukan, Customs melakukan pemeriksaan terhadap dokumen.

Pemeriksaan dapat mencakup kesesuaian informasi yang di deklarasikan dengan dokumen pendukung.

Beberapa informasi yang dapat menjadi perhatian antara lain:

  • nama produk;
  • HS Code;
  • quantity;
  • nilai barang;
  • negara asal;
  • produsen;
  • importir;
  • nomor registrasi;
  • dokumen pendukung;
  • serta persyaratan regulasi produk.

Pada tahap ini, dokumen yang tidak konsisten dapat menyebabkan permintaan koreksi atau klarifikasi.

Misalnya, invoice menyebutkan Palm Stearin tetapi deklarasi menggunakan deskripsi yang terlalu umum.

Atau, berat pada Packing List berbeda dengan informasi yang di deklarasikan.

Masalah seperti ini dapat menyebabkan proses menjadi lebih panjang karena harus dilakukan klarifikasi.

14. Pemeriksaan Status GACC Produsen

Untuk makanan yang berada dalam cakupan registrasi, Customs juga perlu memastikan status produsen luar negeri.

Berdasarkan aturan yang berlaku sejak 1 Juni 2026, perusahaan luar negeri yang memproduksi makanan untuk ekspor ke China wajib memperoleh registrasi GACC sesuai cakupannya.

Untuk kategori official recommendation, competent authority negara asal juga berperan dalam proses registrasi.

Selain itu, perusahaan yang telah memperoleh registrasi harus mencantumkan nomor registrasi China atau nomor registrasi yang di setujui competent authority negara asal pada kemasan makanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, informasi registrasi perlu di pastikan sejak sebelum pengiriman.

15. Pemeriksaan Importer dan Exporter

Customs clearance makanan tidak hanya berhubungan dengan produsen.

China juga memiliki mekanisme filing untuk overseas food exporters atau agents.

China Customs menyediakan layanan pendaftaran bagi eksportir atau agen luar negeri yang melakukan ekspor makanan ke China. Layanan tersebut dilakukan secara online dan tidak di kenakan biaya administrasi.

Di sisi lain, importir makanan di China juga memiliki kewajiban terkait filing.

Dengan demikian, struktur kepatuhan dapat melibatkan beberapa pihak:

Produsen → Exporter → Importer → Customs Broker → China Customs.

Setiap pihak memiliki fungsi berbeda.

Kesalahan memahami peran masing-masing pihak dapat menyebabkan dokumen tidak sinkron.

16. Conformity Assessment untuk Palm Oil

Ini merupakan salah satu tahapan terpenting dalam customs clearance makanan.

China Customs menjelaskan bahwa conformity assessment makanan impor merupakan rangkaian kegiatan untuk memastikan makanan yang masuk memenuhi ketentuan China.

Kegiatannya dapat meliputi:

  1. evaluasi sistem keamanan pangan negara asal;
  2. registrasi produsen luar negeri;
  3. filing eksportir dan importir;
  4. conformity guarantee;
  5. pemeriksaan sertifikat pendukung;
  6. pemeriksaan dokumen;
  7. pemeriksaan lapangan;
  8. sampling;
  9. pemeriksaan catatan impor dan penjualan;
  10. serta kombinasi dari kegiatan tersebut.

Artinya, pemeriksaan tidak selalu berupa pemeriksaan fisik penuh terhadap setiap kontainer.

Jenis dan intensitas pemeriksaan dapat berbeda tergantung produk, risiko, dokumen, dan ketentuan yang berlaku.

17. Pemeriksaan Fisik Jika Diperlukan

Jika shipment masuk dalam skema pemeriksaan, Customs dapat melakukan pemeriksaan terhadap barang.

Pemeriksaan dapat di gunakan untuk mencocokkan barang sebenarnya dengan informasi yang di deklarasikan.

Hal yang dapat di perhatikan antara lain:

  • identitas produk;
  • kemasan;
  • quantity;
  • kondisi barang;
  • label;
  • container;
  • dan informasi lain yang relevan.

Pada produk Palm Oil, kondisi pengiriman dan kemasan juga perlu di perhatikan.

Untuk Palm Oil dalam bulk atau flexitank, misalnya, informasi container dan seal perlu konsisten dengan dokumen pengiriman.

18. Sampling dan Pengujian Laboratorium

Pada kondisi tertentu, Customs dapat melakukan sampling terhadap makanan impor.

Sampel kemudian dapat di gunakan untuk pemeriksaan atau pengujian sesuai persyaratan yang berlaku.

Untuk produk minyak pangan, pengujian dapat berkaitan dengan parameter keamanan, mutu, komposisi, atau persyaratan lainnya sesuai kategori produk.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua shipment otomatis menjalani pengujian laboratorium dengan parameter yang sama.

Jenis pemeriksaan bergantung pada persyaratan produk dan sistem pengawasan yang di terapkan.

Karena itu, eksportir sebaiknya tidak membuat asumsi bahwa satu COA dapat menggantikan seluruh kemungkinan pengujian Customs.

COA adalah dokumen pendukung yang menunjukkan hasil analisis batch tertentu, sedangkan Customs memiliki kewenangan melakukan conformity assessment sesuai aturan yang berlaku.

19. Pemeriksaan Label dan Kemasan

Label merupakan aspek yang tidak boleh di abaikan.

Untuk makanan yang masuk China, informasi pada kemasan harus memenuhi persyaratan yang berlaku.

Selain itu, produsen yang telah memperoleh registrasi GACC harus memperhatikan ketentuan pencantuman nomor registrasi pada kemasan. GACC Order No. 280 menyatakan bahwa produsen terdaftar harus mencantumkan nomor registrasi China atau nomor registrasi yang di setujui competent authority negara asal pada kemasan makanan.

Karena itu, desain label sebaiknya di periksa sebelum produksi massal.

Kesalahan label yang baru di temukan setelah barang tiba di China dapat menyebabkan proses menjadi lebih kompleks.

20. Pemeriksaan Kesesuaian Negara Asal dan Dokumen

Dokumen asal barang juga dapat di periksa.

Untuk Palm Oil Indonesia, informasi negara asal harus konsisten pada:

  • Commercial Invoice;
  • Certificate of Origin;
  • Packing List;
  • B/L;
  • PEB;
  • deklarasi impor;
  • dan dokumen lainnya.

Apabila eksportir menggunakan fasilitas tarif preferensi, dokumen origin juga harus memenuhi Rules of Origin yang relevan.

Namun, perlu di tekankan bahwa dokumen origin bukan pengganti registrasi GACC ataupun customs declaration.

Setiap dokumen mempunyai fungsi tersendiri.

21. Pemenuhan Bea Masuk dan Pajak Impor

Setelah deklarasi dan pemeriksaan dilakukan, kewajiban fiskal impor dapat di hitung berdasarkan klasifikasi dan ketentuan yang berlaku.

Besaran kewajiban dapat di pengaruhi oleh:

  • HS Code;
  • customs value;
  • country of origin;
  • fasilitas tarif;
  • jenis transaksi;
  • dan ketentuan perpajakan China.

Apabila importir menggunakan fasilitas tarif berdasarkan perjanjian perdagangan, persyaratan untuk mendapatkan fasilitas tersebut harus di penuhi.

Karena itu, importir sebaiknya memastikan sejak awal apakah shipment dapat menggunakan preferential tariff.

Eksportir juga perlu memberikan dokumen yang di perlukan secara tepat waktu agar importir dapat menyelesaikan proses administrasinya.

22. Customs Memutuskan Hasil Conformity Assessment

Setelah dokumen dan pemeriksaan yang di perlukan selesai, Customs menentukan apakah barang memenuhi ketentuan.

Secara umum terdapat dua kemungkinan utama.

Barang memenuhi persyaratan

Jika makanan memenuhi conformity assessment, Customs dapat mengizinkan barang masuk dan menerbitkan dokumen terkait sesuai prosedur.

China Customs menjelaskan bahwa makanan impor yang lolos conformity assessment dapat di berikan izin impor.

Barang tidak memenuhi persyaratan

Jika di temukan ketidaksesuaian, tindakan dapat berbeda berdasarkan jenis pelanggaran.

Untuk masalah yang berkaitan dengan keamanan, kesehatan, atau perlindungan lingkungan, tindakan dapat mencakup penghancuran atau pengembalian barang.

Untuk ketidaksesuaian tertentu yang masih dapat di perbaiki, dapat terdapat kemungkinan technical treatment di bawah pengawasan Customs, kemudian dilakukan pemeriksaan kembali.

Karena itu, hasil pemeriksaan tidak selalu berarti barang langsung di tolak.

Tindakan bergantung pada jenis dan tingkat ketidaksesuaian.

23. Customs Release

Apabila semua persyaratan telah di penuhi, shipment dapat memperoleh Customs release.

Pada tahap ini, barang dapat di keluarkan dari pengawasan Customs sesuai prosedur pelabuhan dan importir.

Namun, customs release tetap perlu di bedakan dari proses logistik lainnya.

Setelah Customs release, masih dapat terdapat aktivitas seperti:

  • pembayaran biaya terminal;
  • delivery order;
  • pengeluaran container;
  • trucking;
  • transportasi ke gudang;
  • dan penerimaan barang oleh importir.

Jadi, Customs clearance selesai bukan berarti seluruh proses logistik selesai.

24. Pengeluaran Container dari Pelabuhan

Setelah Customs clearance selesai, importir atau agen dapat melanjutkan proses pengeluaran barang.

Untuk shipment containerized Palm Oil, koordinasi dengan shipping line, terminal, freight forwarder, dan trucking menjadi penting.

Dokumen yang sudah mendapatkan clearance perlu disinkronkan dengan proses operasional pelabuhan.

Jika terjadi keterlambatan pada salah satu tahapan, container dapat tetap menimbulkan biaya penyimpanan atau biaya terkait lainnya.

Oleh karena itu, importir sebaiknya tidak menunggu barang tiba terlebih dahulu untuk mulai memeriksa dokumen.

Persiapan seharusnya dilakukan sebelum kapal tiba.

Dokumen Customs Clearance Palm Oil di China

Secara praktis, berikut dokumen yang perlu di perhatikan dalam shipment Palm Oil:

DokumenFungsi Utama
Commercial InvoiceInformasi transaksi
Packing ListDetail fisik dan kemasan
Bill of LadingBukti pengangkutan
Certificate of OriginBukti asal barang
Form E jika di gunakanFasilitas preferensi ACFTA jika memenuhi syarat
COAHasil analisis produk
GACC RegistrationRegistrasi produsen makanan luar negeri
Dokumen labelInformasi pada produk
PEBDeklarasi ekspor Indonesia
Dokumen teknisPersyaratan tambahan jika berlaku
Import DeclarationDeklarasi impor di China

Tidak semua shipment akan membutuhkan dokumen tambahan yang sama.

Persyaratan dapat bergantung pada jenis Palm Oil, bentuk produk, HS Code, negara asal, skema perdagangan, dan ketentuan yang berlaku saat importasi.

Kesalahan yang Sering Menghambat Customs Clearance Palm Oil

1. HS Code Tidak Sesuai

Kesalahan HS Code dapat menyebabkan pemeriksaan tambahan.

Karena itu, klasifikasi harus berdasarkan karakteristik produk sebenarnya.

2. Nama Produk Tidak Konsisten

Misalnya invoice mencantumkan Palm Stearin, tetapi Packing List hanya mencantumkan Palm Oil.

Perbedaan seperti ini sebaiknya di hindari.

3. Berat Tidak Sama

Net weight dan gross weight pada dokumen harus di periksa sebelum shipment.

4. Nomor Container Berbeda

Kesalahan nomor container atau seal dapat menimbulkan masalah administratif.

5. Data Produsen Tidak Sesuai GACC

Nama dan alamat fasilitas perlu konsisten dengan data registrasi.

6. COA Tidak Sesuai Batch

COA sebaiknya dapat di telusuri ke batch shipment.

7. Dokumen COO Bermasalah

Jika menggunakan fasilitas tarif preferensi, dokumen asal harus memenuhi ketentuan origin.

8. Label Tidak Sesuai

Label produk perlu di periksa sebelum barang di berangkatkan.

9. Menganggap GACC Sama dengan Customs Clearance

Ini merupakan kesalahan konsep yang cukup mendasar.

GACC registration adalah persyaratan registrasi produsen, sedangkan customs clearance adalah proses masuknya shipment tertentu.

10. Menyiapkan Dokumen Setelah Kapal Tiba

Persiapan yang terlambat dapat memperbesar risiko keterlambatan.

Idealnya, dokumen sudah di periksa sebelum kapal tiba di China.

Checklist Sebelum Palm Oil Dikirim ke China

Sebelum shipment di berangkatkan, eksportir dapat menggunakan checklist berikut.

Checklist GACC

  • Produsen sudah memiliki registrasi GACC sesuai cakupan.
  • Kategori produk sesuai registrasi.
  • Data fasilitas sesuai.
  • Nomor registrasi benar.
  • Informasi pada kemasan di periksa.

Produk

  • Nama produk sudah benar.
  • Spesifikasi produk tersedia.
  • HS Code sudah di verifikasi.
  • Batch number tersedia.
  • COA tersedia.
  • Parameter mutu sesuai spesifikasi.

Dokumen

  • Commercial Invoice.
  • Packing List.
  • Bill of Lading.
  • Certificate of Origin.
  • Form E jika memenuhi syarat dan di gunakan.
  • COA.
  • Dokumen teknis lainnya jika di perlukan.

Checklist Indonesia

  • PEB di siapkan.
  • Invoice di unggah.
  • Packing List di unggah.
  • Dokumen ekspor lainnya di penuhi.
  • Ketentuan ekspor Palm Oil di periksa.

Checklist China

  • Importer sudah siap.
  • Filing importer sudah sesuai.
  • Exporter/agent filing sudah di periksa jika berlaku.
  • Customs broker sudah di tunjuk.
  • Import declaration di siapkan.
  • Dokumen conformity tersedia.

Berapa Lama Customs Clearance Palm Oil di China?

Tidak ada satu waktu standar yang dapat di jadikan jaminan untuk semua shipment Palm Oil.

China Customs sendiri menjelaskan bahwa periode conformity assessment dapat berbeda berdasarkan jenis makanan, item pemeriksaan, dan ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, durasi dapat di pengaruhi oleh:

  • kelengkapan dokumen;
  • kesesuaian deklarasi;
  • HS Code;
  • jenis Palm Oil;
  • status GACC;
  • pemeriksaan fisik;
  • sampling;
  • pengujian laboratorium;
  • koreksi dokumen;
  • kondisi pelabuhan;
  • serta faktor operasional lainnya.

Shipment yang dokumennya lengkap dan tidak masuk pemeriksaan tambahan dapat memiliki proses yang berbeda di banding shipment yang memerlukan sampling atau klarifikasi.

Karena itu, sebaiknya jangan menjanjikan kepada pembeli bahwa semua Palm Oil pasti selesai customs clearance dalam jumlah hari tertentu.

Lebih aman menggunakan estimasi operasional dari importir, customs broker, shipping line, dan pelabuhan tujuan berdasarkan shipment aktual.

Bagaimana Jika Palm Oil Ditahan Customs China?

Barang yang tertahan tidak selalu berarti barang di tolak.

Ada beberapa kemungkinan penyebab, misalnya:

  1. dokumen belum lengkap;
  2. terdapat ketidaksesuaian data;
  3. Customs meminta klarifikasi;
  4. di perlukan pemeriksaan fisik;
  5. di perlukan sampling;
  6. terdapat masalah label;
  7. terdapat masalah klasifikasi;
  8. terdapat masalah registrasi;
  9. hasil pengujian memerlukan tindak lanjut;
  10. atau terdapat persyaratan impor yang belum terpenuhi.

Langkah pertama adalah mengetahui alasan penahanan.

Importir atau customs broker perlu memperoleh informasi dari Customs mengenai dokumen atau tindakan yang di perlukan.

Setelah itu, eksportir Indonesia dapat membantu memberikan dokumen atau klarifikasi yang relevan.

Misalnya, jika Customs membutuhkan klarifikasi spesifikasi produk, eksportir dapat menyediakan technical specification atau COA yang sesuai.

Namun, jangan mengirim dokumen tambahan secara sembarangan.

Dokumen yang di berikan sebaiknya benar-benar terkait dengan shipment dan dapat di pertanggungjawabkan.

Tips Memperlancar Customs Clearance Palm Oil

1. Lakukan Pre-Clearance Document Review

Jangan menunggu kapal tiba.

Periksa dokumen sebelum shipment berangkat atau sebelum ETA.

2. Gunakan Satu Master Data

Buat master data untuk:

  • nama produsen;
  • alamat;
  • GACC number;
  • nama produk;
  • HS Code;
  • unit;
  • spesifikasi;
  • batch;
  • dan data lainnya.

Kemudian gunakan data tersebut secara konsisten.

3. Cocokkan Semua Dokumen

Lakukan cross-check antara:

Invoice ↔ Packing List ↔ B/L ↔ COA ↔ COO ↔ GACC ↔ PEB ↔ Import Declaration.

Jika terdapat perbedaan, tentukan terlebih dahulu dokumen mana yang harus di koreksi.

4. Pastikan Importer Siap

Exporter tidak dapat menyelesaikan customs clearance China sendirian apabila proses tersebut memerlukan tindakan dari importir.

Karena itu, importir perlu siap sebelum kapal tiba.

5. Gunakan Customs Broker yang Memahami Produk

Palm Oil merupakan komoditas yang memiliki aspek perdagangan sekaligus keamanan pangan.

Customs broker yang memahami kedua aspek tersebut dapat membantu mengurangi kesalahan administratif.

6. Jangan Menganggap Semua Shipment Sama

Shipment Palm Oil yang berbeda dapat memiliki kondisi berbeda.

Misalnya, produk berbeda, HS Code berbeda, pelabuhan berbeda, atau skema perdagangan berbeda.

Karena itu, setiap shipment sebaiknya tetap di periksa secara individual.

Hubungan GACC, Exporter, Importer, dan Customs China

Agar lebih mudah di pahami, pembagian perannya dapat di gambarkan sebagai berikut:

Produsen Indonesia

↓

Memproduksi Palm Oil sesuai persyaratan

↓

Registrasi GACC

↓

Eksportir Indonesia

↓

Menyiapkan dokumen dan PEB

↓

Shipping

↓

Importir China / Customs Broker

↓

Mengajukan import declaration

↓

China Customs

↓

Document review + conformity assessment

↓

Inspection/sampling jika diperlukan

↓

Customs Release

↓

Pengeluaran Barang

Pembagian ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pihak yang menangani seluruh proses.

Produsen bertanggung jawab terhadap produk dan fasilitasnya.

Eksportir bertanggung jawab terhadap transaksi dan dokumen ekspor sesuai perannya.

Importir bertanggung jawab terhadap proses impor di China.

Sementara itu, Customs melakukan fungsi pengawasan dan conformity assessment sesuai kewenangannya.

Perbedaan Customs Clearance Palm Oil dan Clearance Produk Non-Pangan

Palm Oil untuk konsumsi memiliki karakteristik berbeda dari barang non-pangan.

Produk pangan memiliki aspek keamanan pangan yang perlu diperhatikan.

Karena itu, selain customs declaration dan pemeriksaan kepabeanan, dapat terdapat conformity assessment terkait keamanan pangan.

China Customs menyebutkan bahwa makanan impor harus memenuhi standar keamanan pangan China dan persyaratan inspeksi serta karantina yang relevan.

Inilah sebabnya dokumen seperti COA, informasi produsen, GACC registration, label, dan dokumen pendukung lainnya menjadi penting.

Namun, apabila Palm Oil digunakan untuk tujuan non-pangan atau masuk dalam kategori produk yang berbeda, persyaratan dapat berbeda pula.

Karena itu, tujuan penggunaan produk harus diperhatikan sejak tahap awal.

Apakah Semua Palm Oil Indonesia Harus Diperiksa Fisik?

Tidak selalu.

Pemeriksaan makanan impor merupakan bagian dari conformity assessment dan dapat melibatkan kombinasi pemeriksaan dokumen, pemeriksaan lapangan, sampling, dan metode lainnya.

Dengan demikian, eksportir tidak sebaiknya menganggap setiap kontainer pasti dibuka atau diuji secara fisik.

Sebaliknya, jangan pula menganggap barang tidak akan pernah diperiksa.

Pendekatan yang lebih tepat adalah memastikan shipment selalu siap diperiksa.

Artinya, dokumen harus benar, produk harus sesuai deklarasi, label harus memenuhi ketentuan, dan data shipment harus dapat ditelusuri.

Apakah Nomor GACC Menjamin Palm Oil Pasti Lolos Customs?

Tidak.

Nomor GACC menunjukkan status registrasi produsen dalam sistem registrasi GACC sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, setiap shipment tetap harus melalui proses impor dan conformity assessment.

China Customs secara khusus mengatur bahwa makanan impor yang memenuhi conformity assessment dapat diizinkan masuk, sedangkan makanan yang tidak memenuhi persyaratan dapat dikenai tindakan sesuai jenis ketidaksesuaian.

Jadi, memiliki GACC number merupakan bagian penting dari compliance, tetapi bukan jaminan otomatis bahwa seluruh shipment bebas pemeriksaan.

Ringkasan Tahapan Customs Clearance Palm Oil di China

Secara keseluruhan, tahapan customs clearance dapat dirangkum menjadi:

  1. Memastikan produsen memenuhi persyaratan GACC.
  2. Memastikan kategori produk sesuai registrasi.
  3. Memastikan HS Code.
  4. Menyiapkan Commercial Invoice.
  5. Menyiapkan Packing List.
  6. Menyiapkan COA.
  7. Menyiapkan Certificate of Origin.
  8. Menyiapkan Bill of Lading.
  9. Menyelesaikan PEB di Indonesia.
  10. Memastikan ketentuan ekspor Palm Oil Indonesia terpenuhi.
  11. Barang tiba di China.
  12. Importer atau broker menyiapkan import declaration.
  13. Customs memeriksa dokumen.
  14. Status produsen dan pihak terkait diperiksa sesuai ketentuan.
  15. Conformity assessment dilakukan.
  16. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan jika diperlukan.
  17. Sampling atau pengujian dapat dilakukan jika diperlukan.
  18. Ketidaksesuaian ditindaklanjuti.
  19. Kewajiban impor diselesaikan.
  20. Customs memberikan release apabila persyaratan terpenuhi.
  21. Barang dikeluarkan dari pelabuhan.
  22. Palm Oil diteruskan ke gudang atau tujuan importir.

FAQ Customs Clearance Palm Oil di China

Apakah GACC Registration sama dengan customs clearance?

Tidak. GACC Registration berkaitan dengan registrasi produsen makanan luar negeri, sedangkan customs clearance merupakan proses penyelesaian impor shipment ketika barang masuk China.

Apakah Palm Oil wajib memiliki GACC?

Untuk Palm Oil yang termasuk kategori makanan, khususnya edible fats and oils, produsen perlu memperhatikan kewajiban registrasi GACC. Daftar 2026 memasukkan edible fats and oils dalam kategori yang membutuhkan official recommendation dan registrasi.

Siapa yang melakukan customs declaration di China?

Pada praktiknya, importir atau pihak yang diberi kewenangan seperti customs broker dapat menangani deklarasi sesuai struktur transaksi dan ketentuan China.

Apakah eksportir Indonesia harus datang ke China?

Tidak selalu. Banyak proses administratif dapat dilakukan melalui importir atau customs broker. Namun, eksportir harus memberikan dokumen dan informasi yang dibutuhkan.

Apakah COA wajib untuk semua shipment?

Kebutuhan dokumen dapat berbeda berdasarkan produk dan ketentuan yang berlaku. Namun, COA merupakan dokumen penting untuk menunjukkan hasil analisis kualitas batch Palm Oil dan sebaiknya dipersiapkan sesuai spesifikasi produk.

Apakah semua Palm Oil diperiksa laboratorium?

Tidak selalu. Conformity assessment dapat menggunakan kombinasi pemeriksaan dokumen, inspeksi, sampling, dan metode lain berdasarkan ketentuan serta risiko produk.

Berapa lama customs clearance Palm Oil?

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua shipment. China Customs menyatakan bahwa periode conformity assessment berbeda berdasarkan jenis makanan, item pemeriksaan, dan ketentuan yang berlaku.

Apa yang terjadi jika dokumen tidak sesuai?

Customs dapat meminta perbaikan atau klarifikasi. Untuk ketidaksesuaian produk tertentu, dapat dilakukan technical treatment apabila diperbolehkan. Untuk masalah keamanan, kesehatan, atau perlindungan lingkungan, dapat berlaku tindakan seperti pengembalian atau penghancuran sesuai ketentuan.

Apakah Form E menggantikan GACC?

Tidak. Form E dan GACC Registration mempunyai fungsi berbeda. Form E berkaitan dengan asal barang dan fasilitas tarif preferensi jika persyaratannya terpenuhi, sedangkan GACC berkaitan dengan registrasi produsen makanan luar negeri.

Apakah nomor GACC harus dicantumkan pada kemasan?

Berdasarkan Order No. 280, produsen yang telah terdaftar harus mencantumkan nomor registrasi China atau nomor registrasi yang disetujui competent authority negara asal pada kemasan makanan sesuai ketentuan.

Tahapan Customs Clearance Palm Oil di China merupakan proses yang melibatkan lebih dari sekadar pengajuan dokumen impor. Untuk produk Palm Oil sebagai makanan, prosesnya juga berkaitan dengan registrasi produsen, keamanan pangan, conformity assessment, pemeriksaan dokumen, kemungkinan inspeksi dan sampling, serta pemenuhan persyaratan impor.

Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan sejak sebelum barang diberangkatkan dari Indonesia.

Produsen perlu memastikan status GACC. Eksportir perlu memastikan dokumen ekspor dan PEB. Sementara itu, importir China perlu memastikan kesiapan import declaration, filing, dan customs broker.

Pada saat yang sama, seluruh dokumen perlu memiliki data yang konsisten.

Nama produk, HS Code, quantity, berat, produsen, GACC number, batch, container, dan informasi lainnya harus dapat ditelusuri dari satu dokumen ke dokumen lain.

Selain itu, aturan GACC yang baru berlaku sejak 1 Juni 2026 perlu menjadi perhatian eksportir Palm Oil. Order No. 280 menggantikan aturan sebelumnya dan memperkenalkan kerangka registrasi yang baru, sedangkan Announcement No. 27 Tahun 2026 secara khusus memasukkan edible fats and oils dalam kategori yang membutuhkan official recommendation.

Di sisi Indonesia, eksportir juga perlu mengikuti ketentuan ekspor Palm Oil yang berlaku, termasuk regulasi yang saat ini ditetapkan melalui Permendag Nomor 16 Tahun 2026.

Dengan demikian, strategi terbaik bukan hanya mempersiapkan barang untuk berangkat, tetapi memastikan seluruh rantai compliance dari produsen, GACC, dokumen ekspor, pengiriman, import declaration, hingga Customs China sudah terkoordinasi sejak awal.

Semakin rapi persiapan tersebut, semakin mudah importir dan customs broker menangani proses customs clearance ketika Palm Oil tiba di China.

Konsultasikan Ekspor Palm Oil Sekarang

Isma