China menjadi salah satu pasar internasional yang menarik bagi pelaku usaha Indonesia. Jumlah konsumen yang besar, kebutuhan produk impor yang beragam, serta peluang perdagangan yang terus berkembang membuat banyak perusahaan mulai mencari peluang ekspor ke China. Namun, sebelum produk masuk ke pasar China, eksportir perlu memahami berbagai ketentuan yang berlaku.
Salah satu istilah yang sangat penting dalam kegiatan ekspor produk tertentu ke China yaitu GACC. Bagi eksportir makanan, hasil pertanian, produk perikanan, dan berbagai produk lain yang masuk dalam pengawasan keamanan pangan, pemahaman mengenai GACC menjadi bagian penting dari persiapan ekspor.
Lalu, apa itu GACC? Mengapa eksportir perlu memperhatikannya? Bagaimana proses registrasinya? Artikel ini membahasnya secara lengkap agar pelaku usaha Indonesia memiliki gambaran yang lebih jelas.
Baca juga : SOP Proses GACC di Indonesia Panduan Lengkap
Apa Itu GACC?
GACC merupakan singkatan dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China atau Administrasi Umum Kepabeanan Republik Rakyat China. Lembaga ini menjalankan fungsi kepabeanan serta berbagai fungsi pengawasan yang berkaitan dengan keamanan barang yang masuk dan keluar dari wilayah China.
Dalam konteks ekspor makanan ke China, GACC mempunyai peran penting dalam pengawasan perusahaan luar negeri yang memproduksi, mengolah, atau menyimpan produk makanan untuk pasar China.
Karena itu, istilah “registrasi GACC” umumnya mengacu pada proses registrasi perusahaan luar negeri agar perusahaan tersebut tercatat dalam sistem otoritas kepabeanan China sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, GACC bukan sekadar dokumen ekspor biasa. Registrasi tersebut berkaitan dengan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan impor China, khususnya untuk produk yang masuk dalam kategori makanan dan produk tertentu yang mendapat pengawasan.
Baca juga : Syarat GACC di Indonesia Dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi
Mengapa GACC Diperlukan untuk Ekspor ke China?

Pertama, China mempunyai sistem pengawasan keamanan pangan yang cukup ketat. Pemerintah China ingin memastikan produk makanan yang masuk ke wilayahnya memenuhi persyaratan keamanan, sanitasi, serta ketentuan yang berlaku.
Selain itu, GACC menjalankan mekanisme registrasi bagi perusahaan luar negeri yang memproduksi makanan untuk pasar China. Berdasarkan regulasi terbaru, perusahaan produksi makanan luar negeri yang mengekspor makanan ke China wajib mengikuti sistem registrasi yang berlaku. Regulasi tersebut mulai berlaku pada 1 Juni 2026 melalui GACC Order No. 280.
Selanjutnya, registrasi membantu otoritas China mengetahui identitas perusahaan, lokasi produksi, kategori produk, serta status registrasi perusahaan.
Karena itu, eksportir Indonesia yang ingin mengirim produk makanan ke China perlu memeriksa terlebih dahulu apakah produk dan fasilitas usahanya masuk dalam cakupan registrasi GACC.
Baca juga : Dokumen GACC Indonesia Checklist Lengkap untuk Registrasi
Apa Saja Produk yang Berkaitan dengan Registrasi GACC?
Tidak semua jenis barang ekspor otomatis mengikuti mekanisme registrasi GACC untuk makanan. Namun, pelaku usaha perlu memperhatikan kategori produknya secara spesifik.
Regulasi terbaru GACC mencantumkan sejumlah kategori yang memerlukan rekomendasi dari otoritas kompeten negara asal. Kategori tersebut antara lain:
- Daging dan produk daging
- Casing atau selongsong
- Sarang burung walet dan produk olahannya
- Produk madu
- Telur dan produk telur
- Minyak dan lemak pangan
- Produk tepung atau makanan berisi
- Biji-bijian pangan
- Tepung biji-bijian dan malt
- Sayuran kering
- Rempah atau bumbu bubuk
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Buah kering
- Makanan untuk kebutuhan diet khusus
- Makanan kesehatan
- Produk susu
- Produk perikanan
Daftar tersebut mengikuti ketentuan GACC dan dapat mengalami perubahan sesuai evaluasi risiko serta kebijakan otoritas China.
Oleh sebab itu, eksportir sebaiknya tidak hanya mengandalkan nama produk. Pemeriksaan kategori produk dan kode barang juga penting agar proses ekspor mengikuti jalur yang tepat.
Baca juga : Tahapan Proses Registrasi GACC di Indonesia sampai Selesai
Apa Hubungan GACC dengan Perusahaan Indonesia?
Bagi perusahaan Indonesia, GACC menjadi bagian dari persiapan ketika perusahaan ingin mengekspor produk makanan ke China.
Contohnya, sebuah perusahaan Indonesia memproduksi makanan olahan untuk pasar China. Perusahaan tersebut perlu memastikan fasilitas produksinya memenuhi persyaratan negara asal dan ketentuan China. Setelah itu, perusahaan mengikuti mekanisme registrasi sesuai kategori produknya.
Selain itu, perusahaan perlu menjaga konsistensi data antara informasi perusahaan, fasilitas produksi, kategori produk, serta dokumen ekspor.
Hal ini penting karena perbedaan informasi dapat menimbulkan kendala saat proses pemeriksaan atau pengajuan dokumen.
Baca juga : Cara Daftar GACC untuk Perusahaan Indonesia yang Ingin Ekspor
Bagaimana Cara Registrasi GACC?
Secara umum, proses registrasi membutuhkan persiapan data perusahaan dan informasi produk. Namun, jalur registrasi dapat berbeda sesuai kategori produk.
- eksportir perlu mengidentifikasi jenis produk yang akan masuk ke China. Langkah ini penting karena GACC menerapkan mekanisme registrasi berdasarkan kategori dan tingkat risiko.
- perusahaan perlu memastikan status legalitas dan fasilitas produksinya. Perusahaan juga perlu memiliki sistem pengelolaan keamanan serta sanitasi pangan yang memadai.
- perusahaan mengumpulkan data dan dokumen yang sesuai dengan persyaratan registrasi.
- perusahaan mengikuti mekanisme pengajuan melalui sistem yang tersedia. Untuk proses registrasi perusahaan makanan luar negeri, GACC menyediakan sistem registrasi resmi melalui China International Trade Single Window.
- Setelah pengajuan berjalan, perusahaan dapat memantau proses dan tanggapan otoritas melalui sistem tersebut.
- apabila registrasi berhasil, perusahaan memperoleh nomor registrasi China yang dapat berkaitan dengan produk yang mendapat persetujuan untuk ekspor.
Baca juga : Berapa Lama Proses GACC? Estimasi Waktu Registrasi
Apakah Registrasi GACC Berlaku Selamanya?
Tidak. Berdasarkan regulasi terbaru, masa berlaku registrasi perusahaan makanan luar negeri yaitu lima tahun. GACC menentukan tanggal mulai dan tanggal berakhir ketika memberikan registrasi.
Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan masa berlaku registrasi. Jangan sampai perusahaan baru menyadari masa registrasinya hampir habis ketika jadwal ekspor sudah dekat.
Selain itu, perusahaan perlu mengikuti ketentuan perpanjangan sesuai prosedur yang berlaku.
Apa yang Terjadi Jika Perusahaan Tidak Memenuhi Ketentuan GACC?
Ketika produk termasuk kategori yang membutuhkan registrasi, eksportir tidak sebaiknya menganggap registrasi sebagai formalitas administratif semata.
GACC menghubungkan informasi registrasi dengan proses deklarasi impor makanan. Berdasarkan pengumuman GACC tahun 2026, saat melakukan deklarasi impor, pihak terkait perlu mengisi nomor registrasi perusahaan produksi makanan luar negeri pada bagian kualifikasi produk dalam dokumen kepabeanan.
Jika informasi tersebut tidak sesuai, proses deklarasi dapat mengalami kendala.
Selain itu, perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan atau persyaratan impor China dapat menghadapi pemeriksaan, penundaan, penolakan, atau tindakan lain sesuai aturan yang berlaku.
Oleh karena itu, eksportir perlu melakukan persiapan sebelum barang berangkat dari Indonesia.
Baca juga : Biaya GACC Indonesia Komponen Biaya Registrasi
Mengapa Pemeriksaan Kategori Produk Sangat Penting?
Salah satu kesalahan yang sering terjadi yaitu perusahaan langsung mencari cara registrasi tanpa memastikan apakah produknya memang memerlukan registrasi tertentu.
Padahal, GACC menggunakan pendekatan berbasis risiko. Kategori produk, proses produksi, bahan baku, serta faktor keamanan pangan dapat memengaruhi mekanisme registrasi yang berlaku.
Sebagai contoh, daging, produk susu, produk perikanan, madu, dan produk makanan kesehatan mempunyai karakteristik risiko yang berbeda. Karena itu, persyaratan dan mekanisme pengawasannya juga dapat berbeda.
Dengan pemeriksaan awal, perusahaan dapat mengetahui dokumen apa saja yang perlu disiapkan dan jalur pengajuan mana yang relevan.
Baca juga : Kendala dalam Proses GACC dan Cara Mengatasinya
Apa Manfaat Registrasi GACC bagi Eksportir?
Registrasi GACC memberikan kepastian administratif bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan untuk memasuki pasar China.
- perusahaan memiliki status registrasi yang dapat dicek melalui sistem resmi.
- perusahaan dapat menyiapkan proses ekspor secara lebih terstruktur.
- importir China dapat melakukan pengecekan informasi perusahaan melalui sistem registrasi yang tersedia.
- kepatuhan terhadap persyaratan GACC menunjukkan bahwa perusahaan memahami tanggung jawab keamanan pangan dalam perdagangan internasional.
- GACC juga menyediakan fasilitas pencarian data perusahaan yang sudah memperoleh registrasi. Informasi tersebut mencakup nama perusahaan, negara asal, kategori produk, nomor registrasi China, alamat fasilitas, tanggal registrasi, masa berlaku, dan status perusahaan.
Baca juga : GACC untuk Produk Indonesia yang Perlu Diperhatikan
Apa Saja yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengurus GACC?
Sebelum memulai proses, eksportir sebaiknya membuat checklist.
Beberapa informasi penting antara lain:
- Identitas dan legalitas perusahaan.
- Alamat fasilitas produksi.
- Jenis produk yang akan diekspor.
- Kategori produk.
- Informasi bahan baku.
- Proses produksi.
- Sistem keamanan dan sanitasi pangan.
- Informasi kemasan dan pelabelan.
- Dokumen pendukung dari otoritas negara asal jika diperlukan.
- Informasi importir atau mitra bisnis di China.
- Kode HS produk.
- Informasi fasilitas penyimpanan jika produk membutuhkan fasilitas tersebut.
Selanjutnya, perusahaan perlu mencocokkan seluruh data tersebut dengan ketentuan China.
Persiapan yang rapi dapat membantu mengurangi kesalahan administratif. Selain itu, perusahaan dapat lebih cepat mengetahui apabila ada dokumen atau informasi yang masih kurang.
Baca juga : Jasa Pengurusan GACC Indonesia & Cara Memilih Penyedia Jasa
Apakah Semua Eksportir ke China Harus Mengurus GACC?
Tidak tepat jika semua kegiatan ekspor ke China langsung disebut membutuhkan registrasi GACC yang sama.
Istilah GACC sangat luas karena lembaga tersebut menangani berbagai fungsi kepabeanan dan pengawasan. Sementara itu, registrasi perusahaan makanan luar negeri mempunyai aturan dan kategori khusus.
Karena itu, perusahaan perlu melihat jenis produk, tujuan penggunaan, fasilitas produksi, serta aturan impor yang berlaku.
Untuk produk makanan, pemeriksaan terhadap ketentuan registrasi perusahaan luar negeri menjadi sangat penting. Sementara itu, produk non-makanan dapat mengikuti ketentuan impor dan kepabeanan lain sesuai jenis barangnya.
Dengan kata lain, langkah pertama bukan langsung mengajukan registrasi. Langkah pertama yaitu memastikan kewajiban dan jalur regulasi yang tepat.
Perubahan Penting Aturan GACC pada 2026
Eksportir juga perlu memperhatikan perubahan regulasi yang berlaku mulai 1 Juni 2026. GACC Order No. 280 menggantikan aturan sebelumnya, yaitu GACC Order No. 248 tahun 2021.
Aturan baru tersebut menetapkan bahwa perusahaan produksi makanan luar negeri harus memperoleh registrasi GACC sesuai mekanisme yang berlaku. Selain itu, aturan tersebut menetapkan masa registrasi selama lima tahun.
GACC juga menerapkan pengelolaan berdasarkan risiko. Karena itu, perusahaan sebaiknya selalu memeriksa informasi terbaru sebelum melakukan pengajuan.
Pada Maret 2026, GACC juga menerbitkan pengumuman mengenai penerapan aturan baru dan menjelaskan kategori produk yang memerlukan rekomendasi otoritas negara asal serta mekanisme pengajuan melalui sistem registrasi.
Pengurusan GACC
GACC memiliki peran penting dalam pengawasan perdagangan dan keamanan pangan di China. Bagi perusahaan Indonesia yang ingin mengekspor makanan ke China, pemahaman mengenai registrasi GACC menjadi bagian penting dari persiapan ekspor.
Selain itu, perusahaan perlu memastikan kategori produk, dokumen, fasilitas produksi, sistem keamanan pangan, serta informasi perusahaan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terlebih lagi, aturan registrasi mengalami pembaruan pada 2026. Karena itu, eksportir sebaiknya menggunakan informasi resmi dan terbaru ketika menyiapkan proses ekspor.
Konsultasikan Pengurusan GACC Anda Sekarang