Visa L-1 ke Green Card merupakan jalur yang dapat di pertimbangkan oleh pemegang L-1 yang ingin memperoleh permanent residence di Amerika Serikat. Namun, Visa L-1 sendiri bukan Green Card dan tidak secara otomatis berubah menjadi permanent residence. Pemegang L-1 tetap perlu memenuhi persyaratan kategori imigran yang sesuai dan menjalani proses imigrasi tersendiri.
Dalam praktiknya, jalur L-1A dan L-1B menuju Green Card memiliki karakteristik yang berbeda. Pemegang L-1A yang bekerja dalam kapasitas manajerial atau eksekutif dapat memiliki jalur yang relevan melalui kategori EB-1C untuk multinational managers or executives. Sementara itu, pemegang L-1B dengan specialized knowledge umumnya perlu melihat kategori employment-based lain yang sesuai dengan kualifikasi dan kondisi pekerjaannya.
Karena itu, rencana dari Visa L-1 ke Green Card sebaiknya di siapkan sejak awal. Status pekerjaan, hubungan perusahaan di Amerika dengan perusahaan di luar Amerika, posisi yang di jalankan, masa kerja, serta bukti kualifikasi dapat menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Selain itu, pemegang L-1 perlu membedakan antara status nonimigran dan status permanent resident. L-1 memberikan status kerja sementara berdasarkan hubungan perusahaan yang memenuhi ketentuan. Sebaliknya, Green Card memberikan status permanent resident setelah proses imigrasi berhasil di selesaikan.
Baca Juga : Visa L-1A dan L-1B Amerika: Syarat, Proses, Biaya, dan Perbedaan

Hubungan Visa L-1 dengan Green Card
Visa L-1 termasuk kategori nonimigran yang di gunakan untuk memindahkan karyawan dari perusahaan yang memenuhi hubungan kualifikasi di luar Amerika ke perusahaan terkait di Amerika Serikat.
Karena L-1 merupakan status nonimigran, masa berlaku dan penggunaannya tetap mengikuti ketentuan L-1. Oleh sebab itu, seseorang tidak otomatis menjadi permanent resident hanya karena sudah lama bekerja di Amerika dengan L-1.
Sebaliknya, pemegang L-1 dapat mengajukan proses imigrasi apabila memenuhi persyaratan kategori Green Card tertentu. Proses tersebut dapat melibatkan petisi imigran, pemeriksaan kelayakan, serta tahapan konsuler atau adjustment of status sesuai kondisi pemohon.
Hal penting lainnya adalah jalur Green Card tidak selalu sama untuk setiap pemegang L-1. L-1A dan L-1B mempunyai dasar pekerjaan yang berbeda sehingga strategi imigrasinya juga dapat berbeda.
Baca Juga : Biaya Dan Lama Proses Visa L Amerika Biaya Petisi & Visa
Jalur L-1A menuju Permanent Residence
L-1A di gunakan untuk intracompany transferee yang bekerja dalam kapasitas manajerial atau eksekutif. Untuk pemegang L-1A yang memenuhi persyaratan, salah satu kategori Green Card yang sangat relevan adalah EB-1C.
EB-1C merupakan kategori employment-based immigrant untuk multinational managers atau executives. Kategori ini berkaitan erat dengan struktur perusahaan internasional sehingga terdapat hubungan antara pekerjaan L-1A dan persyaratan EB-1C.
Namun, memiliki status L-1A tidak otomatis berarti seseorang memenuhi semua persyaratan EB-1C. Petisi Green Card tetap perlu menunjukkan bahwa pekerja, perusahaan di Amerika, perusahaan di luar Amerika, dan hubungan pekerjaan memenuhi ketentuan kategori imigran yang di gunakan.
Persyaratan dasar EB-1C
Secara umum, kategori EB-1C berkaitan dengan manajer atau eksekutif yang bekerja untuk perusahaan multinasional. Pemohon perlu memenuhi persyaratan mengenai hubungan perusahaan dan pengalaman kerja di luar Amerika.
Salah satu aspek penting adalah adanya pekerjaan di luar Amerika untuk perusahaan yang memiliki hubungan kualifikasi dengan perusahaan Amerika. Hubungan tersebut dapat berupa parent, subsidiary, affiliate, atau hubungan organisasi lain yang memenuhi ketentuan.
Selain itu, posisi di Amerika juga harus memenuhi definisi manajerial atau eksekutif yang berlaku untuk kategori tersebut.
Dengan demikian, riwayat L-1A dapat menjadi bagian penting dari dokumentasi, tetapi petisi EB-1C tetap harus di periksa berdasarkan persyaratan Green Card yang berlaku.
Peran perusahaan multinasional
Struktur perusahaan menjadi bagian penting dalam jalur L-1A ke Green Card melalui EB-1C.
Perusahaan di Amerika dan perusahaan di luar Amerika perlu memiliki hubungan yang memenuhi ketentuan imigrasi. Karena itu, dokumen korporasi dapat menjadi bukti penting dalam proses.
Dokumen tersebut dapat mencakup struktur kepemilikan, hubungan antara perusahaan, kegiatan usaha, organisasi perusahaan, serta informasi mengenai posisi pekerja.
Semakin jelas hubungan perusahaan dan fungsi pekerjaan, semakin mudah dokumen dapat di susun untuk menjelaskan dasar petisi. Namun, keputusan tetap bergantung pada pemeriksaan petisi dan bukti yang di ajukan.
Baca Juga : Apa Itu Visa L-1A Amerika? Panduan untuk Manajer dan Eksekutif
Jalur L-1B menuju Green Card
L-1B di gunakan untuk karyawan yang memiliki specialized knowledge mengenai produk, layanan, penelitian, peralatan, teknik, manajemen, atau kepentingan organisasi tertentu.
Berbeda dari L-1A, L-1B tidak mempunyai jalur khusus yang setara dengan EB-1C hanya berdasarkan status L-1B. Karena itu, pemegang L-1B biasanya perlu mempertimbangkan kategori employment-based lain berdasarkan pekerjaan, pendidikan, pengalaman, dan kondisi perusahaan.
Salah satu kategori yang dapat di pertimbangkan adalah EB-2. Dalam kondisi tertentu, EB-3 juga dapat menjadi kategori yang relevan.
Namun, pemilihan kategori tidak dapat hanya di dasarkan pada jabatan “L-1B”. Persyaratan kategori Green Card harus di periksa secara terpisah.
EB-2 untuk pemegang L-1B
EB-2 mencakup kategori tertentu bagi professionals holding advanced degrees atau persons of exceptional ability. Pemegang L-1B yang memiliki kualifikasi pendidikan dan pekerjaan yang sesuai dapat mempertimbangkan kategori ini.
Dalam jalur employer-sponsored EB-2, perusahaan Amerika umumnya perlu memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan pekerjaan permanen dan proses imigrasi yang berlaku.
Dalam kondisi tertentu, EB-2 juga memiliki National Interest Waiver atau NIW. Namun, NIW memiliki persyaratan tersendiri dan tidak otomatis tersedia hanya karena seseorang memegang L-1B.
Karena itu, pemegang L-1B perlu melihat hubungan antara pendidikan, pekerjaan, pengalaman, dan persyaratan kategori Green Card yang akan di gunakan.
EB-3 sebagai alternatif
EB-3 merupakan kategori employment-based lain yang mencakup skilled workers, professionals, dan kategori tertentu lainnya.
Pemegang L-1B dapat mempertimbangkan EB-3 apabila pekerjaan dan kualifikasinya sesuai dengan persyaratan kategori tersebut.
Jalur ini berbeda dari L-1B karena Green Card melalui EB-3 berkaitan dengan pekerjaan permanen dan proses imigrasi employment-based. Oleh sebab itu, dokumen yang di gunakan dalam petisi L-1B tidak otomatis cukup untuk petisi EB-3.
Perusahaan dan pekerja perlu memastikan bahwa posisi permanen, persyaratan pekerjaan, serta kualifikasi pekerja dapat di buktikan melalui dokumen yang sesuai.
Baca Juga : Dokumen Visa L-1A dan L-1B Amerika: Checklist Pengajuan
Perbedaan Jalur L-1A dan L-1B ke Green Card
Perbedaan paling penting terletak pada kategori Green Card yang dapat di pertimbangkan.
| Aspek | L-1A | L-1B |
|---|---|---|
| Dasar status | Manajer atau eksekutif | Specialized knowledge |
| Jalur khusus yang relevan | EB-1C | Tidak ada kategori khusus hanya berdasarkan L-1B |
| Kategori lain | Dapat di lihat sesuai kondisi | EB-2 atau EB-3 dapat relevan |
| Fokus bukti | Fungsi manajerial atau eksekutif dan hubungan perusahaan | Specialized knowledge, pekerjaan, pendidikan, dan kualifikasi |
| Proses Green Card | Terpisah dari status L-1 | Terpisah dari status L-1B |
Tabel tersebut hanya menggambarkan kerangka umum. Setiap pemohon tetap perlu di periksa berdasarkan kondisi pekerjaan dan dokumen yang tersedia.
Pemegang L-1A tidak otomatis memenuhi EB-1C. Demikian pula, pemegang L-1B tidak otomatis memenuhi EB-2 atau EB-3. Kategori Green Card harus di tentukan berdasarkan persyaratan imigrasi yang berlaku.
Baca Juga : Syarat Visa L-1 Amerika untuk Karyawan Perusahaan Indonesia
Proses dari L-1 menuju Green Card
Proses Visa L-1 ke Green Card tidak sekadar mengubah satu jenis visa menjadi visa permanen. Pemohon perlu menjalani proses imigrasi berdasarkan kategori employment-based yang sesuai.
Secara umum, tahapannya dapat melibatkan:
- Menentukan kategori Green Card yang sesuai.
- Memeriksa kualifikasi pekerja.
- Memeriksa hubungan dan kelayakan perusahaan.
- Menyiapkan dokumen pendukung.
- Mengajukan petisi imigran apabila di perlukan.
- Menunggu proses dan ketersediaan visa imigran sesuai kategori.
- Melanjutkan adjustment of status atau proses immigrant visa sesuai kondisi pemohon.
- Menjalani pemeriksaan dan tahapan administratif yang di perlukan.
Tidak semua pemohon melewati urutan yang identik. Jalur yang di gunakan dapat berbeda berdasarkan kategori Green Card, lokasi pemohon, ketersediaan visa imigran, dan kondisi kasus.
Baca Juga : Perbedaan Visa L-1A dan L-1B Amerika
Peran Perusahaan dalam Proses Green Card
Dalam banyak jalur employment-based, perusahaan mempunyai peran penting dalam proses Green Card. Hal ini terutama terlihat pada kategori yang membutuhkan employer sponsorship.
Perusahaan perlu memastikan bahwa posisi yang di tawarkan merupakan posisi yang memenuhi persyaratan kategori imigran. Selain itu, dokumen perusahaan perlu dapat menjelaskan kegiatan usaha, struktur organisasi, kebutuhan tenaga kerja, dan hubungan pekerjaan dengan pemohon.
Untuk pemegang L-1A yang menggunakan jalur EB-1C, hubungan antara perusahaan Amerika dan perusahaan terkait di luar Amerika menjadi bagian penting. Sementara itu, pada kategori lain, persyaratan employer dan pekerjaan permanen perlu di periksa berdasarkan kategori yang di pilih.
Karena itu, proses Green Card sebaiknya tidak hanya di lihat dari sisi pekerja. Kondisi perusahaan dan struktur pekerjaan juga perlu di siapkan sejak awal.
Baca Juga : Proses Pengajuan Visa L-1 Amerika dari Indonesia
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Dokumen yang di gunakan dalam proses Green Card bergantung pada kategori yang di ajukan. Namun, pemegang L-1 umumnya perlu menyiapkan dokumen yang dapat menunjukkan identitas, riwayat pekerjaan, pendidikan, serta hubungan dengan perusahaan.
Beberapa dokumen yang dapat relevan antara lain:
A. Paspor dan dokumen identitas.
B. Dokumen status L-1.
C. Approval notice terkait L-1.
D. Bukti hubungan antara perusahaan.
E. Surat keterangan pekerjaan.
F. Bukti pengalaman kerja.
G. Ijazah dan transkrip apabila relevan.
H. Dokumen organisasi perusahaan.
I. Dokumen posisi dan tanggung jawab pekerjaan.
J. Dokumen perusahaan pendukung lainnya.
Untuk L-1A yang mengarah ke EB-1C, bukti mengenai fungsi manajerial atau eksekutif perlu di siapkan dengan baik.
Sementara itu, pemegang L-1B yang mempertimbangkan EB-2 atau EB-3 perlu menyesuaikan dokumen dengan persyaratan kategori yang di pilih.
Baca Juga : Visa L-1A untuk Membuka Kantor atau Perusahaan Baru di Amerika
Status L-1 Selama Proses Green Card
Pengajuan proses Green Card tidak berarti status L-1 langsung berubah menjadi permanent resident.
Selama proses berlangsung, pemegang L-1 tetap perlu memperhatikan status nonimigrannya. Masa berlaku L-1, pekerjaan yang di lakukan, dan hubungan dengan perusahaan tetap perlu sesuai dengan ketentuan L-1 sampai status tersebut berakhir atau pemohon memperoleh status lain yang sah.
Hal ini penting karena proses Green Card dapat berlangsung dalam beberapa tahap. Waktu pemrosesan juga dapat berbeda berdasarkan kategori dan kondisi kasus.
Oleh sebab itu, pemegang L-1 sebaiknya tidak mengabaikan status nonimigran hanya karena sudah memulai proses Green Card.
Baca Juga : Visa L-1 Amerika dan Keluarga Istri dan Anak Bisa Ikut?
Adjustment of Status atau Immigrant Visa
Setelah proses imigrasi mencapai tahap yang memungkinkan, pemohon dapat menggunakan jalur yang sesuai dengan kondisinya.
Jika pemohon berada di Amerika Serikat dan memenuhi persyaratan adjustment of status, proses dapat di lakukan melalui USCIS. Namun, kemampuan untuk mengajukan adjustment of status juga berkaitan dengan ketersediaan immigrant visa dan persyaratan lainnya.
Sementara itu, pemohon yang memproses Green Card dari luar Amerika dapat menggunakan proses immigrant visa melalui jalur konsuler.
Perbedaan lokasi tersebut membuat proses administratif setiap pemohon dapat berbeda. Karena itu, status L-1 yang sedang di miliki perlu di hubungkan dengan strategi proses imigrasi secara keseluruhan.
Tantangan dalam Mengubah L-1 menjadi Green Card
Salah satu tantangan utama adalah memastikan bahwa dasar L-1 dan dasar Green Card memiliki bukti yang konsisten.
Misalnya, pemegang L-1A yang mengajukan EB-1C perlu menunjukkan fungsi manajerial atau eksekutif yang memenuhi ketentuan. Informasi mengenai posisi, struktur organisasi, jumlah dan fungsi bawahan, serta tanggung jawab pekerjaan perlu di jelaskan melalui bukti yang sesuai.
Pada L-1B, tantangannya dapat berkaitan dengan pembuktian specialized knowledge dan kecocokan dengan kategori Green Card yang di pilih.
Selain itu, perubahan jabatan, perubahan perusahaan, perubahan struktur organisasi, atau perubahan tugas pekerjaan dapat memengaruhi dokumentasi. Karena itu, setiap perubahan penting sebaiknya di periksa sebelum proses imigrasi dilanjutkan.
Baca Juga : Apa Itu Visa L-1B Amerika? Syarat Specialized Knowledge
Apakah L-1 Otomatis Menjadi Green Card?
Tidak. L-1 dan Green Card merupakan dua status imigrasi yang berbeda.
L-1 merupakan status nonimigran untuk intracompany transferee, sedangkan Green Card memberikan status permanent resident. Pemegang L-1 perlu memenuhi persyaratan kategori imigran yang di gunakan untuk memperoleh permanent residence.
L-1A dapat mempunyai hubungan yang kuat dengan EB-1C karena sama-sama berkaitan dengan manajer atau eksekutif perusahaan multinasional. Namun, status L-1A sendiri tidak menjamin persetujuan EB-1C.
Begitu pula dengan L-1B. Pemegang L-1B tetap perlu memenuhi persyaratan kategori Green Card seperti EB-2 atau EB-3 apabila kategori tersebut yang di gunakan.
Hal yang Perlu Di perhatikan Sebelum Mengajukan Green Card
Rencana Green Card sebaiknya di siapkan sebelum masa L-1 mendekati batas akhir. Dengan demikian, perusahaan dan pekerja mempunyai waktu untuk memeriksa kategori imigrasi serta menyiapkan dokumen.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan antara lain:
- Pastikan hubungan perusahaan masih memenuhi ketentuan.
- Periksa riwayat pekerjaan di luar dan di dalam Amerika.
- Pastikan posisi pekerjaan sesuai dengan kategori yang di pilih.
- Siapkan bukti tanggung jawab pekerjaan.
- Periksa dokumen perusahaan.
- Perhatikan masa berlaku status L-1.
- Pantau ketersediaan immigrant visa apabila kategori memerlukannya.
- Pastikan setiap informasi dalam dokumen konsisten.
Persiapan sejak awal dapat membantu mengurangi masalah administratif. Namun, kelengkapan dokumen tetap tidak menjamin petisi atau Green Card akan di setujui karena keputusan berada pada otoritas imigrasi sesuai kewenangannya.
Baca Juga : Visa L-1 Amerika dan Keluarga: Istri dan Anak Bisa Ikut?
Jasa Pengurusan Visa L-1 ke Green Card
PT Jangkar Global Groups dapat membantu pemohon memahami persiapan dokumen dan alur administrasi yang berkaitan dengan Visa L-1 ke Green Card. Pendampingan dapat di sesuaikan dengan kondisi pemegang L-1A maupun L-1B.
Untuk pemegang L-1A, pemeriksaan dapat di fokuskan pada dokumen pekerjaan manajerial atau eksekutif, hubungan perusahaan, serta dokumen yang mendukung rencana proses employment-based immigration. Sementara itu, pemegang L-1B dapat di bantu dalam pemeriksaan dokumen pekerjaan, specialized knowledge, pendidikan, pengalaman, dan kategori Green Card yang akan di pertimbangkan.
Pendampingan juga dapat mencakup pemeriksaan konsistensi dokumen, persiapan administrasi, dan penjelasan mengenai tahapan proses berdasarkan kondisi pemohon. Setiap kasus tetap perlu di periksa secara individual karena kategori Green Card dan persyaratannya dapat berbeda.
Konsultasi Visa L-1A dan L-1B Amerika Sekarang