Berapa lama proses ABTC Indonesia? Pertanyaan ini cukup sering muncul dari pebisnis Indonesia yang ingin mendapatkan APEC Business Travel Card (ABTC) untuk mempermudah perjalanan bisnis ke negara-negara yang tergabung dalam skema APEC.
ABTC atau Kartu Perjalanan Pebisnis APEC merupakan fasilitas bagi pelaku bisnis dan pejabat pemerintah tertentu yang memenuhi persyaratan. Kartu ini memberikan kemudahan perjalanan bisnis melalui proses pemeriksaan imigrasi yang lebih praktis serta fasilitas pre-clearance dari negara atau ekonomi peserta.
Untuk pemohon dari Indonesia, proses ABTC tidak hanya berhenti pada pemeriksaan dan persetujuan dari Indonesia. Setelah pengajuan di setujui oleh negara asal, informasi pemohon akan di teruskan kepada ekonomi APEC peserta untuk mendapatkan pre-clearance. Karena itu, lama proses dapat berbeda antara satu pemohon dengan pemohon lainnya.
Baca Juga : ABTC APEC Panduan Lengkap Business Travel Card
Berapa Lama Proses ABTC Indonesia?
Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Imigrasi yang di publikasikan melalui Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat, waktu penyelesaian ABTC Indonesia adalah sekitar 6 bulan atau lebih. Maka Lamanya proses bergantung pada pemberian persetujuan dari negara anggota ABTC lainnya.
Sementara itu, APEC menjelaskan bahwa pada ekonomi yang berpartisipasi penuh, pemrosesan ABTC membutuhkan setidaknya 2–3 bulan, dan dalam beberapa kasus dapat berlangsung lebih lama karena setiap ekonomi melakukan penilaian pre-clearance secara mandiri. Dengan demikian, pemohon ABTC Indonesia sebaiknya tidak menganggap proses selesai hanya dalam hitungan beberapa hari.
Mengapa Proses ABTC Bisa Lama?
Ada beberapa alasan mengapa proses ABTC membutuhkan waktu cukup panjang, antara lain:
- Pemeriksaan administrasi di Indonesia.
- Verifikasi dan pemeriksaan pemohon.
- Pengiriman data kepada ekonomi APEC lainnya.
- Pemeriksaan pre-clearance oleh masing-masing ekonomi.
- Setiap ekonomi memiliki proses dan waktu pemeriksaan sendiri.
- Persetujuan dari ekonomi yang berbeda dapat di terima pada waktu yang berbeda.
APEC juga menegaskan bahwa setiap ekonomi bertanggung jawab atas proses pre-clearance-nya sendiri sehingga satu ekonomi tidak dapat mengendalikan waktu pemrosesan ekonomi lainnya.
Baca Juga : Apa Itu ABTC dan APEC? Pengertian APEC Business Travel Card
Apa Itu ABTC Indonesia?
ABTC Indonesia adalah Kartu Perjalanan Pebisnis APEC yang di berikan kepada pemohon yang memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia.
ABTC di gunakan untuk memfasilitasi perjalanan bisnis jangka pendek di kawasan APEC. Sehingga Pemegang kartu dapat memperoleh fasilitas fast track di bandara internasional utama negara peserta dan, untuk ekonomi yang memberikan pre-clearance, memperoleh kemudahan masuk sesuai ketentuan yang berlaku.
Siapa yang Dapat Mengajukan ABTC?
Ketentuan pemohon di tentukan oleh masing-masing ekonomi. Informasi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat menyebut pengajuan ABTC di Indonesia di peruntukkan bagi WNI dengan kualifikasi tertentu, termasuk pebisnis bonafide dengan jabatan setara direksi ke atas yang memimpin perusahaan.
Dalam informasi tersebut juga disebutkan bahwa perusahaan pemohon harus berbentuk setara Perseroan Terbatas (PT), bukan CV atau UD.
Persyaratan aktual tetap perlu di konfirmasi kepada Direktorat Jenderal Imigrasi karena ketentuan layanan dapat berubah.
Baca Juga : Syarat Membuat ABTC Indonesia Dokumen dan Ketentuannya
Tahapan Pengajuan ABTC Indonesia
Secara umum, proses ABTC Indonesia dapat di pahami dalam beberapa tahapan.
1. Menyiapkan Persyaratan ABTC
Tahap pertama adalah mempersiapkan dokumen yang di butuhkan.
Pemohon perlu memastikan bahwa seluruh dokumen:
- Masih berlaku.
- Sesuai dengan identitas pemohon.
- Sesuai dengan data perusahaan.
- Dapat digunakan untuk proses verifikasi.
- Tidak memiliki perbedaan data yang dapat menghambat pemeriksaan.
Kelengkapan dokumen menjadi bagian penting karena kesalahan administratif dapat memperlambat proses.
2. Mengajukan Permohonan ABTC
Setelah dokumen di siapkan, pemohon mengajukan permohonan sesuai prosedur yang di tentukan oleh pihak Imigrasi.
Informasi Kantor Imigrasi Jakarta Pusat menyebut pengajuan ABTC di Indonesia di lakukan dengan melengkapi dokumen persyaratan yang telah di tentukan.
Baca Juga : Cara Membuat ABTC Indonesia Syarat dan Prosedur Pengajuan
3. Pemeriksaan dan Verifikasi Administrasi
Pada tahap ini, dokumen dan informasi pemohon di periksa.
Pemeriksaan bertujuan memastikan bahwa pemohon memenuhi persyaratan yang di tentukan sebelum proses di lanjutkan ke tahapan berikutnya.
Karena itu, pemohon sebaiknya tidak mengabaikan detail kecil seperti:
- Nama lengkap.
- Nomor paspor.
- Masa berlaku paspor.
- Data perusahaan.
- Jabatan.
- Dokumen pendukung.
4. Pemeriksaan oleh Negara Asal
Indonesia sebagai home economy melakukan penilaian terhadap permohonan yang di ajukan.
Menurut APEC, pemohon mengajukan satu permohonan kepada ekonomi tempat paspornya di terbitkan. Setelah ekonomi asal menyetujui permohonan, data pemohon di teruskan kepada ekonomi peserta lainnya untuk mendapatkan pre-clearance.
5. Proses Pre-Clearance Negara APEC
Inilah salah satu tahap yang menyebabkan proses ABTC dapat memerlukan waktu beberapa bulan.
Setiap ekonomi peserta melakukan pemeriksaan sendiri terhadap pemohon. Hasilnya dapat berupa pemberian pre-clearance atau keputusan lainnya sesuai aturan masing-masing ekonomi.
Dengan kata lain, persetujuan Indonesia belum tentu berarti seluruh ekonomi APEC otomatis memberikan persetujuan.
Baca Juga : Manfaat ABTC bagi Pengusaha Indonesia Sering ke Negara APEC
6. Persetujuan dari Ekonomi Peserta
Setelah masing-masing ekonomi menyelesaikan pemeriksaan, status pre-clearance akan di perbarui.
APEC menjelaskan bahwa bagian belakang ABTC mencantumkan ekonomi yang telah memberikan pre-clearance kepada pemegang kartu.
7. Penerbitan ABTC
Setelah proses yang di perlukan selesai, ABTC di terbitkan sesuai mekanisme yang berlaku.
APEC menyebut ekonomi yang berpartisipasi penuh dapat menerbitkan kartu dengan masa berlaku maksimal lima tahun, dengan ketentuan masa berlaku yang tetap perlu di perhatikan pada kartu masing-masing.
Tahapan Proses ABTC Secara Singkat
Jika di ringkas, alur pengajuan ABTC Indonesia adalah:
Persiapan dokumen → Pengajuan → Verifikasi Indonesia → Persetujuan home economy → Pre-clearance ekonomi APEC → Persetujuan → Penerbitan ABTC
Tahapan tersebut menunjukkan mengapa proses ABTC tidak dapat di samakan dengan layanan dokumen yang selesai dalam beberapa hari.
Baca Juga : Negara yang Bisa Dikunjungi dengan ABTC Daftar Ekonomi APEC
Berapa Lama Setiap Tahapan ABTC?
Tidak semua tahapan memiliki waktu penyelesaian yang sama.
Tahap Administrasi Indonesia
Tahap awal bergantung pada kelengkapan dokumen dan proses pemeriksaan dari pihak yang menangani permohonan.
Jika terdapat data atau dokumen yang perlu di perbaiki, proses dapat menjadi lebih panjang.
Tahap Pre-Clearance
Tahap pre-clearance sangat menentukan keseluruhan waktu.
APEC menyebut setiap ekonomi memiliki tanggung jawab sendiri dalam memproses permohonan pre-clearance. Karena itu, pemohon tidak dapat menetapkan bahwa seluruh persetujuan akan selesai pada tanggal tertentu.
Baca Juga : ABTC untuk WNI Siapa yang Bisa Mengajukan Apa Syaratnya?
Tahap Penerbitan Kartu
Setelah persetujuan yang di perlukan di peroleh, proses dilanjutkan sesuai mekanisme penerbitan ABTC.
Untuk Indonesia, informasi Imigrasi menyebut waktu penyelesaian sekitar 6 bulan atau lebih.
Kenapa Proses ABTC Indonesia Bisa Lebih dari 6 Bulan?
Ada kemungkinan proses berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Beberapa penyebabnya antara lain:
- Dokumen belum lengkap.
- Data pemohon membutuhkan verifikasi tambahan.
- Proses pemeriksaan internal belum selesai.
- Salah satu ekonomi APEC membutuhkan waktu lebih lama.
- Terdapat perbedaan data yang perlu di perbaiki.
- Jumlah permohonan yang sedang di proses cukup banyak.
- Persetujuan pre-clearance belum seluruhnya di terima.
Karena setiap ekonomi melakukan pemeriksaan sendiri, keterlambatan pada satu bagian dapat memengaruhi waktu keseluruhan.
Baca Juga : Perbedaan ABTC dan Visa Bisnis Mana yang Dibutuhkan
Bagaimana Cara Mengetahui Status Pengajuan ABTC?
Status pengajuan ABTC perlu di bedakan antara proses di Indonesia dan status pre-clearance ekonomi APEC.
APEC menjelaskan bahwa setelah ekonomi asal menyetujui aplikasi, pemohon dapat memantau ekonomi mana yang telah memberikan pre-clearance melalui ABTC Pre-clearance Status Tracker.
Status Pre-Clearance ABTC
Secara sederhana, pemohon dapat memahami status berdasarkan tahapan pemeriksaan:
- Belum di proses.
- Sedang dalam pemeriksaan.
- Sudah mendapatkan pre-clearance.
- Belum mendapatkan persetujuan dari ekonomi tertentu.
- Seluruh proses yang di perlukan telah selesai.
Status aktual tetap harus di lihat melalui sistem atau kanal resmi yang berlaku.
Apakah Semua Status ABTC Bisa Dicek Online?
APEC menyediakan ABTC Pre-clearance Status Tracker untuk memantau status pre-clearance setelah aplikasi di setujui oleh home economy.
Namun, status proses administratif domestik di Indonesia tidak selalu sama dengan status pre-clearance. Karena itu, apabila yang ingin di ketahui adalah posisi berkas pada tahap Indonesia, pemohon sebaiknya menggunakan kanal resmi Imigrasi yang menangani pengajuan.
Baca Juga : Cara Cek Status ABTC dan Negara yang Sudah Pre-Clearance
Apa yang Membuat Pengajuan ABTC Terlambat?
Selain proses pemeriksaan antar-ekonomi, kesalahan administratif juga dapat menjadi faktor.
Data Paspor Tidak Sesuai
Pastikan data pada formulir dan dokumen sama dengan paspor.
Kesalahan kecil seperti perbedaan nama, nomor paspor, atau tanggal lahir dapat membutuhkan koreksi.
Dokumen Perusahaan Tidak Lengkap
Karena ABTC berkaitan dengan perjalanan bisnis, dokumen perusahaan menjadi bagian penting dalam proses verifikasi pemohon.
Persyaratan Belum Terpenuhi
Pemohon yang belum memenuhi kualifikasi dapat mengalami hambatan sebelum proses di lanjutkan.
Pre-Clearance Belum Lengkap
Walaupun permohonan sudah disetujui oleh Indonesia, bukan berarti semua ekonomi APEC langsung memberikan persetujuan.
Apakah Bisa Mempercepat Proses ABTC?
Tidak ada jaminan bahwa proses ABTC dapat di percepat sesuai keinginan pemohon.
APEC menyatakan bahwa setiap ekonomi bertanggung jawab atas proses pre-clearance masing-masing dan tidak ada ekonomi yang dapat mengendalikan waktu pemrosesan ekonomi lainnya.
Hal yang dapat di lakukan pemohon adalah:
- Menyiapkan dokumen secara lengkap.
- Memastikan data konsisten.
- Mengajukan sebelum kebutuhan perjalanan bisnis yang mendesak.
- Memantau status secara berkala.
- Segera memperbaiki dokumen jika di minta.
- Tidak memberikan data yang tidak benar.
Berapa Lama ABTC Berlaku?
ABTC dapat diterbitkan dengan masa berlaku maksimal lima tahun, sesuai ketentuan ekonomi penerbit. APEC juga menjelaskan bahwa pemohon perlu memperhatikan tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kartu.
Informasi Imigrasi Indonesia menyebut masa berlaku ABTC sejak September 2015 adalah lima tahun dan tidak melebihi masa berlaku paspor.
Baca Juga :
Apakah ABTC Menjamin Bisa Masuk Semua Negara APEC?
Tidak.
ABTC memberikan fasilitas sesuai ekonomi yang memberikan pre-clearance. Nama ekonomi yang telah memberikan persetujuan tercantum pada kartu.
APEC menegaskan bahwa pemegang ABTC tidak otomatis mendapatkan pembebasan visa untuk ekonomi yang tidak tercantum pada kartu. Berapa Lama Proses ABTC Selain itu, pemegang kartu tetap dianjurkan memeriksa persyaratan masuk negara tujuan sebelum melakukan perjalanan.
ABTC juga tidak berarti seseorang dapat mengabaikan ketentuan imigrasi negara tujuan.
Tips Agar Proses ABTC Indonesia Lebih Lancar
Agar proses pengajuan berjalan lebih teratur, pemohon dapat melakukan beberapa langkah berikut:
Sebelum Mengajukan
- Pastikan paspor masih berlaku.
- Periksa seluruh dokumen perusahaan.
- Pastikan jabatan dan data perusahaan sesuai.
- Isi formulir dengan teliti.
- Pastikan tidak ada perbedaan data.
Setelah Mengajukan
- Simpan bukti pengajuan.
- Pantau perkembangan permohonan.
- Perhatikan permintaan perbaikan dokumen.
- Pantau pre-clearance ekonomi APEC.
- Jangan membeli tiket yang tidak dapat diubah hanya karena memperkirakan ABTC akan selesai pada tanggal tertentu.
Lamanya proses disebabkan oleh beberapa tahapan, mulai dari pemeriksaan dokumen di Indonesia hingga proses pre-clearance oleh ekonomi APEC lainnya. Setiap ekonomi memiliki proses pemeriksaan sendiri sehingga waktu persetujuannya tidak selalu sama. Oleh karena itu, pemohon sebaiknya mengajukan ABTC jauh sebelum jadwal perjalanan bisnis yang direncanakan, memastikan dokumen lengkap, menjaga konsistensi data, dan memantau status pre-clearance melalui kanal resmi.
Konsultasi Visa Anda Sekarang!