Visa L-1A untuk Membuka Kantor atau Perusahaan Baru di Amerika

Siti Aidah

Updated on:

Visa L-1A untuk Membuka Kantor atau Perusahaan Baru di Amerika
Direktur Utama Jangkar Groups

Visa L-1A untuk membuka kantor atau perusahaan baru di Amerika merupakan salah satu jalur visa nonimigran bagi perusahaan asing yang ingin mengembangkan kegiatan usaha di Amerika Serikat. Melalui kategori ini, seorang manajer atau eksekutif dari perusahaan asing dapat di transfer ke entitas di Amerika yang memiliki hubungan perusahaan yang memenuhi ketentuan.

Konsep tersebut berbeda dari membuka bisnis di Amerika hanya sebagai pemilik atau investor. Visa L-1A berfokus pada hubungan antara perusahaan asing dengan entitas Amerika serta pemindahan karyawan dalam kapasitas manajerial atau eksekutif. Karena itu, pendirian perusahaan baru saja tidak otomatis membuat pemiliknya memenuhi syarat Visa L-1A.

Untuk kategori new office, USCIS memberikan ketentuan khusus karena perusahaan di Amerika masih berada pada tahap awal. Pemohon harus menunjukkan bahwa kantor fisik yang memadai sudah di amankan, memiliki pengalaman kerja yang memenuhi persyaratan, serta operasi Amerika dapat berkembang hingga mampu mendukung posisi manajerial atau eksekutif dalam waktu satu tahun setelah petisi di setujui.

Oleh sebab itu, Visa L-1A untuk membuka kantor atau perusahaan baru di Amerika perlu di persiapkan melalui struktur perusahaan, business plan, bukti investasi, premises, pengalaman kerja, struktur organisasi, serta rencana perekrutan yang saling mendukung.

Baca Juga : Visa L-1A dan L-1B Amerika: Syarat, Proses, Biaya, dan Perbedaan

Apa yang Dimaksud Visa L-1A New Office di Amerika?

Visa L-1A merupakan kategori untuk intracompany transferee yang bekerja dalam kapasitas managerial atau executive. Dalam konteks new office, kategori ini dapat di gunakan ketika perusahaan asing ingin membangun operasi baru di Amerika dan membutuhkan manajer atau eksekutif untuk menjalankan serta mengembangkan operasi tersebut.

USCIS menggunakan istilah “new office” untuk organisasi yang belum menjalankan kegiatan usaha di Amerika selama satu tahun penuh. Karena itu, sebuah perusahaan Amerika yang baru di bentuk dan masih berada pada tahap awal operasi dapat masuk dalam konteks new office apabila persyaratan lainnya terpenuhi.

Namun, status new office bukan berarti seluruh perusahaan baru dapat langsung menggunakan Visa L-1A. Perusahaan Amerika tetap harus memiliki hubungan yang memenuhi ketentuan dengan perusahaan asing. Selain itu, pemohon harus memenuhi persyaratan pengalaman kerja dan posisi yang akan di jalankan.

Dengan demikian, fokus Visa L-1A new office bukan hanya pada pendirian badan usaha. Yang perlu di buktikan adalah adanya rencana operasi nyata yang berasal dari perusahaan asing dan akan di kembangkan melalui entitas di Amerika.

Siapa yang Bisa Mengajukan Visa L-1A untuk Membuka Kantor Baru

Siapa yang Bisa Mengajukan Visa L-1A untuk Membuka Kantor Baru?

Pemohon Visa L-1A new office pada dasarnya harus memiliki hubungan kerja yang memenuhi persyaratan dengan perusahaan asing. Pemohon juga harus telah bekerja penuh waktu selama satu tahun secara terus-menerus dalam tiga tahun sebelum petisi di ajukan, dalam kapasitas managerial atau executive.

Persyaratan tersebut membuat Visa L-1A berbeda dari visa yang hanya menilai modal atau kepemilikan bisnis. Seseorang tidak cukup hanya memiliki dana untuk membuka perusahaan di Amerika. Riwayat pekerjaan dan posisi pemohon di perusahaan asing juga perlu dapat di buktikan.

Misalnya, seorang direktur atau manajer perusahaan Indonesia yang bertanggung jawab terhadap departemen, karyawan, anggaran, strategi, atau fungsi penting perusahaan dapat memiliki dasar pengalaman yang relevan. Namun, jabatan formal saja tidak cukup karena tugas yang benar-benar di jalankan juga perlu di jelaskan.

Untuk new office, pemohon juga harus memiliki kewenangan yang sesuai dengan posisi yang akan di jalankan di Amerika. USCIS dapat melihat uraian pekerjaan, struktur organisasi, rencana perekrutan, dan perkembangan bisnis untuk menilai apakah posisi tersebut benar-benar bersifat managerial atau executive.

Baca Juga : Apa Itu Visa L-1A Amerika? Panduan untuk Manajer dan Eksekutif

Hubungan Perusahaan Indonesia dan Perusahaan Amerika

Salah satu unsur penting dalam Visa L-1A untuk membuka kantor baru adalah hubungan antara perusahaan asing dan perusahaan Amerika. Hubungan tersebut harus termasuk dalam struktur yang di akui untuk kategori L-1, seperti parent, branch, subsidiary, atau affiliate.

Karena itu, perusahaan Indonesia perlu dapat menunjukkan bagaimana entitas Amerika terhubung secara kepemilikan atau pengendalian. Dokumen pendirian, struktur kepemilikan, laporan perusahaan, serta dokumen keuangan dapat di gunakan untuk menjelaskan hubungan tersebut.

Struktur ini perlu di perhatikan sejak awal. Jika perusahaan Amerika hanya di bentuk atas nama pemohon tanpa hubungan yang memenuhi ketentuan dengan perusahaan asing, pendirian tersebut tidak otomatis memenuhi dasar untuk Visa L-1A.

Selain itu, informasi mengenai perusahaan Indonesia dan entitas Amerika harus konsisten. Nama perusahaan, kepemilikan, struktur organisasi, kegiatan bisnis, sumber dana, dan hubungan antarentitas sebaiknya tidak menunjukkan informasi yang saling bertentangan.

Baca Juga : Dokumen Visa L-1A dan L-1B Amerika: Checklist Pengajuan

Syarat Kantor Fisik untuk L-1A New Office

Kantor fisik menjadi salah satu persyaratan penting dalam pengajuan L-1A new office. USCIS mensyaratkan bahwa petitioner telah memperoleh sufficient physical premises untuk menampung kegiatan kantor baru. Ketentuan ini berkaitan dengan kebutuhan agar operasi Amerika dapat segera di mulai dan berkembang.

Karena itu, rencana bisnis sebaiknya tidak hanya menunjukkan alamat surat-menyurat. Bukti tempat usaha perlu dapat menunjukkan bahwa perusahaan memang telah memperoleh ruang yang dapat di gunakan untuk menjalankan kegiatan bisnis sesuai dengan sifat operasinya.

Dokumen seperti lease agreement atau bukti penguasaan premises dapat membantu menjelaskan keberadaan kantor tersebut. Informasi mengenai lokasi dan fasilitas juga sebaiknya sesuai dengan business plan dan jenis kegiatan usaha yang akan di jalankan.

USCIS juga telah menerbitkan keputusan yang membahas pentingnya physical premises dalam kasus L-1A new office. Karena itu, aspek kantor fisik perlu di perhatikan sejak tahap awal persiapan petisi.

Business Plan untuk Membuka Kantor Baru di Amerika

Business plan menjadi bagian penting dalam menjelaskan bagaimana perusahaan baru akan berkembang setelah di buka di Amerika. Untuk L-1A new office, informasi mengenai sifat kantor, ruang lingkup entitas, struktur organisasi, tujuan keuangan, investasi Amerika, serta kemampuan perusahaan asing untuk membayar pemohon perlu di jelaskan.

Business plan sebaiknya menggambarkan kegiatan bisnis secara realistis. Rencana tersebut dapat menjelaskan produk atau layanan, target pasar, strategi pemasaran, kebutuhan karyawan, biaya operasional, proyeksi pendapatan, serta tahapan perkembangan perusahaan.

Selain itu, peran pemohon perlu di hubungkan dengan perkembangan bisnis. Jika pemohon akan menjadi executive atau manager, business plan perlu menjelaskan mengapa posisi tersebut di perlukan dan bagaimana tanggung jawabnya akan berkembang.

Unsur Business Plan yang Perlu Di Jelaskan

Beberapa unsur penting dapat mencakup:

  1. Profil perusahaan asing dan sejarah kegiatan usaha.
  2. Hubungan antara perusahaan Indonesia dan entitas Amerika.
  3. Jenis bisnis yang akan di jalankan di Amerika.
  4. Produk atau layanan yang akan di tawarkan.
  5. Target pasar dan wilayah operasional.
  6. Lokasi serta fasilitas kantor.
  7. Struktur organisasi perusahaan Amerika.
  8. Rencana perekrutan karyawan.
  9. Jumlah investasi yang akan di gunakan.
  10. Proyeksi perkembangan bisnis dalam tahun pertama.
  11. Peran managerial atau executive pemohon.
  12. Kemampuan perusahaan asing untuk mendukung operasi awal.

Business plan sebaiknya di buat berdasarkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Proyeksi yang terlalu besar tanpa dukungan modal, staf, pasar, atau kegiatan operasional dapat membuat informasi dalam petisi menjadi kurang konsisten.

Baca Juga : Syarat Visa L-1 Amerika untuk Karyawan Perusahaan Indonesia

Peran Manager atau Executive dalam Kantor Baru

Pemohon L-1A harus di tempatkan pada posisi yang terutama bersifat managerial atau executive. Oleh karena itu, uraian tugas menjadi bagian penting dalam menjelaskan posisi tersebut.

Dalam konteks new office, USCIS memahami bahwa perusahaan baru masih membutuhkan banyak kegiatan awal. Namun, pemohon tetap harus menunjukkan bahwa perusahaan tersebut secara realistis dapat berkembang sehingga posisi pemohon akan menjadi terutama managerial atau executive dalam waktu satu tahun.

Pada awal operasi, seorang manager atau executive mungkin harus terlibat dalam beberapa kegiatan yang lebih praktis. Akan tetapi, struktur bisnis dan rencana perekrutan harus menunjukkan bagaimana tugas operasional tersebut nantinya dapat di alihkan kepada karyawan atau fungsi lain.

Dengan demikian, pemohon bukan hanya di harapkan menjadi orang yang menjalankan sebagian besar pekerjaan perusahaan sendiri. Perannya perlu berkembang menjadi pengelola organisasi, departemen, fungsi penting, atau kegiatan strategis sesuai kapasitas yang di ajukan.

Baca Juga : Apa Itu Visa L-1B Amerika? Syarat Specialized Knowledge

Rencana Perekrutan Karyawan di Amerika

Rencana perekrutan mempunyai hubungan langsung dengan kemampuan perusahaan untuk mendukung posisi manager atau executive. Jika pemohon terus melakukan seluruh pekerjaan operasional sendiri, akan lebih sulit menjelaskan bahwa posisi tersebut terutama bersifat managerial atau executive.

Karena itu, business plan dapat memuat tahapan perekrutan berdasarkan kebutuhan perusahaan. Posisi yang akan di rekrut dapat berbeda sesuai jenis usaha, misalnya sales, marketing, administrative staff, finance, operations, customer service, atau tenaga profesional.

Jumlah karyawan juga perlu di sesuaikan dengan skala usaha. Rencana yang realistis dapat menunjukkan bagaimana perusahaan akan berkembang dari tahap awal menuju operasi yang lebih terstruktur.

USCIS menilai business dan hiring plans serta bukti bahwa perusahaan dapat berkembang hingga mendukung posisi managerial atau executive. Karena itu, rencana perekrutan bukan sekadar daftar jabatan, tetapi bagian dari penjelasan mengenai perkembangan perusahaan.

Baca Juga : Perbedaan Visa L-1A dan L-1B Amerika

Investasi untuk Membuka Kantor Baru dengan Visa L-1A

Investasi menjadi salah satu informasi yang perlu di jelaskan dalam petisi L-1A new office. USCIS meminta informasi mengenai ukuran investasi di Amerika dan kemampuan perusahaan asing untuk membayar beneficiary serta memulai kegiatan usaha.

Tidak ada satu angka investasi yang dapat di gunakan untuk seluruh jenis bisnis. Kebutuhan modal dapat berbeda berdasarkan industri, lokasi, model usaha, jumlah karyawan, fasilitas, peralatan, dan target kegiatan.

Karena itu, perusahaan perlu menjelaskan penggunaan dana secara masuk akal. Modal dapat di alokasikan untuk kebutuhan kantor, peralatan, tenaga kerja, pemasaran, teknologi, operasional, dan kebutuhan awal lainnya sesuai model bisnis.

Kemampuan finansial perusahaan asing juga perlu di dukung oleh bukti yang relevan. Dengan begitu, rencana pembukaan kantor tidak hanya terlihat sebagai konsep bisnis, tetapi memiliki dasar pendanaan yang dapat di jelaskan.

Dokumen yang Perlu Di Siapkan untuk L-1A New Office

Secara umum, dokumen Visa L-1A untuk membuka kantor baru perlu di susun berdasarkan unsur yang ingin di buktikan. Dokumen perusahaan asing, entitas Amerika, pengalaman pemohon, premises, business plan, investasi, dan struktur organisasi sebaiknya saling mendukung.

Jenis DokumenContoh BuktiFungsi
Dokumen perusahaan IndonesiaAkta, profil perusahaan, laporan perusahaanMenjelaskan keberadaan perusahaan asing
Dokumen perusahaan AmerikaDokumen pendirian dan registrasiMenjelaskan entitas baru di Amerika
Hubungan kepemilikanDokumen ownership dan controlMembuktikan qualifying relationship
Riwayat pekerjaanSurat kerja, payroll, struktur jabatanMembuktikan pengalaman pemohon
Physical premisesLease agreement atau bukti penggunaan tempatMembuktikan kantor telah di amankan
Business planRencana operasional dan keuanganMenjelaskan perkembangan bisnis
Struktur organisasiOrganizational chart dan staffing planMenjelaskan posisi pemohon
Dokumen keuanganLaporan keuangan dan bukti danaMendukung kemampuan pembiayaan

USCIS menyebut berbagai jenis bukti yang dapat di gunakan untuk mendukung petisi L-1, termasuk organizational charts, employee rosters, position descriptions, payroll records, invoices, serta catatan keuangan dan kegiatan usaha. Bukti tersebut di nilai secara keseluruhan sesuai kondisi petisi.

Proses Pengajuan Visa L-1A untuk Kantor Baru

Proses pengajuan perlu di lakukan dengan memperhatikan dua tahap utama, yaitu petisi kepada USCIS dan proses visa apabila pemohon berada di luar Amerika. Department of State menjelaskan bahwa pemohon visa kerja sementara pada umumnya dapat mengajukan visa setelah petisi di setujui.

Menyiapkan Struktur Perusahaan

Tahap awal dimulai dengan memastikan hubungan perusahaan asing dan entitas Amerika. Struktur ownership dan control perlu di periksa agar dapat di dukung dengan dokumen yang sesuai.

Mengamankan Physical Premises

Selanjutnya, kantor fisik perlu di amankan. Bukti tersebut menjadi bagian dari persyaratan khusus untuk new office.

Menyusun Business Plan

Business plan kemudian di siapkan untuk menjelaskan sifat bisnis, struktur organisasi, target keuangan, investasi, kebutuhan tenaga kerja, dan perkembangan operasi.

Menyiapkan Bukti Pengalaman Pemohon

Riwayat pekerjaan pemohon perlu di dokumentasikan. Bukti tersebut harus dapat menjelaskan pengalaman managerial atau executive sebelum di transfer ke Amerika.

Mengajukan Petisi

Petisi L-1A kemudian di ajukan kepada USCIS dengan Form I-129 beserta dokumen pendukung yang relevan.

Mengurus Visa di Konsulat

Jika pemohon berada di luar Amerika, setelah petisi memperoleh persetujuan, proses visa dapat di lanjutkan. Form DS-160 perlu di isi secara online dan halaman konfirmasi perlu di simpan untuk proses wawancara. Department of State juga menyebutkan bahwa pemohon perlu mengikuti instruksi khusus dari kedutaan atau konsulat tempat permohonan di lakukan.

Baca Juga : Proses Pengajuan Visa L-1 Amerika dari Indonesia

Biaya Visa L-1A untuk Membuka Kantor Baru

Biaya dalam proses L-1A new office terdiri dari komponen yang berbeda. Sehingga, biaya petisi kepada USCIS tidak sama dengan biaya aplikasi visa di konsulat. Selain itu, biaya tertentu dapat bergantung pada jenis pengajuan yang di lakukan.

Department of State saat ini mencantumkan biaya aplikasi untuk kategori visa berbasis petisi, termasuk L, sebesar US$205. Biaya tersebut merupakan biaya pemrosesan aplikasi visa dan bukan seluruh biaya yang berkaitan dengan petisi L-1A.

Untuk pemohon yang termasuk dalam blanket L petition, terdapat biaya tambahan tertentu seperti Fraud Prevention and Detection Fee sebesar US$500. Dalam kondisi tertentu, blanket L petition juga dapat dikenakan biaya US$4.500 berdasarkan ketentuan yang tercantum Department of State. Biaya tersebut tidak otomatis berlaku pada setiap L-1A new office individual petition.

Karena biaya dan ketentuan pembayaran dapat berubah, jumlah keseluruhan perlu di periksa berdasarkan jenis petisi dan tahap pengajuan yang di gunakan.

Berapa Lama L-1A New Office Dapat Di Gunakan?

L-1A new office memiliki ketentuan khusus mengenai masa awal persetujuan. USCIS menjelaskan bahwa new office petition dapat di berikan untuk periode awal yang tidak lebih dari satu tahun. Setelah itu, perpanjangan dapat di ajukan apabila perusahaan dapat menunjukkan bahwa operasi telah berkembang dan persyaratan L-1 tetap terpenuhi.

Periode satu tahun tersebut menjadi penting karena perusahaan di harapkan berkembang hingga mampu mendukung posisi managerial atau executive. Pada tahap perpanjangan, bukti kegiatan bisnis aktual, struktur organisasi, staf, pendapatan, kontrak, transaksi, dan perkembangan perusahaan dapat menjadi bagian dari dokumentasi yang relevan.

Untuk status L-1A secara keseluruhan, masa tinggal maksimum dapat mencapai tujuh tahun, dengan tetap memperhatikan ketentuan status dan perpanjangan yang berlaku.

Dengan demikian, tahun pertama bukan sekadar periode untuk mempertahankan kantor. Perusahaan perlu menunjukkan perkembangan operasi yang sesuai dengan rencana yang sebelumnya di ajukan.

Baca Juga : Biaya Dan Lama Proses Visa L Amerika Biaya Petisi & Visa

Apa yang Terjadi Jika Kantor Baru Belum Berkembang?

Perusahaan yang menggunakan L-1A new office perlu memperhatikan perkembangan bisnis sejak awal. Jika setelah periode awal perusahaan belum berkembang hingga mampu mendukung posisi managerial atau executive, persoalan tersebut dapat memengaruhi kelayakan untuk perpanjangan.

USCIS dalam beberapa keputusan menekankan bahwa petitioner perlu menunjukkan perkembangan realistis menuju operasi yang dapat mendukung posisi managerial atau executive. Business plan saja tidak selalu cukup apabila perkembangan aktual tidak mendukung rencana yang sebelumnya di sampaikan.

Karena itu, dokumentasi kegiatan bisnis perlu di simpan sejak perusahaan mulai beroperasi. Kontrak, invoice, payroll, laporan keuangan, bukti perekrutan, organizational chart, dan dokumen kegiatan lainnya dapat membantu menunjukkan perkembangan perusahaan.

Semakin konsisten perkembangan aktual dengan rencana bisnis, semakin mudah bagi perusahaan untuk menjelaskan bagaimana operasi Amerika berkembang dari tahap awal menuju struktur bisnis yang lebih matang.

Kesalahan yang Perlu Di Hindari dalam L-1A New Office

Salah satu kesalahan yang perlu di perhatikan adalah menganggap pendirian perusahaan Amerika sudah cukup untuk mendapatkan L-1A. Padahal, hubungan perusahaan, pengalaman pemohon, physical premises, posisi managerial atau executive, dan kemampuan operasi tetap perlu di buktikan.

Kesalahan lainnya adalah membuat business plan yang tidak sesuai dengan kemampuan perusahaan. Proyeksi pendapatan dan jumlah karyawan perlu memiliki dasar yang masuk akal dan dapat di hubungkan dengan investasi serta model bisnis.

Selain itu, deskripsi pekerjaan pemohon perlu di buat secara spesifik. Jabatan seperti CEO atau Director tidak otomatis menunjukkan kapasitas executive apabila tugas yang di lakukan sehari-hari sebenarnya lebih banyak berupa pekerjaan operasional.

Physical premises juga tidak boleh di abaikan. USCIS secara khusus mensyaratkan sufficient physical premises untuk new office dan telah menerbitkan keputusan mengenai pentingnya bukti tersebut.

Baca Juga : Visa L-1 Amerika dan Keluarga: Istri dan Anak Bisa Ikut?

Checklist Visa L-1A untuk Membuka Kantor atau Perusahaan Baru

Sebelum petisi di ajukan, seluruh unsur penting sebaiknya di periksa kembali agar informasi perusahaan dan pemohon konsisten.

ChecklistHal yang Perlu Di Pastikan
Perusahaan asingPerusahaan Indonesia benar-benar menjalankan kegiatan usaha
Entitas AmerikaHubungan dengan perusahaan asing dapat di buktikan
Physical premisesKantor yang memadai sudah di amankan
Pengalaman pemohonMinimal satu tahun pengalaman yang memenuhi ketentuan L-1A
Posisi di AmerikaTugas terutama bersifat managerial atau executive
Business planSifat bisnis, investasi, struktur dan target sudah di jelaskan
Staffing planRencana perekrutan sesuai kebutuhan bisnis
KeuanganKemampuan membiayai awal operasi dapat di dukung
Dokumen petisiSeluruh informasi konsisten dan memiliki bukti pendukung

Checklist tersebut sebaiknya tidak hanya di gunakan sebelum pengajuan. Setelah perusahaan mulai beroperasi, dokumen perkembangan bisnis juga perlu di simpan karena dapat di perlukan ketika perusahaan mengajukan perpanjangan.

Baca Juga : Visa L-1 ke Green Card: L-1A dan L-1B ke Permanent Residence

Apakah Membuka Perusahaan Baru di Amerika Otomatis Memenuhi Syarat L-1A?

Membuka perusahaan baru di Amerika tidak otomatis membuat pemilik atau pengelola memenuhi syarat Visa L-1A. Kategori ini tetap mensyaratkan hubungan perusahaan yang memenuhi ketentuan, pengalaman kerja yang sesuai, posisi managerial atau executive, serta persyaratan khusus untuk new office.

Karena itu, pendirian LLC, corporation, atau bentuk entitas bisnis lainnya perlu di bedakan dari proses memperoleh Visa L-1A. Perusahaan dapat saja sudah berdiri secara hukum, tetapi petisi L-1A tetap harus membuktikan seluruh unsur imigrasi yang di persyaratkan.

Bagi perusahaan Indonesia, perencanaan sebaiknya di lakukan sejak sebelum kantor Amerika di buka. Struktur kepemilikan, sumber dana, lokasi kantor, business plan, pengalaman pemohon, dan rencana perekrutan perlu di susun sebagai satu kesatuan.

Dengan pendekatan tersebut, pembukaan kantor baru dapat di persiapkan tidak hanya dari sisi pendirian bisnis, tetapi juga dari sisi dokumentasi yang diperlukan untuk pengajuan L-1A.

Baca Juga : Visa L-1A dan L-1B Amerika: Syarat, Proses, Biaya, dan Perbedaan

Hal Penting Sebelum Mengajukan Visa L-1A New Office

Visa L-1A untuk membuka kantor atau perusahaan baru di Amerika memiliki persyaratan yang saling berkaitan. Perusahaan asing harus memiliki hubungan yang memenuhi ketentuan dengan entitas Amerika, sementara pemohon harus memiliki pengalaman yang sesuai dan akan menjalankan posisi managerial atau executive.

Selain itu, kantor fisik perlu di amankan, business plan perlu di susun secara realistis, kemampuan finansial perlu di dukung, dan rencana perekrutan perlu menunjukkan perkembangan bisnis yang dapat mendukung posisi pemohon.

Jika pemohon berada di Indonesia, proses visa setelah petisi di setujui juga perlu di persiapkan melalui DS-160, pembayaran biaya yang berlaku, serta tahapan konsuler sesuai instruksi kedutaan atau konsulat. Department of State menyatakan bahwa dokumen tambahan dapat di minta untuk menentukan apakah pemohon memenuhi syarat visa.

Oleh karena itu, setiap dokumen perlu di periksa secara menyeluruh sebelum di ajukan. Informasi mengenai perusahaan Indonesia, perusahaan Amerika, pemohon, business plan, investasi, kantor, dan struktur organisasi sebaiknya menunjukkan satu rencana bisnis yang konsisten.

Konsultasi Visa L-1A dan L-1B Amerika Sekarang

Siti Aidah