Perusahaan yang ingin mempekerjakan tenaga kerja asing perlu memahami berbagai biaya ketenagakerjaan di negara tujuan. Salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian ialah tarif levy pekerja asing, yaitu pungutan yang pemerintah kenakan kepada pemberi kerja atas penggunaan tenaga kerja asing di negara tertentu. Faktor yang Memengaruhi Tarif Levy, Besaran levy dapat berbeda berdasarkan kebijakan imigrasi, sektor pekerjaan, serta kategori izin kerja yang berlaku.
Selain itu, setiap negara memiliki aturan tersendiri dalam mengatur tenaga kerja asing. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempelajari ketentuan tersebut sebelum merekrut pekerja dari luar negeri. Dengan memahami faktor yang memengaruhi tarif levy, perusahaan dapat menyusun anggaran secara lebih akurat sekaligus menghindari kesalahan administrasi.
Baca Juga : Levy Pekerja Asing, Pengertian, Tarif dan Cara Pembayarannya
Apa Itu Tarif Levy Pekerja Asing?
Tarif levy pekerja asing merupakan pungutan yang pemerintah terapkan kepada pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja asing. Pemerintah biasanya menggunakan kebijakan ini untuk mengatur jumlah pekerja asing, mengendalikan kebutuhan tenaga kerja, serta mendorong perusahaan agar memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, levy tidak selalu berlaku dengan skema yang sama di setiap negara. Ada negara yang menetapkan tarif berdasarkan sektor industri, sedangkan negara lain menggunakan kategori keterampilan, jumlah pekerja asing, atau jenis izin kerja sebagai dasar perhitungan.
Sebagai contoh, Singapura menerapkan sistem foreign worker levy untuk kategori pekerja asing tertentu. Tarifnya dapat berbeda menurut jenis izin kerja, sektor pekerjaan, dan kategori pekerja. Karena itu, perusahaan perlu merujuk pada ketentuan resmi negara tujuan sebelum menghitung biaya perekrutan.
Baca Juga : Levy Pekerja Asing Malaysia Tarif, Sektor, Ketentuan Pembayaran
Faktor yang Memengaruhi Tarif Levy Pekerja Asing
1. Negara Tempat Pekerja Asing Bekerja
Pertama, negara tujuan menjadi faktor utama yang menentukan tarif levy. Setiap pemerintah memiliki kebijakan berbeda dalam mengatur perekrutan tenaga kerja asing, termasuk besaran pungutan dan pihak yang wajib membayarnya.
Sebagai ilustrasi, perusahaan yang merekrut pekerja asing di Singapura harus mengikuti ketentuan levy Singapura. Sementara itu, perusahaan yang merekrut tenaga kerja asing di negara lain perlu menyesuaikan perhitungan dengan sistem yang berlaku di negara tersebut.
Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya memastikan lokasi penempatan pekerja sejak awal. Langkah ini membantu bagian keuangan menyusun perkiraan biaya secara tepat dan menghindari penggunaan tarif dari negara yang berbeda.
2. Sektor Industri atau Bidang Pekerjaan
Selanjutnya, sektor industri juga dapat memengaruhi tarif levy. Pemerintah dapat menetapkan tarif berbeda untuk sektor konstruksi, manufaktur, jasa, kelautan, atau bidang lainnya sesuai kebijakan tenaga kerja masing-masing negara.
Perbedaan tersebut biasanya berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja, kondisi pasar tenaga kerja lokal, dan kebijakan pemerintah terhadap sektor tertentu. Dengan demikian, perusahaan tidak bisa langsung menggunakan satu tarif untuk seluruh jenis pekerjaan.
Sebagai contoh, perusahaan konstruksi mungkin menghadapi ketentuan levy yang berbeda dari perusahaan jasa. Namun, perbedaan tersebut bergantung pada regulasi negara tujuan, sehingga perusahaan tetap perlu memeriksa kategori industri yang sesuai.
Baca Juga : Foreign Worker Levy Singapura Tarif, Kuota, dan Aturan MOM
3. Jenis Izin Kerja yang Digunakan
Berikutnya, jenis izin kerja dapat menentukan besaran levy yang harus dibayar pemberi kerja. Beberapa negara membedakan pungutan berdasarkan kategori izin, tingkat keterampilan, atau jenis pekerjaan yang boleh dilakukan pekerja asing.
Misalnya, suatu negara dapat menerapkan aturan berbeda untuk pekerja berketerampilan dasar, pekerja terampil, dan tenaga profesional. Akibatnya, perusahaan perlu mencocokkan jenis pekerjaan dengan kategori izin yang tepat sebelum menghitung levy.
Selain membantu menentukan tarif, pemilihan izin kerja yang sesuai juga mendukung kepatuhan terhadap aturan imigrasi. Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan biaya, tetapi juga memastikan bahwa pekerja memenuhi persyaratan izin yang berlaku.
4. Tingkat Keterampilan dan Kualifikasi Pekerja
Selain jenis izin, tingkat keterampilan pekerja juga dapat memengaruhi perhitungan levy di negara yang menerapkan sistem tersebut. Pemerintah bisa membedakan pekerja berdasarkan kualifikasi pendidikan, sertifikasi keahlian, pengalaman, atau kategori keterampilan yang diakui secara resmi.
Dalam sistem tertentu, pekerja dengan kualifikasi yang lebih tinggi dapat masuk ke kategori izin yang berbeda dari pekerja berketerampilan dasar. Perbedaan kategori ini kemudian dapat memengaruhi tarif pungutan atau persyaratan perekrutan.
Meskipun demikian, perusahaan tidak boleh menganggap bahwa keterampilan yang lebih tinggi selalu menghasilkan levy yang lebih rendah. Tarif aktual tetap mengikuti kebijakan resmi dan klasifikasi pekerja di negara tujuan.
5. Jumlah Pekerja Asing yang Direkrut
Jumlah tenaga kerja asing juga dapat memengaruhi total pengeluaran perusahaan. Semakin banyak pekerja yang perusahaan rekrut, semakin besar pula potensi biaya levy secara keseluruhan jika pungutan berlaku untuk setiap pekerja.
Di samping itu, beberapa negara menerapkan batas kuota atau rasio pekerja asing terhadap pekerja lokal. Apabila perusahaan mencapai batas tertentu, perusahaan mungkin perlu memenuhi persyaratan tambahan atau tidak dapat merekrut pekerja asing baru melalui kategori yang sama.
Oleh karena itu, perusahaan perlu menghitung kebutuhan tenaga kerja secara realistis. Perencanaan jumlah pekerja sejak awal membantu perusahaan mengendalikan anggaran sekaligus memastikan kepatuhan terhadap ketentuan kuota.
Baca Juga : Cara Menghitung Biaya Levy Pekerja Asing
6. Kategori Pekerja dan Skema Levy
Faktor berikutnya ialah kategori pekerja yang pemerintah tetapkan dalam sistem levy. Dalam beberapa sistem, tarif dapat berbeda menurut status pekerja, tingkat keterampilan, jenis izin, atau skema pungutan yang berlaku.
Sebagai contoh, Singapura memiliki ketentuan levy yang berbeda untuk sejumlah kategori pemegang Work Permit dan S Pass. Ketentuan tersebut dapat mencakup tarif bulanan, persyaratan kelayakan, serta aturan khusus berdasarkan sektor atau jenis pekerja.
Karena itu, perusahaan harus memeriksa kategori pekerja secara teliti. Kesalahan dalam menentukan kategori dapat menyebabkan perhitungan biaya yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi.
7. Kuota dan Rasio Tenaga Kerja Lokal
Selanjutnya, kebijakan kuota tenaga kerja asing dapat memengaruhi biaya perekrutan. Beberapa negara mengatur proporsi pekerja asing yang boleh perusahaan pekerjakan dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja lokal.
Dalam sistem tertentu, perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu dapat memperoleh akses ke kategori pekerja atau skema levy yang berbeda. Sebaliknya, perusahaan yang melampaui batas kuota mungkin menghadapi pembatasan perekrutan atau kewajiban tambahan.
Oleh sebab itu, perusahaan perlu memeriksa jumlah tenaga kerja lokal dan asing secara berkala. Dengan perencanaan yang baik, perusahaan dapat menyesuaikan strategi perekrutan dengan aturan yang berlaku.
8. Perubahan Kebijakan Pemerintah
Selain faktor internal perusahaan, perubahan kebijakan pemerintah juga dapat mengubah tarif levy. Pemerintah dapat menyesuaikan pungutan untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja, mengendalikan ketergantungan pada pekerja asing, atau mendukung kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Perubahan tersebut dapat mencakup penyesuaian tarif, kategori pekerja, kuota, maupun persyaratan izin kerja. Oleh karena itu, tarif yang berlaku pada tahun sebelumnya belum tentu tetap berlaku pada tahun berjalan.
Agar tidak keliru menyusun anggaran, perusahaan sebaiknya memeriksa pengumuman resmi dari kementerian atau otoritas imigrasi negara tujuan. Langkah ini juga membantu perusahaan mempersiapkan perubahan biaya sebelum aturan baru mulai berlaku.
Baca Juga : Siapa yang Membayar Levy Pekerja Asing, Majikan atau Pekerja?
9. Durasi dan Ketentuan Pembayaran Levy
Durasi pembayaran menjadi faktor lain yang perlu perusahaan perhatikan. Pada sistem tertentu, levy berlaku secara bulanan selama pekerja memenuhi kondisi yang ditetapkan. Dengan demikian, lama masa kerja atau periode kewajiban pembayaran dapat memengaruhi total biaya.
Selain itu, pemerintah dapat menetapkan tanggal jatuh tempo, metode pembayaran, dan ketentuan khusus ketika izin kerja berakhir atau status pekerja berubah. Perusahaan perlu memahami ketentuan tersebut agar tidak mengalami keterlambatan pembayaran.
Untuk menghindari biaya yang tidak terduga, bagian administrasi sebaiknya membuat jadwal pembayaran dan memeriksa status izin kerja setiap pekerja secara berkala.
10. Denda dan Keterlambatan Pembayaran
Terakhir, kepatuhan terhadap pembayaran levy turut memengaruhi biaya yang harus perusahaan keluarkan. Apabila perusahaan terlambat membayar atau melanggar ketentuan, otoritas terkait dapat menerapkan konsekuensi sesuai peraturan yang berlaku.
Konsekuensi tersebut dapat berupa denda, pembatasan layanan administrasi, atau tindakan lain yang ditentukan oleh pemerintah negara tujuan. Namun, jenis sanksi dan besarannya tidak sama di setiap negara.
Karena itu, perusahaan perlu mengatur proses pembayaran secara disiplin. Penggunaan pengingat pembayaran, pencatatan transaksi, dan pemeriksaan berkala dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan.
Baca Juga : Cara Membayar Foreign Worker Levy Singapura, Memeriksa Tagihan
Cara Menghitung Perkiraan Biaya Levy Pekerja Asing
Setelah memahami faktor-faktor di atas, perusahaan dapat mulai menghitung perkiraan biaya levy. Namun, perusahaan harus menggunakan tarif resmi yang sesuai dengan negara, sektor, dan kategori pekerja.
Secara sederhana, perusahaan dapat menggunakan rumus berikut:
Total levy = tarif levy per pekerja × jumlah pekerja × jumlah periode pembayaran
Sebagai ilustrasi, apabila tarif levy resmi sebesar 300 unit mata uang per pekerja per bulan, perusahaan mempekerjakan 5 pekerja, dan kewajiban berlangsung selama 6 bulan, perhitungannya menjadi:
300 × 5 × 6 = 9.000 unit mata uang.
Angka tersebut hanya contoh perhitungan, bukan tarif resmi untuk negara atau kategori pekerja tertentu. Selain itu, hasil tersebut belum mencakup biaya lain seperti pengurusan izin kerja, pemeriksaan kesehatan, asuransi, atau biaya administrasi apabila ketentuan setempat mewajibkannya.
Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya memisahkan biaya levy dari komponen biaya ketenagakerjaan lainnya. Dengan cara ini, perusahaan dapat menyusun anggaran yang lebih transparan dan mudah dievaluasi.
Baca Juga : Levy Pekerja Asing untuk Perpanjangan Permit Kerja Malaysia

Perbedaan Tarif Levy dan Biaya Pengurusan Izin Kerja
Tarif levy dan biaya pengurusan izin kerja merupakan dua komponen yang berbeda. Levy biasanya berupa pungutan yang berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja asing, sedangkan biaya izin kerja berkaitan dengan pengajuan, penerbitan, atau layanan administrasi perizinan.
Meskipun demikian, keduanya dapat muncul dalam proses perekrutan pekerja asing. Karena itu, perusahaan perlu memeriksa rincian setiap pembayaran agar tidak mencampuradukkan levy dengan biaya lain.
Berikut perbedaan umumnya:
- Levy pekerja asing: pungutan berdasarkan ketentuan penggunaan tenaga kerja asing di negara tertentu.
- Biaya izin kerja: biaya administrasi yang berkaitan dengan pengajuan atau penerbitan izin kerja.
- Biaya perekrutan: pengeluaran untuk proses pencarian, seleksi, dan penempatan pekerja.
- Biaya pendukung: pengeluaran lain, seperti pemeriksaan kesehatan, asuransi, atau penerjemahan dokumen jika diperlukan.
Namun, istilah dan mekanisme pembayaran dapat berbeda antarnegara. Oleh sebab itu, perusahaan harus merujuk pada definisi resmi dari otoritas negara tujuan.
Baca Juga : Denda Keterlambatan dan Risiko Tidak Membayar Levy Pekerja Asing
Tips Mengendalikan Biaya Levy Pekerja Asing
Perusahaan dapat mengendalikan pengeluaran dengan melakukan perencanaan yang matang. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.
Memeriksa Tarif Resmi Secara Berkala
Pertama, perusahaan perlu memeriksa tarif levy melalui situs resmi pemerintah atau otoritas ketenagakerjaan negara tujuan. Dengan demikian, perusahaan dapat menggunakan informasi terbaru ketika menyusun anggaran.
Menyesuaikan Kategori Pekerja dengan Pekerjaan
Selanjutnya, perusahaan harus memastikan bahwa kategori izin kerja sesuai dengan tugas dan kualifikasi pekerja. Langkah ini membantu menghindari kesalahan klasifikasi yang dapat memengaruhi biaya dan kepatuhan.
Merencanakan Kebutuhan Tenaga Kerja
Selain itu, perusahaan sebaiknya menentukan jumlah pekerja berdasarkan kebutuhan operasional. Perencanaan yang tepat membantu perusahaan memperkirakan total levy dan menghindari perekrutan yang tidak diperlukan.
Baca Juga : Perbedaan Levy Pekerja Asing di Malaysia dan Singapura
Membuat Jadwal Pembayaran
Berikutnya, perusahaan perlu mencatat tanggal jatuh tempo dan menyusun pengingat pembayaran. Dengan begitu, bagian administrasi dapat meminimalkan risiko keterlambatan serta biaya tambahan.
Menyimpan Dokumen dan Bukti Pembayaran
Terakhir, perusahaan perlu menyimpan dokumen izin kerja, catatan pekerja, dan bukti pembayaran levy. Arsip yang tertata memudahkan pemeriksaan internal sekaligus membantu perusahaan ketika otoritas meminta bukti kepatuhan.
Faktor yang memengaruhi tarif levy pekerja asing meliputi negara tujuan, sektor industri, jenis izin kerja, tingkat keterampilan, jumlah pekerja, kategori pekerja, kuota tenaga kerja lokal, perubahan kebijakan, durasi pembayaran, dan kepatuhan terhadap kewajiban levy.
Baca Juga : Levy Pekerja Rumah Tangga Asing di Singapura Tarif, Keringanan
Oleh karena itu, perusahaan perlu memeriksa aturan resmi sebelum merekrut tenaga kerja asing. Selain itu, perusahaan sebaiknya menghitung levy secara terpisah dari biaya izin kerja dan pengeluaran pendukung lainnya agar anggaran tetap akurat. Dengan memahami ketentuan yang berlaku dan merencanakan kebutuhan tenaga kerja secara tepat, perusahaan dapat mengelola biaya perekrutan dengan lebih efektif. Jika perusahaan membutuhkan bantuan dalam persiapan dokumen atau administrasi tenaga kerja asing, PT Jangkar Global Groups dapat menjadi salah satu pilihan untuk konsultasi sesuai ruang lingkup layanan yang tersedia.
Konsultasi Levy Pekerja Sekarang!