Commercial Invoice Palm Oil untuk Ekspor ke China

Isma

Updated on:

Commercial Invoice Palm Oil untuk Ekspor ke China
Direktur Utama Jangkar Groups

Commercial Invoice palm oil untuk ekspor ke China merupakan salah satu dokumen utama dalam transaksi perdagangan internasional yang perlu di siapkan secara akurat oleh eksportir Indonesia. Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai tagihan kepada pembeli, tetapi juga menjadi salah satu sumber informasi penting mengenai barang, nilai transaksi, penjual, pembeli, serta ketentuan perdagangan.

Dalam ekspor palm oil, Commercial Invoice perlu di buat dengan memperhatikan karakteristik produk yang sebenarnya. Istilah seperti Crude Palm Oil (CPO), RBD Palm Oil, Palm Olein, Palm Stearin, dan produk turunan lainnya tidak sebaiknya di cantumkan secara sembarangan karena masing-masing mempunyai karakteristik dan penggunaan yang berbeda.

DAFTAR ISI

Selain itu, informasi pada Commercial Invoice harus konsisten dengan dokumen ekspor lainnya, terutama Packing List, Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Bill of Lading, Certificate of Origin (COO), Certificate of Analysis (COA), serta dokumen pendukung yang di butuhkan importir China.

Dari sisi Indonesia, invoice dan packing list merupakan dokumen pelengkap tertentu yang wajib di unggah ketika submit awal PEB. DJBC menjelaskan bahwa jika invoice dan packing list tidak di unggah, PEB tidak dapat di submit dan di proses lebih lanjut melalui sistem yang berlaku.

Sementara itu, dari sisi China, Commercial Invoice menjadi bagian dari rangkaian dokumen perdagangan yang di gunakan importir untuk proses clearance dan administrasi impor. Untuk palm oil yang masuk kategori pangan, eksportir juga perlu memperhatikan persyaratan registrasi fasilitas pada GACC. Sejak 1 Juni 2026, China memberlakukan GACC Order No. 280 yang mengatur registrasi perusahaan luar negeri yang memproduksi, memproses, atau menyimpan makanan untuk ekspor ke China.

Oleh karena itu, pembuatan Commercial Invoice palm oil tidak cukup hanya dengan mencantumkan nama barang dan harga. Data di dalamnya harus mencerminkan transaksi dan produk yang sebenarnya.

Apa Itu Commercial Invoice?

Commercial Invoice adalah dokumen komersial yang di terbitkan oleh eksportir kepada importir sebagai bukti rincian transaksi penjualan barang.

Dalam kegiatan ekspor, Commercial Invoice biasanya memuat informasi mengenai:

  • Penjual atau eksportir.
  • Pembeli atau importir.
  • Nomor invoice.
  • Tanggal invoice.
  • Deskripsi barang.
  • Jumlah barang.
  • Harga satuan.
  • Nilai total.
  • Mata uang transaksi.
  • Incoterms.
  • Negara asal.
  • Negara tujuan.
  • Informasi pengiriman.
  • Nomor kontrak atau purchase order jika ada.

Dengan demikian, Commercial Invoice menjadi salah satu dokumen utama untuk menghubungkan transaksi komersial dengan kegiatan ekspor.

Untuk ekspor palm oil ke China, invoice sebaiknya di buat berdasarkan sales contract atau purchase order yang telah di sepakati antara eksportir Indonesia dan importir China.

Peran Commercial Invoice dalam Ekspor Palm Oil

Fungsi Commercial Invoice untuk Ekspor Palm Oil

Commercial Invoice memiliki beberapa fungsi sekaligus.

1. Sebagai Dokumen Transaksi

Fungsi paling dasar adalah sebagai dokumen yang menunjukkan transaksi antara penjual dan pembeli.

Invoice menunjukkan berapa jumlah palm oil yang di jual dan berapa nilai yang harus di bayar oleh importir.

2. Sebagai Dasar Informasi Nilai Barang

Invoice menunjukkan nilai transaksi yang di sepakati.

Informasi tersebut penting karena kegiatan ekspor membutuhkan data nilai barang untuk kepentingan administrasi perdagangan dan kepabeanan.

3. Sebagai Dokumen Pendukung PEB

Invoice menjadi bagian dari dokumen pelengkap PEB.

DJBC saat ini menyatakan bahwa invoice dan packing list wajib di unggah ketika submit awal PEB.

Karena itu, eksportir palm oil perlu memastikan Commercial Invoice sudah tersedia dan datanya benar sebelum PEB di ajukan.

4. Sebagai Dokumen bagi Importir China

Importir menggunakan invoice untuk mengurus transaksi dan proses impor.

Data invoice dapat di bandingkan dengan dokumen lain seperti packing list dan Bill of Lading.

5. Sebagai Dokumen Audit

Invoice juga dapat menjadi bagian dari arsip transaksi perusahaan.

Karena itu, eksportir sebaiknya menyimpan invoice bersama dokumen pendukung shipment lainnya.

Mengapa Commercial Invoice Penting untuk Palm Oil?

Palm oil merupakan komoditas yang dapat di perdagangkan dalam berbagai bentuk.

Contohnya:

  • CPO.
  • RBD Palm Oil.
  • RBD Palm Olein.
  • RBD Palm Stearin.
  • Palm Fatty Acid Distillate.
  • Produk oleochemical tertentu.

Masing-masing produk memiliki karakteristik teknis yang berbeda.

Oleh sebab itu, deskripsi barang pada invoice harus cukup jelas untuk menunjukkan produk yang sebenarnya.

Misalnya, invoice yang hanya menuliskan “Palm Oil” mungkin terlalu umum untuk transaksi yang sebenarnya menggunakan spesifikasi RBD Palm Olein.

Sebaliknya, apabila produk merupakan palm stearin, deskripsi sebaiknya mengikuti identitas dan spesifikasi produk yang di sepakati.

Dengan demikian, invoice dapat menjadi bagian dari dokumentasi yang konsisten dari sisi komersial, teknis, dan kepabeanan.

Format Commercial Invoice Palm Oil

Tidak terdapat satu format universal yang harus di gunakan oleh seluruh eksportir untuk semua transaksi palm oil. Format dapat di sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, buyer, bank, freight forwarder, dan ketentuan kepabeanan.

Namun, Commercial Invoice sebaiknya mempunyai struktur yang jelas.

Contoh susunan:

COMMERCIAL INVOICE

Invoice Number: INV-001/IX/2026
Invoice Date: 30 September 2026

Seller / Exporter:
Nama perusahaan
Alamat
Indonesia

Buyer / Importer:
Nama perusahaan
Alamat
China

Product:
RBD Palm Olein

Quantity:
XX MT

Unit Price:
USD XX/MT

Total Amount:
USD XX

Incoterms:
CIF/CFR/FOB sesuai kontrak

Country of Origin:
Indonesia

Port of Loading:
Pelabuhan di Indonesia

Port of Discharge:
Pelabuhan di China

Payment Terms:
Sesuai kontrak

Signature/Authorized Person:
Nama dan jabatan pihak berwenang.

Format tersebut hanya contoh struktur. Data aktual harus mengikuti transaksi yang sebenarnya.

Informasi yang Wajib Diperhatikan dalam Commercial Invoice

Agar invoice lebih mudah di gunakan dalam proses ekspor, setiap bagian harus di periksa.

1. Nama Eksportir

Nama eksportir harus sesuai dengan legalitas perusahaan dan data yang di gunakan dalam proses ekspor.

Jadi, kesalahan nama dapat menyebabkan ketidaksesuaian dengan dokumen lain.

2. Alamat Eksportir

Alamat sebaiknya konsisten dengan informasi perusahaan.

Jika alamat fasilitas produksi berbeda dengan alamat kantor, informasi dapat di jelaskan sesuai kebutuhan dokumen.

3. Nama Importir

Nama importir China harus sesuai dengan pihak yang tercantum dalam sales contract dan dokumen pengiriman.

4. Nomor Invoice

Setiap invoice sebaiknya memiliki nomor unik.

Nomor ini memudahkan pencatatan, pelacakan transaksi, dan komunikasi dengan buyer.

5. Tanggal Invoice

Tanggal invoice harus mencerminkan tanggal penerbitan dokumen.

Selain itu, tanggal juga sebaiknya konsisten dengan ketentuan kontrak dan dokumen terkait.

Deskripsi Produk Palm Oil pada Invoice

Bagian deskripsi barang merupakan salah satu bagian paling penting.

Eksportir sebaiknya menghindari deskripsi yang terlalu umum.

Contohnya:

Kurang spesifik:

Palm Oil

Lebih informatif:

Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein)

Apabila transaksi menggunakan palm stearin, deskripsi dapat di sesuaikan dengan produk dan spesifikasi yang sebenarnya.

Misalnya:

RBD Palm Stearin

Namun, deskripsi akhir harus mengikuti spesifikasi produk dan kontrak.

Jangan menambahkan karakteristik yang tidak benar hanya untuk menyesuaikan invoice dengan kebutuhan tertentu.

Quantity dalam Commercial Invoice

Quantity menunjukkan jumlah palm oil yang di jual.

Untuk komoditas palm oil, satuan yang umum di gunakan dalam transaksi dapat berupa:

  • Metric Ton (MT).
  • Kilogram (kg).
  • Drum.
  • Container.
  • Unit lain sesuai kontrak.

Jika menggunakan Metric Ton, jumlahnya harus konsisten dengan dokumen lain.

Misalnya:

Quantity: 1,000 MT

Maka informasi terkait jumlah pada packing list, PEB, dan dokumen pengiriman harus dapat di jelaskan dan di sesuaikan dengan kondisi shipment.

Net Weight dan Gross Weight

Untuk barang yang menggunakan kemasan, perbedaan antara net weight dan gross weight perlu diperhatikan.

Net weight menunjukkan berat produk.

Gross weight dapat mencakup produk beserta kemasan.

Untuk pengiriman palm oil secara bulk, sistem pencatatan berat dapat berbeda dari pengiriman menggunakan drum atau IBC.

Karena itu, eksportir perlu menggunakan satu metode pengukuran yang sesuai dengan kontrak dan dokumen logistik.

Harga Palm Oil pada Commercial Invoice

Harga merupakan bagian utama dari invoice.

Juga, harga dapat di tulis berdasarkan:

Unit Price × Quantity = Total Amount

Misalnya, jika harga dalam kontrak adalah USD 900 per MT dan jumlah barang 1.000 MT, maka total nilai komoditas sebelum komponen lain yang di sepakati adalah USD 900.000.

Namun, perhitungan aktual harus mengikuti kontrak dan Incoterms yang di gunakan.

Jangan memasukkan angka contoh ke dalam invoice nyata.

Invoice harus menggunakan nilai transaksi sebenarnya.

Mata Uang dalam Commercial Invoice

Commercial Invoice perlu menyebutkan mata uang.

Contoh:

  • USD.
  • EUR.
  • CNY.
  • Mata uang lain sesuai kontrak.

Untuk ekspor palm oil Indonesia ke China, USD sering di gunakan dalam perdagangan internasional, tetapi mata uang transaksi tetap bergantung pada kesepakatan eksportir dan importir.

Yang penting, mata uang harus di tulis secara jelas.

Contoh:

Total Invoice Value: USD 900,000.00

Incoterms pada Commercial Invoice

Incoterms menjelaskan pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli.

Dalam perdagangan palm oil, transaksi dapat menggunakan ketentuan seperti:

  • FOB.
  • CFR.
  • CIF.
  • Term lain sesuai kesepakatan.

Incoterms yang tercantum dalam invoice sebaiknya sama dengan sales contract.

Misalnya:

Price Term: CIF Shanghai, Incoterms® 2020

Jika menggunakan Incoterms tertentu, eksportir perlu memahami biaya dan tanggung jawab yang melekat pada term tersebut.

Jangan mencantumkan CIF jika kontrak sebenarnya menggunakan FOB.

Port of Loading

Commercial Invoice dapat mencantumkan pelabuhan tempat barang di muat.

Contohnya:

Port of Loading: Indonesia

atau pelabuhan spesifik sesuai transaksi.

Informasi ini sebaiknya konsisten dengan Bill of Lading dan dokumen pengiriman.

Port of Discharge

Port of Discharge menunjukkan pelabuhan tujuan barang di China.

Contohnya dapat berupa pelabuhan di:

  • Shanghai.
  • Ningbo.
  • Qingdao.
  • Guangzhou.
  • Pelabuhan China lainnya.

Pelabuhan yang di tulis harus mengikuti booking dan Bill of Lading.

Country of Origin

Juga, untuk palm oil yang di produksi di Indonesia, informasi asal barang dapat di cantumkan sebagai:

Country of Origin: Indonesia

Informasi tersebut perlu konsisten dengan dokumen asal barang seperti Certificate of Origin apabila di terbitkan.

Juga, Country of Origin bukan berarti negara tempat kapal berangkat.

Negara asal menunjukkan asal barang sesuai ketentuan asal barang yang berlaku.

HS Code dalam Commercial Invoice

HS Code merupakan klasifikasi barang yang sangat penting dalam kegiatan perdagangan internasional.

Eksportir dapat mencantumkan HS Code pada invoice jika di minta oleh buyer atau di perlukan untuk mempermudah identifikasi barang.

Namun, penentuan HS Code harus dilakukan berdasarkan karakteristik barang dan ketentuan klasifikasi yang berlaku.

Untuk palm oil, klasifikasi dapat berbeda berdasarkan jenis produk, tingkat pengolahan, dan karakteristik lainnya.

Hal yang perlu di perhatikan adalah:

HS Code Indonesia tidak selalu identik dengan kode tarif nasional China.

Indonesia menggunakan BTKI/AHTN untuk klasifikasi barang, sedangkan China memiliki pengembangan kode tarif nasionalnya.

Karena itu, eksportir sebaiknya mengoordinasikan kode yang di gunakan pada invoice dengan importir atau customs broker di China.

Hubungan Commercial Invoice dengan PEB

Commercial Invoice dan PEB mempunyai fungsi berbeda, tetapi datanya harus konsisten.

Commercial Invoice merupakan dokumen komersial.

PEB merupakan pemberitahuan kepabeanan ekspor.

Invoice dapat menjadi salah satu sumber data untuk mengisi PEB.

Beberapa informasi yang perlu di cocokkan antara lain:

DataInvoicePEB
EksportirHarus sesuaiHarus sesuai
ImportirHarus sesuaiHarus sesuai
Nama barangKonsistenKonsisten
HS CodeSesuai klasifikasiSesuai
QuantityKonsistenKonsisten
NilaiSesuai transaksiSesuai pemberitahuan
Negara tujuanChinaChina

DJBC secara khusus mewajibkan invoice dan packing list di unggah saat submit awal PEB. Jika dokumen tersebut tidak di unggah, sistem CEISA tidak dapat melanjutkan proses submit PEB.

Karena itu, pembuatan invoice sebaiknya selesai sebelum proses finalisasi PEB.

Commercial Invoice dan Packing List

Invoice dan packing list sering di buat secara bersamaan, tetapi keduanya mempunyai fungsi berbeda.

Invoice berfokus pada transaksi dan nilai komersial.

Packing List berfokus pada detail pengemasan dan jumlah fisik barang.

Contohnya:

Commercial Invoice

  • RBD Palm Olein.
  • 1.000 MT.
  • USD 900/MT.
  • Total USD 900.000.

Packing List

  • RBD Palm Olein.
  • 1.000 MT net.
  • Nomor kontainer.
  • Jumlah unit.
  • Berat kotor.
  • Jenis kemasan.

Keduanya harus saling mendukung.

Commercial Invoice dan Bill of Lading

Bill of Lading merupakan dokumen pengangkutan.

Informasi seperti:

  • Shipper.
  • Consignee.
  • Product description.
  • Quantity.
  • Weight.
  • Port of loading.
  • Port of discharge.

harus dapat di bandingkan dengan Commercial Invoice.

Jika invoice menyebut RBD Palm Olein tetapi B/L menyebut produk yang berbeda tanpa penjelasan, importir dapat membutuhkan klarifikasi.

Oleh karena itu, sebelum dokumen final di terbitkan, eksportir sebaiknya melakukan cross-check.

Commercial Invoice dan Certificate of Analysis

COA berisi hasil pengujian kualitas produk.

Invoice berisi informasi komersial.

Keduanya tidak mempunyai fungsi yang sama, tetapi nama produk dan identitas batch sebaiknya dapat dihubungkan.

Contohnya:

Invoice: RBD Palm Olein
COA: RBD Palm Olein
Batch: PO-0926-01

Selain itu, dengan sistem tersebut, buyer dapat lebih mudah menghubungkan produk yang di beli dengan hasil pengujian.

Commercial Invoice dan Certificate of Origin

Certificate of Origin atau COO berkaitan dengan asal barang.

Jika invoice mencantumkan:

Country of Origin: Indonesia

maka informasi tersebut perlu konsisten dengan dokumen asal barang yang di terbitkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika importir China membutuhkan COO untuk tujuan tertentu, eksportir perlu memastikan jenis COO yang sesuai dengan transaksi.

Commercial Invoice dan GACC

Commercial Invoice tidak sama dengan GACC registration.

Jadi, commercial Invoice merupakan dokumen transaksi.

GACC registration berkaitan dengan registrasi perusahaan luar negeri yang berada dalam cakupan ketentuan China.

Sejak 1 Juni 2026, GACC Order No. 280 berlaku dan mewajibkan perusahaan luar negeri yang memproduksi makanan untuk ekspor ke China memperoleh registrasi GACC.

Juga, untuk kategori tertentu, termasuk edible fats and oils, registrasi dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan rekomendasi competent authority negara asal.

Maka dengan demikian, Commercial Invoice tidak menggantikan GACC registration.

Apakah Nomor GACC Di cantumkan dalam Commercial Invoice?

Kebutuhan pencantuman nomor registrasi pada invoice dapat bergantung pada persyaratan buyer dan dokumen impor.

Yang penting, eksportir memahami bahwa nomor GACC memiliki fungsi berbeda dari invoice number.

GACC Order No. 280 menetapkan bahwa perusahaan yang telah memperoleh registrasi harus mencantumkan China registration number atau nomor registrasi yang di setujui competent authority negara asal pada kemasan makanan yang di ekspor ke China.

Karena itu, ketentuan mengenai nomor registrasi pada kemasan tidak boleh di samakan dengan kewajiban mencantumkan nomor tersebut pada Commercial Invoice.

Data GACC yang Perlu Konsisten dengan Invoice

Walaupun GACC registration bukan Commercial Invoice, data perusahaan dan produk harus tetap konsisten.

Hal yang perlu di periksa antara lain:

  • Nama perusahaan.
  • Alamat fasilitas.
  • Kategori produk.
  • Negara asal.
  • Identitas fasilitas.
  • Produk yang diekspor.

GACC Order No. 280 menyebut bahwa informasi aplikasi registrasi mencakup nama perusahaan, negara asal, alamat fasilitas produksi, legal representative, contact person, kontak, nomor registrasi yang di setujui competent authority, dan kategori makanan.

Jika invoice menggunakan identitas perusahaan yang berbeda dari fasilitas yang terdaftar tanpa penjelasan yang jelas, importir dapat memerlukan klarifikasi.

Apakah Commercial Invoice Harus Menggunakan Bahasa China?

Tidak selalu.

Bahasa Commercial Invoice biasanya mengikuti kebutuhan perdagangan antara eksportir dan importir.

Namun, importir China dapat mempunyai format atau persyaratan dokumen tertentu.

Karena itu, eksportir sebaiknya meminta documentary requirements dari buyer sebelum menerbitkan invoice final.

Untuk dokumen aplikasi registrasi GACC sendiri, aturan baru menetapkan bahwa bahan aplikasi dapat menggunakan bahasa China atau Inggris.

Hal ini tidak otomatis berarti seluruh dokumen komersial wajib menggunakan salah satu bahasa tersebut.

Nomor Purchase Order pada Commercial Invoice

Jika transaksi menggunakan Purchase Order atau PO, nomor PO sebaiknya di cantumkan pada invoice.

Contoh:

Purchase Order No.: PO-CHINA-0926-001

Nomor tersebut membantu buyer mencocokkan invoice dengan pesanan.

Jika transaksi menggunakan sales contract, nomor kontrak juga dapat di cantumkan.

Contoh:

Sales Contract No.: SC/ID-CN/2026/009

Informasi ini sangat berguna terutama untuk transaksi berulang dengan buyer yang sama.

Payment Terms pada Commercial Invoice

Payment terms menjelaskan ketentuan pembayaran.

Contohnya:

  • T/T.
  • L/C.
  • Documentary Collection.
  • Metode lain sesuai kontrak.

Invoice harus mencerminkan kesepakatan sebenarnya.

Jika menggunakan Letter of Credit, detail Commercial Invoice perlu di periksa terhadap persyaratan L/C karena ketidaksesuaian dokumen dapat menimbulkan masalah dalam proses pembayaran.

Bank Details pada Commercial Invoice

Eksportir dapat mencantumkan informasi rekening bank apabila di perlukan.

Misalnya:

  • Nama bank.
  • Nama pemilik rekening.
  • Nomor rekening.
  • SWIFT Code.
  • Alamat bank.

Namun, informasi harus mengikuti instruksi perusahaan dan kontrak.

Jika pembayaran melalui L/C, informasi invoice harus di sesuaikan dengan documentary requirements.

Perbedaan Invoice untuk CPO, RBD Palm Oil, Olein dan Stearin

Commercial Invoice untuk berbagai produk palm oil memiliki struktur dasar yang sama, tetapi deskripsi produk dan spesifikasi dapat berbeda.

ProdukDeskripsi
CPOCrude Palm Oil
RBD Palm OilRefined, Bleached and Deodorized Palm Oil
Palm OleinFraksi cair palm oil
Palm StearinFraksi padat palm oil

Eksportir harus menggunakan nama produk sesuai kondisi aktual.

Misalnya, jangan menyebut RBD Palm Olein sebagai CPO karena keduanya mempunyai tingkat pengolahan berbeda.

Commercial Invoice untuk Palm Stearin

Untuk palm stearin, spesifikasi produk dapat menjadi lebih penting karena pembeli dapat meminta parameter seperti:

  • Melting point.
  • Slip melting point.
  • Iodine value.
  • FFA.
  • Moisture.
  • Impurities.
  • Fatty acid profile.

Namun, semua parameter tersebut tidak harus di masukkan ke invoice.

Invoice tetap merupakan dokumen komersial.

Parameter teknis yang lengkap biasanya lebih tepat di tuangkan dalam COA atau Technical Specification Sheet.

Commercial Invoice untuk Palm Olein

Palm olein merupakan fraksi cair palm oil.

Untuk transaksi palm olein, invoice dapat mencantumkan nama produk secara spesifik, misalnya:

RBD Palm Olein

Kemudian informasi jumlah, harga, Incoterms, dan nilai total di cantumkan berdasarkan kontrak.

Jika buyer meminta specification number atau grade tertentu, informasi tersebut dapat di tambahkan selama benar dan sesuai kontrak.

Kesalahan Commercial Invoice Palm Oil yang Sering Terjadi

1. Nama Produk Terlalu Umum

Menulis hanya “Palm Oil” dapat menimbulkan pertanyaan jika transaksi sebenarnya menggunakan produk yang lebih spesifik.

2. Salah Quantity

Quantity di invoice berbeda dengan packing list.

3. Salah Harga

Harga pada invoice tidak sesuai sales contract.

4. Salah Currency

Kontrak menggunakan USD tetapi invoice menggunakan mata uang lain tanpa dasar yang jelas.

5. Incoterms Tidak Sesuai

Invoice mencantumkan CIF sedangkan kontrak menggunakan FOB.

6. Salah Importir

Nama buyer tidak sesuai dengan pihak dalam kontrak.

7. Salah Country of Origin

Asal barang di tulis tidak sesuai.

8. Salah HS Code

Kode yang di gunakan tidak sesuai klasifikasi barang.

9. Nomor Kontrak Tidak Sesuai

Nomor sales contract atau PO salah.

10. Data Tidak Konsisten

Invoice berbeda dengan PEB, packing list, B/L, atau COO.

Cara Membuat Commercial Invoice Palm Oil

Berikut langkah yang dapat di gunakan eksportir.

Langkah 1: Periksa Sales Contract

Ambil informasi dari kontrak.

Periksa:

  • Product.
  • Quantity.
  • Price.
  • Currency.
  • Incoterms.
  • Buyer.
  • Seller.
  • Shipment schedule.

Langkah 2: Cocokkan Produk

Pastikan nama produk sesuai spesifikasi aktual.

Langkah 3: Tentukan Quantity

Gunakan quantity yang di sepakati dan dapat di buktikan melalui dokumen pengiriman.

Langkah 4: Hitung Nilai

Gunakan harga dan quantity berdasarkan kontrak.

Langkah 5: Cantumkan Incoterms

Gunakan term yang benar dan sesuai kontrak.

Langkah 6: Periksa HS Code

Jika di cantumkan, pastikan klasifikasinya telah di verifikasi.

Langkah 7: Periksa Buyer dan Seller

Pastikan identitas kedua pihak benar.

Langkah 8: Cocokkan dengan Packing List

Periksa quantity dan deskripsi.

Langkah 9: Cocokkan dengan PEB

Pastikan data invoice dapat di gunakan secara konsisten untuk pemberitahuan ekspor.

Langkah 10: Final Approval

Invoice sebaiknya diperiksa oleh pihak yang berwenang sebelum diterbitkan.

Checklist Commercial Invoice Palm Oil

Gunakan checklist berikut sebelum invoice diberikan kepada buyer.

ItemStatus
Nama eksportir☐
Alamat eksportir☐
Nama importir☐
Alamat importir☐
Invoice number☐
Invoice date☐
PO/contract number☐
Product description☐
Quantity☐
Unit☐
Unit price☐
Currency☐
Total value☐
Incoterms☐
Country of origin☐
Port of loading☐
Port of discharge☐
HS Code jika diperlukan☐
Payment terms☐
Bank details jika diperlukan☐
Signature/authorization☐

Contoh Commercial Invoice Palm Oil

Berikut contoh sederhana untuk memahami struktur invoice.

COMMERCIAL INVOICE

Invoice No.: INV-IDCN-2026-001
Date: 30 September 2026

Seller / Exporter:
PT Contoh Sawit Indonesia
Indonesia

Buyer / Importer:
China Import Co., Ltd.
China

Product Description:
RBD Palm Olein

Quantity:
1,000 MT

Unit Price:
USD 900/MT

Total Amount:
USD 900,000

Country of Origin:
Indonesia

Port of Loading:
Indonesia

Port of Discharge:
China

Incoterms:
CIF China, Incoterms® 2020

Payment Terms:
As per Sales Contract

Sales Contract No.:
SC-IDCN-2026-001

Authorized Signatory:
Nama dan Jabatan

Contoh tersebut hanya merupakan template edukasi. Nama perusahaan, jumlah, harga, pelabuhan, nomor kontrak, dan informasi lainnya harus diganti dengan data transaksi sebenarnya.

Commercial Invoice dan Customs Clearance China

Setelah barang tiba di China, importir perlu menjalankan proses customs clearance.

Commercial Invoice dapat menjadi salah satu dokumen yang digunakan untuk mendukung proses tersebut.

Karena itu, invoice sebaiknya disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan importir dan customs broker China.

Importir mungkin membutuhkan:

  • Product description.
  • Quantity.
  • Unit price.
  • Total value.
  • Country of origin.
  • HS Code.
  • Shipping information.
  • Contract reference.
  • GACC-related information.

Namun, persyaratan final dapat berbeda berdasarkan jenis produk dan proses impor.

Karena itu, eksportir sebaiknya meminta daftar dokumen dari importir sebelum shipment.

Hubungan Nilai Invoice dengan Bea Masuk China

Nilai transaksi yang dicantumkan dalam Commercial Invoice merupakan informasi penting dalam administrasi impor.

Namun, eksportir tidak sebaiknya mengubah nilai invoice hanya untuk mencoba memperoleh perlakuan tarif tertentu.

Invoice harus mencerminkan transaksi sebenarnya.

Selain itu, jika terdapat diskon, freight, insurance, atau komponen lain, perlakuannya perlu mengikuti kontrak dan ketentuan customs valuation yang berlaku.

Untuk itu, eksportir dan importir sebaiknya mengoordinasikan struktur harga dengan customs broker.

Apakah Freight Harus Dicantumkan dalam Invoice?

Jawabannya bergantung pada Incoterms dan struktur transaksi.

Dalam transaksi FOB, biaya tertentu setelah titik penyerahan menjadi tanggung jawab pembeli.

Dalam transaksi CFR atau CIF, eksportir dapat mempunyai tanggung jawab terhadap biaya pengangkutan sampai tujuan yang disepakati.

Karena itu, invoice harus mencerminkan term transaksi yang sebenarnya.

Jangan membuat invoice seolah-olah CIF jika transaksi sebenarnya FOB.

Apakah Insurance Harus Dicantumkan?

Jika menggunakan CIF atau transaksi yang mewajibkan penjual menyediakan asuransi, komponen tersebut perlu ditangani sesuai kontrak.

Selain itu, dokumen asuransi dapat disiapkan sebagai dokumen terpisah.

Apabila diperlukan, invoice dapat menjelaskan komponen harga sesuai struktur transaksi.

Commercial Invoice untuk Pengiriman Bulk

Palm oil sering diperdagangkan dalam volume besar dan dapat dikirim secara bulk.

Untuk pengiriman seperti ini, invoice perlu memperhatikan:

  • Metric ton.
  • Vessel.
  • Port.
  • Quantity.
  • Contract quantity.
  • Actual shipped quantity.
  • Tolerance jika diperbolehkan kontrak.

Jadi, perbedaan antara contracted quantity dan actual shipped quantity dapat terjadi sesuai ketentuan kontrak.

Karena itu, invoice final harus mengikuti quantity yang secara komersial ditagihkan dan dokumen shipment.

Commercial Invoice untuk Pengiriman Container

Jika palm oil dikirim menggunakan container, invoice dapat dihubungkan dengan:

  • Container number.
  • Seal number.
  • Packaging.
  • Net weight.
  • Gross weight.

Informasi tersebut biasanya lebih detail pada packing list dan dokumen pengangkutan.

Namun, invoice dapat mencantumkan informasi referensi apabila diperlukan buyer.

Tips Agar Commercial Invoice Tidak Bermasalah

Gunakan Master Data

Gunakan database perusahaan untuk nama dan alamat eksportir.

Product Master

Nama produk harus konsisten.

Gunakan Nomor Invoice Unik

Hindari penggunaan nomor invoice ganda.

Cocokkan dengan Kontrak

Jadikan sales contract sebagai referensi utama.

Cross-Check dengan Packing List

Pastikan quantity dan produk konsisten.

Periksa PEB

Karena invoice menjadi dokumen pelengkap PEB, data harus siap sebelum submit.

Koordinasikan dengan Buyer

Tanyakan apakah buyer memiliki format khusus.

Periksa GACC

Jika produk termasuk kategori pangan yang tercakup registrasi GACC, pastikan fasilitas dan kategori produk sudah sesuai.

FAQ

Apa itu Commercial Invoice palm oil?

Commercial Invoice palm oil adalah dokumen komersial yang diterbitkan eksportir untuk menunjukkan rincian transaksi penjualan palm oil kepada importir.

Apakah Commercial Invoice wajib untuk ekspor palm oil?

Invoice merupakan salah satu dokumen pelengkap tertentu yang wajib diunggah ketika submit awal PEB menurut mekanisme DJBC saat ini.

Apa saja isi Commercial Invoice palm oil?

Umumnya mencakup eksportir, importir, nomor invoice, tanggal, deskripsi barang, quantity, harga, total nilai, currency, Incoterms, dan informasi transaksi lainnya.

Apakah HS Code harus dicantumkan?

Pencantuman pada invoice dapat mengikuti kebutuhan transaksi dan buyer, tetapi klasifikasi HS Code harus ditentukan secara benar berdasarkan karakteristik barang dan ketentuan yang berlaku.

Apakah HS Code Indonesia sama dengan China?

Tidak selalu. Masing-masing negara mempunyai sistem klasifikasi dan pengembangan kode tarif nasional.

Apakah Commercial Invoice sama dengan PEB?

Tidak. Commercial Invoice adalah dokumen komersial, sedangkan PEB merupakan pemberitahuan ekspor kepada Bea dan Cukai.

Apakah Commercial Invoice sama dengan Packing List?

Tidak. Invoice berfokus pada transaksi dan nilai barang, sedangkan packing list berfokus pada detail kemasan dan jumlah fisik barang.

Apakah COA harus dilampirkan bersama invoice?

Kebutuhan pengiriman COA bergantung pada kontrak dan persyaratan buyer. Namun, untuk palm oil, COA merupakan dokumen teknis yang sangat penting.

Apakah GACC registration harus dicantumkan pada invoice?

GACC registration mempunyai fungsi berbeda dari Commercial Invoice. Aturan GACC Order No. 280 secara khusus mengatur pencantuman nomor registrasi pada kemasan makanan yang diekspor ke China.

Apakah palm oil wajib memiliki GACC registration?

Untuk makanan yang termasuk cakupan aturan registrasi GACC, perusahaan luar negeri wajib memperoleh registrasi. Daftar 2026 secara khusus mencantumkan edible fats and oils sebagai kategori yang memerlukan registrasi dengan rekomendasi competent authority.

Berapa lama registrasi GACC berlaku?

Berdasarkan GACC Order No. 280 yang berlaku sejak 1 Juni 2026, registrasi perusahaan luar negeri berlaku selama lima tahun.

Apakah Commercial Invoice harus dalam bahasa China?

Tidak otomatis. Bahasa dan format invoice dapat mengikuti kebutuhan transaksi dan importir. Juga, untuk aplikasi registrasi GACC, dokumen aplikasi dapat menggunakan bahasa China atau Inggris.

Apakah nilai invoice harus sama dengan nilai pada PEB?

Data komersial harus konsisten dengan pemberitahuan ekspor dan transaksi sebenarnya. Jika terdapat struktur harga atau komponen biaya khusus, perlakuannya perlu disesuaikan dengan ketentuan kepabeanan dan kontrak.

Siapa yang membuat Commercial Invoice?

Pada umumnya Commercial Invoice diterbitkan oleh eksportir atau seller.

Apakah Commercial Invoice perlu ditandatangani?

Kebutuhan tanda tangan dapat bergantung pada prosedur perusahaan, buyer, bank, atau persyaratan dokumen tertentu. Jadi, jika buyer mensyaratkan tanda tangan, eksportir perlu memastikan pihak yang menandatangani berwenang.

Commercial Invoice palm oil untuk ekspor ke China merupakan dokumen penting yang menghubungkan transaksi antara eksportir Indonesia dan importir China dengan proses administrasi ekspor.

Invoice setidaknya perlu memberikan informasi yang jelas mengenai eksportir, importir, nomor invoice, tanggal, nama produk, jumlah, harga satuan, nilai total, mata uang, Incoterms, negara asal, dan informasi pengiriman sesuai kebutuhan transaksi.

Untuk ekspor palm oil, deskripsi produk perlu mendapat perhatian khusus. CPO, RBD Palm Oil, Palm Olein, dan Palm Stearin merupakan produk dengan karakteristik berbeda sehingga nama produk pada invoice harus menggambarkan barang yang benar.

Selain itu, data Commercial Invoice harus konsisten dengan Packing List, PEB, Bill of Lading, Certificate of Origin, Certificate of Analysis, dan dokumen pendukung lainnya. DJBC saat ini mewajibkan invoice dan packing list diunggah pada saat submit awal PEB.

Commercial Invoice Palm Oil untuk Ekspor ke China

Eksportir juga perlu membedakan Commercial Invoice dengan GACC registration. Invoice merupakan dokumen transaksi, sedangkan GACC registration berkaitan dengan registrasi perusahaan luar negeri yang termasuk dalam cakupan ketentuan China.

Untuk produk pangan yang tercakup dalam aturan tersebut, GACC Order No. 280 berlaku sejak 1 Juni 2026. Daftar produk yang memerlukan registrasi melalui rekomendasi competent authority mencakup edible fats and oils, sehingga eksportir palm oil perlu memeriksa status produk dan fasilitasnya secara khusus.

Pada akhirnya, Commercial Invoice yang baik bukan sekadar dokumen berisi harga. Invoice harus menjadi representasi yang akurat dari transaksi dan produk yang dikirim. Karena itu, sebelum shipment, eksportir sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap nama produk, quantity, harga, currency, Incoterms, country of origin, HS Code, buyer, seller, nomor kontrak, serta kesesuaian dengan dokumen ekspor lainnya.

Dengan dokumentasi yang konsisten dan sesuai transaksi sebenarnya, Commercial Invoice dapat mendukung proses administrasi ekspor Indonesia sekaligus membantu importir China menyiapkan proses clearance di negara tujuan.

Konsultasikan Ekspor Palm Oil Sekarang

Isma