Biaya levy pekerja asing menjadi salah satu komponen penting yang perlu dipahami oleh perusahaan atau majikan yang mempekerjakan tenaga kerja dari luar negeri. Terlebih lagi, setiap negara memiliki ketentuan berbeda mengenai tarif levy, izin kerja, sektor pekerjaan, dan masa berlaku izin tinggal. Oleh karena itu, pemahaman mengenai cara menghitung biaya levy membantu perusahaan menyusun anggaran tenaga kerja secara lebih terencana.
Secara umum, levy merupakan pungutan yang harus dibayarkan oleh pemberi kerja sesuai dengan ketentuan pemerintah negara tujuan. Namun, besaran pungutan tersebut tidak selalu sama untuk setiap pekerja. Sebagai contoh, Malaysia menetapkan tarif levy berdasarkan sektor pekerjaan dan wilayah kerja. Sementara itu, Singapura menerapkan sistem levy bulanan dengan tarif yang dapat bergantung pada sektor, tingkat keterampilan, serta kategori pekerja asing.
Dengan demikian, sebelum menghitung total biaya, perusahaan perlu memastikan negara tujuan, jenis izin kerja, dan kategori tenaga kerja yang bersangkutan. Artikel ini membahas cara menghitung biaya levy pekerja asing dengan fokus pada Malaysia, sekaligus menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan agar perhitungan lebih akurat.
Baca Juga : Levy Pekerja Asing, Pengertian, Tarif dan Cara Pembayarannya
Apa Itu Levy Pekerja Asing?
Levy pekerja asing adalah pungutan yang berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja asing sesuai dengan peraturan negara tempat pekerja tersebut bekerja. Dalam praktiknya, pemerintah menggunakan kebijakan levy untuk mengatur jumlah tenaga kerja asing dan pelaksanaan kebijakan ketenagakerjaan.
Di Malaysia, majikan yang mempekerjakan pekerja asing harus memperhatikan kewajiban levy sesuai dengan sektor dan wilayah kerja. Selain itu, majikan juga perlu memenuhi persyaratan izin kerja, visa, dan ketentuan imigrasi lainnya.
Penting untuk dipahami bahwa levy berbeda dari biaya penerbitan izin kerja, biaya visa, pemeriksaan kesehatan, asuransi, dan uang jaminan. Cara Menghitung Biaya Levy Oleh sebab itu, perusahaan perlu memisahkan setiap komponen tersebut ketika menyusun anggaran perekrutan pekerja asing.
Baca Juga : Levy Pekerja Asing Malaysia Tarif, Sektor, Ketentuan Pembayaran
Faktor yang Memengaruhi Biaya Levy Pekerja Asing
Sebelum melakukan perhitungan, ada beberapa faktor yang perlu diperiksa terlebih dahulu.
1. Negara Tujuan Pekerja
Pertama, tentukan negara tempat pekerja asing akan bekerja. Setiap negara menerapkan kebijakan levy yang berbeda. Sebagai contoh, Malaysia menggunakan tarif berdasarkan sektor dan wilayah, sedangkan Singapura menerapkan tarif yang berbeda menurut kategori pekerja dan sistem kuota.
Karena itu, perusahaan tidak dapat menggunakan tarif Malaysia untuk menghitung levy di Singapura atau negara lainnya.
2. Sektor Pekerjaan
Selanjutnya, periksa sektor pekerjaan yang sesuai dengan izin atau persetujuan tenaga kerja. Di Malaysia, sektor yang tercantum dalam ketentuan pekerja asing meliputi:
- Perkilangan atau manufaktur.
- Konstruksi.
- Perladangan.
- Pertanian.
- Jasa atau layanan.
- Layanan di pulau peranginan sesuai kategori yang berlaku.
Setiap sektor memiliki tarif levy tersendiri. Oleh karena itu, perusahaan harus memilih kategori yang sesuai dengan persetujuan pemerintah, bukan sekadar berdasarkan nama jabatan pekerja.
3. Wilayah Tempat Bekerja
Selain sektor, wilayah kerja juga memengaruhi perhitungan levy di Malaysia. Pemerintah membedakan tarif untuk Semenanjung Malaysia dan wilayah Sabah serta Sarawak.
Dengan demikian, dua perusahaan yang mempekerjakan pekerja pada sektor yang sama dapat memiliki kewajiban levy berbeda apabila lokasi operasional mereka berada di wilayah yang berbeda.
4. Masa Berlaku dan Jenis Izin Kerja
Berikutnya, periksa masa berlaku izin kerja dan jenis permohonan yang diajukan. Biaya untuk perpanjangan izin tidak selalu sama dengan seluruh biaya yang muncul saat perekrutan pertama.
Oleh sebab itu, perusahaan perlu membedakan levy dari biaya administrasi permohonan baru, penerbitan izin, visa, dan komponen lain yang berlaku.
Baca Juga : Foreign Worker Levy Singapura Tarif, Kuota, dan Aturan MOM
Tarif Levy Pekerja Asing di Malaysia
Untuk memberikan gambaran awal, berikut tarif levy yang tercantum pada halaman resmi Jabatan Imigresen Malaysia untuk perpanjangan Pas Lawatan Kerja Sementara atau PLKS.
| Sektor pekerjaan | Semenanjung Malaysia | Sabah dan Sarawak |
|---|---|---|
| Manufaktur | RM1.850 | RM1.010 |
| Konstruksi | RM1.850 | RM1.010 |
| Perladangan | RM640 | RM590 |
| Pertanian | RM640 | RM410 |
| Jasa | RM1.850 | RM1.490 |
| Jasa di pulau peranginan | RM1.850 | RM1.010 |
Sumber: Jabatan Imigresen Malaysia, halaman resmi pekerja asing dan tarif perpanjangan PLKS.
Perlu diperhatikan bahwa angka tersebut merupakan tarif levy berdasarkan kategori yang tercantum pada halaman resmi, bukan total keseluruhan biaya pengurusan pekerja asing. Selain itu, tarif dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah dan ketentuan yang berlaku pada saat permohonan.
Sebelum melakukan pembayaran, majikan sebaiknya memeriksa kembali tarif terbaru melalui Jabatan Imigresen Malaysia.
Baca Juga : Siapa yang Membayar Levy Pekerja Asing, Majikan atau Pekerja?
Cara Menghitung Biaya Levy Pekerja Asing
Setelah mengetahui faktor penentu dan tarif yang berlaku, perusahaan dapat menghitung perkiraan levy menggunakan langkah-langkah berikut.
1. Tentukan Jumlah Pekerja Asing
Pertama, hitung jumlah pekerja asing yang akan dipekerjakan atau diperpanjang izin kerjanya.
Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur di Semenanjung Malaysia memiliki 10 pekerja asing yang memerlukan perpanjangan PLKS. Perusahaan tersebut kemudian menggunakan tarif levy sesuai sektor manufaktur.
2. Periksa Tarif Levy per Pekerja
Berikutnya, tentukan tarif levy yang berlaku untuk setiap pekerja. Berdasarkan tabel di atas, tarif levy sektor manufaktur di Semenanjung Malaysia tercantum sebesar RM1.850 per pekerja untuk kategori perpanjangan yang dimaksud.
Dengan demikian, perusahaan dapat menggunakan tarif tersebut sebagai dasar simulasi perhitungan.
3. Kalikan Tarif dengan Jumlah Pekerja
Gunakan rumus sederhana berikut:
Total levy = Tarif levy per pekerja × Jumlah pekerja
Berdasarkan contoh sebelumnya:
- Jumlah pekerja: 10 orang.
- Tarif levy per pekerja: RM1.850.
- Total levy: 10 × RM1.850 = RM18.500.
Jadi, perkiraan levy untuk 10 pekerja tersebut mencapai RM18.500.
Namun, angka ini hanya menggambarkan perhitungan levy berdasarkan tarif yang digunakan dalam contoh. Perusahaan tetap perlu memastikan periode pembayaran, kelayakan pekerja, dan ketentuan permohonan sebelum menentukan jumlah pembayaran akhir.
4. Tambahkan Biaya Administrasi yang Berlaku
Setelah menghitung levy, perusahaan perlu memeriksa komponen biaya lainnya. Untuk perpanjangan PLKS, tabel resmi Malaysia juga mencantumkan biaya PLKS sebesar RM60 dan biaya proses sebesar RM125 per permohonan pekerja sesuai kategori yang dijelaskan.
Sebagai ilustrasi, jika kedua komponen tersebut berlaku untuk seluruh 10 pekerja, perhitungannya menjadi:
| Komponen | Perhitungan | Total |
|---|---|---|
| Levy | 10 × RM1.850 | RM18.500 |
| PLKS | 10 × RM60 | RM600 |
| Proses | 10 × RM125 | RM1.250 |
| Subtotal | RM20.350 |
Subtotal tersebut belum memasukkan biaya visa berdasarkan kewarganegaraan, uang jaminan apabila diperlukan, asuransi, pemeriksaan kesehatan, maupun biaya layanan pihak ketiga.
Oleh karena itu, jangan langsung menganggap RM20.350 sebagai total final seluruh proses. Periksa setiap komponen berdasarkan persyaratan pekerja dan jenis permohonan yang sebenarnya.
Baca Juga : Cara Membayar Foreign Worker Levy Singapura, Memeriksa Tagihan
Contoh Perhitungan Levy Berdasarkan Sektor Pekerjaan
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa simulasi menggunakan tarif levy Malaysia yang tercantum pada tabel sebelumnya.
Contoh 1: Perusahaan Konstruksi di Semenanjung Malaysia
Sebuah perusahaan konstruksi memiliki 5 pekerja asing. Tarif levy yang digunakan dalam simulasi adalah RM1.850 per pekerja.
Perhitungannya:
5 × RM1.850 = RM9.250.
Dengan demikian, perusahaan perlu menganggarkan RM9.250 untuk komponen levy kelima pekerja tersebut.
Contoh 2: Perusahaan Pertanian di Semenanjung Malaysia
Selanjutnya, sebuah perusahaan pertanian memiliki 8 pekerja asing. Tarif levy pada kategori ini tercantum sebesar RM640 per pekerja.
Perhitungannya:
8 × RM640 = RM5.120.
Jadi, estimasi levy untuk delapan pekerja tersebut adalah RM5.120.
Contoh 3: Perusahaan Jasa di Sabah dan Sarawak
Sementara itu, sebuah perusahaan jasa di Sabah atau Sarawak memiliki 6 pekerja asing. Tarif levy yang tercantum untuk sektor jasa di wilayah tersebut adalah RM1.490 per pekerja.
Perhitungannya:
6 × RM1.490 = RM8.940.
Dengan demikian, perkiraan levy untuk enam pekerja tersebut mencapai RM8.940.
Ketiga contoh di atas menggunakan tarif perpanjangan PLKS yang tercantum pada halaman resmi pemerintah Malaysia. Untuk permohonan baru atau kategori lain, perusahaan perlu memeriksa ketentuan yang berlaku agar tidak menggunakan tarif yang keliru.
Baca Juga : Levy Pekerja Asing untuk Perpanjangan Permit Kerja Malaysia
Perbedaan Biaya Levy dan Biaya Pengurusan Pekerja Asing
Dalam proses perekrutan tenaga kerja asing, majikan perlu membedakan levy dari komponen biaya lainnya. Hal ini penting karena setiap komponen memiliki fungsi dan dasar perhitungan yang berbeda.
Berikut penjelasannya:
- Levy: pungutan pemerintah yang berkaitan dengan penggunaan pekerja asing.
- Biaya izin kerja: biaya yang berhubungan dengan penerbitan atau perpanjangan izin sesuai ketentuan.
- Biaya visa: biaya visa yang dapat berbeda menurut kewarganegaraan dan jenis permohonan.
- Pemeriksaan kesehatan: biaya pemeriksaan sesuai persyaratan negara tujuan.
- Asuransi: biaya perlindungan yang wajib dipenuhi apabila ketentuan mengharuskannya.
- Uang jaminan: dana jaminan atau bentuk jaminan lain apabila pemerintah menetapkannya.
- Biaya jasa pengurusan: biaya tambahan apabila perusahaan menggunakan penyedia layanan untuk membantu administrasi.
Dengan memisahkan komponen tersebut, perusahaan dapat mengetahui biaya wajib pemerintah dan biaya tambahan yang muncul selama proses perekrutan atau perpanjangan izin.
Baca Juga : Faktor yang Memengaruhi Tarif Levy Pekerja Asing
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menghitung Levy
Meskipun rumus perhitungan levy cukup sederhana, beberapa kesalahan dapat menyebabkan anggaran perusahaan tidak akurat.
1. Menggunakan Tarif yang Sudah Tidak Berlaku
Pertama, jangan langsung menggunakan tarif dari artikel lama atau informasi yang beredar di media sosial. Sebaliknya, periksa informasi pada situs resmi pemerintah sebelum menyusun anggaran.
2. Mengabaikan Perbedaan Wilayah
Selanjutnya, pastikan lokasi kerja sesuai dengan kategori tarif. Tarif Semenanjung Malaysia tidak selalu sama dengan tarif Sabah dan Sarawak.
3. Mencampur Levy dengan Biaya Lain
Selain itu, jangan memasukkan semua biaya administrasi ke dalam satu kategori levy. Pemisahan ini membantu perusahaan melakukan audit internal dan memeriksa bukti pembayaran dengan lebih mudah.
4. Tidak Menghitung Jumlah Pekerja Secara Akurat
Berikutnya, periksa jumlah pekerja yang benar-benar memerlukan pembayaran levy. Data yang tidak sesuai dapat menyebabkan perusahaan membuat perkiraan anggaran yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
5. Tidak Memeriksa Ketentuan Terbaru
Terakhir, periksa ketentuan resmi sebelum melakukan pembayaran. Dengan cara ini, perusahaan dapat menyesuaikan anggaran dengan tarif, jenis izin, dan persyaratan yang berlaku.
Baca Juga : Denda Keterlambatan dan Risiko Tidak Membayar Levy Pekerja Asing
Tips Menghemat Anggaran Levy Pekerja Asing
Perusahaan dapat mengelola anggaran tenaga kerja asing secara lebih efisien melalui beberapa langkah berikut.
Pertama, buat daftar seluruh pekerja asing beserta sektor, lokasi kerja, kewarganegaraan, dan tanggal berakhirnya izin. Selanjutnya, gunakan daftar tersebut untuk memperkirakan kewajiban levy dan biaya perpanjangan.
Kedua, susun anggaran secara terpisah untuk levy, izin kerja, visa, pemeriksaan kesehatan, dan biaya lainnya. Dengan demikian, bagian keuangan dapat memantau setiap pengeluaran secara lebih terperinci.
Ketiga, periksa kuota pekerja asing sebelum mengajukan permohonan. Selain membantu perusahaan menyusun kebutuhan tenaga kerja, langkah ini juga mengurangi risiko pengajuan yang tidak sesuai dengan persyaratan.
Terakhir, gunakan saluran pembayaran resmi dan simpan setiap bukti transaksi. Apabila perusahaan menggunakan jasa pengurusan, pastikan penyedia layanan memberikan rincian biaya yang transparan dan menjelaskan komponen yang termasuk dalam penawaran.
Baca Juga : Perbedaan Levy Pekerja Asing di Malaysia dan Singapura

Apakah Cara Menghitung Levy di Singapura Sama dengan Malaysia?
Tidak. Walaupun istilah levy digunakan di kedua negara, sistem perhitungannya berbeda.
Di Singapura, levy pekerja asing umumnya merupakan pungutan bulanan. Besarannya dapat bergantung pada sektor pekerjaan, kategori izin, tingkat keterampilan, dan tingkatan kuota tenaga kerja asing. Untuk pekerja yang tidak bekerja selama satu bulan kalender penuh, ketentuan tarif harian juga dapat berlaku.
Sementara itu, tabel levy Malaysia yang dibahas dalam artikel ini merujuk pada tarif perpanjangan PLKS berdasarkan sektor dan wilayah kerja.
Oleh sebab itu, perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing di Singapura harus menggunakan ketentuan dari Ministry of Manpower (MOM), bukan rumus tarif Malaysia. Informasi resmi tersedia melalui Foreign Worker Levy – Ministry of Manpower Singapore.
Baca Juga : Levy Pekerja Rumah Tangga Asing di Singapura Tarif, Keringanan
Cara menghitung biaya levy pekerja asing dimulai dengan menentukan negara tujuan, sektor pekerjaan, wilayah kerja, jumlah pekerja, dan tarif yang sesuai. Untuk perhitungan dasar, perusahaan dapat mengalikan tarif levy per pekerja dengan jumlah pekerja yang memerlukan pembayaran.
Namun, perusahaan perlu membedakan levy dari biaya izin kerja, visa, pemeriksaan kesehatan, asuransi, dan komponen lainnya. Dengan demikian, anggaran yang disusun akan memberikan gambaran biaya yang lebih realistis.
Khusus untuk Malaysia, majikan perlu memeriksa tarif terbaru melalui Jabatan Imigresen Malaysia sebelum mengajukan permohonan atau melakukan pembayaran. Sementara itu, perusahaan yang merekrut pekerja asing di negara lain harus mengikuti aturan otoritas setempat. Pada akhirnya, perencanaan yang teliti, pemeriksaan dokumen, dan penggunaan informasi resmi membantu perusahaan mengelola biaya tenaga kerja asing secara lebih transparan, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Konsultasi Levy Pekerja Sekarang!