Visa L-1A dan L-1B Amerika Syarat, Proses, Biaya, dan Perbedaan

Siti Aidah

Visa L-1A dan L-1B Amerika Syarat Proses Biaya dan Perbedaan
Direktur Utama Jangkar Groups

Visa L-1A dan L-1B Amerika merupakan visa nonimigran yang di gunakan untuk memindahkan karyawan dari perusahaan di luar Amerika Serikat ke perusahaan yang memiliki hubungan yang memenuhi syarat di Amerika Serikat. Karena itu, visa ini banyak berkaitan dengan perusahaan multinasional, cabang perusahaan, anak perusahaan, kantor afiliasi, maupun perusahaan yang sedang mengembangkan kegiatan usaha di Amerika.

Secara umum, Visa L-1A di gunakan untuk karyawan yang akan bekerja dalam kapasitas manajerial atau eksekutif. Sementara itu, Visa L-1B di gunakan untuk karyawan yang memiliki specialized knowledge atau pengetahuan khusus yang berkaitan dengan produk, layanan, proses, sistem, teknik, atau kepentingan perusahaan. Perbedaan fungsi tersebut membuat persyaratan pembuktian L-1A dan L-1B juga tidak sepenuhnya sama.

Salah satu persyaratan penting adalah adanya hubungan yang memenuhi ketentuan antara perusahaan asing dan perusahaan di Amerika Serikat. Selain itu, penerima visa pada umumnya harus telah bekerja penuh waktu selama sedikitnya satu tahun secara terus-menerus untuk organisasi yang memenuhi syarat dalam tiga tahun sebelum pengajuan atau penerimaan yang relevan.

Karena itu, Visa L-1A dan L-1B Amerika bukan sekadar visa kerja biasa. Pengajuannya berkaitan dengan struktur perusahaan, riwayat pekerjaan karyawan, posisi yang akan di jalankan di Amerika, serta bukti bahwa hubungan antara perusahaan dan karyawan memenuhi ketentuan imigrasi Amerika Serikat.

Apa Itu Visa L 1 Amerika

Apa Itu Visa L-1 Amerika?

Visa L-1 adalah klasifikasi visa nonimigran untuk intracompany transferee atau karyawan yang di pindahkan dalam satu kelompok perusahaan yang memenuhi persyaratan hubungan perusahaan. Klasifikasi ini memungkinkan perusahaan di Amerika untuk mempekerjakan atau memindahkan karyawan tertentu dari organisasi terkait yang berada di luar Amerika Serikat.

Hubungan perusahaan tersebut dapat berbentuk parent, branch, subsidiary, atau affiliate sesuai definisi yang berlaku. Oleh sebab itu, perusahaan Indonesia yang ingin menggunakan skema L-1 perlu memperhatikan struktur kepemilikan dan hubungan pengendalian antara entitas Indonesia dengan entitas di Amerika.

Selain hubungan perusahaan, posisi karyawan juga harus sesuai dengan kategori L-1 yang di ajukan. Karyawan yang akan menjalankan fungsi manajerial atau eksekutif dapat masuk ke L-1A. Sementara itu, karyawan dengan specialized knowledge dapat masuk ke L-1B apabila persyaratan lainnya terpenuhi.

Hubungan Perusahaan Indonesia dan Amerika

Hubungan antara perusahaan Indonesia dan Amerika menjadi bagian penting dalam petisi L-1. Perusahaan perlu dapat menunjukkan bahwa kedua entitas merupakan organisasi yang memenuhi syarat berdasarkan hubungan kepemilikan atau kontrol yang berlaku.

Bukti hubungan perusahaan dapat berupa dokumen perusahaan, laporan tahunan, dokumen pendirian, laporan keuangan, bukti kepemilikan saham, atau dokumen lain yang dapat menunjukkan struktur perusahaan. USCIS menilai bukti tersebut berdasarkan kualitas dan kekuatan pembuktiannya.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya menyiapkan dokumen karyawan. Struktur perusahaan juga harus dapat di jelaskan secara konsisten agar hubungan antara entitas Indonesia dan Amerika terlihat jelas dalam petisi.

Mengapa L-1 Berbeda dengan Visa Kerja Lain?

Visa L-1 memiliki karakter khusus karena hubungan pekerjaan dan hubungan antarperusahaan menjadi bagian utama dari persyaratan. Karyawan tidak sekadar di pekerjakan oleh perusahaan Amerika tanpa hubungan dengan perusahaan sebelumnya.

Skema ini pada dasarnya berkaitan dengan pemindahan karyawan dalam kelompok perusahaan. Karena itu, bukti pekerjaan sebelumnya, hubungan perusahaan, jabatan, tugas, dan posisi yang akan di jalankan di Amerika perlu di jelaskan secara konsisten.

Baca Juga : Apa Itu Visa L-1A Amerika? Panduan untuk Manajer dan Eksekutif

Visa L-1A untuk Manajer dan Eksekutif

Visa L-1A di tujukan bagi karyawan yang akan bekerja dalam kapasitas managerial atau executive. Karyawan tersebut sebelumnya harus memenuhi persyaratan pekerjaan dengan organisasi yang memenuhi syarat, termasuk persyaratan pengalaman kerja di luar Amerika yang berlaku.

Dalam pemeriksaan petisi, jabatan saja tidak selalu cukup untuk membuktikan kapasitas manajerial atau eksekutif. USCIS dapat melihat tugas yang benar-benar akan di lakukan, struktur organisasi, bawahan, pembagian pekerjaan, serta apakah pemohon benar-benar menjalankan fungsi tingkat manajerial atau eksekutif.

Karena itu, perusahaan perlu memberikan uraian pekerjaan yang jelas. Deskripsi tersebut sebaiknya menjelaskan tanggung jawab strategis dan kewenangan karyawan, bukan hanya mencantumkan nama jabatan seperti director, manager, atau executive.

Kapasitas Managerial

Kapasitas managerial berkaitan dengan fungsi pengelolaan perusahaan, departemen, fungsi tertentu, atau pekerjaan manajerial yang memenuhi definisi dalam ketentuan L-1. Penilaian tidak hanya melihat nama jabatan, tetapi juga pekerjaan nyata yang akan di jalankan.

Struktur organisasi menjadi penting dalam pembuktian. Jika seorang pemohon disebut sebagai manager tetapi sebagian besar waktunya masih di habiskan untuk pekerjaan operasional biasa, pembuktian kapasitas managerial dapat menjadi lebih kompleks.

Karena itu, uraian tugas, struktur bawahan, kewenangan pengambilan keputusan, dan pembagian fungsi dalam organisasi perlu di siapkan secara konsisten.

Kapasitas Executive

Kapasitas executive berkaitan dengan kewenangan tingkat tinggi dalam organisasi. Perusahaan perlu menjelaskan posisi pemohon dalam struktur perusahaan serta kewenangan yang akan di jalankan di Amerika.

Bukti pendukung perlu menggambarkan bahwa pekerjaan tersebut memang memiliki karakter eksekutif. Dengan demikian, penilaian tidak hanya berdasarkan titel jabatan, tetapi juga berdasarkan fungsi dan tanggung jawab yang sebenarnya.

Visa L-1B untuk Specialized Knowledge

Visa L-1B di gunakan untuk karyawan yang akan menjalankan pekerjaan yang membutuhkan specialized knowledge. USCIS menjelaskan specialized knowledge sebagai pengetahuan khusus mengenai produk, layanan, penelitian, peralatan, teknik, manajemen, atau kepentingan perusahaan dan penerapannya dalam pasar internasional, atau tingkat pengetahuan dan keahlian yang lebih tinggi mengenai proses atau prosedur organisasi.

Karena itu, L-1B tidak sekadar ditujukan kepada karyawan yang memiliki pengalaman kerja. Perusahaan perlu menjelaskan mengapa pengetahuan yang di miliki karyawan bersifat khusus dan mengapa pengetahuan tersebut relevan dengan pekerjaan yang akan di jalankan di Amerika.

USCIS juga menekankan pentingnya uraian rinci mengenai industri atau bidang perusahaan, produk atau layanan, specialized knowledge yang di perlukan, serta kebutuhan perusahaan terhadap pengetahuan tersebut.

Contoh Specialized Knowledge

Specialized knowledge dapat berkaitan dengan sistem internal perusahaan, teknologi, proses produksi, produk tertentu, prosedur bisnis, teknik, atau pengetahuan lain yang relevan dengan kegiatan perusahaan.

Namun, perusahaan tetap perlu memberikan bukti yang menjelaskan karakter pengetahuan tersebut. Pernyataan umum bahwa seorang karyawan “berpengalaman” belum tentu cukup untuk menjelaskan mengapa pengetahuannya memenuhi standar specialized knowledge.

Bukti Pengalaman dan Keahlian

Riwayat pekerjaan, pelatihan, pendidikan, tugas sebelumnya, serta pengalaman menggunakan sistem atau proses perusahaan dapat menjadi bagian dari bukti. Dokumen tersebut perlu di hubungkan dengan pekerjaan yang akan di jalankan di Amerika.

Dengan demikian, perusahaan sebaiknya menjelaskan hubungan antara pengalaman karyawan di Indonesia dan kebutuhan posisi di Amerika. Penjelasan tersebut perlu di dukung dengan dokumen yang relevan.

Baca Juga : Apa Itu Visa L-1B Amerika? Syarat Specialized Knowledge

Perbedaan Visa L-1A dan L-1B Amerika

Perbedaan utama Visa L-1A dan L-1B terletak pada kapasitas pekerjaan yang akan di jalankan. L-1A berkaitan dengan fungsi managerial atau executive, sedangkan L-1B berkaitan dengan specialized knowledge.

Walaupun keduanya sama-sama merupakan klasifikasi intracompany transferee, bukti yang di perlukan untuk mendukung masing-masing kategori dapat berbeda. L-1A lebih banyak membutuhkan pembuktian mengenai fungsi manajerial atau eksekutif, sedangkan L-1B membutuhkan pembuktian mengenai pengetahuan khusus.

AspekL-1AL-1B
Fungsi utamaManagerial atau executiveSpecialized knowledge
Fokus pembuktianJabatan, kewenangan, struktur organisasi, dan tugasPengetahuan khusus dan kebutuhan perusahaan
Pengalaman luar negeriUmumnya minimal 1 tahun terus-menerus dalam 3 tahun sesuai ketentuanUmumnya minimal 1 tahun terus-menerus dalam 3 tahun sesuai ketentuan
Penggunaan untuk new officeDapat di gunakan untuk manajer atau eksekutif yang membuka kantor baruDapat di gunakan dengan persyaratan khusus untuk new office
TujuanMemindahkan manajer atau eksekutifMemindahkan pekerja dengan specialized knowledge

Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Penilaian sebenarnya tetap bergantung pada fakta kasus, struktur perusahaan, dokumen, posisi, dan ketentuan yang berlaku ketika petisi di ajukan.

Baca Juga : Perbedaan Visa L-1A dan L-1B Amerika

Syarat Visa L-1 Amerika

Syarat Visa L-1 Amerika tidak hanya berkaitan dengan karyawan. Perusahaan yang mengajukan petisi juga harus dapat menunjukkan bahwa organisasi yang terlibat memenuhi definisi qualifying organization.

Selain itu, terdapat persyaratan mengenai pengalaman kerja karyawan di luar Amerika Serikat. Karyawan pada umumnya harus telah bekerja penuh waktu selama satu tahun secara terus-menerus untuk organisasi yang memenuhi syarat dalam tiga tahun sebelum pengajuan atau penerimaan yang relevan.

Persyaratan untuk Karyawan

Karyawan perlu memiliki riwayat pekerjaan yang sesuai dengan ketentuan L-1. Untuk L-1A, pekerjaan yang di klaim perlu mendukung kapasitas managerial atau executive. Untuk L-1B, pengalaman tersebut perlu berkaitan dengan specialized knowledge.

Selain riwayat pekerjaan, kualifikasi pendidikan, pelatihan, dan pengalaman juga dapat di gunakan untuk menjelaskan kemampuan pemohon dalam menjalankan pekerjaan yang di tawarkan di Amerika.

Persyaratan untuk Perusahaan

Perusahaan perlu membuktikan hubungan antara entitas luar negeri dan Amerika. Dokumen kepemilikan, struktur perusahaan, laporan keuangan, dokumen pendirian, serta bukti aktivitas usaha dapat menjadi bagian dari pembuktian.

Perusahaan juga harus menjelaskan posisi yang akan di isi oleh karyawan. Deskripsi pekerjaan perlu sesuai dengan kategori L-1A atau L-1B yang di pilih.

Baca Juga : Dokumen Visa L-1A dan L-1B Amerika: Checklist Pengajuan

Dokumen Visa L-1A dan L-1B Amerika

Dokumen Visa L-1A dan L-1B perlu di siapkan dari sisi perusahaan dan karyawan. Petisi L-1 menggunakan Form I-129 dan membutuhkan bukti yang mendukung hubungan perusahaan, pengalaman kerja, serta posisi yang akan di jalankan.

USCIS mencantumkan bukti hubungan qualifying organization, bukti pekerjaan selama periode yang di persyaratkan di luar negeri, serta uraian pekerjaan dan kualifikasi sebagai bagian dari persyaratan petisi.

Dokumen Perusahaan

Dokumen perusahaan dapat meliputi dokumen pendirian, bukti kepemilikan atau kontrol, laporan keuangan, struktur organisasi, bukti aktivitas bisnis, dan dokumen yang menunjukkan hubungan antara perusahaan Indonesia dan Amerika.

Jenis bukti yang tepat dapat berbeda berdasarkan struktur perusahaan. Karena itu, dokumen sebaiknya di susun berdasarkan hubungan hukum dan kepemilikan yang sebenarnya.

Dokumen Karyawan

Dokumen karyawan dapat mencakup paspor, riwayat pekerjaan, surat keterangan kerja, deskripsi pekerjaan, bukti pengalaman, dokumen pendidikan, serta dokumen lain yang mendukung posisi L-1.

Untuk L-1A, bukti perlu mendukung kapasitas managerial atau executive. Untuk L-1B, bukti perlu menjelaskan specialized knowledge yang di miliki dan hubungannya dengan pekerjaan di Amerika.

Baca Juga : Syarat Visa L-1 Amerika untuk Karyawan Perusahaan Indonesia

Proses Pengajuan Visa L-1 Amerika dari Indonesia

Proses pengajuan L-1 pada dasarnya melibatkan petisi dan proses visa. Untuk kasus individual, perusahaan yang memenuhi syarat mengajukan Form I-129 kepada USCIS. Setelah petisi mendapatkan persetujuan, pemohon yang berada di luar Amerika dapat melanjutkan proses visa melalui perwakilan diplomatik Amerika Serikat sesuai prosedur yang berlaku.

Department of State mencantumkan dokumen seperti paspor, DS-160, bukti pembayaran biaya apabila di perlukan, foto, nomor penerimaan petisi I-129 atau I-797, serta Form I-129S untuk pemohon yang termasuk dalam blanket petition. Dokumen tambahan juga dapat di minta untuk membuktikan kelayakan visa.

Tahap Petisi

Tahap pertama berkaitan dengan petisi perusahaan. Pada tahap ini, perusahaan perlu memberikan bukti bahwa hubungan perusahaan memenuhi syarat dan karyawan memenuhi persyaratan kategori L-1 yang di ajukan.

Petisi juga perlu menjelaskan pekerjaan yang akan di jalankan di Amerika. Untuk L-1A, uraian harus mendukung kapasitas managerial atau executive. Untuk L-1B, uraian harus menjelaskan specialized knowledge dan kebutuhan perusahaan terhadap pengetahuan tersebut.

Tahap Pengajuan Visa

Setelah petisi mendapatkan persetujuan, pemohon di luar Amerika dapat menjalani proses pengajuan visa. Form DS-160 dan dokumen yang di perlukan perlu di siapkan sesuai instruksi perwakilan diplomatik Amerika Serikat.

Wawancara dapat menjadi bagian dari proses. Pemohon juga perlu membawa dokumen yang dapat mendukung informasi dalam aplikasi serta dokumen petisi yang relevan.

Tahap Setelah Visa Diterbitkan

Jika visa diterbitkan, pemohon dapat menggunakan visa tersebut untuk meminta masuk ke Amerika Serikat. Visa bukan jaminan masuk karena keputusan admission tetap berada pada petugas di perbatasan.

Karena itu, dokumen perusahaan dan dokumen pekerjaan sebaiknya tetap di simpan dan di bawa sesuai kebutuhan ketika melakukan perjalanan.

Baca Juga : Proses Pengajuan Visa L-1 Amerika dari Indonesia

Visa L-1A untuk Membuka Kantor Baru di Amerika

L-1A dapat di gunakan dalam situasi ketika perusahaan asing mengirimkan manajer atau eksekutif ke Amerika untuk membuka new office. Namun, perusahaan tetap harus memenuhi persyaratan khusus mengenai kantor baru tersebut.

Untuk new office, USCIS mensyaratkan antara lain adanya physical premises yang cukup untuk kantor, pengalaman kerja yang sesuai bagi beneficiary, serta rencana agar operasi Amerika dapat mendukung posisi managerial atau executive dalam waktu yang di tentukan.

Apa yang Dimaksud New Office?

New office merupakan organisasi yang telah menjalankan kegiatan usaha di Amerika melalui parent, branch, affiliate, atau subsidiary selama kurang dari satu tahun sesuai definisi yang berlaku.

Karena itu, perusahaan yang baru mendirikan entitas di Amerika tidak otomatis memenuhi seluruh persyaratan hanya karena sudah memiliki badan usaha. Aktivitas usaha dan bukti kesiapan operasional juga perlu di perhatikan.

Persiapan Operasional

Perusahaan perlu menunjukkan bahwa kantor baru memiliki tempat usaha yang memadai. Selain itu, rencana bisnis, struktur organisasi, kebutuhan tenaga kerja, kondisi finansial, dan rencana pengembangan usaha dapat menjadi bagian dari pembuktian.

Untuk new office L-1A, persetujuan awal memiliki periode khusus yang tidak melebihi satu tahun. Setelah periode tersebut, perpanjangan membutuhkan bukti bahwa kegiatan usaha dan posisi yang di klaim telah memenuhi persyaratan.

Baca Juga : Visa L-1A untuk Membuka Kantor atau Perusahaan Baru di Amerika

Biaya Visa L-1A dan L-1B Amerika

Biaya Visa L-1A dan L-1B terdiri dari beberapa komponen. Karena prosesnya melibatkan petisi USCIS dan pengajuan visa, biaya tidak hanya berupa biaya aplikasi visa di konsulat.

USCIS mencantumkan biaya Form I-129 untuk kategori L pada jadwal biaya yang berlaku. Untuk petisi L, fee dasar yang tercantum dalam Fee Schedule dapat berbeda berdasarkan jenis petitioner, termasuk kategori small employer atau nonprofit, dan terdapat kemungkinan biaya tambahan seperti Asylum Program Fee.

Di sisi visa, Department of State saat ini mencantumkan biaya pemrosesan aplikasi visa untuk kategori petition-based seperti L sebesar US$205. Biaya tersebut bersifat non-refundable.

Komponen Biaya yang Perlu Diperhatikan

Komponen biaya dapat mencakup:

  1. Biaya petisi Form I-129.
  2. Asylum Program Fee apabila berlaku.
  3. Biaya pemrosesan visa L.
  4. Biaya tambahan tertentu berdasarkan kondisi petisi.
  5. Biaya penerjemahan atau legalisasi dokumen jika diperlukan.
  6. Biaya jasa profesional apabila menggunakan pendampingan pengacara atau penyedia jasa.
  7. Biaya perjalanan dan kebutuhan administratif lainnya.

Untuk blanket L-1, terdapat biaya Fraud Prevention and Detection sebesar US$500 untuk principal applicant. Department of State juga mencantumkan biaya US$4.500 untuk kondisi tertentu yang berkaitan dengan petitioner yang mempekerjakan 50 orang atau lebih di Amerika dan lebih dari 50 persen pekerjanya berada dalam status H-1B atau L.

Karena biaya pemerintah dapat berubah, angka biaya sebaiknya selalu di periksa kembali pada sumber resmi sebelum pembayaran di lakukan.

Baca Juga : Biaya Dan Lama Proses Visa L Amerika Biaya Petisi & Visa

Berapa Lama Proses Visa L-1 Amerika?

Lama proses Visa L-1 tidak memiliki satu waktu yang berlaku untuk semua kasus. Waktu dapat di pengaruhi oleh proses petisi USCIS, jenis pengajuan, kebutuhan pemeriksaan tambahan, jadwal wawancara, serta kondisi administrasi di lokasi pengajuan visa.

Karena itu, perusahaan dan karyawan sebaiknya tidak menggunakan satu pengalaman kasus sebagai patokan pasti untuk kasus lainnya.

Proses Petisi dan Visa

Tahap petisi merupakan bagian tersendiri dari proses. Setelah petisi selesai di proses, pemohon yang berada di Indonesia masih perlu menjalani tahapan pengajuan visa sesuai instruksi Department of State.

Untuk kasus tertentu, perusahaan dapat mempertimbangkan layanan pemrosesan tertentu apabila tersedia dan memenuhi persyaratan. Namun, ketersediaan dan biaya layanan tersebut perlu di periksa berdasarkan ketentuan USCIS yang berlaku pada saat pengajuan.

Faktor yang Membuat Proses Lebih Panjang

Proses dapat membutuhkan waktu lebih lama apabila dokumen tidak lengkap, USCIS meminta bukti tambahan, terdapat ketidaksesuaian informasi, atau pemeriksaan visa membutuhkan tahapan tambahan.

Karena itu, persiapan dokumen sebaiknya di lakukan sebelum petisi di ajukan. Struktur perusahaan, riwayat pekerjaan, dan uraian posisi juga perlu di periksa agar informasi yang di ajukan konsisten.

Visa L-1 Amerika dan Keluarga

Pemegang L-1 dapat membawa pasangan dan anak yang memenuhi ketentuan sebagai dependent. Mereka dapat mengajukan klasifikasi L-2 untuk mengikuti atau menyusul pemegang L-1 ke Amerika Serikat. USCIS menjelaskan bahwa pasangan dan anak yang belum menikah dan berusia di bawah 21 tahun dapat masuk dalam klasifikasi L-2.

Kehadiran keluarga tetap memiliki proses administrasi tersendiri. Karena itu, dokumen pasangan dan anak perlu di siapkan sesuai persyaratan visa masing-masing.

Status L-2 untuk Pasangan

Pasangan pemegang L-1 dapat memperoleh status L-2 sesuai ketentuan yang berlaku. USCIS juga menjelaskan bahwa pasangan L-2 memperoleh class of admission L-2S dalam kondisi yang berlaku setelah perubahan terkait status tersebut.

Namun, status pasangan dan anak tetap perlu di periksa berdasarkan dokumen imigrasi yang diterima dan masa berlaku status.

Anak Pemegang L-1

Anak yang memenuhi definisi dependent dapat mengikuti pemegang L-1 menggunakan L-2. Dokumen seperti paspor, akta kelahiran, dan bukti hubungan keluarga dapat di perlukan dalam proses.

Jika keluarga mengajukan visa pada waktu berbeda, setiap permohonan tetap perlu mengikuti prosedur yang berlaku pada saat pengajuan.

Baca Juga : Visa L-1 Amerika dan Keluarga: Istri dan Anak Bisa Ikut?

Visa L-1 ke Green Card

Visa L-1 merupakan visa nonimigran sehingga berbeda dari green card. Namun, pemegang L-1 tertentu dapat memiliki jalur menuju permanent residence jika memenuhi persyaratan kategori imigrasi yang sesuai.

L-1A sering berkaitan dengan pembahasan employment-based immigrant classification untuk manajer atau eksekutif multinasional. L-1B juga dapat memiliki kemungkinan jalur imigrasi melalui kategori lain, tetapi persyaratan dan pembuktiannya berbeda.

Karena itu, memiliki L-1 tidak berarti seseorang otomatis mendapatkan green card. Proses permanent residence merupakan proses imigrasi yang berbeda dan membutuhkan petisi serta persyaratan tersendiri.

Mengapa L-1A Sering Dibahas Bersama Green Card?

L-1A berkaitan dengan posisi managerial atau executive dalam organisasi multinasional. Karakter tersebut dapat relevan dengan kategori imigrasi tertentu bagi multinational executives and managers.

Namun, setiap kasus tetap perlu di nilai berdasarkan struktur perusahaan, riwayat pekerjaan, posisi di Amerika, hubungan perusahaan, serta persyaratan kategori immigrant visa atau adjustment of status yang di pilih.

Bagaimana dengan L-1B?

Pemegang L-1B tidak otomatis beralih menjadi permanent resident. Jika ingin mendapatkan green card, perlu di tentukan kategori imigrasi yang sesuai dan memenuhi persyaratan kategori tersebut.

Karena jalur L-1 dan green card memiliki persyaratan berbeda, perencanaan sebaiknya di lakukan berdasarkan kondisi perusahaan dan karyawan sejak awal.

Baca Juga : Visa L-1 ke Green Card: L-1A dan L-1B ke Permanent Residence

Hal Penting Sebelum Mengajukan Visa L-1 Amerika

Visa L-1A dan L-1B membutuhkan pembuktian yang cukup rinci. Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya hanya berfokus pada formulir aplikasi.

Pertama, periksa hubungan hukum antara perusahaan Indonesia dan Amerika. Kedua, pastikan pengalaman kerja karyawan memenuhi periode yang di persyaratkan. Ketiga, sesuaikan kategori L-1 dengan pekerjaan yang benar-benar akan di jalankan.

Selanjutnya, siapkan uraian pekerjaan yang spesifik. Untuk L-1A, fokus pembuktian berada pada fungsi managerial atau executive. Untuk L-1B, fokusnya adalah specialized knowledge dan kebutuhan perusahaan terhadap pengetahuan tersebut.

Selain itu, semua informasi harus konsisten antara formulir, dokumen perusahaan, surat keterangan kerja, struktur organisasi, dan dokumen pendukung. USCIS dapat meminta bukti tambahan apabila informasi yang di berikan belum cukup untuk membuktikan eligibility.

Jasa Pengurusan Visa L-1A dan L-1B Amerika

Pengurusan Visa L-1A dan L-1B membutuhkan pemeriksaan hubungan perusahaan, riwayat pekerjaan karyawan, kategori posisi, dokumen perusahaan, serta kebutuhan administrasi pengajuan visa. Karena itu, persiapan sebaiknya di lakukan sejak awal agar dokumen yang di gunakan dapat menggambarkan kondisi perusahaan dan karyawan secara konsisten.

PT Jangkar Global Groups dapat membantu memberikan pendampingan administratif dalam persiapan pengajuan Visa L-1A dan L-1B Amerika. Pemeriksaan awal dokumen, penyusunan kebutuhan administrasi, serta pendampingan proses dapat di sesuaikan dengan kondisi perusahaan dan tujuan pengajuan.

Untuk perusahaan Indonesia yang memiliki hubungan usaha dengan entitas di Amerika, pemeriksaan awal juga penting untuk melihat dokumen hubungan perusahaan, riwayat pekerjaan karyawan, serta kesesuaian posisi dengan kategori L-1A atau L-1B.

Namun, persetujuan petisi merupakan kewenangan USCIS, sedangkan penerbitan visa merupakan kewenangan otoritas konsuler Amerika Serikat. Tidak ada pihak yang dapat menjamin bahwa petisi atau visa pasti di setujui.

Konsultasi Visa L-1A dan L-1B Amerika Sekarang

Siti Aidah