Tahapan Proses Registrasi GACC di Indonesia sampai Selesai

Santsanisy

Tahapan Proses Registrasi GACC di Indonesia sampai Selesai
Direktur Utama Jangkar Groups

Bagi perusahaan Indonesia yang ingin mengekspor produk pangan ke China, registrasi GACC menjadi salah satu tahapan penting yang perlu mendapat perhatian. GACC merupakan singkatan dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China atau Administrasi Umum Kepabeanan China. Lembaga ini memiliki kewenangan dalam pengawasan kepabeanan, keamanan pangan impor, pemeriksaan, serta karantina produk yang masuk ke wilayah China.

Karena itu, perusahaan yang ingin memasukkan produk pangan ke pasar China perlu memahami proses registrasi secara menyeluruh. Proses tersebut bukan sekadar mengisi formulir online, tetapi juga berkaitan dengan legalitas perusahaan, kategori produk, fasilitas produksi, dokumen keamanan pangan, hingga pemeriksaan dan persetujuan otoritas China.

Selain itu, mulai 1 Juni 2026, GACC menerapkan ketentuan baru melalui Customs Decree No. 280. Aturan tersebut menggantikan Decree No. 248 tahun 2021 dan memperbarui mekanisme registrasi perusahaan pangan luar negeri.

Baca juga : SOP Proses GACC di Indonesia Panduan Lengkap

Apa Itu Registrasi GACC?

Registrasi GACC merupakan proses pencatatan dan persetujuan perusahaan luar negeri yang memproduksi, mengolah, atau menyimpan makanan untuk ekspor menuju China.

Melalui registrasi ini, GACC dapat mengetahui identitas perusahaan, lokasi fasilitas, kategori produk, serta informasi lain yang berkaitan dengan keamanan pangan.

Dengan demikian, eksportir Indonesia perlu memastikan bahwa data perusahaan dan produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga perlu memahami kategori produk karena GACC menerapkan mekanisme registrasi berdasarkan tingkat risiko pangan.

Pada sistem terbaru, sebagian kategori pangan memerlukan rekomendasi dari otoritas negara asal. Sementara itu, kategori lain dapat mengikuti mekanisme registrasi mandiri sesuai ketentuan GACC.

Baca juga : Apa Itu GACC dan Mengapa Diperlukan untuk Ekspor ke China?

Tahap 1: Menentukan Produk yang Akan Diekspor

Langkah pertama yaitu menentukan produk pangan yang akan masuk ke China.

Perusahaan perlu mengetahui nama produk, jenis pangan, bahan baku, proses produksi, serta tujuan penggunaan produk. Selain itu, perusahaan perlu memastikan HS Code produk secara tepat.

HS Code memiliki peran penting karena kode tersebut membantu menentukan klasifikasi barang dalam perdagangan internasional. Untuk beberapa proses administrasi ekspor pangan, perusahaan juga perlu mengetahui CIQ Code sesuai kategori produknya.

Karena itu, jangan langsung mengisi registrasi sebelum klasifikasi produk benar-benar jelas. Kesalahan klasifikasi dapat membuat proses administrasi menjadi lebih panjang.

Baca juga : Syarat GACC di Indonesia Dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi

Tahap 2: Memeriksa Jalur Registrasi GACC

Setelah mengetahui produk, perusahaan perlu menentukan jalur registrasinya.

Ketentuan GACC terbaru membagi mekanisme registrasi berdasarkan kategori pangan dan tingkat risikonya. Untuk kategori tertentu, perusahaan membutuhkan rekomendasi dari otoritas kompeten negara asal. Sementara itu, kategori lain dapat mengajukan registrasi secara mandiri kepada GACC.

Pada tahap ini, perusahaan Indonesia perlu memastikan apakah produk masuk kategori yang membutuhkan rekomendasi pemerintah atau dapat mengikuti jalur mandiri.

Untuk beberapa produk pangan yang berada dalam kewenangan Badan POM, proses administrasi Indonesia juga dapat melibatkan BPOM. Karena itu, pemeriksaan jalur registrasi sejak awal sangat penting.

Baca juga : Dokumen GACC Indonesia Checklist Lengkap untuk Registrasi

Tahap 3: Menyiapkan Legalitas Perusahaan

Berikutnya, perusahaan perlu menyiapkan dokumen legalitas.

Dokumen yang umum menjadi bagian dari persiapan antara lain:

  1. NIB perusahaan.
  2. Identitas dan informasi perusahaan.
  3. Data fasilitas produksi.
  4. Informasi penanggung jawab perusahaan.
  5. Data produk.
  6. HS Code produk.
  7. Dokumen terkait keamanan pangan.
  8. Sertifikat atau bukti pemenuhan standar keamanan pangan jika tersedia.

Badan POM juga mencantumkan NIB serta dokumen kondisi sarana sebagai bagian dari proses administrasi GACC untuk kategori yang masuk jalur BPOM. Dokumen pendukung dapat mencakup CPPOB, FSSC, BRC, ISO 22000, atau sertifikasi keamanan pangan lain jika perusahaan memilikinya.

Namun, kebutuhan dokumen dapat berbeda sesuai kategori produk dan jalur registrasi. Karena itu, perusahaan sebaiknya memeriksa persyaratan spesifik sebelum mengirim pengajuan.

Baca juga : Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia yang Ingin Ekspor

Tahap 4: Menyiapkan Data Fasilitas Produksi

Registrasi GACC tidak hanya berkaitan dengan nama perusahaan. Informasi mengenai fasilitas produksi juga memiliki peran penting.

Perusahaan perlu memastikan alamat fasilitas, jenis kegiatan, proses produksi, kategori pangan, serta sistem pengendalian keamanan pangan sesuai kondisi sebenarnya.

Selain itu, sistem manajemen keamanan pangan perlu berjalan secara konsisten. GACC menetapkan bahwa perusahaan luar negeri perlu memiliki sistem keamanan dan sanitasi pangan yang efektif serta memenuhi ketentuan hukum dan standar keamanan pangan China.

Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan internal sebelum proses registrasi berjalan.

Baca juga : Berapa Lama Proses GACC? Estimasi Waktu Registrasi

Tahap 5: Pengajuan Data kepada Otoritas Indonesia Jika Diperlukan

Untuk produk tertentu, perusahaan Indonesia perlu mengikuti mekanisme melalui otoritas yang berwenang.

Sebagai contoh, Badan POM menyediakan informasi mengenai proses registrasi GACC bagi perusahaan pangan olahan. Dalam panduan sebelumnya, alurnya mencakup pengiriman surat permohonan, informasi HS Code dan CIQ Code, pengisian data perusahaan, pengunggahan dokumen sarana, evaluasi, serta pemberian akses untuk proses registrasi.

Namun, karena aturan GACC baru mulai berlaku pada 1 Juni 2026, perusahaan perlu mengikuti mekanisme terbaru sesuai kategori produk dan petunjuk otoritas terkait.

Dengan demikian, jangan hanya mengandalkan panduan lama yang masih menggunakan Decree 248.

Baca juga : Biaya GACC Indonesia Komponen Biaya Registrasi

Tahap 6: Registrasi melalui Sistem GACC

Setelah persiapan administratif selesai, perusahaan masuk ke sistem registrasi GACC.

GACC menyediakan sistem registrasi resmi untuk perusahaan pangan luar negeri melalui platform China International Trade Single Window. Pemerintah China juga menyebut sistem tersebut sebagai sarana untuk mengajukan registrasi, perubahan data, perpanjangan, penangguhan, serta pemulihan registrasi.

Pada tahap ini, perusahaan perlu memasukkan data sesuai dokumen resmi.

Pastikan nama perusahaan, alamat, produk, kategori, nomor registrasi domestik, serta informasi fasilitas konsisten. Selain itu, perhatikan pula bahasa dan format data yang diminta sistem.

Kesalahan input sekecil apa pun dapat menyebabkan permintaan koreksi atau memperpanjang waktu proses.

Baca juga : Kendala dalam Proses GACC dan Cara Mengatasinya

Tahap 7: Pemeriksaan dan Evaluasi

Setelah perusahaan mengirim pengajuan, proses masuk ke tahap evaluasi.

Pada tahap ini, pihak berwenang dapat memeriksa kelengkapan dan kesesuaian data. Selain itu, GACC dapat melakukan evaluasi berdasarkan kategori produk, sistem keamanan pangan, kondisi perusahaan, serta faktor risiko.

Karena itu, perusahaan perlu memantau status pengajuan secara berkala.

Sistem GACC memungkinkan perusahaan memeriksa perkembangan pengajuan dan feedback dari otoritas China.

Jika terdapat permintaan perbaikan atau tambahan informasi, perusahaan perlu merespons sesuai batas waktu dan instruksi yang tersedia.

Baca juga : GACC untuk Produk Indonesia yang Perlu Diperhatikan

Tahap 8: Mendapatkan Persetujuan dan Nomor Registrasi

Apabila GACC menyetujui pengajuan, perusahaan memperoleh nomor registrasi China.

Nomor tersebut menjadi identitas registrasi perusahaan pada sistem GACC. Data perusahaan yang sudah memperoleh registrasi juga dapat muncul pada sistem pencarian resmi GACC.

Database GACC menampilkan informasi seperti nama perusahaan, negara asal, kategori produk, nomor registrasi China, alamat fasilitas, tanggal registrasi, masa berlaku, serta status registrasi.

Dengan demikian, perusahaan dapat melakukan pengecekan terhadap status registrasinya setelah memperoleh persetujuan.

Tahap 9: Mencantumkan Registrasi pada Produk

Setelah memperoleh nomor registrasi, perusahaan perlu memperhatikan ketentuan pencantuman nomor tersebut pada produk atau kemasan sesuai aturan China.

Selain itu, eksportir harus memastikan informasi pada dokumen ekspor dan data registrasi tetap konsisten.

Mulai penerapan ketentuan baru, saat importasi pangan melalui jalur barang, pihak terkait perlu mencantumkan nomor registrasi perusahaan luar negeri pada bagian kualifikasi produk dalam dokumen deklarasi impor. GACC memberikan kode lisensi kategori 519 untuk registrasi perusahaan pangan luar negeri.

Karena itu, nomor registrasi GACC bukan sekadar dokumen administratif. Nomor tersebut juga memiliki hubungan dengan proses pemasukan produk ke pasar China.

Baca juga : Jasa Pengurusan GACC Indonesia & Cara Memilih Penyedia Jasa

Berapa Lama Proses Registrasi GACC?

Waktu proses registrasi GACC tidak selalu sama untuk setiap perusahaan.

Durasi dapat bergantung pada kategori produk, jalur registrasi, kelengkapan dokumen, proses evaluasi, kebutuhan rekomendasi otoritas negara asal, serta respons perusahaan ketika ada permintaan perbaikan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak menetapkan jadwal ekspor hanya berdasarkan perkiraan waktu registrasi.

Persiapan lebih awal dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan. Terlebih lagi, perusahaan perlu memperhitungkan waktu untuk pemeriksaan dokumen, koreksi data, komunikasi dengan otoritas, dan persiapan ekspor setelah registrasi selesai.

Hal yang Sering Menghambat Registrasi GACC

Hal yang Sering Menghambat Registrasi GACC

Beberapa hal dapat membuat proses registrasi berjalan lebih lama, antara lain:

  1. Klasifikasi produk belum jelas.
  2. HS Code tidak sesuai.
  3. Data perusahaan tidak konsisten.
  4. Alamat fasilitas berbeda antara dokumen.
  5. Dokumen keamanan pangan kurang lengkap.
  6. Data produk kurang detail.
  7. Perusahaan salah memilih jalur registrasi.
  8. Perusahaan terlambat memberikan respons terhadap permintaan perbaikan.
  9. Perusahaan masih menggunakan panduan lama Decree 248 tanpa menyesuaikannya dengan aturan baru.

Karena itu, pengecekan awal menjadi bagian penting sebelum pengajuan.

Apakah Registrasi GACC Wajib untuk Semua Produk?

Tidak semua produk mengikuti mekanisme yang sama.

GACC menerapkan pendekatan berdasarkan kategori dan risiko pangan. Aturan baru juga menetapkan daftar kategori yang membutuhkan rekomendasi otoritas negara asal serta mekanisme registrasi lain untuk kategori tertentu.

Selain itu, beberapa produk seperti hasil pertanian primer memiliki ketentuan tersendiri. Karena itu, perusahaan perlu melihat aturan yang sesuai dengan jenis komoditas dan jalur ekspornya.

Tahapan proses registrasi GACC di Indonesia

Tahapan proses registrasi GACC di Indonesia sampai selesai membutuhkan persiapan yang terstruktur. Prosesnya dapat dimulai dari menentukan produk dan HS Code, memeriksa jalur registrasi, menyiapkan legalitas perusahaan, menyiapkan data fasilitas, mengikuti mekanisme otoritas Indonesia jika diperlukan, mengajukan data melalui sistem GACC, mengikuti proses evaluasi, hingga memperoleh nomor registrasi.

Terlebih lagi, sejak 1 Juni 2026, ketentuan baru GACC berdasarkan Decree No. 280 mulai berlaku dan menggantikan Decree No. 248. Karena itu, perusahaan yang sedang mempersiapkan ekspor ke China perlu memperhatikan aturan terbaru, bukan hanya menggunakan panduan lama.

Jika perusahaan Anda sedang mempersiapkan registrasi GACC dan masih bingung mengenai kategori produk, dokumen, jalur pengajuan, proses registrasi, atau tahapan sampai memperoleh nomor registrasi, konsultasi sejak awal dapat membantu Anda menyusun proses secara lebih terarah.

Konsultasikan Pengurusan GACC Anda Sekarang

Santsanisy