Dalam proses ekspor Palm Oil dari Indonesia ke China, istilah HS Code dan CIQ Code sering muncul secara bersamaan. Keduanya bahkan dapat di temukan dalam sistem informasi produk impor China. Namun, meskipun saling berkaitan, HS Code dan CIQ Code bukanlah kode yang sama dan tidak memiliki fungsi yang sepenuhnya identik.
Pemahaman mengenai kedua kode tersebut menjadi semakin penting karena Palm Oil termasuk produk yang harus memperhatikan ketentuan impor pangan China. Selain itu, sejak 1 Juni 2026, China menerapkan ketentuan baru mengenai registrasi perusahaan produksi makanan luar negeri melalui GACC Order No. 280 dan aturan pelaksanaannya. Dalam daftar produk yang memerlukan registrasi melalui rekomendasi competent authority, edible fats and oils termasuk di dalamnya.
Oleh karena itu, perusahaan Palm Oil Indonesia tidak cukup hanya mengetahui HS Code. Sebaliknya, perusahaan juga perlu memahami bagaimana CIQ Code atau inspection and quarantine code di gunakan dalam sistem China.
Secara sederhana, HS Code membantu mengidentifikasi klasifikasi barang secara tarif dan kepabeanan, sedangkan CIQ Code membantu mengidentifikasi subkategori produk untuk kebutuhan pemeriksaan, pengawasan, dan karantina.
Dengan demikian, keduanya harus di pahami sebagai bagian dari satu sistem yang saling berhubungan, bukan sebagai dua kode yang dapat di pertukarkan.
Artikel ini membahas pengertian HS Code dan CIQ Code, perbedaan keduanya, hubungan dengan GACC, penggunaannya dalam deklarasi Palm Oil, cara mencari kode yang tepat, kesalahan yang harus dihindari, serta contoh penerapannya dalam ekspor Palm Oil Indonesia ke China.
Baca Juga : GACC Palm Oil: Panduan Lengkap Ekspor Palm Oil Indonesia ke China
Apa Itu HS Code?
HS Code adalah kode klasifikasi barang berdasarkan Harmonized System yang di gunakan secara internasional untuk mengelompokkan produk perdagangan.
HS merupakan singkatan dari Harmonized Commodity Description and Coding System. Sistem ini di kembangkan oleh World Customs Organization atau WCO dan menjadi dasar klasifikasi barang di banyak negara.
Namun, perlu di pahami bahwa harmonisasi tidak berarti setiap negara menggunakan kode sampai digit terakhir secara identik.
Pada tingkat internasional, struktur HS umumnya menggunakan enam digit. Setelah itu, masing-masing negara dapat mengembangkan subpos nasional sesuai kebutuhan tarif, pajak, statistik, maupun kebijakan perdagangan.
Karena itu, Indonesia dan China dapat memiliki kode nasional yang berbeda untuk barang yang secara umum berada pada kelompok HS yang sama.
Dalam perdagangan Palm Oil, misalnya, produk dapat berada dalam Chapter 15 yang mencakup lemak dan minyak hewani atau nabati serta produk turunannya.
Selanjutnya, klasifikasi dapat menjadi lebih spesifik berdasarkan karakteristik produk.
Palm Oil, Palm Olein, Palm Stearin, dan produk fraksinasi lainnya tidak boleh otomatis di anggap memiliki kode yang sama. Sebaliknya, klasifikasi harus mempertimbangkan sifat dan spesifikasi barang yang sebenarnya.
Baca Juga : GACC Palm Refinery: Persyaratan Ekspor Produk Palm Oil ke China
Apa Itu CIQ Code?
CIQ Code adalah kode yang berkaitan dengan pemeriksaan dan karantina atau Inspection and Quarantine dalam sistem kepabeanan China.
Dalam sistem pencarian resmi GACC untuk produk perusahaan produksi makanan luar negeri, pengguna dapat mencari produk berdasarkan HS Code, CIQ Code, dan nama produk. Sistem tersebut juga menghubungkan informasi tersebut dengan kategori produk dan cakupan registrasi.
Dengan demikian, CIQ Code memiliki fungsi yang lebih spesifik dalam konteks pengawasan pemeriksaan dan karantina produk.
Di berbagai database perdagangan China, CIQ Code juga dapat muncul sebagai kode tambahan yang mengidentifikasi jenis produk secara lebih rinci di bawah klasifikasi HS tertentu.
Karena itu, satu HS Code dapat memiliki lebih dari satu CIQ Code.
Hal tersebut menunjukkan bahwa HS Code dan CIQ Code tidak berada pada level klasifikasi yang sama.
Sebagai gambaran, database produk China dapat menampilkan satu HS Code yang kemudian memiliki sejumlah pilihan CIQ Code berdasarkan jenis atau karakteristik produk.
Baca Juga : Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery Indonesia

Perbedaan HS Code dan CIQ Code
Perbedaan keduanya dapat di ringkas sebagai berikut:
| Aspek | HS Code | CIQ Code |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Klasifikasi barang | Identifikasi produk untuk pemeriksaan/pengawasan |
| Dasar | Harmonized System dan pengembangan nasional | Sistem pemeriksaan dan karantina China |
| Penggunaan | Tarif, statistik, customs | Inspection, quarantine, regulatory identification |
| Tingkat kode | Umumnya lebih umum | Lebih spesifik untuk kebutuhan pengawasan |
| Pengguna | Customs, importer, exporter | Customs/inspection-quarantine system |
| Hubungan | Menjadi dasar klasifikasi | Dapat menjadi kode tambahan terkait produk |
| Relevansi GACC | Di gunakan untuk identifikasi kategori produk | Membantu menentukan jenis produk dan cakupan pengawasan |
| Dapat berdiri sendiri? | Ya sebagai klasifikasi tarif | Biasanya di kaitkan dengan HS dan karakteristik produk |
Dengan demikian, HS Code bukan pengganti CIQ Code, dan CIQ Code juga bukan pengganti HS Code.
Sebaliknya, keduanya dapat di gunakan bersama untuk memberikan identifikasi produk yang lebih lengkap.
Baca Juga : Syarat GACC untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia
Mengapa HS Code dan CIQ Code Sering Muncul Bersamaan?
Hal ini terjadi karena proses impor China tidak hanya membutuhkan klasifikasi tarif.
China Customs juga perlu mengetahui karakteristik barang yang masuk untuk menentukan apakah barang tersebut memerlukan:
- pemeriksaan;
- karantina;
- pengawasan keamanan pangan;
- registrasi produsen;
- dokumen tambahan;
- sertifikat tertentu;
- atau tindakan regulasi lainnya.
Karena itu, klasifikasi barang perlu di hubungkan dengan persyaratan pemeriksaan.
Baca Juga : GACC Registration Number untuk Palm Oil: Fungsi dan Cara Cek
Sebagai contoh, dua barang dapat berada dalam kelompok HS yang sama, tetapi memiliki karakteristik penggunaan atau jenis produk yang berbeda. Akibatnya, persyaratan pemeriksaannya dapat berbeda.
Dengan adanya identifikasi yang lebih spesifik, Customs dapat menentukan perlakuan regulasi yang sesuai.
Oleh sebab itu, ketika perusahaan mencari informasi ekspor Palm Oil ke China, sebaiknya tidak berhenti pada pencarian HS Code.
Selanjutnya, perusahaan juga perlu memeriksa CIQ Code dan product category yang terkait.
Baca Juga : Cara Cek Perusahaan Palm Oil yang Sudah Terdaftar GACC
HS Code dan CIQ Code dalam Registrasi GACC
Hubungan antara kedua kode tersebut menjadi semakin jelas dalam sistem registrasi GACC.
GACC menyediakan fasilitas pencarian produk yang memungkinkan perusahaan melihat HS Code, CIQ Code, nama produk, cakupan produk, kategori produk, serta informasi apakah registrasinya memerlukan official recommendation.
Artinya, kode tersebut bukan hanya berguna setelah barang tiba di China.
Sebaliknya, informasi HS Code dan CIQ Code dapat membantu perusahaan menentukan bagaimana produk di kategorikan dalam proses registrasi.
Untuk Palm Oil, hal ini sangat relevan karena edible fats and oils termasuk dalam daftar makanan yang memerlukan registrasi GACC melalui rekomendasi competent authority berdasarkan implementasi 2026.
Baca Juga : Masa Berlaku Registrasi GACC Palm Oil dan Cara Perpanjangannya
Dengan demikian, sebelum mengajukan registrasi, perusahaan perlu memastikan bahwa:
- produk sudah di identifikasi dengan benar;
- HS Code sesuai;
- CIQ Code sesuai;
- nama produk konsisten;
- kategori produk sesuai;
- data produsen sesuai;
- produk memang berada dalam cakupan registrasi yang relevan.
Baca Juga : HS Code Palm Oil untuk Ekspor ke China
Apakah CIQ Code Sama dengan HS Code 13 Digit?
Tidak tepat jika keduanya di anggap sebagai hal yang sama.
Dalam sejumlah database dan dokumen perdagangan China, CIQ dapat muncul sebagai kode tiga digit yang melengkapi kode HS. Pada saat yang sama, terdapat pula konsep pengembangan kode kepabeanan atau kode tambahan yang dapat membuat identifikasi produk menjadi lebih panjang.
Sebagai contoh, database HS/CIQ menunjukkan struktur HS Code 10 digit dan kemudian menyediakan CIQ Code dalam tabel tersendiri.
Karena itu, istilah “CIQ 13 digit” yang sering di gunakan di pasar tidak sebaiknya di pahami sebagai HS Code yang di perpanjang begitu saja.
Lebih tepatnya, perusahaan perlu melihat bagaimana sistem deklarasi atau database yang sedang di gunakan mendefinisikan kode tersebut.
Dengan demikian, ketika importir China meminta “HS + CIQ”, eksportir sebaiknya meminta referensi kode yang di gunakan dalam sistem China, bukan sekadar menambahkan tiga digit secara manual pada HS Code.
Baca Juga : HS Code 1511902001: Palm Stearin 50–56°C
Contoh Sederhana Hubungan HS Code dan CIQ Code
Misalnya terdapat suatu produk pangan dengan:
HS Code: 1234567890
Kemudian sistem China memiliki beberapa CIQ Code:
- 101
- 102
- 103
- 104
Dalam contoh tersebut, HS Code menunjukkan kelompok barang secara tarif.
Baca Juga : HS Code 1511902001 untuk Ekspor Palm Stearin Indonesia ke China
Sementara itu, CIQ Code dapat membedakan karakteristik atau subkategori yang di perlukan untuk pemeriksaan.
Dengan demikian:
HS Code = kelompok klasifikasi utama
CIQ Code = identifikasi tambahan untuk kebutuhan inspection/quarantine
Perlu di tekankan bahwa contoh tersebut hanya ilustrasi. Kode aktual harus selalu di periksa melalui database dan ketentuan China yang berlaku pada saat deklarasi.
Baca Juga : Perbedaan HS Code 1511902001 dan 1511902090
Apakah Satu HS Code Bisa Memiliki Banyak CIQ Code?
Ya, hal tersebut dapat terjadi.
Database HS/CIQ China menunjukkan bahwa satu HS Code dapat memiliki beberapa CIQ Code dengan nama atau cakupan produk yang berbeda.
Hal ini penting bagi eksportir Palm Oil.
Mengapa?
Karena perusahaan mungkin menemukan HS Code yang tampaknya benar, tetapi kemudian masih harus menentukan CIQ Code yang sesuai dengan produk sebenarnya.
Misalnya, produk yang sama-sama berada dalam kelompok minyak nabati dapat memiliki karakteristik berbeda berdasarkan:
- bentuk produk;
- tingkat pemurnian;
- penggunaan;
- jenis minyak;
- fraksi;
- metode pengolahan;
- tujuan penggunaan.
Karena itu, pemilihan CIQ Code tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan kata “Palm Oil”.
Sebaliknya, perusahaan perlu melihat deskripsi lengkap dan cakupan kode.
Baca Juga : Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin
HS Code Palm Oil untuk China
Palm Oil berada dalam kelompok produk lemak dan minyak nabati.
Namun, klasifikasi yang tepat bergantung pada jenis Palm Oil.
Beberapa kategori yang sering di bahas dalam perdagangan antara lain:
- Crude Palm Oil;
- RBD Palm Oil;
- Palm Olein;
- Palm Stearin;
- fraksi Palm Oil lainnya.
Sebagai contoh, pada nomenklatur China terdapat subkategori yang membedakan minyak sawit berdasarkan karakteristik tertentu.
Baca Juga : HS Code Palm Oil RBD untuk Ekspor ke China
Dalam pembahasan sebelumnya mengenai Palm Stearin, karakteristik seperti melting point dapat menjadi bagian penting dalam klasifikasi tarif China.
Karena itu, eksportir tidak boleh menentukan HS Code hanya berdasarkan nama komersial.
Sebaliknya, informasi teknis seperti:
- spesifikasi produk;
- proses pengolahan;
- apakah chemically modified;
- melting point;
- bentuk;
- komposisi;
dapat menjadi penting dalam menentukan klasifikasi.
Selain itu, China memperbarui tarif dan kode barang secara berkala. Untuk 2026, China menerbitkan Import and Export Tariff of the People’s Republic of China (2026) yang berlaku mulai 1 Januari 2026.
Dengan demikian, kode yang di gunakan untuk shipment harus diverifikasi berdasarkan tahun dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Cara Menentukan HS Code Palm Oil yang Tepat
Apakah CIQ Code Palm Oil Sama untuk Semua Produk?
Belum tentu.
Palm Oil merupakan istilah umum. Sementara itu, produk yang di ekspor dapat memiliki bentuk dan spesifikasi berbeda.
Sebagai contoh:
RBD Palm Oil
merupakan produk yang berbeda karakteristiknya dengan:
Palm Olein
dan:
Palm Stearin.
Baca Juga : Kesalahan HS Code Palm Oil yang Bisa Menghambat Customs Clearance China
Karena itu, masing-masing perlu di periksa berdasarkan product description dan klasifikasi China.
Selain itu, penggunaan produk juga dapat menjadi informasi penting.
Palm Oil untuk konsumsi manusia dapat berada dalam konteks regulasi yang berbeda dengan produk yang memiliki tujuan lain.
Oleh sebab itu, data Purpose juga perlu di perhatikan dalam deklarasi.
Dalam implementasi GACC 2026, untuk imported food yang masuk sebagai barang konsumsi manusia atau bahan baku pengolahan makanan, deklarasi harus memuat informasi registrasi produsen luar negeri dan penggunaan yang sesuai dengan ketentuan.
Baca Juga : Apa Itu Palm Stearin? Pengertian dan Fungsinya
Hubungan CIQ Code dengan Pemeriksaan Produk
CIQ Code menjadi relevan karena China Customs tidak hanya melihat nilai barang dan tarif.
Sebaliknya, Customs juga perlu menentukan bagaimana barang harus di periksa.
Dalam konteks imported food, conformity assessment dapat mencakup berbagai bentuk pemeriksaan, termasuk:
- pemeriksaan dokumen;
- pemeriksaan sertifikat;
- pemeriksaan produsen;
- pemeriksaan fisik;
- sampling;
- testing;
- pemeriksaan catatan;
- dan tindakan lain sesuai ketentuan.
Dengan demikian, kode produk membantu Customs memahami kategori barang yang di deklarasikan.
Terlebih lagi, produk makanan memiliki aspek keamanan pangan yang tidak dapat di tentukan hanya berdasarkan nilai transaksi.
Baca Juga : Spesifikasi Palm Stearin HS Code 1511902001
CIQ Code dan Inspection Quarantine
Istilah CIQ berasal dari sistem China Inspection and Quarantine yang secara historis berkaitan dengan fungsi pemeriksaan dan karantina.
Saat ini fungsi tersebut telah terintegrasi dalam struktur China Customs.
Namun, istilah CIQ masih banyak di gunakan dalam praktik perdagangan internasional, database produk, dan pembahasan kepabeanan.
Baca Juga : Melting Point Palm Stearin 50–56°C dan Hubungannya dengan HS Code
Sebagai contoh, database perdagangan China masih menampilkan “CIQ Code Table” serta kategori inspection and quarantine untuk berbagai HS Code.
Dalam data tersebut, terdapat pula kode kategori pemeriksaan seperti:
- R untuk import food hygiene supervision inspection;
- P untuk entry animal/plant and animal/plant products quarantine;
- serta kode lain sesuai karakteristik barang.
Karena itu, perlu di bedakan antara CIQ Code dan Inspection and Quarantine Category Code.
Keduanya juga tidak selalu merupakan istilah yang identik.
Baca Juga : Kegunaan Palm Stearin untuk Industri
Jangan Menyamakan CIQ Code dengan Kode R atau P
Ini merupakan salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi.
Dalam informasi kepabeanan China, seseorang dapat menemukan:
- HS Code;
- CIQ Code;
- Supervision Conditions;
- Inspection and Quarantine Category Code.
Keempat informasi tersebut memiliki fungsi berbeda.
Baca Juga : Palm Stearin untuk Bahan Baku Industri Makanan
Sebagai contoh, kode R menunjukkan kategori pengawasan pemeriksaan higiene makanan impor dalam data tertentu. Sementara itu, CIQ Code dapat berupa kode produk tiga digit yang lebih spesifik.
Dengan demikian:
CIQ Code ≠ R
dan:
CIQ Code ≠ P
Sebaliknya, R dan P merupakan kode kategori pengawasan/pemeriksaan, sedangkan CIQ Code berkaitan dengan identifikasi produk.
Baca Juga : Palm Stearin untuk Industri Oleochemical
Mengapa Eksportir Palm Oil Perlu Memahami CIQ Code?
Bagi eksportir, pemahaman CIQ Code berguna untuk beberapa alasan.
Pertama, untuk registrasi GACC
Sistem GACC menyediakan pencarian produk berdasarkan HS Code dan CIQ Code.
Baca Juga : Perbedaan Palm Stearin, Palm Olein dan Palm Oil
Kedua, untuk menghindari salah kategori produk
Produk yang terlihat serupa belum tentu memiliki kategori yang sama.
Ketiga, untuk membantu import declaration
Importir China membutuhkan data produk yang sesuai dengan sistem deklarasi.
Baca Juga : Dokumen Ekspor Palm Oil dari Indonesia ke China
Keempat, untuk mengantisipasi pemeriksaan
Klasifikasi yang benar membantu menentukan persyaratan pengawasan yang relevan.
Kelima, untuk menjaga konsistensi dokumen
Data produk dapat di bandingkan antara:
- GACC;
- invoice;
- COA;
- packing list;
- declaration;
- dan dokumen lainnya.
Oleh karena itu, CIQ Code sebaiknya tidak di pandang sebagai informasi tambahan yang tidak penting.
Baca Juga : Commercial Invoice Palm Oil untuk Ekspor ke China
Cara Mencari HS Code dan CIQ Code Palm Oil
Ada beberapa langkah yang dapat di gunakan.
1. Tentukan Produk Secara Spesifik
Jangan mulai dengan kata “Palm Oil” saja.
Tentukan terlebih dahulu apakah barang merupakan:
- Crude Palm Oil;
- RBD Palm Oil;
- Palm Olein;
- Palm Stearin;
- atau produk lainnya.
Baca Juga : Packing List Palm Oil untuk Customs China
2. Kumpulkan Spesifikasi Teknis
Selanjutnya, kumpulkan:
- nama produk;
- komposisi;
- proses produksi;
- melting point;
- iodine value;
- bentuk;
- penggunaan;
- status chemically modified atau tidak;
- kemasan.
3. Cari HS Code China
Gunakan nomenklatur tarif China yang berlaku.
Kemudian, cocokkan deskripsi barang dengan karakteristik aktual.
Baca Juga : Certificate of Analysis Palm Stearin untuk Ekspor China
4. Cari CIQ Code
Setelah HS Code di temukan, periksa pilihan CIQ Code yang tersedia.
Selanjutnya, pilih kode yang deskripsinya paling sesuai dengan barang.
5. Cek Product Category GACC
Sistem pencarian produk GACC menyediakan informasi terkait HS Code, CIQ Code, nama produk, cakupan produk, dan kategori registrasi.
Baca Juga : Certificate of Origin Palm Oil untuk China
6. Konfirmasi dengan Importer atau Customs Broker
Pada akhirnya, importir China atau broker dapat membantu memastikan kode yang di gunakan dalam declaration system.
Dokumen yang Membantu Menentukan CIQ Code
Pemilihan kode sebaiknya di dukung oleh dokumen teknis.
Beberapa dokumen yang dapat membantu antara lain:
Commercial Invoice
Memberikan informasi nama dan nilai transaksi.
Baca Juga : Bill of Lading Palm Oil: Fungsi dan Persyaratannya
Packing List
Menjelaskan bentuk dan jumlah kemasan.
Certificate of Analysis
Memberikan informasi teknis mengenai produk.
Product Specification Sheet
Menjelaskan karakteristik produk secara lebih rinci.
Baca Juga : Cara Ekspor Palm Oil dari Indonesia ke China
Technical Data Sheet
Dapat di gunakan untuk menjelaskan sifat teknis produk.
Manufacturing Process Description
Berguna jika klasifikasi bergantung pada proses pengolahan.
Baca Juga : Alur Ekspor Palm Oil melalui GACC dan Customs China
GACC Registration Information
Membantu memastikan bahwa produk yang dideklarasikan sesuai dengan produk yang di daftarkan.
Dengan demikian, pemilihan kode tidak hanya berdasarkan nama komersial.
Contoh Penerapan pada Palm Stearin
Palm Stearin merupakan contoh produk yang menunjukkan pentingnya klasifikasi berdasarkan karakteristik.
Misalnya, perusahaan Indonesia mengekspor Palm Stearin dengan spesifikasi tertentu.
Baca Juga : Tahapan Customs Clearance Palm Oil di China
Sebelum menentukan kode, perusahaan perlu mengetahui:
- apakah produk chemically modified;
- melting point;
- komposisi;
- proses pemurnian;
- bentuk produk;
- tujuan penggunaan.
Kemudian, data tersebut di bandingkan dengan nomenklatur China.
Setelah HS Code di tentukan, perusahaan masih perlu memeriksa CIQ Code yang terkait.
Baca Juga : Berapa Lama Proses Ekspor Palm Oil ke China?
Dengan demikian, prosesnya adalah:
Spesifikasi → HS Code → CIQ Code → Product Category → GACC → Customs Declaration
Bukan:
Nama produk → langsung pilih kode
Perbedaan tersebut sangat penting karena kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan masalah pada tahap selanjutnya.
Baca Juga : Biaya Ekspor Palm Oil Indonesia ke China
Hubungan HS Code, CIQ Code, dan GACC Number
Ketiganya sering muncul dalam satu proses ekspor, tetapi fungsinya berbeda.
| Informasi | Fungsi |
|---|---|
| HS Code | Klasifikasi barang |
| CIQ Code | Identifikasi produk untuk inspection/quarantine |
| GACC Number | Registrasi perusahaan produksi makanan luar negeri |
| Invoice Number | Identifikasi transaksi |
| B/L Number | Identifikasi pengangkutan |
| Container Number | Identifikasi unit pengiriman |
Dengan demikian, GACC Number bukan kode produk.
Sebaliknya, GACC Number berkaitan dengan perusahaan produksi yang terdaftar.
Hal tersebut sangat penting untuk Palm Oil karena sejak 2026, makanan dalam kategori edible fats and oils termasuk dalam daftar yang membutuhkan official recommendation untuk registrasi GACC.
Baca Juga : GACC Compliance untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia
Nomor GACC Tidak Menggantikan HS dan CIQ
Misalnya sebuah perusahaan Palm Oil memiliki nomor GACC yang valid.
Hal tersebut tidak berarti perusahaan dapat mengabaikan HS Code.
Begitu pula, nomor GACC tidak otomatis menentukan semua detail CIQ Code.
Sebaliknya, masing-masing informasi mempunyai fungsi sendiri.
Baca Juga : Food Safety Requirement Palm Oil untuk China
Contohnya:
Produsen: PT ABC Palm Oil
GACC Number: nomor registrasi produsen
Produk: RBD Palm Olein
HS Code China: sesuai klasifikasi tarif yang berlaku
CIQ Code: sesuai subkategori produk yang relevan
Keempat informasi tersebut kemudian dapat di gunakan secara bersamaan dalam proses ekspor dan import declaration.
Baca Juga : Traceability Palm Oil untuk Persyaratan GACC
Apa Risiko Jika HS Code Salah?
Kesalahan HS Code dapat berdampak pada:
- tarif bea masuk;
- pajak impor;
- persyaratan izin;
- dokumen;
- pemeriksaan;
- statistik perdagangan;
- conformity assessment.
Baca Juga : Food Safety Management System untuk Palm Refinery
Selain itu, kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan Customs meminta klarifikasi atau koreksi.
Karena itu, eksportir tidak sebaiknya menggunakan HS Code lama tanpa memeriksa pembaruan.
China menerbitkan perubahan tarif dan kode setiap tahun. Untuk 2026, terdapat penyesuaian pada sejumlah kode barang dan kebijakan tarif.
Dengan demikian, pemeriksaan kode harus dilakukan berdasarkan tanggal shipment.
Baca Juga : Audit dan Pemeriksaan GACC terhadap Palm Refinery
Apa Risiko Jika CIQ Code Salah?
Kesalahan CIQ Code juga dapat menyebabkan masalah.
Misalnya, produk di kategorikan sebagai subkategori yang tidak sesuai.
Akibatnya, sistem dapat menerapkan perlakuan pemeriksaan yang berbeda atau meminta klarifikasi tambahan.
Selain itu, apabila CIQ Code yang di gunakan tidak sesuai dengan informasi produk dalam sistem GACC, dapat muncul ketidaksesuaian antara data registrasi dan data deklarasi.
Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya tidak memilih CIQ Code hanya berdasarkan kode yang pernah digunakan untuk shipment lain.
Sebaliknya, setiap produk dan perubahan spesifikasi harus di periksa kembali.
Baca Juga : Penyebab Registrasi GACC Palm Oil Ditolak
Apakah HS Code di Indonesia Sama dengan China?
Tidak selalu.
Ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk di pahami eksportir.
Indonesia memiliki sistem klasifikasi nasional berdasarkan BTKI yang menggunakan struktur AHTN dan pengembangan nasional.
Sementara itu, China memiliki nomenklatur tarifnya sendiri.
Pada tingkat HS enam digit, klasifikasi umumnya mengikuti standar internasional. Namun, setelah itu masing-masing negara dapat mempunyai subpos nasional yang berbeda.
Dengan demikian, eksportir Indonesia harus mengetahui setidaknya dua sisi:
HS Code Indonesia → untuk ekspor dan PEB
HS Code China → untuk import declaration
Jangan langsung menyalin kode Indonesia ke dokumen China.
Baca Juga : Penyebab Registrasi GACC Palm Oil Ditangguhkan
Bagaimana dengan CIQ Code Indonesia?
CIQ Code yang di bahas dalam konteks artikel ini adalah istilah yang berkaitan dengan sistem China.
Karena itu, eksportir Indonesia tidak seharusnya mencari “CIQ Indonesia” untuk menggantikan kode China.
Sebaliknya, CIQ Code perlu dilihat dari perspektif regulasi dan sistem kepabeanan China.
Baca Juga : Cara Mengatasi Masalah Registrasi GACC Palm Oil
Dengan demikian, alurnya dapat di gambarkan:
Produk Indonesia → HS Indonesia → PEB Indonesia
kemudian:
Produk yang sama → HS China + CIQ Code → Import Declaration China
Inilah alasan mengapa koordinasi dengan importer atau customs broker China sangat penting.
Hubungan dengan Deklarasi Impor Palm Oil
Pada tahap deklarasi, importir China harus memasukkan data barang sesuai ketentuan Customs.
Selain klasifikasi barang, imported food juga memiliki persyaratan khusus terkait registrasi produsen luar negeri.
Berdasarkan pengumuman implementasi 2026, untuk imported food yang masuk ke pasar China untuk konsumsi manusia atau sebagai bahan baku pengolahan makanan, nomor registrasi produsen luar negeri yang sesuai dengan negara asal harus di masukkan pada bagian Product Qualification dengan License Category Code 519. Jika pengisian tidak di lakukan sesuai ketentuan, Customs tidak menerima deklarasi.
Karena itu, data yang di gunakan dalam declaration harus konsisten.
Secara praktis, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan:
HS Code → CIQ Code → GACC Number → Product Name → Country of Origin → Manufacturer
Semuanya harus dapat di hubungkan dengan produk yang sama.
Baca Juga : Customs China untuk Import Palm Oil
Checklist HS Code dan CIQ Code Palm Oil
Sebelum ekspor, gunakan checklist berikut.
Identifikasi Produk
- Nama produk jelas
- Jenis Palm Oil sudah ditentukan
- RBD atau crude sudah jelas
- Olein atau stearin sudah jelas
- Spesifikasi teknis tersedia
- Tujuan penggunaan diketahui
HS Code
- HS Code Indonesia diverifikasi
- HS Code China diverifikasi
- Kode sesuai tahun tarif
- Deskripsi tarif sesuai produk
- Karakteristik teknis sudah diperiksa
Baca Juga : Deklarasi Impor Palm Oil di China
CIQ Code
- CIQ Code China sudah ditemukan
- Deskripsi CIQ sesuai
- Product category sesuai
- Tidak menggunakan kode produk lain
- Sudah dikonfirmasi dengan importer/broker
GACC
- Produsen sudah terdaftar
- GACC Number valid
- Produk sesuai cakupan registrasi
- Nama produsen konsisten
- Alamat fasilitas konsisten
Dokumen
- Invoice
- Packing List
- B/L
- COA
- COO/Form E bila relevan
- Product Specification
- Dokumen GACC
Baca Juga : Jasa Registrasi GACC Palm Oil Indonesia
Kesalahan Umum dalam Menentukan HS Code dan CIQ Code
Menggunakan kode dari internet tanpa verifikasi
Informasi di internet dapat berubah.
Karena itu, gunakan sumber resmi atau konfirmasi melalui sistem yang berlaku.
Menganggap semua Palm Oil memiliki kode sama
Palm Oil merupakan kelompok produk yang luas.
Selanjutnya, produk harus diklasifikasikan berdasarkan karakteristik aktual.
Menyalin HS Indonesia ke China
Kode nasional dapat berbeda.
Oleh sebab itu, klasifikasi harus diperiksa untuk masing-masing negara.
Baca Juga : Jasa Ekspor Palm Oil dan Palm Stearin ke China
Menganggap CIQ hanya tiga digit tambahan biasa
CIQ memiliki fungsi regulasi tertentu.
Dengan demikian, pemilihannya harus mengikuti database dan deskripsi produk.
Menggunakan CIQ Code shipment lama
Kode dapat berubah karena perubahan regulasi dan klasifikasi.
Karena itu, shipment baru sebaiknya diverifikasi kembali.
Tidak mencocokkan kode dengan GACC
Produk yang didaftarkan harus dapat dikaitkan dengan produk yang dideklarasikan.
Jika tidak, dapat muncul ketidaksesuaian.
Apakah HS Code dan CIQ Code Harus Dicantumkan pada Invoice?
Tidak selalu dalam format yang sama.
Commercial Invoice terutama berfungsi sebagai dokumen transaksi. Namun, data klasifikasi dapat diperlukan dalam customs declaration.
Karena itu, eksportir sebaiknya mengikuti instruksi importer dan customs broker China mengenai informasi apa yang perlu dicantumkan pada invoice.
Yang paling penting adalah seluruh dokumen memberikan gambaran barang yang konsisten.
Dengan demikian, jika invoice menggunakan nama “RBD Palm Olein”, informasi tersebut harus dapat dijelaskan oleh COA, spesifikasi produk, packing list, dan declaration.
HS Code dan CIQ Code merupakan dua informasi berbeda yang sama-sama penting dalam proses ekspor Palm Oil ke China.
HS Code pada dasarnya digunakan untuk mengklasifikasikan barang dalam sistem kepabeanan dan tarif. Sementara itu, CIQ Code memberikan identifikasi produk yang lebih spesifik dalam konteks pemeriksaan dan karantina China.
Dengan demikian, keduanya tidak boleh dianggap sebagai kode yang dapat saling menggantikan.
Terlebih lagi, dalam proses registrasi GACC, sistem China menyediakan pencarian berdasarkan HS Code dan CIQ Code. Karena itu, perusahaan Palm Oil perlu memastikan bahwa produk yang didaftarkan benar-benar sesuai dengan kode dan kategori yang dipilih.
Selain itu, penerapan GACC Order No. 280 sejak 1 Juni 2026 semakin menegaskan pentingnya kesesuaian antara produsen, produk, kategori, dan informasi registrasi. Edible fats and oils, yang mencakup kategori penting bagi perdagangan Palm Oil, termasuk dalam daftar produk yang memerlukan official recommendation untuk registrasi GACC.
Pada akhirnya, kunci utamanya adalah konsistensi data.
Nama produk, spesifikasi, HS Code, CIQ Code, GACC Number, COA, invoice, packing list, dan data declaration harus dapat menjelaskan barang yang sama.
Dengan persiapan tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan klasifikasi dan membantu proses deklarasi Palm Oil di China berjalan lebih terstruktur.
Konsultasikan Ekspor Palm Oil Sekarang