APEC Business Travel Card (ABTC) merupakan kartu perjalanan bagi pelaku bisnis yang melakukan perjalanan singkat dan berulang di kawasan Asia-Pasifik. Dengan ABTC, proses perjalanan bisnis ke ekonomi APEC yang berpartisipasi dapat menjadi lebih praktis karena pemegang kartu memperoleh fasilitas pre-clearance apabila ekonomi tujuan telah memberikan persetujuan. Bagi pemegang ABTC dari Indonesia, mengetahui negara yang bisa dikunjungi dengan ABTC sangat penting. Pasalnya, tidak semua anggota APEC memiliki status partisipasi yang sama dalam skema ABTC.
Saat ini terdapat 21 ekonomi anggota APEC, sedangkan skema ABTC memiliki 19 ekonomi yang berpartisipasi penuh dan 2 ekonomi berstatus transisi, yaitu Kanada dan Amerika Serikat.
Apa Itu ABTC?
ABTC adalah kartu perjalanan bisnis yang di rancang untuk mempermudah mobilitas pelaku usaha, pejabat pemerintah tertentu, dan pihak yang memenuhi persyaratan dalam melakukan perjalanan bisnis jangka pendek di kawasan APEC.
Salah satu manfaat utama ABTC adalah fasilitas pre-clearance, yaitu persetujuan awal dari ekonomi tujuan untuk perjalanan bisnis jangka pendek. Maka Selain itu, pemegang ABTC dapat memperoleh akses ke jalur khusus APEC di bandara internasional yang menyediakan fasilitas tersebut.
Berapa Lama ABTC Berlaku?
ABTC yang di terbitkan oleh ekonomi yang berpartisipasi penuh dapat berlaku hingga lima tahun, dengan ketentuan masa berlaku tersebut juga terkait dengan masa berlaku paspor dan aturan ekonomi penerbit.
Negara yang Bisa Di kunjungi dengan ABTC
Bagi pemegang ABTC Indonesia, terdapat sejumlah ekonomi APEC yang berpartisipasi penuh dalam skema ABTC.
Maka Berdasarkan informasi resmi APEC, 19 ekonomi merupakan peserta penuh ABTC, yaitu:
- Australia
- Brunei Darussalam
- Chile
- China
- Hong Kong, China
- Indonesia
- Jepang
- Korea Selatan
- Malaysia
- Meksiko
- Selandia Baru
- Papua Nugini
- Peru
- Filipina
- Rusia
- Singapura
- Chinese Taipei
- Thailand
- Vietnam
Daftar tersebut merupakan ekonomi yang berpartisipasi penuh dalam skema ABTC.
Baca Juga: Apa Itu ABTC dan APEC? Pengertian APEC Business Travel Card
Daftar Ekonomi APEC yang Menerima Pre-Clearance ABTC
Namun Tidak semua ekonomi APEC memberikan fasilitas yang sama. Pada ekonomi yang berpartisipasi penuh, pemegang ABTC dapat memperoleh pre-clearance setelah ekonomi tujuan memberikan persetujuan.
1. Australia
Australia merupakan salah satu ekonomi peserta penuh dalam skema ABTC.
Pemegang ABTC yang memperoleh pre-clearance Australia dapat memanfaatkan fasilitas perjalanan bisnis sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Brunei Darussalam
Sehingga Brunei Darussalam termasuk ekonomi peserta penuh ABTC dan merupakan salah satu tujuan perjalanan bisnis yang dapat menggunakan fasilitas ABTC apabila telah memperoleh pre-clearance.
3. Chile
Chile merupakan peserta penuh dalam skema ABTC dan termasuk dalam daftar ekonomi yang memberikan fasilitas pre-clearance.
4. China
China termasuk ekonomi peserta penuh ABTC. Pemegang kartu tetap perlu memperhatikan ketentuan masuk dan persyaratan perjalanan yang berlaku.
5. Hong Kong, China
Hong Kong, China juga termasuk peserta penuh skema ABTC.
6. Indonesia
Indonesia merupakan salah satu ekonomi APEC yang berpartisipasi penuh dalam skema ABTC. Maka Dengan demikian, ABTC menjadi salah satu fasilitas yang mendukung mobilitas perjalanan bisnis di kawasan APEC.
7. Jepang
Jepang merupakan peserta penuh ABTC dan termasuk ekonomi yang dapat memberikan pre-clearance kepada pemegang ABTC sesuai persetujuan yang di berikan.
8. Korea
Korea atau Korea Selatan merupakan salah satu ekonomi peserta penuh dalam skema ABTC.
9. Malaysia
Sehingga Malaysia termasuk ekonomi peserta penuh ABTC. Pemegang kartu yang telah mendapatkan pre-clearance Malaysia dapat memperoleh fasilitas sesuai ketentuan ABTC.
10. Meksiko
Meksiko juga termasuk ekonomi peserta penuh dalam skema ABTC.
11. Selandia Baru
Selandia Baru termasuk ekonomi yang berpartisipasi penuh dan memberikan fasilitas ABTC sesuai persetujuan pre-clearance.
12. Papua Nugini
Papua Nugini termasuk dalam daftar peserta penuh ABTC.
13. Peru
Peru merupakan ekonomi peserta penuh dalam skema ABTC.
14. Filipina
Filipina termasuk ekonomi peserta penuh ABTC dan dapat memberikan pre-clearance kepada pemegang kartu yang memenuhi ketentuan.
15. Rusia
Rusia tercantum sebagai salah satu peserta penuh dalam skema ABTC menurut informasi APEC.
16. Singapura
Singapura merupakan ekonomi peserta penuh dan termasuk tujuan penting perjalanan bisnis di kawasan Asia-Pasifik.
17. Chinese Taipei
Chinese Taipei merupakan peserta penuh dalam skema ABTC.
18. Thailand
Thailand termasuk ekonomi peserta penuh ABTC dan dapat memberikan fasilitas pre-clearance sesuai ketentuan.
19. Vietnam
Vietnam merupakan salah satu ekonomi peserta penuh dalam skema ABTC.
Baca Juga: Syarat Membuat ABTC Indonesia Dokumen dan Ketentuannya
Apakah Amerika Serikat Bisa Di kunjungi dengan ABTC?
Amerika Serikat merupakan anggota APEC dan peserta transisi dalam skema ABTC.
Artinya, Amerika Serikat tidak memberikan fasilitas pre-clearance ABTC seperti ekonomi yang berpartisipasi penuh.
Namun, pemegang ABTC dapat memperoleh fasilitas jalur pemeriksaan imigrasi yang di percepat di bandara internasional tertentu di Amerika Serikat. ABTC tidak menggantikan visa atau dokumen perjalanan lain yang di wajibkan Amerika Serikat.
Karena itu, pemegang ABTC Indonesia yang ingin bepergian ke Amerika Serikat tetap harus memperhatikan persyaratan visa atau izin masuk yang berlaku.
Apakah Kanada Bisa Di kunjungi dengan ABTC?
Kanada juga merupakan anggota APEC yang berstatus transitional member dalam skema ABTC.
Oleh karena itu Kanada tidak memberikan pre-clearance seperti 19 ekonomi peserta penuh. Namun, pemegang ABTC dapat memperoleh fasilitas fast-track immigration processing di bandara tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, ABTC tidak dapat di anggap sebagai pengganti visa Kanada.
Apakah ABTC Bisa Menggantikan Visa?
ABTC tidak selalu menggantikan visa untuk semua negara.
Hal penting yang harus di perhatikan adalah nama ekonomi yang tercantum pada bagian belakang ABTC.
APEC menjelaskan bahwa pemegang kartu hanya memperoleh pembebasan pengajuan visa berdasarkan fasilitas pre-clearance dari ekonomi yang tercantum pada kartu. Maka Jika ekonomi tujuan tidak tercantum, pemegang kartu tetap harus memiliki visa, izin perjalanan, atau dokumen masuk lain yang di wajibkan.
Baca Juga: Cara Membuat ABTC Indonesia Syarat dan Prosedur Pengajuan
Contoh Sederhana
Misalnya pemegang ABTC Indonesia memiliki pre-clearance untuk:
- Jepang
- Singapura
- Malaysia
- Australia
- Korea
Maka fasilitas pre-clearance tersebut berlaku sesuai ekonomi yang tercantum.
Sehingga Jika pemegang kartu ingin pergi ke Amerika Serikat, fasilitas tersebut tidak berarti otomatis bebas visa karena Amerika Serikat merupakan ekonomi transisi.
Apa Arti Nama Negara di Belakang Kartu ABTC?
Bagian belakang kartu ABTC sangat penting karena mencantumkan ekonomi yang telah memberikan pre-clearance kepada pemegang kartu.
Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya pemegang ABTC memeriksa daftar ekonomi yang tercantum pada kartu.
Maka Daftar tersebut dapat berbeda antara satu pemegang ABTC dengan pemegang lainnya karena proses persetujuan di lakukan oleh masing-masing ekonomi. APEC juga menegaskan bahwa setiap ekonomi memiliki proses pemeriksaan dan persetujuan sendiri.
Baca Juga: Manfaat ABTC bagi Pengusaha Indonesia Sering ke Negara APEC
Manfaat ABTC untuk Perjalanan Bisnis
Oleh karena itu ABTC memberikan sejumlah kemudahan bagi pelaku perjalanan bisnis yang sering bepergian ke kawasan APEC.
1. Proses Imigrasi Lebih Praktis
Sehingga Pemegang ABTC dapat menggunakan jalur khusus APEC di bandara yang menyediakan fasilitas tersebut.
2. Pre-Clearance
Sehingga Untuk ekonomi yang memberikan persetujuan pre-clearance, pemegang kartu tidak perlu mengajukan visa atau izin masuk secara terpisah untuk perjalanan bisnis jangka pendek, sesuai ketentuan ekonomi tujuan.
3. Cocok untuk Perjalanan Bisnis Berulang
ABTC dirancang untuk pelaku bisnis yang sering melakukan perjalanan singkat di kawasan APEC.
4. Bisa Menghemat Waktu
Oleh karena itu Fasilitas jalur APEC dapat membantu mempercepat proses pemeriksaan imigrasi di bandara yang menyediakan layanan tersebut.
Baca Juga: ABTC untuk WNI Siapa yang Bisa Mengajukan Apa Syaratnya?
Berapa Lama Bisa Tinggal dengan ABTC?
Lama tinggal tidak selalu sama untuk setiap ekonomi.
Sehingga APEC menjelaskan bahwa ABTC dapat menjadi otoritas masuk untuk perjalanan bisnis jangka pendek ke ekonomi peserta penuh yang memberikan pre-clearance, dengan masa tinggal yang dapat berupa 60 atau 90 hari, tergantung ekonomi tujuan.
Karena itu, pemegang ABTC tetap perlu memeriksa ketentuan masing-masing ekonomi sebelum berangkat.
Apakah ABTC Bisa Digunakan untuk Wisata?
ABTC pada dasarnya ditujukan untuk perjalanan bisnis jangka pendek.
APEC menjelaskan bahwa skema ini dirancang untuk pelaku bisnis yang melakukan perjalanan secara rutin untuk kegiatan seperti perdagangan, penyediaan jasa, atau kegiatan investasi. Oleh Karena itu, ABTC tidak sebaiknya dianggap sebagai kartu bebas visa umum untuk semua jenis perjalanan.
Maka Jika perjalanan dilakukan untuk tujuan wisata, pemegang kartu perlu memeriksa ketentuan visa dan izin masuk khusus untuk wisatawan di ekonomi tujuan.
Baca Juga: Berapa Lama Proses ABTC Indonesia? Tahapan, Status Pengajuan
Apa Saja yang Perlu Dibawa Saat Menggunakan ABTC?
Oleh karena itu Walaupun memiliki ABTC, pemegang kartu tetap perlu membawa dokumen perjalanan yang diperlukan.
Dokumen yang sebaiknya diperhatikan antara lain:
- Paspor yang masih berlaku.
- ABTC fisik atau Virtual ABTC apabila tersedia dan berlaku.
- Tiket perjalanan.
- Kemudian Dokumen perjalanan tambahan apabila diwajibkan.
- Selanjutnya Dokumen pendukung tujuan bisnis apabila diperlukan.
- Visa atau izin masuk apabila ekonomi tujuan masih mensyaratkannya.
ABTC bukan berarti pemeriksaan imigrasi dihapus sepenuhnya. Pemegang kartu tetap harus mengikuti ketentuan imigrasi ekonomi tujuan.
ABTC Fisik dan Virtual ABTC
Saat ini skema ABTC juga mendukung Virtual ABTC, yaitu versi digital yang dapat ditampilkan melalui perangkat yang didukung.
APEC menjelaskan bahwa Virtual ABTC memberikan layanan yang sama dengan ABTC fisik dalam konteks skema yang berlaku, tetapi ditampilkan melalui perangkat digital. Sehingga Indonesia termasuk ekonomi yang telah menawarkan Virtual ABTC.
Baca Juga: Perbedaan ABTC dan Visa Bisnis Mana yang Dibutuhkan
Tips Menggunakan ABTC Saat Bepergian
Maka Agar perjalanan bisnis berjalan lancar, pemegang ABTC sebaiknya melakukan beberapa persiapan.
Sebelum Berangkat
- Periksa masa berlaku paspor.
- Periksa masa berlaku ABTC.
- Cek ekonomi yang tercantum pada ABTC.
- Kemudian Periksa ketentuan visa ekonomi tujuan.
- Pastikan tujuan perjalanan sesuai dengan penggunaan ABTC.
- Siapkan dokumen pendukung perjalanan bisnis.
Saat Tiba di Negara Tujuan
Gunakan jalur APEC apabila tersedia dan sesuai ketentuan.
Namun, Tetap ikuti instruksi petugas imigrasi dan jangan menganggap ABTC sebagai jaminan mutlak bahwa seseorang pasti diperbolehkan masuk.
Sehingga APEC secara khusus mengingatkan pemegang kartu untuk memeriksa persyaratan masuk ekonomi tujuan sebelum melakukan perjalanan.
Baca Juga: Cara Cek Status ABTC dan Negara yang Sudah Pre-Clearance
Daftar Negara ABTC untuk Pemegang ABTC Indonesia
Secara ringkas, berikut daftar ekonomi yang berpartisipasi penuh dalam ABTC:
| No. | Ekonomi APEC | Status ABTC |
|---|---|---|
| 1 | Australia | Peserta penuh |
| 2 | Brunei Darussalam | Peserta penuh |
| 3 | Chile | Peserta penuh |
| 4 | China | Peserta penuh |
| 5 | Hong Kong, China | Peserta penuh |
| 6 | Indonesia | Peserta penuh |
| 7 | Jepang | Peserta penuh |
| 8 | Korea | Peserta penuh |
| 9 | Malaysia | Peserta penuh |
| 10 | Meksiko | Peserta penuh |
| 11 | Selandia Baru | Peserta penuh |
| 12 | Papua Nugini | Peserta penuh |
| 13 | Peru | Peserta penuh |
| 14 | Filipina | Peserta penuh |
| 15 | Rusia | Peserta penuh |
| 16 | Singapura | Peserta penuh |
| 17 | Chinese Taipei | Peserta penuh |
| 18 | Thailand | Peserta penuh |
| 19 | Vietnam | Peserta penuh |
| 20 | Kanada | Transisi |
| 21 | Amerika Serikat | Transisi |
Daftar status tersebut mengikuti informasi APEC mengenai 19 ekonomi peserta penuh dan Kanada serta Amerika Serikat sebagai ekonomi transisi.
Baca Juga:
Sementara itu, Kanada dan Amerika Serikat berstatus transitional members. Keduanya tidak memberikan fasilitas pre-clearance seperti peserta penuh, tetapi menyediakan fasilitas pemeriksaan imigrasi yang dipercepat di lokasi tertentu. Maka Pemegang ABTC tetap harus memenuhi persyaratan visa atau dokumen masuk yang berlaku. Hal yang paling penting bagi pemegang ABTC Indonesia adalah memeriksa negara atau ekonomi yang tercantum pada bagian belakang kartu. ABTC bukan kartu bebas visa untuk seluruh dunia dan bukan jaminan otomatis untuk masuk ke semua anggota APEC.
Konsultasi Visa Anda Sekarang!