SOP Proses GACC di Indonesia Panduan Lengkap

Santsanisy

Updated on:

SOP Proses GACC di Indonesia Panduan Lengkap
Direktur Utama Jangkar Groups

Bagi perusahaan Indonesia yang ingin mengekspor produk makanan ke China, memahami SOP proses GACC menjadi langkah penting. GACC merupakan singkatan dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China atau administrasi kepabeanan China. Lembaga ini mempunyai kewenangan dalam berbagai urusan kepabeanan, termasuk pengawasan keamanan pangan impor.

Karena itu, perusahaan Indonesia yang ingin memasukkan produk pangan ke pasar China perlu memperhatikan persyaratan registrasi, dokumen, kategori produk, standar keamanan pangan, serta prosedur ekspor yang berlaku.

Selain itu, proses GACC tidak hanya berkaitan dengan pengisian formulir. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa fasilitas produksi, sistem keamanan pangan, legalitas usaha, dan informasi produk sesuai dengan ketentuan China.

Artikel ini membahas SOP proses GACC di Indonesia secara lengkap agar perusahaan dapat memahami alur persiapannya sejak awal.

Baca juga : Apa Itu GACC dan Mengapa Diperlukan untuk Ekspor ke China?

Apa Itu GACC?

GACC atau General Administration of Customs of the People’s Republic of China merupakan otoritas kepabeanan China. Dalam perdagangan pangan internasional, GACC mempunyai peran penting dalam pengawasan keamanan pangan yang masuk ke wilayah China.

GACC mengatur registrasi perusahaan luar negeri yang memproduksi, mengolah, atau menyimpan pangan untuk ekspor ke China. Selain itu, GACC juga mengatur proses evaluasi, pemeriksaan, registrasi, pengawasan, perubahan data, serta keberlanjutan registrasi perusahaan.

Saat ini, proses registrasi perusahaan pangan luar negeri mengacu pada ketentuan GACC yang berlaku mulai 1 Juni 2026. Regulasi terbaru tersebut menggantikan aturan sebelumnya, yaitu GACC Decree No. 248.

Dengan demikian, perusahaan Indonesia sebaiknya tidak hanya mengandalkan panduan lama ketika mempersiapkan registrasi.

Baca juga : Syarat GACC di Indonesia Dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi

Siapa yang Perlu Mengikuti Proses GACC?

Siapa yang Perlu Mengikuti Proses GACC

Pada prinsipnya, perusahaan luar negeri yang memproduksi, mengolah, atau menyimpan pangan untuk ekspor ke China masuk dalam ruang lingkup registrasi GACC.

Namun, perusahaan perlu membedakan antara:

  1. Produsen atau fasilitas pangan.
  2. Eksportir atau trader.
  3. Agen atau perwakilan.
  4. Importir yang berada di China.

Perbedaan tersebut penting karena setiap pihak mempunyai kewajiban masing-masing.

GACC mengatur registrasi perusahaan produksi pangan luar negeri. Sementara itu, eksportir atau agen pangan luar negeri mempunyai mekanisme pencatatan tersendiri. Importir pangan yang berada di China juga mempunyai kewajiban administratif dalam sistem kepabeanan China.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu menentukan posisi bisnisnya terlebih dahulu sebelum memulai proses.

Baca juga : Dokumen GACC Indonesia Checklist Lengkap untuk Registrasi

SOP Proses GACC di Indonesia

Secara umum, SOP proses GACC dapat perusahaan susun melalui beberapa tahap berikut.

1. Menentukan Jenis Produk yang Akan Ekspor

Tahap pertama yaitu menentukan produk yang akan perusahaan kirim ke China.

Contohnya antara lain:

  1. Kopi.
  2. Produk olahan kelapa.
  3. Rempah-rempah.
  4. Makanan ringan.
  5. Produk hasil perikanan.
  6. Produk olahan daging.
  7. Produk susu.
  8. Produk sarang burung walet.
  9. Produk pangan olahan lainnya.

Setiap kategori dapat mempunyai persyaratan berbeda. Bahkan, beberapa kategori pangan membutuhkan rekomendasi dari otoritas kompeten negara asal.

Karena itu, perusahaan sebaiknya melakukan klasifikasi produk sebelum menyiapkan dokumen registrasi.

Baca juga : Tahapan Proses Registrasi GACC di Indonesia sampai Selesai

2. Memeriksa Akses Pasar China

Selanjutnya, perusahaan perlu memastikan bahwa jenis produk mempunyai akses pasar ke China.

GACC menerapkan pendekatan berbasis risiko terhadap pangan impor. China juga melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan pangan negara asal dan kondisi keamanan pangan produk terkait.

Selain itu, beberapa produk membutuhkan persyaratan khusus sebelum perusahaan dapat melakukan ekspor.

Karena itu, jangan langsung mengajukan registrasi tanpa memeriksa status produk terlebih dahulu.

Baca juga : Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia yang Ingin Ekspor

3. Memastikan Legalitas Perusahaan di Indonesia

Setelah jenis produk jelas, perusahaan perlu memastikan legalitas usaha.

Dokumen yang umum menjadi bagian dari persiapan antara lain:

  1. NIB.
  2. Legalitas badan usaha.
  3. NPWP.
  4. Dokumen izin usaha.
  5. Legalitas fasilitas produksi.
  6. Dokumen keamanan pangan.
  7. Dokumen terkait fasilitas produksi.
  8. Sertifikat atau dokumen pendukung sesuai kategori produk.

Untuk kegiatan ekspor dari Indonesia, perusahaan juga perlu memperhatikan ketentuan kepabeanan Indonesia. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjelaskan bahwa eksportir dan importir memperoleh akses kepabeanan melalui NIB yang berlaku sebagai TDP, API, dan akses kepabeanan.

Dengan demikian, GACC bukan pengganti kewajiban ekspor dari sisi Indonesia.

Baca juga : Berapa Lama Proses GACC? Estimasi Waktu Registrasi

4. Menyiapkan Sistem Keamanan Pangan

Tahap berikutnya berkaitan dengan sistem keamanan pangan.

Perusahaan perlu menunjukkan bahwa fasilitas produksi mempunyai sistem keamanan dan higiene yang memadai. GACC mensyaratkan perusahaan memiliki sistem pengelolaan keamanan dan higiene pangan yang efektif.

Selain itu, fasilitas harus menjalankan kegiatan produksi secara legal pada negara asal dan mampu menjamin bahwa pangan yang ekspor ke China memenuhi ketentuan keamanan pangan China.

Karena itu, perusahaan sebaiknya menyiapkan dokumen mengenai:

  1. Profil fasilitas.
  2. Alur produksi.
  3. Pengendalian bahan baku.
  4. Sistem sanitasi.
  5. Pengendalian hama.
  6. Pengendalian kualitas.
  7. Sistem traceability.
  8. Penyimpanan produk.
  9. Pengemasan.
  10. Pengendalian risiko keamanan pangan.

Dokumen tersebut juga membantu perusahaan ketika GACC membutuhkan informasi tambahan dalam proses evaluasi.

Baca juga : Biaya GACC Indonesia Komponen Biaya Registrasi

5. Menentukan Jalur Registrasi

Salah satu bagian penting dalam SOP GACC yaitu menentukan jalur pengajuan.

Regulasi GACC membagi registrasi perusahaan pangan luar negeri ke dalam mekanisme rekomendasi otoritas kompeten dan mekanisme pengajuan oleh perusahaan.

Untuk kategori tertentu yang masuk daftar produk dengan risiko khusus, perusahaan membutuhkan rekomendasi dari otoritas kompeten negara asal.

Sementara itu, kategori lain dapat mengajukan registrasi secara mandiri atau melalui agen sesuai mekanisme yang berlaku.

Oleh karena itu, klasifikasi produk menjadi tahap yang sangat penting.

Baca juga : Kendala dalam Proses GACC dan Cara Mengatasinya

6. Menyiapkan Data Registrasi

Pada tahap ini, perusahaan perlu mengumpulkan data yang akan masuk ke sistem registrasi.

Informasi tersebut antara lain:

  1. Nama perusahaan.
  2. Negara asal.
  3. Alamat fasilitas produksi.
  4. Nama penanggung jawab.
  5. Informasi kontak.
  6. Nomor registrasi atau izin dari otoritas negara asal.
  7. Jenis pangan.
  8. Informasi fasilitas produksi.

GACC juga dapat meminta dokumen tambahan mengenai sistem keamanan pangan, jenis produksi, serta kapasitas produksi apabila kebutuhan pengawasan memerlukannya.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memastikan seluruh informasi konsisten antara satu dokumen dengan dokumen lainnya.

Baca juga : GACC untuk Produk Indonesia yang Perlu Diperhatikan

7. Mengajukan Registrasi melalui Sistem GACC

Pengajuan registrasi perusahaan pangan luar negeri menggunakan sistem registrasi yang berkaitan dengan administrasi pangan impor GACC.

Panduan resmi GACC menyebutkan bahwa perusahaan dapat melakukan pengajuan melalui sistem registrasi perusahaan produksi pangan luar negeri. Pengajuan juga dapat mengikuti mekanisme rekomendasi otoritas kompeten apabila kategori produk mensyaratkannya.

Untuk beberapa proses, perusahaan dapat menggunakan China International Trade Single Window sebagai jalur layanan.

Karena itu, sebelum pengajuan, perusahaan perlu memastikan akun, data perusahaan, dokumen, dan kategori produk sudah sesuai.

Baca juga : Jasa Pengurusan GACC Indonesia & Cara Memilih Penyedia Jasa

8. Pemeriksaan Administratif

Setelah perusahaan mengirim pengajuan, GACC melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan informasi yang masuk.

Pada tahap ini, GACC dapat:

  1. menerima permohonan;
  2. meminta perbaikan;
  3. meminta informasi tambahan;
  4. atau menolak permohonan apabila persyaratan tidak terpenuhi.

Karena itu, kualitas dokumen sangat penting.

Kesalahan nama perusahaan, alamat fasilitas, klasifikasi produk, nomor izin, maupun informasi kontak dapat menimbulkan kebutuhan koreksi.

9. Evaluasi atau Pemeriksaan Fasilitas

GACC mempunyai kewenangan untuk melakukan evaluasi berdasarkan tingkat risiko produk.

Evaluasi dapat berupa pemeriksaan dokumen, pemeriksaan melalui video, pemeriksaan langsung, atau kombinasi beberapa metode tersebut.

Dengan demikian, perusahaan perlu memastikan bahwa kondisi nyata fasilitas sesuai dengan informasi yang masuk dalam dokumen.

Apabila perusahaan menyampaikan sistem keamanan pangan tertentu, perusahaan juga harus menjalankan sistem tersebut dalam kegiatan operasional.

10. Persetujuan Registrasi

Apabila hasil evaluasi memenuhi ketentuan, GACC memberikan registrasi dan nomor registrasi perusahaan untuk keperluan ekspor ke China.

Sebaliknya, apabila hasil evaluasi belum memenuhi persyaratan, GACC dapat menolak registrasi atau meminta tindakan tertentu sesuai prosedur.

Perusahaan perlu menyimpan informasi registrasi secara baik karena nomor registrasi mempunyai fungsi penting dalam proses ekspor.

Masa Berlaku Registrasi GACC

Menurut ketentuan yang berlaku mulai 1 Juni 2026, registrasi perusahaan pangan luar negeri mempunyai masa berlaku lima tahun.

Namun, perusahaan tetap perlu memperhatikan mekanisme perpanjangan.

Regulasi terbaru juga mengatur bahwa beberapa registrasi dapat memperoleh perpanjangan otomatis selama tidak masuk kondisi pengecualian tertentu. Untuk kategori yang tidak memperoleh perpanjangan otomatis, perusahaan perlu mengajukan perpanjangan dalam periode yang telah ditentukan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya membuat pengingat masa berlaku registrasi jauh sebelum tanggal berakhir.

Apa yang Terjadi Jika Data Perusahaan Berubah?

Perubahan data juga memerlukan perhatian.

Misalnya, perusahaan mengalami perubahan informasi registrasi, alamat, penanggung jawab, atau nomor registrasi dari otoritas negara asal.

Perusahaan perlu mengikuti mekanisme perubahan data yang berlaku.

Namun, perubahan besar seperti perpindahan fasilitas produksi atau perubahan tertentu yang berdampak signifikan terhadap sistem keamanan pangan dapat memerlukan pengajuan registrasi baru.

Oleh karena itu, perusahaan jangan menganggap nomor GACC selalu berlaku tanpa memperhatikan perubahan kondisi fasilitas.

Ketentuan Label dan Nomor Registrasi

Perusahaan yang sudah memperoleh registrasi juga perlu memperhatikan ketentuan pencantuman nomor registrasi.

GACC mensyaratkan perusahaan terdaftar mencantumkan nomor registrasi China atau nomor registrasi yang berasal dari otoritas negara asal sesuai ketentuan yang berlaku pada produk pangan terkait.

Karena itu, sebelum produksi untuk ekspor, perusahaan sebaiknya mengecek desain kemasan dan informasi label.

Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko masalah ketika barang masuk ke China.

Dokumen yang Sebaiknya Disiapkan

Agar proses berjalan lebih terstruktur, perusahaan dapat membuat checklist seperti berikut:

Dokumen/DataFungsi
NIB dan legalitas usahaIdentitas legal perusahaan
NPWPData administrasi perusahaan
Izin fasilitasBukti legalitas kegiatan produksi
Profil perusahaanInformasi dasar perusahaan
Profil fasilitasInformasi lokasi dan fasilitas produksi
Data produkIdentifikasi kategori pangan
Alur produksiPenjelasan proses produksi
Sistem keamanan panganBukti pengendalian risiko
Data kapasitas produksiInformasi kemampuan fasilitas
Data penanggung jawabKontak perusahaan
Dokumen otoritas kompetenUntuk kategori yang membutuhkan rekomendasi
Dokumen pendukung lainMengikuti kebutuhan GACC

Tidak semua dokumen tersebut selalu mempunyai format yang sama untuk setiap kategori. Oleh sebab itu, perusahaan perlu menyesuaikan checklist dengan jenis produk.

Berapa Lama Proses GACC?

Tidak ada satu angka waktu yang berlaku untuk seluruh perusahaan.

Durasi proses dapat berbeda karena kategori produk, jalur registrasi, kelengkapan dokumen, kebutuhan pemeriksaan, serta hasil evaluasi.

GACC sendiri menyatakan bahwa pemeriksaan dapat melibatkan pemeriksaan dokumen, video, maupun pemeriksaan lapangan berdasarkan analisis risiko dan kebutuhan aktual.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak menjadikan satu estimasi waktu sebagai jaminan.

Persiapan dokumen secara lengkap sejak awal dapat membantu mengurangi potensi penundaan akibat koreksi administratif.

Perbedaan GACC dengan Registrasi Kepabeanan Indonesia

GACC dan registrasi kepabeanan Indonesia mempunyai fungsi berbeda.

GACC berkaitan dengan persyaratan China, terutama untuk keamanan dan akses pangan impor. Sementara itu, registrasi kepabeanan Indonesia berkaitan dengan akses perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepabeanan di Indonesia.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjelaskan bahwa registrasi kepabeanan untuk eksportir dan importir terhubung dengan NIB serta sistem kepabeanan Indonesia.

Jadi, perusahaan yang ingin ekspor pangan ke China perlu memperhatikan kedua sisi tersebut.

Mengapa SOP GACC Penting bagi Eksportir Indonesia?

SOP membantu perusahaan mempunyai urutan kerja yang jelas.

Pertama, perusahaan dapat mengetahui kategori produk. Kemudian, perusahaan dapat memeriksa akses pasar dan persyaratan China. Setelah itu, perusahaan menyiapkan legalitas, dokumen fasilitas, sistem keamanan pangan, serta data produk.

Selanjutnya, perusahaan memilih jalur registrasi yang sesuai. Setelah pengajuan, perusahaan mengikuti pemeriksaan dan evaluasi sampai memperoleh nomor registrasi.

Dengan alur tersebut, perusahaan dapat mengurangi pekerjaan berulang serta meminimalkan kesalahan administratif.

Jasa Konsultasi SOP Proses GACC di Indonesia

Proses GACC membutuhkan perhatian pada banyak aspek, mulai dari klasifikasi produk, legalitas perusahaan, dokumen fasilitas, sistem keamanan pangan, data registrasi, sampai proses pengajuan.

Bagi perusahaan Indonesia yang baru pertama kali mempersiapkan ekspor pangan ke China, pemahaman terhadap alur tersebut sangat penting.

Kami menyediakan konsultasi SOP proses GACC di Indonesia untuk membantu perusahaan memahami tahapan persiapan, kebutuhan dokumen, klasifikasi proses, serta langkah pengajuan sesuai informasi dan ketentuan yang berlaku.

Konsultasi dapat menjadi langkah awal sebelum perusahaan memulai proses registrasi. Dengan demikian, perusahaan dapat memetakan kebutuhan administrasi dan menyiapkan dokumen secara lebih terarah.

Konsultasikan Pengurusan GACC Anda Sekarang

Santsanisy