Kendala dalam Proses GACC dan Cara Mengatasinya

Santsanisy

Kendala dalam Proses GACC dan Cara Mengatasinya
Direktur Utama Jangkar Groups

Bagi perusahaan yang ingin mengekspor produk makanan ke China, proses GACC menjadi salah satu tahap penting yang perlu mendapat perhatian serius. GACC merupakan singkatan dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China atau otoritas kepabeanan China. Melalui sistem registrasi ini, perusahaan luar negeri tertentu perlu memiliki registrasi agar produk pangan mereka dapat masuk ke pasar China sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, proses GACC tidak selalu berjalan lancar. Banyak perusahaan menghadapi kendala mulai dari persiapan dokumen, pemilihan kategori produk, pengisian data, sampai proses evaluasi. Selain itu, perubahan regulasi juga dapat membuat perusahaan perlu menyesuaikan prosedur dan dokumen yang mereka gunakan.

Karena itu, memahami kendala GACC sejak awal akan membantu perusahaan menyiapkan proses secara lebih terarah. Dengan persiapan yang tepat, risiko kesalahan administrasi dan keterlambatan dapat diminimalkan.

Baca juga : SOP Proses GACC di Indonesia Panduan Lengkap

Apa Itu GACC dan Mengapa Registrasinya Penting?

GACC merupakan otoritas China yang menangani berbagai urusan kepabeanan, termasuk pengawasan terhadap produk pangan impor. Untuk perusahaan luar negeri yang memproduksi, mengolah, atau menyimpan makanan untuk ekspor ke China, registrasi GACC menjadi bagian penting dari kepatuhan ekspor.

Aturan terbaru China mengenai registrasi perusahaan pangan luar negeri tercantum dalam General Administration of Customs Order No. 280. Aturan tersebut mulai berlaku pada 1 Juni 2026. GACC menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk menentukan kategori produk, metode registrasi, dokumen, serta proses evaluasi.

Selanjutnya, perusahaan yang berhasil memperoleh registrasi akan mendapatkan nomor registrasi untuk China. Nomor tersebut juga memiliki masa berlaku. Berdasarkan aturan terbaru, masa berlaku registrasi mencapai lima tahun dan perusahaan perlu memperhatikan proses perpanjangan sebelum masa berlaku berakhir.

Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya tidak menganggap GACC hanya sebagai proses pengisian formulir. GACC berkaitan dengan kesiapan perusahaan dalam memenuhi persyaratan keamanan pangan dan administrasi ekspor.

Baca juga : Apa Itu GACC dan Mengapa Diperlukan untuk Ekspor ke China?

1. Kesalahan Menentukan Kategori Produk

Salah satu kendala yang cukup penting muncul ketika perusahaan keliru menentukan kategori produk. Setiap produk mempunyai karakteristik, bahan baku, proses produksi, serta risiko keamanan pangan yang berbeda.

GACC menerapkan mekanisme registrasi berdasarkan kategori dan tingkat risiko. Sejumlah kategori pangan memerlukan rekomendasi dari otoritas kompeten negara asal. Daftar tersebut mencakup antara lain daging dan produk daging, produk akuatik, produk susu, produk telur, minyak dan lemak pangan, biji-bijian, sayuran kering, kacang serta biji-bijian, buah kering, makanan untuk kebutuhan diet khusus, dan makanan kesehatan.

Karena itu, perusahaan perlu mencocokkan produk dengan kategori yang tepat sebelum memulai proses.

Cara Mengatasinya

Pertama, identifikasi jenis produk secara spesifik. Kemudian periksa bahan utama, proses produksi, bentuk produk, serta kode HS yang relevan.

Selanjutnya, cocokkan informasi tersebut dengan kategori yang tersedia dalam sistem registrasi GACC. Jangan hanya mengandalkan nama komersial produk karena nama tersebut belum tentu mencerminkan kategori regulasinya.

Baca juga : Syarat GACC di Indonesia Dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi

2. Dokumen Perusahaan Tidak Lengkap

Kendala berikutnya berkaitan dengan dokumen. GACC membutuhkan informasi mengenai nama perusahaan, negara asal, alamat fasilitas produksi, perwakilan atau pihak yang bertanggung jawab, kontak, nomor registrasi dari otoritas negara asal, serta kategori pangan yang hendak diekspor.

Kesalahan kecil seperti perbedaan nama perusahaan antara satu dokumen dengan dokumen lain dapat menimbulkan masalah saat pemeriksaan data.

Selain itu, dokumen yang tidak lengkap dapat membuat proses administrasi berjalan lebih lama karena perusahaan perlu melakukan koreksi atau melengkapi informasi.

Cara Mengatasinya

Buat checklist dokumen sebelum proses registrasi. Pastikan nama badan usaha, alamat fasilitas, nomor izin, data kontak, dan informasi produk konsisten.

Kemudian lakukan pemeriksaan silang antara dokumen legal perusahaan, dokumen produksi, dokumen keamanan pangan, dan data yang akan masuk ke sistem GACC.

Baca juga : Dokumen GACC Indonesia Checklist Lengkap untuk Registrasi

3. Data Online Tidak Sesuai dengan Dokumen

Selain kelengkapan dokumen, konsistensi data menjadi faktor penting. Perusahaan sering mengalami kendala ketika informasi dalam formulir online berbeda dengan dokumen pendukung.

Sebagai contoh, nama perusahaan pada formulir dapat berbeda dengan nama pada sertifikat resmi. Begitu juga alamat fasilitas produksi, nomor registrasi perusahaan, atau kategori produk.

GACC meminta perusahaan bertanggung jawab atas kebenaran, kelengkapan, dan legalitas informasi yang mereka ajukan.

Cara Mengatasinya

Sebelum melakukan submit, lakukan audit internal terhadap seluruh data. Gunakan satu sumber data utama agar setiap dokumen memiliki informasi yang sama.

Selain itu, simpan salinan setiap formulir dan dokumen yang masuk ke sistem. Langkah ini akan membantu ketika perusahaan perlu melakukan koreksi atau menanggapi permintaan informasi tambahan.

Baca juga : Tahapan Proses Registrasi GACC di Indonesia sampai Selesai

4. Kendala Bahasa dan Istilah Teknis

Bahasa juga dapat menjadi tantangan. Proses GACC melibatkan istilah teknis mengenai pangan, produksi, keamanan pangan, kepabeanan, serta administrasi perusahaan.

Kesalahan menerjemahkan nama produk atau informasi teknis dapat menimbulkan perbedaan makna. Karena itu, perusahaan perlu memberikan perhatian khusus pada dokumen yang menggunakan bahasa Inggris atau Mandarin.

Aturan terbaru GACC menyebutkan bahwa materi aplikasi registrasi dapat menggunakan bahasa Mandarin atau bahasa Inggris.

Cara Mengatasinya

Gunakan penerjemah yang memahami istilah perdagangan internasional dan regulasi pangan. Jangan sekadar menerjemahkan secara harfiah.

Untuk nama produk, bahan baku, proses produksi, dan informasi teknis, gunakan istilah yang konsisten pada seluruh dokumen. Dengan demikian, pihak yang memeriksa dokumen dapat memahami informasi secara lebih jelas.

Baca juga : Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia yang Ingin Ekspor

5. Perusahaan Belum Siap Menghadapi Evaluasi

GACC dapat melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang mengajukan registrasi. Bentuk evaluasi dapat berupa pemeriksaan dokumen, pemeriksaan melalui video, pemeriksaan langsung, atau kombinasi beberapa metode tersebut.

Situasi tersebut membuat perusahaan perlu mempersiapkan kondisi nyata di fasilitas produksi, bukan hanya dokumen.

Misalnya, perusahaan perlu memahami prosedur kebersihan, pengendalian keamanan pangan, pencatatan produksi, pengawasan bahan baku, serta sistem pengendalian risiko.

Cara Mengatasinya

Lakukan audit internal sebelum menghadapi evaluasi. Periksa apakah prosedur perusahaan benar-benar berjalan dalam kegiatan sehari-hari.

Selain itu, siapkan personel yang memahami proses produksi dan sistem keamanan pangan. Personel tersebut harus mampu menjelaskan prosedur perusahaan secara konsisten ketika evaluator mengajukan pertanyaan.

Baca juga : Berapa Lama Proses GACC? Estimasi Waktu Registrasi

6. Kesulitan Mengikuti Perubahan Regulasi

Regulasi GACC dapat mengalami perubahan. Bahkan, aturan baru mengenai registrasi perusahaan pangan luar negeri mulai berlaku pada 1 Juni 2026. GACC juga menyebut bahwa daftar kategori dan ketentuan tertentu dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan risiko pangan.

Karena itu, perusahaan yang menggunakan informasi lama berisiko mengikuti prosedur yang sudah tidak sesuai.

Cara Mengatasinya

Perusahaan perlu memantau informasi resmi GACC secara berkala. Selain itu, gunakan sistem registrasi resmi dan periksa pengumuman terbaru sebelum mengirimkan aplikasi.

GACC juga menyediakan sistem resmi untuk proses aplikasi, perubahan data, perpanjangan, penangguhan, pemulihan, serta beberapa layanan terkait registrasi.

Dengan mengikuti sumber resmi, perusahaan dapat mengurangi risiko memakai informasi dari sumber tidak terpercaya.

Baca juga : Biaya GACC Indonesia Komponen Biaya Registrasi

7. Permintaan Perbaikan atau Informasi Tambahan

Kendala lain dapat muncul ketika GACC meminta perusahaan memberikan klarifikasi atau melakukan perbaikan. Kondisi ini tidak selalu berarti perusahaan gagal. Namun, perusahaan perlu memberikan respons yang tepat dan sesuai dengan permintaan.

Jika perusahaan lambat merespons atau memberikan data yang kembali tidak konsisten, proses dapat menjadi semakin panjang.

Cara Mengatasinya

Catat setiap permintaan atau catatan dari sistem GACC. Kemudian, tentukan dokumen atau informasi yang perlu perusahaan perbaiki.

Setelah itu, lakukan pemeriksaan ulang sebelum mengirimkan respons. Jangan terburu-buru mengubah data tanpa memahami alasan permintaan tersebut.

Baca juga : GACC untuk Produk Indonesia yang Perlu Diperhatikan

8. Kendala Saat Perusahaan Mengalami Perubahan Data

Setelah memperoleh registrasi, perusahaan tetap perlu menjaga data agar selalu sesuai dengan kondisi aktual.

Jika informasi registrasi berubah, perusahaan perlu mengikuti mekanisme perubahan yang berlaku. Untuk perubahan tertentu yang berdampak besar terhadap sistem keamanan pangan, seperti perpindahan lokasi produksi atau perubahan nomor registrasi dari negara asal, GACC dapat meminta perusahaan mengajukan registrasi baru.

Cara Mengatasinya

Perusahaan sebaiknya memiliki sistem monitoring masa berlaku dan perubahan data. Setiap perubahan alamat, struktur perusahaan, nomor izin, fasilitas produksi, atau informasi produk perlu mendapat pemeriksaan sebelum perusahaan melakukan ekspor.

Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga kepatuhan setelah memperoleh registrasi.

Baca juga : Jasa Pengurusan GACC Indonesia & Cara Memilih Penyedia Jasa

Tips Agar Proses GACC Lebih Lancar

Agar proses GACC berjalan lebih terarah, perusahaan dapat menerapkan beberapa langkah berikut:

  1. Identifikasi kategori produk sejak awal.
  2. Cocokkan kategori produk dengan ketentuan GACC terbaru.
  3. Siapkan dokumen perusahaan secara lengkap.
  4. Pastikan seluruh data memiliki informasi yang konsisten.
  5. Periksa nama produk, bahan, proses produksi, dan kode HS.
  6. Gunakan penerjemah yang memahami istilah teknis.
  7. Lakukan audit internal sebelum pengajuan.
  8. Siapkan personel yang memahami sistem keamanan pangan.
  9. Pantau informasi resmi GACC secara berkala.
  10. Simpan seluruh dokumen dan bukti pengajuan.
  11. Pantau status aplikasi melalui sistem resmi.
  12. Segera tangani permintaan koreksi atau informasi tambahan.

GACC juga menyediakan fasilitas untuk mengecek informasi perusahaan pangan luar negeri yang telah memperoleh registrasi. Sistem tersebut menampilkan antara lain kategori produk, negara asal, nomor registrasi, nama perusahaan, alamat fasilitas, tanggal registrasi, masa berlaku, dan status perusahaan.

Kendala dalam proses GACC

Kendala dalam proses GACC dapat muncul dari berbagai sisi, mulai dari kesalahan menentukan kategori produk, dokumen yang kurang lengkap, ketidaksesuaian data, kendala bahasa, hingga kurangnya kesiapan perusahaan menghadapi evaluasi.

Namun, perusahaan dapat mengurangi berbagai risiko tersebut melalui persiapan yang sistematis. Langkah pertama yaitu memahami kategori produk. Selanjutnya, perusahaan perlu memastikan dokumen, data, fasilitas produksi, serta sistem keamanan pangan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pemantauan regulasi menjadi hal penting karena aturan GACC terus berkembang. Perusahaan juga sebaiknya menggunakan sumber resmi GACC ketika mengecek prosedur, status registrasi, maupun informasi perusahaan.

Bagi perusahaan yang masih mengalami kendala dalam proses GACC, konsultasi profesional dapat membantu melakukan pemeriksaan dokumen, pengecekan kategori produk, persiapan data, serta evaluasi kesiapan sebelum pengajuan.

Konsultasikan Pengurusan GACC Anda Sekarang

Santsanisy