Mengirim Palm Oil dari Indonesia ke China tidak berhenti pada proses produksi, registrasi GACC, dan pengiriman melalui kapal. Setelah barang tiba di China, terdapat tahapan penting yang harus di lakukan oleh importir, yaitu deklarasi impor Palm Oil di China. Tahapan ini di perlukan agar barang dapat di proses oleh China Customs sebelum memperoleh izin masuk dan dapat di gunakan atau diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada praktiknya, deklarasi impor berkaitan erat dengan beberapa informasi utama, seperti identitas importir, produsen, negara asal, HS Code, jumlah barang, nilai transaksi, dokumen pengiriman, serta informasi registrasi produsen di GACC. Oleh karena itu, kesalahan pada satu bagian dapat menyebabkan proses pemeriksaan menjadi lebih panjang.
Selain itu, deklarasi impor tidak sama dengan registrasi GACC. Registrasi GACC berkaitan dengan kelayakan perusahaan produksi makanan di luar negeri untuk mengekspor produknya ke China. Sementara itu, deklarasi impor dilakukan ketika suatu shipment benar-benar akan masuk ke wilayah China.
Dengan demikian, eksportir Palm Oil Indonesia perlu memahami kedua proses tersebut secara terpisah, tetapi tetap terintegrasi. Artikel ini membahas pengertian deklarasi impor Palm Oil di China, pihak yang bertanggung jawab, dokumen yang di perlukan, tahapan deklarasi, hubungan dengan GACC, HS Code, pemeriksaan Customs China, hingga penyebab deklarasi dapat mengalami kendala.
Baca Juga : GACC Palm Oil: Panduan Lengkap Ekspor Palm Oil Indonesia ke China

Apa Itu Deklarasi Impor Palm Oil di China?
Deklarasi impor Palm Oil di China adalah proses penyampaian informasi mengenai barang yang akan masuk ke wilayah China kepada otoritas kepabeanan China. Dalam praktiknya, deklarasi dilakukan oleh importir China atau pihak yang di beri kewenangan untuk mengurus customs declaration.
Melalui deklarasi tersebut, China Customs memperoleh informasi mengenai barang yang diimpor. Informasi tersebut kemudian di gunakan dalam proses pemeriksaan kepabeanan dan penilaian kesesuaian barang.
Selain itu, karena Palm Oil termasuk produk pangan ketika di tujukan untuk konsumsi manusia atau di gunakan sebagai bahan baku pengolahan pangan, proses impor juga berkaitan dengan sistem pengawasan keamanan pangan China.
China Customs menjelaskan bahwa imported food menjalani proses conformity assessment yang dapat mencakup pemeriksaan dokumen, registrasi produsen luar negeri, pemeriksaan importer dan exporter, pemeriksaan sertifikat pendukung, pemeriksaan fisik, sampling, serta pengawasan lainnya sesuai risiko dan ketentuan yang berlaku.
Oleh karena itu, deklarasi bukan sekadar memasukkan data invoice ke sistem. Sebaliknya, deklarasi merupakan bagian dari rangkaian proses untuk memastikan barang yang masuk sesuai dengan persyaratan China.
Baca Juga : GACC Palm Refinery: Persyaratan Ekspor Produk Palm Oil ke China
Apakah Deklarasi Impor Sama dengan Registrasi GACC?
Tidak. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Registrasi GACC dilakukan terhadap perusahaan produksi, pengolahan, atau penyimpanan makanan di luar negeri yang termasuk dalam cakupan ketentuan registrasi China.
Sementara itu, deklarasi impor dilakukan untuk shipment tertentu ketika barang akan di impor ke China.
Perbedaan sederhananya dapat di lihat berikut ini:
| Aspek | Registrasi GACC | Deklarasi Impor |
|---|---|---|
| Objek | Perusahaan/fasilitas | Shipment/barang |
| Waktu | Sebelum ekspor secara berkelanjutan | Setiap kegiatan impor |
| Pihak utama | Produsen luar negeri dan GACC | Importir China/customs broker |
| Tujuan | Mendapatkan status registrasi | Mendeklarasikan barang |
| Informasi | Produsen dan kategori pangan | Barang, nilai, jumlah, dokumen |
| Nomor | GACC registration number | Nomor/deklarasi kepabeanan |
| Pemeriksaan | Kelayakan perusahaan | Kesesuaian shipment |
Dengan demikian, perusahaan Palm Oil Indonesia yang telah memperoleh nomor GACC tetap harus memastikan setiap shipment di deklarasikan dengan benar.
Sebaliknya, importir China tidak dapat menganggap deklarasi impor sebagai pengganti registrasi produsen.
Baca Juga : Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery Indonesia
Ketentuan GACC yang Perlu Di perhatikan pada 2026
Mulai 1 Juni 2026, China menerapkan GACC Order No. 280 tentang registrasi perusahaan produksi makanan di luar negeri yang mengekspor makanan ke China. Ketentuan tersebut menggantikan Order No. 248 sebelumnya.
Berdasarkan aturan tersebut, perusahaan produksi, pengolahan, dan penyimpanan makanan di luar negeri yang termasuk cakupan registrasi harus terdaftar pada GACC.
Selain itu, GACC menerapkan pendekatan berbasis risiko. Artinya, metode registrasi dan persyaratan dapat berbeda berdasarkan kategori produk dan tingkat risiko.
Untuk makanan yang masuk dalam katalog yang membutuhkan rekomendasi otoritas negara asal, perusahaan juga memerlukan rekomendasi dari competent authority. Karena itu, produsen Palm Oil perlu memastikan kategori produknya dan mekanisme registrasinya sebelum melakukan ekspor.
Hal tersebut menjadi penting karena edible oils and fats termasuk kategori yang tercantum dalam daftar makanan yang memerlukan registrasi melalui rekomendasi otoritas terkait. Dengan demikian, eksportir Palm Oil Indonesia harus memperhatikan status produsen dan nomor registrasi sebelum shipment di berangkatkan.
GACC juga mengatur bahwa perusahaan yang telah terdaftar harus mencantumkan nomor registrasi yang di persyaratkan pada kemasan makanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Syarat GACC untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia
Siapa yang Melakukan Deklarasi Impor Palm Oil di China?
Pada umumnya, deklarasi impor dilakukan oleh importir di China atau customs broker yang di tunjuk oleh importir.
Eksportir Indonesia tidak menggantikan fungsi importir China dalam proses customs declaration. Namun demikian, eksportir memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan data dan dokumen yang benar.
Dengan kata lain, prosesnya melibatkan beberapa pihak.
Baca Juga : GACC Registration Number untuk Palm Oil: Fungsi dan Cara Cek
1. Eksportir Palm Oil Indonesia
Eksportir menyiapkan dokumen transaksi dan pengiriman, seperti:
- Commercial Invoice
- Packing List
- Bill of Lading
- Certificate of Origin
- Certificate of Analysis
- data produsen
- informasi produk
- data kuantitas
- informasi kemasan
- dokumen tambahan sesuai kebutuhan.
Baca Juga : Cara Cek Perusahaan Palm Oil yang Sudah Terdaftar GACC
2. Produsen Palm Oil
Produsen bertanggung jawab memastikan produk berasal dari fasilitas yang sesuai dan memenuhi persyaratan GACC.
Selain itu, produsen harus dapat memberikan data produksi dan kualitas apabila di perlukan untuk pemeriksaan.
3. Importir China
Importir menjadi pihak yang melakukan proses impor di China. Selain itu, importir juga harus memastikan status dan kewajibannya sebagai importir pangan telah di penuhi.
Baca Juga : Masa Berlaku Registrasi GACC Palm Oil dan Cara Perpanjangannya
4. Customs Broker
Importir dapat menggunakan customs broker untuk membantu penyusunan dan penyampaian deklarasi.
Namun demikian, menggunakan broker bukan berarti importir bebas dari tanggung jawab. Data yang di deklarasikan tetap harus benar dan dapat di pertanggungjawabkan.
5. China Customs
China Customs melakukan pemeriksaan deklarasi dan conformity assessment sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : HS Code Palm Oil untuk Ekspor ke China
Tahapan Deklarasi Impor Palm Oil di China
Secara umum, proses dapat di gambarkan sebagai berikut:
Persiapan dokumen → Verifikasi GACC → Penentuan HS Code → Pengajuan deklarasi → Pemeriksaan dokumen → Pemeriksaan barang/sampling jika di perlukan → Pembayaran kewajiban → Release
Namun, urutan dan detail teknis dapat berbeda berdasarkan karakteristik barang, pelabuhan, sistem deklarasi, dan hasil penilaian risiko.
Berikut penjelasan setiap tahap.
Baca Juga : HS Code 1511902001: Palm Stearin 50–56°C
1. Memastikan Produsen Memiliki Registrasi yang Sesuai
Sebelum shipment di proses, importir perlu memastikan bahwa produsen Palm Oil Indonesia memiliki registrasi GACC yang sesuai.
Hal ini sangat penting karena China Customs dapat memeriksa apakah makanan berasal dari perusahaan luar negeri yang memang di wajibkan untuk terdaftar.
Untuk Palm Oil yang termasuk kategori makanan, jangan hanya memeriksa nama perusahaan. Sebaliknya, periksa juga:
- nama legal perusahaan;
- alamat fasilitas produksi;
- kategori makanan;
- nomor registrasi;
- status registrasi;
- kesesuaian produk dengan cakupan registrasi.
Dengan demikian, risiko ketidaksesuaian antara perusahaan, produk, dan registrasi dapat di kurangi.
Baca Juga : HS Code 1511902001 untuk Ekspor Palm Stearin Indonesia ke China
2. Memastikan Data Produk
Selanjutnya, eksportir dan importir perlu menyepakati informasi produk yang akan di gunakan dalam deklarasi.
Informasi tersebut antara lain:
- nama produk;
- jenis Palm Oil;
- bentuk produk;
- grade;
- spesifikasi;
- negara asal;
- produsen;
- jumlah;
- satuan;
- berat bersih;
- berat kotor;
- kemasan;
- penggunaan produk.
Tahap ini penting karena istilah “Palm Oil” dapat mencakup beberapa produk yang berbeda.
Misalnya, RBD Palm Oil, Palm Olein, dan Palm Stearin memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh sebab itu, klasifikasi dan deskripsi produk harus mengikuti kondisi barang yang sebenarnya.
Baca Juga : Perbedaan HS Code 1511902001 dan 1511902090
3. Menentukan HS Code
Setelah itu, HS Code perlu di tentukan dengan benar.
HS Code merupakan salah satu informasi penting dalam customs declaration. Kode tersebut di gunakan untuk klasifikasi barang dan dapat berhubungan dengan tarif, persyaratan regulasi, serta pemeriksaan.
Namun, eksportir Indonesia perlu berhati-hati karena kode tarif Indonesia dan kode tarif China tidak selalu identik pada tingkat digit nasional.
Indonesia menggunakan klasifikasi berdasarkan BTKI/AHTN, sedangkan China memiliki pengembangan kode tarif nasionalnya sendiri.
Oleh karena itu, kode yang di gunakan pada dokumen ekspor Indonesia tidak boleh langsung di asumsikan sebagai kode yang di gunakan importir China.
Untuk Palm Oil, klasifikasi juga dapat di pengaruhi oleh karakteristik produk, termasuk apakah produk berupa crude oil, refined oil, atau fraction seperti olein dan stearin.
Karena itu, penentuan HS Code sebaiknya di lakukan berdasarkan spesifikasi teknis dan nomenklatur tarif yang berlaku di negara masing-masing.
Baca Juga : Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin
4. Menyiapkan Commercial Invoice
Commercial Invoice menjadi salah satu dokumen utama untuk deklarasi.
Invoice biasanya mencantumkan:
- nama eksportir;
- nama importir;
- nomor invoice;
- tanggal invoice;
- deskripsi barang;
- jumlah;
- unit;
- harga satuan;
- nilai total;
- mata uang;
- Incoterms;
- negara asal;
- informasi kontrak atau purchase order.
Selain itu, deskripsi pada invoice sebaiknya konsisten dengan Packing List dan Bill of Lading.
Misalnya, apabila invoice menyebut “RBD Palm Olein”, dokumen lain sebaiknya tidak menggunakan deskripsi yang berbeda secara material seperti “Palm Stearin”.
Ketidakkonsistenan tersebut dapat memunculkan pertanyaan pada saat pemeriksaan.
Baca Juga : HS Code Palm Oil RBD untuk Ekspor ke China
5. Menyiapkan Packing List
Packing List menjelaskan karakteristik fisik shipment.
Dokumen ini dapat memuat:
- jumlah package;
- jenis kemasan;
- net weight;
- gross weight;
- volume;
- container number;
- seal number;
- shipping marks;
- jumlah unit;
- detail packing.
Selanjutnya, data Packing List harus sesuai dengan kondisi fisik barang.
Jika shipment di kirim dalam bulk container, flexitank, drum, atau kemasan lainnya, detailnya harus di sesuaikan dengan kondisi aktual.
Baca Juga : Cara Menentukan HS Code Palm Oil yang Tepat
6. Menyiapkan Bill of Lading
Bill of Lading atau B/L merupakan dokumen pengangkutan laut yang menghubungkan shipment dengan perjalanan kapal.
Data yang perlu di periksa antara lain:
- shipper;
- consignee;
- notify party;
- vessel;
- voyage;
- port of loading;
- port of discharge;
- container number;
- seal number;
- cargo description;
- quantity;
- weight.
Selanjutnya, informasi tersebut perlu di bandingkan dengan invoice dan packing list.
Terutama untuk shipment dalam jumlah besar, perbedaan angka berat atau jumlah dapat menyebabkan proses verifikasi tambahan.
Baca Juga : Kesalahan HS Code Palm Oil yang Bisa Menghambat Customs Clearance China
7. Menyiapkan Certificate of Analysis
Certificate of Analysis atau COA sangat penting untuk produk Palm Oil karena memberikan informasi mengenai karakteristik dan hasil pengujian batch.
Parameter COA dapat berbeda berdasarkan jenis Palm Oil dan spesifikasi kontrak. Namun, beberapa parameter yang umum di gunakan antara lain:
- moisture and impurities;
- free fatty acid;
- peroxide value;
- iodine value;
- melting point atau slip melting point sesuai metode;
- saponification value;
- fatty acid composition;
- parameter lain berdasarkan spesifikasi produk.
Karena itu, COA harus berasal dari batch yang relevan.
Selain itu, data COA sebaiknya konsisten dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak dan dokumen produk.
Baca Juga : Apa Itu Palm Stearin? Pengertian dan Fungsinya
8. Menyiapkan Certificate of Origin
Certificate of Origin atau COO di gunakan untuk membuktikan asal barang.
Untuk perdagangan Indonesia–China, eksportir juga dapat mempertimbangkan penggunaan Form E apabila ingin memperoleh tarif preferensi berdasarkan ACFTA dan shipment memenuhi ketentuan asal barang.
Namun, Form E tidak sama dengan GACC registration number.
Baca Juga : Spesifikasi Palm Stearin HS Code 1511902001
Dengan demikian:
GACC number = registrasi produsen makanan
sedangkan:
Form E = dokumen asal barang untuk keperluan preferensi tarif apabila persyaratan terpenuhi.
Keduanya mempunyai fungsi yang berbeda.
Baca Juga : Melting Point Palm Stearin 50–56°C dan Hubungannya dengan HS Code
Pengisian Nomor GACC dalam Deklarasi Impor
Salah satu hal yang sangat penting dalam deklarasi makanan impor pada 2026 adalah pengisian nomor registrasi produsen luar negeri.
Panduan implementasi GACC 2026 menyatakan bahwa untuk makanan yang di impor sebagai barang konsumsi manusia atau bahan baku pengolahan makanan, nomor registrasi produsen luar negeri yang sesuai dengan negara asal harus di masukkan pada bagian Product Qualification, yaitu kolom registrasi perusahaan produksi makanan impor dengan License Category Code 519. Selain itu, untuk konteks yang di sebut dalam panduan tersebut, tujuan barang di isi sebagai Human Consumption.
Baca Juga : Kegunaan Palm Stearin untuk Industri
Jika informasi tersebut tidak di isi sesuai ketentuan, deklarasi dapat tidak di terima oleh Customs.
Karena itu, eksportir perlu memberikan nomor GACC yang benar kepada importir atau customs broker.
Jangan menggunakan:
- nomor perusahaan lain;
- nomor lama;
- nomor yang salah digit;
- nomor trader;
- nomor agen;
- nomor fasilitas yang berbeda.
Dengan demikian, pengecekan nomor GACC sebelum shipment menjadi langkah yang sangat penting.
Baca Juga : Palm Stearin untuk Bahan Baku Industri Makanan
Apakah Nomor GACC Harus Sama di Semua Dokumen?
Tidak semua dokumen memiliki kolom nomor GACC yang sama. Namun, apabila suatu dokumen atau sistem meminta informasi produsen dan registrasi, data tersebut harus konsisten.
Sebagai contoh, informasi produsen pada:
- COA;
- invoice;
- packing list;
- data produk;
- registrasi GACC;
- customs declaration;
harus dapat di kaitkan dengan perusahaan dan fasilitas yang sama.
Selain itu, jika kemasan wajib mencantumkan nomor registrasi sesuai ketentuan, informasi pada kemasan juga harus di periksa.
Baca Juga : Palm Stearin untuk Industri Oleochemical
Pemeriksaan Dokumen oleh China Customs
Setelah deklarasi di ajukan, China Customs dapat melakukan pemeriksaan terhadap data yang di sampaikan.
Menurut panduan resmi China Customs, perusahaan atau agen mengajukan customs declaration secara elektronik melalui sistem yang berlaku, termasuk China International Trade Single Window. Customs kemudian memeriksa data deklarasi dan dapat meminta koreksi apabila informasi belum memenuhi ketentuan.
Selanjutnya, imported food dapat menjalani conformity assessment.
Baca Juga : Perbedaan Palm Stearin, Palm Olein dan Palm Oil
Conformity assessment tersebut dapat mencakup kombinasi:
- pemeriksaan sistem keamanan pangan negara asal;
- registrasi produsen luar negeri;
- filing importir/exporter;
- pemeriksaan dokumen;
- pemeriksaan sertifikat;
- pemeriksaan fisik;
- sampling;
- pengujian;
- pemeriksaan catatan impor dan penjualan.
Dengan demikian, tidak setiap shipment harus mengalami seluruh jenis pemeriksaan tersebut.
Sebaliknya, bentuk pemeriksaan dapat di tentukan berdasarkan karakteristik produk, persyaratan regulasi, serta penilaian risiko.
Baca Juga : Dokumen Ekspor Palm Oil dari Indonesia ke China
Apakah Palm Oil Selalu Diperiksa Fisik?
Tidak selalu.
Penting untuk membedakan antara document review, physical inspection, dan sampling/testing.
Pada tahap document review, Customs memeriksa informasi dan dokumen.
Kemudian, apabila shipment masuk dalam pemeriksaan fisik, petugas dapat memeriksa barang dan kemasan.
Selanjutnya, apabila sampling dilakukan, sampel dapat di uji berdasarkan parameter yang relevan.
Karena itu, eksportir tidak seharusnya menganggap bahwa setiap kontainer Palm Oil pasti di buka atau di uji dengan cara yang sama.
Sebaliknya, perusahaan perlu memastikan dokumennya siap menghadapi berbagai bentuk pemeriksaan.
Baca Juga : Commercial Invoice Palm Oil untuk Ekspor ke China
Pemeriksaan Kesesuaian Palm Oil
Selain dokumen, barang juga harus memenuhi persyaratan yang berlaku di China.
Dalam konteks makanan, imported food harus memenuhi ketentuan keamanan pangan China dan standar nasional yang relevan. Panduan China Customs menyebut kepatuhan terhadap food safety national standards dan persyaratan inspection and quarantine sebagai salah satu kondisi untuk conformity assessment.
Karena itu, produsen Palm Oil harus memperhatikan kualitas produk sejak dari Indonesia.
Baca Juga : Packing List Palm Oil untuk Customs China
Contohnya, perusahaan perlu memiliki:
- sistem quality control;
- batch identification;
- traceability;
- hasil pengujian;
- supplier control;
- production records;
- sanitation records;
- corrective action records.
Dengan demikian, apabila Customs meminta informasi tambahan, perusahaan dapat memberikan bukti yang mendukung.
Baca Juga : Certificate of Analysis Palm Stearin untuk Ekspor China
Apa yang Terjadi Jika Deklarasi Impor Bermasalah?
Jika terdapat kesalahan dalam deklarasi, Customs dapat meminta koreksi atau dokumen tambahan.
Misalnya:
- HS Code tidak sesuai;
- nama produk berbeda;
- berat tidak cocok;
- nomor GACC salah;
- dokumen tidak lengkap;
- informasi produsen tidak sesuai;
- data invoice dan B/L berbeda;
- dokumen kualitas tidak tersedia.
Selanjutnya, penyelesaian akan bergantung pada jenis masalahnya.
Baca Juga : Certificate of Origin Palm Oil untuk China
Untuk ketidaksesuaian administratif, importir mungkin perlu melakukan perbaikan data atau memberikan dokumen tambahan.
Namun, apabila di temukan masalah keamanan pangan atau ketidaksesuaian yang lebih serius, konsekuensinya dapat lebih besar.
Panduan resmi China Customs menyebut bahwa makanan yang tidak lulus conformity assessment dapat di kenai tindakan sesuai jenis ketidaksesuaian. Untuk masalah yang berkaitan dengan keamanan, kesehatan, atau perlindungan lingkungan, barang dapat di perintahkan untuk dimusnahkan atau di kembalikan; sedangkan beberapa ketidaksesuaian lainnya dapat memungkinkan technical treatment dan pemeriksaan ulang.
Baca Juga : Bill of Lading Palm Oil: Fungsi dan Persyaratannya
Penyebab Deklarasi Palm Oil Tertahan
Ada beberapa penyebab yang sering menjadi sumber masalah.
1. Data Dokumen Tidak Konsisten
Perbedaan antara invoice, packing list, B/L, COA, dan declaration dapat menimbulkan pertanyaan.
Karena itu, lakukan document matching sebelum shipment.
Baca Juga : Cara Ekspor Palm Oil dari Indonesia ke China
2. Nomor GACC Salah
Kesalahan satu digit dapat membuat sistem tidak menemukan atau tidak mencocokkan registrasi produsen.
Oleh sebab itu, nomor GACC harus di verifikasi sebelum deklarasi.
3. HS Code Tidak Tepat
Klasifikasi yang tidak sesuai karakteristik produk dapat memengaruhi tarif dan pemeriksaan.
Selain itu, kesalahan HS Code dapat menimbulkan kebutuhan klarifikasi tambahan.
Baca Juga : Alur Ekspor Palm Oil melalui GACC dan Customs China
4. Deskripsi Produk Terlalu Umum
Istilah “Palm Oil” saja terkadang tidak cukup untuk menjelaskan produk tertentu.
Sebaiknya gunakan deskripsi yang sesuai dengan spesifikasi barang, misalnya RBD Palm Oil, RBD Palm Olein, atau Palm Stearin apabila memang sesuai.
5. COA Tidak Sesuai Batch
COA sebaiknya dapat di telusuri ke batch yang benar.
Jika COA berasal dari batch berbeda, importir dapat mengalami kesulitan ketika harus membuktikan kualitas shipment.
Baca Juga : Tahapan Customs Clearance Palm Oil di China
6. Informasi Produsen Tidak Sesuai
Nama dan alamat fasilitas produksi harus konsisten dengan data registrasi.
Perubahan fasilitas juga tidak boleh diabaikan.
GACC Order No. 280 mengatur bahwa perubahan tertentu yang berdampak besar terhadap sistem keamanan, higiene, dan perlindungan perusahaan dapat mengharuskan pendaftaran ulang.
Baca Juga : Berapa Lama Proses Ekspor Palm Oil ke China?
Berapa Lama Deklarasi Impor Palm Oil di China?
Tidak ada satu angka waktu yang berlaku untuk semua shipment.
Hal tersebut di sebabkan oleh proses conformity assessment yang dapat berbeda berdasarkan jenis makanan, pemeriksaan yang di perlukan, dan ketentuan yang berlaku.
Panduan resmi China Customs secara eksplisit menyatakan bahwa periode conformity assessment berbeda berdasarkan makanan, item pemeriksaan, dan regulasi yang di terapkan.
Baca Juga : Biaya Ekspor Palm Oil Indonesia ke China
Dengan demikian, estimasi waktu harus memperhitungkan beberapa faktor, seperti:
- kelengkapan dokumen;
- kesesuaian data;
- status GACC;
- pelabuhan;
- jenis shipment;
- pemeriksaan dokumen;
- pemeriksaan fisik;
- sampling;
- pengujian laboratorium;
- koreksi deklarasi;
- penyelesaian kewajiban impor.
Karena itu, jangan menggunakan satu angka waktu sebagai jaminan customs clearance.
Baca Juga : GACC Compliance untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia
Checklist Deklarasi Impor Palm Oil di China
Sebelum shipment tiba, eksportir dan importir sebaiknya melakukan pemeriksaan berikut.
Data perusahaan
- Nama produsen sesuai registrasi
- Alamat fasilitas sesuai
- Nomor GACC valid
- Kategori produk sesuai
- Data importir benar
- Data exporter benar
Baca Juga : Food Safety Requirement Palm Oil untuk China
Data produk
- Nama produk benar
- Spesifikasi sesuai
- HS Code sudah diverifikasi
- Negara asal benar
- Quantity benar
- Net weight benar
- Gross weight benar
- Packaging sesuai
Baca Juga : Traceability Palm Oil untuk Persyaratan GACC
Dokumen
- Commercial Invoice
- Packing List
- Bill of Lading
- Certificate of Analysis
- Certificate of Origin
- Dokumen tambahan bila di perlukan
- Dokumen GACC tersedia
- Data shipment konsisten
Baca Juga : Food Safety Management System untuk Palm Refinery
Pemeriksaan akhir
- Nomor GACC sudah di berikan kepada importer
- Data invoice dan packing list sudah di cocokkan
- B/L sudah di periksa
- COA sesuai batch
- Deskripsi produk konsisten
- Informasi kemasan sesuai
- Importer/broker telah menerima dokumen
- Data deklarasi sudah di periksa sebelum submission
Baca Juga : Audit dan Pemeriksaan GACC terhadap Palm Refinery
Peran Customs Broker dalam Deklarasi Palm Oil
Customs broker memiliki peran penting dalam membantu importir melakukan deklarasi.
Broker dapat membantu:
- memasukkan data declaration;
- memeriksa dokumen;
- mengklasifikasikan barang;
- berkomunikasi dengan Customs;
- mengurus koreksi;
- memantau status;
- membantu proses pemeriksaan.
Baca Juga : Penyebab Registrasi GACC Palm Oil Ditolak
Namun demikian, broker bukan pengganti eksportir dan produsen dalam hal kebenaran data.
Oleh karena itu, eksportir Indonesia tetap perlu menyediakan informasi yang akurat.
Terlebih lagi, apabila broker menerima dokumen yang tidak konsisten sejak awal, risiko masalah pada tahap deklarasi dapat meningkat.
Karena itu, kerja sama antara eksportir, importir, produsen, dan broker sebaiknya dilakukan sebelum kapal tiba.
Baca Juga : Penyebab Registrasi GACC Palm Oil Ditangguhkan
Hubungan Deklarasi Impor dengan Customs Clearance
Deklarasi merupakan bagian dari customs clearance, tetapi keduanya tidak sepenuhnya sama.
Deklarasi adalah penyampaian data dan dokumen kepada Customs.
Sementara itu, customs clearance merupakan rangkaian proses yang lebih luas sampai barang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pelepasan sesuai ketentuan.
Baca Juga : Cara Mengatasi Masalah Registrasi GACC Palm Oil
Secara sederhana:
Barang tiba → Deklarasi → Pemeriksaan dokumen → Conformity assessment → Pemeriksaan/sampling jika diperlukan → Penyelesaian kewajiban → Release
Dengan demikian, berhasil mengirim declaration belum otomatis berarti barang langsung dapat dikeluarkan dari pelabuhan.
Sebaliknya, barang masih dapat masuk ke tahapan pemeriksaan sesuai keputusan Customs.
Strategi Agar Deklarasi Palm Oil Lebih Lancar
Agar proses berjalan lebih tertata, perusahaan sebaiknya melakukan persiapan sebelum kapal berangkat.
Pertama, verifikasi status GACC produsen.
Kemudian, pastikan nama dan alamat produsen konsisten.
Selanjutnya, verifikasi HS Code berdasarkan karakteristik produk.
Setelah itu, lakukan pemeriksaan silang antara invoice, packing list, B/L, COA, dan COO.
Selain itu, berikan nomor GACC secara tertulis kepada importir.
Kemudian, minta customs broker melakukan pre-check terhadap data declaration.
Dengan demikian, kesalahan dapat ditemukan sebelum barang tiba.
Baca Juga : Customs China untuk Import Palm Oil
Lebih lanjut, perusahaan sebaiknya memiliki satu database shipment yang mencatat:
- nomor kontrak;
- nomor invoice;
- nomor container;
- nomor seal;
- batch;
- jumlah;
- berat;
- COA;
- nomor B/L;
- nomor GACC;
- HS Code;
- tanggal produksi.
Sistem seperti ini akan membantu traceability.
Apakah Deklarasi Impor Bisa Dilakukan Sebelum Kapal Tiba?
Dalam praktik kepabeanan, proses elektronik dan persiapan dokumen dapat dilakukan sebelum barang benar-benar selesai dibongkar. Namun, mekanisme dan waktu pengajuan aktual mengikuti prosedur Customs dan sistem yang digunakan oleh importir.
Karena itu, eksportir sebaiknya mengirimkan dokumen kepada importir lebih awal.
Dengan cara tersebut, importer dan broker memiliki waktu untuk memeriksa data.
Terlebih lagi, apabila ditemukan perbedaan antara dokumen, koreksi dapat dilakukan sebelum shipment memasuki tahapan pemeriksaan yang lebih lanjut.
Baca Juga : HS Code dan CIQ Code: Apa Perbedaannya?
Apa yang Harus Dilakukan Eksportir Indonesia Sebelum Shipment Berangkat?
Untuk Palm Oil tujuan China, eksportir sebaiknya menggunakan alur berikut:
1. Pastikan produk
Tentukan jenis Palm Oil dan spesifikasinya.
2. Tentukan klasifikasi
Pastikan HS Code berdasarkan karakteristik produk.
3. Verifikasi GACC
Pastikan fasilitas produksi memiliki registrasi yang sesuai.
4. Periksa kualitas
Pastikan COA dan dokumen QC tersedia.
5. Siapkan dokumen
Lengkapi invoice, packing list, B/L, COO, dan dokumen lainnya.
6. Lakukan document matching
Pastikan semua angka dan deskripsi konsisten.
7. Kirim dokumen kepada importer
Berikan dokumen lebih awal agar customs broker dapat melakukan pemeriksaan.
8. Pantau deklarasi
Importir atau broker melakukan customs declaration.
9. Siapkan respons pemeriksaan
Jika Customs meminta informasi tambahan, eksportir harus dapat memberikan dokumen pendukung.
Dengan demikian, proses tidak hanya bergantung pada kesiapan importir.
Baca Juga : Jasa Registrasi GACC Palm Oil Indonesia
Perbedaan Deklarasi Palm Oil dan Ekspor dari Indonesia
Perlu diperhatikan bahwa eksportir Indonesia juga harus menyelesaikan kewajiban ekspor di Indonesia.
Dengan demikian, terdapat dua sisi proses:
Sisi Indonesia:
Produksi → dokumen ekspor → PEB → customs Indonesia → loading → ekspor
Sisi China:
Arrival → import declaration → document review → conformity assessment → Customs clearance → release
Kedua proses tersebut saling berhubungan.
Sebagai contoh, data quantity pada dokumen ekspor Indonesia sebaiknya konsisten dengan data shipment yang digunakan untuk deklarasi China.
Demikian pula, deskripsi produk dan informasi produsen perlu dapat ditelusuri.
Baca Juga : Jasa Ekspor Palm Oil dan Palm Stearin ke China
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Beberapa kesalahan terlihat sederhana, tetapi dapat menyebabkan proses menjadi lebih rumit.
Menggunakan nomor GACC perusahaan lain
Ini merupakan kesalahan serius karena nomor registrasi harus berkaitan dengan produsen yang sebenarnya.
Menyamakan HS Code Indonesia dan China secara otomatis
Kode tarif nasional dapat berbeda. Karena itu, klasifikasi perlu diverifikasi untuk masing-masing negara.
Menggunakan deskripsi produk yang berbeda
Invoice menyebut Palm Olein, sedangkan COA menyebut Palm Stearin merupakan contoh ketidakkonsistenan yang harus dihindari.
Mengabaikan COA
Palm Oil merupakan produk yang spesifikasinya penting. Oleh karena itu, dokumen kualitas harus disiapkan dengan baik.
Mengirim dokumen terlambat
Jika importer dan broker menerima dokumen terlalu dekat dengan waktu kedatangan, waktu untuk melakukan pre-check menjadi lebih terbatas.
Menganggap GACC sama dengan customs clearance
GACC registration merupakan persyaratan perusahaan/produk tertentu, sedangkan declaration merupakan proses impor shipment.
Deklarasi impor Palm Oil di China merupakan salah satu tahap penting dalam proses pemasukan produk Palm Oil dari Indonesia ke pasar China. Proses ini berbeda dengan registrasi GACC, meskipun keduanya saling berkaitan.
Registrasi GACC berfokus pada perusahaan produksi makanan di luar negeri. Sementara itu, deklarasi impor berfokus pada shipment yang akan masuk ke China.
Oleh karena itu, eksportir Palm Oil Indonesia tidak cukup hanya memastikan perusahaan sudah terdaftar GACC. Selain itu, setiap shipment harus memiliki informasi dan dokumen yang konsisten.
Mulai dari Commercial Invoice, Packing List, Bill of Lading, COA, Certificate of Origin, informasi produsen, HS Code, hingga nomor GACC harus diperiksa sebelum deklarasi dilakukan.
Selanjutnya, importir atau customs broker perlu memastikan data declaration sesuai dengan ketentuan China Customs. Untuk imported food, China Customs dapat melakukan conformity assessment melalui kombinasi pemeriksaan dokumen, sertifikat, pemeriksaan fisik, sampling, dan pengujian berdasarkan persyaratan serta risiko.
Terlebih lagi, penerapan GACC Order No. 280 sejak 1 Juni 2026 membuat perusahaan perlu memperhatikan kembali status registrasi produsen, kategori produk, perubahan data perusahaan, dan penggunaan nomor registrasi dalam proses impor.
Dengan demikian, persiapan deklarasi sebaiknya dimulai sebelum kapal berangkat, bukan setelah barang tiba di pelabuhan China. Semakin awal data diverifikasi, semakin besar kesempatan untuk menemukan kesalahan pada dokumen, klasifikasi produk, nomor GACC, atau informasi shipment sebelum masuk ke tahap customs clearance.
Konsultasikan Impor Palm Oil Sekarang