Cara Membuat ABTC Indonesia Syarat dan Prosedur Pengajuan

Nisa

Updated on:

Cara Membuat ABTC Indonesia Syarat dan Prosedur Pengajuan
Direktur Utama Jangkar Groups

Bagi pengusaha dan pelaku bisnis yang sering melakukan perjalanan ke negara-negara kawasan Asia Pasifik, ABTC Indonesia dapat menjadi salah satu fasilitas yang membantu memperlancar perjalanan bisnis.

ABTC atau APEC Business Travel Card merupakan Kartu Perjalanan Pebisnis APEC yang memberikan kemudahan keimigrasian bagi pemegangnya ketika melakukan perjalanan bisnis ke negara atau ekonomi APEC yang menerapkan skema ABTC.

Di Indonesia, layanan ABTC di kenal sebagai Kartu Perjalanan Pebisnis APEC (KPP APEC). Program ini di tujukan untuk mendukung mobilitas pebisnis sehingga perjalanan bisnis lintas negara APEC dapat di lakukan dengan lebih efisien. Lalu, bagaimana cara membuat ABTC, siapa yang dapat mengajukan, apa saja syaratnya, berapa biayanya, dan bagaimana prosedur pengajuannya?

Baca Juga: ABTC APEC Panduan Lengkap Business Travel Card

Apa Itu ABTC Indonesia?

ABTC adalah singkatan dari APEC Business Travel Card, sedangkan dalam istilah layanan keimigrasian Indonesia di sebut Kartu Perjalanan Pebisnis APEC.

Kartu ini merupakan fasilitas perjalanan bagi pebisnis dari ekonomi APEC yang menerapkan skema KPP APEC. Pemegang ABTC dapat memperoleh kemudahan tertentu dalam perjalanan bisnis, termasuk fasilitas jalur khusus di bandara dan kemudahan visa pada ekonomi peserta yang memberikan persetujuan. Indonesia telah mengikuti skema KPP APEC sejak 2002 dan pelaksanaannya di mulai pada 2004. Saat ini skema tersebut berlaku pada 19 ekonomi APEC yang berpartisipasi.

Siapa yang Bisa Mengajukan ABTC Indonesia?

Tidak semua WNI dapat langsung mengajukan ABTC. Salah satu kelompok utama yang dapat mengajukan adalah pebisnis bonafide yang memenuhi kualifikasi yang di tentukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Dalam informasi layanan Imigrasi, kualifikasi bagi pebisnis mencakup pemilik perusahaan atau setidaknya orang yang menduduki jabatan direksi atau komisaris pada perusahaan berbentuk PT, dengan dokumen perusahaan sebagai bukti. Selain pebisnis, pejabat pemerintah Republik Indonesia dengan tingkat jabatan tertentu yang melakukan tugas kedinasan ke negara peserta skema ABTC juga memiliki ketentuan pengajuan tersendiri.

Baca Juga: Apa Itu ABTC dan APEC? Pengertian APEC Business Travel Card

Kualifikasi Perusahaan

Untuk pemohon dari kalangan pebisnis, perusahaan harus berbentuk setara Perseroan Terbatas (PT).

Dokumen perusahaan di gunakan untuk membuktikan hubungan pemohon dengan perusahaan, termasuk dokumen badan hukum dan profil perusahaan sesuai persyaratan yang berlaku.

Syarat Membuat ABTC Indonesia

Sebelum mengajukan ABTC, pemohon perlu menyiapkan dokumen persyaratan secara lengkap.

Persyaratan ABTC baru atau penggantian yang tercantum pada layanan Imigrasi antara lain:

  1. Formulir permohonan KPP APEC.
  2. Surat permohonan dari perusahaan.
  3. Surat rekomendasi dari asosiasi pengusaha atau profesi.
  4. Surat referensi bank dan rekening koran sesuai ketentuan.
  5. Fotokopi paspor dengan masa berlaku minimal dua tahun.
  6. Bukti perjalanan bisnis selama enam bulan terakhir, dengan perjalanan bisnis minimal tiga kali.
  7. SKCK yang masih berlaku dan sesuai ketentuan.
  8. Fotokopi KTP.
  9. Pasfoto terbaru ukuran 3 × 4 cm sebanyak dua lembar.
  10. Tanda tangan pemohon untuk kebutuhan sistem.
  11. Surat tugas dan tanda pengenal perusahaan apabila pengajuan di wakilkan.
  12. Dokumen KPP APEC lama apabila melakukan penggantian kartu.
  13. Pembayaran biaya keimigrasian sesuai jenis permohonan.

Persyaratan dapat memiliki perbedaan berdasarkan jenis permohonan, sehingga pemohon sebaiknya menggunakan formulir dan daftar persyaratan terbaru dari Direktorat Jenderal Imigrasi.

Baca Juga: Syarat Membuat ABTC Indonesia Dokumen dan Ketentuannya

Syarat Paspor untuk Pengajuan ABTC

Paspor menjadi salah satu dokumen utama dalam pengajuan ABTC.

Untuk pengajuan baru atau penggantian, informasi layanan Imigrasi mencantumkan fotokopi paspor dengan masa berlaku minimal dua tahun.

Pemohon juga perlu memastikan data pada paspor sesuai dengan data pada formulir dan dokumen lainnya.

Ketidaksesuaian data dapat menyebabkan proses verifikasi menjadi lebih lama atau pemohon di minta melakukan perbaikan dokumen.

Syarat Rekening Bank untuk ABTC

Salah satu dokumen yang perlu di perhatikan adalah surat referensi bank.

Pada persyaratan layanan Imigrasi, surat referensi bank mencantumkan informasi saldo tiga bulan terakhir dengan jumlah minimal Rp500.000.000 serta ketentuan bahwa rekening tersebut merupakan rekening pribadi pemohon.

Karena persyaratan administratif dapat di perbarui, pemohon sebaiknya memastikan kembali format dokumen bank yang di terima sebelum mengajukan permohonan.

Baca Juga: Manfaat ABTC bagi Pengusaha Indonesia Sering ke Negara APEC

Syarat Perjalanan Bisnis

Pemohon ABTC dari kalangan pebisnis juga perlu menunjukkan aktivitas perjalanan bisnis.

Persyaratan yang tercantum pada layanan Imigrasi mencakup bukti perjalanan bisnis selama enam bulan terakhir, dengan perjalanan bisnis minimal tiga kali.

Dokumen perjalanan dapat di gunakan untuk menunjukkan bahwa pemohon memang memiliki aktivitas bisnis internasional yang relevan dengan tujuan program ABTC.

Syarat SKCK untuk ABTC

SKCK juga termasuk dalam dokumen persyaratan pengajuan ABTC.

Layanan Imigrasi mencantumkan SKCK yang masih berlaku, dengan penerbit minimal Polres/Polda sesuai ketentuan layanan yang di publikasikan.

Sebelum menyerahkan berkas, pastikan nama, tanggal lahir, dan data identitas lainnya konsisten dengan paspor serta KTP.

Syarat Formulir ABTC Indonesia

Formulir merupakan bagian penting dari proses pengajuan.

Maka Formulir resmi ABTC memuat informasi seperti:

  • Data pribadi.
  • NIK.
  • Nomor paspor.
  • Masa berlaku paspor.
  • Alamat.
  • Nomor telepon.
  • Email.
  • Jenis usaha.
  • Nama perusahaan.
  • Jabatan.
  • Alamat perusahaan.

Formulir resmi juga menyediakan pilihan jenis permohonan seperti baru, penggantian, dan pemutakhiran data paspor.

Pengisian formulir harus di lakukan dengan teliti dan mengikuti petunjuk yang tercantum pada formulir resmi.

Baca Juga: Negara yang Bisa Dikunjungi dengan ABTC Daftar Ekonomi APEC

Prosedur Cara Membuat ABTC Indonesia

Setelah seluruh persyaratan di siapkan, proses pengajuan dapat di lakukan melalui tahapan administratif yang di tentukan oleh pihak Imigrasi.

1. Menentukan Jenis Permohonan

Tentukan terlebih dahulu apakah permohonan merupakan:

  • ABTC baru.
  • Penggantian ABTC.
  • Pemutakhiran data.

Jenis permohonan akan menentukan dokumen tambahan yang harus di siapkan.

2. Menyiapkan Dokumen

Kumpulkan seluruh persyaratan, termasuk:

  1. Formulir.
  2. Surat permohonan perusahaan.
  3. Surat rekomendasi asosiasi.
  4. Dokumen bank.
  5. Paspor.
  6. Bukti perjalanan bisnis.
  7. SKCK.
  8. KTP.
  9. Pasfoto.
  10. Dokumen perusahaan.
  11. Dokumen tambahan jika pengajuan di wakilkan.

Pastikan seluruh dokumen masih berlaku dan datanya konsisten.

3. Mengisi Formulir ABTC

Formulir harus diisi dengan data yang benar sesuai dokumen identitas.

Formulir resmi ABTC Indonesia mengatur data pribadi, pekerjaan, perusahaan, paspor, serta informasi lain yang di perlukan dalam proses permohonan.

4. Menyerahkan Permohonan

Permohonan diajukan sesuai mekanisme yang di tetapkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Informasi layanan Imigrasi menyebutkan bahwa permohonan KPP APEC dapat di lakukan dengan melengkapi dokumen persyaratan yang di tentukan.

Baca Juga: ABTC untuk WNI Siapa yang Bisa Mengajukan Apa Syaratnya?

5. Pemeriksaan dan Verifikasi Dokumen

Setelah permohonan diterima, dokumen akan melalui proses pemeriksaan dan verifikasi.

Pada tahap ini, kelengkapan dan kesesuaian data menjadi sangat penting.

Jika terdapat kekurangan atau ketidaksesuaian, pemohon dapat diminta melengkapi atau memperbaiki dokumen.

6. Proses Persetujuan

Permohonan ABTC tidak hanya berkaitan dengan penerbitan kartu oleh Indonesia. Skema ABTC juga melibatkan proses persetujuan dari ekonomi APEC peserta sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, waktu penyelesaian dapat dipengaruhi oleh proses verifikasi dan persetujuan yang berlaku dalam skema ABTC.

7. ABTC Diterbitkan

Setelah proses selesai dan permohonan disetujui sesuai ketentuan, ABTC dapat digunakan sesuai fasilitas yang diberikan kepada pemegangnya.

Sejak 2021, KPP APEC Indonesia tidak lagi diterbitkan dalam bentuk kartu fisik dan layanan menggunakan bentuk virtual.

Berapa Biaya Membuat ABTC Indonesia?

Biaya keimigrasian untuk permohonan baru KPP APEC saat ini tercantum sebesar Rp2.500.000 per permohonan pada informasi tarif layanan Imigrasi. Tarif penggantian KPP APEC juga tercantum sebesar Rp2.500.000.

Untuk kondisi tertentu seperti kartu hilang atau rusak ketika masih berlaku, terdapat ketentuan biaya yang berbeda.

Karena tarif PNBP dapat berubah berdasarkan peraturan yang berlaku, pemohon sebaiknya memeriksa tarif resmi sebelum melakukan pembayaran.

Baca Juga: Berapa Lama Proses ABTC Indonesia? Tahapan, Status Pengajuan

Berapa Lama Proses Pengajuan ABTC?

Waktu proses ABTC dapat berbeda tergantung pada kelengkapan dokumen, verifikasi, dan proses persetujuan.

Salah satu kantor Imigrasi mencantumkan estimasi proses sekitar 1–2 bulan untuk layanan tertentu. Namun, waktu tersebut bukan jaminan bahwa semua permohonan akan selesai dalam jangka waktu yang sama.

Untuk itu, pemohon yang memiliki jadwal perjalanan bisnis sebaiknya mengajukan permohonan jauh sebelum tanggal keberangkatan.

Apa Keuntungan Memiliki ABTC Indonesia?

ABTC dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pebisnis yang sering melakukan perjalanan ke ekonomi peserta.

Beberapa fasilitas yang dapat diperoleh pemegang sesuai persetujuan dan ketentuan ekonomi tujuan antara lain:

1. Kemudahan Perjalanan Bisnis

Pemegang ABTC dapat memperoleh fasilitas yang mendukung perjalanan bisnis ke ekonomi peserta.

2. Fasilitas Jalur Khusus

Skema ABTC memberikan akses fasilitas jalur khusus di bandara pada ekonomi yang berpartisipasi sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Kemudahan Visa pada Ekonomi Peserta

ABTC dapat memberikan kemudahan visa pada ekonomi APEC yang telah memberikan persetujuan kepada pemegang kartu.

Namun, pemegang tetap harus memperhatikan ketentuan masing-masing ekonomi tujuan.

Baca Juga: Perbedaan ABTC dan Visa Bisnis Mana yang Dibutuhkan

Apakah ABTC Bisa Digunakan untuk Liburan?

ABTC pada dasarnya merupakan fasilitas yang ditujukan untuk perjalanan bisnis.

Karena itu, pemegang kartu tetap perlu memperhatikan tujuan perjalanan dan aturan imigrasi negara atau ekonomi tujuan.

ABTC juga bukan pengganti seluruh persyaratan imigrasi. Setiap perjalanan tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku di tempat tujuan.

ABTC Indonesia Berlaku di Negara Mana Saja?

Skema ABTC melibatkan ekonomi APEC yang berpartisipasi dalam program tersebut.

Informasi layanan Imigrasi Indonesia menyebutkan bahwa KPP APEC berlaku pada 19 ekonomi anggota APEC yang menerapkan skema.

Karena tidak semua anggota APEC menerapkan skema dengan fasilitas yang sama, pemegang sebaiknya memeriksa status dan ketentuan ekonomi tujuan sebelum melakukan perjalanan.

Baca Juga: Cara Cek Status ABTC dan Negara yang Sudah Pre-Clearance

Apakah ABTC Menjamin Pasti Bisa Masuk Negara Tujuan?

Tidak.

ABTC memberikan fasilitas keimigrasian tertentu, tetapi pemegangnya tetap harus memenuhi ketentuan masuk yang berlaku di negara atau ekonomi tujuan.

Dengan demikian, memiliki ABTC bukan berarti seseorang memperoleh jaminan mutlak untuk masuk ke semua negara APEC.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Pengajuan ABTC

Agar proses berjalan lebih lancar, hindari beberapa kesalahan berikut:

  1. Data formulir berbeda dengan paspor.
  2. Paspor tidak memenuhi masa berlaku yang dipersyaratkan.
  3. Dokumen perusahaan tidak lengkap.
  4. Surat rekomendasi tidak sesuai ketentuan.
  5. Dokumen bank tidak sesuai persyaratan.
  6. Bukti perjalanan bisnis tidak mencukupi.
  7. SKCK sudah tidak berlaku.
  8. Pasfoto tidak sesuai ketentuan.
  9. Dokumen pengajuan diwakilkan tidak lengkap.
  10. Menggunakan formulir atau persyaratan yang sudah tidak terbaru.

Baca Juga: ABTC Perjalanan Bisnis ke APEC Tips Menggunakan Kartu

Tips Agar Pengajuan ABTC Indonesia Lebih Lancar

Sebelum menyerahkan permohonan, lakukan pengecekan ulang seluruh dokumen.

Checklist Dokumen ABTC

  • Formulir ABTC.
  • Paspor.
  • KTP.
  • SKCK.
  • Pasfoto.
  • Surat permohonan perusahaan.
  • Surat rekomendasi asosiasi/profesi.
  • Surat referensi bank.
  • Rekening koran sesuai ketentuan.
  • Bukti perjalanan bisnis.
  • Dokumen perusahaan.
  • Dokumen perwakilan jika pengajuan dikuasakan.
  • Bukti pembayaran PNBP.

Dengan checklist tersebut, pemohon dapat mengurangi risiko adanya dokumen yang tertinggal saat proses pengajuan.

Bagi pebisnis, beberapa dokumen penting yang perlu diperhatikan antara lain paspor, KTP, SKCK, surat rekomendasi, surat referensi bank, bukti perjalanan bisnis, serta dokumen perusahaan. Biaya permohonan baru KPP APEC yang tercantum pada informasi tarif Imigrasi adalah Rp2.500.000 per permohonan. ABTC dapat memberikan berbagai kemudahan bagi pebisnis yang sering melakukan perjalanan ke ekonomi APEC peserta. Namun, kartu tersebut tetap bukan jaminan otomatis untuk masuk ke negara tujuan karena pemegangnya harus tetap mematuhi ketentuan imigrasi yang berlaku.

Konsultasi Visa Anda Sekarang!

Avatar photo
Nisa