Bagi pebisnis yang sering melakukan perjalanan ke berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, proses imigrasi dapat menjadi salah satu hal yang cukup menyita waktu. Untuk mendukung mobilitas para pelaku bisnis, APEC memiliki program APEC Business Travel Card (ABTC) atau dalam bahasa Indonesia di kenal sebagai Kartu Perjalanan Pebisnis APEC.
ABTC merupakan fasilitas perjalanan bagi pebisnis yang memenuhi persyaratan tertentu untuk mempermudah perjalanan bisnis jangka pendek ke ekonomi APEC yang berpartisipasi. Pemegang ABTC dapat memperoleh fasilitas pre-clearance pada ekonomi tertentu serta jalur pemeriksaan imigrasi khusus di bandara yang berpartisipasi. Lalu, apa sebenarnya APEC dan ABTC? Siapa yang dapat mengajukan APEC Business Travel Card? Apa manfaatnya bagi WNI? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca Juga : ABTC APEC Panduan Lengkap Business Travel Card
Apa Itu APEC?
APEC adalah singkatan dari Asia-Pacific Economic Cooperation atau Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik.
APEC merupakan forum kerja sama ekonomi yang mempertemukan 21 ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, konektivitas, dan mobilitas bisnis. Sehingga Indonesia merupakan salah satu ekonomi anggota APEC. Untuk mendukung mobilitas pebisnis, Indonesia juga mengikuti skema APEC Business Travel Card.
Apa Tujuan APEC?
Secara umum, APEC bertujuan meningkatkan kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik.
Dalam konteks perjalanan bisnis, salah satu bentuk fasilitasi tersebut adalah ABTC yang di rancang untuk membantu pebisnis melakukan perjalanan bisnis jangka pendek dengan proses masuk yang lebih efisien.
Apa Itu ABTC?
ABTC adalah APEC Business Travel Card, yaitu kartu perjalanan khusus bagi pebisnis yang memenuhi persyaratan untuk melakukan perjalanan bisnis jangka pendek ke ekonomi APEC yang berpartisipasi.
Dalam istilah Indonesia, ABTC di kenal sebagai Kartu Perjalanan Pebisnis APEC (KPP APEC).
Maka Program ini memungkinkan pemegang kartu memperoleh kemudahan tertentu dalam proses imigrasi di ekonomi APEC yang memberikan pre-clearance. Selain itu, pemegang ABTC dapat menggunakan jalur pemeriksaan imigrasi khusus di bandara utama yang berpartisipasi.
Baca Juga : Syarat Membuat ABTC Indonesia Dokumen dan Ketentuannya
Kepanjangan ABTC
ABTC merupakan singkatan dari:
APEC Business Travel Card
Sedangkan dalam bahasa Indonesia:
Kartu Perjalanan Pebisnis APEC.
Apa Fungsi ABTC?
Fungsi utama ABTC adalah memfasilitasi perjalanan bisnis jangka pendek di kawasan APEC.
Dengan ABTC, pebisnis yang telah mendapatkan pre-clearance dari ekonomi tertentu tidak perlu mengajukan izin masuk secara terpisah untuk setiap perjalanan bisnis jangka pendek ke ekonomi tersebut, sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Hubungan APEC dengan ABTC?
APEC dan ABTC merupakan dua hal yang berbeda tetapi saling berkaitan.
APEC adalah forum kerja sama ekonomi Asia Pasifik, sedangkan ABTC adalah program kartu perjalanan pebisnis yang di buat untuk memfasilitasi mobilitas bisnis di antara ekonomi yang berpartisipasi.
Sederhananya:
- APEC = forum kerja sama ekonomi Asia Pasifik.
- ABTC = kartu perjalanan pebisnis dalam skema APEC.
- Pemegang ABTC = pebisnis yang memenuhi persyaratan dan mendapatkan kartu.
- Pre-clearance = persetujuan awal dari ekonomi tujuan tertentu.
- APEC Lane = jalur khusus untuk mempercepat proses imigrasi di bandara yang berpartisipasi.
Baca Juga : Cara Membuat ABTC Indonesia Syarat dan Prosedur Pengajuan
Apa Manfaat APEC Business Travel Card?
ABTC memberikan beberapa manfaat bagi pebisnis yang sering melakukan perjalanan bisnis ke kawasan APEC.
1. Mempermudah Perjalanan Bisnis
ABTC di rancang untuk mempermudah perjalanan bisnis jangka pendek dengan mengurangi proses administratif yang harus di lakukan berulang kali.
Program ini menggunakan konsep pengajuan yang memungkinkan informasi pemohon di gunakan untuk proses pre-clearance di berbagai ekonomi yang berpartisipasi.
2. Mendapatkan Pre-Clearance
Salah satu manfaat utama ABTC adalah adanya fasilitas pre-clearance.
Ekonomi APEC yang memberikan pre-clearance dapat mencantumkan persetujuan tersebut pada kartu pemegang ABTC. Persetujuan ini berkaitan dengan izin masuk untuk perjalanan bisnis jangka pendek sesuai ketentuan ekonomi tujuan.
3. Menggunakan Jalur Imigrasi Khusus
Pemegang ABTC dapat memperoleh fasilitas fast-track atau jalur khusus di bandara utama ekonomi yang berpartisipasi.
Fasilitas tersebut membantu mempercepat proses pemeriksaan imigrasi pada saat kedatangan maupun keberangkatan.
4. Menghemat Waktu Perjalanan
Bagi pebisnis yang sering melakukan perjalanan lintas negara, efisiensi waktu menjadi salah satu keuntungan utama ABTC.
Pengurusan perjalanan yang lebih terintegrasi dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk mengurus izin perjalanan bisnis secara berulang, sepanjang ekonomi tujuan telah memberikan pre-clearance dan ketentuan lainnya terpenuhi.
Baca Juga : Manfaat ABTC bagi Pengusaha Indonesia Sering ke Negara APEC
Berapa Lama Masa Berlaku ABTC?
ABTC yang di terbitkan berdasarkan skema APEC saat ini pada umumnya memiliki masa berlaku lima tahun bagi pemegang dari ekonomi yang berpartisipasi penuh, sesuai ketentuan skema ABTC.
Meskipun demikian, pemegang kartu tetap harus memperhatikan masa berlaku paspor dan persyaratan masuk dari ekonomi tujuan. ABTC bukan berarti seseorang bebas dari seluruh pemeriksaan keimigrasian.
Negara Mana Saja yang Menerapkan ABTC?
Skema ABTC melibatkan ekonomi APEC yang berpartisipasi.
Menurut APEC, terdapat 19 ekonomi yang berpartisipasi penuh dalam skema ABTC, yaitu:
- Australia
- Brunei Darussalam
- Chile
- China
- Hong Kong, China
- Indonesia
- Jepang
- Korea Selatan
- Malaysia
- Meksiko
- Selandia Baru
- Papua Nugini
- Peru
- Filipina
- Rusia
- Singapura
- Chinese Taipei
- Thailand
- Vietnam
Kanada dan Amerika Serikat merupakan transitional members dalam skema ABTC. Keduanya tidak memberikan pre-clearance timbal balik seperti ekonomi yang berpartisipasi penuh, sehingga pemegang ABTC tetap harus memenuhi persyaratan visa atau dokumen masuk yang berlaku.
Siapa yang Bisa Mengajukan ABTC?
Persyaratan ABTC dapat berbeda berdasarkan ekonomi tempat pemohon mengajukan kartu.
Secara umum, APEC menyebut pemohon harus merupakan pebisnis yang melakukan perjalanan bisnis secara rutin di kawasan APEC, memiliki paspor yang sah dari ekonomi APEC, dan tidak memiliki catatan pidana. Masing-masing ekonomi dapat menetapkan persyaratan tambahan.
Syarat Umum ABTC
Secara umum, beberapa persyaratan yang perlu di perhatikan antara lain:
- Memiliki paspor yang masih berlaku.
- Merupakan pebisnis yang melakukan perjalanan bisnis jangka pendek.
- Memiliki kepentingan bisnis di kawasan APEC.
- Kemudian Memenuhi persyaratan yang di tetapkan oleh negara atau ekonomi asal.
- Selanjutnya Tidak memiliki catatan kriminal yang menjadi penghalang sesuai ketentuan.
- Memenuhi persyaratan administratif lainnya.
Baca Juga : Negara yang Bisa Dikunjungi dengan ABTC Daftar Ekonomi APEC
Syarat ABTC untuk WNI
Bagi WNI, pengajuan ABTC di lakukan berdasarkan ketentuan keimigrasian Indonesia.
Informasi Direktorat Jenderal Imigrasi menyebutkan bahwa pengajuan di Indonesia di tujukan antara lain bagi pebisnis bonafide dengan jabatan setara direksi ke atas yang memimpin perusahaan. Informasi resmi tersebut juga menyebut perusahaan pemohon berupa Perseroan Terbatas (PT), dengan dokumen perusahaan sebagai bagian dari verifikasi.
Persyaratan administratif dapat mencakup:
- Formulir permohonan.
- Surat permohonan dari perusahaan.
- Paspor.
- Dokumen perusahaan.
- Dokumen yang membuktikan posisi atau aktivitas bisnis.
- Dokumen lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Persyaratan dapat berubah sehingga pemohon sebaiknya menggunakan informasi terbaru dari Direktorat Jenderal Imigrasi ketika akan mengajukan permohonan.
Bagaimana Cara Mengajukan ABTC?
Secara umum, proses ABTC di mulai dari pengajuan kepada home economy, yaitu ekonomi tempat pemohon memiliki kewarganegaraan atau status yang memenuhi ketentuan.
Untuk WNI, proses pengajuan mengikuti mekanisme yang di tetapkan oleh otoritas imigrasi Indonesia.
Baca Juga : ABTC untuk WNI Siapa yang Bisa Mengajukan Apa Syaratnya?
Tahapan Pengajuan ABTC
Secara umum prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:
- Menyiapkan persyaratan.
- Mengisi formulir permohonan.
- Menyerahkan dokumen yang di persyaratkan.
- Melalui proses pemeriksaan oleh otoritas Indonesia.
- Data pemohon di teruskan untuk proses pre-clearance oleh ekonomi APEC lainnya.
- Setiap ekonomi melakukan penilaian sesuai ketentuannya.
- Status persetujuan dapat berbeda antara satu ekonomi dengan ekonomi lainnya.
- ABTC di terbitkan setelah proses yang di perlukan selesai.
APEC menjelaskan bahwa setiap ekonomi bertanggung jawab atas proses pre-clearance masing-masing sehingga waktu pemrosesan dapat berbeda antar-ekonomi.
Apakah ABTC Sama dengan Visa?
ABTC tidak sama dengan visa.
ABTC merupakan kartu perjalanan dalam skema APEC yang memberikan fasilitas tertentu kepada pebisnis yang memenuhi persyaratan.
Untuk ekonomi yang memberikan pre-clearance, pemegang ABTC dapat memperoleh kemudahan masuk sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, untuk ekonomi transisi seperti Amerika Serikat dan Kanada, pemegang ABTC tetap harus memenuhi persyaratan visa atau dokumen perjalanan yang diwajibkan.
Karena itu, pemegang ABTC tetap perlu memeriksa ketentuan masuk negara tujuan sebelum berangkat.
Baca Juga : Berapa Lama Proses ABTC Indonesia? Tahapan, Status Pengajuan
Apakah ABTC Menjamin Pasti Bisa Masuk ke Negara APEC?
Tidak.
ABTC memberikan fasilitas perjalanan dan pre-clearance sesuai persetujuan ekonomi yang bersangkutan, tetapi pemegang kartu tetap harus memenuhi persyaratan perjalanan dan keimigrasian yang berlaku.
APEC juga menegaskan bahwa persyaratan perjalanan ke masing-masing ekonomi harus diperiksa sebelum bepergian.
Dengan demikian, ABTC sebaiknya dipahami sebagai fasilitas perjalanan bisnis, bukan jaminan mutlak untuk masuk ke setiap negara atau ekonomi APEC.
Apa Itu Pre-Clearance dalam ABTC?
Pre-clearance adalah proses pemeriksaan atau persetujuan awal yang dilakukan oleh ekonomi tujuan sebelum pemegang ABTC melakukan perjalanan.
Jika suatu ekonomi telah memberikan pre-clearance, informasi tersebut dapat tercantum pada ABTC dan memberikan fasilitas masuk sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah Semua Negara APEC Memberikan Pre-Clearance?
Tidak.
Dalam skema ABTC terdapat ekonomi yang berpartisipasi penuh dan ekonomi transisi.
Ekonomi yang berpartisipasi penuh memberikan fasilitas pre-clearance dalam skema, sedangkan Kanada dan Amerika Serikat berstatus sebagai anggota transisi.
Baca Juga : Perbedaan ABTC dan Visa Bisnis Mana yang Dibutuhkan
Apa Itu Virtual ABTC?
Selain kartu fisik, terdapat Virtual APEC Business Travel Card (Virtual ABTC).
Virtual ABTC memungkinkan pemegang kartu menggunakan versi digital pada perangkat yang didukung. APEC menjelaskan bahwa Virtual ABTC memberikan layanan yang sama dalam skema ABTC, tetapi menggunakan perangkat digital sebagai media untuk menunjukkan kartu.
Indonesia termasuk ekonomi yang telah menerapkan Virtual ABTC. APEC mencatat implementasinya di Indonesia dimulai pada 1 April 2021.
Apa Perbedaan ABTC Fisik dan Virtual ABTC?
Perbedaan utamanya terletak pada media kartu.
| Aspek | ABTC Fisik | Virtual ABTC |
|---|---|---|
| Bentuk | Kartu fisik | Kartu digital |
| Media | Kartu | Perangkat pintar |
| Fungsi | Fasilitas perjalanan ABTC | Fasilitas perjalanan ABTC |
| Fast-track | Ya, sesuai ketentuan | Ya, sesuai ketentuan |
| Pre-clearance | Tetap berdasarkan persetujuan ekonomi | Tetap berdasarkan persetujuan ekonomi |
Perbedaan bentuk tersebut tidak mengubah prinsip utama fasilitas ABTC. Pemegang tetap harus memperhatikan ketentuan ekonomi tujuan.
Baca Juga : Cara Cek Status ABTC dan Negara yang Sudah Pre-Clearance
Apakah ABTC Bisa Digunakan untuk Wisata?
ABTC pada dasarnya dirancang untuk perjalanan bisnis jangka pendek, bukan sebagai kartu wisata umum.
Karena itu, pemegang ABTC perlu memperhatikan tujuan perjalanan dan ketentuan ekonomi tujuan. Fasilitas ABTC berkaitan dengan perjalanan bisnis dan tidak otomatis menggantikan seluruh persyaratan perjalanan untuk tujuan lain.
Apakah ABTC Bisa Digunakan untuk Bekerja?
ABTC bukan izin kerja umum.
Kartu ini ditujukan untuk memfasilitasi perjalanan bisnis jangka pendek. Jika seseorang ingin bekerja atau melakukan aktivitas yang membutuhkan izin kerja di negara tujuan, persyaratan izin kerja atau izin tinggal yang berlaku tetap harus dipenuhi.
Jangan menganggap kepemilikan ABTC sebagai pengganti work permit.
Keuntungan ABTC bagi Pebisnis Indonesia
Bagi WNI yang sering melakukan perjalanan bisnis ke kawasan Asia Pasifik, ABTC dapat memberikan beberapa keuntungan.
Menghemat Waktu
Pebisnis dapat memperoleh akses ke jalur imigrasi khusus di bandara yang berpartisipasi.
Mempermudah Perjalanan Bisnis
ABTC dirancang untuk mengurangi hambatan administratif dalam perjalanan bisnis jangka pendek.
Mendukung Mobilitas Bisnis
ABTC membantu pelaku usaha yang sering melakukan kegiatan perdagangan, investasi, pertemuan bisnis, atau aktivitas bisnis lainnya di kawasan APEC.
Mempermudah Perjalanan ke Banyak Ekonomi
Satu kartu dapat digunakan dalam skema yang melibatkan berbagai ekonomi APEC, dengan fasilitas yang bergantung pada pre-clearance dan ketentuan masing-masing ekonomi.
Baca Juga : ABTC Perjalanan Bisnis ke APEC Tips Menggunakan Kartu
Hal yang Perlu Diperhatikan Pemegang ABTC
Meskipun memberikan berbagai kemudahan, pemegang ABTC tetap harus memperhatikan beberapa hal.
1. Periksa Masa Berlaku Paspor
ABTC tidak menggantikan paspor. Pemegang tetap harus membawa paspor yang sah dan memenuhi ketentuan perjalanan.
2. Periksa Status Pre-Clearance
Sebelum melakukan perjalanan, pastikan ekonomi tujuan telah memberikan pre-clearance apabila fasilitas tersebut diperlukan.
3. Periksa Ketentuan Negara Tujuan
Setiap ekonomi dapat memiliki persyaratan tambahan. APEC menyarankan pemegang kartu memeriksa persyaratan masuk sebelum melakukan perjalanan.
4. Jangan Menganggap ABTC sebagai Visa Universal
ABTC bukan visa yang berlaku secara otomatis untuk seluruh negara di dunia.
Fasilitasnya hanya berkaitan dengan ekonomi yang berpartisipasi dalam skema dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, APEC merupakan forum kerja sama ekonomi Asia Pasifik yang menjadi kerangka bagi berbagai program kerja sama, termasuk skema ABTC. Bagi WNI yang memenuhi persyaratan dan sering melakukan perjalanan bisnis ke kawasan APEC, ABTC dapat memberikan berbagai kemudahan, seperti pre-clearance pada ekonomi tertentu dan akses jalur imigrasi khusus di bandara yang berpartisipasi.
Konsultasi Visa Anda Sekarang!