Apakah Ijazah Bahasa Arab dari Luar Negeri Harus Diterjemahkan?

Santsanisy

Apakah Ijazah Bahasa Arab dari Luar Negeri Harus Diterjemahkan
Direktur Utama Jangkar Groups

Apakah ijazah bahasa Arab dari luar negeri harus diterjemahkan? Pertanyaan ini sering muncul bagi lulusan universitas luar negeri yang memperoleh ijazah menggunakan bahasa Arab. Kondisi tersebut cukup umum, terutama bagi mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan pada perguruan tinggi atau lembaga pendidikan di negara-negara yang menggunakan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa utama.

Ijazah berbahasa Arab dapat memuat berbagai informasi akademik, seperti nama lulusan, nama universitas, program studi, gelar, tanggal kelulusan, nomor dokumen, serta keterangan akademik lainnya. Ketika pemilik ijazah ingin menggunakan dokumen tersebut untuk keperluan di Indonesia atau negara lain, pihak penerima mungkin meminta terjemahan.

Namun, tidak semua ijazah bahasa Arab dari luar negeri otomatis harus diterjemahkan. Kebutuhan terjemahan bergantung pada tujuan penggunaan dan persyaratan lembaga penerima. Karena itu, pemilik ijazah perlu memeriksa ketentuan terlebih dahulu sebelum memilih layanan penerjemahan.

Baca juga : Pengurusan Ijazah Luar Negeri Tidak Berbahasa Inggris

Mengapa Ijazah Bahasa Arab Sering Membutuhkan Terjemahan?

Bahasa dokumen menjadi salah satu faktor penting dalam proses administrasi internasional. Lembaga penerima harus mampu memahami informasi yang terdapat pada ijazah agar mereka dapat melakukan pemeriksaan secara tepat.

Sebagai contoh, seorang lulusan perguruan tinggi di Arab Saudi mempunyai ijazah berbahasa Arab. Kemudian, ia ingin menggunakan ijazah tersebut untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan pada lembaga yang menggunakan bahasa Indonesia.

Pihak lembaga mungkin meminta terjemahan bahasa Indonesia. Sebaliknya, jika pemilik ijazah ingin melanjutkan pendidikan pada universitas yang menggunakan bahasa Inggris, lembaga tersebut dapat meminta terjemahan bahasa Inggris.

Dengan demikian, kebutuhan terjemahan tidak hanya bergantung pada bahasa asli ijazah. Tujuan penggunaan juga mempunyai peran penting.

Baca juga : Apakah Ijazah Luar Negeri Wajib Bahasa Inggris?

Apakah Ijazah Bahasa Arab Wajib Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia?

Tidak selalu.

Jika sebuah lembaga di Indonesia menerima dokumen akademik berbahasa Arab tanpa terjemahan, pemilik ijazah dapat mengikuti ketentuan lembaga tersebut. Namun, apabila lembaga meminta dokumen berbahasa Indonesia, pemohon perlu menyediakan terjemahan sesuai persyaratan.

Karena itu, jangan langsung menganggap semua ijazah bahasa Arab harus mempunyai terjemahan bahasa Indonesia. Periksa terlebih dahulu lembaga yang akan menerima dokumen.

Selain itu, perhatikan jenis kebutuhan. Proses penyetaraan pendidikan, pendaftaran kerja, pendaftaran kuliah, pengurusan administrasi profesi, serta kebutuhan lainnya dapat mempunyai persyaratan berbeda.

Baca juga : Cara Menerjemahkan Ijazah Luar Negeri Bahasa Asing

Apakah Ijazah Bahasa Arab Harus Diterjemahkan ke Bahasa Inggris?

Prinsipnya sama.

Bahasa Inggris memang sering menjadi bahasa komunikasi akademik internasional. Karena itu, universitas atau lembaga luar negeri dapat meminta dokumen akademik dalam bahasa Inggris.

Namun, kebutuhan tersebut tidak berlaku secara otomatis untuk semua proses.

Misalnya, seseorang ingin menggunakan ijazah bahasa Arab untuk mendaftar universitas di negara yang menggunakan bahasa Inggris. Universitas tersebut dapat meminta terjemahan bahasa Inggris.

Sebaliknya, jika universitas menerima dokumen bahasa Arab, pemohon mungkin tidak perlu membuat terjemahan.

Oleh sebab itu, selalu periksa instruksi resmi dari lembaga penerima sebelum menentukan bahasa terjemahan.

Baca juga : Ijazah Bahasa Mandarin dari China Apakah Harus Diterjemahkan?

Negara Mana Saja yang Banyak Menggunakan Ijazah Bahasa Arab?

Ijazah berbahasa Arab dapat berasal dari berbagai negara. Arab Saudi, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Maroko, Tunisia, Aljazair, dan beberapa negara lain mempunyai institusi pendidikan yang menggunakan bahasa Arab dalam berbagai dokumen akademik.

Namun, format ijazah setiap universitas dapat berbeda. Bahkan, satu institusi dapat menggunakan bahasa Arab bersama bahasa Inggris pada dokumen tertentu.

Karena itu, pemilik ijazah perlu memeriksa bahasa yang benar-benar tercantum pada dokumen. Jika ijazah sudah mempunyai versi bilingual, kebutuhan terjemahan dapat berbeda dengan ijazah yang seluruh informasinya menggunakan bahasa Arab.

Baca juga : Ijazah Jepang Apa Perlu Diterjemahkan untuk Penyetaraan?

Kapan Pemilik Ijazah Membutuhkan Terjemahan?

Ada beberapa kondisi yang dapat membuat terjemahan menjadi penting.

1. Melanjutkan Pendidikan

Universitas tujuan dapat meminta ijazah dan transkrip dalam bahasa tertentu. Jika dokumen menggunakan bahasa Arab sedangkan universitas menggunakan bahasa Inggris, pihak universitas dapat meminta terjemahan.

Selain itu, calon mahasiswa mungkin perlu menyerahkan dokumen akademik pendukung seperti surat keterangan lulus atau deskripsi mata kuliah.

2. Melamar Pekerjaan

Perusahaan dapat meminta bukti pendidikan dalam bahasa yang mereka pahami. Kondisi ini terutama muncul pada perusahaan internasional atau lembaga yang mempunyai prosedur administrasi khusus.

Karena itu, pemohon perlu menyesuaikan terjemahan dengan kebutuhan perusahaan.

Baca juga : Apa Itu Penerjemah Tersumpah untuk Ijazah Luar Negeri?

3. Mengurus Visa

Beberapa jenis visa dapat meminta dokumen pendidikan sebagai bagian dari berkas pendukung. Namun, persyaratan dapat berbeda antara satu jenis visa dan lainnya.

Jika pihak terkait meminta terjemahan bahasa Inggris atau bahasa tertentu, pemohon perlu mengikuti ketentuan tersebut.

4. Penyetaraan Pendidikan

Lulusan luar negeri yang ingin memperoleh pengakuan atas kualifikasi pendidikannya mungkin perlu menjalani proses penyetaraan atau evaluasi sesuai ketentuan lembaga terkait.

Dalam proses tersebut, ijazah dan transkrip menjadi dokumen penting. Jika lembaga meminta terjemahan, pemohon perlu menyiapkannya sesuai standar.

5. Keperluan Profesional

Profesi tertentu mempunyai organisasi atau lembaga yang mengatur pengakuan pendidikan dan kualifikasi. Dalam kondisi tersebut, pemohon perlu mengikuti persyaratan khusus yang berlaku.

Baca juga : Terjemahan Ijazah Luar Negeri ke Bahasa Indonesia atau Inggris?

Apakah Terjemahan Harus Menggunakan Penerjemah Tersumpah?

Hal ini bergantung pada persyaratan lembaga penerima.

Jika lembaga meminta terjemahan resmi atau terjemahan tersumpah, pemohon perlu menggunakan penerjemah yang memenuhi ketentuan tersebut.

Penerjemah juga perlu mempunyai kemampuan bahasa Arab yang baik. Selain itu, ia harus memahami istilah akademik agar tidak mengubah makna informasi pada ijazah.

Terjemahan ijazah membutuhkan ketelitian tinggi. Nama gelar, program studi, nama universitas, tanggal, nomor dokumen, serta informasi akademik lainnya harus tetap sesuai dengan dokumen asli.

Karena itu, pemohon sebaiknya tidak memilih penerjemah hanya berdasarkan harga. Pastikan pula layanan tersebut sesuai dengan kebutuhan lembaga tujuan.

Baca juga : Dokumen Apa yang Perlu Diterjemahkan Saat Penyetaraan Ijazah?

Bagaimana Cara Menerjemahkan Ijazah Bahasa Arab?

Proses dapat dimulai dengan pemeriksaan dokumen.

Pertama, siapkan ijazah asli atau salinan sesuai persyaratan. Kemudian, tentukan bahasa tujuan berdasarkan permintaan lembaga penerima.

Selanjutnya, pilih penerjemah yang sesuai. Sampaikan tujuan penggunaan agar penerjemah dapat memahami kebutuhan dokumen.

Setelah itu, penerjemah dapat mengerjakan isi dokumen dengan mempertahankan informasi utama. Pemohon kemudian perlu memeriksa kembali hasil terjemahan.

Perhatikan nama, gelar, program studi, tanggal, nomor ijazah, dan nama institusi. Jika menemukan perbedaan, segera komunikasikan kepada penerjemah.

Terakhir, ikuti ketentuan lembaga penerima mengenai penggunaan hasil terjemahan.

Baca juga : Apakah Terjemahan Ijazah Luar Negeri Harus Dilegalisir?

Bagaimana dengan Transkrip Nilai Bahasa Arab?

Jangan hanya memperhatikan ijazah.

Transkrip nilai juga dapat membutuhkan terjemahan. Dokumen tersebut biasanya memuat mata kuliah, nilai, jumlah kredit, indeks prestasi, serta keterangan akademik lainnya.

Karena itu, jika lembaga tujuan meminta ijazah dan transkrip, pemohon sebaiknya menyiapkan kedua dokumen tersebut.

Selain itu, istilah mata kuliah membutuhkan perhatian khusus. Penerjemah perlu mempertahankan makna akademik tanpa mengubah isi dokumen.

Apakah Terjemahan Mesin Cukup?

Aplikasi penerjemahan dapat membantu pemilik ijazah memahami isi dokumen secara umum. Namun, kebutuhan administrasi resmi mempunyai standar yang berbeda.

Terjemahan otomatis dapat menghasilkan kesalahan pada nama gelar, nama program studi, istilah akademik, atau nama institusi. Kesalahan tersebut dapat menimbulkan masalah saat lembaga melakukan pemeriksaan.

Karena itu, gunakan terjemahan profesional apabila lembaga tujuan meminta dokumen resmi.

Baca juga : Cara Urus Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Tidak Berbahasa Inggris

Apakah Setelah Terjemahan Masih Perlu Legalisasi?

Terjemahan dan legalisasi merupakan dua hal yang berbeda.

Terjemahan berfungsi mengubah bahasa dokumen agar pihak penerima dapat memahami isinya. Sementara itu, legalisasi atau pengesahan berkaitan dengan proses pengakuan atau verifikasi dokumen sesuai ketentuan tertentu.

Karena itu, seseorang dapat membutuhkan terjemahan sekaligus legalisasi. Namun, kebutuhan tersebut bergantung pada tujuan dan lembaga penerima.

Selain itu, beberapa proses internasional dapat mempunyai mekanisme seperti apostille atau pengesahan konsuler. Pemohon perlu memeriksa persyaratan negara tujuan agar tidak mengambil langkah yang keliru.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan umum dapat menghambat pengurusan ijazah bahasa Arab.

  1. pemohon menerjemahkan dokumen tanpa memeriksa persyaratan lembaga tujuan.
  2. pemohon hanya menerjemahkan ijazah tetapi mengabaikan transkrip nilai.
  3. pemohon memilih bahasa tujuan berdasarkan perkiraan.
  4. pemohon menggunakan terjemahan otomatis untuk kebutuhan resmi.
  5. pemohon tidak memeriksa kesesuaian nama pada ijazah, paspor, dan dokumen lain.
  6. pemohon mengabaikan kebutuhan legalisasi atau pengesahan.
  7. pemohon mengurus dokumen ketika batas waktu sudah sangat dekat.

Oleh karena itu, persiapan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko kendala administrasi.

Tips Mengurus Ijazah Bahasa Arab dari Luar Negeri

Agar proses berjalan lebih terarah, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Tentukan tujuan penggunaan ijazah.
  2. Periksa persyaratan lembaga penerima.
  3. Tentukan bahasa terjemahan.
  4. Siapkan ijazah dan transkrip.
  5. Pilih penerjemah sesuai kebutuhan.
  6. Pastikan penerjemah memahami bahasa Arab dan istilah akademik.
  7. Periksa kesesuaian nama dan data.
  8. Pastikan hasil terjemahan mengikuti dokumen asli.
  9. Periksa kebutuhan legalisasi atau pengesahan.
  10. Mulai proses lebih awal.

Dengan demikian, pemilik ijazah dapat mempersiapkan dokumen secara lebih sistematis.

Konsultasi Ijazah Bahasa Arab dari Luar Negeri

Jadi, ijazah bahasa Arab dari luar negeri tidak selalu wajib diterjemahkan. Kebutuhan tersebut bergantung pada tujuan penggunaan dan persyaratan lembaga penerima.

Jika lembaga meminta bahasa Indonesia, pemohon dapat membutuhkan terjemahan bahasa Indonesia. Begitu pula jika universitas atau lembaga luar negeri meminta bahasa Inggris, pemohon perlu menyiapkan terjemahan bahasa Inggris sesuai ketentuan.

Selain itu, pemohon perlu memperhatikan transkrip nilai, penerjemah tersumpah, legalisasi, pengesahan, serta persyaratan tambahan lain apabila lembaga tujuan memintanya.

Karena setiap kasus dapat mempunyai kebutuhan berbeda, pemeriksaan dokumen sebelum proses penerjemahan sangat penting. Dengan begitu, pemohon dapat memilih langkah yang sesuai dan mengurangi risiko pengurusan ulang.

Masih bingung apakah ijazah bahasa Arab dari luar negeri harus diterjemahkan? Konsultasikan dokumen dan tujuan penggunaannya bersama PT Jangkar Global Groups.

Konsultasikan Pengurusan Penyetaraan Ijazah Anda Sekarang

Santsanisy