Bagi perusahaan Indonesia yang ingin mengekspor produk makanan ke China, registrasi GACC menjadi salah satu tahapan penting yang perlu mendapat perhatian. GACC merupakan singkatan dari General Administration of Customs of China atau otoritas kepabeanan China. Melalui sistem registrasi ini, perusahaan luar negeri yang memproduksi, mengolah, atau menyimpan makanan tertentu untuk ekspor ke China perlu memenuhi ketentuan registrasi yang berlaku.
Selain itu, sejak 1 Juni 2026, China menerapkan ketentuan baru melalui GACC Order No. 280 tentang registrasi perusahaan luar negeri untuk makanan impor. Karena itu, perusahaan Indonesia perlu menyesuaikan checklist dokumen dengan kategori produk dan jalur registrasinya.
Lantas, dokumen apa saja yang perlu perusahaan Indonesia siapkan? Berikut panduan lengkap yang dapat membantu Anda menyiapkan berkas registrasi secara lebih terstruktur.
Baca juga : SOP Proses GACC di Indonesia Panduan Lengkap
Apa Itu Registrasi GACC?
Registrasi GACC merupakan proses pencatatan dan persetujuan bagi perusahaan luar negeri yang menghasilkan, mengolah, atau menyimpan produk makanan untuk pasar China. GACC mengelola proses tersebut melalui sistem China Import Food Enterprises Registration atau CIFER.
Perusahaan dapat mengakses sistem registrasi melalui portal resmi CIFER. Sistem tersebut menyediakan fitur untuk pengajuan, perubahan data, perpanjangan, serta berbagai layanan terkait registrasi perusahaan makanan luar negeri.
Namun, tidak semua perusahaan membutuhkan jalur pengajuan yang sama. GACC membagi kategori makanan tertentu yang memerlukan rekomendasi otoritas berwenang dari negara asal. Sementara itu, kategori lain dapat mengikuti jalur pengajuan langsung oleh perusahaan melalui sistem.
Karena itu, langkah pertama sebaiknya bukan langsung mengunggah dokumen. Perusahaan perlu memastikan kategori produk terlebih dahulu.
Baca juga : Apa Itu GACC dan Mengapa Diperlukan untuk Ekspor ke China?
Checklist Dokumen GACC Indonesia

Berikut checklist umum yang perlu perusahaan Indonesia persiapkan sebelum registrasi.
1. Data Identitas Perusahaan
Dokumen pertama berkaitan dengan identitas legal perusahaan. Informasi tersebut harus konsisten antara dokumen perusahaan, data CIFER, serta dokumen ekspor.
Persiapkan antara lain:
- Nama resmi perusahaan.
- Alamat lengkap lokasi produksi.
- Negara asal, yaitu Indonesia.
- Nama badan usaha.
- Nama direktur atau perwakilan resmi.
- Nama kontak perusahaan.
- Nomor telepon.
- Email aktif.
- Nomor registrasi atau izin usaha yang relevan.
- Nomor registrasi yang berasal dari otoritas Indonesia, jika kategori produk memerlukannya.
GACC meminta informasi perusahaan seperti nama, negara, alamat tempat produksi, perwakilan legal, kontak, nomor registrasi dari otoritas negara asal, serta kategori makanan yang perusahaan ajukan.
Karena itu, pastikan setiap data menggunakan penulisan yang konsisten.
Baca juga : Syarat GACC di Indonesia Dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi
2. Dokumen Legalitas Perusahaan
Perusahaan perlu menyiapkan bukti bahwa perusahaan memang berdiri secara legal dan memperoleh izin dari otoritas Indonesia.
Dokumen dapat mencakup:
- NIB.
- Izin atau dokumen legal usaha yang relevan.
- Sertifikat atau izin produksi sesuai jenis produk.
- Dokumen registrasi perusahaan dari instansi terkait.
- Dokumen lain yang menunjukkan status legal fasilitas produksi.
GACC menetapkan bahwa perusahaan luar negeri harus memperoleh persetujuan pendirian dari otoritas negara asal serta berada dalam pengawasan otoritas tersebut.
Dengan demikian, dokumen legalitas bukan sekadar formalitas. Data tersebut membantu menunjukkan bahwa perusahaan memang memiliki dasar legal untuk menjalankan kegiatan produksi dan ekspor.
Baca juga : Tahapan Proses Registrasi GACC di Indonesia sampai Selesai
3. Sertifikat atau Izin Produksi
Selanjutnya, siapkan dokumen yang berkaitan langsung dengan kegiatan produksi.
Contohnya:
- Sertifikat produksi pangan.
- Izin fasilitas produksi.
- Sertifikat dari otoritas terkait.
- Nomor registrasi fasilitas.
- Sertifikasi keamanan pangan yang perusahaan miliki.
Jenis dokumen dapat berbeda sesuai kategori produk. Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya tidak memakai satu checklist untuk semua jenis makanan.
Manual sistem GACC juga menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengunggah dokumen pendukung tertentu, termasuk lisensi produksi yang otoritas negara atau wilayah asal keluarkan.
Baca juga : Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia yang Ingin Ekspor
4. Dokumen Sistem Keamanan dan Higiene Pangan
Bagian ini sangat penting karena GACC menilai kemampuan perusahaan dalam menjaga keamanan makanan.
Persiapkan dokumen yang menggambarkan sistem keamanan pangan perusahaan, misalnya:
- HACCP.
- Analisis bahaya.
- HACCP Plan.
- Monitoring record.
- Corrective action record.
- Verification record.
- Prosedur sanitasi.
- Prosedur pengendalian hama.
- Prosedur kebersihan fasilitas.
- Prosedur pengendalian bahan baku.
- Prosedur pengendalian produk jadi.
Tidak semua dokumen tersebut selalu menjadi persyaratan wajib untuk setiap kategori. Namun, perusahaan sebaiknya memiliki dokumentasi sistem keamanan pangan yang memadai karena GACC dapat melakukan evaluasi melalui pemeriksaan dokumen, pemeriksaan video, atau pemeriksaan lapangan.
Baca juga : Berapa Lama Proses GACC? Estimasi Waktu Registrasi
5. Informasi Proses Produksi
Berikutnya, perusahaan perlu menyiapkan penjelasan mengenai proses produksi.
Dokumen atau informasi tersebut dapat mencakup:
- Diagram alur produksi.
- Tahapan penerimaan bahan baku.
- Proses pengolahan.
- Pengendalian suhu.
- Proses pengemasan.
- Penyimpanan.
- Pengendalian kualitas.
- Pengiriman produk.
Tujuannya adalah memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana perusahaan menjaga keamanan produk sejak bahan baku masuk sampai produk siap ekspor.
Manual registrasi GACC juga mencantumkan deskripsi khusus mengenai proses produksi atau pengolahan sebagai bagian dari informasi pendukung pada sistem.
Baca juga : Biaya GACC Indonesia Komponen Biaya Registrasi
6. Informasi Produk
Perusahaan juga perlu menyiapkan data produk secara detail.
Checklist dapat mencakup:
- Nama produk.
- Kategori produk.
- Komposisi.
- Bahan baku.
- Fungsi produk.
- Proses pengolahan.
- Jenis kemasan.
- Ukuran kemasan.
- Masa simpan.
- Kondisi penyimpanan.
- HS Code jika relevan.
- Foto produk.
Pastikan informasi produk konsisten dengan dokumen komersial dan data ekspor. Perbedaan informasi dapat menimbulkan pertanyaan saat proses pemeriksaan.
Selain itu, sistem resmi GACC menyediakan fitur pencarian kategori produk dan informasi terkait kategori yang dapat perusahaan gunakan sebelum mengajukan registrasi.
Baca juga : Kendala dalam Proses GACC dan Cara Mengatasinya
7. Surat Pernyataan Perusahaan
Perusahaan juga perlu menyiapkan declaration atau pernyataan bahwa perusahaan memenuhi ketentuan registrasi.
Pernyataan tersebut berkaitan dengan komitmen perusahaan terhadap:
- Kepatuhan terhadap aturan keamanan pangan.
- Kebenaran data.
- Legalitas kegiatan produksi.
- Pemenuhan standar yang berlaku.
- Konsistensi informasi yang perusahaan ajukan.
GACC mencantumkan pernyataan komitmen perusahaan sebagai salah satu dokumen utama dalam pengajuan registrasi.
Baca juga : GACC untuk Produk Indonesia yang Perlu Diperhatikan
8. Dokumen Rekomendasi Otoritas Indonesia
Untuk kategori produk yang masuk daftar wajib rekomendasi, perusahaan membutuhkan keterlibatan otoritas berwenang dari Indonesia.
Per 2026, daftar kategori yang memerlukan rekomendasi mencakup antara lain:
- Daging dan produk daging.
- Produk sarang burung walet.
- Produk lebah.
- Telur dan produk telur.
- Minyak dan lemak pangan.
- Produk tepung atau makanan berisi.
- Serealia.
- Produk tepung serealia dan malt.
- Sayuran dehidrasi.
- Produk bumbu.
- Kacang dan biji-bijian.
- Buah kering.
- Makanan khusus.
- Makanan kesehatan.
- Produk susu.
- Produk perairan.
Daftar tersebut dapat berubah mengikuti kebijakan dan pengelolaan risiko GACC.
Untuk kategori dalam daftar tersebut, prosesnya tidak cukup hanya dengan menyiapkan dokumen internal perusahaan. Otoritas Indonesia perlu menjalankan proses pemeriksaan dan rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga : Jasa Pengurusan GACC Indonesia & Cara Memilih Penyedia Jasa
Apakah Semua Dokumen Harus Berbahasa China?
Tidak selalu. Berdasarkan ketentuan GACC yang berlaku mulai 2026, dokumen pengajuan dapat menggunakan bahasa China atau bahasa Inggris.
Namun, perusahaan tetap perlu memastikan setiap dokumen memiliki informasi yang jelas dan konsisten. Jika dokumen asli menggunakan bahasa Indonesia, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan terjemahan sesuai jenis dokumen dan proses pengajuan.
Karena itu, sebelum menerjemahkan seluruh dokumen, lakukan pemeriksaan checklist terlebih dahulu. Langkah ini dapat mengurangi pekerjaan yang tidak perlu.
Checklist Sebelum Upload ke Sistem GACC
Sebelum mengunggah dokumen, lakukan pemeriksaan berikut:
Data perusahaan
- Nama perusahaan konsisten.
- Alamat fasilitas produksi benar.
- Kontak aktif.
- Nomor legalitas sesuai dokumen.
Dokumen legalitas
- NIB tersedia.
- Izin produksi tersedia.
- Sertifikat fasilitas tersedia jika relevan.
- Dokumen otoritas masih berlaku.
Dokumen produk
- Nama produk konsisten.
- Kategori produk sesuai.
- Komposisi tersedia.
- Informasi proses produksi lengkap.
- Foto produk tersedia jika diperlukan.
Sistem keamanan pangan
- HACCP tersedia jika relevan.
- Analisis bahaya tersedia.
- Monitoring record tersedia.
- Corrective action record tersedia.
- Verification record tersedia.
Dokumen registrasi
- Form aplikasi lengkap.
- Declaration tersedia.
- Dokumen rekomendasi tersedia untuk kategori yang memerlukannya.
- File dapat terbaca dengan jelas.
- Informasi antar-dokumen konsisten.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Pertama, jangan menentukan kategori produk secara sembarangan. Kategori GACC dapat memengaruhi jalur registrasi serta dokumen yang perlu perusahaan siapkan.
Kedua, jangan memasukkan nama perusahaan dengan format berbeda pada beberapa dokumen. Perbedaan kecil pada nama, alamat, atau nomor registrasi dapat menimbulkan kebutuhan klarifikasi.
Ketiga, jangan mengunggah dokumen yang sudah tidak berlaku jika GACC atau otoritas Indonesia meminta dokumen aktif.
Selanjutnya, jangan mengabaikan proses pemeriksaan. GACC dapat melakukan pemeriksaan dokumen, video, maupun pemeriksaan lapangan berdasarkan tingkat risiko.
Cara Mengecek Status Registrasi GACC
Setelah perusahaan memperoleh registrasi, informasi registrasi dapat perusahaan cek melalui sistem resmi GACC. Database tersebut menyediakan informasi seperti nama perusahaan, negara atau wilayah, kategori produk, nomor registrasi China, nomor registrasi negara asal, alamat, tanggal registrasi, masa berlaku, serta status registrasi.
Selain itu, GACC menyatakan bahwa registrasi perusahaan memiliki masa berlaku lima tahun berdasarkan ketentuan baru yang berlaku sejak 1 Juni 2026.
Karena itu, perusahaan perlu mencatat masa berlaku registrasi dan memantau perubahan data perusahaan secara berkala.
GACC Indonesia Checklist untuk Persiapan Ekspor ke China
Pada dasarnya, persiapan GACC membutuhkan lebih dari sekadar mengisi formulir online. Perusahaan perlu memastikan legalitas, fasilitas produksi, keamanan pangan, informasi produk, serta dokumen pendukung sudah selaras.
Selain itu, jalur registrasi juga bergantung pada kategori produk. Untuk kategori tertentu, perusahaan membutuhkan rekomendasi otoritas Indonesia. Sementara itu, kategori lain dapat mengikuti pengajuan langsung melalui sistem GACC.
Karena itu, pemeriksaan dokumen sejak awal dapat membantu perusahaan mengurangi kesalahan administrasi dan memperlancar proses registrasi.
Jika Anda sedang mempersiapkan Dokumen GACC Indonesia Checklist Lengkap untuk Registrasi, konsultasi terlebih dahulu dapat membantu Anda mengetahui dokumen apa saja yang sesuai dengan kategori produk dan kebutuhan perusahaan Anda.
Konsultasikan Pengurusan GACC Anda Sekarang