Bukti Pembayaran DKPTKA Fungsi dan Dokumen yang Disimpan

Kristian Kimi

TKA
Bukti Pembayaran DKPTKA Fungsi dan Dokumen yang Disimpan
Direktur Utama Jangkar Groups

Bukti pembayaran DKPTKA merupakan dokumen penting dalam administrasi penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Dokumen ini menunjukkan bahwa kewajiban pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing telah di lakukan sesuai pemberitahuan pembayaran yang di terbitkan melalui sistem TKA Online.

Selain bukti transaksi, perusahaan sebaiknya menyimpan dokumen pendukung seperti surat pemberitahuan pembayaran, Kode Billing untuk DKPTKA yang berstatus PNBP, serta dokumen RPTKA. Penyimpanan yang rapi akan memudahkan perusahaan ketika melakukan pengecekan administrasi, perpanjangan RPTKA, atau penelusuran transaksi.

Baca Juga : Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA)

Apa Fungsi Bukti Pembayaran DKPTKA?

Bukti pembayaran DKPTKA berfungsi sebagai arsip yang menunjukkan bahwa perusahaan telah melakukan pembayaran sesuai kewajibannya.

Dalam ketentuan Permenaker Nomor 8 Tahun 2021, pembayaran DKPTKA di lakukan berdasarkan surat pemberitahuan pembayaran yang di terbitkan oleh Direktur melalui TKA Online. Untuk DKPTKA sebagai PNBP, pemberitahuan tersebut memuat identitas Pemberi Kerja TKA, identitas TKA, Kode Billing, besaran pembayaran, dan batas waktu pembayaran.

Karena itu, bukti pembayaran sebaiknya tidak di anggap sebagai dokumen yang hanya di perlukan ketika transaksi berlangsung. Dokumen tersebut perlu di simpan sebagai bagian dari arsip administrasi penggunaan TKA.

Fungsi bukti pembayaran DKPTKA antara lain:

  • – Membuktikan bahwa pembayaran telah di lakukan.
  • – Menjadi arsip administrasi perusahaan.
  • – Membantu pencocokan antara tagihan dan pembayaran.
  • – Memudahkan pengecekan transaksi.
  • – Mendukung administrasi RPTKA.
  • – Memudahkan penelusuran pembayaran apabila terdapat kendala.
  • – Membantu proses administrasi perpanjangan RPTKA.
  • – Menjadi dokumen pendukung ketika perusahaan melakukan pemeriksaan internal.

Dengan demikian, perusahaan sebaiknya menyimpan bukti pembayaran bersama dokumen TKA lainnya secara terstruktur.

Dokumen Apa Saja yang Harus Di simpan?

Bukti pembayaran DKPTKA sebaiknya tidak di simpan sendirian. Perusahaan perlu membuat satu rangkaian dokumen yang dapat menunjukkan hubungan antara pengajuan RPTKA, pemberitahuan pembayaran, transaksi, dan penggunaan TKA.

Berikut dokumen yang sebaiknya di simpan.

Surat Pemberitahuan Pembayaran DKPTKA

Surat pemberitahuan pembayaran merupakan salah satu dokumen utama dalam proses pembayaran.

Untuk DKPTKA sebagai PNBP, surat tersebut memuat identitas Pemberi Kerja TKA, identitas TKA, Kode Billing, besaran DKPTKA, serta batas waktu pembayaran. Sementara itu, untuk DKPTKA sebagai pendapatan daerah, pemberitahuan memuat identitas Pemberi Kerja TKA, identitas TKA, nama bank, nomor rekening, nama pemilik rekening, dan besaran pembayaran.

Dokumen ini penting untuk di simpan karena menjadi dasar sebelum perusahaan melakukan pembayaran.

Kode Billing DKPTKA

Apabila DKPTKA merupakan PNBP, perusahaan perlu menyimpan Kode Billing yang di gunakan untuk transaksi.

Permenaker Nomor 15 Tahun 2022 mengatur bahwa pembayaran DKPTKA sebagai PNBP di lakukan dengan menyetorkan dana ke Kas Negara melalui SIMPONI menggunakan Kode Billing. Kode Billing tersebut memuat identitas Pemberi Kerja TKA, identitas TKA, jangka waktu Pengesahan RPTKA, dan total pembayaran.

Karena itu, Kode Billing sebaiknya di simpan bersama bukti pembayaran agar transaksi dapat di telusuri dengan lebih mudah.

Bukti Transaksi Pembayaran

Bukti transaksi adalah dokumen yang menunjukkan bahwa perusahaan telah menyelesaikan pembayaran.

Bentuknya dapat bergantung pada kanal pembayaran yang di gunakan. Perusahaan dapat menyimpan bukti transaksi elektronik, bukti pembayaran dari bank, atau dokumen lain yang menunjukkan keberhasilan transaksi.

Pastikan informasi pada bukti transaksi dapat di baca dengan jelas, terutama:

  • – Tanggal pembayaran.
  • – Nominal pembayaran.
  • – Kode Billing atau referensi transaksi.
  • – Status pembayaran.
  • – Informasi penerima pembayaran.
  • – Identitas transaksi lainnya.

Dokumen Pengesahan RPTKA

Pengesahan RPTKA juga sebaiknya di simpan bersama dokumen pembayaran DKPTKA.

Dalam proses tertentu, pembayaran DKPTKA menjadi bagian dari rangkaian penerbitan Pengesahan RPTKA. Permenaker Nomor 8 Tahun 2021 mengatur bahwa setelah pembayaran DKPTKA di lakukan, Direktur menerbitkan Pengesahan RPTKA untuk Pemberi Kerja TKA yang wajib membayar.

Dengan menyimpan RPTKA bersama bukti pembayaran, perusahaan lebih mudah mencocokkan periode penggunaan TKA dengan periode pembayaran.

Data dan Identitas TKA

Data TKA juga perlu di simpan sebagai bagian dari arsip.

Dokumen dapat mencakup:

  • – Nama TKA.
  • – Nomor paspor.
  • – Jabatan.
  • – Lokasi kerja.
  • – Periode penggunaan.
  • – Data Pengesahan RPTKA.
  • – Dokumen identitas terkait.
  • Data ini membantu perusahaan memastikan bahwa pembayaran yang tersimpan memang berkaitan dengan TKA yang bersangkutan.

Dokumen Pengajuan atau Perpanjangan RPTKA

Selain RPTKA yang telah disahkan, dokumen pengajuan atau perpanjangan juga sebaiknya di arsipkan.

Tujuannya adalah agar perusahaan memiliki rangkaian dokumen yang menunjukkan proses penggunaan TKA sejak pengajuan hingga pembayaran DKPTKA.

Bagaimana Cara Menyimpan Bukti Pembayaran DKPTKA?

Penyimpanan dokumen sebaiknya di lakukan secara sistematis. Perusahaan dapat membuat folder khusus berdasarkan nama TKA, nomor RPTKA, atau periode penggunaan.

Contohnya:

DKPTKA

  • – Nama Perusahaan
  • – Nama TKA
  • – Tahun Penggunaan
  • – RPTKA
  • – Pemberitahuan Pembayaran
  • – Kode Billing
  • – Bukti Pembayaran
  • – Dokumen Pendukung

Selain dokumen fisik, perusahaan sebaiknya menyimpan salinan digital. File dapat di beri nama secara konsisten agar mudah di temukan.

Contohnya:

Bukti_Pembayaran_DKPTKA_NamaTKA_2026.pdf

Dengan sistem tersebut, pencarian dokumen akan lebih mudah ketika di perlukan.

Berapa Lama Bukti Pembayaran DKPTKA Di simpan?

Perusahaan sebaiknya menyimpan bukti pembayaran selama dokumen tersebut masih berkaitan dengan administrasi penggunaan TKA, RPTKA, pelaporan, pemeriksaan internal, serta kebutuhan administrasi perusahaan lainnya.

Tidak hanya bukti pembayaran, dokumen pendukung seperti pemberitahuan pembayaran, Kode Billing, RPTKA, dan data TKA juga sebaiknya di simpan secara bersamaan.

Untuk kebutuhan retensi arsip yang bersifat akuntansi, perpajakan, atau korporasi, perusahaan juga perlu mengikuti kebijakan retensi dokumen internal dan ketentuan lain yang relevan.

Apa Perbedaan Bukti Pembayaran dan Pemberitahuan Pembayaran?

Keduanya merupakan dokumen yang berbeda.

Pemberitahuan pembayaran merupakan dokumen yang menjadi dasar perusahaan untuk mengetahui kewajiban DKPTKA yang harus di bayar.

Sementara itu, bukti pembayaran menunjukkan bahwa transaksi pembayaran telah di lakukan.

Urutannya secara sederhana dapat di gambarkan sebagai:

Pemberitahuan pembayaran → Kode Billing → Pembayaran → Bukti transaksi → Pencatatan administrasi

Untuk DKPTKA yang merupakan PNBP, Kode Billing di gunakan dalam proses penyetoran melalui SIMPONI. Permenaker Nomor 15 Tahun 2022 mengatur mekanisme pembayaran DKPTKA sebagai PNBP tersebut.

Mengapa Bukti Pembayaran Perlu Di cocokkan dengan RPTKA?

Pencocokan di perlukan agar perusahaan dapat memastikan pembayaran berkaitan dengan TKA dan periode penggunaan yang benar.

Misalnya, perusahaan memiliki beberapa TKA dengan jabatan dan periode penggunaan berbeda. Jika seluruh bukti pembayaran di simpan tanpa informasi pendukung, pencarian transaksi tertentu dapat menjadi sulit.

Karena itu, perusahaan sebaiknya mencocokkan:

  • – Nama TKA.
  • – Identitas TKA.
  • – Jabatan.
  • – Periode RPTKA.
  • – Nominal DKPTKA.
  • – Kode Billing.
  • – Tanggal pembayaran.
  • – Bukti transaksi.

Dengan pencocokan tersebut, kesalahan administrasi dapat lebih mudah di temukan.

Bagaimana Jika Bukti Pembayaran DKPTKA Hilang?

Jika bukti pembayaran hilang, perusahaan sebaiknya terlebih dahulu mencari data transaksi dari arsip keuangan, rekening perusahaan, sistem pembayaran, atau dokumen elektronik yang tersimpan.

Untuk pembayaran PNBP, Kode Billing dan informasi transaksi menjadi data penting dalam melakukan penelusuran.

Perusahaan juga sebaiknya tidak menganggap transaksi harus di bayar ulang hanya karena bukti pembayaran tidak di temukan. Status pembayaran perlu di periksa terlebih dahulu agar tidak terjadi pembayaran ganda.

Kesalahan dalam Menyimpan Bukti Pembayaran DKPTKA

Beberapa kesalahan yang sering menimbulkan masalah administrasi antara lain:

  • – Hanya menyimpan bukti transfer tanpa pemberitahuan pembayaran.
  • – Tidak menyimpan Kode Billing.
  • – File bukti pembayaran tidak dapat di buka.
  • – Nama file tidak jelas.
  • – Bukti pembayaran tercampur dengan transaksi perusahaan lainnya.
  • – Tidak mencatat TKA yang terkait dengan transaksi.
  • – Tidak mencatat periode pembayaran.
  • – Tidak memiliki salinan digital.
  • – Menghapus dokumen lama tanpa memastikan kebutuhan arsip.

Oleh sebab itu, pengarsipan perlu di lakukan segera setelah pembayaran selesai.

Checklist Dokumen Pembayaran DKPTKA

Sebelum menganggap arsip pembayaran sudah lengkap, perusahaan dapat memeriksa beberapa dokumen berikut:

  • Surat pemberitahuan pembayaran DKPTKA.
  • Kode Billing, jika DKPTKA merupakan PNBP.
  • Bukti transaksi pembayaran.
  • Data identitas TKA.
  • Pengesahan RPTKA.
  • Dokumen pengajuan atau perpanjangan RPTKA.
  • Dokumen pendukung penggunaan TKA.
  • Data periode pembayaran.

Arsip komunikasi atau dokumen pendukung apabila terjadi koreksi pembayaran.

Dengan checklist tersebut, perusahaan dapat memastikan dokumen pembayaran tidak hanya tersimpan, tetapi juga mudah di telusuri.

FAQ Bukti Pembayaran DKPTKA

Apa fungsi bukti pembayaran DKPTKA?

Bukti pembayaran berfungsi sebagai dokumen yang menunjukkan bahwa perusahaan telah melakukan pembayaran DKPTKA dan menjadi bagian dari arsip administrasi penggunaan TKA.

Apakah Kode Billing harus di simpan?

Ya. Untuk DKPTKA yang merupakan PNBP, Kode Billing merupakan bagian penting dalam proses pembayaran melalui SIMPONI dan sebaiknya di simpan bersama bukti transaksi.

Apakah surat pemberitahuan pembayaran perlu di simpan?

Ya. Surat tersebut menjadi dasar pembayaran DKPTKA dan memuat informasi penting mengenai identitas, nominal, serta data pembayaran.

Apakah bukti pembayaran sama dengan surat pemberitahuan pembayaran?

Tidak. Surat pemberitahuan menunjukkan kewajiban yang harus di bayar, sedangkan bukti pembayaran menunjukkan bahwa transaksi pembayaran telah di lakukan.

Apakah bukti pembayaran di perlukan saat perpanjangan RPTKA?

Bukti pembayaran merupakan bagian penting dari arsip administrasi DKPTKA dan dapat membantu perusahaan melakukan penelusuran pembayaran yang berkaitan dengan periode penggunaan TKA sebelumnya.

Jasa Pengurusan DKPTKA

Pengelolaan bukti pembayaran DKPTKA perlu di lakukan secara rapi karena dokumen tersebut berkaitan dengan administrasi penggunaan TKA, RPTKA, Kode Billing, serta transaksi pembayaran.

PT Jangkar melalui Global Groups dapat membantu pengurusan DKPTKA dan administrasi TKA, mulai dari pemeriksaan dokumen, proses TKA Online, pengecekan pembayaran, hingga membantu penataan dokumen administrasi yang berkaitan dengan penggunaan TKA.

Konsultasi DPKTKA Sekarang!

Kristian Kimi