Proses Customs China untuk import Palm Oil merupakan salah satu tahap penting yang harus di pahami oleh eksportir Indonesia, importir China, maupun perusahaan Palm Oil yang ingin memasuki pasar China. Meskipun perusahaan sudah memiliki registrasi GACC, barang yang di kirim tetap harus melalui proses deklarasi dan penilaian kesesuaian ketika masuk ke wilayah China.
Dengan kata lain, registrasi GACC dan customs clearance merupakan dua proses yang berbeda. Registrasi GACC berkaitan dengan status perusahaan atau fasilitas produksi makanan luar negeri. Sementara itu, customs clearance berkaitan dengan shipment atau barang tertentu yang di impor ke China.
Karena itu, perusahaan Palm Oil tidak cukup hanya memastikan fasilitas produksinya terdaftar. Sebaliknya, setiap shipment juga harus memiliki dokumen yang benar, informasi produk yang konsisten, deklarasi impor yang sesuai, serta memenuhi persyaratan keamanan pangan dan pemeriksaan yang berlaku.
Selain itu, sejak 1 Juni 2026 China menerapkan ketentuan baru berdasarkan GACC Order No. 280 mengenai registrasi perusahaan produksi, pengolahan, dan penyimpanan makanan luar negeri. Dalam aturan tersebut, edible oils and fats termasuk kategori yang membutuhkan registrasi dengan rekomendasi otoritas kompeten.
Oleh karena itu, memahami customs China untuk import Palm Oil menjadi bagian penting dari strategi ekspor Palm Oil Indonesia ke China.
Baca Juga : GACC Palm Oil: Panduan Lengkap Ekspor Palm Oil Indonesia ke China
Apa Itu Customs China untuk Import Palm Oil?
Customs China merupakan proses pemeriksaan dan pengawasan barang yang masuk ke wilayah China oleh otoritas kepabeanan China atau General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC).
Dalam konteks Palm Oil, proses tersebut mencakup deklarasi impor, pemeriksaan dokumen, penilaian kesesuaian, pemeriksaan fisik apabila di perlukan, pemeriksaan keamanan pangan, serta proses lainnya sesuai karakteristik barang dan tingkat risikonya.
China Customs menjelaskan bahwa penilaian kesesuaian untuk makanan impor dapat mencakup evaluasi sistem keamanan pangan negara asal, registrasi perusahaan produksi luar negeri, filing importir dan eksportir, pemeriksaan dokumen, pemeriksaan lapangan, sampling, pengujian, serta kombinasi berbagai tindakan pengawasan.
Dengan demikian, customs clearance tidak hanya berarti membayar bea masuk.
Sebaliknya, customs clearance merupakan proses untuk memastikan bahwa barang yang masuk memenuhi ketentuan kepabeanan, keamanan pangan, dan persyaratan impor yang relevan.
Baca Juga : GACC Palm Refinery: Persyaratan Ekspor Produk Palm Oil ke China

Perbedaan GACC Registration dan Customs Clearance
Sebelum membahas tahapan customs, hal pertama yang perlu di pahami adalah perbedaan antara registrasi GACC dan customs clearance.
| Aspek | Registrasi GACC | Customs Clearance |
|---|---|---|
| Fokus | Perusahaan/fasilitas | Shipment/barang |
| Pihak utama | Produsen luar negeri dan GACC | Importir, agen, dan Customs |
| Waktu | Sebelum atau selama status registrasi | Setiap impor |
| Tujuan | Market access dan registrasi fasilitas | Pelepasan barang |
| Dokumen | Data perusahaan dan food safety system | Declaration dan dokumen shipment |
| Hasil | Nomor/status registrasi | Barang dapat atau tidak dapat di impor |
Dengan demikian, perusahaan yang sudah memiliki nomor registrasi GACC tetap harus melakukan customs declaration untuk setiap pengiriman.
Sebaliknya, perusahaan tidak dapat menggunakan proses customs clearance sebagai pengganti kewajiban registrasi GACC apabila produk dan fasilitasnya memang berada dalam ruang lingkup registrasi.
Baca Juga : Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery Indonesia
Apakah Palm Oil Wajib Memiliki Registrasi GACC?
Untuk kategori edible oils and fats, registrasi GACC termasuk kategori yang memerlukan rekomendasi resmi dari otoritas kompeten negara asal.
Announcement No. 27 of 2026 mencantumkan 食用油脂 atau edible oils and fats dalam daftar makanan yang memerlukan official recommendation registration.
Karena itu, perusahaan Palm Oil Indonesia perlu memastikan status registrasi fasilitas produksinya sebelum melakukan ekspor komersial ke China.
Namun demikian, memiliki registrasi GACC bukan berarti seluruh proses impor otomatis selesai.
Setelah barang di kirim, importir China tetap harus melakukan deklarasi impor sesuai ketentuan.
Baca Juga : Syarat GACC untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia
Alur Customs China untuk Import Palm Oil
Secara sederhana, alur import Palm Oil dapat di gambarkan sebagai berikut:
Produsen Indonesia → Registrasi GACC → Persiapan Shipment → Pengiriman → Kedatangan di China → Customs Declaration → Pemeriksaan Dokumen → Penilaian Kesesuaian → Pemeriksaan/Sampling Jika Diperlukan → Customs Release
Selanjutnya, apabila barang dinyatakan memenuhi persyaratan, barang dapat di lepas untuk proses berikutnya.
Namun, jika di temukan ketidaksesuaian, Customs dapat meminta perbaikan, pemeriksaan tambahan, technical treatment, return, atau tindakan lain sesuai jenis ketidaksesuaian.
Karena itu, kesiapan sebelum barang berangkat sangat penting.
Baca Juga : GACC Registration Number untuk Palm Oil: Fungsi dan Cara Cek
Tahap 1: Pastikan Produk Memiliki Market Access
Sebelum shipment dilakukan, perusahaan harus memastikan produk dan negara asal memenuhi persyaratan untuk masuk ke China.
Hal ini penting karena Customs China tidak hanya memeriksa dokumen shipment.
Sebaliknya, terdapat persyaratan mengenai negara asal, kategori produk, fasilitas produksi, keamanan pangan, serta persyaratan lain sesuai jenis komoditas.
Untuk makanan yang termasuk dalam sistem registrasi perusahaan produksi luar negeri, status registrasi fasilitas menjadi salah satu kondisi penting dalam penilaian impor.
Oleh sebab itu, sebaiknya perusahaan melakukan pemeriksaan market access sebelum kontrak ekspor di selesaikan.
Baca Juga : Cara Cek Perusahaan Palm Oil yang Sudah Terdaftar GACC
Tahap 2: Pastikan GACC Number Aktif dan Sesuai
Selanjutnya, perusahaan perlu memastikan nomor registrasi GACC yang di gunakan benar.
Data tersebut harus sesuai dengan fasilitas yang benar-benar memproduksi Palm Oil.
Selain itu, nama perusahaan, alamat fasilitas, kategori produk, dan informasi lainnya harus konsisten.
Berdasarkan ketentuan implementasi 2026, ketika makanan impor di deklarasikan sebagai barang untuk konsumsi manusia atau sebagai bahan baku pengolahan makanan, nomor registrasi produsen luar negeri yang di berikan GACC dan sesuai dengan negara asal harus di masukkan dalam bagian Product Qualification pada customs declaration, dengan kategori lisensi 519 untuk registrasi produsen makanan luar negeri.
Jika informasi tersebut tidak diisi sesuai ketentuan, Customs dapat menolak menerima deklarasi.
Karena itu, GACC number harus di periksa sebelum dokumen shipment di kirim kepada importir.
Baca Juga : Masa Berlaku Registrasi GACC Palm Oil dan Cara Perpanjangannya
Tahap 3: Pastikan Importir China Terdaftar
Selain produsen luar negeri, importir China juga memiliki kewajiban dalam proses impor.
China Customs menyatakan bahwa importir makanan dan eksportir atau agen luar negeri yang terkait dengan makanan impor perlu melakukan filing sesuai ketentuan.
Dengan demikian, eksportir Indonesia tidak seharusnya hanya berfokus pada dokumen pabrik.
Sebaliknya, koordinasi dengan importir China perlu dilakukan sejak awal.
Importir biasanya menjadi pihak yang menangani customs declaration di China atau menunjuk customs broker yang menjalankan proses tersebut.
Baca Juga : HS Code Palm Oil untuk Ekspor ke China
Tahap 4: Tentukan HS Code Palm Oil
Sebelum deklarasi, produk harus diklasifikasikan dengan benar.
Palm Oil memiliki beberapa bentuk dan fraksi. Misalnya:
- crude palm oil;
- refined palm oil;
- palm olein;
- palm stearin;
- produk fraksi lainnya.
Karena itu, HS Code tidak boleh di tentukan hanya berdasarkan nama dagang.
Sebaliknya, klasifikasi harus mempertimbangkan karakteristik produk, tingkat pemurnian, fraksinasi, melting point jika relevan, serta ketentuan tarif China yang berlaku.
Selain itu, perlu di bedakan antara kode yang di gunakan dalam sistem kepabeanan Indonesia dan kode yang di gunakan dalam deklarasi China.
Dengan demikian, eksportir tidak boleh langsung menganggap kode 10 digit China sama dengan kode yang di gunakan pada PEB Indonesia.
Baca Juga : HS Code 1511902001: Palm Stearin 50–56°C
Tahap 5: Cocokkan Deskripsi Produk
Setelah HS Code di tentukan, deskripsi barang juga harus konsisten.
Misalnya, jangan menggunakan deskripsi “Palm Oil” pada satu dokumen tetapi “Palm Stearin” pada dokumen lain jika produk sebenarnya sama dan memiliki karakteristik yang berbeda.
Sebaliknya, deskripsi harus menjelaskan produk secara cukup jelas, termasuk jenis produk, bentuk, grade atau spesifikasi komersial apabila di perlukan.
Dengan demikian, Customs dapat memahami barang yang sebenarnya di impor.
Baca Juga : HS Code 1511902001 untuk Ekspor Palm Stearin Indonesia ke China
Tahap 6: Siapkan Commercial Invoice
Commercial Invoice merupakan salah satu dokumen utama dalam proses perdagangan internasional.
Invoice biasanya mencantumkan:
- nama eksportir;
- nama importir;
- nomor invoice;
- tanggal invoice;
- deskripsi produk;
- quantity;
- unit;
- unit price;
- total value;
- currency;
- Incoterms;
- country of origin;
- informasi kontrak atau purchase order.
Karena itu, informasi invoice harus konsisten dengan customs declaration.
Selain itu, nilai transaksi pada invoice dapat menjadi bagian dari informasi yang di gunakan dalam proses kepabeanan dan penilaian impor.
Baca Juga : Perbedaan HS Code 1511902001 dan 1511902090
Tahap 7: Siapkan Packing List
Packing List menjelaskan karakteristik fisik shipment.
Dokumen tersebut dapat mencantumkan:
- jumlah package;
- net weight;
- gross weight;
- container number;
- seal number;
- shipping marks;
- jenis kemasan;
- informasi produk.
Untuk Palm Oil yang di kirim dalam bulk atau flexitank, informasi kemasan dan container menjadi sangat penting.
Selanjutnya, data tersebut harus konsisten dengan Bill of Lading.
Jika berat atau jumlah container berbeda antara Packing List dan dokumen lain, importir dapat di minta memberikan klarifikasi.
Baca Juga : Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin
Tahap 8: Siapkan Bill of Lading
Bill of Lading atau B/L merupakan dokumen transportasi yang menunjukkan informasi shipment.
Informasi yang biasanya perlu di periksa antara lain:
- shipper;
- consignee;
- notify party;
- vessel;
- voyage;
- port of loading;
- port of discharge;
- container;
- seal;
- cargo description;
- quantity;
- weight.
Selain itu, informasi B/L sebaiknya konsisten dengan invoice dan packing list.
Dengan demikian, Customs dapat mencocokkan informasi barang dari beberapa dokumen.
Baca Juga : HS Code Palm Oil RBD untuk Ekspor ke China
Tahap 9: Siapkan Certificate of Analysis
Untuk Palm Oil, Certificate of Analysis atau COA dapat menjadi dokumen penting untuk menunjukkan hasil pengujian kualitas batch tertentu.
Parameter pengujian bergantung pada produk dan spesifikasi yang di sepakati.
Beberapa parameter yang dapat di gunakan antara lain:
- moisture and volatile matter;
- insoluble impurities;
- acid value;
- peroxide value;
- iodine value;
- saponification value;
- melting point atau parameter terkait;
- fatty acid composition.
Namun, parameter tersebut tidak otomatis semuanya wajib untuk setiap produk.
Sebaliknya, pengujian harus di sesuaikan dengan standar produk, kontrak, spesifikasi pembeli, serta ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Cara Menentukan HS Code Palm Oil yang Tepat
Tahap 10: Pastikan Certificate of Origin
Certificate of Origin atau COO di gunakan untuk membuktikan asal barang.
Untuk transaksi Indonesia-China, COO dapat menjadi penting terutama apabila importir ingin menggunakan fasilitas tarif preferensial berdasarkan perjanjian perdagangan yang relevan dan barang memenuhi Rules of Origin.
Namun, COO tidak sama dengan registrasi GACC.
Dengan demikian:
COO = bukti asal barang
sedangkan:
GACC Registration = registrasi fasilitas/perusahaan makanan luar negeri
Keduanya mempunyai fungsi yang berbeda.
Baca Juga : Kesalahan HS Code Palm Oil yang Bisa Menghambat Customs Clearance China
Tahap 11: Customs Declaration di China
Setelah barang tiba atau memasuki tahapan deklarasi, importir atau customs broker melakukan customs declaration.
Dalam proses ini, informasi barang di masukkan ke dalam sistem deklarasi Customs.
Menurut panduan resmi China Customs, perusahaan deklaran mengajukan customs declaration dan mengunggah dokumen terkait secara elektronik. Selanjutnya, Customs melakukan pemeriksaan terhadap data yang di sampaikan. Jika data belum sesuai, perusahaan dapat di minta melakukan koreksi atau melengkapi dokumen.
Karena itu, kesalahan pada tahap declaration dapat memperlambat proses clearance.
Baca Juga : Apa Itu Palm Stearin? Pengertian dan Fungsinya
Tahap 12: Pemeriksaan Dokumen
Setelah declaration di terima, Customs dapat melakukan pemeriksaan dokumen.
Informasi yang dapat di bandingkan mencakup:
- importer;
- exporter;
- manufacturer;
- country of origin;
- HS Code;
- quantity;
- weight;
- value;
- GACC number;
- product description;
- supporting certificates.
Selanjutnya, jika data konsisten dan tidak terdapat masalah, proses dapat di lanjutkan.
Namun, jika terdapat perbedaan, Customs dapat meminta penjelasan atau dokumen tambahan.
Baca Juga : Spesifikasi Palm Stearin HS Code 1511902001
Tahap 13: Penilaian Kesesuaian Makanan
Untuk makanan impor, China Customs menerapkan imported food conformity assessment.
Penilaian tersebut dapat mencakup berbagai aktivitas, termasuk pemeriksaan dokumen, pemeriksaan di lapangan, sampling, pengujian, dan pengawasan lainnya sesuai tingkat risiko.
Karena itu, proses tidak selalu sama untuk setiap shipment.
Dengan kata lain, satu shipment mungkin selesai setelah pemeriksaan dokumen, sedangkan shipment lain dapat mengalami pemeriksaan atau pengujian tambahan.
Baca Juga : Melting Point Palm Stearin 50–56°C dan Hubungannya dengan HS Code
Tahap 14: Pemeriksaan Fisik Jika Diperlukan
Customs dapat melakukan pemeriksaan terhadap barang berdasarkan prosedur pengawasan dan tingkat risiko.
Pada tahap ini, informasi fisik barang dapat di bandingkan dengan dokumen.
Misalnya:
- jenis produk;
- quantity;
- container;
- packaging;
- marking;
- label;
- batch;
- country of origin.
Oleh karena itu, eksportir perlu memastikan bahwa barang yang di kirim benar-benar sesuai dengan dokumen.
Baca Juga : Kegunaan Palm Stearin untuk Industri
Tahap 15: Sampling dan Laboratory Testing
Dalam kondisi tertentu, Customs dapat melakukan sampling atau pengujian.
Hal ini merupakan bagian dari penilaian kesesuaian makanan impor.
Jika hasil pengujian memenuhi persyaratan, proses dapat dilanjutkan.
Namun, apabila di temukan ketidaksesuaian, tindakan yang di ambil bergantung pada jenis masalahnya.
China Customs menjelaskan bahwa makanan yang memenuhi penilaian kesesuaian dapat di izinkan masuk, sedangkan makanan yang tidak memenuhi persyaratan dapat di kenai tindakan seperti technical treatment, return, atau destruction sesuai jenis ketidaksesuaian.
Baca Juga : Palm Stearin untuk Bahan Baku Industri Makanan
Tahap 16: Pemeriksaan Label dan Informasi Produk
Selain keamanan pangan, informasi produk juga perlu di perhatikan.
Eksportir dan importir harus memastikan bahwa label dan informasi yang di wajibkan sesuai dengan ketentuan China.
Untuk produk makanan, informasi dapat berkaitan dengan nama produk, produsen, asal, berat, batch, tanggal, dan informasi lain sesuai kategori dan ketentuan pelabelan yang berlaku.
Karena itu, label tidak sebaiknya di buat hanya berdasarkan label pasar Indonesia.
Sebaliknya, importir China perlu memastikan desain dan informasi label sesuai dengan persyaratan pasar China.
Baca Juga : Palm Stearin untuk Industri Oleochemical
Tahap 17: Pemeriksaan Nomor Registrasi GACC
Nomor registrasi produsen merupakan salah satu informasi yang penting dalam deklarasi makanan impor.
Implementasi 2026 menetapkan bahwa nomor registrasi produsen luar negeri yang relevan harus di masukkan secara akurat dalam bagian yang di tentukan pada customs declaration. Jika deklarasi tidak sesuai ketentuan, Customs dapat tidak menerima deklarasi tersebut.
Dengan demikian, kesalahan nomor GACC bukan sekadar kesalahan administratif kecil.
Kesalahan tersebut dapat memengaruhi penerimaan customs declaration.
Baca Juga : Perbedaan Palm Stearin, Palm Olein dan Palm Oil
Tahap 18: Pembayaran Bea Masuk dan Pajak
Setelah berbagai persyaratan terpenuhi, importir juga harus menyelesaikan kewajiban kepabeanan dan pajak yang berlaku.
Jumlahnya bergantung pada:
- HS Code;
- customs value;
- negara asal;
- fasilitas tarif;
- jenis produk;
- kebijakan perdagangan yang berlaku.
Baca Juga : Dokumen Ekspor Palm Oil dari Indonesia ke China
Karena itu, tidak tepat menggunakan satu angka tarif universal untuk seluruh Palm Oil.
Sebaliknya, importir harus memeriksa tarif yang berlaku untuk HS Code produk pada saat import declaration.
Selain itu, jika menggunakan tarif preferensial berdasarkan perjanjian perdagangan, persyaratan origin harus di penuhi dan dokumen yang sesuai harus tersedia.
Baca Juga : Commercial Invoice Palm Oil untuk Ekspor ke China
Tahap 19: Customs Release
Apabila barang memenuhi persyaratan penilaian kesesuaian dan kewajiban kepabeanan telah di selesaikan, Customs dapat memberikan izin pelepasan barang.
China Customs menjelaskan bahwa makanan impor yang lolos conformity assessment dapat di izinkan masuk. Sebaliknya, barang yang tidak memenuhi persyaratan dapat di kenai tindakan sesuai kategori ketidaksesuaian.
Dengan demikian, customs release merupakan hasil dari rangkaian proses, bukan hanya hasil dari pembayaran pajak.
Baca Juga : Packing List Palm Oil untuk Customs China
Berapa Lama Customs Clearance Palm Oil di China?
Tidak ada satu waktu standar yang dapat di terapkan untuk semua shipment Palm Oil.
China Customs sendiri menjelaskan bahwa periode penilaian kesesuaian berbeda berdasarkan jenis makanan, item pemeriksaan, dan ketentuan yang berlaku. Waktu yang di gunakan perusahaan untuk technical treatment atau prosedur customs lainnya juga tidak termasuk dalam periode penilaian tersebut.
Baca Juga : Certificate of Analysis Palm Stearin untuk Ekspor China
Karena itu, waktu clearance dapat di pengaruhi oleh:
- kelengkapan dokumen;
- ketepatan declaration;
- HS Code;
- kondisi shipment;
- pelabuhan;
- pemeriksaan fisik;
- sampling;
- laboratory testing;
- koreksi dokumen;
- status GACC;
- hasil conformity assessment;
- kewajiban pajak dan tarif.
Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya tidak menjanjikan waktu clearance tertentu tanpa mengetahui karakteristik shipment.
Baca Juga : Certificate of Origin Palm Oil untuk China
Penyebab Customs China Menahan Palm Oil
Ada beberapa kondisi yang dapat membuat proses clearance membutuhkan tindakan tambahan.
1. Data Dokumen Tidak Konsisten
Misalnya, quantity pada invoice berbeda dengan packing list.
Selanjutnya, berat pada B/L berbeda dengan dokumen lain.
Perbedaan seperti ini dapat menimbulkan pertanyaan dan kebutuhan klarifikasi.
Baca Juga : Bill of Lading Palm Oil: Fungsi dan Persyaratannya
2. GACC Number Tidak Sesuai
Jika nomor registrasi produsen tidak sesuai atau tidak dapat di gunakan untuk declaration, proses dapat mengalami hambatan.
3. HS Code Bermasalah
Klasifikasi yang tidak tepat dapat memengaruhi tarif dan persyaratan impor.
4. Produk Tidak Sesuai Declaration
Jika barang aktual berbeda dengan informasi declaration, Customs dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga : Cara Ekspor Palm Oil dari Indonesia ke China
5. Dokumen Pendukung Kurang
Apabila dokumen yang di butuhkan belum tersedia, importir dapat di minta melengkapinya.
6. Hasil Pemeriksaan Tidak Sesuai
Jika ditemukan masalah pada barang atau hasil pengujian, tindakan lanjutan dapat di perlukan.
Baca Juga : Alur Ekspor Palm Oil melalui GACC dan Customs China
Apa yang Terjadi Jika Palm Oil Tidak Lolos Customs China?
Tindakan Customs bergantung pada jenis ketidaksesuaian.
Untuk masalah tertentu yang berkaitan dengan keamanan, kesehatan, atau perlindungan lingkungan, panduan resmi China Customs menyebutkan bahwa barang dapat di perintahkan untuk di hancurkan atau di kembalikan. Sementara itu, untuk ketidaksesuaian lainnya, technical treatment dapat di lakukan di bawah pengawasan Customs dan barang baru dapat di gunakan atau di jual setelah memenuhi persyaratan.
Karena itu, eksportir sebaiknya tidak menganggap semua masalah customs akan berakhir dengan return.
Sebaliknya, tindakan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan dan jenis pelanggaran.
Baca Juga : Tahapan Customs Clearance Palm Oil di China
Dokumen Customs China untuk Import Palm Oil
Berikut dokumen yang umumnya perlu di persiapkan dan di koordinasikan:
| Dokumen | Fungsi |
|---|---|
| Commercial Invoice | Nilai dan transaksi |
| Packing List | Detail fisik shipment |
| Bill of Lading | Dokumen transportasi |
| Certificate of Analysis | Hasil pengujian |
| Certificate of Origin | Bukti asal barang |
| GACC Registration Number | Identifikasi produsen terdaftar |
| Import Declaration | Deklarasi kepada Customs |
| Contract/PO | Bukti transaksi |
| Dokumen teknis | Sesuai kebutuhan produk |
| Dokumen lainnya | Sesuai permintaan Customs |
Namun, daftar aktual dapat berbeda tergantung produk, mode impor, persyaratan China, dan karakteristik shipment.
Baca Juga : Berapa Lama Proses Ekspor Palm Oil ke China?
Hubungan Customs China dengan HS Code Palm Oil
HS Code merupakan bagian penting dari proses customs karena klasifikasi barang memengaruhi tarif dan persyaratan yang berlaku.
Palm Oil sendiri dapat memiliki klasifikasi berbeda tergantung karakteristiknya.
Misalnya, crude palm oil tidak boleh secara otomatis di samakan dengan refined palm oil. Begitu pula palm olein tidak selalu sama dengan palm stearin.
Selain itu, produk dengan karakteristik fisik berbeda dapat masuk ke subkategori berbeda.
Karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa klasifikasi di lakukan berdasarkan karakteristik aktual produk.
Baca Juga : Biaya Ekspor Palm Oil Indonesia ke China
Customs China untuk RBD Palm Oil
RBD Palm Oil merupakan produk yang telah mengalami refining, bleaching, dan deodorization.
Untuk proses import China, perusahaan harus memastikan deskripsi produk, spesifikasi, dan klasifikasi tarif sesuai dengan karakteristik aktual.
Selanjutnya, informasi tersebut harus konsisten antara:
Commercial Invoice → Packing List → B/L → COA → Customs Declaration.
Dengan demikian, risiko pertanyaan akibat perbedaan deskripsi dapat dikurangi.
Baca Juga : GACC Compliance untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia
Customs China untuk Palm Olein
Palm Olein merupakan fraksi cair Palm Oil.
Karena itu, karakteristik fisiknya berbeda dari Palm Stearin.
Dalam customs declaration, perusahaan perlu menggunakan klasifikasi yang sesuai dengan karakteristik produk dan tarif China yang berlaku.
Selain itu, COA dan spesifikasi teknis dapat membantu menjelaskan produk apabila terdapat kebutuhan klarifikasi.
Baca Juga : Food Safety Requirement Palm Oil untuk China
Customs China untuk Palm Stearin
Palm Stearin merupakan fraksi yang lebih padat di bandingkan Palm Olein.
Karena itu, parameter seperti melting point atau parameter terkait dapat menjadi bagian dari spesifikasi produk.
Namun, perusahaan tidak boleh menentukan HS Code hanya berdasarkan satu parameter tanpa memeriksa keseluruhan uraian tarif yang berlaku.
Dengan demikian, klasifikasi perlu dilakukan secara hati-hati berdasarkan karakteristik aktual dan ketentuan China.
Baca Juga : Traceability Palm Oil untuk Persyaratan GACC
Peran Customs Broker di China
Importir dapat menggunakan customs broker untuk membantu proses declaration.
Broker dapat membantu:
- memasukkan data customs;
- menyiapkan declaration;
- berkomunikasi dengan Customs;
- menangani dokumen;
- memonitor status;
- mengoordinasikan pemeriksaan.
Namun demikian, penggunaan broker tidak menghilangkan tanggung jawab importir dan pihak terkait atas kebenaran data.
Karena itu, eksportir Indonesia tetap perlu memberikan data yang akurat kepada importir atau broker.
Baca Juga : Food Safety Management System untuk Palm Refinery
Cara Menghindari Masalah Customs China untuk Palm Oil
1. Periksa Dokumen Sebelum Shipment
Sebelum container berangkat, lakukan document cross-check.
Pastikan invoice, packing list, B/L, COA, COO, dan data GACC konsisten.
2. Validasi HS Code
Kemudian, pastikan HS Code sudah di periksa berdasarkan karakteristik produk.
Baca Juga : Audit dan Pemeriksaan GACC terhadap Palm Refinery
3. Pastikan GACC Number Benar
Selanjutnya, pastikan nomor GACC fasilitas yang memproduksi barang benar dan masih berlaku.
4. Pastikan Batch Dapat Ditelusuri
Selain itu, pastikan COA dan production record dapat di kaitkan dengan batch shipment.
Baca Juga : Penyebab Registrasi GACC Palm Oil Ditolak
5. Koordinasi dengan Importer
Importir China harus mengetahui dokumen dan spesifikasi produk sebelum shipment berangkat.
6. Gunakan Customs Broker yang Memahami Produk
Jika menggunakan broker, pilih pihak yang memahami customs declaration untuk makanan dan produk minyak nabati.
7. Jangan Mengubah Informasi Secara Sembarangan
Jika terdapat perubahan shipment, informasikan kepada pihak terkait dan pastikan data declaration diperbarui secara benar.
Baca Juga : Penyebab Registrasi GACC Palm Oil Ditangguhkan
Checklist Sebelum Palm Oil Di kirim ke China
Gunakan checklist berikut sebelum shipment:
Registrasi
- Produsen memiliki registrasi GACC yang sesuai
- GACC number masih berlaku
- Data fasilitas sesuai
- Kategori produk sesuai
- Nomor GACC di berikan kepada importir
Baca Juga : Cara Mengatasi Masalah Registrasi GACC Palm Oil
Produk
- Nama produk benar
- Spesifikasi sesuai
- HS Code sudah diverifikasi
- Batch number tersedia
- Quantity sesuai kontrak
Dokumen
- Invoice
- Packing List
- B/L
- COA
- COO jika diperlukan
- Contract/PO
- Dokumen teknis jika di perlukan
Baca Juga : Deklarasi Impor Palm Oil di China
Customs
- Importer sudah siap declaration
- Customs broker sudah menerima dokumen
- Data GACC sudah di masukkan dengan benar
- Customs value sudah di periksa
- Tarif dan pajak sudah di perhitungkan
- Persyaratan tambahan sudah di periksa
Kesalahan Customs China yang Sering Terjadi
Salah HS Code
Kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan perbedaan tarif atau kebutuhan dokumen.
Karena itu, jangan menentukan HS Code hanya berdasarkan nama dagang.
Salah Nomor GACC
Selanjutnya, kesalahan nomor registrasi produsen dapat menghambat penerimaan declaration.
Deskripsi Produk Tidak Konsisten
Jika invoice menyebut satu produk dan declaration menyebut produk lain, Customs dapat meminta klarifikasi.
Baca Juga : HS Code dan CIQ Code: Apa Perbedaannya?
Berat Tidak Sama
Perbedaan berat antara invoice, packing list, B/L, dan declaration perlu di jelaskan.
COA Tidak Sesuai Batch
COA harus dapat di telusuri ke produk yang di kirim.
Importer Belum Siap
Selain dokumen eksportir, kesiapan importir juga sangat menentukan.
Menganggap GACC = Customs Clearance
Ini merupakan salah satu kesalahan konsep yang penting di hindari.
GACC registration memberikan dasar market access untuk fasilitas yang di wajibkan terdaftar, sedangkan customs clearance tetap dilakukan pada setiap shipment.
Baca Juga : Jasa Registrasi GACC Palm Oil Indonesia
Customs China dan GACC Order No. 280
Sejak 1 Juni 2026, Order No. 280 berlaku menggantikan Order No. 248. Aturan baru tersebut mengatur registrasi perusahaan produksi, pengolahan, dan penyimpanan makanan luar negeri yang mengekspor makanan ke China.
Selain itu, GACC menetapkan bahwa perusahaan yang terdaftar harus mencantumkan nomor registrasi China atau nomor registrasi yang di setujui otoritas kompeten negara asal pada kemasan makanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemudian, implementasi 2026 juga menjelaskan hubungan antara nomor registrasi produsen dengan customs declaration.
Untuk makanan yang masuk China sebagai barang konsumsi manusia atau bahan baku pengolahan makanan, nomor registrasi produsen luar negeri harus di isi secara akurat dalam bagian Product Qualification pada declaration.
Karena itu, perubahan regulasi tersebut membuat konsistensi antara GACC registration dan customs declaration semakin penting.
Baca Juga : Jasa Ekspor Palm Oil dan Palm Stearin ke China
Apakah Barang yang Sudah Dikirim Sebelum Penangguhan Tetap Bisa Diproses?
Ketentuan implementasi 2026 memberikan aturan khusus mengenai shipment yang telah di kirim sebelum tanggal penangguhan, pembatalan, atau pencabutan registrasi.
Untuk produsen yang registrasinya ditangguhkan, di batalkan, atau dicabut, deklarasi atas makanan yang sudah dikirim sebelum tanggal tindakan tersebut tidak terpengaruh oleh tindakan tersebut, sesuai ketentuan implementasi yang berlaku.
Namun, perusahaan tetap perlu memperhatikan kondisi shipment secara spesifik dan mengikuti instruksi Customs.
Karena itu, tanggal dispatch, status registrasi, dan dokumen shipment perlu dicatat dengan baik.
Apakah Customs China Selalu Memeriksa Fisik Palm Oil?
Tidak selalu.
Penilaian kesesuaian makanan dapat menggunakan berbagai metode, termasuk pemeriksaan dokumen, pemeriksaan lapangan, sampling, pengujian, serta kombinasi tindakan lainnya.
Dengan demikian, tidak tepat menganggap setiap container Palm Oil pasti dibuka dan diperiksa secara fisik.
Sebaliknya, jenis dan intensitas pemeriksaan dapat berbeda berdasarkan risiko dan kondisi shipment.
Apakah Customs Clearance Sama dengan Pemeriksaan GACC?
Tidak.
Pemeriksaan GACC terhadap perusahaan berkaitan dengan status perusahaan produksi luar negeri dan pemenuhan persyaratan registrasi.
Sementara itu, customs clearance berkaitan dengan importasi barang tertentu.
Namun demikian, keduanya saling berhubungan.
Misalnya, status GACC produsen dapat menjadi salah satu persyaratan dalam customs declaration untuk produk yang wajib registrasi.
Karena itu, perusahaan perlu mengelola keduanya secara terintegrasi.
Strategi Customs Compliance untuk Eksportir Palm Oil Indonesia
Agar proses impor berjalan lebih lancar, eksportir dapat membangun sistem China Customs Compliance.
Sistem tersebut dapat mencakup:
1. Product Classification
Tentukan HS Code dan deskripsi produk.
2. GACC Compliance
Pastikan fasilitas produsen terdaftar.
3. Document Control
Pastikan seluruh dokumen konsisten.
4. Quality Control
Pastikan COA berdasarkan batch aktual.
5. Shipment Control
Pastikan container, quantity, dan batch sesuai.
6. Importer Coordination
Berikan dokumen tepat waktu.
7. Customs Declaration Review
Mintakan importir atau broker melakukan pre-check sebelum declaration.
Dengan demikian, potensi masalah dapat ditemukan sebelum kapal tiba di China.
Customs China untuk import Palm Oil
Customs China untuk import Palm Oil merupakan proses yang berbeda dari registrasi GACC. Registrasi GACC berhubungan dengan status perusahaan atau fasilitas produksi makanan luar negeri, sedangkan customs clearance berkaitan dengan shipment yang masuk ke China.
Karena itu, perusahaan Palm Oil Indonesia perlu mempersiapkan kedua aspek tersebut secara bersamaan.
Pertama, fasilitas produksi harus memenuhi ketentuan registrasi GACC apabila termasuk kategori wajib registrasi. Selanjutnya, nomor registrasi harus digunakan secara tepat dalam proses import declaration. Berdasarkan ketentuan implementasi 2026, nomor registrasi produsen luar negeri harus dicantumkan secara akurat dalam bagian Product Qualification pada customs declaration untuk makanan yang masuk China.
Kemudian, importir perlu memastikan HS Code, invoice, packing list, B/L, COA, COO, quantity, value, dan informasi produk konsisten. Setelah itu, Customs China melakukan proses declaration dan conformity assessment sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, perusahaan harus memahami bahwa pemeriksaan tidak selalu berarti pemeriksaan fisik. China Customs dapat melakukan pemeriksaan dokumen, pemeriksaan lapangan, sampling, pengujian, maupun kombinasi berbagai tindakan berdasarkan risiko.
Dengan demikian, keberhasilan import Palm Oil ke China sangat bergantung pada GACC compliance + customs compliance + document consistency + product compliance.
Pada akhirnya, eksportir yang ingin menjaga kelancaran pengiriman Palm Oil sebaiknya melakukan pemeriksaan dokumen sebelum shipment berangkat. Selain itu, koordinasi antara produsen Indonesia, eksportir, importir China, customs broker, dan tim quality control perlu dilakukan sejak awal.
Dengan persiapan tersebut, proses customs China dapat dikelola secara lebih terstruktur dan risiko keterlambatan akibat kesalahan dokumen, nomor GACC, klasifikasi produk, maupun ketidaksesuaian barang dapat diminimalkan.
Konsultasikan Impor Palm Oil Sekarang