Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin

Isma

Updated on:

Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin
Direktur Utama Jangkar Groups

Dalam perdagangan minyak sawit Indonesia ke China, istilah Palm Olein dan Palm Stearin sering muncul dalam transaksi ekspor. Keduanya sama-sama merupakan fraksi dari minyak sawit, tetapi mempunyai karakteristik fisik, penggunaan, dan klasifikasi yang berbeda. Karena itu, memahami perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin menjadi bagian penting dalam mempersiapkan dokumen ekspor dan proses importasi di China.

Perbedaan tersebut menjadi semakin penting karena sistem tarif China membedakan Palm Olein atau palm liquid oil dengan Palm Stearin berdasarkan karakteristik produk. Dalam data klasifikasi China, HS Code 1511901000 di gunakan untuk palm liquid oil dengan melting point 19°C–24°C dan tidak mengalami modifikasi kimia. Sementara itu, kelompok Palm Stearin berada pada kode 1511902001 dan 1511902090, dengan pembeda utama berupa rentang melting point.

DAFTAR ISI

Baca Juga : GACC Palm Oil: Panduan Lengkap Ekspor Palm Oil Indonesia ke China

Secara sederhana, Palm Olein merupakan fraksi yang lebih cair dari minyak sawit, sedangkan Palm Stearin merupakan fraksi yang lebih padat. Namun, penentuan HS Code tidak boleh hanya di lakukan berdasarkan apakah produk terlihat cair atau padat. Deskripsi tarif, karakteristik teknis, proses pengolahan, dan ketentuan negara tujuan juga perlu di perhatikan.

Selain itu, eksportir Indonesia perlu memahami bahwa kode China tidak otomatis sama dengan kode yang di gunakan pada dokumen ekspor Indonesia. Indonesia menggunakan BTKI sebagai sistem klasifikasi barang untuk kegiatan kepabeanan. DJBC menjelaskan bahwa BTKI di susun berdasarkan Harmonized System atau HS dan ASEAN Harmonised Tariff Nomenclature atau AHTN.

Oleh karena itu, sebelum melakukan ekspor Palm Olein atau Palm Stearin ke China, perusahaan perlu memisahkan dua kebutuhan klasifikasi, yaitu klasifikasi untuk ekspor dari Indonesia dan klasifikasi untuk impor di China.

Baca Juga : GACC Palm Refinery: Persyaratan Ekspor Produk Palm Oil ke China

Apa Itu Palm Olein?

Palm Olein merupakan fraksi cair yang di peroleh melalui proses fraksinasi minyak sawit. Setelah palm oil mengalami proses tertentu, fraksi minyak dapat di pisahkan menjadi bagian yang lebih cair dan bagian yang lebih padat.

Fraksi yang lebih cair tersebut di kenal sebagai Palm Olein.

Karena karakteristiknya lebih cair, Palm Olein banyak di gunakan sebagai bahan baku minyak goreng dan berbagai kebutuhan industri pangan. Karakteristik tersebut membuat Palm Olein berbeda dari Palm Stearin yang mempunyai kandungan fraksi dengan titik leleh lebih tinggi.

Dalam klasifikasi China, salah satu kode yang berkaitan dengan palm liquid oil adalah 1511901000. Uraian tarif China mencantumkan palm liquid oil dengan melting point 19°C sampai 24°C dan tidak mengalami modifikasi kimia.

Dengan demikian, melting point menjadi salah satu informasi penting ketika membahas klasifikasi Palm Olein untuk China.

Baca Juga : Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery Indonesia

Apa Itu Palm Stearin?

Palm Stearin merupakan fraksi yang lebih padat yang di peroleh dari proses fraksinasi palm oil.

Karena memiliki karakteristik fisik yang lebih padat, Palm Stearin banyak di gunakan untuk kebutuhan industri yang membutuhkan lemak dengan sifat lebih solid. Penggunaannya dapat mencakup berbagai produk pangan dan aplikasi industri.

Namun, Palm Stearin juga tidak selalu mempunyai satu melting point yang sama. Berbagai grade produk dapat memiliki karakteristik titik leleh berbeda.

Inilah salah satu alasan China mempunyai lebih dari satu kode yang berkaitan dengan Palm Stearin.

Dalam klasifikasi China, 1511902001 mencakup solid palm stearin dengan melting point 50°C sampai 56°C, sedangkan 1511902090 mencakup palm stearin dengan melting point 44°C sampai kurang dari 50°C.

Karena itu, Palm Stearin perlu di lihat berdasarkan spesifikasi aktual, bukan hanya nama produknya.

Baca Juga : Syarat GACC untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia

Keterkaitan Palm Olein dan Palm Stearin dalam Produk Sawit

Hubungan Palm Olein dan Palm Stearin

Palm Olein dan Palm Stearin berasal dari sumber yang sama, yaitu palm oil. Perbedaannya muncul dari proses fraksinasi yang memisahkan komponen berdasarkan karakteristik fisik dan titik leleh.

Secara sederhana, proses tersebut menghasilkan dua kelompok utama:

Palm Oil → Fraksinasi → Palm Olein + Palm Stearin

Palm Olein merupakan fraksi yang lebih cair, sedangkan Palm Stearin merupakan fraksi yang lebih padat.

Walaupun berasal dari komoditas yang sama, kedua produk tersebut tidak boleh di perlakukan sebagai barang yang identik dalam klasifikasi perdagangan.

Baca Juga : GACC Registration Number untuk Palm Oil: Fungsi dan Cara Cek

Perbedaan karakteristik tersebut dapat memengaruhi:

  • Nama produk.
  • Spesifikasi teknis.
  • Melting point.
  • Bentuk fisik.
  • Penggunaan.
  • HS Code.
  • Dokumen teknis.
  • Perlakuan tarif.
  • Persyaratan perdagangan.

Oleh karena itu, eksportir perlu memastikan produk yang sebenarnya sebelum menentukan kode.

Baca Juga : Cara Cek Perusahaan Palm Oil yang Sudah Terdaftar GACC

HS Code Palm Olein untuk China

Dalam sistem tarif China, kode yang relevan untuk palm liquid oil adalah 1511901000.

Uraian resmi China menyebutkan:

Palm liquid oil, melting point 19°C–24°C, not chemically modified.

Kode tersebut berada pada kelompok 1511 yang berkaitan dengan palm oil dan fraksinya.

Dengan demikian, ketika eksportir Indonesia akan menjual Palm Olein ke China, importir perlu memastikan apakah karakteristik produknya sesuai dengan deskripsi palm liquid oil tersebut.

Hal ini penting karena istilah Palm Olein dalam perdagangan tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar klasifikasi.

Baca Juga : Masa Berlaku Registrasi GACC Palm Oil dan Cara Perpanjangannya

Apakah Semua Palm Olein Menggunakan 1511901000?

Tidak boleh di asumsikan demikian.

Klasifikasi harus melihat karakteristik barang dan uraian tarif yang berlaku.

Untuk kode 1511901000, salah satu karakteristik yang di sebutkan adalah melting point 19°C–24°C serta tidak mengalami modifikasi kimia.

Jika produk memiliki spesifikasi yang berbeda, eksportir dan importir perlu melakukan pemeriksaan klasifikasi lebih lanjut.

Dengan kata lain, istilah “Palm Olein” membantu mengidentifikasi jenis produk, tetapi belum tentu cukup untuk menentukan kode secara otomatis.

Baca Juga : HS Code Palm Oil untuk Ekspor ke China

HS Code Palm Stearin untuk China

Palm Stearin memiliki klasifikasi yang berbeda dari Palm Olein.

China mencantumkan beberapa kode untuk kelompok Palm Stearin. Dua kode yang sangat relevan adalah:

  • 1511902001 untuk solid palm stearin dengan melting point 50°C–56°C.
  • 1511902090 untuk palm stearin dengan melting point 44°C sampai kurang dari 50°C.

Karena itu, Palm Stearin mempunyai klasifikasi yang lebih spesifik berdasarkan karakteristik titik leleh.

Baca Juga : HS Code 1511902001: Palm Stearin 50–56°C

HS Code 1511902001

Kode 1511902001 di gunakan untuk solid palm stearin dengan melting point 50°C sampai 56°C, dengan uraian yang mencantumkan tidak mengalami modifikasi kimia.

Contoh produk:

  • Melting point 50°C.
  • Melting point 52°C.
  • Melting point 54°C.
  • Melting point 56°C.

Karakteristik tersebut berada dalam rentang yang di sebutkan untuk kode 1511902001.

Baca Juga : HS Code 1511902001 untuk Ekspor Palm Stearin Indonesia ke China

HS Code 1511902090

Sementara itu, kode 1511902090 berkaitan dengan Palm Stearin dengan melting point 44°C sampai kurang dari 50°C, juga dengan karakteristik tidak mengalami modifikasi kimia.

Contohnya:

  • 44°C.
  • 45°C.
  • 47°C.
  • 48°C.
  • 49°C.

Karena itu, perusahaan tidak seharusnya menggunakan 1511902001 untuk semua grade Palm Stearin.

Baca Juga : Perbedaan HS Code 1511902001 dan 1511902090

Tabel Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin

Berikut perbandingan sederhana berdasarkan klasifikasi China:

ProdukHS Code ChinaMelting PointKarakteristik
Palm Olein / Palm Liquid Oil151190100019–24°CTidak di modifikasi kimia
Palm Stearin151190209044–<50°CTidak di modifikasi kimia
Palm Stearin151190200150–56°CTidak di modifikasi kimia

Tabel tersebut menunjukkan bahwa perbedaan utama bukan hanya nama produk, tetapi juga karakteristik teknis.

Baca Juga : HS Code Palm Oil RBD untuk Ekspor ke China

Perbedaan Palm Olein dan Palm Stearin dari Sisi Melting Point

Melting point menjadi salah satu pembeda penting.

Palm Olein yang di sebut dalam uraian kode 1511901000 mempunyai melting point 19°C–24°C. Sementara itu, Palm Stearin berada pada rentang yang lebih tinggi, yaitu 44°C sampai 56°C tergantung kode yang di gunakan.

Baca Juga : Cara Menentukan HS Code Palm Oil yang Tepat

Dengan demikian, secara sederhana:

Palm Olein → melting point lebih rendah → fraksi lebih cair

Palm Stearin → melting point lebih tinggi → fraksi lebih padat

Karakteristik tersebut merupakan hasil dari proses fraksinasi minyak sawit.

Namun, melting point tidak boleh menjadi satu-satunya parameter apabila produk mempunyai karakteristik khusus atau mengalami pengolahan lebih lanjut.

Baca Juga : Kesalahan HS Code Palm Oil yang Bisa Menghambat Customs Clearance China

Mengapa Melting Point Penting untuk HS Code?

Melting point memberikan informasi mengenai perilaku fisik produk terhadap suhu.

Dalam perdagangan Palm Olein dan Palm Stearin, informasi tersebut dapat membantu membedakan produk.

Misalnya, sebuah produk mempunyai nama dagang yang hampir sama. Jika dokumen hanya menulis “Palm Oil Fraction”, buyer mungkin memerlukan informasi tambahan.

Dengan mengetahui melting point, buyer dapat memahami karakteristik produk secara lebih spesifik.

Untuk keperluan klasifikasi China, informasi tersebut bahkan menjadi bagian dari uraian beberapa kode.

Karena itu, eksportir sebaiknya memiliki data melting point yang jelas dan dapat di telusuri.

Baca Juga : Apa Itu Palm Stearin? Pengertian dan Fungsinya

Palm Olein vs Palm Stearin: Bentuk Fisik

Secara umum, Palm Olein memiliki karakteristik lebih cair pada suhu lingkungan tertentu, sedangkan Palm Stearin cenderung lebih padat.

Namun, kondisi fisik produk dapat di pengaruhi oleh suhu.

Karena itu, eksportir tidak sebaiknya menentukan HS Code hanya berdasarkan kondisi barang ketika di lihat secara langsung.

Misalnya, Palm Stearin dapat menjadi lebih lunak atau mengalami perubahan konsistensi apabila berada pada suhu tertentu. Sebaliknya, Palm Olein juga dapat mengalami perubahan karakteristik fisik ketika suhu lingkungan berubah.

Oleh karena itu, deskripsi tarif dan spesifikasi teknis harus menjadi referensi utama.

Baca Juga : Spesifikasi Palm Stearin HS Code 1511902001

Palm Olein dan Palm Stearin dalam Proses Fraksinasi

Untuk memahami perbedaannya, penting memahami proses dasar fraksinasi.

Palm oil mengandung berbagai komponen trigliserida yang mempunyai karakteristik berbeda.

Dalam proses fraksinasi, komponen tersebut di pisahkan sehingga menghasilkan fraksi dengan sifat fisik tertentu.

Baca Juga : Melting Point Palm Stearin 50–56°C dan Hubungannya dengan HS Code

Hasil utamanya dapat berupa:

  1. Palm Olein.
  2. Palm Stearin.

Palm Olein memiliki karakteristik yang lebih cair dan sering di gunakan untuk minyak goreng.

Sebaliknya, Palm Stearin memiliki karakteristik lebih solid sehingga di gunakan pada berbagai formulasi yang membutuhkan struktur lemak lebih padat.

Dengan demikian, keduanya bukan dua bahan baku yang sepenuhnya berbeda sejak awal. Keduanya dapat berasal dari minyak sawit yang kemudian di pisahkan melalui proses fraksinasi.

Baca Juga : Kegunaan Palm Stearin untuk Industri

Perbedaan Penggunaan Palm Olein dan Palm Stearin

Penggunaan produk juga membantu memahami perbedaannya.

Penggunaan Palm Olein

Palm Olein banyak di gunakan dalam:

  • Minyak goreng.
  • Industri pangan.
  • Produk frying oil.
  • Formulasi minyak nabati.
  • Bahan baku berbagai produk makanan.

Karakteristik cairnya membuat Palm Olein sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan minyak pada kondisi relatif cair.

Baca Juga : Palm Stearin untuk Bahan Baku Industri Makanan

Penggunaan Palm Stearin

Palm Stearin dapat di gunakan dalam:

  • Shortening.
  • Margarin.
  • Produk bakery.
  • Produk lemak pangan.
  • Formulasi lemak tertentu.
  • Aplikasi industri yang membutuhkan fraksi lebih solid.

Namun, penggunaan aktual tergantung grade dan spesifikasi produk.

Karena itu, penggunaan produk dapat membantu memahami barang, tetapi tidak seharusnya di gunakan sendirian untuk menetapkan HS Code.

Baca Juga : Palm Stearin untuk Industri Oleochemical

Apakah Palm Olein dan Palm Stearin Berada pada HS Heading yang Sama?

Pada tingkat heading, keduanya sama-sama berada dalam kelompok 1511 yang berkaitan dengan palm oil dan fraksinya.

Namun, pada tingkat kode yang lebih spesifik, keduanya dapat mempunyai kode berbeda.

Inilah fungsi struktur HS.

Pada tingkat awal, produk di kelompokkan secara luas. Kemudian, klasifikasi di perinci berdasarkan jenis barang dan karakteristik tertentu.

China, misalnya, membedakan:

  • Crude palm oil.
  • Palm liquid oil.
  • Palm stearin.
  • Other refined palm oil.

Data China mencantumkan 1511100000 untuk crude palm oil, 1511901000 untuk palm liquid oil, 1511902001 untuk solid palm stearin 50–56°C, dan 1511909000 untuk kategori refined palm oil lainnya.

Dengan demikian, Palm Olein dan Palm Stearin dapat mempunyai heading yang sama tetapi subkategori yang berbeda.

Perbedaan Kode China dan Kode Indonesia

Ini merupakan hal yang sangat penting bagi eksportir Indonesia.

HS Code China bukan otomatis HS Code Indonesia.

Indonesia menggunakan BTKI untuk klasifikasi barang pada dokumen kepabeanan.

DJBC menjelaskan bahwa BTKI di gunakan sebagai acuan dalam penentuan klasifikasi barang untuk pengawasan dan pembebanan tarif bea masuk atau bea keluar pada kegiatan ekspor dan impor.

Selain itu, pemberitahuan pabean Indonesia menggunakan struktur klasifikasi sesuai BTKI yang berlaku.

Karena itu, eksportir harus melakukan klasifikasi dari sisi Indonesia dan importir melakukan klasifikasi dari sisi China.

Contoh

Misalnya perusahaan Indonesia mengekspor RBD Palm Olein ke China.

Buyer China memberitahukan bahwa produk akan di deklarasikan dengan kode 1511901000.

Informasi tersebut dapat di gunakan sebagai referensi untuk transaksi di China.

Namun, perusahaan Indonesia tetap harus menentukan kode yang sesuai dengan BTKI untuk dokumen ekspornya.

Situasi yang sama berlaku untuk Palm Stearin.

Mengapa Eksportir Harus Memahami Dua Kode?

Memahami kode negara asal dan negara tujuan dapat membantu mencegah kesalahan komunikasi.

Misalnya, buyer mengatakan:

“Please provide the HS Code.”

Eksportir sebaiknya tidak langsung memberikan satu nomor tanpa menjelaskan apakah nomor tersebut merupakan kode Indonesia atau kode China.

Dalam transaksi internasional, format yang lebih jelas dapat berupa:

Indonesia export HS Code: sesuai BTKI Indonesia.

China import HS Code: sesuai tarif China.

Dengan cara tersebut, buyer dan seller memahami konteks kode yang di gunakan.

Dokumen Pendukung Palm Olein dan Palm Stearin

Baik Palm Olein maupun Palm Stearin membutuhkan dokumen perdagangan yang sesuai.

Dokumen yang dapat di perlukan antara lain:

  • Commercial Invoice.
  • Packing List.
  • Bill of Lading.
  • Certificate of Origin.
  • Certificate of Analysis.
  • Product Specification.
  • Technical Data Sheet.
  • Sales Contract.
  • Dokumen kepabeanan.
  • Dokumen tambahan yang di persyaratkan buyer.

Kebutuhan aktual dapat berbeda berdasarkan transaksi, karakteristik produk, dan ketentuan impor China.

Certificate of Analysis untuk Palm Olein

COA dapat di gunakan untuk menunjukkan hasil pengujian suatu batch produk.

Untuk Palm Olein, COA dapat memuat parameter seperti:

  • Melting point atau cloud point sesuai spesifikasi/metode yang di gunakan.
  • Free Fatty Acid.
  • Moisture and impurities.
  • Iodine value.
  • Peroxide value.
  • Colour.
  • Parameter lain sesuai grade.

Tidak semua parameter tersebut menjadi dasar langsung untuk HS Code.

Namun, data tersebut dapat membantu buyer memahami karakteristik produk.

Certificate of Analysis untuk Palm Stearin

Untuk Palm Stearin, informasi melting point menjadi lebih penting dalam konteks klasifikasi China.

Misalnya:

COA:

Product: Palm Stearin
Melting Point: 52°C

Informasi tersebut mendukung karakteristik produk yang berada dalam rentang 50–56°C.

Sebaliknya:

COA:

Product: Palm Stearin
Melting Point: 48°C

Karakteristik tersebut berada pada rentang 44–<50°C.

Karena itu, COA dapat membantu mengidentifikasi grade produk yang sebenarnya.

Product Specification

Selain COA, perusahaan sebaiknya mempunyai Product Specification.

Dokumen tersebut biasanya memberikan standar karakteristik produk.

Contohnya:

Palm Olein

  • Product: RBD Palm Olein.
  • Melting point atau parameter fisik terkait sesuai standar produk.
  • FFA.
  • Moisture.
  • Iodine value.
  • Appearance.

Palm Stearin

  • Product: RBD Palm Stearin.
  • Melting point.
  • FFA.
  • Moisture.
  • Iodine value.
  • Appearance.

Informasi tersebut dapat membantu buyer dan pihak terkait memahami produk.

Pentingnya Konsistensi Dokumen

Kesalahan yang sering terjadi bukan hanya salah kode, tetapi juga perbedaan deskripsi antar dokumen.

Contohnya:

Invoice: Palm Olein

Packing List: Palm Stearin

COA: RBD Palm Olein

Situasi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan.

Karena itu, sebelum shipment, perusahaan perlu melakukan pemeriksaan silang.

DokumenYang Perlu Dicek
InvoiceNama dan jenis produk
Packing ListNama produk dan quantity
COASpesifikasi batch
Product SpecificationSpesifikasi standar
B/LDeskripsi cargo
COOData asal barang
Customs declarationKlasifikasi barang

Perbedaan Palm Olein dan Palm Stearin dalam Pengiriman

Dari sisi logistik, Palm Olein dan Palm Stearin dapat di kirim dalam berbagai jenis kemasan dan metode pengangkutan sesuai kebutuhan.

Pilihan dapat mencakup:

  • Bulk shipment.
  • Flexitank.
  • Tank container.
  • Drum.
  • IBC.
  • Kemasan lainnya.

Jenis kemasan tidak otomatis menentukan HS Code.

Namun, informasi tersebut perlu konsisten dengan invoice dan packing list.

Untuk bulk shipment, informasi quantity dan berat menjadi sangat penting karena barang biasanya di kirim dalam jumlah besar.

Apakah Bentuk Kemasan Membedakan HS Code?

Tidak secara otomatis.

Palm Olein yang di kemas dalam drum tetap merupakan Palm Olein apabila karakteristik barangnya sama.

Begitu pula Palm Stearin yang di kirim dalam bulk tetap merupakan Palm Stearin.

HS Code lebih berkaitan dengan klasifikasi barang daripada sekadar jenis kemasan.

Namun, ada situasi tertentu ketika tarif atau kebijakan dapat membedakan barang berdasarkan kemasan atau berat tertentu. Karena itu, perusahaan tetap perlu memeriksa ketentuan tarif yang berlaku.

Perbedaan Tarif Palm Olein dan Palm Stearin

HS Code menjadi salah satu dasar dalam menentukan tarif.

Karena Palm Olein dan Palm Stearin berada pada subkategori berbeda, perlakuan tarifnya dapat berbeda.

Namun, eksportir tidak sebaiknya menentukan tarif hanya berdasarkan tabel lama atau informasi dari shipment sebelumnya.

Tarif impor dapat di pengaruhi oleh:

  • Negara asal.
  • Skema perdagangan.
  • Preferential tariff.
  • Rules of origin.
  • Kebijakan tarif China.
  • Periode pemberlakuan.
  • Ketentuan lain yang berlaku pada saat importasi.

Karena itu, importir China sebaiknya mengonfirmasi tarif aktual sebelum transaksi.

Perbedaan dari Sisi Asal Produk

Palm Olein dan Palm Stearin Indonesia sama-sama dapat berasal dari minyak sawit Indonesia.

Namun, asal barang dan klasifikasi barang adalah dua hal berbeda.

Origin menjawab pertanyaan:

Dari negara mana barang berasal?

Sedangkan HS Code menjawab:

Barang tersebut termasuk dalam klasifikasi apa?

Karena itu, Certificate of Origin dan HS Code mempunyai fungsi yang berbeda.

Hubungan HS Code dengan Certificate of Origin

Certificate of Origin atau COO di gunakan untuk membuktikan asal barang sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, HS Code di gunakan untuk klasifikasi barang.

Dalam transaksi Palm Olein atau Palm Stearin ke China, kedua informasi tersebut dapat muncul dalam proses perdagangan, tetapi tidak boleh di anggap sebagai dokumen yang sama.

Jika eksportir menggunakan skema perdagangan preferensial, importir mungkin juga perlu memperhatikan rules of origin dan dokumen asal barang.

Hubungan HS Code dengan GACC

GACC atau General Administration of Customs of China merupakan otoritas kepabeanan China.

HS Code merupakan klasifikasi barang.

Keduanya memiliki fungsi berbeda.

Karena itu, eksportir tidak boleh menganggap bahwa memperoleh HS Code tertentu berarti seluruh persyaratan GACC telah terpenuhi.

Sebaliknya, pemenuhan persyaratan registrasi atau kepatuhan tertentu tidak menggantikan kewajiban untuk melakukan klasifikasi barang secara tepat.

Dalam proses ekspor, perusahaan perlu memperhatikan keduanya sesuai fungsi masing-masing.

Cara Menentukan HS Code Palm Olein

Untuk produk Palm Olein, eksportir dapat mengikuti beberapa langkah.

Langkah 1: Identifikasi Produk

Pastikan apakah barang merupakan Palm Olein atau fraksi palm oil lainnya.

Langkah 2: Periksa Spesifikasi

Lihat Product Specification dan COA.

Langkah 3: Periksa Melting Point

Untuk kode China 1511901000, uraian tarif menyebut melting point 19–24°C.

Langkah 4: Periksa Modifikasi Kimia

Pastikan karakteristik produk sesuai dengan uraian tarif.

Langkah 5: Tentukan Kode Indonesia

Gunakan BTKI yang berlaku untuk deklarasi ekspor Indonesia.

Langkah 6: Konfirmasi Kode China

Importir China perlu memastikan klasifikasi yang di gunakan dalam import declaration.

Cara Menentukan HS Code Palm Stearin

Prosesnya hampir sama, tetapi melting point mempunyai peran yang sangat penting.

Langkah 1

Pastikan produk merupakan Palm Stearin.

Langkah 2

Periksa grade dan spesifikasi.

Langkah 3

Periksa melting point.

Langkah 4

Jika berada pada 50–56°C, periksa 1511902001.

Langkah 5

Jika berada pada 44–<50°C, periksa 1511902090.

Langkah 6

Pastikan produk tidak mengalami proses yang membuat uraian kode menjadi tidak sesuai.

Langkah 7

Konfirmasi dengan importir China.

Contoh Perbandingan Tiga Produk

Untuk memahami perbedaan klasifikasi, berikut simulasi sederhana.

Produk A: Palm Olein

Spesifikasi:

  • Palm Olein.
  • Melting point 22°C.
  • Tidak di modifikasi kimia.

Karakteristik tersebut sesuai dengan rentang yang di sebutkan pada 1511901000.

Produk B: Palm Stearin

Spesifikasi:

  • Palm Stearin.
  • Melting point 48°C.
  • Tidak di modifikasi kimia.

Karakteristik tersebut berada pada rentang 44–<50°C.

Karena itu, 1511902090 perlu di periksa.

Produk C: Palm Stearin

Spesifikasi:

  • Palm Stearin.
  • Melting point 52°C.
  • Tidak di modifikasi kimia.

Karakteristik tersebut berada pada rentang 50–56°C.

Karena itu, 1511902001 perlu di periksa.

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Menganggap Semua Produk Sawit Menggunakan Kode yang Sama

Palm Oil, Palm Olein, dan Palm Stearin mempunyai karakteristik berbeda.

Karena itu, klasifikasi perlu dilakukan berdasarkan produk aktual.

2. Menggunakan Kode Palm Olein untuk Palm Stearin

Hal ini dapat terjadi ketika perusahaan hanya melihat kelompok 1511 tanpa memeriksa subkategori.

3. Menggunakan 1511902001 untuk Semua Palm Stearin

Tidak semua Palm Stearin memiliki melting point 50–56°C.

Sebagian produk dapat berada pada rentang yang lebih rendah.

4. Tidak Memeriksa Spesifikasi

Tanpa spesifikasi teknis, perusahaan akan lebih sulit menentukan klasifikasi secara akurat.

5. Menyamakan Kode Indonesia dengan China

Ini merupakan kesalahan administratif yang cukup penting.

6. Mengabaikan Perubahan Regulasi

Klasifikasi dan kebijakan tarif dapat berubah.

Karena itu, informasi shipment lama perlu di verifikasi kembali.

Checklist Ekspor Palm Olein ke China

Sebelum melakukan shipment, perusahaan dapat menggunakan checklist berikut:

  • Produk sudah di pastikan sebagai Palm Olein.
  • Product Specification tersedia.
  • COA tersedia.
  • Karakteristik melting point sudah di periksa.
  • Status modifikasi kimia sudah di ketahui.
  • HS Code Indonesia sudah diverifikasi.
  • HS Code China sudah di konfirmasi.
  • Commercial Invoice sudah sesuai.
  • Packing List sudah sesuai.
  • B/L sudah sesuai.
  • COO sudah di siapkan jika di perlukan.
  • Persyaratan impor China sudah di periksa.
  • Buyer sudah mengonfirmasi klasifikasi.

Checklist Ekspor Palm Stearin ke China

Untuk Palm Stearin:

  • Produk sudah diidentifikasi.
  • Grade produk sudah diketahui.
  • Melting point tersedia.
  • COA tersedia.
  • Product Specification tersedia.
  • Status modifikasi kimia sudah diperiksa.
  • Kode BTKI Indonesia sudah diverifikasi.
  • 1511902001 atau 1511902090 sudah diperiksa.
  • Buyer China sudah mengonfirmasi kode.
  • Invoice sesuai.
  • Packing List sesuai.
  • B/L sesuai.
  • COO disiapkan jika diperlukan.
  • Ketentuan tarif terbaru diperiksa.
  • Persyaratan impor China diperiksa.

Tabel Ringkas Perbedaan Palm Olein dan Palm Stearin

AspekPalm OleinPalm Stearin
AsalFraksi palm oilFraksi palm oil
Karakter umumLebih cairLebih padat
Melting point pada kode China terkait19–24°C44–56°C tergantung kode
Kode China yang relevan15119010001511902090 / 1511902001
44–<50°CTidak1511902090
50–56°CTidak1511902001
Penggunaan umumMinyak goreng dan aplikasi cairShortening, margarin, lemak dan aplikasi solid
Perlu COASangat dianjurkanSangat dianjurkan
Perlu cek BTKI IndonesiaYaYa
Perlu konfirmasi importir ChinaYaYa

FAQ Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin

Apa perbedaan utama Palm Olein dan Palm Stearin?

Palm Olein merupakan fraksi palm oil yang lebih cair, sedangkan Palm Stearin merupakan fraksi yang lebih padat. Perbedaan karakteristik tersebut juga tercermin dalam klasifikasi tarif China.

Apa HS Code Palm Olein di China?

Salah satu kode China yang secara khusus mencantumkan palm liquid oil adalah 1511901000, dengan melting point 19°C–24°C dan tidak mengalami modifikasi kimia.

Apa HS Code Palm Stearin di China?

China mencantumkan 1511902001 untuk solid palm stearin dengan melting point 50–56°C dan 1511902090 untuk palm stearin dengan melting point 44°C sampai kurang dari 50°C.

Apakah Palm Olein dan Palm Stearin memiliki HS Code yang sama?

Tidak. Dalam klasifikasi China, palm liquid oil dan palm stearin berada pada subkode yang berbeda.

Apakah melting point Palm Olein lebih rendah daripada Palm Stearin?

Dalam uraian kode China yang dibahas di sini, palm liquid oil memiliki melting point 19–24°C, sedangkan Palm Stearin berada pada rentang 44–56°C tergantung klasifikasinya.

Apakah Palm Stearin 48°C menggunakan 1511902090?

Melting point 48°C berada pada rentang 44°C sampai kurang dari 50°C. Karena itu, 1511902090 merupakan kode yang perlu diperiksa untuk karakteristik tersebut.

Apakah Palm Stearin 52°C menggunakan 1511902001?

Melting point 52°C berada dalam rentang 50–56°C. Dengan karakteristik lain yang sesuai, 1511902001 merupakan kode China yang perlu diperiksa.

Apakah kode China harus digunakan pada dokumen ekspor Indonesia?

Tidak otomatis. Indonesia menggunakan BTKI untuk klasifikasi barang dalam dokumen kepabeanan. Kode China digunakan untuk kebutuhan klasifikasi di negara tujuan.

Apakah Palm Olein dan Palm Stearin membutuhkan GACC?

Persyaratan impor dan registrasi yang berlaku perlu diperiksa berdasarkan jenis produk, importir, dan ketentuan China yang berlaku. HS Code sendiri bukan nomor registrasi GACC.

Apakah HS Code menentukan tarif impor?

HS Code merupakan salah satu dasar penentuan tarif. Namun, tarif aktual juga dapat dipengaruhi oleh negara asal, skema perdagangan, preferential tariff, rules of origin, dan kebijakan yang berlaku pada saat importasi.

Apakah COA diperlukan untuk menentukan HS Code?

COA dapat menjadi dokumen pendukung yang sangat berguna karena memberikan informasi mengenai karakteristik batch produk. Namun, penentuan klasifikasi tetap perlu dilakukan berdasarkan ketentuan tarif dan seluruh karakteristik barang.

Apakah nama produk saja cukup untuk menentukan HS Code?

Tidak selalu. Untuk Palm Olein dan Palm Stearin, karakteristik teknis seperti melting point dapat menjadi informasi penting, terutama karena uraian tarif China secara eksplisit membedakan beberapa produk berdasarkan titik leleh.

Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin tidak hanya berkaitan dengan nama produk, tetapi juga dengan karakteristik fisik dan teknis masing-masing fraksi minyak sawit.

Palm Olein merupakan fraksi yang lebih cair. Dalam sistem tarif China, HS Code 1511901000 mencantumkan palm liquid oil dengan melting point 19°C–24°C dan tidak mengalami modifikasi kimia.

Sementara itu, Palm Stearin merupakan fraksi yang lebih padat. China membedakannya lagi berdasarkan melting point. HS Code 1511902001 mencakup solid palm stearin dengan melting point 50°C–56°C, sedangkan 1511902090 mencakup palm stearin dengan melting point 44°C sampai kurang dari 50°C.

Dengan demikian, eksportir Indonesia yang mengirim Palm Olein atau Palm Stearin ke China perlu memperhatikan beberapa hal sekaligus. Pertama, identifikasi jenis produk secara tepat. Kedua, periksa spesifikasi teknis dan melting point. Ketiga, pastikan status proses pengolahan sesuai dengan uraian klasifikasi. Keempat, siapkan COA dan Product Specification. Kelima, konfirmasi kode yang digunakan importir China.

Selain itu, sangat penting untuk membedakan HS Code China dengan kode BTKI Indonesia. BTKI merupakan sistem klasifikasi resmi yang digunakan Indonesia dalam kegiatan ekspor dan impor, termasuk untuk penentuan klasifikasi pada dokumen kepabeanan.

Karena itu, kode seperti 1511901000, 1511902001, dan 1511902090 sebaiknya dipahami sebagai bagian dari klasifikasi di China, bukan langsung dianggap sebagai kode ekspor Indonesia.

Pada akhirnya, perbedaan Palm Olein dan Palm Stearin harus diperiksa berdasarkan barang yang benar-benar dikirim. Nama dagang saja tidak cukup. Data teknis, melting point, proses pengolahan, dokumen perdagangan, serta ketentuan negara tujuan perlu diperiksa secara bersama-sama.

Dengan klasifikasi yang tepat dan dokumen yang konsisten, proses komunikasi antara eksportir Indonesia dan importir China dapat menjadi lebih jelas, sementara risiko kesalahan administratif dalam proses perdagangan dapat dikurangi.

Konsultasikan Ekspor Palm Oil Sekarang

Isma