HS Code 1511902001 Palm Stearin 50–56°C

Isma

Updated on:

HS Code 1511902001 Palm Stearin 50–56°C
Direktur Utama Jangkar Groups

HS Code 1511902001 merupakan kode klasifikasi kepabeanan China untuk solid palm stearin dengan titik leleh 50°C sampai 56°C dan tidak mengalami modifikasi kimia. Dalam bahasa China, produk ini di sebut 固态棕榈硬脂(50℃≤熔点≤56℃), sedangkan uraian bahasa Inggrisnya adalah Palm stearin (melting point 50℃–56℃, not chemically modified). Kode tersebut berada di bawah Chapter 15 dan heading 1511 yang mencakup palm oil dan fraksinya, baik telah di murnikan maupun belum, tetapi tidak di modifikasi secara kimia.

Bagi perusahaan Indonesia yang mengekspor palm stearin ke China, memahami HS Code 1511902001 sangat penting. Pasalnya, klasifikasi barang tidak hanya di gunakan untuk mencantumkan kode pada dokumen perdagangan. Selain itu, kode tersebut berkaitan dengan proses deklarasi impor, pemeriksaan kepabeanan, tarif, persyaratan pemeriksaan, dan pencocokan karakteristik produk dengan dokumen ekspor.

DAFTAR ISI

Baca Juga : GACC Palm Oil: Panduan Lengkap Ekspor Palm Oil Indonesia ke China

Namun, ada satu hal yang perlu di perhatikan sejak awal. HS Code 1511902001 merupakan kode 10 digit yang di gunakan dalam nomenklatur China, bukan berarti kode tersebut harus di salin begitu saja sebagai kode ekspor Indonesia. Indonesia memiliki BTKI dan struktur AHTN sendiri. Oleh karena itu, eksportir Indonesia perlu menentukan HS Code berdasarkan nomenklatur Indonesia, sedangkan importir atau customs broker di China menggunakan kode impor China yang sesuai.

Dengan demikian, perusahaan perlu memahami hubungan antara HS Code Indonesia, HS Code China, spesifikasi palm stearin, titik leleh 50–56°C, dokumen ekspor, serta persyaratan impor China.

Artikel ini membahas HS Code 1511902001 secara lengkap agar perusahaan dapat memahami kapan kode tersebut relevan, apa arti setiap bagian klasifikasinya, bagaimana membedakannya dari palm stearin dengan titik leleh lain, dan apa saja yang perlu di persiapkan ketika mengekspor palm stearin dari Indonesia ke China.

Baca Juga : GACC Palm Refinery: Persyaratan Ekspor Produk Palm Oil ke China

Apa Itu HS Code 1511902001?

HS Code 1511902001 adalah kode komoditas dalam sistem klasifikasi kepabeanan China untuk produk:

Solid Palm Stearin, melting point 50°C–56°C, not chemically modified.

Dalam bahasa Indonesia, pengertiannya dapat di terjemahkan sebagai:

Palm Stearin padat dengan titik leleh 50°C sampai 56°C yang tidak di modifikasi secara kimia.

Baca Juga : Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery Indonesia

Kode tersebut berada dalam struktur:

  • Chapter 15: Animal or vegetable fats and oils and their cleavage products; prepared edible fats; animal or vegetable waxes.
  • Heading 1511: Palm oil and its fractions, whether or not refined, but not chemically modified.
  • Subheading 151190: Palm oil selain crude dan fraksinya.
  • HS China 1511902001: Solid palm stearin dengan titik leleh 50–56°C.

Sumber regulasi dan daftar klasifikasi China mencantumkan 1511902001 sebagai 固态棕榈硬脂(50℃≤熔点≤56℃), dengan satuan perdagangan berupa kilogram.

Jadi, angka 50–56°C bukan sekadar informasi tambahan. Titik leleh tersebut menjadi salah satu karakteristik yang membedakan kode 1511902001 dari subkategori palm stearin lainnya.

Baca Juga : Syarat GACC untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia

Mengenal HS Code 1511902001 dan Kegunaannya

Arti Setiap Bagian HS Code 1511902001

Agar lebih mudah di pahami, kode tersebut dapat di uraikan secara bertahap.

Angka 15

Angka 15 menunjukkan Chapter 15, yaitu kelompok animal or vegetable fats and oils serta produk turunannya.

Chapter ini mencakup berbagai jenis minyak dan lemak, termasuk minyak sawit, minyak kedelai, minyak kelapa, minyak bunga matahari, serta produk tertentu yang berasal dari minyak atau lemak.

Baca Juga : GACC Registration Number untuk Palm Oil: Fungsi dan Cara Cek

Angka 1511

Heading 1511 secara khusus berkaitan dengan:

Palm oil and its fractions, whether or not refined, but not chemically modified.

Artinya, heading ini mencakup palm oil dan fraksinya, baik sudah di murnikan maupun belum, selama tidak mengalami modifikasi kimia.

Baca Juga : Cara Cek Perusahaan Palm Oil yang Sudah Terdaftar GACC

Angka 151190

Subheading 151190 di gunakan untuk kelompok palm oil selain crude palm oil dalam klasifikasi yang lebih rinci.

Di dalam kelompok ini terdapat beberapa jenis produk, termasuk palm olein, palm stearin, dan palm oil lainnya.

Angka 15119020

Bagian ini mengarah pada kelompok palm stearin dalam klasifikasi China.

Kemudian China memberikan rincian lebih lanjut.

Baca Juga : Masa Berlaku Registrasi GACC Palm Oil dan Cara Perpanjangannya

Angka 1511902001

Kode 1511902001 secara spesifik menunjukkan:

Solid palm stearin dengan melting point 50°C–56°C dan tidak dimodifikasi secara kimia.

Oleh karena itu, angka terakhir dalam kode tidak boleh di anggap tidak penting. Justru, rincian tersebut membantu membedakan produk berdasarkan karakteristiknya.

Baca Juga : HS Code Palm Oil untuk Ekspor ke China

Apa Itu Palm Stearin?

Palm stearin adalah fraksi yang lebih padat dari minyak sawit yang di peroleh melalui proses fraksinasi.

Dalam proses pengolahan palm oil, minyak dapat di pisahkan menjadi fraksi dengan karakteristik berbeda.

Secara sederhana, fraksinasi menghasilkan:

  • fraksi cair atau palm olein;
  • fraksi padat atau palm stearin.

Palm olein biasanya memiliki titik leleh lebih rendah dan tetap cair pada suhu yang relatif lebih rendah.

Baca Juga : HS Code 1511902001 untuk Ekspor Palm Stearin Indonesia ke China

Sebaliknya, palm stearin mempunyai kandungan fraksi dengan titik leleh lebih tinggi sehingga lebih cocok di gunakan untuk aplikasi yang membutuhkan lemak atau minyak dengan sifat lebih padat.

Oleh karena itu, palm stearin banyak di gunakan sebagai bahan baku industri pangan dan nonpangan.

Penggunaannya dapat mencakup:

  • shortening;
  • margarin;
  • bakery fat;
  • confectionery fat;
  • specialty fats;
  • soap;
  • oleochemical applications;
  • dan berbagai formulasi industri lainnya.

Namun, penggunaan akhir tidak sendirian menentukan HS Code.

Klasifikasi tetap harus di tentukan berdasarkan ketentuan tarif dan karakteristik barang.

Baca Juga : Perbedaan HS Code 1511902001 dan 1511902090

Mengapa Titik Leleh 50–56°C Penting?

Titik leleh atau melting point merupakan salah satu karakteristik utama yang di sebut secara eksplisit dalam HS Code 1511902001.

Produk harus berada pada rentang:

50°C ≤ melting point ≤ 56°C

Artinya:

  • 50°C termasuk;
  • 51°C termasuk;
  • 52°C termasuk;
  • 53°C termasuk;
  • 54°C termasuk;
  • 55°C termasuk;
  • 56°C termasuk.

Namun, produk dengan titik leleh di luar rentang tersebut perlu di periksa terhadap subkategori lain.

Baca Juga : Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin

Hal tersebut sangat penting karena China juga memiliki kode:

1511902090

untuk kelompok palm stearin dengan titik leleh 44°C sampai kurang dari 50°C.

Dengan demikian, perbedaan beberapa derajat dapat memengaruhi klasifikasi.

Baca Juga : HS Code Palm Oil RBD untuk Ekspor ke China

Misalnya:

Melting PointKelompok yang perlu diperiksa
44°C–<50°C1511902090
50°C–56°C1511902001
Di luar rentang tersebutPerlu evaluasi klasifikasi lain

Oleh karena itu, perusahaan tidak sebaiknya menentukan HS Code hanya berdasarkan nama “Palm Stearin”.

Baca Juga : Cara Menentukan HS Code Palm Oil yang Tepat

Apa Arti “Not Chemically Modified”?

Bagian “not chemically modified” juga sangat penting.

HS heading 1511 secara khusus mencakup palm oil dan fraksinya yang tidak di modifikasi secara kimia.

Fraksinasi fisik atau proses pemurnian tidak otomatis sama dengan modifikasi kimia.

Namun, apabila produk telah mengalami proses kimia yang mengubah struktur atau sifat kimianya sehingga masuk ke klasifikasi lain, perusahaan harus melakukan pemeriksaan ulang.

Baca Juga : Kesalahan HS Code Palm Oil yang Bisa Menghambat Customs Clearance China

Karena itu, dokumen teknis produk sebaiknya menjelaskan proses produksinya.

Informasi yang dapat membantu antara lain:

  • crude atau refined;
  • proses refining;
  • bleaching;
  • deodorization;
  • fractionation;
  • hydrogenation;
  • interesterification;
  • dan proses kimia lainnya.

Dengan demikian, customs broker dapat memahami bagaimana produk tersebut dibuat.

Baca Juga : Apa Itu Palm Stearin? Pengertian dan Fungsinya

Apakah Palm Stearin 50–56°C Selalu Menggunakan HS Code 1511902001?

Untuk klasifikasi China, kode 1511902001 secara spesifik menunjuk pada solid palm stearin dengan melting point 50–56°C yang tidak di modifikasi secara kimia. Daftar klasifikasi China juga menunjukkan kode tersebut sebagai item tersendiri.

Namun, eksportir tidak boleh menerjemahkan hal ini menjadi:

“Semua produk bernama Palm Stearin pasti 1511902001.”

Itu tidak benar.

Palm stearin dengan karakteristik berbeda dapat masuk kode lain.

Baca Juga : Spesifikasi Palm Stearin HS Code 1511902001

Misalnya, China membedakan:

1511902001
Solid palm stearin, melting point 50–56°C.

dan:

1511902090
Palm stearin dengan melting point 44°C sampai kurang dari 50°C.

Karena itu, sebelum deklarasi impor, buyer China perlu memastikan kode yang sesuai dengan spesifikasi aktual barang.

Baca Juga : Melting Point Palm Stearin 50–56°C dan Hubungannya dengan HS Code

Perbedaan HS Code 1511902001 dan 1511902090

Perbedaan kedua kode tersebut terutama berkaitan dengan titik leleh.

HS Code 1511902001

Produk:

Solid palm stearin

Dengan:

50°C ≤ melting point ≤ 56°C

dan:

not chemically modified.

Baca Juga : Kegunaan Palm Stearin untuk Industri

HS Code 1511902090

Produk:

Palm stearin

Dengan:

44°C ≤ melting point < 50°C

dan:

not chemically modified.

Klasifikasi China secara eksplisit membedakan dua kelompok tersebut.

Oleh karena itu, Certificate of Analysis atau dokumen spesifikasi menjadi sangat penting.

Jika perusahaan mendeklarasikan 1511902001 tetapi hasil pengujian menunjukkan titik leleh berada di bawah 50°C, customs dapat mempertanyakan dasar klasifikasi tersebut.

Baca Juga : Palm Stearin untuk Bahan Baku Industri Makanan

Apakah Palm Stearin Harus Berbentuk Padat?

Uraian HS Code 1511902001 menggunakan istilah solid palm stearin.

Hal tersebut sejalan dengan karakteristik produk yang mempunyai melting point tinggi.

Namun, kondisi fisik pada saat pengiriman dapat di pengaruhi oleh temperatur.

Sebagai contoh, produk dengan melting point 55°C dapat menjadi lebih lunak atau cair ketika berada pada temperatur tinggi.

Karena itu, istilah “solid” dalam klasifikasi tidak boleh hanya di tafsirkan berdasarkan kondisi fisik produk ketika kontainer di buka.

Karakteristik teknis, komposisi, proses produksi, dan melting point tetap menjadi dasar yang lebih relevan untuk menentukan klasifikasi.

Baca Juga : Palm Stearin untuk Industri Oleochemical

HS Code 1511902001 untuk Ekspor Palm Stearin Indonesia ke China

Perusahaan Indonesia yang menjual palm stearin ke China perlu membedakan dua sisi klasifikasi.

Sisi Indonesia

Eksportir harus menggunakan kode yang sesuai dengan BTKI/AHTN Indonesia dalam dokumen ekspor.

Sisi China

Importir China menggunakan China Customs tariff classification.

Dengan demikian, angka 1511902001 tidak boleh langsung di anggap sebagai HS Code Indonesia.

Secara internasional, enam digit awal HS memberikan dasar klasifikasi yang sama. Namun, setelah itu masing-masing negara dapat memberikan rincian nasional.

Karena itu, pola yang benar adalah:

Produk → klasifikasi Indonesia → dokumen ekspor Indonesia → kode impor China → customs declaration China.

Bukan:

Produk → langsung salin kode China ke PEB Indonesia.

Mengapa HS Code Indonesia dan China Bisa Berbeda?

Harmonized System memberikan struktur internasional hingga enam digit.

Setelah enam digit, negara dapat memiliki subklasifikasi sendiri.

Indonesia menggunakan BTKI yang berbasis AHTN.

China juga mempunyai nomenklatur tarif nasional.

Dalam kasus palm stearin, China memiliki rincian hingga 10 digit.

Contohnya:

1511902001

Sementara pada level internasional, kelompok tersebut berakar pada:

151190

Jadi, perusahaan harus memahami bahwa:

HS Code 6 digit = basis internasional

sedangkan:

kode 8–10 digit = dapat merupakan rincian nasional.

Karena itu, seller Indonesia dan buyer China perlu melakukan pencocokan sebelum shipment.

Dokumen yang Membantu Membuktikan HS Code 1511902001

Penentuan HS Code sebaiknya tidak hanya di dasarkan pada nama produk.

Perusahaan dapat menyiapkan beberapa dokumen pendukung.

1. Certificate of Analysis

COA dapat mencantumkan parameter kualitas dan karakteristik produk.

Salah satu parameter penting dalam konteks kode ini adalah:

Melting Point.

2. Product Specification Sheet

Dokumen ini dapat menjelaskan:

  • nama produk;
  • melting point;
  • iodine value;
  • free fatty acid;
  • moisture;
  • impurities;
  • dan parameter lainnya.

3. Technical Data Sheet

TDS membantu buyer dan customs broker memahami karakter produk.

4. Manufacturing Process

Dokumen proses produksi dapat menunjukkan apakah produk di peroleh melalui:

  • refining;
  • bleaching;
  • deodorization;
  • fractionation;
  • atau proses lain.

5. Commercial Invoice

Invoice harus menggunakan uraian barang yang konsisten.

6. Packing List

Informasi barang dan berat harus sesuai dengan shipment.

7. Bill of Lading

Deskripsi cargo sebaiknya tidak bertentangan dengan dokumen lainnya.

Mengapa Certificate of Analysis Penting?

Dalam kasus palm stearin 50–56°C, COA dapat menjadi dokumen yang sangat membantu.

Misalnya, perusahaan mengirim produk dengan spesifikasi:

Palm Stearin

Melting Point: 55°C

Jika invoice, product specification, dan COA semuanya menunjukkan karakteristik tersebut, buyer China memiliki dasar yang lebih jelas ketika melakukan deklarasi.

Sebaliknya, jika invoice hanya menulis:

Palm Oil

tanpa informasi spesifikasi, customs broker mungkin membutuhkan informasi tambahan.

Oleh karena itu, dokumentasi teknis dapat memperlancar proses klasifikasi.

Contoh Spesifikasi Produk Palm Stearin

Contoh berikut hanya ilustrasi format dan bukan standar wajib untuk seluruh produk palm stearin.

ParameterContoh
ProductPalm Stearin
OriginIndonesia
Physical formSolid/semi-solid
Melting Point55°C
Chemical modificationNone
PackagingBulk
Net WeightSesuai kontrak
ApplicationFood/industrial sesuai produk
HS China1511902001 jika memenuhi kriteria

Parameter aktual harus mengikuti COA dan spesifikasi produk yang benar.

Jangan mengisi nilai teknis hanya agar cocok dengan HS Code.

Sebaliknya, HS Code harus mengikuti karakteristik barang yang sebenarnya.

HS Code 1511902001 dan Palm Stearin RBD

Palm stearin dapat berasal dari palm oil yang telah mengalami proses refining dan fractionation.

Karena itu, produk yang secara komersial di sebut RBD Palm Stearin perlu di periksa karakteristiknya.

Kata RBD biasanya menunjukkan:

  • Refined;
  • Bleached;
  • Deodorized.

Namun, klasifikasi tidak boleh di tentukan hanya dari singkatan RBD.

Yang perlu di periksa adalah apakah produk tetap termasuk palm oil/fraction dan tidak mengalami chemical modification yang membuatnya keluar dari cakupan heading 1511.

Jika memenuhi karakteristik China untuk 1511902001, termasuk melting point 50–56°C, kode tersebut dapat menjadi klasifikasi yang relevan.

Tetapi penetapan final tetap perlu dilakukan berdasarkan dokumen dan ketentuan China yang berlaku.

Penggunaan Palm Stearin dalam Industri

Palm stearin memiliki karakteristik padat yang membuatnya berguna untuk berbagai aplikasi.

Industri Pangan

Palm stearin dapat di gunakan dalam:

  • margarin;
  • shortening;
  • bakery;
  • confectionery;
  • filling;
  • fat blends;
  • dan produk makanan tertentu.

Karakteristik melting point dapat membantu menentukan performa lemak dalam produk akhir.

Industri Oleokimia

Palm stearin juga dapat di gunakan dalam beberapa proses oleochemical.

Industri Sabun

Fraksi palm dapat di gunakan sebagai salah satu bahan baku dalam produksi sabun.

Namun, penggunaan akhir tidak otomatis menentukan HS Code.

Dua produk dengan penggunaan berbeda tetap dapat berada dalam heading yang sama apabila karakteristik klasifikasinya sesuai.

HS Code 1511902001 dan GACC

HS Code 1511902001 bukan nomor registrasi GACC.

Keduanya mempunyai fungsi berbeda.

HS Code

Mengidentifikasi barang dalam sistem kepabeanan.

GACC Registration

Berkaitan dengan registrasi perusahaan atau fasilitas tertentu sesuai aturan China.

Namun, keduanya dapat bertemu dalam proses impor.

Misalnya, perusahaan Indonesia mengirim:

Palm Stearin 50–56°C

Buyer China perlu mengetahui:

  • klasifikasi barang;
  • HS Code;
  • supplier;
  • dokumen asal;
  • dokumen keamanan pangan jika berlaku;
  • serta status registrasi yang di wajibkan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memastikan produk yang di daftarkan dan produk yang di kirim sesuai.

Apakah HS Code 1511902001 Menjamin Produk Bisa Masuk China?

Tidak.

Memiliki kode HS yang tepat tidak berarti barang otomatis lolos impor.

HS Code hanya salah satu bagian dari proses customs clearance.

Produk tetap harus memenuhi:

  • persyaratan impor China;
  • dokumen perdagangan;
  • ketentuan keamanan pangan jika berlaku;
  • persyaratan pemeriksaan;
  • persyaratan label jika berlaku;
  • persyaratan importir;
  • dan ketentuan lainnya.

Selain itu, customs China dapat melakukan pemeriksaan terhadap barang.

Dengan demikian:

HS Code benar ≠ otomatis bebas pemeriksaan.

Namun, klasifikasi yang benar membantu proses deklarasi dilakukan berdasarkan informasi yang tepat.

Apakah HS Code 1511902001 Memiliki Persyaratan Pemeriksaan?

Data klasifikasi China menunjukkan bahwa kode 1511902001 memiliki kode pengawasan/pemeriksaan terkait 7AB dan kategori inspeksi M.R/S dalam sistem klasifikasi yang di publikasikan pada berbagai database tarif China.

Namun, perusahaan tidak sebaiknya menerjemahkan kode tersebut secara sembarangan menjadi satu jenis izin tertentu.

Kode pengawasan dalam sistem China dapat berkaitan dengan:

  • customs supervision;
  • inspection;
  • quarantine;
  • atau prosedur administratif tertentu.

Karena penerapan aktual dapat bergantung pada status barang dan regulasi yang berlaku saat import declaration, buyer atau customs broker China perlu melakukan pengecekan pada sistem resmi sebelum shipment.

Tarif Impor China untuk Palm Stearin

Tarif impor tidak boleh di tentukan hanya dari satu sumber komersial.

Daftar kebijakan tarif China menunjukkan kelompok ex 15119020 untuk solid palm stearin dengan melting point 50–56°C. Dalam daftar tarif sementara China untuk 2026 yang di terbitkan Kementerian Keuangan China, kelompok tersebut di cantumkan dengan tarif MFN 8% dan tarif sementara 2%.

Namun, tarif aktual yang di bayar oleh importir dapat bergantung pada:

  • negara asal;
  • skema tarif;
  • perjanjian perdagangan yang berlaku;
  • tarif sementara;
  • status importir;
  • dan ketentuan pada tanggal customs declaration.

Oleh karena itu, perusahaan Indonesia sebaiknya tidak menjanjikan angka tarif kepada buyer hanya berdasarkan HS Code.

Buyer China perlu melakukan konfirmasi tarif pada saat transaksi.

Apakah Tarif Palm Stearin Indonesia ke China Bisa Mendapat Preferensi?

Kemungkinan tarif preferensi harus di periksa berdasarkan skema perdagangan yang di gunakan.

Indonesia dan China memiliki kerangka kerja perdagangan regional, sehingga importir dapat perlu memeriksa apakah barang memenuhi persyaratan tarif preferensi berdasarkan skema yang relevan.

Namun, HS Code saja tidak cukup.

Persyaratan tarif preferensi dapat mencakup:

  • rules of origin;
  • originating status;
  • dokumen asal;
  • certificate atau declaration of origin;
  • dan persyaratan administratif lainnya.

Karena itu, perusahaan perlu memisahkan tiga pertanyaan:

  1. Apa HS Code barang?
  2. Apa tarif normalnya?
  3. Apakah barang memenuhi syarat tarif preferensi?

Ketiganya bukan pertanyaan yang sama.

HS Code 1511902001 dan Certificate of Origin

Certificate of Origin atau COO dapat di gunakan untuk menunjukkan asal barang sesuai skema yang berlaku.

Untuk palm stearin dari Indonesia, perusahaan harus memastikan data pada COO konsisten dengan:

  • invoice;
  • packing list;
  • bill of lading;
  • identitas eksportir;
  • identitas importir;
  • deskripsi produk;
  • quantity;
  • dan informasi lainnya.

HS Code yang di gunakan pada dokumen origin juga harus di periksa sesuai format dan ketentuan skema yang digunakan.

Dengan demikian, klasifikasi barang menjadi salah satu bagian penting dalam pengurusan dokumen asal.

HS Code 1511902001 dan Commercial Invoice

Commercial invoice untuk palm stearin sebaiknya memiliki uraian yang jelas.

Contoh:

Product Description:
Palm Stearin, Melting Point 50–56°C, Not Chemically Modified

Di banding hanya menulis:

Palm Oil

uraian tersebut lebih informatif karena menjelaskan karakteristik yang relevan dengan klasifikasi.

Namun, perusahaan harus memastikan uraian tersebut sesuai dengan produk aktual.

Jika COA menunjukkan melting point 48°C, jangan menggunakan uraian 50–56°C hanya karena buyer meminta kode 1511902001.

Dalam situasi seperti itu, klasifikasi perlu di evaluasi kembali.

HS Code 1511902001 dan Packing List

Packing list perlu mencantumkan informasi yang konsisten dengan invoice.

Misalnya:

  • Product: Palm Stearin;
  • Quantity: 1,000 MT;
  • Packing: Bulk;
  • Net Weight: sesuai;
  • Gross Weight: sesuai;
  • Container: sesuai jika menggunakan container;
  • Lot/Batch Number: jika digunakan.

Jika barang di kirim dalam bulk tanker, informasi kemasan dapat berbeda di banding produk yang di kirim menggunakan bag atau drum.

Namun, identitas produk harus tetap konsisten.

HS Code 1511902001 dan Bill of Lading

Bill of Lading merupakan dokumen pengangkutan.

Deskripsi cargo pada B/L sebaiknya tidak bertentangan dengan commercial invoice.

Contohnya:

Palm Stearin

atau deskripsi teknis yang di sepakati dan sesuai dokumen transaksi.

Jika invoice menyatakan:

Palm Stearin 50–56°C

tetapi B/L menyatakan:

Crude Palm Oil

maka perbedaan tersebut dapat menimbulkan pertanyaan dalam pemeriksaan dokumen.

Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya melakukan document consistency check sebelum dokumen final di terbitkan.

Kesalahan Menggunakan HS Code 1511902001

Ada beberapa kesalahan yang perlu di hindari.

1. Menganggap Semua Palm Stearin Menggunakan 1511902001

Padahal China memiliki subkategori lain untuk palm stearin dengan melting point berbeda.

2. Tidak Memeriksa Melting Point

Padahal rentang 50–56°C menjadi bagian penting dari deskripsi kode.

3. Mengabaikan Chemical Modification

Produk yang telah mengalami modifikasi kimia perlu diklasifikasikan ulang.

4. Menggunakan Kode China pada PEB Indonesia

Kode impor China tidak otomatis menjadi kode ekspor Indonesia.

5. Menggunakan Kode Lama

Klasifikasi tarif dapat di perbarui.

6. Mengikuti Kode Buyer Tanpa Verifikasi

Buyer dapat memberikan kode yang belum di perbarui atau tidak sesuai karakteristik produk.

7. Memalsukan atau Menyesuaikan Spesifikasi

Spesifikasi tidak boleh di ubah hanya untuk mempertahankan kode tertentu.

8. Mengabaikan COA

COA dapat membantu membuktikan karakteristik teknis barang.

Bagaimana Cara Memastikan Palm Stearin Masuk HS Code 1511902001?

Perusahaan dapat menggunakan langkah berikut.

Langkah 1: Identifikasi Produk

Pastikan barang benar-benar palm stearin.

Langkah 2: Pastikan Produk Tidak Di modifikasi Secara Kimia

Periksa proses produksi.

Langkah 3: Cek Melting Point

Pastikan hasil pengujian menunjukkan:

50°C sampai 56°C.

Langkah 4: Siapkan COA

COA menjadi dokumen pendukung karakteristik produk.

Langkah 5: Cek Klasifikasi Indonesia

Tentukan HS Code yang di gunakan untuk ekspor dari Indonesia berdasarkan BTKI.

Langkah 6: Konfirmasi Kode China

Buyer atau customs broker China memeriksa kode impor 10 digit.

Langkah 7: Cocokkan Dokumen

Pastikan invoice, packing list, B/L, COO, dan dokumen lainnya konsisten.

Langkah 8: Cek Regulasi Terbaru

Pastikan tidak ada perubahan tarif atau persyaratan sebelum shipment.

Contoh Kasus Ekspor Palm Stearin 55°C ke China

Misalnya perusahaan Indonesia memiliki produk:

RBD Palm Stearin

Spesifikasi:

  • Melting Point: 55°C;
  • Not chemically modified;
  • Origin: Indonesia;
  • Bulk shipment.

Karena melting point berada pada rentang 50–56°C, perusahaan dapat meminta buyer China mengevaluasi HS Code 1511902001.

Buyer kemudian mencocokkan:

1511902001 – Solid palm stearin, 50°C–56°C, not chemically modified.

Jika karakteristik barang sesuai dengan klasifikasi tersebut, kode tersebut dapat di gunakan pada import declaration China.

Namun, eksportir Indonesia tetap menggunakan klasifikasi Indonesia yang sesuai untuk PEB.

Dengan demikian, satu shipment dapat mempunyai:

kode Indonesia untuk ekspor

dan:

kode China untuk impor.

Hal tersebut merupakan kondisi yang normal selama klasifikasinya konsisten secara substansi.

Contoh Kasus Palm Stearin 48°C

Sekarang misalnya perusahaan memiliki:

Palm Stearin

dengan melting point:

48°C

Produk tersebut tidak memenuhi rentang 50–56°C.

Karena itu, perusahaan tidak seharusnya memaksakan kode 1511902001.

China memiliki kode 1511902090 untuk palm stearin dengan melting point 44°C sampai kurang dari 50°C.

Contoh ini menunjukkan mengapa spesifikasi teknis sangat penting dalam klasifikasi.

Contoh Kasus Palm Stearin 56°C

Bagaimana jika melting point tepat:

56°C?

Deskripsi kode 1511902001 menggunakan:

50°C ≤ melting point ≤ 56°C.

Artinya, 56°C masih berada dalam rentang tersebut.

Namun, dokumen COA tetap harus menunjukkan hasil pengujian aktual.

Jika perusahaan mencantumkan 56°C pada dokumen, nilai tersebut harus dapat di pertanggungjawabkan.

Contoh Kasus Palm Stearin 57°C

Jika melting point:

57°C

maka produk berada di luar rentang:

50–56°C.

Karena itu, perusahaan tidak seharusnya otomatis menggunakan 1511902001.

Klasifikasi perlu di periksa kembali berdasarkan nomenklatur China dan karakteristik produk.

Dengan demikian, rentang melting point bukan sekadar informasi teknis untuk buyer, tetapi juga dapat menjadi parameter klasifikasi.

Apakah Palm Stearin 50–56°C Sama dengan Palm Olein?

Tidak.

Palm olein adalah fraksi cair palm oil, sedangkan palm stearin merupakan fraksi yang lebih padat.

Dalam klasifikasi China, palm olein berada pada kode yang berbeda, yaitu 1511901000, yang di jelaskan sebagai palm liquid oil dengan melting point 19–24°C dan tidak di modifikasi secara kimia.

Sementara itu:

1511902001 = solid palm stearin 50–56°C.

Perbedaan ini sangat penting.

Jangan menggunakan HS Code palm olein untuk palm stearin hanya karena keduanya berasal dari minyak sawit.

Apakah Palm Stearin Sama dengan CPO?

Tidak.

CPO atau Crude Palm Oil merupakan minyak sawit mentah.

Palm stearin merupakan fraksi yang di peroleh melalui proses fraksinasi palm oil.

China memiliki klasifikasi berbeda:

  • 1511100000 untuk crude palm oil;
  • 1511902001 untuk solid palm stearin 50–56°C.

Karena itu, dokumen ekspor tidak boleh menggunakan istilah CPO apabila barang sebenarnya palm stearin.

Hubungan HS Code dengan Kualitas Produk

HS Code bukan sertifikat kualitas.

Namun, dalam kasus 1511902001 terdapat parameter teknis yang berkaitan langsung dengan klasifikasi.

Melting point merupakan contoh paling jelas.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memiliki sistem quality control yang memastikan spesifikasi produk konsisten.

Jika setiap batch memiliki melting point berbeda, perusahaan perlu melakukan review sebelum shipment.

Misalnya:

BatchMelting PointEvaluasi
Batch A52°CDalam rentang
Batch B54°CDalam rentang
Batch C55°CDalam rentang
Batch D56°CBatas atas
Batch E48°CPerlu evaluasi kode

Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko salah deklarasi.

Peran Customs Broker China

Customs broker China dapat membantu importir melakukan:

  • klasifikasi;
  • customs declaration;
  • perhitungan tarif;
  • pengurusan pemeriksaan;
  • dan proses clearance.

Untuk palm stearin, broker dapat meminta:

  • HS Code;
  • product description;
  • melting point;
  • COA;
  • origin;
  • packaging;
  • dan informasi lainnya.

Karena itu, eksportir sebaiknya memberikan dokumen secara lengkap sejak awal.

Jika buyer hanya mendapatkan invoice tanpa technical specification, proses klarifikasi dapat menjadi lebih panjang.

Checklist Ekspor Palm Stearin 50–56°C ke China

Sebelum shipment, gunakan checklist berikut:

PemeriksaanStatus
Produk benar-benar Palm Stearin☐
Melting point 50–56°C☐
Tidak di modifikasi secara kimia☐
COA tersedia☐
Product Specification tersedia☐
TDS tersedia☐
HS Indonesia sudah diverifikasi☐
HS China 1511902001 sudah di konfirmasi☐
Buyer China sudah setuju dengan klasifikasi☐
Customs broker sudah melakukan pengecekan☐
Invoice sesuai produk☐
Packing List sesuai☐
B/L sesuai☐
COO sesuai☐
Persyaratan GACC di periksa☐
Persyaratan inspection di periksa☐
Tarif impor terbaru di periksa☐

Checklist ini membantu mengurangi risiko perbedaan informasi antardokumen.

HS Code 1511902001 dan GACC Registration Palm Stearin

Untuk ekspor palm stearin sebagai produk yang masuk dalam cakupan regulasi pangan China, perusahaan perlu mengevaluasi apakah fasilitas dan produknya memiliki kewajiban registrasi GACC berdasarkan kategori produk dan ketentuan yang berlaku.

Hal yang penting adalah HS Code tidak menggantikan registrasi GACC.

Sebagai contoh:

HS Code: 1511902001

menjelaskan:

barang apa yang di impor.

Sementara registrasi GACC berkaitan dengan:

perusahaan atau fasilitas yang memproduksi produk tersebut, apabila di wajibkan oleh aturan yang berlaku.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memeriksa kedua aspek tersebut secara terpisah.

Apakah HS Code Harus Sama dengan GACC Product Category?

Tidak dalam arti angka kodenya.

GACC memiliki sistem kategori produk dan registrasi tersendiri.

HS Code di gunakan dalam kepabeanan.

Namun, informasi barang dalam keduanya harus konsisten.

Misalnya perusahaan terdaftar sebagai produsen palm stearin, tetapi shipment yang di kirim ternyata merupakan produk berbeda.

Perbedaan tersebut dapat menimbulkan pertanyaan dalam proses pemeriksaan.

Dengan demikian, perusahaan harus memastikan:

registered product → actual product → HS classification → shipping documents

saling konsisten.

Cara Menyiapkan Dokumen HS Code 1511902001

Perusahaan dapat membuat satu file compliance untuk setiap produk.

Contohnya:

Product Compliance File

Nama Produk:
Palm Stearin

Melting Point:
50–56°C

Chemical Modification:
None

Origin:
Indonesia

HS China:
1511902001

HS Indonesia:
Mengikuti BTKI yang berlaku

COA:
Tersedia

TDS:
Tersedia

GACC:
Diperiksa sesuai kategori produk

Buyer Customs Broker:
Sudah di konfirmasi

Dengan sistem tersebut, setiap shipment tidak perlu mengulang analisis dari awal.

Namun, file tetap perlu di perbarui jika terjadi perubahan produk atau regulasi.

Apakah HS Code 1511902001 Bisa Berubah?

Kode tarif dapat berubah apabila terdapat perubahan nomenklatur atau kebijakan kepabeanan.

Karena itu, perusahaan tidak boleh menganggap kode yang di gunakan tahun sebelumnya selalu berlaku tanpa pemeriksaan.

Terlebih lagi, China dapat mengubah:

  • tarif MFN;
  • tarif sementara;
  • tarif preferensi;
  • customs supervision;
  • inspection requirements;
  • atau rincian nomenklatur.

Sebagai contoh, dokumen kebijakan tarif China 2026 masih mencantumkan kelompok ex 15119020 untuk solid palm stearin 50–56°C.

Karena itu, perusahaan yang melakukan ekspor rutin sebaiknya melakukan review klasifikasi secara berkala.

Tips Memilih HS Code Palm Stearin untuk China

Ada beberapa tips penting.

Pertama, gunakan spesifikasi produk.

Jangan menentukan kode berdasarkan nama dagang saja.

Kedua, periksa melting point.

Untuk kode 1511902001, rentang 50–56°C sangat penting.

Ketiga, periksa chemical modification.

Pastikan produk memenuhi karakteristik “not chemically modified”.

Keempat, bedakan kode Indonesia dan China.

Jangan memasukkan kode China ke dokumen Indonesia tanpa pemeriksaan.

Kelima, libatkan buyer.

Buyer bertanggung jawab atas proses import declaration di China bersama customs broker-nya.

Keenam, simpan COA.

Dokumen tersebut dapat membantu menjelaskan karakteristik barang.

Ketujuh, cek tarif terbaru.

Tarif dapat berbeda berdasarkan skema perdagangan dan periode.

Kedelapan, cek GACC secara terpisah.

Registrasi GACC dan HS Code adalah dua hal yang berbeda.

FAQ HS Code 1511902001

Apa HS Code 1511902001?

HS Code 1511902001 adalah kode China untuk solid palm stearin dengan melting point 50–56°C yang tidak di modifikasi secara kimia.

Apakah 1511902001 adalah HS Code Indonesia?

Tidak boleh langsung di anggap demikian. Kode tersebut merupakan kode 10 digit dalam nomenklatur China. Eksportir Indonesia tetap harus menggunakan klasifikasi yang berlaku di Indonesia untuk dokumen ekspornya.

Apa arti 50–56°C?

Angka tersebut menunjukkan rentang melting point yang menjadi bagian dari deskripsi kode.

Apakah 56°C masih termasuk?

Ya. Deskripsi kode menggunakan batas 50°C sampai 56°C, sehingga 56°C masih termasuk rentang tersebut.

Bagaimana jika melting point 48°C?

Produk tidak berada dalam rentang 1511902001. China memiliki kode 1511902090 untuk palm stearin dengan melting point 44°C sampai kurang dari 50°C.

Apakah palm olein menggunakan 1511902001?

Tidak. Palm olein memiliki klasifikasi berbeda. China mencantumkan 1511901000 untuk palm liquid oil dengan melting point 19–24°C.

Apakah CPO menggunakan 1511902001?

Tidak. Crude palm oil berada pada heading/subheading yang berbeda, yaitu 1511100000 dalam klasifikasi China.

Apakah HS Code sama dengan nomor GACC?

Tidak. HS Code merupakan klasifikasi barang, sedangkan registrasi GACC berkaitan dengan registrasi perusahaan/fasilitas sesuai ketentuan China.

Apakah HS Code menentukan tarif impor?

HS Code menjadi salah satu dasar untuk menentukan tarif. Namun, tarif aktual juga dapat dipengaruhi oleh negara asal, skema perdagangan, tarif preferensi, dan kebijakan yang berlaku pada saat import declaration.

Apakah COA diperlukan?

COA sangat berguna untuk menunjukkan karakteristik produk, terutama ketika parameter seperti melting point relevan terhadap klasifikasi. Namun, kebutuhan dokumen final harus mengikuti permintaan buyer, customs broker, dan otoritas terkait.

HS Code 1511902001 merupakan kode China untuk solid palm stearin dengan melting point 50°C–56°C yang tidak dimodifikasi secara kimia. Kode ini berada dalam Chapter 15 dan heading 1511 yang mencakup palm oil dan fraksinya. China mencantumkan 1511902001 secara khusus untuk kelompok 固态棕榈硬脂(50℃≤熔点≤56℃).

Hal paling penting dalam kode tersebut adalah karakteristik produk. Palm stearin yang memiliki melting point 50°C, 52°C, 55°C, atau 56°C dapat berada dalam rentang yang dijelaskan oleh kode tersebut apabila persyaratan lainnya juga terpenuhi. Sebaliknya, palm stearin dengan melting point 44°C sampai kurang dari 50°C berada dalam klasifikasi China yang berbeda, yaitu 1511902090.

Dengan demikian, HS Code 1511902001 tidak sebaiknya dipandang hanya sebagai angka pada dokumen ekspor. Kode tersebut merupakan bagian dari sistem klasifikasi yang harus didukung oleh karakteristik produk dan dokumen yang konsisten.

Terutama untuk palm stearin dengan titik leleh yang berada dekat batas klasifikasi, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih teliti. Selisih antara produk dengan melting point 48°C dan 50°C, misalnya, dapat membuat perusahaan perlu mengevaluasi subkategori yang digunakan.

Pada akhirnya, penentuan HS Code yang tepat membantu eksportir Indonesia dan importir China menjaga konsistensi antara produk fisik, spesifikasi teknis, dokumen perdagangan, deklarasi kepabeanan, serta persyaratan impor China. Untuk transaksi bernilai besar atau produk dengan karakteristik yang berada di batas klasifikasi, konfirmasi akhir dengan customs broker atau otoritas kepabeanan yang berwenang tetap merupakan langkah penting sebelum shipment dilakukan.

Konsultasikan Ekspor Palm Oil Sekarang

Isma