Ijazah Jepang Apa Perlu Diterjemahkan untuk Penyetaraan?

Santsanisy

Ijazah Jepang Apa Perlu Diterjemahkan untuk Penyetaraan
Direktur Utama Jangkar Groups

Ijazah Jepang apa perlu diterjemahkan untuk penyetaraan? Pertanyaan ini sering muncul bagi lulusan perguruan tinggi Jepang yang ingin menggunakan ijazahnya untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, atau memenuhi kebutuhan administrasi di Indonesia. Terlebih lagi, banyak ijazah dan transkrip dari universitas Jepang menggunakan bahasa Jepang sehingga pemilik dokumen perlu memahami ketentuan bahasa sebelum memulai proses.

Pada dasarnya, kebutuhan terjemahan tidak hanya bergantung pada negara asal ijazah. Lembaga yang menerima dokumen juga mempunyai peran penting dalam menentukan persyaratan. Karena itu, pemilik ijazah perlu memeriksa tujuan penggunaan dan ketentuan lembaga tujuan terlebih dahulu.

Selain itu, aturan mengenai penyetaraan ijazah luar negeri juga dapat mengikuti kebijakan terbaru. Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2024 menyebut bahwa ijazah atau dokumen hasil belajar dari sistem pendidikan tinggi luar negeri dapat memperoleh pengakuan melalui penyetaraan untuk melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi dalam sistem pendidikan nasional. Regulasi tersebut juga menyebut perguruan tinggi tujuan sebagai pihak yang melakukan penyetaraan sesuai panduan Kementerian.

Dengan demikian, pemilik ijazah Jepang sebaiknya tidak langsung menerjemahkan dokumen tanpa mengetahui persyaratan lembaga tujuan.

Baca juga : Pengurusan Ijazah Luar Negeri Tidak Berbahasa Inggris

Apakah Ijazah Jepang Wajib Diterjemahkan?

Jawabannya tidak selalu.

Ijazah dari universitas Jepang dapat menggunakan bahasa Jepang. Namun, beberapa universitas juga menyediakan dokumen tertentu dalam bahasa Inggris. Karena itu, pemohon perlu memeriksa bentuk dokumen yang mereka miliki.

Selanjutnya, perhatikan lembaga yang akan menerima ijazah. Jika lembaga tersebut menerima dokumen berbahasa Jepang, pemohon mungkin tidak membutuhkan terjemahan. Sebaliknya, jika lembaga meminta dokumen dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, pemohon perlu menyiapkan terjemahan sesuai ketentuan.

Jadi, kebutuhan terjemahan tidak otomatis muncul hanya karena ijazah berasal dari Jepang.

Baca juga : Apakah Ijazah Luar Negeri Wajib Bahasa Inggris?

Apa Hubungan Terjemahan dengan Penyetaraan Ijazah?

Penyetaraan dan terjemahan mempunyai fungsi berbeda.

Terjemahan membantu pihak penerima memahami isi dokumen dalam bahasa yang mereka gunakan. Sementara itu, penyetaraan berkaitan dengan pengakuan kualifikasi pendidikan luar negeri agar dapat memperoleh posisi atau pengakuan sesuai sistem pendidikan yang berlaku.

Karena itu, terjemahan tidak sama dengan penyetaraan.

Sebagai contoh, seorang lulusan universitas Jepang mempunyai ijazah berbahasa Jepang. Ketika ia mengajukan proses penyetaraan untuk kebutuhan tertentu, lembaga tujuan mungkin meminta terjemahan agar petugas dapat memahami informasi akademik pada dokumen.

Namun, hasil terjemahan tidak otomatis menjadi surat keputusan penyetaraan. Pemohon tetap perlu mengikuti mekanisme penyetaraan yang berlaku.

Baca juga : Cara Menerjemahkan Ijazah Luar Negeri Bahasa Asing

Bagaimana Aturan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Saat Ini?

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 50 Tahun 2024 memberikan ketentuan mengenai ijazah dari sistem pendidikan tinggi luar negeri.

Pasal 23 menyatakan bahwa ijazah atau dokumen hasil belajar dari sistem pendidikan tinggi luar negeri dapat memperoleh pengakuan untuk melanjutkan pendidikan melalui penyetaraan. Selanjutnya, perguruan tinggi tujuan melakukan penyetaraan sesuai panduan yang Kementerian sediakan.

Artinya, pemohon yang ingin menggunakan ijazah Jepang untuk melanjutkan pendidikan perlu melihat persyaratan perguruan tinggi tujuan.

Karena itu, informasi lama mengenai prosedur penyetaraan perlu pemohon cek kembali. Aturan pendidikan dapat mengalami perubahan, sehingga pemohon sebaiknya menggunakan ketentuan terbaru sebagai acuan.

Baca juga : Apakah Ijazah Bahasa Arab dari Luar Negeri Harus Diterjemahkan?

Apakah Ijazah Jepang dan Transkrip Nilai Sama-Sama Perlu Terjemahan?

Kebutuhan tersebut bergantung pada persyaratan lembaga.

Transkrip nilai mempunyai informasi penting seperti daftar mata kuliah, nilai, jumlah kredit, serta informasi akademik lain. Karena itu, pihak penerima dapat meminta terjemahan transkrip bersama ijazah.

Misalnya, universitas tujuan meminta ijazah dan transkrip dalam bahasa Indonesia. Dalam kondisi tersebut, pemohon perlu menyiapkan kedua dokumen dalam format yang mereka minta.

Sebaliknya, apabila universitas tujuan menerima dokumen akademik berbahasa Jepang atau menyediakan mekanisme verifikasi sendiri, kebutuhan terjemahan dapat berbeda.

Oleh sebab itu, jangan hanya bertanya apakah ijazah Jepang perlu diterjemahkan. Tanyakan juga apakah transkrip nilai dan dokumen akademik lainnya membutuhkan terjemahan.

Baca juga : Ijazah Bahasa Mandarin dari China Apakah Harus Diterjemahkan?

Kapan Ijazah Jepang Perlu Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia?

Terjemahan bahasa Indonesia dapat menjadi kebutuhan ketika lembaga penerima menggunakan bahasa Indonesia dalam proses administrasinya.

Sebagai contoh, lulusan Jepang ingin menggunakan ijazah untuk mendaftar pendidikan lanjutan di Indonesia. Jika perguruan tinggi tujuan meminta terjemahan bahasa Indonesia, pemohon perlu mengikuti persyaratan tersebut.

Selain itu, kebutuhan terjemahan dapat muncul pada proses administrasi pekerjaan atau profesi tertentu.

Namun, jangan menganggap semua lembaga Indonesia mempunyai persyaratan yang sama. Setiap institusi dapat menetapkan ketentuan dokumen sesuai kebutuhan administrasi mereka.

Karena itu, periksa informasi resmi dari lembaga tujuan sebelum memilih bahasa terjemahan.

Baca juga : Apa Itu Penerjemah Tersumpah untuk Ijazah Luar Negeri?

Kapan Ijazah Jepang Perlu Diterjemahkan ke Bahasa Inggris?

Bahasa Inggris sering muncul pada proses pendidikan internasional. Karena itu, pemilik ijazah Jepang yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri dapat memperoleh permintaan terjemahan bahasa Inggris.

Misalnya, universitas tujuan menggunakan bahasa Inggris dan meminta seluruh dokumen akademik dalam bahasa tersebut. Dalam kondisi ini, pemohon perlu menyiapkan terjemahan bahasa Inggris sesuai format yang universitas minta.

Selain itu, beberapa perusahaan internasional juga dapat meminta dokumen akademik dalam bahasa Inggris.

Namun, kebutuhan tersebut tetap mengikuti instruksi lembaga tujuan. Jadi, pemohon sebaiknya tidak menerjemahkan dokumen ke bahasa Inggris hanya berdasarkan perkiraan.

Baca juga : Terjemahan Ijazah Luar Negeri ke Bahasa Indonesia atau Inggris?

Apakah Harus Menggunakan Penerjemah Tersumpah?

Pertanyaan ini juga penting.

Penerjemah tersumpah dapat menjadi pilihan ketika lembaga penerima meminta terjemahan resmi atau terjemahan tersumpah. Namun, tidak semua proses otomatis membutuhkan penerjemah tersumpah.

Karena itu, pemohon perlu melihat persyaratan lembaga tujuan.

Jika lembaga meminta penerjemah tersumpah, pilih penerjemah yang mampu menangani bahasa Jepang dan bahasa tujuan. Selain kemampuan bahasa, penerjemah juga perlu memahami istilah akademik.

Nama program studi, gelar, nama universitas, dan istilah pendidikan membutuhkan ketelitian. Kesalahan penerjemahan dapat menimbulkan pertanyaan ketika pihak penerima melakukan pemeriksaan.

Baca juga : Dokumen Apa yang Perlu Diterjemahkan Saat Penyetaraan Ijazah?

Dokumen Apa Saja yang Sebaiknya Disiapkan?

Sebelum memulai proses, siapkan beberapa dokumen berikut sesuai kebutuhan:

  1. Ijazah asli dari universitas Jepang.
  2. Transkrip nilai asli.
  3. Paspor atau identitas.
  4. Surat keterangan lulus jika lembaga meminta.
  5. Diploma supplement atau dokumen akademik tambahan jika tersedia.
  6. Terjemahan ijazah jika persyaratan meminta.
  7. Terjemahan transkrip jika persyaratan meminta.
  8. Dokumen pendukung lain sesuai kebutuhan penyetaraan.

Regulasi sebelumnya mengenai penyetaraan juga mencantumkan ijazah dan transkrip sebagai dokumen utama dalam proses penyetaraan.

Namun, pemohon tetap perlu mengikuti ketentuan terbaru dari lembaga yang menangani prosesnya.

Baca juga : Apakah Terjemahan Ijazah Luar Negeri Harus Dilegalisir?

Bagaimana Jika Nama pada Ijazah Jepang Berbeda dengan Paspor?

Perbedaan nama perlu memperoleh perhatian khusus.

Nama pada dokumen Jepang dapat mengikuti format penulisan yang berbeda dengan paspor Indonesia. Selain itu, transliterasi nama Jepang juga dapat menghasilkan bentuk ejaan tertentu.

Karena itu, pemohon sebaiknya memeriksa nama pada ijazah, transkrip, paspor, dan dokumen pendukung lainnya.

Jika terdapat perbedaan yang signifikan, jangan langsung mengubah hasil terjemahan. Konsultasikan terlebih dahulu kepada pihak yang menangani proses agar solusi administratif mengikuti ketentuan yang berlaku.

Baca juga : Cara Urus Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Tidak Berbahasa Inggris

Apakah Terjemahan Saja Sudah Cukup untuk Penyetaraan?

Belum tentu.

Terjemahan hanya menyelesaikan kebutuhan bahasa. Sementara itu, proses penyetaraan dapat membutuhkan pemeriksaan terhadap institusi pendidikan, program studi, jenjang pendidikan, serta dokumen akademik lainnya.

Karena itu, pemohon perlu membedakan tiga hal:

Pertama, terjemahan.
Tahap ini membantu lembaga memahami isi dokumen dalam bahasa yang mereka gunakan.

Kedua, verifikasi atau pemeriksaan dokumen.
Tahap ini berkaitan dengan pengecekan informasi akademik sesuai prosedur lembaga.

Ketiga, penyetaraan.
Tahap ini berkaitan dengan pengakuan kualifikasi pendidikan luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan memahami perbedaan tersebut, pemohon dapat menghindari kesalahan dalam mempersiapkan dokumen.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa pemohon melakukan kesalahan ketika mengurus ijazah Jepang untuk penyetaraan.

  1. mereka langsung menerjemahkan ijazah tanpa membaca persyaratan terbaru.
  2. mereka hanya menerjemahkan ijazah dan melupakan transkrip.
  3. mereka memilih penerjemah tanpa memastikan jenis terjemahan yang lembaga tujuan terima.
  4. mereka tidak memeriksa kesesuaian nama pada seluruh dokumen.
  5. mereka menganggap terjemahan sama dengan penyetaraan.
  6. mereka menggunakan informasi lama tanpa memeriksa perubahan regulasi.
  7. mereka mulai mengurus dokumen terlalu dekat dengan batas waktu pendaftaran.

Oleh karena itu, pemeriksaan persyaratan sejak awal dapat membantu membuat proses lebih terarah.

Tips Mengurus Ijazah Jepang untuk Penyetaraan

Agar proses berjalan lebih lancar, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Tentukan tujuan penggunaan ijazah.
  2. Cari informasi terbaru dari lembaga tujuan.
  3. Periksa apakah lembaga meminta terjemahan.
  4. Tentukan bahasa terjemahan sesuai persyaratan.
  5. Siapkan ijazah dan transkrip.
  6. Periksa kesesuaian nama dan data akademik.
  7. Gunakan penerjemah sesuai ketentuan lembaga.
  8. Periksa kebutuhan dokumen pendukung.
  9. Pastikan proses penyetaraan mengikuti mekanisme terbaru.
  10. Mulai persiapan sebelum batas waktu pengajuan.

Dengan demikian, pemohon dapat mengurangi risiko kekurangan dokumen atau pengulangan proses.

Jasa Konsultasi Ijazah Jepang untuk Penyetaraan

Jadi, ijazah Jepang tidak selalu perlu diterjemahkan untuk penyetaraan. Kebutuhan terjemahan bergantung pada persyaratan lembaga yang menangani proses tersebut.

Jika lembaga meminta dokumen bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, pemohon perlu menyiapkan terjemahan sesuai ketentuan. Sebaliknya, apabila lembaga mempunyai mekanisme pemeriksaan yang menerima dokumen bahasa Jepang, kebutuhan terjemahan dapat berbeda.

Selain itu, pemohon perlu memperhatikan transkrip nilai, dokumen pendukung, verifikasi, serta mekanisme penyetaraan yang berlaku saat ini.

Karena aturan dapat berubah, gunakan informasi terbaru dari lembaga tujuan sebagai acuan utama. Jika Anda masih ragu mengenai kebutuhan terjemahan atau tahapan penyetaraan, konsultasi terlebih dahulu dapat membantu Anda menentukan dokumen yang perlu disiapkan.

Butuh konsultasi apakah ijazah Jepang perlu diterjemahkan untuk penyetaraan? Hubungi PT Jangkar Global Groups untuk membahas kebutuhan dokumen Anda.

Konsultasikan Pengurusan Penyetaraan Ijazah Anda Sekarang

Santsanisy