Penyebab Registrasi GACC Palm Oil Ditolak

Isma

Updated on:

Penyebab Registrasi GACC Palm Oil Ditolak
Direktur Utama Jangkar Groups

Registrasi GACC merupakan salah satu aspek penting bagi perusahaan Palm Oil Indonesia yang ingin mengekspor produk pangan berbasis minyak sawit ke China. Namun, dalam prosesnya, terdapat berbagai penyebab registrasi GACC Palm Oil ditolak yang perlu di perhatikan oleh eksportir. Terlebih lagi, sejak GACC Order No. 280 berlaku pada 1 Juni 2026, sistem registrasi produsen pangan luar negeri mengalami pembaruan dengan pendekatan berbasis risiko.

Untuk kategori edible fats and oils, perusahaan luar negeri termasuk palm refinery perlu memperhatikan mekanisme registrasi GACC sekaligus rekomendasi dari otoritas kompeten negara asal. GACC Announcement No. 27 of 2026 memasukkan edible oils and fats atau ้ฃŸ็”จๆฒน่„‚ dalam daftar pangan yang memerlukan registrasi melalui rekomendasi otoritas kompeten.

DAFTAR ISI

Baca Juga : GACC Palm Oil: Panduan Lengkap Ekspor Palm Oil Indonesia ke China

Karena itu, perusahaan Palm Oil tidak cukup hanya mengisi data registrasi. Sebaliknya, perusahaan harus mampu membuktikan bahwa fasilitasnya didirikan secara legal, berada di bawah pengawasan otoritas negara asal, mempunyai sistem keamanan pangan yang efektif, serta mampu memastikan produk yang di ekspor memenuhi ketentuan keamanan pangan China yang relevan.

Namun, dalam praktiknya, proses registrasi dapat menghadapi berbagai kendala. Penolakan dapat terjadi ketika perusahaan tidak memenuhi persyaratan registrasi, informasi tidak lengkap, dokumen tidak konsisten, sistem keamanan pangan tidak memadai, atau perusahaan tidak dapat menunjukkan bukti implementasi ketika di lakukan evaluasi.

Oleh sebab itu, memahami penyebab registrasi GACC Palm Oil di tolak menjadi langkah penting sebelum perusahaan mengajukan registrasi. Dengan mengetahui potensi masalah sejak awal, perusahaan dapat melakukan gap assessment dan memperbaiki kekurangan sebelum pengajuan dilakukan.

Baca Juga : GACC Palm Refinery: Persyaratan Ekspor Produk Palm Oil ke China

Apa Arti Registrasi GACC Palm Oil Ditolak?

Registrasi GACC di tolak berarti permohonan perusahaan untuk memperoleh registrasi sebagai perusahaan produksi, pengolahan, atau penyimpanan pangan luar negeri tidak di setujui karena hasil evaluasi menunjukkan perusahaan belum memenuhi persyaratan yang berlaku.

Berdasarkan Order No. 280, GACC melakukan evaluasi terhadap perusahaan berdasarkan tingkat risiko keamanan pangan. Evaluasi tersebut dapat dilakukan melalui pemeriksaan dokumen, pemeriksaan video, pemeriksaan di lokasi, atau kombinasi beberapa metode. Apabila hasil evaluasi menunjukkan perusahaan memenuhi persyaratan, GACC memberikan registrasi. Sebaliknya, perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan tidak di berikan registrasi dan di beritahukan secara tertulis.

Baca Juga : Cara Registrasi GACC untuk Palm Refinery Indonesia

Dengan demikian, penolakan tidak selalu berarti produk Palm Oil perusahaan bermasalah.

Sebaliknya, masalah dapat berasal dari berbagai aspek, mulai dari status fasilitas, dokumen, sistem keamanan pangan, data perusahaan, proses produksi, sampai ketidakmampuan menunjukkan bukti penerapan sistem.

Selain itu, penting untuk membedakan antara registrasi GACC di tolak dan shipment di tahan oleh Customs China. Keduanya merupakan proses berbeda.

Registrasi GACC berhubungan dengan fasilitas atau produsen luar negeri. Sementara itu, customs clearance berhubungan dengan shipment tertentu yang masuk ke China.

Baca Juga : Syarat GACC untuk Perusahaan Palm Oil Indonesia

Mengapa Registrasi GACC Palm Oil Dapat Ditolak

Mengapa Registrasi GACC Palm Oil Dapat Ditolak?

Secara umum, penyebab penolakan dapat di kelompokkan menjadi beberapa kategori:

  1. perusahaan tidak memenuhi persyaratan dasar;
  2. kategori produk tidak sesuai;
  3. dokumen tidak lengkap;
  4. informasi tidak konsisten;
  5. tidak mempunyai rekomendasi otoritas kompeten;
  6. sistem keamanan pangan tidak efektif;
  7. HACCP atau hazard analysis tidak memadai;
  8. traceability tidak berjalan;
  9. kondisi fasilitas tidak sesuai;
  10. hasil pemeriksaan tidak memuaskan;
  11. informasi palsu atau di sembunyikan;
  12. perusahaan tidak kooperatif dalam proses evaluasi.

Karena itu, persiapan registrasi harus dilakukan secara menyeluruh.

Baca Juga : GACC Registration Number untuk Palm Oil: Fungsi dan Cara Cek

1. Perusahaan Tidak Memenuhi Persyaratan Dasar GACC

Penyebab pertama adalah perusahaan tidak memenuhi persyaratan dasar yang di tetapkan dalam Order No. 280.

Regulasi tersebut menetapkan bahwa perusahaan pangan luar negeri harus:

  • didirikan secara legal;
  • berada dalam pengawasan otoritas kompeten negara asal;
  • memiliki sistem manajemen keamanan dan higiene pangan yang efektif;
  • memproduksi dan mengekspor secara legal di negara asal;
  • memastikan pangan yang di ekspor ke China memenuhi ketentuan China yang relevan;
  • memenuhi persyaratan inspeksi dan karantina yang di sepakati.

Baca Juga : Cara Cek Perusahaan Palm Oil yang Sudah Terdaftar GACC

Dengan demikian, perusahaan yang hanya mempunyai badan usaha tetapi tidak dapat menunjukkan fasilitas produksi yang sesuai dapat menghadapi masalah.

Terlebih lagi, data perusahaan harus menggambarkan fasilitas yang benar-benar di gunakan untuk produksi.

Oleh karena itu, sebelum mendaftar, perusahaan sebaiknya melakukan verifikasi terhadap status legalitas dan pengawasan fasilitas.

Baca Juga : Masa Berlaku Registrasi GACC Palm Oil dan Cara Perpanjangannya

2. Salah Menentukan Kategori Produk

Kesalahan berikutnya adalah menentukan kategori produk secara tidak tepat.

Palm Oil memiliki berbagai bentuk produk, seperti:

  1. Crude Palm Oil;
  2. RBD Palm Oil;
  3. RBD Palm Olein;
  4. RBD Palm Stearin;
  5. palm fractions;
  6. produk turunan lainnya.

Namun, tidak semua produk mempunyai karakteristik dan klasifikasi yang identik.

Karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa produk yang di daftarkan sesuai dengan kategori pangan yang sebenarnya.

Hal tersebut penting karena GACC menggunakan pendekatan berbasis risiko dan menentukan kategori pangan yang membutuhkan registrasi melalui katalog resmi. Katalog tersebut dapat di kelola secara dinamis berdasarkan faktor seperti sumber bahan baku, proses produksi, riwayat keamanan pangan, serta cara konsumsi.

Dengan demikian, jangan hanya mengandalkan nama dagang produk.

Sebaliknya, perusahaan perlu melihat karakteristik produk, proses produksi, penggunaan, dan klasifikasi yang relevan.

3. Tidak Memperoleh Rekomendasi Otoritas Kompeten

Untuk produk yang masuk dalam katalog yang memerlukan official recommendation, perusahaan tidak hanya berhubungan dengan GACC.

Sebaliknya, otoritas kompeten negara asal juga mempunyai peran penting.

Untuk kategori edible oils and fats, perusahaan perlu mengikuti mekanisme rekomendasi dari otoritas kompeten sesuai ketentuan implementasi 2026. Otoritas tersebut melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan dan bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan akan menerbitkan laporan pemeriksaan serta surat rekomendasi.

Karena itu, masalah pada tahap pemeriksaan otoritas kompeten dapat memengaruhi proses registrasi GACC.

Misalnya, perusahaan belum dapat menunjukkan sistem keamanan pangan yang memadai.

Atau, data fasilitas belum konsisten.

Selain itu, dokumen pendukung mungkin belum lengkap.

Dengan demikian, perusahaan perlu mempersiapkan diri bukan hanya untuk pengajuan ke GACC, tetapi juga untuk pemeriksaan dari otoritas kompeten negara asal.

4. Dokumen Registrasi Tidak Lengkap

Selanjutnya, dokumen yang tidak lengkap dapat menjadi penyebab masalah.

Order No. 280 menetapkan beberapa dokumen dasar, antara lain:

  • informasi permohonan registrasi;
  • dokumen identitas perusahaan;
  • pernyataan bahwa perusahaan memenuhi persyaratan;
  • serta, untuk kategori yang memerlukan rekomendasi, laporan pemeriksaan dan surat rekomendasi dari otoritas kompeten.

Selain itu, GACC dapat meminta dokumen tambahan yang berkaitan dengan:

  • sistem keamanan pangan;
  • sistem higiene;
  • food defense;
  • jenis produksi;
  • kapasitas produksi;
  • informasi lain yang di perlukan untuk evaluasi.

Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya menunggu sampai GACC meminta dokumen tambahan baru mulai menyiapkannya.

Sebaliknya, seluruh dokumen utama sebaiknya telah tersedia sebelum pengajuan.

5. Informasi Antar Dokumen Tidak Konsisten

Dokumen lengkap belum tentu berarti pengajuan siap.

Salah satu masalah yang dapat menimbulkan pertanyaan adalah ketidakkonsistenan informasi.

Misalnya:

  1. nama perusahaan berbeda;
  2. alamat fasilitas berbeda;
  3. legal representative berbeda;
  4. nomor registrasi perusahaan berbeda;
  5. nama produk berbeda;
  6. kategori produk tidak sesuai;
  7. kapasitas produksi tidak konsisten.

Sebagai contoh, alamat pabrik pada dokumen registrasi berbeda dengan alamat pada izin fasilitas.

Walaupun perbedaannya terlihat sederhana, hal tersebut dapat menimbulkan pertanyaan mengenai fasilitas mana yang sebenarnya di daftarkan.

Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya melakukan document reconciliation sebelum pengajuan.

Buat satu data master yang menjadi acuan seluruh dokumen.

Kemudian, bandingkan informasi tersebut satu per satu.

Dengan demikian, risiko kesalahan administratif dapat di kurangi.

6. Alamat Fasilitas Tidak Sesuai

Alamat merupakan bagian penting dalam registrasi karena GACC mendaftarkan perusahaan berdasarkan fasilitas yang menjalankan kegiatan produksi, pengolahan, atau penyimpanan yang relevan.

Karena itu, perusahaan harus memastikan alamat yang di ajukan benar-benar menunjukkan lokasi fasilitas.

Masalah dapat muncul apabila:

  1. alamat menggunakan kantor pusat;
  2. alamat menggunakan kantor marketing;
  3. alamat pabrik berbeda;
  4. perusahaan mempunyai beberapa fasilitas tetapi hanya satu yang di jelaskan;
  5. fasilitas produksi berpindah tetapi data registrasi belum di perbarui.

Selain itu, perubahan besar seperti relokasi fasilitas produksi dapat mempunyai konsekuensi terhadap registrasi.

Order No. 280 menyebutkan bahwa perubahan seperti perpindahan lokasi produksi, perubahan legal representative, atau perubahan nomor registrasi yang di berikan negara asal yang berdampak besar pada sistem keamanan pangan dapat menyebabkan perusahaan perlu mengajukan registrasi baru.

Dengan demikian, alamat fasilitas harus di pastikan sejak awal.

7. Food Safety Management System Tidak Efektif

Salah satu penyebab yang paling penting adalah sistem keamanan pangan tidak memadai.

GACC mensyaratkan perusahaan memiliki effective food safety, sanitation and protection management system.

Artinya, perusahaan tidak cukup hanya mempunyai dokumen SOP.

Sebaliknya, perusahaan harus mampu menunjukkan bahwa sistem tersebut di terapkan.

Sistem dapat mencakup:

  • GMP;
  • HACCP;
  • sanitation;
  • pest control;
  • supplier control;
  • QC;
  • traceability;
  • corrective action;
  • food defense;
  • training;
  • document control.

Karena itu, perusahaan yang mempunyai dokumen lengkap tetapi tidak mempunyai record implementasi tetap dapat menghadapi masalah saat evaluasi.

8. HACCP atau Hazard Analysis Tidak Sesuai

HACCP merupakan salah satu bagian penting dalam sistem keamanan pangan.

Namun demikian, perusahaan sebaiknya tidak membuat HACCP hanya sebagai dokumen formal.

Hazard analysis harus berdasarkan proses aktual.

Pada palm refinery, analisis dapat mempertimbangkan berbagai tahapan, misalnya:

Receiving โ†’ Storage โ†’ Refining โ†’ Bleaching โ†’ Deodorization โ†’ Fractionation โ†’ Storage โ†’ Loading

Setiap tahap kemudian dianalisis berdasarkan potensi bahaya dan pengendaliannya.

Jika hazard analysis tidak menggambarkan proses sebenarnya, perusahaan dapat kesulitan menjelaskan sistem ketika di periksa.

Selain itu, CCP yang di tetapkan harus mempunyai:

  • batas kritis;
  • metode monitoring;
  • frekuensi monitoring;
  • responsible person;
  • corrective action;
  • verification.

Dengan demikian, HACCP menjadi sistem yang benar-benar di gunakan.

9. GMP Tidak Di terapkan di Lapangan

GMP atau Good Manufacturing Practices juga dapat menjadi area pemeriksaan.

Sebagai contoh, perusahaan mempunyai SOP yang menyatakan area produksi harus di bersihkan secara rutin.

Namun, ketika pemeriksaan dilakukan, di temukan kondisi fasilitas yang tidak sesuai dengan prosedur.

Hal tersebut dapat menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem.

Karena itu, perusahaan perlu melakukan internal inspection.

Area yang dapat di periksa antara lain:

  • production area;
  • tank farm;
  • laboratory;
  • warehouse;
  • loading area;
  • chemical storage;
  • sanitation facilities.

Selain itu, hasil inspeksi sebaiknya di catat dan di tindaklanjuti.

10. Sistem Traceability Tidak Berfungsi

Traceability merupakan bagian penting dalam keamanan pangan.

Perusahaan harus dapat menghubungkan:

Raw Material โ†’ Supplier โ†’ Production Batch โ†’ Storage Tank โ†’ QC โ†’ Finished Product โ†’ Shipment

Jika perusahaan mempunyai batch number tetapi tidak dapat menghubungkannya dengan bahan baku, maka sistem traceability belum efektif.

Sebaliknya, sistem yang baik harus memungkinkan penelusuran maju dan mundur.

Misalnya, dari satu shipment perusahaan dapat mengetahui:

  • batch;
  • tanggal produksi;
  • tank;
  • bahan baku;
  • supplier;
  • hasil QC.

Kemudian, perusahaan juga harus dapat mengetahui shipment lain yang menggunakan batch atau bahan yang sama apabila di perlukan.

Oleh karena itu, traceability test perlu dilakukan sebelum pengajuan.

11. Tidak Mampu Menunjukkan Record Produksi

Record merupakan bukti bahwa prosedur di jalankan.

Misalnya, perusahaan memiliki SOP produksi.

Namun, apabila tidak ada batch production record, perusahaan akan kesulitan membuktikan bahwa proses benar-benar di kendalikan.

Record dapat mencakup:

  • tanggal produksi;
  • batch number;
  • raw material;
  • equipment;
  • parameter proses;
  • operator;
  • hasil QC;
  • status release.

Dengan demikian, auditor atau evaluator dapat melihat hubungan antara proses dan produk akhir.

12. Masalah pada Sistem Quality Control

Quality Control juga merupakan bagian penting.

Perusahaan harus mempunyai prosedur untuk memastikan produk memenuhi spesifikasi.

Pengujian dapat di sesuaikan dengan produk dan risiko, misalnya:

  • moisture;
  • acid value;
  • peroxide value;
  • iodine value;
  • insoluble impurities;
  • melting point atau slip melting point sesuai metode;
  • fatty acid composition;
  • parameter lain sesuai spesifikasi.

Namun, pengujian produk akhir saja tidak cukup.

Sebaliknya, hasil QC harus terhubung dengan sistem produksi.

Misalnya, COA harus dapat di telusuri ke batch yang benar.

Dengan demikian, perusahaan dapat menunjukkan bahwa produk yang akan di ekspor memang telah melalui proses kontrol.

13. Masalah pada Laboratorium

Selain hasil pengujian, laboratorium juga perlu mempunyai sistem yang dapat di percaya.

Beberapa aspek yang perlu di perhatikan antara lain:

  • metode pengujian;
  • sampling procedure;
  • equipment;
  • calibration;
  • analyst competency;
  • test record;
  • result approval.

Jika alat ukur penting tidak di kendalikan, hasil pengujian dapat di pertanyakan.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mempunyai program kalibrasi atau verifikasi sesuai jenis peralatan dan metode yang di gunakan.

14. Supplier Control Tidak Memadai

Keamanan pangan tidak di mulai ketika bahan baku masuk ke refinery.

Sebaliknya, pengendalian di mulai sejak supplier di pilih.

Karena itu, perusahaan sebaiknya mempunyai:

  • approved supplier list;
  • supplier qualification;
  • raw material specification;
  • incoming inspection;
  • supplier monitoring;
  • supplier corrective action.

Selain itu, perusahaan harus dapat menjelaskan bagaimana bahan baku yang tidak memenuhi spesifikasi di tangani.

Dengan demikian, sistem pengendalian bahan baku menjadi bagian dari FSMS.

15. Sanitasi Tidak Terdokumentasi

Sanitasi juga dapat menjadi masalah apabila hanya dilakukan secara informal.

Perusahaan sebaiknya mempunyai:

  • sanitation SOP;
  • cleaning schedule;
  • cleaning chemical;
  • responsible person;
  • cleaning record;
  • verification.

Kemudian, apabila terdapat masalah, perusahaan harus mempunyai corrective action.

Dengan demikian, sistem sanitasi dapat di buktikan.

16. Pest Control Tidak Memadai

Pengendalian hama juga perlu di kelola secara sistematis.

Program pest control dapat mencakup:

  • site map;
  • monitoring points;
  • inspection;
  • corrective action;
  • trend analysis;
  • service record.

Selain itu, perusahaan harus memastikan bahan pest control di kelola agar tidak menimbulkan risiko terhadap produk.

17. Food Defense Tidak Di persiapkan

GACC Order No. 280 menyebutkan bahwa GACC dapat meminta informasi terkait sistem keamanan, higiene, dan perlindungan pangan apabila di perlukan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan food defense.

Contohnya:

  • visitor control;
  • access control;
  • restricted area;
  • tank access;
  • chemical storage control;
  • laboratory access;
  • monitoring fasilitas.

Dengan demikian, perusahaan dapat menunjukkan bahwa akses terhadap area kritis di kendalikan.

18. Personel Tidak Memahami Sistem

Dokumen dapat terlihat sempurna, tetapi personel tidak mampu menjelaskan penerapannya.

Kondisi seperti ini dapat menjadi kelemahan ketika pemeriksaan dilakukan.

Misalnya, operator di tanya:

Apa yang dilakukan jika parameter proses keluar dari batas yang di tentukan?

Jika operator tidak mengetahui jawabannya, hal tersebut menunjukkan adanya gap antara SOP dan implementasi.

Karena itu, perusahaan perlu melakukan training.

Materinya dapat meliputi:

  • GMP;
  • HACCP;
  • hygiene;
  • sanitation;
  • food safety;
  • traceability;
  • corrective action;
  • food defense.

19. Tidak Ada Corrective Action yang Efektif

Ketika perusahaan menemukan penyimpangan, masalah tidak selesai hanya dengan memperbaiki kondisi saat itu.

Sebaliknya, perusahaan perlu mencari akar masalah.

Misalnya, di temukan kesalahan pencatatan batch.

Perusahaan dapat melakukan:

  1. identifikasi akar masalah;
  2. perbaikan record;
  3. training operator;
  4. supervisor verification;
  5. monitoring ulang;
  6. evaluasi efektivitas.

Dengan demikian, corrective action benar-benar mencegah masalah berulang.


20. Perusahaan Tidak Kooperatif Saat Pemeriksaan

Ketidakkooperatifan juga merupakan masalah serius.

Order No. 280 menyebutkan bahwa GACC dapat mencabut registrasi apabila perusahaan menolak bekerja sama dengan pemeriksaan ulang atau investigasi insiden. Selain itu, perusahaan yang sudah terdaftar wajib membantu proses evaluasi atau pemeriksaan yang dilakukan sesuai ketentuan.

Karena itu, perusahaan harus menunjuk personel yang bertanggung jawab untuk komunikasi.

Selain itu, informasi yang di berikan harus konsisten dan dapat di buktikan.

21. Memberikan Informasi atau Dokumen Palsu

Ini merupakan salah satu masalah paling serius.

Order No. 280 secara eksplisit mencantumkan penyediaan dokumen palsu atau penyembunyian informasi sebagai salah satu kondisi yang dapat menyebabkan registrasi di cabut.

Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya memperbaiki dokumen dengan cara yang membuat fakta menjadi berbeda.

Sebaliknya, apabila terdapat kesalahan, perusahaan harus melakukan koreksi secara transparan.

Lebih baik mengakui adanya gap dan memperbaikinya daripada memberikan informasi yang tidak benar.

22. Menyembunyikan Kondisi Fasilitas

Selain dokumen palsu, menyembunyikan informasi penting juga berisiko.

Misalnya, perusahaan mempunyai dua fasilitas produksi tetapi hanya menjelaskan satu fasilitas, padahal produk yang di daftarkan berasal dari fasilitas lainnya.

Atau, perusahaan menyatakan mempunyai proses tertentu tetapi sebenarnya menggunakan fasilitas berbeda.

Karena itu, data registrasi harus mencerminkan kondisi aktual.

23. Kapasitas Produksi Tidak Masuk Akal

GACC dapat meminta informasi terkait jenis produksi dan kapasitas produksi jika di perlukan untuk evaluasi.

Karena itu, perusahaan harus memastikan data kapasitas masuk akal dan konsisten.

Misalnya:

  • kapasitas terpasang;
  • kapasitas aktual;
  • kapasitas per hari;
  • kapasitas per tahun.

Jika terdapat angka berbeda dalam dokumen yang berbeda, perusahaan perlu menjelaskan perbedaannya.

24. Perubahan Fasilitas Tidak Dilaporkan dengan Benar

Setelah registrasi, perusahaan juga harus memperhatikan perubahan data.

Order No. 280 mengatur bahwa perubahan informasi registrasi perlu di ajukan melalui jalur registrasi dan di sertai dokumen pendukung. Untuk perubahan besar tertentu, perusahaan dapat di wajibkan melakukan registrasi baru.

Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya menganggap registrasi sebagai dokumen yang tidak perlu di perbarui.

Misalnya, perusahaan pindah fasilitas.

Maka, alamat produksi tidak lagi sama dengan data sebelumnya.

Dengan demikian, perusahaan perlu mengevaluasi dampak perubahan tersebut terhadap status registrasi.

25. Registrasi GACC Tidak Sama dengan Sertifikasi ISO

Kesalahan lain adalah menganggap sertifikat tertentu otomatis membuat registrasi GACC diterima.

Misalnya, perusahaan memiliki ISO 22000 atau HACCP certificate.

Sertifikat tersebut dapat membantu menunjukkan adanya sistem keamanan pangan, tetapi tidak otomatis menggantikan proses registrasi GACC.

Sebaliknya, GACC mempunyai persyaratan registrasinya sendiri.

Karena itu:

ISO 22000 โ‰  GACC Registration

dan

HACCP Certificate โ‰  GACC Registration

Namun demikian, sistem yang di bangun berdasarkan standar tersebut dapat membantu perusahaan mempersiapkan sistem keamanan pangan.

26. Tidak Memahami Perbedaan Manufacturer dan Trader

GACC registration di tujukan kepada perusahaan produksi, pengolahan, atau penyimpanan pangan luar negeri dalam ruang lingkup yang di tentukan.

Karena itu, perusahaan trader tidak seharusnya menganggap bahwa nomor registrasi harus selalu menggunakan nama perusahaan trading.

Jika produk sebenarnya di produksi oleh palm refinery tertentu, identitas fasilitas produksi harus di pahami dengan benar.

Selain itu, eksportir dan importer memiliki peran berbeda.

Dengan demikian, perusahaan harus menentukan sejak awal:

  1. Siapa manufacturer?
  2. Siapa exporter?
  3. Siapa importer di China?
  4. Fasilitas mana yang di daftarkan?

27. Data GACC Tidak Konsisten dengan Produk Ekspor

Misalnya, perusahaan mendaftarkan satu jenis produk, tetapi kemudian dokumen ekspor menggunakan deskripsi yang sangat berbeda.

Hal tersebut dapat menimbulkan pertanyaan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya mempunyai product master data yang mencakup:

  • nama produk;
  • kategori;
  • spesifikasi;
  • proses produksi;
  • HS Code terkait;
  • packaging;
  • intended use;
  • fasilitas produksi.

Dengan demikian, dokumen GACC dan dokumen ekspor dapat di rekonsiliasi.

28. Kesalahan pada Nomor Registrasi

Setelah mendapatkan registrasi, perusahaan harus menggunakan nomor registrasi sesuai ketentuan.

Order No. 280 menyatakan bahwa perusahaan terdaftar harus mencantumkan nomor registrasi China atau nomor registrasi yang di berikan otoritas negara asal pada kemasan pangan yang di ekspor ke China.

Karena itu, perusahaan harus memastikan:

  • nomor benar;
  • tidak salah digit;
  • tidak tertukar dengan nomor fasilitas lain;
  • di gunakan pada produk yang tepat;
  • tidak di pinjamkan kepada perusahaan lain.

Bahkan, penyewaan, peminjaman, pengalihan, penjualan, atau penyalahgunaan nomor registrasi termasuk kondisi yang dapat menyebabkan pencabutan registrasi.

Cara Menghindari Registrasi GACC Palm Oil Ditolak

Setelah mengetahui penyebabnya, perusahaan dapat membuat strategi pencegahan.

1. Lakukan Gap Assessment

Pertama, lakukan evaluasi terhadap:

  • legalitas;
  • fasilitas;
  • produk;
  • FSMS;
  • HACCP;
  • GMP;
  • QC;
  • traceability;
  • dokumen.

Kemudian, buat daftar gap.

2. Buat Master Data

Selanjutnya, tetapkan data resmi perusahaan.

Gunakan master data tersebut untuk seluruh dokumen.

3. Periksa Produk

Pastikan kategori produk benar.

Selain itu, periksa karakteristik dan proses produksinya.

4. Perkuat FSMS

Jangan hanya membuat SOP.

Pastikan setiap SOP mempunyai record implementasi.

5. Lakukan Mock Audit

Simulasikan pemeriksaan sebelum pengajuan.

Dengan demikian, kelemahan dapat di temukan lebih awal.

6. Uji Traceability

Ambil satu batch secara acak.

Kemudian, lakukan penelusuran dari bahan baku hingga shipment.

7. Pastikan Personel Siap

Operator dan personel utama harus memahami sistem.

8. Periksa Dokumen

Lakukan document reconciliation sebelum pengajuan.

Checklist Sebelum Mengajukan Registrasi GACC Palm Oil

AspekPertanyaanStatus
LegalitasApakah perusahaan berdiri secara legal?โ˜
FasilitasApakah alamat fasilitas benar?โ˜
ProdukApakah kategori produk sesuai?โ˜
OtoritasApakah rekomendasi di perlukan?โ˜
DokumenApakah dokumen lengkap?โ˜
FSMSApakah sistem keamanan pangan berjalan?โ˜
GMPApakah GMP di terapkan?โ˜
HACCPApakah hazard analysis sesuai proses?โ˜
QCApakah pengujian terdokumentasi?โ˜
LaboratoryApakah alat dan metode terkendali?โ˜
SupplierApakah supplier di kendalikan?โ˜
SanitationApakah cleaning record tersedia?โ˜
Pest ControlApakah program berjalan?โ˜
Food DefenseApakah akses area kritis di kendalikan?โ˜
TraceabilityApakah batch dapat di telusuri?โ˜
TrainingApakah personel sudah di latih?โ˜
Corrective ActionApakah temuan di tutup?โ˜
DokumenApakah data antar dokumen konsisten?โ˜
Mock AuditApakah simulasi sudah dilakukan?โ˜

Checklist tersebut merupakan alat persiapan internal, bukan daftar resmi GACC yang harus di gunakan dalam setiap kasus.

Bagaimana Jika Registrasi GACC Palm Oil Ditolak?

Jika permohonan tidak di setujui, langkah berikutnya sebaiknya tidak langsung mengajukan ulang tanpa memahami penyebabnya.

Pertama, perusahaan perlu mempelajari pemberitahuan atau hasil evaluasi.

Kemudian, identifikasi apakah masalah berkaitan dengan:

  • dokumen;
  • informasi;
  • fasilitas;
  • food safety management;
  • rekomendasi;
  • audit;
  • produk;
  • traceability.

Setelah itu, lakukan corrective action.

Misalnya, jika masalah berkaitan dengan sistem traceability, perusahaan harus memperbaiki sistem dan menguji efektivitasnya.

Sebaliknya, jika masalah berkaitan dengan dokumen, lakukan koreksi secara resmi.

Dengan demikian, pengajuan berikutnya tidak mengulang masalah yang sama.

Apakah Registrasi GACC yang Ditolak Bisa Diajukan Lagi?

Kemungkinan pengajuan kembali harus di lihat berdasarkan alasan dan status permohonan serta mekanisme GACC yang berlaku pada saat itu.

Yang paling penting adalah perusahaan tidak mengulang pengajuan dengan kondisi yang sama.

Sebaliknya, perusahaan harus:

  1. memahami alasan tidak di setujuinya permohonan;
  2. memperbaiki akar masalah;
  3. melengkapi bukti;
  4. memastikan rekomendasi otoritas kompeten tersedia jika di wajibkan;
  5. melakukan evaluasi internal;
  6. kemudian mengikuti prosedur pengajuan yang berlaku.

Karena mekanisme GACC dapat berubah berdasarkan evaluasi risiko dan pengumuman implementasi, perusahaan sebaiknya memeriksa ketentuan terbaru sebelum melakukan pengajuan ulang.

Perbedaan Penolakan Registrasi dan Pencabutan Registrasi

Hal ini juga penting di pahami.

Penolakan registrasi terjadi ketika perusahaan belum memperoleh registrasi.

Sementara itu, pencabutan registrasi terjadi terhadap perusahaan yang sebelumnya sudah terdaftar.

Order No. 280 mencantumkan beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pencabutan, termasuk insiden keamanan pangan serius, masalah keamanan pangan serius pada pemeriksaan masuk China, masalah besar dalam sistem keamanan dan higiene, kegagalan memenuhi persyaratan setelah perbaikan, dokumen palsu, tidak kooperatif dalam pemeriksaan, serta penyalahgunaan nomor registrasi.

Dengan demikian, perusahaan yang sudah terdaftar tetap harus mempertahankan compliance.

Registrasi GACC Bukan Sekadar Persyaratan Administrasi

Pada akhirnya, kesalahan terbesar yang perlu di hindari adalah menganggap GACC sebagai proses administrasi semata.

Untuk palm refinery, registrasi berkaitan erat dengan kemampuan perusahaan menjaga keamanan pangan.

Karena itu, perusahaan perlu membangun sistem mulai dari:

Supplier โ†’ Raw Material โ†’ Production โ†’ QC โ†’ Storage โ†’ Traceability โ†’ Loading โ†’ Export

Kemudian, sistem tersebut harus terhubung dengan:

GACC Registration โ†’ China Import Requirements โ†’ Customs Clearance

Dengan demikian, perusahaan mempunyai pendekatan yang lebih menyeluruh.

Hubungan Penyebab Penolakan dengan Food Safety Management System

Jika berbagai penyebab penolakan tersebut di perhatikan, terlihat bahwa banyak masalah sebenarnya berasal dari satu sumber utama, yaitu lemahnya sistem manajemen keamanan pangan.

Misalnya:

  • traceability gagal;
  • QC tidak terdokumentasi;
  • sanitation tidak konsisten;
  • HACCP tidak sesuai;
  • operator tidak memahami SOP;
  • corrective action tidak efektif.

Semua masalah tersebut berkaitan dengan FSMS.

Oleh karena itu, membangun FSMS yang baik dapat membantu perusahaan mempersiapkan banyak aspek sekaligus.

Namun demikian, FSMS tetap bukan pengganti registrasi GACC.

Sebaliknya, FSMS merupakan salah satu fondasi untuk menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai sistem pengendalian keamanan pangan yang efektif.

Peran Audit Internal Sebelum Pengajuan GACC

Audit internal sebaiknya dilakukan sebelum registrasi.

Audit dapat mencakup:

Dokumentasi

Apakah semua SOP tersedia?

Implementasi

Apakah SOP dijalankan?

Record

Apakah bukti pelaksanaan tersedia?

Fasilitas

Apakah kondisi pabrik sesuai?

Personel

Apakah operator memahami tugasnya?

Traceability

Apakah batch dapat di telusuri?

Corrective Action

Apakah temuan sebelumnya sudah di perbaiki?

Dengan demikian, audit internal berfungsi sebagai simulasi sebelum perusahaan menghadapi evaluasi eksternal.

Contoh Kasus Penolakan Registrasi GACC Palm Oil

Sebagai ilustrasi, sebuah palm refinery mengajukan registrasi untuk produk edible Palm Oil.

Perusahaan mempunyai:

  • izin usaha;
  • SOP;
  • HACCP;
  • ISO 22000;
  • laboratorium;
  • COA.

Namun, ketika dilakukan evaluasi, di temukan bahwa alamat fasilitas pada dokumen registrasi berbeda dengan alamat fasilitas aktual.

Selain itu, traceability system hanya berupa nomor batch tanpa hubungan dengan supplier.

Kemudian, beberapa record sanitasi tidak lengkap.

Dalam kondisi tersebut, masalah perusahaan bukan sekadar kurang satu dokumen.

Sebaliknya, terdapat gap antara dokumen, implementasi, dan sistem traceability.

Karena itu, perusahaan perlu memperbaiki seluruh hubungan tersebut sebelum melakukan pengajuan kembali.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi atau banyaknya dokumen tidak otomatis menjamin registrasi diterima.

Strategi Compliance Berkelanjutan Setelah Registrasi

Mendapatkan nomor GACC bukan akhir dari proses.

Sebaliknya, perusahaan harus mempertahankan compliance.

GACC dapat melakukan pemeriksaan ulang terhadap perusahaan yang sudah terdaftar untuk memastikan perusahaan tetap memenuhi persyaratan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya melakukan:

  • internal audit;
  • management review;
  • traceability test;
  • supplier evaluation;
  • product testing;
  • sanitation inspection;
  • training;
  • document review;
  • regulatory monitoring.

Dengan demikian, perusahaan selalu siap apabila dilakukan evaluasi kembali.

FAQ Penyebab Registrasi GACC Palm Oil Ditolak

Apakah GACC Palm Oil bisa ditolak karena dokumen tidak lengkap?

Ya. Untuk kategori yang memerlukan registrasi, perusahaan harus menyerahkan informasi dan dokumen yang ditetapkan. Untuk produk yang masuk katalog rekomendasi, laporan pemeriksaan dan surat rekomendasi otoritas kompeten juga diperlukan.

Apakah HACCP certificate menjamin registrasi GACC diterima?

Tidak. HACCP dapat menjadi bagian dari sistem keamanan pangan, tetapi registrasi GACC mempunyai persyaratan tersendiri.

Apakah ISO 22000 menggantikan GACC?

Tidak. ISO 22000 merupakan standar sistem manajemen keamanan pangan, sedangkan GACC merupakan mekanisme registrasi produsen pangan luar negeri untuk pasar China.

Apakah alamat pabrik yang berbeda dapat menjadi masalah?

Ya. Data fasilitas harus akurat dan konsisten. Perubahan lokasi produksi juga dapat mempunyai konsekuensi terhadap status registrasi.

Apakah traceability yang buruk dapat menyebabkan masalah?

Ya. Traceability merupakan bagian penting dari sistem keamanan pangan karena membantu perusahaan menunjukkan hubungan antara bahan baku, batch, produk, dan shipment.

Apakah GACC selalu melakukan audit langsung ke pabrik?

Tidak selalu. Order No. 280 memungkinkan pemeriksaan tertulis, video, pemeriksaan di lokasi, atau kombinasi metode tersebut berdasarkan tingkat risiko.

Apakah perusahaan harus mempunyai rekomendasi otoritas kompeten?

Untuk produk yang masuk katalog yang memerlukan official recommendation, ya, mekanisme tersebut berlaku. Edible oils and fats termasuk dalam katalog tersebut berdasarkan implementasi 2026.

Apa penyebab paling serius?

Penyediaan dokumen palsu, penyembunyian informasi, masalah besar pada sistem keamanan pangan, insiden keamanan pangan serius, atau ketidakkooperatifan dalam pemeriksaan merupakan kondisi yang secara eksplisit mendapat konsekuensi serius dalam Order No. 280.

Apakah registrasi yang ditolak dapat diajukan kembali?

Langkah selanjutnya bergantung pada alasan dan status keputusan. Secara praktis, perusahaan perlu memahami alasan penolakan, melakukan perbaikan, memastikan persyaratan dan rekomendasi yang diperlukan terpenuhi, kemudian mengikuti prosedur pengajuan yang berlaku.

Berapa lama registrasi GACC berlaku?

Registrasi berdasarkan Order No. 280 berlaku selama lima tahun. Namun, ketentuan perpanjangan dan pengecualian tertentu perlu diperhatikan berdasarkan kategori dan status perusahaan

Penyebab registrasi GACC Palm Oil ditolak dapat berasal dari banyak faktor, bukan hanya kesalahan mengisi formulir.

Pertama, perusahaan harus memenuhi persyaratan dasar sebagai produsen pangan luar negeri. Selanjutnya, perusahaan perlu memastikan kategori produk, identitas fasilitas, dokumen, rekomendasi otoritas kompeten, dan informasi registrasi sudah benar.

Selain itu, Food Safety Management System menjadi bagian yang sangat penting. GMP, HACCP, sanitation, supplier control, laboratory control, traceability, food defense, training, dan corrective action perlu diterapkan secara nyata.

Kemudian, perusahaan juga harus memastikan bahwa kondisi lapangan sesuai dengan dokumen. Sebab, dokumen yang terlihat lengkap tidak akan banyak membantu apabila tidak didukung oleh record dan implementasi.

Untuk produk edible oils and fats, termasuk produk Palm Oil yang berada dalam cakupan tersebut, GACC menerapkan mekanisme registrasi yang memerlukan rekomendasi otoritas kompeten negara asal. Otoritas tersebut melakukan pemeriksaan dan memberikan laporan serta rekomendasi bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan.

Selain itu, GACC dapat mengevaluasi perusahaan melalui pemeriksaan dokumen, video, pemeriksaan di lokasi, maupun kombinasi metode tersebut. Apabila perusahaan tidak memenuhi persyaratan, GACC dapat menolak registrasi.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan registrasi, palm refinery sebaiknya melakukan gap assessment dan mock audit terlebih dahulu.

Dengan persiapan tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan administratif maupun teknis dan sekaligus membangun sistem keamanan pangan yang dapat dipertahankan setelah registrasi diperoleh.

Yang paling penting, GACC registration sebaiknya tidak dipandang sebagai dokumen sekali jadi. Sebaliknya, perusahaan perlu membangun continuous compliance, karena perusahaan yang telah terdaftar tetap dapat menjalani pemeriksaan ulang dan diwajibkan mempertahankan persyaratan registrasinya.

Konsultasikan Ekspor Palm Oil Sekarang

Isma