Visa L-1 Amerika memungkinkan perusahaan memindahkan karyawan tertentu dari kantor di luar Amerika Serikat ke kantor yang berada di Amerika Serikat. Kategori ini mencakup L-1A untuk posisi manajerial atau eksekutif dan L-1B untuk karyawan dengan specialized knowledge. Bagi pemegang Visa L-1 yang sudah menikah atau memiliki anak, salah satu hal penting yang perlu di perhatikan adalah apakah keluarga dapat ikut tinggal di Amerika Serikat.
Jawabannya, pasangan dan anak yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh status turunan L-2 untuk ikut bersama pemegang Visa L-1. USCIS menyebut pasangan dan anak tanggungan dapat di terima dalam status L-2S untuk periode yang berjalan bersama pemegang status utama. Pasangan dalam status L-2S juga di anggap memiliki izin kerja berdasarkan status tersebut, sedangkan anak tidak memperoleh izin kerja hanya berdasarkan status L-2.
Dengan demikian, Visa L-1 Amerika bukan hanya berkaitan dengan pekerjaan pemegang visa utama. Status keluarga juga perlu di persiapkan sejak awal, terutama apabila istri dan anak akan ikut pindah ke Amerika Serikat. Dokumen hubungan keluarga, paspor, serta dokumen Visa L-1 perlu di siapkan secara konsisten.
Namun, ikut ke Amerika Serikat tidak berarti pasangan dan anak memperoleh Visa L-1. Mereka menggunakan kategori turunan L-2. Selain itu, setiap anggota keluarga tetap perlu memenuhi persyaratan imigrasi dan pemeriksaan visa yang berlaku.
Baca Juga : Visa L-1A dan L-1B Amerika: Syarat, Proses, Biaya, dan Perbedaan

Status Keluarga Pemegang Visa L-1
Pasangan dan anak dari pemegang Visa L-1 dapat mengajukan status turunan L-2 untuk mendampingi atau menyusul pemegang status utama. Status tersebut di rancang untuk anggota keluarga yang memenuhi ketentuan sebagai dependent dari pemegang L-1A atau L-1B.
USCIS menjelaskan bahwa dependent spouses and children dapat di terima dalam status L-2S untuk periode yang berjalan bersama pemegang status L-1. Karena itu, keluarga dapat tinggal di Amerika Serikat selama status mereka tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.
Perlu di bedakan antara visa dan status. Visa digunakan untuk meminta masuk ke Amerika Serikat, sedangkan status menentukan dasar keberadaan seseorang di Amerika Serikat setelah masuk. Karena itu, pemegang L-2 tetap perlu memperhatikan dokumen perjalanan dan status imigrasinya.
Istri sebagai L-2S
Istri dari pemegang L-1 yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh status L-2S. Status ini merupakan status turunan yang berkaitan dengan status L-1 milik pasangan sebagai pemegang utama.
Salah satu hal penting adalah hak kerja. USCIS menyatakan bahwa pasangan dalam status L-2S di anggap memiliki izin bekerja berdasarkan status tersebut. Jadi, pasangan tidak berada dalam kondisi yang sama dengan anak L-2 dalam hal izin kerja.
Meskipun demikian, dokumen imigrasi tetap perlu di periksa dengan benar. Pasangan sebaiknya memastikan status L-2S tercatat sesuai ketentuan dan memahami dokumen yang dapat di gunakan untuk membuktikan izin kerja ketika di perlukan.
Anak sebagai L-2
Anak yang memenuhi ketentuan sebagai dependent dapat memperoleh status L-2 untuk ikut bersama orang tua pemegang L-1.
Namun, terdapat perbedaan penting antara anak dan pasangan. Anak dalam status L-2 tidak di izinkan bekerja berdasarkan status L-2 tersebut. USCIS secara khusus membedakan izin kerja pasangan L-2 dari anak yang masih menjadi dependent.
Anak tetap dapat mengikuti pendidikan di Amerika Serikat selama berada dalam status L-2. USCIS juga menjelaskan bahwa L-2 dapat bersekolah tanpa harus berpindah ke status nonimigran lain selama status tersebut masih berlaku.
Baca Juga : Syarat Visa L-1 Amerika untuk Karyawan Perusahaan Indonesia
Syarat Istri dan Anak Ikut ke Amerika
Agar keluarga dapat ikut, hubungan keluarga perlu dapat di buktikan dengan dokumen resmi. Untuk pasangan, dokumen perkawinan menjadi salah satu dokumen utama. Sementara itu, hubungan antara orang tua dan anak perlu di dukung dengan dokumen sipil yang sesuai.
Selain hubungan keluarga, dokumen pemegang L-1 juga perlu di siapkan. Informasi mengenai nama, status, perusahaan, serta masa berlaku dokumen harus konsisten dengan aplikasi anggota keluarga.
Persiapan sejak awal dapat mengurangi risiko adanya perbedaan informasi antara aplikasi pemegang L-1 dan aplikasi keluarga.
Dokumen untuk Istri
Istri yang mengajukan L-2 umumnya perlu menyiapkan dokumen yang menunjukkan identitas dan hubungan dengan pemegang L-1.
Beberapa dokumen yang dapat di perlukan antara lain:
- Paspor yang masih berlaku.
- Formulir aplikasi visa sesuai prosedur.
- Foto sesuai ketentuan.
- Akta atau buku nikah yang dapat di gunakan untuk membuktikan hubungan perkawinan.
- Salinan dokumen Visa L-1 atau dokumen status pemegang utama.
- Dokumen petisi atau dokumen perusahaan yang relevan apabila di perlukan.
- Dokumen tambahan sesuai instruksi kedutaan atau konsulat.
Dokumen perkawinan perlu di periksa agar nama dan data kedua pasangan dapat di cocokkan. Jika terdapat perbedaan nama atau informasi, penjelasan dan dokumen pendukung mungkin di perlukan.
Dokumen untuk Anak
Anak yang mengajukan L-2 juga perlu memiliki dokumen identitas dan bukti hubungan keluarga.
Dokumen yang dapat di siapkan antara lain:
- Paspor anak.
- Akta kelahiran.
- Formulir aplikasi sesuai ketentuan.
- Foto anak sesuai persyaratan.
- Salinan dokumen L-1 orang tua.
- Dokumen perkawinan orang tua jika relevan.
- Dokumen tambahan yang di minta dalam proses pengajuan.
Data pada akta kelahiran, paspor, dan dokumen orang tua sebaiknya di periksa sebelum aplikasi di ajukan. Perbedaan nama, tanggal lahir, atau informasi keluarga dapat membuat pemeriksaan administrasi menjadi lebih rumit.
Baca Juga : Perbedaan Visa L-1A dan L-1B Amerika
Ketentuan Usia Anak sebagai Tanggungan
Status anak sebagai dependent memiliki batasan yang perlu di perhatikan. Salah satu perubahan keadaan yang penting adalah ketika anak mencapai usia 21 tahun atau menikah.
USCIS menjelaskan bahwa dependent dalam kategori tertentu, termasuk L-2, tidak lagi memenuhi syarat sebagai dependent ketika menikah atau mencapai usia 21 tahun. Dalam kondisi tersebut, anak perlu mengajukan perubahan ke status lain yang sesuai atau meninggalkan Amerika Serikat.
Karena itu, keluarga yang memiliki anak yang mendekati usia 21 tahun perlu memperhatikan waktu dan status imigrasinya. Jangan hanya melihat masa berlaku dokumen orang tua tanpa memperhatikan perubahan keadaan anak.
Perencanaan menjadi semakin penting apabila anak masih menjalani pendidikan di Amerika Serikat. Pilihan status berikutnya perlu di pertimbangkan berdasarkan kondisi dan ketentuan imigrasi yang berlaku pada saat itu.
Baca Juga : Apa Itu Visa L-1A Amerika? Panduan untuk Manajer dan Eksekutif
Masa Berlaku L-2 Mengikuti Pemegang L-1
Status keluarga pada dasarnya berkaitan dengan status pemegang L-1 sebagai principal. USCIS menjelaskan bahwa pasangan dan anak dependent dapat di terima untuk periode yang berjalan bersama pemegang utama.
Untuk pemohon dari Indonesia, Department of State mencantumkan L-2 sebagai visa turunan bagi pasangan dan anak yang mendampingi atau menyusul pemegang visa utama. Dalam reciprocity schedule Indonesia, L-2 tercantum dengan multiple entries dan validitas 12 bulan. Namun, catatan reciprocity juga menyatakan bahwa visa L-2 turunan tidak dapat memiliki masa berlaku melebihi visa yang di berikan kepada pemegang utama.
Karena itu, masa berlaku visa dan masa berlaku status perlu di periksa secara terpisah. Tanggal yang tercantum pada visa bukan satu-satunya informasi yang menentukan berapa lama seseorang dapat berada di Amerika Serikat.
Baca Juga : Proses Pengajuan Visa L-1 Amerika dari Indonesia
Istri L-2 Bisa Bekerja di Amerika
Salah satu pertanyaan penting bagi keluarga pemegang Visa L-1 adalah apakah istri dapat bekerja setelah ikut ke Amerika Serikat.
Untuk pasangan yang berada dalam status L-2S, USCIS menyatakan bahwa pasangan di anggap memiliki izin kerja berdasarkan status L-2S. Dengan demikian, aturan pasangan berbeda dari anak yang berada dalam status L-2.
USCIS juga menjelaskan bahwa pasangan L-2 dapat bekerja di Amerika Serikat. Sementara itu, anak yang berada dalam status L-2 tidak dapat bekerja berdasarkan kategori tersebut.
Karena itu, pasangan yang berencana bekerja tetap perlu memahami cara membuktikan otorisasi kerja dan ketentuan administrasinya. Status imigrasi harus tetap di jaga selama kegiatan kerja di lakukan.
Baca Juga : Visa L-1A untuk Membuka Kantor atau Perusahaan Baru di Amerika
Anak L-2 Bisa Sekolah di Amerika
Anak yang ikut sebagai L-2 dapat menjalani pendidikan selama statusnya memenuhi ketentuan. USCIS menyebut bahwa L-2 dapat bersekolah tanpa harus mengubah status nonimigrannya hanya karena ingin mengikuti pendidikan.
Hal ini membuat status L-2 dapat di gunakan untuk mendampingi keluarga sekaligus menjalani aktivitas pendidikan. Namun, hak tersebut berbeda dengan hak bekerja. Anak L-2 tidak memperoleh izin kerja hanya karena memiliki status L-2.
Orang tua sebaiknya tetap memeriksa persyaratan sekolah yang akan di tuju. Setiap sekolah atau institusi pendidikan dapat memiliki persyaratan administratif tambahan, terutama berkaitan dengan usia, alamat, dokumen akademik, dan status imigrasi.
Kapan Keluarga Bisa Berangkat ke Amerika?
Keluarga dapat di proses sebagai accompanying dependents atau dapat menyusul kemudian sebagai following-to-join dependents sesuai prosedur yang berlaku.
Dalam praktiknya, keluarga tidak harus selalu berangkat pada hari yang sama dengan pemegang L-1. Namun, dokumen hubungan keluarga dan dokumen pemegang utama harus dapat menunjukkan dasar pengajuan L-2.
Department of State juga menjelaskan dalam reciprocity schedule bahwa visa L-2 dapat di terbitkan untuk pasangan dan anak yang accompanying atau following-to-join pemegang visa utama.
Karena itu, keluarga yang belum siap pindah pada waktu yang sama tetap perlu merencanakan pengajuan berdasarkan jadwal keberangkatan, masa berlaku dokumen, dan status pemegang L-1.
Baca Juga : Visa L-1 ke Green Card: L-1A dan L-1B ke Permanent Residence
Perbedaan Hak Istri dan Anak dalam L-2
Status L-2 memberikan dasar bagi pasangan dan anak untuk ikut bersama pemegang L-1. Namun, hak yang dimiliki pasangan dan anak tidak sepenuhnya sama.
| Aspek | Istri dalam L-2S | Anak dalam L-2 |
|---|---|---|
| Mengikuti pemegang L-1 | Bisa, jika memenuhi ketentuan | Bisa, jika memenuhi ketentuan |
| Tinggal di Amerika | Bisa selama status berlaku | Bisa selama status berlaku |
| Bekerja berdasarkan L-2 | Di anggap memiliki izin kerja | Tidak di izinkan berdasarkan L-2 |
| Sekolah | Bisa | Bisa |
| Status mengikuti principal | Ya | Ya |
Perbedaan paling penting terletak pada izin kerja. Pasangan L-2S di anggap memiliki employment authorization incident to status, sedangkan anak tidak memperoleh izin kerja berdasarkan L-2.
Karena itu, keluarga perlu memahami status masing-masing sebelum mulai bekerja atau melakukan aktivitas lain di Amerika Serikat.
Baca Juga : Biaya Dan Lama Proses Visa L Amerika Biaya Petisi & Visa
Contoh Keluarga Pemegang Visa L-1
Misalnya seorang karyawan perusahaan Indonesia memperoleh Visa L-1A untuk menjalankan posisi manajerial di kantor perusahaan yang berada di Amerika Serikat.
Ia memiliki seorang istri dan dua anak yang masih memenuhi ketentuan sebagai dependent. Keluarga tersebut kemudian mengajukan L-2 untuk ikut ke Amerika Serikat.
Dalam kondisi tersebut, istri dapat berada dalam status L-2S dan memiliki otorisasi kerja berdasarkan statusnya. Sementara itu, kedua anak dapat tinggal dan bersekolah di Amerika Serikat dalam status L-2, tetapi tidak dapat bekerja berdasarkan status L-2 tersebut.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa status keluarga memang berasal dari hubungan dengan pemegang L-1, tetapi hak masing-masing anggota keluarga tetap perlu di lihat berdasarkan kategori dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Dokumen Visa L-1A dan L-1B Amerika: Checklist Pengajuan
Hal yang Perlu Di perhatikan Saat Mengajukan L-2
Pengajuan keluarga sebaiknya tidak di lakukan hanya dengan mengandalkan dokumen pemegang L-1. Setiap anggota keluarga perlu memiliki dokumen pribadi dan bukti hubungan yang sesuai.
Beberapa hal penting yang perlu di periksa meliputi:
- Nama pada paspor dan dokumen keluarga harus konsisten.
- Akta nikah perlu di siapkan untuk membuktikan hubungan pasangan.
- Akta kelahiran perlu di siapkan untuk membuktikan hubungan orang tua dan anak.
- Dokumen L-1 pemegang utama perlu di lampirkan sesuai kebutuhan.
- Masa berlaku paspor seluruh anggota keluarga perlu di periksa.
- Status anak perlu di pantau jika mendekati usia 21 tahun.
- Pasangan perlu memahami ketentuan kerja dalam status L-2S.
- Anak perlu memahami bahwa L-2 bukan dasar untuk bekerja.
- Dokumen visa dan status perlu di bedakan saat melakukan pemeriksaan administrasi.
Selain itu, jangan menganggap persetujuan petisi L-1 secara otomatis berarti semua aplikasi keluarga pasti di setujui. Setiap proses tetap tunduk pada pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Apa Itu Visa L-1B Amerika? Syarat Specialized Knowledge
Jasa Pengurusan Visa L-1 dan L-2 Amerika
PT Jangkar Global Groups dapat membantu calon pemegang Visa L-1 Amerika dalam mempersiapkan dokumen utama sekaligus dokumen keluarga yang akan mengajukan L-2. Pendampingan dapat di sesuaikan dengan kondisi keluarga, jumlah anggota keluarga, serta rencana keberangkatan ke Amerika Serikat.
Layanan dapat mencakup pemeriksaan dokumen pasangan, dokumen anak, bukti hubungan keluarga, dokumen L-1, serta persiapan administrasi aplikasi. Dengan pemeriksaan sejak awal, perbedaan data antara dokumen keluarga dan dokumen pemegang L-1 dapat di identifikasi sebelum pengajuan.
Bagi pasangan yang berencana bekerja di Amerika Serikat, status L-2S juga perlu di pahami secara tepat. Sementara itu, orang tua yang membawa anak perlu memperhatikan ketentuan pendidikan dan batas status dependent, terutama ketika anak mendekati usia 21 tahun.
PT Jangkar Global Groups dapat membantu memberikan informasi dan pendampingan administratif terkait Visa L-1 dan L-2. Namun, keputusan penerbitan visa dan status imigrasi tetap menjadi kewenangan pihak berwenang Amerika Serikat.
Konsultasi Visa L-1A dan L-1B Amerika Sekarang