Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery Indonesia menjadi topik penting bagi perusahaan yang memproduksi dan mengolah minyak sawit untuk tujuan ekspor ke China. Sebab, perusahaan palm refinery yang menghasilkan produk pangan tidak hanya harus memenuhi ketentuan ekspor Indonesia, tetapi juga perlu memperhatikan persyaratan registrasi perusahaan pangan luar negeri yang di tetapkan oleh otoritas China.
Selain itu, aturan registrasi GACC mengalami perubahan penting pada 2026. GACC Decree 280 mulai berlaku pada 1 Juni 2026 dan menggantikan Decree 248. Perubahan tersebut penting di perhatikan karena kategori edible oil and fats termasuk kelompok produk yang memerlukan mekanisme registrasi dengan rekomendasi otoritas kompeten negara asal.
Oleh karena itu, perusahaan palm refinery Indonesia yang ingin mengekspor refined palm oil, palm olein, palm stearin, atau produk minyak sawit pangan lainnya ke China perlu memahami prosedur registrasi secara menyeluruh.
Baca Juga : GACC Palm Oil: Panduan Lengkap Ekspor Palm Oil Indonesia ke China
Namun, registrasi GACC bukan sekadar membuat akun dan mengisi formulir. Sebaliknya, perusahaan harus menyiapkan fasilitas produksi, legalitas, sistem keamanan pangan, informasi produk, sistem ketertelusuran, dokumen pendukung, serta koordinasi dengan otoritas Indonesia.
Artikel ini membahas cara registrasi GACC untuk palm refinery Indonesia secara lengkap, mulai dari menentukan kategori produk, menyiapkan fasilitas, dokumen, pengajuan, rekomendasi otoritas, evaluasi, sampai memperoleh dan mempertahankan registrasi.
Baca Juga : GACC Palm Refinery: Persyaratan Ekspor Produk Palm Oil ke China

Apa Itu Registrasi GACC untuk Palm Refinery?
GACC merupakan singkatan dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China.
Dalam perdagangan pangan internasional, GACC memiliki peranan penting dalam mengawasi perusahaan produksi pangan luar negeri yang memasok produk ke China.
Sementara itu, palm refinery adalah fasilitas yang mengolah atau memurnikan minyak sawit menjadi produk dengan spesifikasi tertentu.
Karena itu, registrasi GACC untuk palm refinery dapat di pahami sebagai proses pendaftaran fasilitas atau perusahaan produksi pangan luar negeri yang menghasilkan produk palm oil yang masuk dalam cakupan pengawasan pangan China.
Baca Juga : Syarat GACC untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia
Dengan demikian, registrasi tersebut berkaitan erat dengan produsen, bukan hanya pihak yang menjual atau mengirim barang.
Misalnya, PT A memiliki refinery di Indonesia dan menghasilkan refined palm oil. PT B bertindak sebagai trader, sedangkan PT C di China menjadi importir.
Dalam struktur tersebut, perusahaan yang memproduksi produk pangan harus di perhatikan dalam proses registrasi.
Oleh karena itu, perusahaan perlu menentukan sejak awal siapa pihak yang menjadi overseas food manufacturer.
Baca Juga : GACC Registration Number untuk Palm Oil: Fungsi dan Cara Cek
Mengapa Palm Refinery Perlu Registrasi GACC?
Palm refinery yang menghasilkan minyak pangan termasuk bagian dari rantai pasok pangan.
Selain itu, China menerapkan sistem registrasi untuk perusahaan pangan luar negeri berdasarkan kategori produk.
Salah satu kategori yang relevan adalah edible oil and fats.
Karena itu, perusahaan yang menghasilkan refined palm oil untuk pasar China harus memeriksa kewajiban registrasinya berdasarkan jenis produk dan klasifikasi yang berlaku.
Registrasi penting karena data produsen dapat di gunakan dalam proses pemeriksaan dan pengawasan impor.
Selanjutnya, status registrasi juga berkaitan dengan kemampuan produk untuk memasuki pasar China.
Dengan demikian, perusahaan sebaiknya menyelesaikan pemetaan regulasi sebelum membuat jadwal shipment.
Baca Juga : Cara Cek Perusahaan Palm Oil yang Sudah Terdaftar GACC
Perubahan dari GACC Decree 248 ke Decree 280
Salah satu hal paling penting dalam cara registrasi GACC saat ini adalah perubahan regulasi.
Sebelumnya, banyak panduan menggunakan GACC Decree 248 sebagai dasar registrasi perusahaan produksi pangan luar negeri.
Namun, mulai 1 Juni 2026, Decree 280 mulai berlaku dan menggantikan Decree 248.
Baca Juga : Masa Berlaku Registrasi GACC Palm Oil dan Cara Perpanjangannya
Perubahan tersebut membawa sistem baru mengenai registrasi dan pengawasan perusahaan pangan luar negeri.
Karena itu, perusahaan palm refinery yang memulai proses registrasi pada 2026 perlu menggunakan ketentuan terbaru.
Jangan hanya mengandalkan tutorial lama yang di terbitkan sebelum Juni 2026.
Selain itu, perusahaan yang sudah memiliki registrasi lama juga perlu memeriksa apakah status registrasi dan mekanisme perpanjangannya terdampak oleh aturan baru.
Baca Juga : HS Code Palm Oil untuk Ekspor ke China
Apakah Palm Refinery Termasuk Produk yang Wajib Registrasi?
Hal tersebut bergantung pada jenis produk yang di hasilkan.
Namun, untuk produk yang masuk kategori edible oil and fats, kewajiban registrasi perlu di perhatikan secara khusus.
Refined palm oil yang di gunakan sebagai minyak pangan atau bahan pangan pada umumnya perlu di analisis dalam kategori tersebut.
Sementara itu, produk yang di gunakan untuk tujuan non-pangan dapat memiliki perlakuan regulasi berbeda.
Baca Juga : HS Code 1511902001: Palm Stearin 50–56°C
Oleh karena itu, jangan menentukan kewajiban registrasi hanya berdasarkan kata “palm oil”.
Perusahaan harus melihat:
- jenis produk;
- proses produksi;
- penggunaan produk;
- HS Code;
- kategori GACC;
- dan ketentuan China yang berlaku.
Dengan demikian, penentuan kategori menjadi langkah pertama sebelum pengajuan.
Baca Juga : HS Code 1511902001 untuk Ekspor Palm Stearin Indonesia ke China
Siapa yang Mengajukan Registrasi GACC?
Pada prinsipnya, perusahaan produksi pangan luar negeri menjadi pihak penting dalam registrasi.
Untuk palm refinery, perusahaan tersebut merupakan fasilitas yang melakukan produksi atau pengolahan produk.
Namun, perusahaan dapat memiliki struktur usaha yang berbeda.
Baca Juga : Perbedaan HS Code 1511902001 dan 1511902090
Misalnya:
Produsen → Exporter → Importer
atau:
Produsen sekaligus Exporter → Importer.
Karena itu, perusahaan harus memastikan data registrasi mencerminkan fasilitas produksi sebenarnya.
Jika perusahaan hanya trader dan tidak memiliki refinery, perusahaan tidak sebaiknya menganggap dirinya sebagai produsen.
Sebaliknya, trader perlu berkoordinasi dengan refinery yang menghasilkan produk.
Baca Juga : Perbedaan HS Code Palm Olein dan Palm Stearin
Langkah 1: Tentukan Produk Palm Refinery
Sebelum masuk ke sistem registrasi, tentukan produk secara jelas.
Contohnya:
- refined palm oil;
- RBD palm olein;
- palm stearin;
- refined palm kernel oil;
- atau produk turunan lainnya.
Selanjutnya, tentukan spesifikasi produk.
Baca Juga : HS Code Palm Oil RBD untuk Ekspor ke China
Informasi dapat meliputi:
- nama produk;
- bahan baku;
- proses;
- bentuk;
- penggunaan;
- kemasan;
- kapasitas;
- dan karakteristik teknis.
Langkah ini penting karena kategori registrasi akan berkaitan dengan produk.
Selain itu, kesalahan pada tahap awal dapat menyebabkan data registrasi tidak sesuai dengan shipment.
Baca Juga : Cara Menentukan HS Code Palm Oil yang Tepat
Langkah 2: Tentukan HS Code
Setelah produk di tentukan, tentukan HS Code.
Produk palm oil dan fraksinya pada umumnya berada dalam kelompok HS 1511.
Namun, kode yang tepat harus di tentukan berdasarkan karakteristik barang.
Misalnya, refined palm oil dapat memiliki klasifikasi berbeda dengan crude palm oil atau fraksi tertentu.
Karena itu, jangan menggunakan HS Code hanya berdasarkan invoice buyer.
Sebaliknya, perusahaan perlu mencocokkan:
produk fisik → spesifikasi → proses → HS Code → kategori GACC.
Jika terdapat perbedaan klasifikasi antara Indonesia dan China, koordinasikan dengan PPJK dan importir China.
Baca Juga : Kesalahan HS Code Palm Oil yang Bisa Menghambat Customs Clearance China
Langkah 3: Periksa Kategori Produk pada Sistem GACC
Setelah HS Code di ketahui, perusahaan perlu memeriksa kategori produk pada sistem registrasi.
GACC menyediakan sistem untuk pengelolaan registrasi perusahaan pangan luar negeri.
Sistem tersebut memungkinkan pencarian berdasarkan informasi produk dan klasifikasi.
Baca Juga : Apa Itu Palm Stearin? Pengertian dan Fungsinya
Pada tahap ini, perusahaan harus memastikan apakah produk:
- memerlukan registrasi;
- memerlukan rekomendasi otoritas negara asal;
- dapat di ajukan melalui mekanisme lain;
- atau memiliki persyaratan tambahan.
Untuk kategori edible oil and fats, mekanisme rekomendasi perlu di perhatikan.
Oleh karena itu, perusahaan tidak sebaiknya langsung mengisi formulir tanpa mengetahui jalur registrasi.
Baca Juga : Spesifikasi Palm Stearin HS Code 1511902001
Langkah 4: Identifikasi Otoritas Kompeten di Indonesia
Karena kategori edible oil and fats termasuk kelompok yang memerlukan official recommendation, perusahaan perlu berkoordinasi dengan otoritas kompeten Indonesia sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam konteks komoditas tumbuhan dan produk turunannya, Badan Karantina Indonesia atau Barantin memiliki peranan penting.
Barantin juga menyediakan layanan GACC Tumbuhan, termasuk layanan pengajuan GACC untuk komoditas tumbuhan.
Selain itu, pada 2026 Barantin mendampingi audit GACC terhadap minyak nabati dan produk turunan kelapa sawit.
Dengan demikian, perusahaan palm refinery perlu mengetahui jalur koordinasi sebelum mengajukan registrasi.
Baca Juga : Melting Point Palm Stearin 50–56°C dan Hubungannya dengan HS Code
Langkah 5: Pastikan Legalitas Perusahaan Lengkap
Sebelum pengajuan, perusahaan harus memastikan legalitas perusahaan konsisten.
Dokumen dan informasi dapat mencakup:
- nama badan usaha;
- alamat;
- nomor legalitas;
- kontak;
- struktur perusahaan;
- izin fasilitas;
- izin produksi;
- dan dokumen lain yang relevan.
Nama perusahaan harus konsisten antara dokumen Indonesia dan sistem registrasi.
Selain itu, alamat fasilitas harus benar-benar menunjukkan lokasi pabrik yang memproduksi produk.
Jangan menggunakan alamat kantor pusat apabila registrasi di maksudkan untuk fasilitas refinery yang berada di lokasi berbeda.
Baca Juga : Kegunaan Palm Stearin untuk Industri
Langkah 6: Persiapkan Data Fasilitas Palm Refinery
Data fasilitas merupakan bagian penting.
Perusahaan sebaiknya menyiapkan:
- nama fasilitas;
- alamat lengkap;
- negara;
- koordinat jika di perlukan;
- kapasitas;
- jenis proses;
- produk;
- gudang;
- area produksi;
- laboratorium;
- fasilitas sanitasi;
- dan fasilitas pendukung.
Selain itu, siapkan layout pabrik.
Layout sebaiknya menunjukkan alur bahan baku sampai produk jadi.
Misalnya:
Receiving → Storage → Refining → Bleaching → Filtration → Deodorization → Storage → Loading.
Dengan alur yang jelas, perusahaan lebih mudah menjelaskan proses produksi.
Baca Juga : Palm Stearin untuk Bahan Baku Industri Makanan
Langkah 7: Persiapkan Sistem Keamanan Pangan
GACC tidak hanya membutuhkan identitas perusahaan.
Perusahaan juga perlu menunjukkan bahwa produk di produksi dengan sistem keamanan pangan yang memadai.
Karena itu, siapkan:
- GMP;
- HACCP atau sistem keamanan pangan yang relevan;
- SOP produksi;
- SOP sanitasi;
- pest control;
- maintenance;
- quality control;
- supplier control;
- traceability;
- recall;
- dan dokumentasi pelatihan.
Namun demikian, perusahaan harus memastikan bahwa dokumen tersebut benar-benar di terapkan.
SOP yang hanya tersedia tetapi tidak memiliki bukti pelaksanaan dapat menjadi masalah ketika ada evaluasi.
Baca Juga : Palm Stearin untuk Industri Oleochemical
Langkah 8: Audit Internal Fasilitas
Sebelum pengajuan, lakukan audit internal.
Audit internal dapat memeriksa beberapa area.
Area Produksi
- Apakah area bersih?
- Apakah alur produksi terkendali?
- Apakah peralatan di rawat?
Gudang
Apakah bahan baku dan produk jadi di pisahkan?
Apakah sistem FIFO/FEFO di gunakan sesuai kebutuhan?
Sanitasi
Apakah jadwal cleaning tersedia?
Apakah ada catatan pelaksanaan?
Pest Control
Apakah program pest control berjalan?
Quality Control
Apakah produk di uji?
Apakah hasilnya terdokumentasi?
Traceability
Apakah satu batch produk dapat di telusuri?
Dengan demikian, perusahaan dapat menemukan kekurangan sebelum masuk tahap evaluasi eksternal.
Langkah 9: Persiapkan Dokumen Produk
Setiap produk yang di daftarkan perlu memiliki informasi yang jelas.
Dokumen atau data produk dapat mencakup:
- nama produk;
- kategori;
- HS Code;
- bahan;
- proses produksi;
- spesifikasi;
- penggunaan;
- kemasan;
- label;
- masa simpan;
- kondisi penyimpanan;
- dan kapasitas produksi.
Jika perusahaan memiliki beberapa produk, jangan menggabungkannya secara sembarangan.
Sebaliknya, buat daftar produk berdasarkan kategori yang jelas.
Langkah 10: Siapkan Spesifikasi Produk
Spesifikasi harus sesuai dengan produk sebenarnya.
Untuk refined palm oil, parameter dapat mencakup karakteristik seperti:
- moisture;
- impurities;
- free fatty acid;
- peroxide value;
- iodine value;
- color;
- melting point;
- dan parameter lain sesuai jenis produk.
Namun, tidak semua parameter berlaku untuk semua produk.
Oleh karena itu, gunakan spesifikasi resmi perusahaan dan standar yang relevan.
Selain itu, pastikan spesifikasi sesuai dengan permintaan buyer China.
Langkah 11: Siapkan Certificate of Analysis
Certificate of Analysis atau COA dapat menjadi dokumen penting untuk menunjukkan hasil pengujian produk.
COA sebaiknya menunjukkan:
- identitas produk;
- batch;
- tanggal produksi;
- parameter pengujian;
- metode;
- hasil;
- standar pembanding;
- dan identitas laboratorium.
Selain itu, hasil pengujian harus konsisten dengan spesifikasi produk.
Jika buyer meminta parameter tertentu, perusahaan sebaiknya melakukan pengujian sebelum shipment.
Langkah 12: Periksa Standar China
Perusahaan perlu memastikan produk memenuhi standar China.
Salah satu standar yang relevan untuk edible vegetable oil adalah GB 2716.
Namun, perusahaan harus memeriksa versi standar yang berlaku pada saat ekspor.
Selain itu, produk tertentu dapat memiliki standar tambahan.
Oleh karena itu, lakukan perbandingan:
Standar Indonesia → Spesifikasi internal → Standar China → Persyaratan buyer.
Jika terdapat perbedaan, perusahaan perlu menentukan parameter yang di gunakan berdasarkan regulasi dan kontrak.
Langkah 13: Persiapkan Sistem Traceability
Traceability merupakan bagian penting dari sistem keamanan pangan.
Perusahaan harus dapat menghubungkan:
bahan baku → batch produksi → produk jadi → shipment → buyer.
Misalnya, satu shipment refined palm oil di kirim pada tanggal tertentu.
Perusahaan seharusnya dapat mengetahui:
- bahan baku yang di gunakan;
- supplier;
- tanggal produksi;
- tangki penyimpanan;
- hasil pengujian;
- nomor batch;
- dan tujuan pengiriman.
Dengan demikian, jika terjadi masalah, perusahaan dapat melakukan investigasi.
Langkah 14: Siapkan Sistem Recall
Selain traceability, perusahaan perlu memiliki prosedur recall atau penarikan produk jika terjadi masalah.
Prosedur dapat mencakup:
- identifikasi masalah;
- penentuan batch;
- penentuan lokasi produk;
- komunikasi dengan buyer;
- penarikan;
- investigasi;
- tindakan koreksi;
- dan dokumentasi.
Walaupun recall mungkin jarang terjadi, prosedur harus tersedia.
Langkah 15: Siapkan Dokumen Sanitasi
Dokumen sanitasi harus menunjukkan bagaimana perusahaan menjaga kebersihan fasilitas.
Dokumen dapat meliputi:
- cleaning schedule;
- sanitation SOP;
- chemical control;
- cleaning record;
- inspection record;
- corrective action.
Selain itu, perusahaan harus memastikan bahan kimia pembersih di simpan secara aman dan tidak mencemari produk.
Langkah 16: Siapkan Program Pest Control
Pest control juga perlu di perhatikan.
Program dapat meliputi:
- peta titik kontrol;
- jadwal inspeksi;
- penggunaan pest control;
- catatan temuan;
- tindakan koreksi;
- dan evaluasi.
Dengan demikian, perusahaan dapat menunjukkan bahwa risiko hama di kendalikan secara sistematis.
Langkah 17: Buat Akun atau Akses Sistem yang Di perlukan
Setelah dokumen siap, perusahaan mengikuti mekanisme pendaftaran melalui sistem resmi GACC/CIFER sesuai kategori.
Pada tahap ini, data perusahaan di masukkan ke dalam sistem.
Data harus di isi secara akurat.
Jangan menggunakan informasi yang berbeda dengan dokumen legal.
Selain itu, informasi bahasa Mandarin atau terjemahan harus di buat secara konsisten.
Jika terdapat perbedaan transliterasi nama perusahaan, hal tersebut dapat menimbulkan pertanyaan.
Langkah 18: Mengisi Data Perusahaan
Informasi perusahaan biasanya mencakup:
- nama perusahaan;
- negara;
- alamat;
- kontak;
- legal representative;
- jenis perusahaan;
- fasilitas;
- dan informasi terkait.
Sebelum submit, lakukan pemeriksaan ulang.
Gunakan prinsip:
One company, one set of data.
Artinya, nama, alamat, dan informasi identitas harus konsisten di seluruh dokumen.
Langkah 19: Mengisi Informasi Fasilitas
Data fasilitas harus menunjukkan lokasi produksi sebenarnya.
Informasi dapat meliputi:
- nama pabrik;
- alamat;
- jenis fasilitas;
- produk;
- kapasitas;
- proses;
- dan fasilitas pendukung.
Jika perusahaan memiliki beberapa pabrik, jangan memasukkan seluruh fasilitas ke dalam satu registrasi tanpa memastikan mekanismenya.
Setiap fasilitas harus di tangani sesuai ketentuan registrasi.
Langkah 20: Mengisi Informasi Produk
Produk kemudian di masukkan berdasarkan kategori.
Pastikan:
- nama produk konsisten;
- HS Code benar;
- kategori benar;
- spesifikasi sesuai;
- proses sesuai;
- dan informasi label sesuai.
Kesalahan kecil dapat berdampak pada tahap evaluasi.
Karena itu, sebaiknya satu tim regulatory melakukan final review sebelum submission.
Langkah 21: Pengajuan melalui Otoritas Kompeten
Untuk produk yang memerlukan official recommendation, perusahaan tidak cukup mengajukan sendiri tanpa memperhatikan mekanisme otoritas negara asal.
Sebaliknya, perusahaan perlu mengikuti prosedur rekomendasi.
Dalam konteks Indonesia, koordinasi dengan otoritas terkait sangat penting.
Barantin menyediakan layanan GACC untuk komoditas tumbuhan.
Namun, jalur otoritas yang tepat harus di konfirmasi berdasarkan kategori produk dan ketentuan terbaru.
Langkah 22: Pemeriksaan Dokumen
Setelah dokumen di ajukan, proses evaluasi dapat dilakukan.
GACC dapat memeriksa:
- legalitas;
- fasilitas;
- sistem keamanan pangan;
- produk;
- dokumen;
- dan sistem pengendalian.
Jika di temukan kekurangan, perusahaan dapat di minta melakukan perbaikan.
Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya mempersiapkan dokumen sumber yang lengkap.
Langkah 23: Evaluasi atau Audit GACC
GACC dapat melakukan evaluasi melalui beberapa metode.
Evaluasi dapat berupa:
- document review;
- video inspection;
- remote assessment;
- atau on-site inspection.
Metode bergantung pada mekanisme dan tingkat risiko.
Karena itu, perusahaan perlu siap dengan seluruh fasilitas.
Jika dilakukan video inspection, perusahaan harus mampu menunjukkan area produksi secara jelas.
Selain itu, orang yang menjelaskan fasilitas harus memahami proses.
Langkah 24: Persiapan Audit GACC
Sebelum audit, lakukan simulasi.
Contoh pertanyaan yang perlu dapat di jawab:
- Dari mana bahan baku berasal?
- Bagaimana bahan baku diterima?
- Bagaimana bahan di simpan?
- Bagaimana proses refinery di kendalikan?
- Bagaimana produk di uji?
- Bagaimana produk di beri batch number?
- Bagaimana produk di telusuri?
- Apa yang dilakukan jika hasil pengujian tidak sesuai?
- Bagaimana perusahaan menangani keluhan buyer?
Dengan latihan tersebut, tim perusahaan dapat lebih siap menjelaskan sistem yang di terapkan.
Langkah 25: Perbaikan Jika Ada Temuan
Jika evaluasi menemukan kekurangan, perusahaan mungkin di minta melakukan tindakan perbaikan.
Perbaikan dapat berupa:
- revisi SOP;
- tambahan dokumen;
- perbaikan fasilitas;
- peningkatan sanitasi;
- tambahan pengujian;
- perbaikan traceability;
- atau penjelasan tambahan.
Setelah perbaikan dilakukan, bukti harus di siapkan.
Misalnya, jika masalahnya adalah cleaning record, perusahaan dapat memberikan:
- SOP baru;
- jadwal;
- foto;
- catatan;
- dan hasil verifikasi.
Dengan demikian, tindakan korektif dapat di buktikan.
Langkah 26: Mendapatkan Nomor Registrasi GACC
Jika proses di setujui, perusahaan memperoleh status registrasi sesuai sistem.
Nomor registrasi tersebut menjadi identitas fasilitas/perusahaan yang terdaftar.
Namun, perusahaan tetap harus memastikan:
- nama benar;
- alamat benar;
- kategori benar;
- produk benar;
- masa berlaku benar;
- dan status aktif.
Setelah itu, informasi tersebut dapat di gunakan dalam proses ekspor sesuai ketentuan.
Langkah 27: Cantumkan Nomor Registrasi Sesuai Ketentuan
Setelah mendapatkan registrasi, nomor tersebut perlu di gunakan pada produk atau kemasan sesuai aturan China.
Namun, cara pencantuman dapat bergantung pada bentuk dan jenis produk.
Produk bulk dan produk retail dapat memiliki kebutuhan berbeda.
Oleh karena itu, perusahaan harus memeriksa ketentuan label yang berlaku.
Jangan sekadar menempelkan nomor registrasi pada kemasan tanpa memastikan format dan lokasinya.
Langkah 28: Persiapan Shipment Pertama
Setelah registrasi selesai, perusahaan masih perlu menyiapkan shipment.
Dokumen dapat meliputi:
- invoice;
- packing list;
- Bill of Lading;
- COA;
- Certificate of Origin jika di perlukan;
- dokumen karantina;
- PEB;
- dan dokumen lain.
Selain itu, data shipment harus konsisten dengan data registrasi.
Misalnya, nama produsen dan produk harus sesuai.
Langkah 29: Proses Karantina Indonesia
Untuk komoditas atau produk tertentu, persyaratan karantina harus di penuhi.
Perusahaan perlu memeriksa apakah shipment membutuhkan tindakan karantina atau sertifikat tertentu.
Barantin dapat memberikan informasi dan layanan terkait persyaratan komoditas.
Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebelum barang siap di muat.
Langkah 30: Proses Kepabeanan Indonesia
Selanjutnya, perusahaan mengurus proses ekspor.
PEB di sampaikan kepada Bea Cukai.
Kemudian, dokumen di periksa sesuai ketentuan.
Jika semua kewajiban terpenuhi, NPE dapat di terbitkan.
Setelah itu, barang dapat di muat sesuai prosedur.
Dengan demikian, GACC tidak menggantikan prosedur ekspor Indonesia.
Langkah 31: Customs Clearance di China
Setelah barang tiba, importir China melakukan proses customs clearance.
Data shipment di periksa.
Jika di perlukan, pemeriksaan produk dapat dilakukan.
Karena itu, eksportir perlu memastikan semua informasi benar sejak awal.
Jika invoice, packing list, Bill of Lading, registrasi, atau produk tidak konsisten, proses dapat mengalami hambatan.
Berapa Lama Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery?
Tidak ada satu waktu yang berlaku untuk semua perusahaan.
Durasi dapat di pengaruhi oleh:
- kesiapan dokumen;
- kategori produk;
- mekanisme rekomendasi;
- evaluasi GACC;
- audit;
- permintaan perbaikan;
- dan antrean administrasi.
Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya tidak membuat jadwal shipment pertama terlalu dekat dengan jadwal pengajuan.
Sebaliknya, buat timeline dengan buffer.
Misalnya:
Persiapan dokumen → audit internal → pengajuan → rekomendasi → evaluasi → perbaikan → approval → shipment.
Dengan demikian, risiko keterlambatan dapat di kurangi.
Berapa Biaya Registrasi GACC Palm Refinery?
Registrasi GACC sendiri tidak di pungut biaya oleh GACC.
Namun, perusahaan tetap dapat mengeluarkan biaya untuk persiapan.
Biaya tersebut dapat mencakup:
- pengujian laboratorium;
- audit;
- sertifikasi;
- penerjemahan;
- legalisasi jika di perlukan;
- konsultasi;
- perbaikan fasilitas;
- dokumen;
- karantina;
- dan biaya jasa profesional.
Selain itu, biaya shipment seperti freight, PPJK, pelabuhan, trucking, asuransi, serta pungutan ekspor merupakan biaya yang berbeda.
Karena itu, perusahaan harus membedakan biaya registrasi GACC dengan biaya compliance dan ekspor.
Masa Berlaku Registrasi GACC
Menurut Decree 280, masa berlaku registrasi adalah lima tahun.
Namun, perusahaan harus memperhatikan mekanisme renewal.
Untuk kategori tertentu, terdapat automatic renewal.
Sementara itu, kategori tertentu dapat tetap membutuhkan pengajuan perpanjangan.
Karena itu, perusahaan perlu menyimpan:
- tanggal registrasi;
- tanggal berakhir;
- kategori produk;
- status;
- dan jadwal renewal.
Dengan demikian, registrasi tidak kedaluwarsa tanpa di ketahui.
Apakah Data GACC Bisa Di ubah?
Perusahaan dapat mengalami perubahan data.
Contohnya:
- perubahan nama;
- perubahan alamat;
- perubahan legal representative;
- perubahan proses;
- perubahan produk;
- perubahan fasilitas.
Namun, setiap perubahan harus di analisis berdasarkan ketentuan GACC.
Jangan mengubah fasilitas secara besar-besaran tanpa mengevaluasi dampaknya terhadap registrasi.
Jika perubahan membutuhkan pembaruan data, lakukan sesuai prosedur.
Cara Mengecek Status Registrasi GACC
Setelah pengajuan, status dapat di periksa melalui sistem resmi GACC/CIFER.
Data yang dapat di periksa dapat meliputi:
- nama perusahaan;
- negara;
- kategori produk;
- nomor registrasi;
- masa berlaku;
- dan status.
Pengecekan penting dilakukan sebelum shipment.
Selain itu, buyer China dapat melakukan pengecekan sendiri.
Karena itu, perusahaan sebaiknya memastikan informasi yang di berikan kepada buyer sama dengan data resmi.
Kesalahan Saat Registrasi GACC Palm Refinery
1. Menggunakan informasi Decree 248
Aturan tersebut sudah di gantikan oleh Decree 280 mulai 1 Juni 2026.
2. Salah menentukan produsen
Trader di anggap sebagai produsen meskipun tidak memiliki fasilitas.
3. Salah kategori produk
Refined palm oil di masukkan ke kategori yang tidak sesuai.
4. Salah HS Code
HS Code tidak cocok dengan produk sebenarnya.
5. Alamat pabrik berbeda
Alamat registrasi tidak sesuai dengan lokasi produksi.
6. Dokumen keamanan pangan tidak di terapkan
SOP tersedia tetapi tidak ada catatan implementasi.
7. Traceability tidak lengkap
Batch produk tidak dapat di telusuri.
8. Data tidak konsisten
Nama perusahaan berbeda antara dokumen.
9. Tidak melakukan audit internal
Masalah baru di ketahui ketika evaluasi.
10. Registrasi dianggap sebagai izin ekspor
Padahal, prosedur ekspor Indonesia tetap harus di penuhi.
Tips Agar Registrasi GACC Palm Refinery Lebih Teratur
1. Mulai dari produk
Tentukan produk sebelum mengisi formulir.
2. Tentukan produsen
Pastikan fasilitas yang di daftarkan benar-benar memproduksi barang.
3. Gunakan data legal
Jangan membuat nama perusahaan berdasarkan nama dagang.
4. Audit fasilitas
Periksa kesiapan sebelum pengajuan.
5. Dokumentasikan semuanya
Setiap proses sebaiknya memiliki bukti.
6. Gunakan satu master data
Semua dokumen menggunakan nama, alamat, dan informasi yang sama.
7. Libatkan buyer
Buyer dapat membantu memastikan kebutuhan impor China.
8. Koordinasikan dengan otoritas
Untuk kategori yang membutuhkan rekomendasi, pastikan jalur pengajuan benar.
9. Jangan mengejar nomor registrasi saja
Sistem keamanan pangan harus benar-benar siap.
10. Pantau masa berlaku
Buat reminder renewal.
Checklist Registrasi GACC Palm Refinery
Berikut checklist yang dapat di gunakan.
Identitas Perusahaan
- Nama perusahaan
- Legalitas
- Alamat
- Kontak
- Legal representative
- Izin fasilitas
Produk
- Nama produk
- HS Code
- Kategori GACC
- Spesifikasi
- Penggunaan
- Kemasan
- Label
Fasilitas
- Layout
- Area produksi
- Gudang
- Laboratorium
- Sanitasi
- Pest control
- Maintenance
- Storage
Sistem Keamanan Pangan
- GMP
- HACCP
- SOP
- QC
- Traceability
- Recall
- Supplier control
- Training
Registrasi
- Kategori sudah diverifikasi
- Jalur rekomendasi di tentukan
- Dokumen lengkap
- Pengajuan dilakukan
- Evaluasi
- Audit jika di perlukan
- Perbaikan jika di perlukan
- Registrasi aktif
Shipment
- Invoice
- Packing List
- COA
- B/L
- Certificate of Origin jika diperlukan
- Dokumen karantina jika diperlukan
- PEB
- NPE
- Data importir China
Apakah Bisa Menggunakan Jasa Registrasi GACC?
Bisa.
Perusahaan dapat menggunakan konsultan atau penyedia jasa apabila membutuhkan bantuan.
Jasa tersebut dapat membantu:
- pemeriksaan dokumen;
- gap analysis;
- pengisian data;
- koordinasi;
- persiapan audit;
- dan monitoring proses.
Namun, perusahaan tetap harus memahami prosesnya.
Sebab, data yang didaftarkan merupakan data perusahaan.
Selain itu, perusahaan harus memastikan jasa yang dipilih memahami perubahan dari Decree 248 ke Decree 280.
Cara Memilih Jasa Registrasi GACC
Sebelum menggunakan jasa, tanyakan:
- Apakah memahami kategori edible oil and fats?
- Apakah memahami Decree 280?
- Apakah memahami proses official recommendation?
- Apakah memahami palm refinery?
- Apakah memahami Barantin?
- Apakah memberikan bukti pengajuan?
- Apakah memberikan rincian biaya?
- Apakah dapat membantu persiapan audit?
Selain itu, hindari pihak yang menjanjikan nomor GACC tanpa proses.
Registrasi resmi membutuhkan data dan evaluasi sesuai mekanisme.
Karena itu, perusahaan sebaiknya meminta penjelasan tertulis mengenai tahapan pekerjaan.
Hubungan GACC dengan Barantin
Hubungan antara GACC dan Barantin penting terutama untuk komoditas tumbuhan dan produk turunannya.
Barantin dapat berperan dalam proses rekomendasi dan audit sesuai kewenangannya.
Selain itu, Barantin memiliki layanan GACC untuk komoditas tumbuhan.
Oleh karena itu, perusahaan palm refinery perlu memeriksa jalur layanan yang sesuai.
Namun, perusahaan juga harus membedakan antara:
registrasi GACC,
sertifikasi karantina, dan
dokumen ekspor.
Ketiganya dapat saling berkaitan, tetapi bukan dokumen yang sama.
Hubungan GACC dengan Bea Cukai
Bea Cukai Indonesia menangani proses kepabeanan ekspor.
Sementara itu, GACC menangani persyaratan China.
Dengan demikian:
Bea Cukai Indonesia → ekspor dari Indonesia
GACC China → persyaratan perusahaan/produk pangan untuk masuk China
Karena itu, perusahaan harus memenuhi kedua sisi.
Apakah Nomor GACC Menjamin Barang Masuk China?
Tidak.
Nomor registrasi menunjukkan bahwa perusahaan telah terdaftar sesuai sistem.
Namun, barang tetap harus memenuhi persyaratan impor.
Produk harus sesuai dengan:
- spesifikasi;
- dokumen;
- label;
- deklarasi;
- dan standar keamanan pangan.
Selain itu, customs clearance tetap dilakukan oleh importir.
Karena itu, nomor GACC bukan jaminan bahwa semua shipment otomatis diterima.
Contoh Alur Registrasi Palm Refinery Indonesia
Misalnya PT ABC memiliki refinery di Indonesia dan ingin mengekspor RBD palm olein ke China.
Tahap pertama
PT ABC menentukan produk dan spesifikasinya.
Tahap kedua
PT ABC menentukan HS Code.
Tahap ketiga
PT ABC memeriksa kategori produk pada sistem GACC.
Tahap keempat
Karena produk termasuk edible oil and fats, perusahaan memeriksa mekanisme official recommendation.
Tahap kelima
PT ABC mempersiapkan legalitas, profil fasilitas, sistem keamanan pangan, traceability, dan dokumen produk.
Tahap keenam
Perusahaan melakukan audit internal.
Tahap ketujuh
Perusahaan mengikuti mekanisme pengajuan kepada otoritas kompeten.
Tahap kedelapan
Data diajukan ke sistem sesuai prosedur.
Tahap kesembilan
GACC melakukan evaluasi.
Tahap kesepuluh
Jika terdapat temuan, perusahaan melakukan perbaikan.
Tahap kesebelas
Setelah disetujui, perusahaan memperoleh registrasi.
Tahap kedua belas
PT ABC menyiapkan shipment dan dokumen ekspor.
Dengan alur tersebut, proses menjadi lebih terstruktur.
FAQ Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery Indonesia
Apakah palm refinery wajib memiliki registrasi GACC?
Jika menghasilkan produk pangan yang termasuk kategori wajib registrasi, fasilitas perlu mengikuti ketentuan GACC. Untuk edible oil and fats, mekanisme registrasi perlu diperhatikan.
Apakah refined palm oil termasuk edible oil?
Refined palm oil yang ditujukan untuk penggunaan pangan dapat masuk dalam kategori edible oil and fats. Namun, klasifikasi final perlu diverifikasi berdasarkan karakteristik produk.
Apakah CPO dan refined palm oil memiliki registrasi yang sama?
Tidak boleh langsung diasumsikan demikian. Kategori produk, proses, HS Code, dan tujuan penggunaan harus diperiksa.
Apakah trader bisa mengajukan GACC?
Registrasi perusahaan produksi pangan berfokus pada perusahaan yang menghasilkan produk. Jika trader tidak memiliki fasilitas produksi, struktur registrasinya perlu diperiksa.
Apakah registrasi GACC gratis?
GACC menyatakan registrasi perusahaan pangan luar negeri tidak dipungut biaya oleh GACC. Namun, persiapan dokumen, audit, pengujian, dan jasa profesional dapat menimbulkan biaya.
Berapa lama registrasi GACC?
Tidak ada waktu tunggal. Durasi bergantung pada kesiapan dokumen, kategori, rekomendasi, evaluasi, audit, dan perbaikan.
Apakah HACCP menggantikan GACC?
Tidak. HACCP merupakan sistem keamanan pangan, sedangkan GACC merupakan sistem registrasi dan pengawasan perusahaan pangan luar negeri.
Apakah registrasi GACC berlaku selamanya?
Tidak. Berdasarkan Decree 280, masa berlaku registrasi adalah lima tahun dengan mekanisme perpanjangan sesuai kategori.
Apakah nomor GACC harus dicantumkan pada produk?
Untuk produk yang telah terdaftar, nomor registrasi perlu dicantumkan pada kemasan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah setelah GACC selesai perusahaan langsung dapat ekspor?
Belum tentu. Perusahaan tetap harus memenuhi ketentuan ekspor Indonesia, karantina, kepabeanan, dokumen perdagangan, serta persyaratan importir China.
Cara registrasi GACC untuk palm refinery Indonesia harus dimulai dari pemahaman produk, fasilitas, kategori GACC, dan mekanisme rekomendasi.
Pertama, perusahaan harus menentukan produk palm refinery yang akan diekspor.
Selanjutnya, perusahaan perlu menentukan HS Code dan kategori GACC.
Kemudian, perusahaan harus memastikan bahwa fasilitas produksi siap dari sisi keamanan pangan, sanitasi, quality control, traceability, dan dokumentasi.
Setelah itu, perusahaan perlu mempersiapkan dokumen legalitas, fasilitas, produk, sistem keamanan pangan, serta dokumen pendukung lainnya.
Untuk produk edible oil and fats, mekanisme official recommendation perlu diperhatikan. Oleh karena itu, koordinasi dengan otoritas kompeten Indonesia menjadi bagian penting dari proses.
Setelah pengajuan dilakukan, GACC dapat melakukan evaluasi dokumen, pemeriksaan video, atau pemeriksaan fasilitas sesuai mekanisme yang berlaku.
Jika terdapat kekurangan, perusahaan perlu melakukan tindakan perbaikan.
Setelah registrasi disetujui, perusahaan tetap harus menjaga kepatuhan. Sebab, nomor GACC bukan akhir dari proses.
Perusahaan masih harus memastikan produk memenuhi standar China, label sesuai, dokumen shipment konsisten, persyaratan karantina terpenuhi, PEB disampaikan, dan customs clearance China dapat dilakukan.
Dengan demikian, proses registrasi dapat dirangkum sebagai berikut:
Tentukan produk → tentukan HS Code → cek kategori GACC → identifikasi produsen → siapkan fasilitas → siapkan sistem keamanan pangan → siapkan dokumen → koordinasi otoritas → ajukan registrasi → evaluasi/audit → perbaikan jika diperlukan → registrasi aktif → persiapan shipment → ekspor ke China.
Pada akhirnya, GACC Palm Refinery bukan hanya tentang memperoleh nomor registrasi. Lebih dari itu, perusahaan perlu memiliki fasilitas produksi yang benar-benar siap, sistem keamanan pangan yang diterapkan, dokumen yang konsisten, serta kemampuan menjaga kualitas dan ketertelusuran produk.
Dengan persiapan yang sistematis, perusahaan palm refinery Indonesia dapat membangun proses ekspor ke China yang lebih tertata dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Konsultasikan Ekspor Palm Oil Sekarang