Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia yang Ingin Ekspor

Santsanisy

Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia yang Ingin Ekspor
Direktur Utama Jangkar Groups

Pasar Tiongkok menjadi salah satu tujuan ekspor yang menarik bagi perusahaan Indonesia. Berbagai komoditas seperti produk pangan, hasil pertanian, produk hewan, produk perikanan, rempah, hingga produk olahan memiliki peluang untuk masuk ke pasar tersebut. Namun, perusahaan tidak cukup hanya menyiapkan barang, pembeli, dan dokumen ekspor. Untuk komoditas tertentu, perusahaan juga perlu memenuhi ketentuan registrasi pada General Administration of Customs of the People’s Republic of China atau GACC.

GACC merupakan otoritas kepabeanan Tiongkok yang mempunyai peran dalam pengawasan lalu lintas barang, pemeriksaan karantina, keamanan pangan, serta persyaratan produk impor. Karena itu, perusahaan Indonesia yang ingin mengekspor komoditas tertentu ke Tiongkok perlu memahami proses registrasi GACC sejak awal.

Badan Karantina Indonesia atau Barantin juga memiliki peran dalam proses pengajuan GACC untuk sejumlah kelompok komoditas. Pada September 2026, Barantin menjelaskan bahwa eksportir produk hewan dapat mengajukan registrasi GACC melalui Barantin. Setelah itu, GACC melakukan review dan hasilnya dapat berupa permintaan perbaikan atau persetujuan. Jika GACC menyetujui pengajuan, eksportir memperoleh nomor registrasi GACC.

Baca juga : SOP Proses GACC di Indonesia Panduan Lengkap

Apa Itu GACC?

GACC merupakan singkatan dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China. Lembaga ini mempunyai kewenangan dalam berbagai aspek kepabeanan dan pengawasan barang yang masuk ke wilayah Tiongkok.

Dalam konteks ekspor Indonesia, GACC menjadi bagian penting karena Tiongkok mempunyai persyaratan khusus untuk sejumlah produk impor. Persyaratan tersebut dapat berkaitan dengan keamanan pangan, kesehatan hewan, kesehatan tumbuhan, mutu, fasilitas produksi, sanitasi, serta ketertelusuran produk.

Dengan demikian, registrasi GACC bukan sekadar proses administratif. Perusahaan perlu memastikan bahwa kegiatan produksi dan sistem pengendalian mutunya mampu memenuhi persyaratan negara tujuan.

Selain itu, persyaratan GACC dapat berbeda sesuai jenis komoditas. Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya tidak menggunakan satu prosedur untuk semua jenis produk.

Baca juga : Apa Itu GACC dan Mengapa Diperlukan untuk Ekspor ke China?

Siapa yang Perlu Mendaftar GACC?

Siapa yang Perlu Mendaftar GACC

Pertanyaan ini cukup penting karena tidak semua perusahaan Indonesia otomatis mengikuti alur registrasi yang sama.

Persyaratan GACC berlaku terutama untuk perusahaan atau fasilitas yang menghasilkan komoditas tertentu yang masuk dalam ketentuan registrasi Tiongkok. Produk pangan dan komoditas yang berkaitan dengan karantina dapat mempunyai persyaratan khusus.

Sebagai contoh, Barantin menjelaskan prosedur registrasi GACC untuk produk hewan. Dalam alur tersebut, eksportir perlu mempunyai tempat yang memenuhi ketentuan karantina, kemudian mengajukan perusahaan melalui Barantin.

Sementara itu, komoditas tumbuhan juga perlu memperhatikan persyaratan kesehatan tumbuhan dan standar negara tujuan. Contohnya, Barantin melakukan pengawasan terhadap komoditas salak yang akan masuk ke Tiongkok dengan memperhatikan persyaratan kesehatan tumbuhan dan standar mutu ekspor.

Karena itu, langkah pertama bukan langsung mengisi formulir GACC. Perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu apakah produk dan fasilitasnya masuk kategori yang memerlukan registrasi serta siapa otoritas Indonesia yang menangani pengajuannya.

Baca juga : Syarat GACC di Indonesia Dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi

Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia

Secara umum, proses dapat mengikuti beberapa tahapan. Namun, alurnya dapat berbeda berdasarkan jenis komoditas.

1. Tentukan jenis produk ekspor

Pertama, perusahaan perlu menentukan secara jelas produk yang akan masuk ke pasar Tiongkok.

Siapkan informasi seperti nama produk, jenis produk, bahan baku, bentuk produk, proses produksi, kemasan, serta tujuan penggunaan. Kemudian, perusahaan perlu mengecek persyaratan Tiongkok untuk komoditas tersebut.

Tahap ini penting karena GACC mempunyai persyaratan berbeda untuk berbagai kategori produk.

Baca juga : Dokumen GACC Indonesia Checklist Lengkap untuk Registrasi

2. Cek kewajiban registrasi

Setelah mengetahui jenis produk, perusahaan perlu memastikan apakah produk tersebut memerlukan registrasi GACC.

Perusahaan juga perlu memperhatikan jalur pengajuan. Untuk beberapa komoditas, perusahaan dapat mengikuti mekanisme melalui otoritas Indonesia. Barantin, misalnya, menyediakan informasi mengenai pendaftaran GACC untuk hewan dan produk hewan.

Dengan begitu, perusahaan dapat menghindari kesalahan sejak tahap awal.

3. Siapkan legalitas perusahaan

Selanjutnya, perusahaan perlu menyiapkan data legalitas dan informasi usaha yang relevan.

Dokumen dapat mencakup identitas perusahaan, alamat fasilitas, informasi kontak, jenis kegiatan usaha, data fasilitas produksi, serta dokumen lain sesuai kategori produk.

Perusahaan juga perlu memastikan seluruh data mempunyai informasi yang konsisten. Nama perusahaan, alamat, fasilitas, dan data produk sebaiknya tidak mempunyai perbedaan antara satu dokumen dengan dokumen lain.

Baca juga : Tahapan Proses Registrasi GACC di Indonesia sampai Selesai

4. Siapkan dokumen fasilitas produksi

Berikutnya, perusahaan perlu mempersiapkan dokumen yang berkaitan dengan fasilitas produksi.

Untuk produk pangan atau komoditas tertentu, aspek kebersihan, sanitasi, pengendalian mutu, keamanan produk, serta ketertelusuran dapat menjadi perhatian.

Hal tersebut bukan sekadar formalitas. Pada audit GACC terhadap sektor minyak nabati dan turunan kelapa sawit di Indonesia, misalnya, aspek keamanan pangan dan ketertelusuran produk menjadi bagian penting dalam pemeriksaan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya menata dokumen dan sistem internal sebelum mengajukan registrasi.

Baca juga : Berapa Lama Proses GACC? Estimasi Waktu Registrasi

5. Penuhi persyaratan karantina jika berlaku

Untuk produk hewan, tumbuhan, ikan, serta komoditas tertentu, perusahaan perlu memperhatikan ketentuan karantina Indonesia.

Contohnya, prosedur produk hewan dapat melibatkan penetapan Instalasi Karantina Hewan atau tempat lain sesuai ketentuan. Barantin menjelaskan bahwa proses tersebut dapat mencakup verifikasi dokumen dan audit lapangan sebelum penerbitan keputusan.

Karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan fasilitas dengan jenis produk dan ketentuan teknis yang berlaku.

Baca juga : Biaya GACC Indonesia Komponen Biaya Registrasi

6. Ajukan registrasi melalui jalur yang sesuai

Setelah dokumen dan persyaratan siap, perusahaan dapat mengajukan registrasi melalui mekanisme yang sesuai.

Untuk kategori tertentu, Barantin menjadi bagian dari proses pengajuan kepada GACC. Dalam prosedur produk hewan, misalnya, eksportir mengajukan perusahaan melalui Barantin, kemudian GACC melakukan review.

Pada tahap ini, ketelitian menjadi sangat penting. Kesalahan data perusahaan, alamat fasilitas, kategori produk, atau dokumen pendukung dapat memicu permintaan perbaikan.

7. Tunggu proses review GACC

Setelah pengajuan masuk, GACC melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan.

Hasil review dapat berupa persetujuan atau permintaan perbaikan. Karena itu, perusahaan sebaiknya tetap memantau proses dan menyiapkan respons apabila terdapat permintaan tambahan.

Jika GACC menyetujui registrasi, perusahaan memperoleh nomor registrasi yang berkaitan dengan status registrasinya.

Baca juga : Kendala dalam Proses GACC dan Cara Mengatasinya

Dokumen Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Dokumen dapat berbeda sesuai jenis komoditas. Namun, perusahaan sebaiknya menyiapkan beberapa informasi dasar berikut:

  1. Legalitas dan identitas perusahaan.
  2. Nama dan alamat fasilitas produksi.
  3. Informasi kontak perusahaan.
  4. Jenis produk yang akan diekspor.
  5. Informasi bahan baku.
  6. Penjelasan proses produksi.
  7. Informasi sistem pengendalian mutu.
  8. Dokumen sanitasi dan higiene sesuai kebutuhan.
  9. Dokumen karantina jika produk memerlukan pemeriksaan karantina.
  10. Data ketertelusuran produk.
  11. Dokumen sertifikasi atau izin terkait sesuai kategori produk.
  12. Foto atau informasi fasilitas apabila persyaratan meminta.
  13. Dokumen pendukung lain sesuai ketentuan GACC dan otoritas Indonesia.

Namun, daftar tersebut bukan daftar universal. Perusahaan perlu mencocokkan dokumen dengan kategori produk dan prosedur yang berlaku.

Baca juga : GACC untuk Produk Indonesia yang Perlu Diperhatikan

Mengapa Ketertelusuran Produk Sangat Penting?

Ketertelusuran atau traceability menjadi salah satu aspek yang perlu perusahaan perhatikan secara serius.

Sistem ketertelusuran membantu perusahaan mengetahui asal bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga pengiriman produk. Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat memberikan informasi yang lebih jelas ketika terjadi pemeriksaan atau masalah mutu.

Barantin juga menyoroti pentingnya ketertelusuran, pengendalian mutu, pengendalian titik kritis keamanan pangan, serta kapasitas laboratorium dalam konteks pemenuhan persyaratan ekspor ke Tiongkok.

Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya membangun sistem dokumentasi secara konsisten sebelum mengurus registrasi GACC.

Baca juga : Jasa Pengurusan GACC Indonesia & Cara Memilih Penyedia Jasa

Apakah Registrasi GACC Menjamin Produk Pasti Masuk China?

Tidak. Registrasi GACC merupakan salah satu bagian dari persyaratan akses pasar, bukan jaminan bahwa setiap pengiriman pasti lolos tanpa pemeriksaan.

Perusahaan tetap perlu memenuhi ketentuan ekspor Indonesia, dokumen pengiriman, persyaratan karantina, standar produk, serta ketentuan impor Tiongkok yang berlaku pada saat pengiriman.

Selain itu, setiap shipment tetap dapat menghadapi pemeriksaan sesuai ketentuan otoritas terkait.

Karena itu, perusahaan perlu menjaga kepatuhan secara berkelanjutan. Registrasi saja tidak cukup jika perusahaan kemudian mengabaikan mutu, sanitasi, dokumentasi, atau ketertelusuran.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengurus GACC

Beberapa kesalahan dapat muncul ketika perusahaan mengurus registrasi, antara lain:

  1. Tidak mengecek kategori produk terlebih dahulu.
  2. Menggunakan data perusahaan yang tidak konsisten.
  3. Dokumen fasilitas belum lengkap.
  4. Kurang memahami persyaratan karantina.
  5. Sistem ketertelusuran belum rapi.
  6. Data produk tidak sesuai dengan kondisi produksi.
  7. Tidak menyiapkan dokumen pendukung secara sistematis.
  8. Mengabaikan perubahan persyaratan negara tujuan.

Barantin juga pernah mencatat bahwa kurangnya pemahaman terhadap peraturan terbaru dan persyaratan ekspor ke Tiongkok dapat menjadi kendala bagi pelaku usaha.

Karena itu, persiapan sejak awal dapat membantu perusahaan mengurangi risiko kesalahan administratif maupun teknis.

GACC dan Peluang Ekspor Perusahaan Indonesia ke China

Tiongkok tetap menjadi salah satu pasar penting bagi berbagai komoditas Indonesia. Barantin mencatat nilai ekspor komoditas yang wajib melalui tindakan karantina ke Tiongkok mencapai sekitar Rp105 triliun sepanjang 2025 hingga 2026. Komoditas tersebut antara lain kelapa sawit dan turunannya, kepiting bakau, kelapa, cumi-cumi, serta komoditas lainnya.

Angka tersebut menunjukkan besarnya aktivitas perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok. Namun, peluang tersebut berjalan bersama tuntutan kepatuhan terhadap standar negara tujuan.

Karena itu, perusahaan yang ingin membangun pasar ekspor China sebaiknya memandang registrasi GACC sebagai bagian dari kesiapan ekspor secara menyeluruh.

Cara daftar GACC untuk perusahaan Indonesia

Cara daftar GACC untuk perusahaan Indonesia yang ingin ekspor perlu mengikuti jenis komoditas, karakter fasilitas, serta jalur registrasi yang berlaku. Secara umum, perusahaan perlu menentukan kategori produk, mengecek kewajiban registrasi, menyiapkan legalitas dan dokumen fasilitas, memenuhi persyaratan karantina jika berlaku, kemudian mengajukan registrasi melalui jalur yang sesuai.

Selanjutnya, GACC melakukan review terhadap pengajuan. Perusahaan perlu siap melakukan perbaikan apabila terdapat permintaan tambahan. Setelah persetujuan, perusahaan memperoleh nomor registrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, proses tersebut tidak berhenti pada nomor registrasi. Perusahaan tetap perlu menjaga kualitas, keamanan produk, sanitasi, dokumentasi, serta ketertelusuran agar kegiatan ekspor ke Tiongkok dapat berjalan sesuai ketentuan.

Konsultasikan Pengurusan GACC Anda Sekarang

Santsanisy