Dokumen Visa L-1A dan L-1B Amerika menjadi bagian penting dalam proses pengajuan transfer karyawan dari perusahaan di luar Amerika Serikat ke perusahaan yang memiliki hubungan usaha di Amerika Serikat. Karena itu, dokumen tidak cukup hanya di kumpulkan. Setiap bukti perlu di susun untuk menunjukkan hubungan perusahaan, pengalaman kerja, posisi yang akan di jalankan, serta kualifikasi pemohon.
Secara umum, Visa L-1A di gunakan untuk karyawan yang akan bekerja dalam kapasitas manajerial atau eksekutif. Sementara itu, L-1B di gunakan untuk karyawan yang mempunyai specialized knowledge atau pengetahuan khusus yang berkaitan dengan perusahaan, produk, layanan, proses, atau prosedur tertentu. USCIS meminta bukti yang dapat menunjukkan bahwa persyaratan tersebut benar-benar terpenuhi.
Oleh karena itu, checklist dokumen Visa L-1A dan L-1B perlu di bedakan berdasarkan tahap pengajuan dan jenis klasifikasi yang di gunakan. Dokumen perusahaan, bukti pengalaman kerja, uraian jabatan, struktur organisasi, serta bukti hubungan antara perusahaan Indonesia dan Amerika perlu di periksa secara konsisten.
Selain itu, pemohon yang mengajukan visa setelah petisi di setujui masih membutuhkan dokumen untuk proses visa di konsulat. Department of State mencantumkan paspor, konfirmasi DS-160, bukti pembayaran biaya jika berlaku, serta nomor penerimaan petisi sebagai dokumen utama pada tahap visa.
Baca Juga : Visa L-1A dan L-1B Amerika: Syarat, Proses, Biaya, dan Perbedaan

Dokumen Visa L-1A dan L-1B untuk Tahap Petisi
Pengajuan Visa L-1A dan L-1B pada dasarnya membutuhkan petisi kepada USCIS. Form I-129 menjadi bagian utama dalam proses tersebut. Namun, formulir saja tidak cukup karena petisi perlu di lengkapi bukti yang menjelaskan hubungan antara perusahaan, pengalaman pemohon, dan pekerjaan yang akan di jalankan di Amerika Serikat.
USCIS menyebutkan bahwa petisi L-1 perlu di sertai bukti mengenai qualifying relationship antara perusahaan Amerika dan perusahaan asing. Hubungan tersebut dapat berupa parent, branch, subsidiary, atau affiliate. Bukti dapat berupa dokumen organisasi, laporan tahunan, laporan keuangan, atau bukti kepemilikan.
Selain hubungan perusahaan, dokumen juga perlu menunjukkan bahwa penerima manfaat telah bekerja di luar Amerika Serikat selama minimal satu tahun secara terus-menerus dalam tiga tahun sebelum pengajuan, dalam kapasitas yang memenuhi ketentuan L-1. Bukti pengalaman tersebut dapat berupa surat dari perusahaan, catatan pekerjaan, uraian tugas, dan dokumen pendukung lainnya.
Karena itu, penyusunan dokumen sebaiknya tidak hanya berfokus pada jumlah berkas. Setiap dokumen harus saling mendukung sehingga informasi mengenai nama perusahaan, jabatan, masa kerja, struktur organisasi, dan pekerjaan di Amerika tidak bertentangan.
Baca Juga : Biaya Dan Lama Proses Visa L Amerika Biaya Petisi & Visa
Checklist Dokumen Perusahaan untuk Visa L-1
Dokumen perusahaan merupakan salah satu kelompok bukti utama. USCIS perlu dapat melihat bahwa perusahaan yang mengajukan petisi memang memenuhi ketentuan sebagai qualifying organization.
Untuk perusahaan Indonesia yang mempunyai hubungan dengan entitas di Amerika Serikat, dokumen dapat di siapkan untuk menjelaskan struktur kepemilikan dan hubungan usaha. Bentuk dokumen yang relevan dapat berbeda sesuai struktur perusahaan masing-masing.
Beberapa dokumen perusahaan yang dapat di siapkan antara lain:
- Akta pendirian atau dokumen pembentukan perusahaan.
- Dokumen kepemilikan perusahaan.
- Anggaran dasar dan perubahan yang relevan.
- Laporan tahunan perusahaan.
- Laporan keuangan.
- Dokumen yang menunjukkan hubungan kepemilikan antara entitas Indonesia dan Amerika.
- Struktur organisasi perusahaan.
- Dokumen operasional perusahaan.
- Bukti kegiatan bisnis perusahaan.
- Dokumen lain yang dapat memperkuat hubungan perusahaan.
USCIS menjelaskan bahwa bukti qualifying relationship dapat berupa annual report, articles of incorporation, financial statements, atau stock certificates. Namun, kecukupan bukti tetap bergantung pada kualitas dan nilai pembuktiannya dalam keseluruhan petisi.
Dengan demikian, perusahaan sebaiknya tidak mengandalkan satu dokumen saja. Beberapa dokumen yang saling mendukung dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kepemilikan, kontrol, dan hubungan bisnis antara perusahaan yang terkait.
Baca Juga : Apa Itu Visa L-1A Amerika? Panduan untuk Manajer dan Eksekutif
Dokumen Pengalaman Kerja Pemohon Visa L-1
Pengalaman kerja di perusahaan luar Amerika menjadi bagian penting dalam dokumen Visa L-1A dan L-1B. Pemohon secara umum harus menunjukkan bahwa dirinya telah bekerja penuh waktu selama minimal satu tahun dalam tiga tahun terakhir sebelum pengajuan dalam kapasitas yang memenuhi ketentuan L-1.
Surat pengalaman kerja dapat menjadi salah satu bukti utama. Surat tersebut sebaiknya menjelaskan nama perusahaan, posisi pemohon, tanggal mulai dan berakhirnya pekerjaan, tanggung jawab pekerjaan, serta informasi lain yang relevan dengan posisi yang akan di jalankan di Amerika.
Dokumen pendukung juga dapat di gunakan untuk memperkuat informasi tersebut. Misalnya, perusahaan dapat menyiapkan catatan payroll, dokumen kepegawaian, uraian jabatan, struktur organisasi, atau bukti lain yang menunjukkan posisi pemohon dalam perusahaan.
Yang perlu di perhatikan adalah konsistensi informasi. Jika surat pengalaman kerja menyebutkan jabatan tertentu, informasi tersebut sebaiknya tidak bertentangan dengan CV, struktur organisasi, payroll, atau dokumen perusahaan lainnya.
Baca Juga : Apa Itu Visa L-1B Amerika? Syarat Specialized Knowledge
Dokumen Visa L-1A untuk Manajer dan Eksekutif
Untuk Visa L-1A, dokumen harus mampu menjelaskan bahwa pekerjaan yang akan di jalankan di Amerika mempunyai kapasitas manajerial atau eksekutif. Karena itu, dokumen tidak cukup hanya menyebutkan jabatan seperti manager, director, atau executive.
USCIS dapat mempertimbangkan uraian kegiatan bisnis, hubungan posisi dengan tujuan strategis atau operasional perusahaan, struktur personel, serta sifat dan skala bisnis ketika menilai posisi L-1A.
Checklist Dokumen L-1A
Dokumen yang dapat di siapkan untuk mendukung posisi L-1A antara lain:
- Surat penawaran atau penjelasan posisi di Amerika.
- Job description yang rinci.
- Struktur organisasi perusahaan Amerika.
- Struktur organisasi perusahaan asing.
- Daftar karyawan yang berada di bawah atau terkait dengan fungsi manajerial.
- Payroll atau bukti keberadaan karyawan.
- Bukti kegiatan bisnis perusahaan.
- Dokumen yang menjelaskan kewenangan pemohon.
- Penjelasan mengenai tanggung jawab strategis atau operasional.
- Dokumen yang menjelaskan hubungan posisi dengan tujuan perusahaan.
USCIS juga mencantumkan organizational charts, employee rosters, position descriptions, payroll records, serta invoice atau catatan akuntansi sebagai contoh bukti yang dapat di gunakan untuk mendukung posisi manajerial atau eksekutif.
Karena itu, dokumen L-1A sebaiknya tidak hanya menunjukkan bahwa pemohon mempunyai jabatan manajer. Sehingga, dokumen perlu menggambarkan fungsi pekerjaan tersebut dalam struktur perusahaan secara nyata.
Baca Juga : Perbedaan Visa L-1A dan L-1B Amerika
Dokumen Visa L-1B untuk Specialized Knowledge
Dokumen Visa L-1B mempunyai fokus yang berbeda. Pemohon perlu menunjukkan bahwa dirinya mempunyai specialized knowledge dan bahwa pekerjaan di Amerika memang membutuhkan pengetahuan tersebut.
USCIS menyarankan penjelasan yang rinci mengenai industri atau bidang perusahaan, produk atau layanan, jenis specialized knowledge yang di butuhkan, serta alasan perusahaan membutuhkan pengetahuan tersebut.
Checklist Dokumen L-1B
Dokumen pendukung dapat meliputi:
- Surat pengalaman kerja.
- Job description.
- Bukti pelatihan internal.
- Catatan training.
- Sertifikat pelatihan yang relevan.
- Dokumen mengenai produk atau layanan perusahaan.
- Manual atau materi pelatihan internal.
- Laporan pekerjaan.
- Kontrak atau statement of work.
- Bukti keterlibatan pemohon dalam proyek tertentu.
- Dokumen yang menjelaskan proses atau sistem perusahaan.
- Bukti pendidikan dan pengalaman yang mendukung pekerjaan.
USCIS juga dapat mempertimbangkan training records, work experience, education records, contracts, statements of work, internal manuals, laporan, payroll, resume, serta organizational charts.
Yang terpenting, specialized knowledge tidak cukup di jelaskan dengan pernyataan bahwa pemohon mempunyai kemampuan lebih tinggi daripada karyawan lain. Bukti perlu menjelaskan sifat pengetahuan tersebut, bagaimana pengetahuan di peroleh, serta mengapa pengetahuan tersebut relevan dengan pekerjaan di Amerika.
Baca Juga : Syarat Visa L-1 Amerika untuk Karyawan Perusahaan Indonesia
Dokumen Jabatan dan Pekerjaan di Amerika Serikat
Dokumen mengenai pekerjaan di Amerika perlu di buat secara jelas karena USCIS perlu memahami pekerjaan yang akan di lakukan oleh penerima manfaat. Uraian pekerjaan sebaiknya tidak terlalu umum.
Untuk L-1A, job description perlu menggambarkan fungsi manajerial atau eksekutif. Sebaliknya, untuk L-1B, uraian pekerjaan perlu menunjukkan keterkaitan antara posisi tersebut dan specialized knowledge yang di miliki pemohon.
Dokumen dapat menjelaskan tanggung jawab harian, kewenangan pengambilan keputusan, hubungan dengan karyawan lain, proyek yang akan di tangani, produk atau layanan yang terkait, serta tujuan posisi tersebut dalam perusahaan.
Selain itu, apabila pemohon akan bekerja pada beberapa lokasi, dokumen petisi juga perlu memperhatikan ketentuan mengenai lokasi pekerjaan. Instruksi Form I-129 menyebutkan bahwa petisi untuk pekerjaan di lebih dari satu lokasi perlu menyertakan itinerary dengan tanggal dan lokasi layanan.
Dokumen Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi dapat membantu menjelaskan posisi pemohon secara lebih konkret. Dokumen ini penting terutama untuk L-1A karena hubungan antara pemohon, bawahan, manajemen, dan fungsi perusahaan perlu di jelaskan.
Struktur organisasi dapat menunjukkan posisi pemohon dalam perusahaan Indonesia dan posisi yang akan di tempati di Amerika. Selain itu, daftar karyawan dapat membantu menjelaskan siapa yang menjalankan fungsi operasional dan siapa yang berada di bawah tanggung jawab manajerial.
Untuk L-1B, struktur organisasi juga dapat di gunakan untuk menjelaskan posisi pemohon dibandingkan dengan karyawan lain. Dokumen tersebut dapat di lengkapi dengan uraian pekerjaan dan bukti pengalaman agar hubungan antara posisi dan specialized knowledge menjadi lebih jelas.
USCIS secara khusus menyebut organizational charts dan employee rosters sebagai salah satu bentuk bukti yang dapat di gunakan dalam penilaian petisi L-1.
Baca Juga : Proses Pengajuan Visa L-1 Amerika dari Indonesia
Dokumen Visa L-1 untuk New Office
Jika pemohon akan di tempatkan pada kantor baru di Amerika Serikat, dokumen yang di perlukan dapat mempunyai tambahan persyaratan. Hal tersebut berlaku baik untuk L-1A maupun L-1B.
Untuk L-1A new office, perusahaan perlu menunjukkan bahwa tempat usaha yang memadai telah di amankan. Selain itu, petisi perlu menjelaskan struktur organisasi, tujuan finansial, investasi di Amerika Serikat, kemampuan perusahaan asing membayar penerima manfaat, dan struktur organisasi perusahaan asing.
Untuk L-1B new office, perusahaan juga perlu menunjukkan bahwa tempat usaha yang memadai telah di amankan. Selain itu, perusahaan harus menunjukkan kemampuan finansial untuk membayar penerima manfaat dan memulai kegiatan bisnis di Amerika Serikat.
Checklist Dokumen New Office
Dokumen yang dapat di siapkan meliputi:
- Bukti tempat usaha atau physical premises.
- Dokumen rencana kegiatan bisnis.
- Struktur organisasi.
- Rencana perekrutan karyawan.
- Penjelasan kegiatan perusahaan.
- Informasi investasi perusahaan.
- Bukti kemampuan finansial.
- Proyeksi kegiatan bisnis.
- Informasi perusahaan asing.
- Uraian posisi pemohon di kantor baru.
Untuk L-1A, dokumen juga perlu mendukung bahwa operasi Amerika yang di rencanakan akan mampu mendukung posisi manajerial atau eksekutif dalam jangka waktu yang di tentukan.
Baca Juga : Visa L-1A untuk Membuka Kantor atau Perusahaan Baru di Amerika
Dokumen untuk Tahap Pengajuan Visa di Konsulat
Setelah petisi L-1 di setujui, pemohon yang memerlukan visa di luar Amerika Serikat perlu mempersiapkan dokumen untuk proses visa. Tahap ini berbeda dari penyusunan petisi kepada USCIS sehingga dokumennya perlu di siapkan kembali secara teratur.
Department of State mencantumkan beberapa dokumen utama untuk pemohon L, yaitu paspor, konfirmasi DS-160, bukti pembayaran biaya visa jika di perlukan, foto sesuai ketentuan, dan nomor penerimaan petisi pada Form I-129 atau Form I-797. Pemohon L yang termasuk dalam blanket petition juga perlu membawa Form I-129S.
Checklist Dokumen Interview Visa L-1
Sebelum datang ke konsulat, dokumen berikut sebaiknya di periksa:
- Paspor yang masih berlaku.
- Halaman konfirmasi DS-160.
- Bukti pembayaran biaya visa jika di perlukan.
- Foto sesuai ketentuan apabila foto elektronik tidak berhasil di unggah.
- Nomor penerimaan petisi.
- Form I-797 apabila relevan.
- Salinan dokumen petisi yang telah di ajukan perusahaan.
- Form I-129S untuk kasus blanket petition.
- Dokumen pendukung pekerjaan.
- Dokumen perusahaan yang relevan.
Department of State juga menjelaskan bahwa dokumen tambahan dapat di minta untuk membuktikan kelayakan pemohon. Karena itu, pemohon sebaiknya membawa dokumen pendukung yang relevan dengan informasi dalam petisi.
DS-160 juga perlu di isi secara elektronik. Setelah selesai, halaman barcode konfirmasi perlu di simpan dan di bawa sesuai instruksi proses visa.
Baca Juga : Visa L-1 Amerika dan Keluarga: Istri dan Anak Bisa Ikut?
Checklist Dokumen Visa L-1A dan L-1B Amerika
Berikut gambaran checklist berdasarkan jenis dokumen dan fungsinya:
| Jenis Dokumen | L-1A | L-1B | Fungsi |
|---|---|---|---|
| Dokumen hubungan perusahaan | ✓ | ✓ | Membuktikan qualifying relationship |
| Bukti pengalaman kerja | ✓ | ✓ | Membuktikan pengalaman kerja yang memenuhi ketentuan |
| Job description | ✓ | ✓ | Menjelaskan pekerjaan di Amerika |
| Struktur organisasi | ✓ | ✓ | Menjelaskan posisi dalam perusahaan |
| Employee roster | ✓ | Dapat di gunakan | Mendukung gambaran struktur personel |
| Payroll records | ✓ | ✓ | Mendukung bukti posisi dan pekerjaan |
| Bukti kewenangan manajerial | ✓ | – | Mendukung kapasitas manajerial atau eksekutif |
| Bukti specialized knowledge | – | ✓ | Mendukung pengetahuan khusus |
| Bukti training atau pendidikan | Dapat di gunakan | ✓ | Mendukung kualifikasi pemohon |
| Dokumen physical premises | Untuk new office | Untuk new office | Mendukung keberadaan tempat usaha |
Checklist tersebut bukan daftar dokumen yang secara otomatis harus sama untuk setiap pemohon. USCIS menilai bukti berdasarkan keseluruhan catatan petisi. Karena itu, kebutuhan dokumen dapat berbeda berdasarkan struktur perusahaan, jenis posisi, hubungan antar-entitas, serta kondisi pengajuan.
Cara Memeriksa Konsistensi Dokumen Visa L-1
Setelah seluruh dokumen di siapkan, tahap pemeriksaan akhir tidak kalah penting. Informasi dalam satu dokumen sebaiknya sesuai dengan dokumen lainnya.
Misalnya, jabatan dalam surat pengalaman kerja sebaiknya konsisten dengan CV dan dokumen perusahaan. Masa kerja juga perlu sesuai dengan catatan kepegawaian. Selanjutnya, pekerjaan di Amerika harus mempunyai hubungan yang jelas dengan kualifikasi dan pengalaman pemohon.
Untuk L-1A, perhatian utama dapat di berikan pada fungsi manajerial atau eksekutif. Sementara itu, L-1B perlu mempunyai penjelasan yang kuat mengenai specialized knowledge dan hubungannya dengan pekerjaan di Amerika.
USCIS menilai keseluruhan bukti yang di serahkan. Karena itu, dokumen yang berdiri sendiri tanpa penjelasan yang memadai belum tentu memberikan gambaran yang lengkap mengenai kelayakan petisi.
Kesalahan dalam Menyiapkan Dokumen Visa L-1
Salah satu kesalahan yang perlu di hindari adalah mengumpulkan dokumen tanpa menjelaskan hubungan antara satu bukti dan bukti lainnya. Dokumen yang banyak tidak otomatis berarti petisi mempunyai pembuktian yang kuat.
Kesalahan lain adalah menggunakan job description yang terlalu umum. Untuk L-1A, uraian tersebut perlu menjelaskan fungsi manajerial atau eksekutif. Untuk L-1B, uraian perlu menjelaskan specialized knowledge secara spesifik serta alasan pengetahuan tersebut di perlukan.
Selain itu, ketidaksesuaian data juga perlu di perhatikan. Perbedaan tanggal kerja, jabatan, nama perusahaan, struktur kepemilikan, atau uraian pekerjaan dapat menimbulkan kebutuhan untuk memberikan penjelasan tambahan.
USCIS menyatakan bahwa pernyataan mengenai specialized knowledge harus di dukung dengan bukti yang relevan. Pengetahuan yang umum, tidak kompleks, atau mudah di ajarkan kepada orang lain tidak dengan sendirinya memenuhi pengertian specialized knowledge.
Baca Juga : Visa L-1 ke Green Card: L-1A dan L-1B ke Permanent Residence
Apakah Dokumen L-1A dan L-1B Sama?
Sebagian dokumen dasar L-1A dan L-1B memang sama. Keduanya membutuhkan bukti hubungan perusahaan, pengalaman kerja yang memenuhi ketentuan, serta bukti mengenai pekerjaan yang akan di jalankan di Amerika Serikat.
Namun, bukti pendukung utama dapat berbeda. L-1A lebih menitikberatkan pada kapasitas manajerial atau eksekutif. Oleh sebab itu, struktur organisasi, tanggung jawab pengelolaan, kewenangan pengambilan keputusan, dan fungsi strategis dapat menjadi bagian penting dalam pembuktian.
Sebaliknya, L-1B lebih berfokus pada specialized knowledge. Karena itu, dokumen mengenai pengalaman, pelatihan, proses perusahaan, produk atau layanan, serta pengetahuan khusus pemohon perlu di jelaskan dengan lebih rinci.
Dengan demikian, checklist sebaiknya di sesuaikan dengan klasifikasi yang di gunakan. Menggunakan checklist yang sama secara keseluruhan tanpa menyesuaikan bukti L-1A atau L-1B dapat membuat pembuktian menjadi kurang spesifik.
Checklist Akhir Sebelum Dokumen Visa L-1 Diajukan
Sebelum dokumen di serahkan, pemeriksaan akhir dapat di lakukan berdasarkan beberapa kelompok utama. Pertama, periksa identitas perusahaan dan hubungan kepemilikan. Kedua, periksa riwayat pekerjaan pemohon dan periode kerja yang di persyaratkan.
Selanjutnya, periksa job description dan pastikan pekerjaan di Amerika sesuai dengan klasifikasi L-1A atau L-1B. Setelah itu, periksa struktur organisasi, bukti operasional perusahaan, dan dokumen pendukung lainnya.
Terakhir, cocokkan seluruh informasi antara Form I-129, dokumen perusahaan, surat pengalaman kerja, CV, job description, dan bukti pendukung. Pemeriksaan seperti ini membantu mengurangi ketidaksesuaian informasi sebelum petisi di ajukan.
Untuk tahap konsuler, pastikan DS-160, paspor, bukti pembayaran, nomor penerimaan petisi, dan dokumen tambahan yang relevan telah di siapkan. Department of State juga menyarankan pemohon mengikuti instruksi khusus dari kedutaan atau konsulat tempat wawancara karena kebutuhan dokumen tambahan dapat berbeda.
Jasa Pengurusan Dokumen Visa L-1A dan L-1B Amerika
Penyusunan Dokumen Visa L-1A dan L-1B Amerika membutuhkan pemeriksaan yang teliti karena bukti perusahaan, pengalaman kerja, jabatan, dan pekerjaan di Amerika perlu saling mendukung. Terlebih lagi, L-1A dan L-1B mempunyai fokus pembuktian yang berbeda sehingga checklist sebaiknya di sesuaikan dengan posisi pemohon.
PT Jangkar Global Groups dapat membantu dalam proses pemeriksaan dan persiapan administrasi dokumen visa, termasuk membantu mengidentifikasi dokumen yang perlu di siapkan berdasarkan kebutuhan pengajuan. Pemeriksaan dokumen dapat di lakukan agar informasi yang di gunakan dalam proses administrasi lebih tertata dan konsisten.
Konsultasi Visa L-1A dan L-1B Amerika Sekarang