Levy Pekerja Asing, Pengertian, Tarif dan Cara Pembayarannya

Nisa

TKA
Levy Pekerja Asing Pengertian, Tarif, Cara Pembayaran, Tanggung Jawab Majikan
Direktur Utama Jangkar Groups

Levy pekerja asing merupakan salah satu kewajiban yang perlu dipahami oleh majikan atau pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja dari luar negeri. Ketentuan ini sangat penting, terutama bagi perusahaan dan majikan perseorangan yang mempekerjakan pekerja migran di Singapura. Dengan memahami aturan levy, majikan dapat mengatur anggaran tenaga kerja sekaligus memenuhi kewajiban sesuai peraturan yang berlaku.

Selain itu, pemahaman mengenai levy membantu pekerja asing mengetahui hak-haknya selama bekerja di luar negeri. Oleh karena itu, calon pekerja migran sebaiknya memahami perbedaan antara levy, gaji, biaya izin kerja, dan biaya penempatan sebelum menandatangani kontrak kerja.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian levy pekerja asing, faktor yang menentukan tarif, cara pembayaran, serta tanggung jawab majikan. Dengan demikian, pembaca dapat memahami kewajiban tersebut secara lebih menyeluruh sebelum memulai hubungan kerja di luar negeri.

Baca Juga : Levy Pekerja Asing Malaysia Tarif, Sektor, Ketentuan Pembayaran

Apa Itu Levy Pekerja Asing?

Levy pekerja asing adalah pungutan yang pemerintah kenakan kepada majikan atas penggunaan tenaga kerja asing. Di Singapura, Ministry of Manpower (MOM) menerapkan Foreign Worker Levy sebagai salah satu mekanisme untuk mengatur jumlah pekerja asing di pasar tenaga kerja.

Melalui kebijakan ini, pemerintah mengatur penggunaan tenaga kerja asing berdasarkan sektor industri, jenis izin kerja, tingkat keterampilan, serta kuota pekerja asing yang berlaku. Dengan kata lain, levy bukan sekadar biaya administrasi, melainkan bagian dari kebijakan ketenagakerjaan negara tersebut.

Selanjutnya, majikan perlu memahami bahwa kewajiban levy berbeda dari pembayaran gaji. Gaji merupakan hak pekerja atas pekerjaan yang mereka lakukan, sedangkan levy menjadi tanggung jawab majikan sesuai ketentuan pemerintah Singapura.

Baca Juga : Foreign Worker Levy Singapura Tarif, Kuota, dan Aturan MOM

Mengapa Pemerintah Menerapkan Levy?

Pemerintah menerapkan levy untuk mengendalikan jumlah pekerja asing dan mendorong perusahaan mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja secara efisien. Selain itu, kebijakan tersebut membantu pemerintah mengatur keseimbangan antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing.

Berikut beberapa tujuan penerapan levy:

  1. Mengatur jumlah pekerja asing. Pemerintah dapat mengendalikan penggunaan tenaga kerja asing berdasarkan kebutuhan sektor industri.
  2. Mendorong peningkatan keterampilan. Perusahaan memiliki insentif untuk meningkatkan produktivitas dan keterampilan tenaga kerja.
  3. Mengendalikan ketergantungan pada pekerja asing. Kebijakan kuota dan levy membantu perusahaan merencanakan komposisi tenaga kerjanya.
  4. Menegaskan kewajiban majikan. Pemberi kerja perlu memperhitungkan biaya ketenagakerjaan secara bertanggung jawab.

Dengan memahami tujuan tersebut, majikan dapat merencanakan perekrutan tenaga kerja asing secara lebih terukur.

Berapa Tarif Levy Pekerja Asing?

Tarif levy pekerja asing di Singapura tidak selalu sama untuk setiap pekerja. Besarannya bergantung pada sektor pekerjaan, jenis izin kerja, tingkat keterampilan, dan ketentuan kuota yang berlaku.

Oleh sebab itu, majikan perlu memeriksa tarif resmi berdasarkan kategori pekerjanya sebelum menghitung biaya perekrutan. Tarif untuk pekerja konstruksi, manufaktur, jasa, galangan kapal, dan pekerja rumah tangga migran dapat berbeda.

Faktor yang Memengaruhi Tarif Levy

Ada beberapa faktor utama yang menentukan besaran levy.

1. Sektor pekerjaan

Pertama, pemerintah membedakan tarif levy berdasarkan sektor industri. Perusahaan konstruksi, manufaktur, jasa, dan sektor lainnya perlu mengikuti ketentuan yang sesuai dengan klasifikasi usahanya.

2. Tingkat keterampilan pekerja

Kedua, tingkat keterampilan pekerja dapat memengaruhi tarif yang harus di bayar. Pada kategori tertentu, pekerja berketerampilan lebih tinggi dapat memperoleh tarif levy yang lebih rendah di bandingkan pekerja berketerampilan dasar.

3. Kuota tenaga kerja asing

Selanjutnya, jumlah pekerja asing dalam perusahaan juga memengaruhi biaya levy untuk kategori tertentu. Ketika perusahaan mencapai tingkatan kuota tertentu, tarif yang berlaku dapat meningkat.

4. Jenis izin kerja

Terakhir, majikan perlu membedakan jenis izin kerja yang di miliki pekerja. Ketentuan levy untuk Work Permit, S Pass, dan pekerja rumah tangga migran tidak selalu sama.

Baca Juga : Cara Menghitung Biaya Levy Pekerja Asing

Contoh Tarif Levy Pekerja Asing di Singapura

Sebagai gambaran, tarif bulanan berikut menunjukkan contoh kategori tertentu yang tercantum dalam jadwal levy Singapura. Angka ini bukan tarif universal untuk seluruh pekerja asing.

Kategori pekerjaContoh tarif levy bulanan
Pekerja manufaktur berketerampilan tinggi, Tier 1S$250
Pekerja manufaktur berketerampilan dasar, Tier 1S$370
Pekerja umum berketerampilan tinggi, Tier 1S$300
Pekerja umum berketerampilan dasar, Tier 1S$450

Tarif tersebut mengacu pada kategori tertentu dalam jadwal resmi levy Singapura. Tarif aktual dapat berubah sesuai sektor, kategori pekerja, tingkatan kuota, dan perubahan peraturan. Karena itu, majikan sebaiknya memeriksa informasi terbaru melalui situs resmi MOM sebelum melakukan pembayaran.

Informasi tarif dan kategori dapat diperiksa melalui halaman resmi Foreign Worker Quota and Levy.

Apakah Levy Di bayar Setiap Bulan?

Ya, untuk kategori pekerja yang tunduk pada Foreign Worker Levy Singapura, majikan perlu membayar levy secara berkala setiap bulan selama kewajiban tersebut berlaku.

Namun, awal dan akhir periode kewajiban mengikuti ketentuan izin kerja yang bersangkutan. Untuk pemegang Work Permit, misalnya, kewajiban levy umumnya di mulai ketika Temporary Work Permit atau Work Permit terbit, sesuai ketentuan yang berlaku, dan berakhir ketika izin tersebut di batalkan atau kedaluwarsa.

Dengan demikian, majikan harus mencocokkan tagihan levy dengan status izin kerja setiap pekerja agar tidak mengalami kekurangan pembayaran.

Baca Juga : Siapa yang Membayar Levy Pekerja Asing, Majikan atau Pekerja?

Cara Pembayaran Levy Pekerja Asing

Pembayaran levy perlu mengikuti prosedur resmi yang pemerintah Singapura tetapkan. Majikan sebaiknya tidak menggunakan perantara yang tidak jelas atau melakukan transfer berdasarkan permintaan yang belum terverifikasi.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.

1. Memeriksa Tagihan Levy

Pertama, majikan perlu masuk ke layanan resmi MOM untuk memeriksa tagihan levy. Melalui layanan tersebut, majikan dapat melihat jumlah tagihan, rincian pekerja, serta riwayat pembayaran.

Langkah ini penting karena jumlah yang harus dibayar dapat berbeda sesuai kategori pekerja dan periode penagihan.

2. Memastikan Data Pekerja Sudah Benar

Selanjutnya, periksa identitas pekerja, jenis izin kerja, dan status pekerjaan. Pastikan seluruh informasi sesuai dengan catatan perusahaan serta data yang tercantum dalam sistem pemerintah.

Apabila terdapat perbedaan data, majikan sebaiknya menyelesaikan masalah tersebut melalui saluran resmi sebelum melanjutkan pembayaran.

3. Memilih Metode Pembayaran

MOM menyediakan fasilitas pembayaran levy melalui metode resmi. Salah satu metode yang dianjurkan adalah GIRO, yaitu pembayaran otomatis melalui rekening bank yang telah memperoleh persetujuan.

Selain itu, majikan yang belum menggunakan GIRO dapat memanfaatkan PayNow QR melalui layanan elektronik MOM apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dengan memilih metode resmi, majikan dapat mempermudah pencatatan transaksi dan mengurangi risiko keterlambatan pembayaran.

Baca Juga : Cara Membayar Foreign Worker Levy Singapura, Memeriksa Tagihan

4. Membayar Sebelum Tenggat Waktu

Setelah memeriksa tagihan, majikan perlu memastikan pembayaran masuk sebelum batas waktu yang berlaku. Untuk levy Work Permit pada umumnya, pembayaran jatuh tempo pada tanggal 17 bulan berikutnya atau hari kerja selanjutnya jika tanggal tersebut jatuh pada akhir pekan atau hari libur.

Meskipun demikian, majikan tetap perlu mengikuti tanggal jatuh tempo yang tercantum pada tagihan resmi.

5. Menyimpan Bukti Pembayaran

Terakhir, simpan bukti pembayaran dan periksa status transaksi melalui sistem resmi. Dokumen tersebut berguna untuk rekonsiliasi keuangan, pemeriksaan internal, dan penyelesaian masalah apabila sistem belum mencatat pembayaran.

Untuk memeriksa tagihan serta melakukan pembayaran, majikan dapat mengakses layanan Check and Pay Foreign Worker Levy.

Tanggung Jawab Majikan dalam Pembayaran Levy

Tanggung Jawab Majikan dalam Pembayaran Levy

Majikan memegang peran utama dalam memenuhi kewajiban levy pekerja asing. Oleh karena itu, setiap perusahaan maupun majikan perseorangan perlu memahami tanggung jawabnya sejak proses perekrutan hingga berakhirnya hubungan kerja.

1. Membayar Levy Sesuai Ketentuan

Majikan wajib membayar levy sesuai tarif, periode, dan tenggat waktu yang berlaku. Selain itu, majikan perlu menyiapkan anggaran yang memadai agar kewajiban ini tidak mengganggu kelancaran operasional perusahaan.

Perencanaan anggaran sejak awal juga membantu perusahaan menghindari tagihan tertunggak dan sanksi administratif.

2. Tidak Membebankan Levy kepada Pekerja

Salah satu hal terpenting ialah larangan mengalihkan biaya levy kepada pekerja asing di Singapura. Majikan tidak boleh meminta pekerja membayar levy secara langsung ataupun memotong gaji mereka untuk menutup biaya tersebut.

Ketentuan ini melindungi pekerja dari pungutan yang tidak semestinya. Apabila majikan memaksa pekerja menanggung levy, tindakan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan memengaruhi hak perusahaan untuk mempekerjakan pekerja asing.

Karena itu, pekerja perlu memahami bahwa levy merupakan tanggung jawab majikan, bukan biaya pribadi yang harus mereka bayar sebagai syarat bekerja.

Baca Juga : Levy Pekerja Asing untuk Perpanjangan Permit Kerja Malaysia

3. Mengelola Izin Kerja dengan Benar

Selain membayar levy, majikan harus memastikan setiap pekerja asing memiliki izin kerja yang sesuai. Majikan juga perlu memantau masa berlaku izin, memperbarui dokumen sesuai ketentuan, serta melaporkan perubahan status pekerjaan apabila diwajibkan.

Pengelolaan dokumen yang tertib membantu perusahaan menghindari masalah akibat izin kerja yang tidak lagi berlaku.

4. Memperbarui Data dan Memantau Tagihan

Majikan sebaiknya memeriksa data pekerja secara berkala. Misalnya, ketika pekerja berhenti bekerja atau izin kerjanya berakhir, majikan perlu menyelesaikan prosedur pembatalan izin sesuai ketentuan.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan tagihan atau pembayaran levy untuk periode yang tidak semestinya.

5. Memenuhi Kewajiban Ketenagakerjaan Lainnya

Levy bukan satu-satunya kewajiban dalam hubungan kerja. Majikan juga perlu mematuhi ketentuan mengenai gaji, kondisi kerja, asuransi atau perlindungan medis apabila diwajibkan, serta kewajiban lain sesuai jenis izin dan sektor pekerjaan.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu melihat levy sebagai bagian dari keseluruhan tanggung jawab ketenagakerjaan, bukan sebagai satu-satunya biaya yang harus diperhatikan.

Baca Juga : Faktor yang Memengaruhi Tarif Levy Pekerja Asing

Apa Risiko Jika Majikan Tidak Membayar Levy?

Keterlambatan atau kegagalan membayar levy dapat menimbulkan konsekuensi bagi majikan. Bentuk konsekuensinya bergantung pada aturan yang berlaku dan kondisi pelanggaran.

Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

1. Denda keterlambatan

Majikan dapat dikenai denda atau penalti apabila tidak membayar levy sesuai tenggat waktu. Akibatnya, jumlah kewajiban yang harus diselesaikan bisa bertambah.

2. Pembatasan izin kerja

Untuk pelanggaran tertentu, kegagalan membayar levy dapat memengaruhi status izin kerja pekerja dan kemampuan majikan mengajukan izin kerja baru.

3. Tindakan penegakan hukum

Apabila majikan terus mengabaikan kewajibannya, pemerintah dapat mengambil tindakan sesuai peraturan yang berlaku.

4. Gangguan operasional perusahaan

Selain konsekuensi administratif, masalah levy dapat mengganggu perencanaan tenaga kerja, arus kas, dan kelancaran operasional perusahaan.

Karena itu, majikan perlu memantau tagihan secara rutin dan segera menyelesaikan kewajiban yang belum dibayar. Apabila mengalami kendala, majikan sebaiknya menghubungi MOM melalui saluran resmi untuk mengetahui langkah penyelesaian yang tepat.

Baca Juga : Denda Keterlambatan dan Risiko Tidak Membayar Levy Pekerja Asing

Perbedaan Levy Pekerja Asing di Singapura dan Indonesia

Istilah levy pekerja asing juga perlu dipahami berdasarkan negara tempat pekerja menjalankan pekerjaannya. Hal ini penting karena setiap negara memiliki dasar hukum, tarif, dan prosedur pembayaran yang berbeda.

Di Singapura, Foreign Worker Levy merupakan pungutan yang berlaku bagi kategori pekerja asing tertentu dan menjadi tanggung jawab majikan sesuai ketentuan MOM.

Sementara itu, Indonesia mengenal Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA). Kewajiban ini berlaku bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja asing sesuai peraturan Indonesia, dengan ketentuan dan pengecualian tertentu.

Permenaker Nomor 8 Tahun 2021 mengatur pelaksanaan penggunaan tenaga kerja asing, termasuk ketentuan DKPTKA. Besaran yang tercantum dalam regulasi tersebut adalah US$100 per jabatan per orang per bulan, dengan aturan pembayaran dan pengecualian tertentu. Perusahaan perlu memeriksa ketentuan yang berlaku serta perubahan regulasi sebelum menghitung kewajiban aktual.

Dengan demikian, majikan atau perusahaan harus memastikan negara tempat kerja dan jenis pungutan yang dimaksud sebelum menggunakan informasi tarif maupun prosedur pembayaran.

Baca Juga : Perbedaan Levy Pekerja Asing di Malaysia dan Singapura

Tips Mengelola Levy agar Tidak Menimbulkan Masalah

Untuk menjaga kepatuhan, majikan dapat menerapkan beberapa langkah praktis berikut.

  1. Buat kalender pembayaran. Catat tanggal jatuh tempo setiap tagihan agar tidak terlewat.
  2. Siapkan anggaran tenaga kerja. Masukkan levy ke dalam perencanaan biaya perekrutan dan operasional.
  3. Periksa perubahan peraturan. Pantau informasi resmi pemerintah agar perhitungan tetap sesuai ketentuan terbaru.
  4. Simpan dokumen dengan rapi. Arsipkan tagihan, bukti pembayaran, dan catatan izin kerja setiap pekerja.
  5. Gunakan layanan resmi. Lakukan pemeriksaan dan pembayaran melalui sistem pemerintah yang berwenang.
  6. Jangan memotong gaji untuk levy. Pastikan seluruh biaya yang menjadi tanggung jawab majikan tetap berada pada pihak yang diwajibkan membayar.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, majikan dapat mengelola kewajiban levy secara lebih tertib sekaligus mengurangi risiko perselisihan dengan pekerja.

Levy pekerja asing merupakan pungutan yang mengatur penggunaan tenaga kerja asing dan menjadi tanggung jawab majikan sesuai peraturan negara terkait. Di Singapura, tarif levy bergantung pada sektor pekerjaan, jenis izin kerja, tingkat keterampilan, serta kuota yang berlaku.

Baca Juga : Levy Pekerja Rumah Tangga Asing di Singapura Tarif, Keringanan

Majikan perlu memeriksa tagihan melalui layanan resmi, membayar sesuai tenggat waktu, menyimpan bukti transaksi, dan memastikan pekerja tidak menanggung biaya levy yang menjadi kewajiban pemberi kerja.

Selain itu, majikan perlu membedakan Foreign Worker Levy Singapura dari DKPTKA di Indonesia karena kedua sistem memiliki dasar hukum dan prosedur yang berbeda. Dengan memahami aturan tersebut, perusahaan dapat merencanakan biaya tenaga kerja secara lebih akurat dan menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ketenagakerjaan.

Konsultasi Levy Pekerja Sekarang!

Avatar photo
Nisa