Checklist Kepatuhan Perpol Pam Swakarsa bagi Perusahaan, BUJP

Nisa

Checklist Kepatuhan Perpol Pam Swakarsa bagi Perusahaan, BUJP
Direktur Utama Jangkar Groups

Kepatuhan terhadap Peraturan Kepolisian (Perpol) tentang Pengamanan Swakarsa merupakan hal penting bagi perusahaan, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), serta organisasi yang menyelenggarakan kegiatan pengamanan. Checklist Kepatuhan Perpol Pam, Kepatuhan ini di perlukan agar pelaksanaan tugas satuan pengamanan (Satpam) berjalan sesuai ketentuan, memiliki administrasi yang tertib, dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman.

Bagi perusahaan pengguna jasa pengamanan maupun BUJP, memenuhi ketentuan Pam Swakarsa tidak cukup hanya dengan menyediakan petugas Satpam. Perusahaan juga perlu memperhatikan legalitas usaha, kompetensi personel, penggunaan atribut, administrasi keanggotaan, prosedur operasional, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas.

Oleh karena itu, checklist kepatuhan Perpol Pam Swakarsa dapat di gunakan sebagai alat pemeriksaan internal untuk mengetahui apakah persyaratan penting telah di penuhi dan bagian mana yang masih perlu di perbaiki.

Baca Juga : Perpol Pengamanan Swakarsa: Isi, Aturan, dan Penjelasan

Apa Itu Perpol Pam Swakarsa?

Perpol Pam Swakarsa merupakan peraturan kepolisian yang mengatur penyelenggaraan Pengamanan Swakarsa, termasuk unsur satuan pengamanan dan bentuk pengamanan swakarsa lainnya sesuai ruang lingkup peraturan.

Salah satu regulasi yang menjadi rujukan adalah Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, yang kemudian di ubah melalui Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2023.

Peraturan tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyelenggaraan Satpam, termasuk pembinaan, kompetensi, atribut, serta pengaturan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengamanan.

Perusahaan dan BUJP perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku sesuai jenis kegiatan, status usaha, serta tanggung jawab masing-masing. Pemeriksaan kepatuhan sebaiknya tidak hanya mengacu pada satu dokumen, tetapi juga mempertimbangkan peraturan terkait perizinan usaha, ketenagakerjaan, pelatihan, dan ketentuan teknis kepolisian yang masih berlaku.

Baca Juga : Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa

Mengapa Checklist Kepatuhan Pam Swakarsa Penting?

Checklist kepatuhan membantu perusahaan mengidentifikasi kekurangan administrasi maupun pelaksanaan pengamanan sebelum masalah berkembang menjadi temuan pemeriksaan atau gangguan operasional.

Berikut beberapa manfaatnya.

1. Memastikan Legalitas dan Administrasi

Perusahaan dapat memastikan dokumen usaha, perizinan, identitas personel, dan dokumen pendukung lainnya tersedia serta dapat di tunjukkan ketika di perlukan.

2. Memastikan Kompetensi Anggota Satpam

Pemeriksaan membantu memastikan personel mempunyai kualifikasi pelatihan yang sesuai dengan jabatan dan tugasnya.

Baca Juga : Perpol Nomor 1 Tahun 2023 Perubahan Aturan Pengamanan

3. Mengurangi Risiko Pelanggaran

Penggunaan seragam, atribut, kewenangan, dan prosedur kerja yang tidak sesuai dapat menimbulkan persoalan hukum maupun operasional. Checklist membantu menemukan potensi masalah tersebut lebih awal.

4. Mempermudah Audit Internal

Dokumen yang tersusun rapi memudahkan perusahaan melakukan evaluasi berkala, menindaklanjuti kekurangan, dan menunjukkan upaya kepatuhan.

5. Meningkatkan Profesionalisme Pengamanan

Kepatuhan yang diterapkan secara konsisten membantu membangun sistem pengamanan yang lebih terukur, bertanggung jawab, dan profesional.

Baca Juga : Tugas dan Fungsi Satpam Menurut Perpol Pam Swakarsa

Checklist Kepatuhan Perpol Pam Swakarsa bagi Perusahaan Pengguna Jasa Satpam

Perusahaan yang menggunakan jasa Satpam perlu memeriksa bukan hanya jumlah personel yang bertugas, melainkan juga legalitas penyedia jasa, kompetensi petugas, dan pelaksanaan pengamanan di lokasi kerja.

1. Verifikasi Legalitas BUJP

Pastikan perusahaan penyedia jasa pengamanan memiliki legalitas dan perizinan yang sesuai dengan kegiatan usaha serta ketentuan yang berlaku.

Hal-hal yang perlu di periksa meliputi:

  • Identitas dan legalitas badan usaha.
  • Perizinan berusaha yang relevan untuk kegiatan jasa pengamanan.
  • Kesesuaian ruang lingkup layanan dengan pekerjaan yang di kontrakkan.
  • Identitas penanggung jawab dan kontak resmi perusahaan.
  • Dokumen kerja sama atau kontrak penyediaan jasa pengamanan.

Perusahaan pengguna jasa sebaiknya memeriksa keabsahan dokumen melalui saluran resmi. Jangan hanya mengandalkan salinan dokumen tanpa melakukan verifikasi apabila pemeriksaan lebih lanjut di perlukan.

Baca Juga : Aturan Seragam Satpam Terbaru dan Perubahannya

2. Pemeriksaan Kompetensi dan Kualifikasi Satpam

Perusahaan perlu memastikan bahwa anggota Satpam yang di tempatkan memiliki kompetensi sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

Checklist pemeriksaan dapat mencakup:

  • Identitas setiap anggota Satpam tercatat.
  • Sertifikat pelatihan yang relevan tersedia dan dapat di verifikasi.
  • Kualifikasi personel sesuai dengan posisi dan tanggung jawabnya.
  • Data penempatan dan jadwal kerja tersedia.
  • Personel memperoleh pengarahan mengenai tugas dan prosedur pengamanan.
  • Kebutuhan pelatihan lanjutan atau penyegaran telah di evaluasi.

Jenis pelatihan dan kualifikasi yang di butuhkan perlu di sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan karakteristik pekerjaan. Jangan menganggap seluruh posisi pengamanan memiliki persyaratan kompetensi yang sama.

3. Pemeriksaan KTA Satpam

Kartu Tanda Anggota (KTA) Satpam merupakan salah satu dokumen identitas yang perlu di periksa sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemeriksaan internal dapat mencakup:

  • Identitas pada KTA sesuai dengan identitas personel.
  • Foto dan informasi pada kartu dapat di baca.
  • Data keanggotaan dapat di konfirmasi melalui mekanisme yang sah.
  • Kemudian Status kartu telah di periksa sesuai ketentuan administrasi.
  • Selanjutnya Kartu yang hilang, rusak, atau datanya tidak sesuai telah di tindaklanjuti.
  • Dokumen pendukung penggantian atau pembaruan tersedia apabila di perlukan.

Jika di temukan ketidaksesuaian, perusahaan sebaiknya menghubungi BUJP atau pihak berwenang untuk mendapatkan petunjuk penanganan. Hindari mengubah data kartu secara mandiri tanpa prosedur resmi.

Baca Juga : Pelatihan Satpam dan Kualifikasi Gada Pratama, Madya, Utama

4. Pemeriksaan Seragam dan Atribut Satpam

Penggunaan seragam dan atribut harus mengikuti ketentuan kepolisian yang berlaku. Perusahaan tidak boleh menganggap atribut pengamanan dapat di gunakan secara bebas tanpa memperhatikan aturan identitas dan penggunaannya.

Hal-hal yang dapat diperiksa meliputi:

  • Seragam sesuai ketentuan yang berlaku untuk personel Satpam.
  • Atribut dan tanda pengenal di gunakan sesuai aturan.
  • Identitas petugas dapat di kenali di lokasi kerja.
  • Tidak terdapat penggunaan atribut yang menimbulkan kesan seolah-olah petugas merupakan anggota Polri.
  • Perlengkapan kerja sesuai dengan tugas dan risiko lokasi.
  • Kondisi seragam dan perlengkapan di periksa secara berkala.

Sehingga Pemeriksaan sebaiknya merujuk pada ketentuan teknis yang berlaku, bukan hanya kebiasaan perusahaan atau contoh seragam yang beredar di internet.

5. Pemeriksaan SOP Pengamanan

Perusahaan bersama BUJP perlu memastikan bahwa kegiatan pengamanan memiliki prosedur operasional yang jelas dan di pahami oleh petugas.

SOP dapat mencakup:

  • Prosedur pemeriksaan akses masuk dan keluar.
  • Pengawasan terhadap tamu, kendaraan, dan barang sesuai kewenangan.
  • Pengaturan patroli dan penjagaan.
  • Prosedur penanganan keadaan darurat.
  • Pelaporan insiden dan kejadian mencurigakan.
  • Mekanisme koordinasi dengan manajemen dan pihak kepolisian.
  • Selanjutnya Prosedur serah terima tugas antarpersonel.
  • Perlindungan terhadap data dan informasi yang di peroleh saat bertugas.

SOP harus di sesuaikan dengan kondisi lokasi kerja dan batas kewenangan Satpam. Petugas pengamanan tidak boleh melakukan tindakan di luar kewenangan yang di berikan oleh peraturan perundang-undangan.

Baca Juga : KTA Satpam Menurut Perpol Pengamanan Swakarsa

6. Pemeriksaan Kontrak dan Penempatan Personel

Perusahaan pengguna jasa perlu memastikan bahwa pengaturan kerja antara pengguna jasa dan BUJP terdokumentasi dengan baik.

Periksa hal-hal berikut:

  • Kontrak kerja sama masih berlaku.
  • Ruang lingkup layanan di jelaskan dengan jelas.
  • Jumlah dan jadwal penempatan personel terdokumentasi.
  • Kemudian Tanggung jawab BUJP dan perusahaan pengguna jasa di jelaskan.
  • Mekanisme penggantian personel tersedia.
  • Sistem pelaporan dan evaluasi kinerja di sepakati.
  • Penanganan insiden dan kondisi darurat di atur dalam prosedur kerja.

Kontrak yang jelas membantu mencegah perbedaan pemahaman mengenai tanggung jawab, standar layanan, dan pelaksanaan pengamanan.

Checklist Kepatuhan Perpol Pam Swakarsa bagi BUJP

Maka BUJP mempunyai tanggung jawab penting dalam penyediaan tenaga pengamanan yang kompeten dan pelaksanaan layanan sesuai peraturan. Karena itu, pemeriksaan internal perlu di lakukan secara berkala terhadap aspek legalitas, sumber daya manusia, administrasi, dan pengawasan operasional.

1. Legalitas dan Perizinan Usaha

BUJP perlu memastikan bahwa legalitas perusahaan dan perizinan untuk kegiatan jasa pengamanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Checklist yang dapat di gunakan:

  • Dokumen pendirian dan identitas badan usaha tersedia.
  • Perizinan berusaha yang relevan masih sesuai dengan kegiatan operasional.
  • Data penanggung jawab perusahaan tercatat dengan benar.
  • Ruang lingkup usaha sesuai dengan layanan yang di tawarkan.
  • Dokumen yang di wajibkan untuk pembinaan atau pemeriksaan dapat di tunjukkan.
  • Perubahan data usaha di tindaklanjuti melalui prosedur yang sesuai.

Sehingga Persyaratan perizinan dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, BUJP perlu melakukan verifikasi terhadap ketentuan terbaru sebelum menyimpulkan bahwa seluruh dokumen telah memenuhi persyaratan.

Baca Juga : BUJP dan Perizinan Jasa Pengamanan Menurut Perpol

2. Administrasi Personel Satpam

Data personel perlu di simpan secara tertib agar perusahaan dapat memantau identitas, kompetensi, penempatan, dan status administrasinya.

Dokumen yang dapat di masukkan dalam pemeriksaan meliputi:

  • Data identitas anggota.
  • Data pelatihan dan sertifikat kompetensi.
  • Data KTA Satpam sesuai ketentuan.
  • Riwayat penempatan dan penugasan.
  • Selanjutnya Catatan pembinaan dan evaluasi.
  • Dokumen kepegawaian yang relevan.
  • Catatan pembaruan data dan tindak lanjut administrasi.

Akses terhadap dokumen pribadi perlu di batasi sesuai kebutuhan kerja dan ketentuan perlindungan data yang berlaku.

3. Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi

BUJP perlu memastikan bahwa penempatan personel mempertimbangkan kompetensi dan persyaratan yang relevan.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Kualifikasi pelatihan di periksa sebelum penempatan.
  • Sertifikat dan dokumen kompetensi dapat di verifikasi.
  • Kemudian Kebutuhan pelatihan tambahan di identifikasi.
  • Personel memperoleh pembekalan mengenai SOP lokasi kerja.
  • Catatan pelatihan dan pembinaan tersimpan.
  • Evaluasi kompetensi di lakukan sesuai kebutuhan pekerjaan.

Sehingga Jika terdapat personel yang belum memenuhi persyaratan tertentu, BUJP perlu menentukan tindak lanjut yang sesuai sebelum memberikan penugasan yang mensyaratkan kompetensi tersebut.

Baca Juga : Satpam dan Satkamling Perbedaan Fungsi dan Aturannya

4. Pengawasan Operasional

Pengawasan diperlukan untuk memastikan bahwa petugas menjalankan tugas sesuai SOP, kontrak, dan ketentuan yang berlaku.

Checklist pengawasan dapat mencakup:

  • Jadwal tugas dan penempatan terdokumentasi.
  • Pengawasan terhadap kehadiran personel di lakukan.
  • Pemeriksaan pelaksanaan SOP di lakukan secara berkala.
  • Kemudian Laporan kejadian di catat dan di tindaklanjuti.
  • Keluhan dari pengguna jasa di evaluasi.
  • Pelanggaran prosedur di tangani melalui mekanisme internal.
  • Hasil evaluasi di simpan sebagai bukti tindak lanjut.

Pengawasan tidak hanya bertujuan menemukan kesalahan, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas layanan dan mencegah kejadian berulang.

5. Perlengkapan dan Fasilitas Kerja

BUJP perlu memeriksa apakah personel memperoleh perlengkapan yang sesuai dengan tugas dan kondisi lokasi kerja.

Hal-hal yang dapat di periksa antara lain:

  • Ketersediaan seragam dan tanda pengenal sesuai ketentuan.
  • Kondisi perlengkapan komunikasi.
  • Kemudian Ketersediaan alat bantu kerja yang di perlukan.
  • Selanjutnya Kesesuaian perlengkapan dengan risiko lokasi.
  • Pencatatan serah terima perlengkapan.
  • Pemeliharaan dan penggantian perlengkapan yang rusak.

Pengadaan dan penggunaan perlengkapan tertentu harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku serta kewenangan personel Satpam.

Baca Juga : Kewenangan Satpam dan Batas Tindakan Saat Bertugas

Checklist Administrasi dan Dokumentasi Kepatuhan

Administrasi yang tertib mempermudah perusahaan maupun BUJP ketika melakukan audit internal atau menghadapi pemeriksaan dari pihak yang berwenang.

Gunakan daftar berikut sebagai lembar pemeriksaan awal.

No.Aspek PemeriksaanStatus
1Legalitas dan perizinan usaha☐
2Kontrak kerja sama pengamanan☐
3Data identitas personel☐
4KTA Satpam dan status administrasinya☐
5Sertifikat pelatihan dan kompetensi☐
6Data penempatan dan jadwal kerja☐
7Seragam dan atribut sesuai ketentuan☐
8SOP pengamanan dan keadaan darurat☐
9Laporan kejadian dan tindak lanjut☐
10Catatan evaluasi serta pembinaan personel☐
11Pemeriksaan perlengkapan kerja☐
12Catatan audit dan perbaikan kepatuhan☐

Keterangan status:

  • Memenuhi: Dokumen atau pelaksanaan telah di periksa dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
  • Belum memenuhi: Terdapat kekurangan yang perlu di tindaklanjuti.
  • Tidak relevan: Aspek tersebut tidak berlaku bagi perusahaan atau kegiatan yang di periksa, di sertai alasan yang jelas.

Checklist ini merupakan alat bantu pengendalian internal, bukan pengganti daftar persyaratan resmi dari instansi yang berwenang.

Cara Melakukan Audit Kepatuhan Perpol Pam Swakarsa

Cara Melakukan Audit Kepatuhan Perpol Pam Swakarsa

Sehingga Agar checklist dapat di gunakan secara efektif, perusahaan dan BUJP sebaiknya menjalankan pemeriksaan secara sistematis.

1. Tentukan Ruang Lingkup Audit

Tentukan apakah audit dilakukan terhadap legalitas BUJP, administrasi personel, pelaksanaan tugas Satpam, atau keseluruhan sistem pengamanan.

Ruang lingkup yang jelas membantu tim audit menentukan dokumen dan kegiatan yang harus diperiksa.

2. Kumpulkan Dokumen Pendukung

Kumpulkan dokumen yang relevan, seperti perizinan usaha, kontrak, data personel, sertifikat pelatihan, SOP, dan laporan operasional.

Pastikan dokumen yang di gunakan merupakan versi terbaru dan dapat diverifikasi.

Baca Juga :

3. Periksa Dokumen dan Kondisi Lapangan

Pemeriksaan tidak cukup di lakukan melalui dokumen. Maka Perusahaan juga perlu menilai kesesuaian antara administrasi dan kondisi aktual, misalnya identitas personel, penempatan, penggunaan atribut, serta pelaksanaan SOP.

4. Catat Temuan dan Tingkat Risiko

Setiap kekurangan perlu di catat secara jelas. Prioritaskan temuan berdasarkan tingkat risiko, dampak terhadap keselamatan, potensi pelanggaran, dan urgensi perbaikannya.

5. Buat Rencana Tindakan Korektif

Tentukan tindakan yang di perlukan, penanggung jawab, target penyelesaian, dan bukti yang harus di siapkan. Kekurangan yang berpotensi menimbulkan pelanggaran serius perlu di tangani terlebih dahulu.

6. Lakukan Pemeriksaan Ulang

Setelah perbaikan di lakukan, periksa kembali apakah tindakan korektif sudah efektif. Simpan hasil pemeriksaan agar dapat di gunakan sebagai bahan evaluasi berikutnya.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Kepatuhan Pam Swakarsa

Beberapa kekurangan yang dapat ditemukan dalam pengelolaan pengamanan antara lain:

  1. Dokumen legalitas usaha tidak diperiksa secara berkala.
  2. Data KTA Satpam tidak diperbarui ketika terjadi perubahan.
  3. Kemudian Sertifikat kompetensi tidak diverifikasi sebelum penempatan.
  4. Selanjutnya, SOP tersedia, tetapi tidak dipahami oleh petugas.
  5. Penggunaan atribut tidak diperiksa kesesuaiannya dengan ketentuan.
  6. Laporan kejadian tidak terdokumentasi dengan baik.
  7. Kontrak kerja sama tidak menjelaskan pembagian tanggung jawab secara memadai.
  8. Temuan audit tidak ditindaklanjuti hingga selesai.

Untuk mencegah masalah tersebut, perusahaan perlu menetapkan penanggung jawab kepatuhan dan membuat jadwal pemeriksaan rutin. Namun BUJP juga sebaiknya mempunyai mekanisme pengawasan yang memastikan setiap kekurangan ditangani dan didokumentasikan.

Seberapa Sering Checklist Kepatuhan Harus Diperiksa?

Frekuensi pemeriksaan sebaiknya ditentukan berdasarkan risiko operasional, perubahan regulasi, serta kebutuhan perusahaan.

Sehingga Pemeriksaan dapat dilakukan ketika memulai kerja sama dengan BUJP, sebelum penempatan personel, saat terjadi perubahan data atau prosedur, setelah muncul insiden, dan secara berkala sebagai bagian dari audit internal.

Perusahaan dengan risiko pengamanan tinggi atau lokasi operasional yang kompleks dapat memerlukan pengawasan lebih intensif. Namun, frekuensi tersebut perlu disesuaikan dengan kewajiban hukum dan ketentuan yang berlaku, bukan dianggap sebagai jadwal wajib yang sama bagi semua perusahaan.

Maka Selain itu, setiap perubahan peraturan perlu dievaluasi agar checklist yang digunakan tidak lagi mengacu pada ketentuan lama yang sudah diubah atau dicabut.

Perusahaan pengguna jasa dan BUJP perlu memahami pembagian tanggung jawab masing-masing. Perusahaan pengguna jasa perlu memastikan layanan yang diterima sesuai kebutuhan dan ketentuan, sedangkan BUJP perlu mengelola legalitas, kompetensi personel, dan pelaksanaan layanan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu Sebagai langkah awal, gunakan checklist untuk mencatat status setiap persyaratan, menentukan prioritas perbaikan, dan mendokumentasikan hasil evaluasi. Selanjutnya, cocokkan seluruh aspek dengan naskah peraturan resmi dan ketentuan teknis terbaru dari instansi berwenang agar pelaksanaan pengamanan tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.

Konsultasi Satpam Sekarang!

Avatar photo
Nisa