Jasa Pengurusan GACC Indonesia & Cara Memilih Penyedia Jasa

Santsanisy

Jasa Pengurusan GACC Indonesia & Cara Memilih Penyedia Jasa
Direktur Utama Jangkar Groups

Bagi perusahaan Indonesia yang ingin menjual produk pangan ke pasar China, aspek administrasi ekspor menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian sejak awal. Salah satunya adalah registrasi pada General Administration of Customs of the People’s Republic of China atau GACC. Ketentuan ini berlaku bagi produsen pangan luar negeri yang ingin memasukkan produk tertentu ke China.

GACC menerapkan aturan melalui Decree 248 tentang Registration and Administration of Overseas Producers of Imported Food. Aturan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2022 dan mengatur registrasi produsen, pengolah, serta fasilitas penyimpanan pangan luar negeri yang melakukan ekspor pangan ke China.

Karena prosesnya melibatkan identifikasi kategori pangan, dokumen usaha, informasi fasilitas produksi, hingga sistem registrasi China, banyak pelaku usaha Indonesia memilih menggunakan jasa pengurusan GACC Indonesia.

Baca juga : SOP Proses GACC di Indonesia Panduan Lengkap

Apa Itu GACC dan Mengapa Penting bagi Eksportir Indonesia?

GACC merupakan otoritas kepabeanan China yang antara lain memiliki kewenangan dalam pengawasan keamanan pangan impor. Melalui Decree 248, GACC mewajibkan produsen pangan luar negeri untuk memperoleh registrasi sebelum melakukan ekspor produk pangan yang masuk cakupan aturan.

Dengan demikian, eksportir Indonesia perlu memahami bahwa GACC bukan sekadar dokumen tambahan. Registrasi tersebut berkaitan dengan kelancaran proses masuknya produk pangan ke pasar China.

Selain itu, GACC memiliki sistem China Import Food Enterprises Registration atau CIFER sebagai sarana registrasi perusahaan pangan luar negeri. Sistem tersebut menyediakan akses dalam bahasa Mandarin dan Inggris serta memuat panduan, daftar perusahaan terdaftar, dan pencarian kategori produk.

Kemudian, database resmi China juga menyediakan informasi seperti nama perusahaan, negara asal, kategori produk, alamat fasilitas produksi, nomor registrasi, tanggal registrasi, masa berlaku, serta status perusahaan.

Baca juga : Apa Itu GACC dan Mengapa Diperlukan untuk Ekspor ke China?

Siapa yang Membutuhkan Registrasi GACC?

Tidak semua pelaku usaha memiliki kebutuhan yang sama. Karena itu, langkah pertama perlu berfokus pada identifikasi produk.

Secara umum, Decree 248 mencakup produsen, pengolah, dan fasilitas penyimpanan pangan luar negeri yang mengekspor pangan ke China.

Beberapa kelompok produk tertentu membutuhkan proses melalui rekomendasi competent authority negara asal. GACC mencantumkan antara lain:

  1. Daging dan produk daging
  2. Selongsong sosis
  3. Produk perairan
  4. Produk susu
  5. Sarang burung dan produk sarang burung
  6. Produk lebah
  7. Telur dan produk telur
  8. Minyak pangan dan lemak
  9. Biji minyak
  10. Produk berbasis serealia tertentu
  11. Sayuran segar dan kering
  12. Kacang-kacangan
  13. Bumbu
  14. Kacang dan biji-bijian
  15. Buah kering
  16. Kopi dan kakao tertentu
  17. Pangan untuk kebutuhan diet khusus
  18. Pangan kesehatan

Untuk kategori tersebut, mekanisme registrasi melibatkan competent authority negara asal. Di Indonesia, pembagian kewenangan dapat melibatkan Badan POM, Kementerian Pertanian, maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan sesuai karakter produk.

Sementara itu, kategori pangan lain dapat mengikuti mekanisme pengajuan perusahaan sesuai ketentuan GACC.

Oleh sebab itu, pemilik usaha sebaiknya tidak langsung mengisi formulir sebelum memastikan kategori produk dan jalur registrasinya.

Baca juga : Syarat GACC di Indonesia Dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi

Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Persyaratan dapat berbeda menurut kategori pangan dan mekanisme registrasi. Namun, perusahaan biasanya perlu menyiapkan informasi serta dokumen yang menggambarkan identitas usaha, fasilitas produksi, proses produksi, dan aspek keamanan pangan.

Beberapa informasi yang perlu mendapat perhatian antara lain:

  1. Nama dan alamat perusahaan.
  2. Informasi fasilitas produksi.
  3. Informasi kontak perusahaan.
  4. Kategori pangan.
  5. Informasi produk.
  6. Dokumen legalitas usaha.
  7. Dokumen atau izin terkait produksi pangan.
  8. Informasi proses produksi.
  9. Sistem keamanan dan sanitasi pangan.
  10. Data pendukung lain sesuai kategori produk.

GACC mensyaratkan produsen mempunyai sistem keamanan dan sanitasi pangan yang efektif serta memenuhi ketentuan keamanan pangan China. Produsen juga perlu menjalankan kegiatan produksi dan ekspor secara legal pada negara asal.

Karena itu, jasa pengurusan GACC yang profesional tidak hanya berfokus pada pengisian formulir. Penyedia jasa perlu membantu calon pemohon memahami kebutuhan dokumen dan menyesuaikan data perusahaan dengan kategori produk.

Baca juga : Dokumen GACC Indonesia Checklist Lengkap untuk Registrasi

Tahapan Pengurusan GACC Indonesia

Secara umum, proses pengurusan dapat dimulai dengan konsultasi dan pemeriksaan awal.

1. Konsultasi Produk

Pertama, penyedia jasa mempelajari produk yang ingin masuk ke China. Tahap ini penting karena kategori pangan dapat menentukan jalur registrasi dan pihak yang berwenang.

2. Pemeriksaan Dokumen

Selanjutnya, tim memeriksa dokumen perusahaan dan informasi fasilitas produksi. Pemeriksaan awal membantu menemukan data yang belum lengkap sebelum proses registrasi berjalan.

Baca juga : Tahapan Proses Registrasi GACC di Indonesia sampai Selesai

3. Penentuan Jalur Registrasi

Berikutnya, perusahaan menentukan apakah produk memerlukan rekomendasi competent authority atau dapat mengikuti mekanisme pengajuan perusahaan.

4. Persiapan Data CIFER

Setelah itu, data perusahaan, fasilitas, produk, serta informasi pendukung masuk ke tahap persiapan registrasi CIFER. Ketelitian menjadi faktor penting karena kesalahan data dapat menghambat proses.

Baca juga : Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia yang Ingin Ekspor

5. Pengajuan Registrasi

Setelah data siap, perusahaan mengikuti prosedur pengajuan sesuai mekanisme yang berlaku. Untuk kategori tertentu, competent authority dapat menjalankan pemeriksaan dan memberikan rekomendasi kepada GACC.

6. Pemantauan Status

Kemudian, pemohon perlu memantau status registrasi dan menanggapi permintaan tambahan apabila muncul kebutuhan klarifikasi.

7. Pemeriksaan Nomor Registrasi

Setelah proses memperoleh hasil, perusahaan dapat mengecek informasi registrasi melalui sistem pencarian GACC. Database resmi China menyediakan informasi registrasi perusahaan pangan luar negeri dan masa berlaku registrasi.

Baca juga : Berapa Lama Proses GACC? Estimasi Waktu Registrasi

Mengapa Menggunakan Jasa Pengurusan GACC?

Pengurusan secara mandiri memang memungkinkan. Namun, perusahaan perlu memahami istilah, kategori produk, dokumen, sistem registrasi, serta jalur pengajuan yang sesuai.

Karena itu, jasa pengurusan GACC Indonesia dapat membantu perusahaan melalui beberapa aspek.

Pertama, penyedia jasa dapat membantu melakukan pengecekan awal terhadap produk. Kedua, tim dapat membantu menyusun daftar dokumen sesuai kebutuhan. Ketiga, jasa profesional dapat membantu perusahaan memahami alur CIFER.

Selain itu, pendampingan dapat membantu mengurangi kesalahan administratif. Hal ini penting karena data perusahaan, alamat fasilitas, kategori pangan, dan informasi produk harus memiliki kesesuaian.

Namun demikian, jasa pengurusan tidak dapat menjamin bahwa GACC pasti memberikan persetujuan. Keputusan registrasi tetap mengikuti ketentuan dan proses evaluasi otoritas China serta, untuk kategori tertentu, proses competent authority negara asal.

Baca juga : Biaya GACC Indonesia Komponen Biaya Registrasi

Cara Memilih Penyedia Jasa Pengurusan GACC Indonesia

Memilih penyedia jasa perlu dilakukan secara cermat. Jangan hanya melihat harga karena kualitas pendampingan dan pemahaman regulasi juga memiliki peran penting.

1. Periksa Pemahaman terhadap Decree 248

Penyedia jasa sebaiknya memahami Decree 248 dan mekanisme registrasi pangan luar negeri. Tanyakan bagaimana mereka menentukan kategori produk dan jalur registrasi.

2. Tanyakan Pengalaman Menangani Produk Sejenis

Pengalaman pada produk yang sama atau kategori yang mirip dapat membantu proses konsultasi. Produk makanan ringan tentu memiliki karakter berbeda dengan produk hasil perikanan atau produk susu.

3. Pastikan Ada Pemeriksaan Dokumen

Penyedia jasa yang baik seharusnya tidak langsung meminta pembayaran lalu mengisi formulir. Sebaliknya, mereka perlu memahami kondisi perusahaan dan memeriksa dokumen terlebih dahulu.

4. Hindari Janji Persetujuan Pasti

GACC mempunyai kewenangan dalam proses registrasi. Karena itu, penyedia jasa sebaiknya memberikan penjelasan realistis mengenai proses, dokumen, potensi kendala, dan faktor yang dapat memengaruhi hasil.

5. Pastikan Perusahaan Memahami Akun dan Data Registrasi

Pemilik usaha perlu memahami akses dan informasi registrasinya sendiri. GACC menyediakan sistem resmi CIFER untuk registrasi perusahaan pangan luar negeri.

6. Minta Penjelasan Biaya secara Terbuka

Sebelum bekerja sama, tanyakan rincian biaya jasa, biaya penerjemahan jika ada, biaya pemeriksaan dokumen, serta biaya lain yang mungkin muncul. Dengan begitu, perusahaan dapat menyusun anggaran secara lebih jelas.

Baca juga : Kendala dalam Proses GACC dan Cara Mengatasinya

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan dapat muncul ketika perusahaan mengurus registrasi tanpa persiapan matang.

Contohnya, perusahaan salah menentukan kategori produk, memasukkan alamat fasilitas yang tidak sesuai, menggunakan data perusahaan yang berbeda antara satu dokumen dan dokumen lain, atau mengabaikan kebutuhan competent authority.

Selain itu, perusahaan perlu memperhatikan masa berlaku registrasi. Sistem resmi GACC menyediakan informasi masa berlaku dan status perusahaan, sehingga pemilik usaha perlu memantau data tersebut secara berkala.

Lebih lanjut, perusahaan juga perlu menjaga kepatuhan setelah memperoleh registrasi. GACC dapat mengambil tindakan terhadap produsen yang mempunyai masalah keamanan pangan serius, memberikan informasi palsu, menolak pemeriksaan, atau melakukan pelanggaran tertentu terhadap nomor registrasi.

Baca juga : GACC untuk Produk Indonesia yang Perlu Diperhatikan

Jasa Pengurusan GACC Indonesia untuk Ekspor ke China

Bagi perusahaan Indonesia yang sedang mempersiapkan ekspor makanan ke China, jasa pengurusan GACC dapat menjadi pilihan untuk memperoleh pendampingan administratif dan konsultasi proses.

Pendampingan dapat mencakup konsultasi kategori produk, pemeriksaan dokumen, persiapan data perusahaan, panduan registrasi CIFER, serta pemantauan proses sesuai kebutuhan.

Namun, setiap perusahaan mempunyai kondisi berbeda. Karena itu, konsultasi awal menjadi langkah penting sebelum menentukan jalur pengurusan.

Jika Anda ingin mengetahui apakah produk Anda membutuhkan registrasi GACC, dokumen apa saja yang perlu Anda siapkan, serta bagaimana tahapan pengurusan GACC Indonesia untuk kebutuhan ekspor ke China, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu.

Konsultasikan Pengurusan GACC Anda Sekarang

Santsanisy