ABTC untuk WNI menjadi salah satu fasilitas yang banyak dicari oleh pelaku bisnis yang sering melakukan perjalanan ke negara-negara anggota APEC. Kartu ini dapat membantu perjalanan bisnis menjadi lebih praktis karena pemegangnya mendapatkan fasilitas tertentu sesuai ketentuan negara atau ekonomi APEC yang berpartisipasi dalam skema ABTC.
Namun, ABTC bukan kartu perjalanan yang dapat di ajukan oleh semua orang. Maka Di Indonesia, terdapat kualifikasi dan dokumen tertentu yang perlu di penuhi oleh calon pemohon.
Lalu, siapa yang bisa mengajukan ABTC untuk WNI dan apa saja syaratnya? Artikel ini membahas pengertian ABTC, kriteria pemohon, persyaratan dokumen, proses pengajuan, biaya, masa berlaku, hingga hal-hal yang perlu di perhatikan sebelum mengajukan.
Apa Itu ABTC?
ABTC adalah singkatan dari APEC Business Travel Card atau Kartu Perjalanan Pebisnis APEC.
Kartu ini di tujukan untuk pelaku bisnis dari negara atau ekonomi anggota APEC yang mengikuti skema ABTC. Oleh karena itu Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Imigrasi, skema ABTC berlaku pada 19 ekonomi anggota APEC yang berpartisipasi.
Dengan memiliki ABTC, pelaku bisnis yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh fasilitas perjalanan bisnis tertentu di negara atau ekonomi peserta.
ABTC terutama relevan bagi pengusaha atau profesional yang memiliki aktivitas bisnis internasional dan cukup sering melakukan perjalanan ke kawasan APEC.
Baca Juga: Apa Itu ABTC dan APEC? Pengertian APEC Business Travel Card
Siapa yang Bisa Mengajukan ABTC untuk WNI?
Tidak semua WNI dapat langsung mengajukan ABTC.
Informasi layanan imigrasi menyebutkan bahwa pengajuan ABTC di Indonesia diperuntukkan bagi WNI yang merupakan pebisnis bonafide dengan jabatan setara direksi ke atas dan memimpin perusahaan. Sehingga Perusahaan yang menjadi dasar pengajuan juga di persyaratkan setara dengan Perseroan Terbatas (PT), bukan CV, UD, atau bentuk usaha lainnya sebagaimana kualifikasi yang tercantum dalam layanan tersebut.
1. WNI yang Merupakan Pebisnis
Pemohon harus memiliki kegiatan bisnis yang dapat dibuktikan.
ABTC bukan di tujukan untuk sekadar perjalanan wisata atau perjalanan pribadi. Maka Tujuan utama fasilitas ini berkaitan dengan aktivitas bisnis di kawasan APEC.
2. Memiliki Jabatan Setara Direksi atau Lebih Tinggi
Salah satu kualifikasi yang tercantum adalah pemohon memiliki jabatan setara direksi ke atas dan memimpin perusahaan.
Karena itu, status dan posisi pemohon dalam perusahaan perlu dapat di buktikan melalui dokumen perusahaan.
3. Memimpin Perusahaan Berbentuk PT
Perusahaan yang menjadi dasar pengajuan harus memenuhi kualifikasi yang di tentukan.
Informasi layanan imigrasi menyebutkan bahwa perusahaan harus setara dengan Perseroan Terbatas (PT) dan bukan CV atau UD.
Dengan demikian, calon pemohon perlu memperhatikan status badan usaha sebelum mempersiapkan pengajuan.
Baca Juga: Syarat Membuat ABTC Indonesia Dokumen dan Ketentuannya
Apa Syarat ABTC untuk WNI?
Sehingga Persyaratan ABTC dapat meliputi dokumen pribadi, dokumen perusahaan, bukti aktivitas bisnis, rekomendasi, serta dokumen pendukung lainnya.
Berdasarkan informasi layanan imigrasi, persyaratan pengajuan baru maupun perpanjangan antara lain sebagai berikut.
1. Formulir Permohonan ABTC
Pemohon perlu mengisi formulir permohonan sesuai ketentuan yang berlaku.
Formulir menjadi bagian penting dari proses administrasi sehingga data yang di tulis harus sesuai dengan dokumen pendukung.
2. Surat Permohonan dari Perusahaan
Pemohon perlu melampirkan surat permohonan dari perusahaan yang di tujukan kepada pejabat imigrasi sesuai ketentuan layanan ABTC.
Surat tersebut menjadi salah satu dokumen yang menjelaskan hubungan pemohon dengan perusahaan.
3. Surat Rekomendasi dari Asosiasi Pengusaha atau Profesi
Pemohon juga perlu melampirkan surat rekomendasi dari asosiasi pengusaha atau profesi.
Yang perlu di perhatikan, rekomendasi tersebut merupakan surat rekomendasi kepada pemohon, bukan sekadar kartu anggota atau tanda keanggotaan asosiasi.
4. Surat Referensi Bank
Salah satu persyaratan yang tercantum dalam layanan imigrasi adalah surat referensi bank dengan keterangan saldo selama tiga bulan terakhir.
Informasi layanan yang di publikasikan mencantumkan saldo minimal Rp500.000.000 pada rekening pribadi pemohon, bukan rekening perusahaan atau rekening gabungan keluarga.
Karena persyaratan dapat di perbarui, pemohon sebaiknya memastikan kembali ketentuan terbaru sebelum menyerahkan dokumen.
Baca Juga: Cara Membuat ABTC Indonesia Syarat dan Prosedur Pengajuan
5. Paspor yang Masih Berlaku
Fotokopi paspor merupakan salah satu dokumen yang harus di lampirkan.
Dalam informasi layanan ABTC, paspor pemohon di persyaratkan memiliki masa berlaku minimal 2 tahun pada saat pengajuan.
6. Bukti Perjalanan Bisnis
Pemohon perlu menunjukkan bukti perjalanan bisnis sebelumnya.
Maka Informasi layanan imigrasi mencantumkan bukti perjalanan bisnis selama 6 bulan terakhir, dengan perjalanan bisnis minimal 3 kali.
Dokumen ini penting untuk menunjukkan bahwa pemohon memang memiliki aktivitas perjalanan bisnis yang relevan.
7. SKCK
SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian juga tercantum sebagai salah satu persyaratan.
Informasi layanan menyebutkan SKCK sebagai surat keterangan kelakuan baik yang minimal dikeluarkan oleh Polres atau Polda.
8. KTP
Fotokopi KTP pemohon juga di perlukan.
Pekerjaan yang tercantum pada KTP harus representatif dengan kegiatan bisnis pemohon sesuai ketentuan layanan yang di publikasikan.
9. Pasfoto
Pemohon perlu menyiapkan pasfoto terbaru sesuai spesifikasi yang di tentukan.
Informasi layanan mencantumkan pasfoto ukuran 3 × 4, berwarna, sebanyak dua lembar, dengan latar merah dan pakaian formal.
10. Dokumen Perusahaan
Karena ABTC diperuntukkan bagi pebisnis dengan kualifikasi tertentu, dokumen perusahaan di perlukan untuk melakukan verifikasi.
Salah satunya adalah dokumen pendirian perusahaan yang dapat di gunakan untuk membuktikan status dan struktur perusahaan pemohon.
Baca Juga: Manfaat ABTC bagi Pengusaha Indonesia Sering ke Negara APEC
Syarat ABTC untuk Perpanjangan
ABTC tidak hanya dapat di ajukan untuk pemohon baru. Pemegang kartu yang memenuhi ketentuan juga dapat mengajukan perpanjangan.
Maka Secara umum, dokumen yang di perlukan mencakup dokumen permohonan, surat dari perusahaan, rekomendasi, dokumen bank, paspor, bukti perjalanan bisnis, SKCK, KTP, dan dokumen lain sesuai kondisi pemohon.
Pemohon perpanjangan sebaiknya tidak menunggu hingga dokumen perjalanan atau kartu sebelumnya bermasalah.
Berapa Biaya ABTC untuk WNI?
Informasi layanan imigrasi mencantumkan biaya keimigrasian ABTC sebesar Rp2.500.000.
Untuk kartu yang hilang atau rusak sementara masih berlaku, biaya yang tercantum adalah Rp3.500.000.
Sehingga Biaya tersebut merupakan biaya keimigrasian. Apabila pemohon menggunakan bantuan pihak lain untuk persiapan atau pengurusan dokumen, biaya jasa dapat berbeda dan bukan merupakan bagian dari PNBP keimigrasian.
Baca Juga: Negara yang Bisa Dikunjungi dengan ABTC Daftar Ekonomi APEC
Berapa Lama Proses ABTC?
Proses ABTC dapat membutuhkan waktu cukup panjang karena terdapat proses persetujuan dari ekonomi APEC peserta lainnya.
Informasi layanan imigrasi menyebutkan bahwa proses dapat memerlukan sekitar 6 bulan atau lebih, tergantung proses pemberian persetujuan dari ekonomi anggota ABTC lainnya.
Karena itu, ABTC sebaiknya di ajukan jauh sebelum rencana perjalanan bisnis internasional.
Mengapa Prosesnya Bisa Lama?
ABTC tidak hanya berkaitan dengan penerbitan kartu oleh Indonesia. Terdapat proses persetujuan dari ekonomi APEC lain yang berpartisipasi.
Akibatnya, waktu penyelesaian tidak selalu dapat di samakan antara satu pemohon dengan pemohon lainnya.
Berapa Lama Masa Berlaku ABTC?
Informasi layanan imigrasi menyebutkan masa berlaku ABTC adalah 5 tahun, tetapi masa berlaku tersebut tidak boleh melebihi masa berlaku paspor.
Karena itu, masa berlaku paspor menjadi hal penting yang perlu di perhatikan sebelum mengajukan ABTC.
Baca Juga: Berapa Lama Proses ABTC Indonesia? Tahapan, Status Pengajuan
Apakah ABTC Sama dengan Visa?
ABTC tidak sama dengan visa.
ABTC merupakan kartu perjalanan bisnis dalam skema APEC, sedangkan visa merupakan izin yang di berikan oleh negara tertentu sesuai aturan imigrasinya.
Fasilitas yang di peroleh pemegang ABTC juga tetap mengikuti ketentuan ekonomi atau negara tujuan.
Dengan kata lain, pemegang ABTC tetap harus memperhatikan:
- Ketentuan masuk negara tujuan.
- Tujuan perjalanan.
- Masa berlaku paspor.
- Ketentuan imigrasi setempat.
- Fasilitas yang memang di berikan oleh negara atau ekonomi tujuan.
Apakah ABTC Bisa Digunakan untuk Wisata?
ABTC pada dasarnya di tujukan untuk perjalanan bisnis.
Karena itu, pemohon sebaiknya tidak menganggap ABTC sebagai pengganti visa wisata atau sebagai kartu bebas aturan imigrasi.
Jika perjalanan di lakukan untuk tujuan lain, pemegang kartu harus tetap memperhatikan persyaratan yang berlaku di negara tujuan.
Apakah Semua Negara APEC Menerima ABTC?
Tidak semua anggota APEC secara otomatis memberikan fasilitas yang sama.
ABTC berlaku dalam skema ekonomi APEC yang berpartisipasi. Informasi Direktorat Jenderal Imigrasi menyebutkan terdapat 19 ekonomi anggota APEC dalam skema tersebut.
Fasilitas dan persetujuan yang di berikan dapat berbeda berdasarkan kebijakan masing-masing ekonomi peserta.
Baca Juga: Perbedaan ABTC dan Visa Bisnis Mana yang Dibutuhkan
Apa Keuntungan ABTC untuk WNI?
Bagi pebisnis yang sering melakukan perjalanan internasional, ABTC dapat memberikan beberapa keuntungan praktis sesuai fasilitas yang tersedia.
1. Mendukung Perjalanan Bisnis
ABTC dirancang khusus untuk memudahkan mobilitas pelaku bisnis di kawasan APEC.
2. Lebih Praktis untuk Perjalanan Berulang
Pengusaha yang sering bepergian untuk bertemu mitra, menghadiri pertemuan bisnis, atau menjalankan kegiatan komersial dapat memperoleh manfaat dari fasilitas ABTC.
3. Mendukung Mobilitas Bisnis di Kawasan APEC
Dengan adanya skema ABTC, perjalanan bisnis lintas ekonomi peserta dapat menjadi lebih terstruktur.
Baca Juga: Cara Cek Status ABTC dan Negara yang Sudah Pre-Clearance
Siapa yang Tidak Cocok Mengajukan ABTC?
ABTC mungkin tidak sesuai bagi seseorang yang:
- Tidak memiliki aktivitas bisnis internasional.
- Hanya membutuhkan kartu untuk perjalanan wisata.
- Tidak memenuhi kualifikasi jabatan yang di persyaratkan.
- Tidak dapat membuktikan hubungan dengan perusahaan.
- Tidak memenuhi persyaratan dokumen.
- Tidak memiliki riwayat perjalanan bisnis yang di persyaratkan.
Karena ABTC memiliki kriteria khusus, calon pemohon sebaiknya mengevaluasi kelayakan terlebih dahulu sebelum menyiapkan seluruh dokumen.
Baca Juga:
Dokumen ABTC yang Sebaiknya Di siapkan
Agar proses persiapan lebih mudah, calon pemohon dapat membuat checklist dokumen.
Dokumen Pribadi
- KTP.
- Paspor.
- SKCK.
- Pasfoto.
- Dokumen rekening atau referensi bank.
- Formulir permohonan.
- Bukti perjalanan bisnis.
Dokumen Perusahaan
- Surat permohonan perusahaan.
- Akta pendirian perusahaan.
- Dokumen yang membuktikan posisi pemohon.
- Dokumen legalitas perusahaan lainnya sesuai ketentuan.
- Surat tugas apabila pengurusan diwakilkan.
dan Dokumen Pendukung
- Surat rekomendasi asosiasi pengusaha atau profesi.
- Bukti perjalanan bisnis.
- Surat kuasa jika pengajuan diwakilkan.
- Dokumen ABTC lama untuk perpanjangan atau penggantian.
Bagaimana Cara Mengajukan ABTC untuk WNI?
Secara umum, proses pengajuan dapat dipersiapkan melalui beberapa tahapan.
Tahap 1: Memastikan Kualifikasi
Pastikan pemohon merupakan WNI yang memenuhi kualifikasi sebagai pebisnis dan memenuhi persyaratan posisi serta perusahaan.
Tahap 2: Menyiapkan Dokumen
Kumpulkan seluruh dokumen pribadi, perusahaan, rekomendasi, bank, dan dokumen perjalanan bisnis.
Tahap 3: Mengajukan Permohonan
Permohonan dilakukan sesuai mekanisme yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.
Informasi layanan yang tersedia saat ini menyebutkan pengajuan ABTC di Indonesia dilakukan dengan melengkapi dokumen persyaratan yang ditentukan.
Tahap 4: Verifikasi Dokumen
Dokumen akan diperiksa untuk memastikan kesesuaian data dan persyaratan.
Tahap 5: Proses Persetujuan APEC
Permohonan kemudian berkaitan dengan proses persetujuan dari ekonomi APEC yang berpartisipasi.
Tahap 6: Penerbitan ABTC
Setelah proses dan persetujuan yang diperlukan selesai, kartu ABTC dapat diterbitkan sesuai ketentuan.
Tips Agar Pengajuan ABTC Lebih Lancar
Sebelum mengajukan, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pastikan nama pada semua dokumen konsisten.
- Periksa masa berlaku paspor.
- Pastikan posisi di perusahaan dapat dibuktikan.
- Siapkan dokumen perusahaan terbaru.
- Pastikan surat rekomendasi sesuai ketentuan.
- Siapkan bukti perjalanan bisnis dengan jelas.
- Pastikan SKCK masih sesuai dengan persyaratan.
- Periksa kembali dokumen bank.
- Jangan menggunakan dokumen yang tidak sesuai keadaan sebenarnya.
- Ajukan jauh sebelum jadwal perjalanan bisnis.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengajukan ABTC
Beberapa kesalahan administrasi dapat membuat proses menjadi lebih rumit.
Dokumen Tidak Lengkap
Dokumen yang tidak lengkap dapat menyebabkan pemohon harus melengkapi berkas kembali.
Data Tidak Konsisten
Perbedaan penulisan nama, jabatan, alamat, atau data perusahaan dapat menimbulkan pertanyaan ketika proses verifikasi.
Bukti Bisnis Tidak Memadai
Pemohon harus dapat menunjukkan bahwa perjalanan yang dilakukan memang berkaitan dengan aktivitas bisnis.
Tidak Memeriksa Masa Berlaku Paspor
Karena masa berlaku ABTC berkaitan dengan masa berlaku paspor, hal ini perlu diperhatikan sejak awal.
Di Indonesia, informasi layanan imigrasi mencantumkan bahwa pemohon ABTC merupakan WNI dengan kualifikasi pebisnis bonafide, jabatan setara direksi ke atas, serta memimpin perusahaan yang memenuhi ketentuan. Selain itu, terdapat berbagai dokumen yang harus dipersiapkan seperti surat perusahaan, rekomendasi asosiasi, referensi bank, paspor, bukti perjalanan bisnis, SKCK, KTP, pasfoto, dan dokumen pendukung lainnya. Proses ABTC juga membutuhkan waktu karena terdapat tahapan persetujuan dari ekonomi APEC peserta lainnya. Oleh sebab itu, calon pemohon sebaiknya mempersiapkan dokumen dengan teliti dan mengajukan permohonan jauh sebelum perjalanan bisnis yang direncanakan.
Konsultasi Visa Anda Sekarang!