Pasar China menawarkan peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia. Produk makanan, hasil pertanian, hasil perikanan, rempah, kopi, produk olahan, hingga berbagai komoditas lain memiliki peluang untuk masuk ke pasar China. Namun, eksportir Indonesia perlu memahami berbagai ketentuan impor yang berlaku di China. Salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian ialah GACC.
GACC merupakan singkatan dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China atau Administrasi Umum Kepabeanan Republik Rakyat China. Lembaga ini memiliki peran penting dalam pengawasan barang impor, termasuk aspek keamanan pangan dan registrasi perusahaan luar negeri yang memproduksi, mengolah, atau menyimpan pangan untuk ekspor ke China.
Karena itu, pelaku usaha Indonesia yang ingin memasuki pasar China perlu memahami GACC sejak tahap persiapan ekspor. Dengan pemahaman yang tepat, perusahaan dapat menyiapkan dokumen, proses registrasi, serta persyaratan produk secara lebih terarah.
Baca juga : SOP Proses GACC di Indonesia Panduan Lengkap
Apa Itu GACC untuk Produk Indonesia?
GACC merupakan otoritas kepabeanan China yang antara lain menangani pengawasan keamanan pangan impor. Dalam konteks ekspor produk Indonesia ke China, GACC memiliki aturan mengenai registrasi perusahaan pangan luar negeri.
Aturan tersebut berlaku bagi perusahaan luar negeri yang memproduksi, mengolah, atau menyimpan pangan untuk ekspor menuju China. Mulai 1 Juni 2026, GACC menerapkan ketentuan baru melalui Decree No. 280 yang menggantikan Decree No. 248 tahun 2021.
Dengan demikian, eksportir Indonesia perlu memperhatikan ketentuan terbaru, bukan hanya mengandalkan informasi lama mengenai GACC 248.
Selain itu, GACC menerapkan pendekatan berbasis risiko. Artinya, jenis produk dan tingkat risiko keamanan pangan dapat memengaruhi mekanisme registrasi serta proses evaluasi perusahaan.
Baca juga : Apa Itu GACC dan Mengapa Diperlukan untuk Ekspor ke China?
Mengapa GACC Penting bagi Eksportir Indonesia?
Pertama, registrasi GACC berkaitan langsung dengan akses produk pangan ke pasar China. Perusahaan yang masuk dalam kategori yang wajib registrasi perlu menyelesaikan proses tersebut sebelum menjalankan ekspor sesuai ketentuan.
Kedua, GACC tidak hanya memperhatikan dokumen administratif. Perusahaan juga perlu memiliki sistem keamanan dan higiene pangan yang memadai. Perusahaan harus mampu menunjukkan bahwa kegiatan produksi atau pengolahan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Ketiga, produk yang masuk China perlu memenuhi standar keamanan pangan nasional China serta persyaratan pemeriksaan dan karantina yang relevan.
Karena itu, persiapan GACC sebaiknya tidak hanya berfokus pada pengisian formulir. Pelaku usaha juga perlu mengevaluasi kesiapan fasilitas, proses produksi, sistem keamanan pangan, serta dokumen perusahaan.
Baca juga : Syarat GACC di Indonesia Dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi
Produk Indonesia Apa Saja yang Perlu Memperhatikan GACC?
Tidak semua produk ekspor memiliki perlakuan yang sama. Ketentuan GACC dapat berbeda berdasarkan jenis produk dan tingkat risiko.
Produk pangan menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Contohnya antara lain produk olahan makanan, hasil perikanan, produk pertanian tertentu, minuman, makanan ringan, bahan pangan, serta produk lain yang masuk dalam ruang lingkup ketentuan pangan impor China.
Namun, eksportir tidak sebaiknya langsung menyimpulkan bahwa satu jenis produk pasti memerlukan mekanisme yang sama dengan produk lain. GACC menentukan pengawasan berdasarkan karakteristik produk, risiko keamanan pangan, serta ketentuan yang berlaku.
Oleh karena itu, pelaku usaha perlu mengecek klasifikasi produk sebelum memulai proses registrasi.
Baca juga : Dokumen GACC Indonesia Checklist Lengkap untuk Registrasi
Perusahaan Indonesia Juga Perlu Memperhatikan Registrasi
Salah satu poin penting dalam ketentuan GACC ialah registrasi perusahaan luar negeri.
GACC menyatakan bahwa perusahaan pangan luar negeri yang melakukan produksi, pengolahan, atau penyimpanan pangan untuk ekspor ke China perlu memperoleh registrasi sesuai ketentuan.
Dalam proses tersebut, perusahaan perlu memenuhi beberapa persyaratan dasar.
- perusahaan harus memperoleh izin pendirian dari otoritas yang berwenang di negara asal serta berada dalam pengawasan otoritas tersebut.
- perusahaan harus memiliki sistem manajemen keamanan dan higiene pangan yang efektif.
- perusahaan harus menjalankan produksi dan ekspor secara legal di negara asal.
- perusahaan juga harus memenuhi persyaratan pemeriksaan dan karantina yang telah disepakati antara GACC dan otoritas negara asal.
Dengan demikian, perusahaan Indonesia perlu menyiapkan kondisi internal sebelum mengajukan registrasi.
Baca juga : Tahapan Proses Registrasi GACC di Indonesia sampai Selesai
Ada Produk yang Memerlukan Rekomendasi Otoritas Negara Asal
Hal lain yang perlu diperhatikan ialah mekanisme registrasi berdasarkan kategori produk.
GACC membagi mekanisme registrasi berdasarkan tingkat risiko. Untuk produk tertentu yang masuk dalam daftar khusus, perusahaan memerlukan rekomendasi dari otoritas kompeten negara asal. Sementara itu, mekanisme lain dapat menggunakan pengajuan langsung oleh perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, eksportir Indonesia perlu mengetahui kategori produk terlebih dahulu.
Jika produk masuk kategori yang membutuhkan rekomendasi, perusahaan perlu berkoordinasi dengan otoritas Indonesia yang memiliki kewenangan terkait produk tersebut. Proses ini tentu berbeda dengan perusahaan yang dapat mengajukan registrasi secara langsung.
Baca juga : Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia yang Ingin Ekspor
Dokumen GACC yang Perlu Dipersiapkan
Persiapan dokumen menjadi bagian penting dalam proses GACC. Berdasarkan panduan resmi GACC, beberapa informasi dan dokumen dapat mencakup identitas perusahaan, informasi registrasi perusahaan, pernyataan kepatuhan, serta informasi mengenai sistem keamanan dan higiene pangan.
Perusahaan juga perlu menyiapkan informasi mengenai kegiatan produksi, jenis produk, kapasitas produksi, dan sistem pengendalian keamanan pangan apabila pihak berwenang memerlukannya.
Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya tidak menunggu sampai proses pengajuan berjalan untuk mencari dokumen. Sebaliknya, buat daftar dokumen sejak awal agar proses persiapan lebih terstruktur.
Selain itu, pastikan seluruh informasi perusahaan konsisten. Nama perusahaan, alamat, fasilitas produksi, jenis produk, kapasitas, serta informasi legal harus memiliki data yang selaras.
Baca juga : Berapa Lama Proses GACC? Estimasi Waktu Registrasi
Perhatikan Label dan Nomor Registrasi
Setelah perusahaan memperoleh registrasi, eksportir juga perlu memperhatikan pencantuman nomor registrasi pada kemasan produk.
Ketentuan GACC menyebutkan bahwa perusahaan pangan luar negeri yang sudah memperoleh registrasi perlu mencantumkan nomor registrasi China atau nomor registrasi yang disetujui oleh otoritas kompeten negara asal pada kemasan pangan yang akan masuk China.
Karena itu, aspek kemasan tidak boleh menjadi urusan terakhir.
Sebelum produksi massal, perusahaan sebaiknya memeriksa desain label, informasi produk, nomor registrasi, serta informasi lain yang berkaitan dengan ketentuan pasar China.
Baca juga : Biaya GACC Indonesia Komponen Biaya Registrasi
Registrasi GACC Memiliki Masa Berlaku
Pelaku usaha juga perlu memperhatikan masa berlaku registrasi.
Berdasarkan ketentuan terbaru GACC, masa berlaku registrasi perusahaan pangan luar negeri mencapai lima tahun. GACC menentukan tanggal mulai dan tanggal berakhir ketika memberikan registrasi kepada perusahaan.
Dengan begitu, perusahaan perlu memiliki sistem pengingat internal agar tidak terlambat mengurus perpanjangan.
Selain itu, perusahaan sebaiknya menjaga konsistensi kondisi fasilitas dan sistem keamanan pangan selama masa registrasi. Perubahan besar pada perusahaan juga perlu mendapat perhatian karena aturan GACC mengatur perubahan data dan status registrasi.
Baca juga : Kendala dalam Proses GACC dan Cara Mengatasinya
Kesalahan yang Perlu Dihindari Eksportir Indonesia
Ada beberapa kesalahan yang sering menjadi perhatian ketika perusahaan menyiapkan ekspor produk ke China.
- perusahaan hanya fokus pada dokumen ekspor umum tanpa memeriksa kebutuhan registrasi GACC.
- perusahaan menggunakan informasi GACC lama tanpa memperhatikan perubahan regulasi. Hal ini menjadi semakin penting karena Decree No. 280 mulai berlaku pada 1 Juni 2026 dan menggantikan aturan sebelumnya.
- perusahaan tidak memeriksa kategori produknya secara tepat.
- informasi antara dokumen perusahaan dan data registrasi tidak konsisten.
- perusahaan kurang memperhatikan sistem keamanan pangan, higiene fasilitas, serta kesiapan proses produksi.
- perusahaan menganggap registrasi GACC sebagai formalitas administratif semata. Padahal, GACC juga dapat melakukan evaluasi terhadap perusahaan berdasarkan tingkat risiko. Evaluasi dapat melibatkan pemeriksaan dokumen, pemeriksaan melalui video, pemeriksaan langsung, atau kombinasi beberapa metode tersebut.
Baca juga : Jasa Pengurusan GACC Indonesia & Cara Memilih Penyedia Jasa
Cara Mempersiapkan GACC untuk Produk Indonesia
Agar proses lebih terarah, eksportir dapat mengikuti beberapa langkah.
- tentukan jenis dan klasifikasi produk yang akan masuk China.
- periksa apakah produk membutuhkan registrasi GACC serta mekanisme registrasi yang berlaku.
- periksa status dan legalitas perusahaan serta fasilitas produksi.
- siapkan dokumen perusahaan dan informasi mengenai sistem keamanan pangan.
- pastikan data produk konsisten antara dokumen, kemasan, dan informasi registrasi.
- jika produk membutuhkan rekomendasi otoritas Indonesia, siapkan koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan.
- lakukan pengajuan melalui sistem yang sesuai. GACC menyediakan sistem registrasi untuk perusahaan pangan luar negeri, dan panduan resmi mencantumkan penggunaan sistem registrasi online untuk pengajuan tertentu.
Terakhir, simpan seluruh data registrasi dan pantau masa berlaku serta kewajiban lanjutan.
GACC Bukan Sekadar Urusan Administrasi
Bagi perusahaan Indonesia yang serius memasuki pasar China, GACC sebaiknya masuk dalam perencanaan ekspor sejak awal.
Persiapan yang baik dapat membantu perusahaan memahami persyaratan produk, dokumen, fasilitas, label, serta proses registrasi. Selain itu, perusahaan dapat mengurangi risiko masalah administratif ketika proses ekspor berjalan.
Namun, setiap produk memiliki karakteristik dan persyaratan yang berbeda. Karena itu, perusahaan perlu melakukan pemeriksaan berdasarkan jenis produk dan jalur ekspor yang akan digunakan.
GACC juga memiliki layanan resmi untuk berbagai urusan kepabeanan dan keamanan pangan impor. Pelaku usaha dapat merujuk pada informasi resmi GACC ketika melakukan pengecekan persyaratan terbaru.
Konsultasikan Pengurusan GACC Anda Sekarang