Gaji Minimum Pekerja Pabrik, Perkebunan, Konstruksi di Malaysia

Siti Aidah

Gaji Minimum Pekerja Pabrik Perkebunan Konstruksi di Malaysia
Direktur Utama Jangkar Groups

Gaji minimum pekerja pabrik, perkebunan, konstruksi di Malaysia menjadi informasi penting bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berencana bekerja di luar negeri. Ketiga sektor tersebut menawarkan berbagai jenis pekerjaan, mulai dari operator produksi, pekerja pengolahan hasil perkebunan, pemanen, hingga pekerja bangunan. Namun, besaran penghasilan yang di terima dapat berbeda menurut jabatan, pengalaman, jam kerja, lembur, dan ketentuan perusahaan.

Pada tahun 2026, upah minimum nasional Malaysia yang berlaku adalah RM1.700 per bulan bagi pekerja yang tercakup dalam ketentuan tersebut. Kebijakan ini berlaku bagi pekerja lokal maupun pekerja asing di sektor swasta, dengan pengecualian tertentu seperti pekerja rumah tangga dan kontrak perantisan. Oleh karena itu, calon pekerja Indonesia perlu membedakan upah minimum resmi dari gaji yang di tawarkan perusahaan untuk posisi tertentu.

Selain memperhatikan gaji pokok, calon pekerja perlu memeriksa kontrak kerja, jam kerja, fasilitas tempat tinggal, biaya makan, potongan yang sah, serta ketentuan lembur. Dengan begitu, calon pekerja dapat memperkirakan penghasilan bersih dan menilai apakah tawaran kerja sesuai dengan kebutuhan mereka.

Apa Itu Gaji Minimum di Malaysia?

Gaji minimum adalah batas upah pokok terendah yang wajib di bayarkan pemberi kerja kepada pekerja yang tercakup dalam peraturan upah minimum. Di Malaysia, ketentuan ini di atur melalui Perintah Gaji Minimum 2024 yang menetapkan upah minimum nasional sebesar RM1.700 per bulan.

Gaji minimum berbeda dari total pendapatan bulanan. Upah minimum mengacu pada gaji pokok, sedangkan tunjangan, pembayaran lembur, insentif, dan pembayaran tambahan lainnya di hitung secara terpisah sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, perusahaan tidak seharusnya menganggap tunjangan atau uang lembur sebagai pengganti kewajiban membayar gaji pokok minimum.

Ketentuan RM1.700 mulai berlaku pada 1 Februari 2025 bagi pemberi kerja yang memiliki lima pekerja atau lebih serta pemberi kerja yang menjalankan aktivitas profesional tertentu. Selanjutnya, mulai 1 Agustus 2025, ketentuan tersebut berlaku bagi pemberi kerja yang masih berada dalam masa penyesuaian. Dengan demikian, pada 2026, calon pekerja perlu menggunakan angka RM1.700 sebagai acuan upah minimum nasional yang berlaku, bukan angka lama RM1.500.

Bagi WNI yang bekerja di pabrik, perkebunan, maupun konstruksi, kewarganegaraan asing tidak dengan sendirinya menghilangkan hak atas upah minimum. Namun, calon pekerja tetap perlu memastikan status pekerjaan, ketentuan kontrak, dan aturan ketenagakerjaan yang berlaku untuk lokasi kerja mereka.

BACA JUGA: Gaji Minimum Malaysia: Aturan dan Hak Pekerja Indonesia

Berapa Gaji Minimum Pekerja Pabrik, Perkebunan, Konstruksi di Malaysia?

Gaji minimum pekerja pabrik, perkebunan, konstruksi di Malaysia pada dasarnya mengikuti ketentuan upah minimum nasional. Artinya, ketiga sektor tersebut tidak memiliki batas minimum nasional yang berbeda hanya karena jenis industrinya.

Berikut gambaran dasar upah minimum yang perlu di ketahui calon pekerja.

Dasar pembayaranKadar minimum
Gaji pokok bulananRM1.700
Gaji per jamRM8,72
Perhitungan harian untuk 6 hari kerja per mingguRM65,38
Perhitungan harian untuk 5 hari kerja per mingguRM78,46
Perhitungan harian untuk 4 hari kerja per mingguRM98,08

Angka harian tersebut merupakan kadar berdasarkan pola hari kerja yang di gunakan dalam ketentuan upah minimum. Perhitungan pembayaran aktual tetap perlu di sesuaikan dengan aturan ketenagakerjaan, jadwal kerja, dan kontrak yang berlaku.

Meskipun demikian, angka minimum tersebut bukan berarti seluruh pekerja pabrik, perkebunan, dan konstruksi pasti menerima jumlah yang sama setiap bulan. Pekerja dengan keahlian tertentu atau tanggung jawab lebih besar dapat memperoleh gaji pokok di atas batas minimum. Selain itu, lembur dan tunjangan yang sah dapat memengaruhi total pendapatan.

Calon pekerja sebaiknya meminta rincian gaji secara tertulis sebelum menyetujui pekerjaan. Pastikan perusahaan menjelaskan gaji pokok, sistem pembayaran, jam kerja, perhitungan lembur, serta kemungkinan potongan. Dengan cara ini, tawaran yang terlihat tinggi dapat di nilai berdasarkan penghasilan bersih yang sebenarnya.

BACA JUGA: Gaji Pokok, Tunjangan, dan Lembur di Malaysia: Apa bedanya?

Gaji Minimum Pekerja Pabrik di Malaysia

Gaji Minimum Pekerja Pabrik di Malaysia

Pekerjaan pabrik menjadi salah satu pilihan bagi pekerja Indonesia yang ingin mencari pengalaman kerja di sektor manufaktur. Jenis pekerjaannya dapat mencakup operator mesin, pekerja lini produksi, pemeriksa kualitas, pengemasan, penyortiran, dan penanganan barang di gudang.

Untuk posisi yang tercakup dalam peraturan upah minimum, gaji pokok tidak boleh lebih rendah dari batas minimum yang berlaku. Namun, perusahaan dapat menawarkan gaji lebih tinggi berdasarkan kebutuhan tenaga kerja, tingkat keterampilan, sistem kerja bergilir, dan tanggung jawab pekerjaan.

Jenis pekerjaan pabrik

Beberapa posisi yang dapat di temukan di sektor manufaktur meliputi:

  • Operator produksi: menjalankan atau membantu proses produksi sesuai prosedur perusahaan.
  • Pekerja pengemasan: menyiapkan produk, melakukan pengemasan, dan memeriksa kondisi kemasan.
  • Pemeriksa kualitas: memeriksa produk agar sesuai dengan standar produksi.
  • Pekerja gudang: mengatur barang masuk, penyimpanan, dan pengiriman.
  • Operator mesin: mengoperasikan peralatan produksi sesuai pelatihan dan persyaratan perusahaan.

Besaran gaji untuk setiap posisi dapat berbeda. Operator mesin dengan keterampilan khusus, misalnya, mungkin memperoleh penawaran lebih tinggi daripada pekerja produksi pemula. Akan tetapi, calon pekerja perlu menilai tawaran berdasarkan kontrak tertulis, bukan hanya informasi lisan dari perekrut.

BACA JUGA: Gaji Minimum Malaysia Per Jam dan Per Hari: Cara Menghitung

Faktor yang memengaruhi penghasilan pekerja pabrik

Selain jabatan, sistem kerja dapat memengaruhi jumlah pendapatan. Pabrik yang beroperasi dalam beberapa giliran kerja mungkin menawarkan jadwal berbeda dari perusahaan yang hanya beroperasi pada jam kerja biasa.

Selanjutnya, pengalaman, keterampilan teknis, target produksi, dan kebijakan tunjangan dapat memengaruhi penghasilan. Namun, tunjangan atau insentif tidak boleh di gunakan untuk mengaburkan kewajiban perusahaan dalam memenuhi gaji pokok minimum.

Sebelum menerima tawaran, tanyakan apakah pekerjaan menggunakan sistem lembur, bagaimana lembur di hitung, dan apakah terdapat tunjangan giliran kerja. Dengan demikian, calon pekerja dapat membandingkan dua tawaran berdasarkan komponen penghasilan yang jelas.

BACA JUGA: Berapa Gaji Minimum Malaysia? Cek Nominal Terbaru

Gaji Minimum Pekerja Perkebunan di Malaysia

Sektor perkebunan menyediakan pekerjaan yang berkaitan dengan penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pengolahan hasil pertanian. Jenis pekerjaan dapat di temukan pada perkebunan kelapa sawit, karet, serta komoditas pertanian lain sesuai kebutuhan perusahaan.

Sama seperti sektor pabrik dan konstruksi, gaji pokok pekerja perkebunan yang tercakup dalam ketentuan upah minimum harus mengikuti batas minimum nasional. Akan tetapi, pendapatan aktual dapat berbeda karena sistem kerja, lokasi perkebunan, jenis tugas, produktivitas, dan pengaturan pembayaran.

Jenis pekerjaan perkebunan

Pekerjaan perkebunan dapat meliputi pemanenan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pemangkasan, pengumpulan hasil, dan pemindahan hasil panen. Sebagian pekerjaan membutuhkan kondisi fisik yang baik karena di lakukan di area terbuka dan melibatkan aktivitas berulang.

Calon pekerja perlu mengetahui tugas utama sebelum menandatangani kontrak. Misalnya, pekerjaan pemanenan dapat memiliki target tertentu, sedangkan pekerjaan pemeliharaan tanaman mungkin mengikuti jadwal dan pembagian area kerja.

Sistem pembayaran di perkebunan

Perusahaan dapat menerapkan gaji bulanan atau sistem pembayaran berdasarkan hasil kerja, berat, tugas, maupun ukuran produktivitas lainnya. Namun, sistem pembayaran berdasarkan hasil kerja tetap harus mematuhi ketentuan upah minimum yang berlaku bagi pekerja yang tercakup di dalamnya.

Oleh sebab itu, calon pekerja perlu menanyakan bagaimana upah di hitung ketika hasil panen menurun atau cuaca menghambat pekerjaan. Pastikan pula perusahaan menjelaskan target kerja, cara menghitung hasil, dan ketentuan pembayaran jika pekerja tidak dapat memenuhi target karena faktor di luar kendalinya.

Selain itu, tanyakan fasilitas tempat tinggal, transportasi, perlengkapan keselamatan, serta akses terhadap air bersih dan sanitasi. Fasilitas tersebut dapat memengaruhi biaya hidup selama bekerja di perkebunan.

BACA JUGA: Potongan Gaji Pekerja Indonesia di Malaysia: Mana yang Diperbolehkan?

Gaji Minimum Pekerja Konstruksi di Malaysia

Sektor konstruksi mencakup pembangunan gedung, pekerjaan infrastruktur, pemasangan, perawatan, serta berbagai pekerjaan teknis di lokasi proyek. Jenis pekerjaan yang tersedia dapat berupa pekerja umum, pembantu tukang, tukang bangunan, pekerja pembesian, pekerja bekisting, dan tenaga terampil sesuai kebutuhan proyek.

Untuk pekerja yang tercakup dalam ketentuan upah minimum, gaji pokok harus memenuhi batas minimum nasional. Sementara itu, pekerja dengan keterampilan khusus, pengalaman, atau tanggung jawab teknis dapat memperoleh gaji lebih tinggi berdasarkan kesepakatan kerja dan kebijakan perusahaan.

Jenis pekerjaan konstruksi

Pekerja umum biasanya membantu menyiapkan bahan, memindahkan perlengkapan, menjaga area kerja, dan melakukan tugas dasar sesuai instruksi. Sebaliknya, pekerja terampil dapat di tugaskan pada pekerjaan yang membutuhkan kemampuan teknis atau pelatihan tertentu.

Calon pekerja perlu memastikan jenis pekerjaan yang tercantum dalam kontrak sesuai dengan tugas yang akan di lakukan. Jika perekrut menjanjikan posisi tenaga terampil tetapi kontrak mencantumkan pekerjaan umum, mintalah penjelasan sebelum menandatangani dokumen.

Pengaruh proyek dan jam kerja

Pekerjaan konstruksi dapat berlangsung di lokasi proyek yang berbeda dan mengikuti jadwal penyelesaian tertentu. Akibatnya, jam kerja, kebutuhan lembur, dan pengaturan hari istirahat dapat berbeda antarperusahaan.

Namun, target penyelesaian proyek tidak menghapus kewajiban perusahaan untuk mematuhi ketentuan upah dan jam kerja. Karena itu, tanyakan sistem pembayaran ketika proyek berhenti sementara, pekerjaan di tunda, atau pekerja di pindahkan ke lokasi lain.

Periksa pula penyediaan alat pelindung diri, pelatihan keselamatan, dan prosedur penanganan kecelakaan. Keselamatan kerja merupakan hal penting karena pekerjaan konstruksi dapat melibatkan risiko jatuh, tertimpa benda, atau penggunaan peralatan berat.

BACA JUGA: Gaji di Malaysia di Bawah RM1.700: Cara Mengadu ke Jabatan Tenaga Kerja

Perbedaan Gaji Pabrik, Perkebunan, dan Konstruksi

Perbedaan utama antara ketiga sektor terletak pada jenis pekerjaan, pola kerja, keterampilan yang di perlukan, dan komponen penghasilan. Sementara itu, batas gaji pokok minimum tetap mengacu pada ketentuan nasional bagi pekerja yang tercakup dalam peraturan.

SektorContoh pekerjaanHal yang perlu di periksa
PabrikOperator produksi dan pengemasanSistem giliran kerja, target produksi, lembur
PerkebunanPemanen dan pemeliharaan tanamanSistem upah, target hasil, tempat tinggal
KonstruksiPekerja umum dan tenaga terampilJam kerja, keselamatan, lokasi proyek

Tabel tersebut menunjukkan bahwa calon pekerja sebaiknya tidak hanya membandingkan angka gaji. Pekerjaan dengan gaji pokok serupa dapat memberikan pengalaman kerja dan pengeluaran harian yang berbeda.

Sebagai contoh, tempat kerja yang menyediakan akomodasi sesuai ketentuan dapat membantu mengurangi pengeluaran tertentu. Namun, calon pekerja tetap harus memeriksa apakah fasilitas tersebut gratis atau terdapat biaya yang sah dan di jelaskan dalam kontrak.

Selain itu, jangan menganggap pekerjaan di konstruksi selalu memberikan gaji tertinggi atau pekerjaan pabrik selalu lebih stabil. Pendapatan bergantung pada penawaran konkret, status pekerjaan, jam kerja, keterampilan, dan ketentuan perusahaan.

BACA JUGA: Apakah Gaji Minimum RM1.700 Cukup untuk Hidup di Malaysia?

Apakah Gaji Minimum Berlaku bagi Pekerja Indonesia?

Pada prinsipnya, ketentuan upah minimum Malaysia mencakup pekerja asing di sektor swasta yang berada dalam cakupan peraturan. Dengan demikian, pekerja Indonesia yang bekerja secara sah di pabrik, perkebunan, atau konstruksi tidak otomatis kehilangan hak atas gaji minimum hanya karena bukan warga negara Malaysia.

Namun, pekerja asing perlu memastikan status kerja dan dokumen imigrasinya sesuai dengan ketentuan Malaysia. Pekerja juga perlu memahami bahwa izin kerja berkaitan dengan persetujuan dan persyaratan yang berlaku, termasuk sektor pekerjaan serta pemberi kerja yang di izinkan.

Jangan bekerja hanya berdasarkan janji perekrut tanpa memeriksa dokumen resmi. Sebelum berangkat, pastikan kontrak, identitas perusahaan, jenis pekerjaan, dan prosedur penempatan telah di jelaskan secara terbuka.

Jika gaji yang di terima di duga berada di bawah batas minimum, simpan kontrak, slip gaji, catatan pembayaran, dan bukti komunikasi dengan pemberi kerja. Selanjutnya, pekerja dapat meminta penjelasan atau mencari bantuan melalui saluran ketenagakerjaan resmi yang berwenang.

BACA JUGA: Apakah Gaji Minimum Malaysia Berlaku untuk TKI?

Cara Menghitung Penghasilan Bersih Pekerja di Malaysia

Gaji pokok bukan satu-satunya komponen yang menentukan uang yang dapat di bawa pulang. Calon pekerja perlu memperhitungkan penghasilan tambahan dan pengeluaran yang berkaitan dengan pekerjaan.

Secara sederhana, penghasilan bersih dapat di perkirakan dengan menjumlahkan gaji pokok dan pembayaran tambahan yang menjadi hak pekerja, kemudian mengurangi potongan yang sah serta pengeluaran pribadi. Pembayaran lembur harus di hitung sesuai ketentuan yang berlaku, bukan di anggap sebagai bagian wajib dari gaji pokok minimum.

Sebelum menandatangani kontrak, periksa beberapa komponen berikut:

  • Gaji pokok bulanan yang di tulis dalam kontrak.
  • Tarif lembur dan cara menghitung pembayarannya.
  • Tunjangan makan, transportasi, atau giliran kerja jika tersedia.
  • Biaya akomodasi dan transportasi yang menjadi tanggungan pekerja.
  • Potongan yang di izinkan dan dasar perhitungannya.
  • Jadwal pembayaran gaji dan bukti pembayaran.

Sebagai contoh, tawaran dengan gaji pokok yang lebih tinggi belum tentu memberikan penghasilan bersih lebih besar jika biaya hidup dan potongannya juga tinggi. Sebaliknya, tawaran dengan gaji pokok sesuai minimum dapat memiliki nilai berbeda jika perusahaan menyediakan fasilitas tertentu secara sah.

Karena itu, bandingkan seluruh komponen secara tertulis. Hindari membuat keputusan hanya berdasarkan angka penghasilan maksimum yang di janjikan perekrut.

BACA JUGA: Cara Memeriksa Kontrak Kerja Malaysia Sebelum Berangkat

Hak Pekerja Terkait Lembur dan Pembayaran Gaji

Selain gaji minimum, pekerja perlu memahami ketentuan jam kerja, hari istirahat, lembur, dan pembayaran upah. Ketentuan terperinci dapat bergantung pada undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku, lokasi kerja, serta cakupan pekerjaan.

Pada umumnya, aturan ketenagakerjaan Malaysia mengatur pembayaran tambahan untuk lembur dalam kondisi tertentu. Namun, perhitungan tarif dan kelayakan lembur harus di periksa berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi pekerja tersebut. Jangan berasumsi bahwa semua pembayaran tambahan menggunakan rumus yang sama tanpa memeriksa status pekerjaan dan aturan terkait.

Pekerja juga perlu meminta slip gaji atau catatan pembayaran yang menjelaskan gaji pokok, lembur, tunjangan, dan potongan. Jika terjadi perbedaan antara kontrak dan pembayaran yang di terima, catatan tersebut dapat membantu proses klarifikasi.

Apabila masalah tidak terselesaikan melalui perusahaan, pekerja dapat mencari nasihat atau mengajukan pengaduan kepada kantor ketenagakerjaan yang berwenang di wilayah tempat bekerja. Gunakan jalur resmi dan simpan dokumen pendukung agar laporan dapat di periksa dengan lebih jelas.

BACA JUGA: Syarat Kerja Legal di Malaysia: Gaji Minimum, Izin Kerja, Kontrak

Tips Memeriksa Tawaran Kerja di Malaysia

Sebelum menerima pekerjaan, calon pekerja perlu memeriksa identitas perusahaan dan memastikan tawaran berasal dari pihak yang dapat di pertanggungjawabkan. Jangan menyerahkan uang atau dokumen penting hanya karena mendapat janji gaji tinggi atau keberangkatan cepat.

Pertama, minta kontrak kerja yang menjelaskan posisi, lokasi, gaji pokok, jam kerja, hari istirahat, lembur, serta fasilitas yang di sediakan. Kedua, pastikan prosedur penempatan dan izin kerja sesuai dengan ketentuan resmi. Ketiga, pahami semua potongan dan biaya sebelum menyetujui keberangkatan.

Selanjutnya, simpan salinan paspor, kontrak, dokumen izin kerja, serta informasi kontak perusahaan. Berikan salinan dokumen hanya kepada pihak yang memang berwenang dan membutuhkan dokumen tersebut untuk proses resmi.

Jika informasi dari perekrut berbeda dengan isi kontrak, jangan terburu-buru menandatangani dokumen. Mintalah koreksi atau penjelasan tertulis terlebih dahulu. Langkah ini membantu mengurangi risiko perselisihan mengenai gaji dan kondisi kerja setelah tiba di Malaysia.

Jasa Pengurusan Dokumen Kerja Malaysia

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan administrasi untuk persiapan kerja di Malaysia, Jangkar Groups melalui PT Jangkar Global Groups menyediakan pendampingan dokumen sesuai kebutuhan. Pastikan setiap proses mengikuti ketentuan resmi, kontrak kerja di periksa dengan cermat, dan informasi gaji di konfirmasi kepada pemberi kerja sebelum keberangkatan.

Konsultasi Dokumen dan Kerja di Malaysia Sekarang

Siti Aidah