Cara menerjemahkan ijazah luar negeri bahasa asing menjadi hal penting bagi lulusan yang ingin menggunakan dokumen akademiknya untuk berbagai kebutuhan. Misalnya, pemilik ijazah dapat membutuhkan terjemahan untuk melanjutkan kuliah, mencari pekerjaan, mengurus visa, mengikuti proses penyetaraan, atau memenuhi persyaratan administrasi pada lembaga tertentu.
Pada dasarnya, ijazah luar negeri tidak selalu menggunakan bahasa Inggris. Lulusan dari Jepang dapat mempunyai ijazah berbahasa Jepang. Sementara itu, lulusan Korea Selatan dapat memegang dokumen berbahasa Korea. Begitu pula lulusan China, Jerman, Prancis, Italia, Rusia, Spanyol, dan negara lainnya dapat mempunyai ijazah dalam bahasa nasional masing-masing.
Karena itu, pemilik ijazah perlu mengetahui cara menerjemahkan dokumen secara tepat. Terjemahan ijazah bukan sekadar mengganti setiap kata ke bahasa lain. Proses tersebut juga membutuhkan ketelitian terhadap nama institusi, gelar akademik, program studi, tanggal kelulusan, nomor dokumen, serta berbagai istilah pendidikan.
Selain itu, jenis terjemahan yang seseorang perlukan dapat berbeda sesuai tujuan penggunaan. Oleh sebab itu, pemohon sebaiknya memeriksa persyaratan lembaga tujuan sebelum mulai menerjemahkan dokumen.
Baca juga : Pengurusan Ijazah Luar Negeri Tidak Berbahasa Inggris
Mengapa Ijazah Luar Negeri Perlu Terjemahan?
Ijazah berfungsi sebagai bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan pada sebuah institusi. Namun, ketika lembaga penerima menggunakan bahasa yang berbeda, mereka mungkin membutuhkan terjemahan agar dapat memahami seluruh informasi akademik.
Sebagai contoh, seseorang lulus dari universitas Jepang dengan ijazah berbahasa Jepang. Kemudian, orang tersebut ingin melanjutkan pendidikan pada universitas yang menggunakan bahasa Inggris. Pihak universitas tujuan dapat meminta ijazah asli bersama terjemahan bahasa Inggris.
Dengan demikian, terjemahan membantu pihak penerima memahami dokumen tanpa menghilangkan keberadaan ijazah asli.
Selain itu, terjemahan dapat membantu proses administrasi ketika pemohon perlu mengirim dokumen kepada perusahaan, lembaga pemerintah, universitas, organisasi profesi, atau pihak imigrasi.
Namun, tidak semua lembaga selalu meminta terjemahan. Karena itu, pemohon perlu melihat ketentuan masing-masing lembaga.
Baca juga : Apakah Ijazah Luar Negeri Wajib Bahasa Inggris?
Tentukan Tujuan Penggunaan Ijazah
Langkah pertama dalam menerjemahkan ijazah luar negeri adalah menentukan tujuan penggunaan.
Tujuan tersebut dapat memengaruhi bahasa terjemahan dan jenis penerjemah yang perlu pemohon gunakan.
Misalnya:
- Untuk kuliah: universitas tujuan dapat meminta bahasa Inggris.
- Untuk pekerjaan: perusahaan dapat meminta terjemahan bahasa Inggris atau bahasa lokal.
- Untuk visa: otoritas terkait dapat mempunyai persyaratan khusus.
- Untuk penyetaraan: lembaga terkait dapat meminta ijazah, transkrip, serta dokumen akademik pendukung.
- Untuk keperluan profesional: organisasi profesi dapat mempunyai standar tersendiri.
Oleh karena itu, jangan langsung menerjemahkan ijazah tanpa mengetahui kebutuhan akhir. Langkah awal yang sederhana ini dapat membantu pemohon menghindari pengulangan proses.
Baca juga : Apakah Ijazah Bahasa Arab dari Luar Negeri Harus Diterjemahkan?
Periksa Bahasa Asli Ijazah
Setelah mengetahui tujuan penggunaan, periksa bahasa yang terdapat pada ijazah.
Perhatikan seluruh bagian dokumen, bukan hanya judul. Nama universitas, program studi, gelar, keterangan kelulusan, dan informasi lainnya mungkin menggunakan bahasa asing.
Sebagai contoh, ijazah dari Jepang dapat menggunakan huruf Jepang. Ijazah dari Korea Selatan dapat menggunakan Hangul. Sementara itu, ijazah dari China dapat menggunakan karakter Mandarin.
Kondisi tersebut membutuhkan penerjemah yang memahami bahasa sumber dengan baik. Selain kemampuan bahasa, penerjemah juga perlu memahami istilah pendidikan agar hasil terjemahan mempunyai makna yang tepat.
Baca juga : Ijazah Bahasa Mandarin dari China Apakah Harus Diterjemahkan?
Tentukan Bahasa Tujuan
Berikutnya, tentukan bahasa tujuan berdasarkan permintaan lembaga penerima.
Bahasa Inggris sering menjadi pilihan untuk kebutuhan internasional. Namun, pemohon tidak boleh menganggap bahwa semua proses membutuhkan bahasa Inggris.
Dalam kondisi tertentu, lembaga tujuan dapat meminta bahasa Indonesia. Sementara itu, lembaga pada negara tertentu dapat meminta bahasa lokal mereka.
Karena itu, pastikan bahasa tujuan sebelum proses penerjemahan berlangsung. Jika lembaga memberikan instruksi tertulis, gunakan instruksi tersebut sebagai acuan utama.
Baca juga : Ijazah Jepang Apa Perlu Diterjemahkan untuk Penyetaraan?
Pilih Penerjemah yang Sesuai
Pemilihan penerjemah menjadi bagian penting dalam proses ini.
Untuk kebutuhan resmi, pemohon dapat membutuhkan penerjemah tersumpah apabila lembaga penerima meminta terjemahan tersumpah. Penerjemah harus mampu memahami bahasa sumber dan bahasa tujuan serta menjaga ketepatan informasi.
Selain itu, penerjemah perlu memperhatikan istilah akademik. Misalnya, istilah gelar pada satu negara belum tentu mempunyai padanan yang sama persis pada sistem pendidikan negara lain.
Karena itu, penerjemah perlu mempertahankan makna akademik tanpa membuat interpretasi yang mengubah informasi asli.
Baca juga : Apa Itu Penerjemah Tersumpah untuk Ijazah Luar Negeri?
Siapkan Ijazah dan Transkrip Nilai
Jangan hanya menyiapkan ijazah.
Dalam banyak kebutuhan administrasi, pihak penerima juga meminta transkrip nilai. Dokumen tersebut memuat mata kuliah, nilai, kredit, indeks prestasi, dan informasi akademik lainnya.
Jika lembaga tujuan meminta kedua dokumen, terjemahkan ijazah dan transkrip sesuai persyaratan mereka.
Selain itu, siapkan dokumen akademik lain apabila lembaga tujuan mencantumkannya. Beberapa proses dapat meminta surat keterangan lulus, diploma supplement, atau dokumen pendukung lain.
Dengan menyiapkan seluruh dokumen sejak awal, proses administrasi dapat berjalan lebih terarah.
Baca juga : Terjemahan Ijazah Luar Negeri ke Bahasa Indonesia atau Inggris?
Pastikan Nama pada Dokumen Konsisten
Salah satu bagian yang membutuhkan perhatian khusus adalah nama.
Nama pada ijazah, paspor, kartu identitas, transkrip, dan dokumen pendukung sebaiknya mempunyai kesesuaian yang jelas. Perbedaan ejaan dapat menimbulkan pertanyaan saat proses pemeriksaan.
Selain nama, perhatikan pula tanggal lahir, nomor dokumen, nama universitas, program studi, serta gelar.
Penerjemah perlu mengikuti informasi pada dokumen sumber. Jangan mengubah data hanya untuk menyesuaikan perkiraan.
Jika terdapat perbedaan nama antara paspor dan ijazah, pemohon sebaiknya mencari solusi administratif terlebih dahulu. Dengan begitu, proses terjemahan tidak menimbulkan masalah baru.
Baca juga : Dokumen Apa yang Perlu Diterjemahkan Saat Penyetaraan Ijazah?
Perhatikan Format Terjemahan
Terjemahan ijazah biasanya perlu mempertahankan informasi utama dari dokumen asli.
Penerjemah perlu memastikan seluruh informasi penting muncul secara jelas. Namun, format akhir dapat mengikuti ketentuan penerjemah dan lembaga tujuan.
Selain itu, tanda tangan, cap, nomor dokumen, dan elemen lain perlu memperoleh perhatian. Penerjemah juga perlu menjelaskan bagian tertentu apabila dokumen sumber mempunyai istilah yang sulit memperoleh padanan langsung.
Karena itu, jangan mengedit hasil terjemahan secara sembarangan setelah proses selesai. Perubahan kecil pada informasi akademik dapat menimbulkan ketidaksesuaian dengan dokumen asli.
Baca juga : Apakah Terjemahan Ijazah Luar Negeri Harus Dilegalisir?
Apakah Terjemahan Mesin Bisa Digunakan?
Teknologi penerjemahan dapat membantu pemilik ijazah memahami isi dokumen secara umum. Namun, kebutuhan resmi mempunyai standar yang berbeda.
Terjemahan otomatis dapat menghasilkan kesalahan pada nama gelar, istilah pendidikan, nama program studi, atau keterangan akademik. Karena itu, pemohon sebaiknya tidak mengandalkan terjemahan mesin sebagai pengganti terjemahan resmi apabila lembaga tujuan meminta dokumen dari penerjemah tertentu.
Dengan kata lain, teknologi dapat membantu proses pemahaman awal. Namun, kebutuhan administrasi resmi tetap perlu mengikuti persyaratan lembaga penerima.
Baca juga : Cara Urus Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Tidak Berbahasa Inggris
Perlukah Legalisasi Setelah Terjemahan?
Jawabannya bergantung pada tujuan penggunaan dan ketentuan lembaga penerima.
Beberapa proses hanya meminta ijazah asli bersama terjemahan. Namun, proses lain dapat meminta legalisasi, pengesahan, apostille, atau bentuk verifikasi tertentu.
Oleh sebab itu, pemohon perlu mengetahui urutan proses sebelum mengambil tindakan.
Misalnya, jika sebuah lembaga meminta legalisasi terhadap dokumen tertentu, pemohon perlu mengetahui apakah legalisasi harus berjalan pada dokumen asli, terjemahan, atau keduanya.
Hal tersebut penting karena setiap mekanisme mempunyai aturan yang berbeda.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menerjemahkan Ijazah
Beberapa kesalahan dapat memperlambat proses.
- pemohon memilih bahasa tujuan tanpa melihat persyaratan lembaga penerima.
- pemohon hanya menerjemahkan ijazah dan melupakan transkrip.
- pemohon menggunakan penerjemahan otomatis untuk kebutuhan resmi.
- pemohon tidak memeriksa kembali nama dan data pribadi.
- pemohon mengubah hasil terjemahan tanpa berkonsultasi dengan penerjemah.
- pemohon tidak memeriksa kebutuhan legalisasi atau pengesahan.
- pemohon baru mulai mengurus dokumen ketika batas waktu sudah sangat dekat.
Karena itu, perencanaan sejak awal menjadi langkah yang sangat penting.
Tips Agar Proses Terjemahan Ijazah Lebih Lancar
Agar proses berjalan lebih mudah, lakukan beberapa langkah berikut:
- Tentukan tujuan penggunaan ijazah.
- Periksa persyaratan lembaga tujuan.
- Tentukan bahasa tujuan.
- Siapkan ijazah asli.
- Siapkan transkrip nilai.
- Pilih penerjemah sesuai kebutuhan.
- Periksa nama dan data pada dokumen.
- Pastikan seluruh informasi akademik tercantum.
- Periksa kebutuhan legalisasi atau pengesahan.
- Simpan dokumen asli dan hasil terjemahan secara aman.
Selanjutnya, mulai proses lebih awal. Dengan begitu, pemohon mempunyai waktu untuk melakukan perbaikan apabila lembaga tujuan meminta dokumen tambahan.
Jasa Terjemahan Ijazah Luar Negeri Bahasa Asing
Mengurus terjemahan ijazah luar negeri berbahasa asing membutuhkan ketelitian. Apalagi jika dokumen tersebut akan digunakan untuk kuliah, kerja, visa, penyetaraan, atau kebutuhan administrasi resmi lainnya.
PT Jangkar Global Groups dapat membantu memberikan konsultasi mengenai kebutuhan penerjemahan ijazah luar negeri. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai bahasa asli ijazah, bahasa tujuan, negara asal dokumen, negara tujuan, serta kebutuhan penggunaan.
Dengan konsultasi sejak awal, Anda dapat mengetahui tahapan yang perlu Anda siapkan. Selain itu, pemeriksaan kebutuhan juga membantu mengurangi risiko memilih jenis terjemahan yang tidak sesuai.
Jadi, jangan langsung menerjemahkan ijazah berdasarkan perkiraan. Pastikan terlebih dahulu kebutuhan lembaga tujuan agar proses berjalan lebih terarah.
Butuh konsultasi cara menerjemahkan ijazah luar negeri bahasa asing? Hubungi PT Jangkar Global Groups sekarang.
Konsultasikan Pengurusan Penyetaraan Ijazah Anda Sekarang