Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan besar yang di hadapi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Aktivitas industri, penggunaan energi, transportasi, pengelolaan limbah, serta pemanfaatan sumber daya alam dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
Untuk mendukung pengendalian perubahan iklim, pemerintah Indonesia mengembangkan sistem pencatatan nasional yang di kenal sebagai Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).
Melalui sistem ini, berbagai kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dapat di catat, di laporkan, di pantau, dan di telusuri secara lebih terstruktur.
Bagi perusahaan, SRN PPI KLH memiliki peran penting dalam mendokumentasikan kontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, kegiatan adaptasi perubahan iklim, serta pelaksanaan program lingkungan yang relevan.
Perusahaan yang memiliki program efisiensi energi, pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, penghijauan, rehabilitasi mangrove, atau kegiatan pengurangan emisi lainnya dapat mempelajari mekanisme pencatatan yang sesuai melalui SRN PPI.
Lalu, apa sebenarnya SRN PPI KLH? Apa fungsi, manfaat, persyaratan, dan bagaimana perusahaan dapat mempersiapkan registrasinya? Berikut pembahasan lengkapnya.

Apa Itu SRN PPI KLH?
SRN PPI adalah Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim, yaitu sistem informasi nasional yang di gunakan untuk mencatat, mengelola, dan menelusuri informasi mengenai aksi mitigasi, aksi adaptasi, serta sumber daya yang berkaitan dengan perubahan iklim di Indonesia.
SRN PPI berada dalam penyelenggaraan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Sistem ini di kembangkan untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, serta pemantauan kontribusi berbagai pihak dalam upaya pengendalian perubahan iklim.
Pihak yang dapat terlibat dalam kegiatan pengendalian perubahan iklim antara lain:
- Kementerian dan lembaga pemerintah.
- Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
- Perusahaan swasta.
- Badan usaha milik negara dan daerah.
- Organisasi masyarakat.
- Lembaga swadaya masyarakat.
- Lembaga pendidikan dan penelitian.
- Pengembang proyek lingkungan.
- Pihak lain yang melaksanakan kegiatan terkait perubahan iklim.
Dengan demikian, SRN PPI tidak hanya di peruntukkan bagi instansi pemerintah. Dunia usaha juga memiliki kesempatan untuk mencatat kontribusi kegiatan lingkungannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Kepanjangan SRN PPI?
SRN PPI merupakan singkatan dari Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim.
Berikut penjelasan setiap istilahnya:
Sistem Registri Nasional (SRN)
Merupakan sistem pencatatan nasional yang mengelola informasi mengenai kegiatan, program, dan sumber daya terkait perubahan iklim.
Pengendalian Perubahan Iklim (PPI)
Merupakan upaya yang di lakukan untuk mengurangi penyebab perubahan iklim serta meningkatkan kemampuan manusia, masyarakat, dan lingkungan dalam menghadapi dampaknya.
Secara sederhana, SRN PPI merupakan sistem pencatatan nasional yang membantu pemerintah mengetahui siapa yang melaksanakan kegiatan perubahan iklim, kegiatan apa yang di lakukan, bagaimana perkembangannya, dan apa kontribusinya.
Apa Fungsi SRN PPI KLH?
SRN PPI memiliki beberapa fungsi strategis dalam penyelenggaraan pengendalian perubahan iklim di Indonesia.
Pencatatan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi mitigasi merupakan kegiatan yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca atau meningkatkan penyerapan emisi.
Contoh kegiatan mitigasi:
- Penggunaan energi terbarukan.
- Efisiensi penggunaan energi listrik.
- Pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.
- Pengelolaan sampah dan limbah.
- Pengolahan limbah menjadi energi.
- Rehabilitasi hutan dan mangrove.
- Penghijauan dan penanaman pohon.
- Pengurangan emisi dari kegiatan industri.
Melalui pencatatan yang sesuai, kegiatan tersebut dapat di dokumentasikan sebagai bagian dari kontribusi pengendalian perubahan iklim.
Pencatatan Aksi Adaptasi Perubahan Iklim
Aksi adaptasi merupakan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, perusahaan, dan lingkungan dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Contohnya:
- Pengembangan sistem pengelolaan air.
- Perlindungan kawasan pesisir.
- Pembangunan infrastruktur tahan bencana iklim.
- Penguatan ketahanan pangan.
- Rehabilitasi ekosistem pesisir.
- Pengembangan sistem peringatan dini bencana.
- Penguatan kapasitas masyarakat menghadapi perubahan iklim.
Pemantauan Emisi Gas Rumah Kaca
SRN PPI mendukung pengelolaan informasi terkait inventarisasi emisi gas rumah kaca dan perkembangan kegiatan mitigasi.
Informasi ini di perlukan untuk mengetahui kontribusi berbagai sektor dalam mencapai target penurunan emisi nasional.
Mendukung Monitoring, Reporting, and Verification (MRV)
MRV merupakan mekanisme pengukuran, pelaporan, dan verifikasi terhadap kegiatan perubahan iklim.
MRV terdiri dari tiga tahapan:
Measurement: Mengukur kegiatan dan hasil pengurangan emisi atau capaian adaptasi.
Reporting: Menyusun dan menyampaikan laporan berdasarkan data yang tersedia.
Verification: Melakukan pemeriksaan untuk memastikan data dan hasil yang di laporkan dapat di pertanggungjawabkan.
Mendukung Pencapaian Target NDC Indonesia
Nationally Determined Contribution (NDC) merupakan komitmen kontribusi nasional Indonesia dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghadapi perubahan iklim.
SRN PPI membantu pemerintah menelusuri kontribusi dari berbagai pihak terhadap pencapaian target tersebut.
Mendukung Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon
SRN PPI juga berkaitan dengan penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), termasuk pencatatan kegiatan dan informasi yang relevan dalam mekanisme pengurangan emisi.
Namun, pencatatan kegiatan di SRN PPI tidak otomatis membuat perusahaan memperoleh kredit karbon atau sertifikat pengurangan emisi. Tetap di perlukan pemenuhan metodologi, persyaratan, validasi, verifikasi, dan prosedur sesuai skema yang di gunakan.
Apa Manfaat SRN PPI KLH bagi Perusahaan?
Bagi perusahaan, SRN PPI dapat menjadi bagian penting dari pengelolaan lingkungan dan strategi keberlanjutan.
Berikut beberapa manfaatnya.
Mendokumentasikan Kontribusi Lingkungan Perusahaan
Perusahaan yang menjalankan program lingkungan membutuhkan dokumentasi yang jelas.
Contohnya perusahaan yang melaksanakan:
- Program penanaman mangrove.
- Pengurangan konsumsi energi.
- Pengelolaan limbah industri.
- Penggunaan energi bersih.
- Pengurangan emisi operasional.
- Rehabilitasi lahan.
- Program efisiensi sumber daya.
Pencatatan yang sesuai dalam SRN PPI dapat membantu mendokumentasikan kontribusi perusahaan terhadap pengendalian perubahan iklim.
Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas
Perusahaan dapat mengembangkan sistem pelaporan kegiatan lingkungan yang lebih terstruktur.
Data mengenai program, lokasi, pelaksanaan, indikator, dan hasil kegiatan dapat di siapkan untuk mendukung proses pencatatan serta pemantauan.
Mendukung Laporan ESG Perusahaan
Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan pendekatan penilaian kinerja perusahaan berdasarkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Informasi kegiatan perubahan iklim yang terdokumentasi dengan baik dapat menjadi salah satu bahan pendukung pelaporan aspek lingkungan perusahaan.
Meningkatkan Kepercayaan Mitra Bisnis
Dokumentasi kegiatan lingkungan dapat menjadi informasi pendukung dalam komunikasi dengan investor, mitra usaha, pelanggan, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Hal ini semakin penting bagi perusahaan yang beroperasi dalam rantai pasok dengan tuntutan keberlanjutan.
Mendukung Pengembangan Proyek Karbon
Perusahaan yang memiliki proyek pengurangan emisi dapat mempelajari keterkaitan SRN PPI dengan mekanisme Nilai Ekonomi Karbon.
Apabila proyek memenuhi persyaratan skema yang berlaku, perusahaan dapat mempertimbangkan proses lebih lanjut untuk memperoleh pengakuan atau sertifikasi pengurangan emisi.
Memperkuat Program Corporate Social Responsibility (CSR)
Program CSR yang memiliki hubungan dengan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dapat di kembangkan dengan dokumentasi yang lebih terukur.
Contohnya adalah program rehabilitasi mangrove, konservasi lingkungan, pengelolaan sampah, dan peningkatan ketahanan masyarakat pesisir.
Perusahaan perlu memastikan bahwa kegiatan CSR tersebut memiliki indikator, data pelaksanaan, serta bukti yang dapat di pertanggungjawabkan.
Siapa Saja yang Perlu Memahami SRN PPI?
SRN PPI relevan bagi berbagai jenis organisasi dan pelaku usaha.
Berikut kelompok yang perlu memahami sistem ini.
| Jenis pihak | Contoh kegiatan |
|---|---|
| Perusahaan manufaktur | Efisiensi energi dan pengurangan emisi |
| Perusahaan pertambangan | Pengelolaan emisi dan rehabilitasi lahan |
| Perusahaan perkebunan | Pengelolaan lahan dan penyerapan karbon |
| Perusahaan energi | Energi terbarukan dan efisiensi energi |
| Perusahaan pengelola limbah | Pengurangan emisi dari limbah |
| Perusahaan properti | Bangunan hemat energi |
| Perusahaan transportasi | Pengurangan emisi kendaraan |
| Perusahaan kehutanan | Rehabilitasi hutan dan konservasi |
| Perusahaan perikanan | Adaptasi perubahan iklim pesisir |
| Organisasi masyarakat | Program lingkungan berbasis masyarakat |
Tidak semua perusahaan otomatis wajib melakukan registrasi setiap kegiatan ke SRN PPI. Kebutuhan dan kewajibannya harus di tentukan berdasarkan jenis kegiatan, regulasi sektoral, dan skema pencatatan yang berlaku.
Apa Perbedaan Aksi Mitigasi dan Aksi Adaptasi dalam SRN PPI?
Kedua istilah ini sering di temukan dalam pembahasan SRN PPI, tetapi memiliki tujuan yang berbeda.
Aksi Mitigasi
Aksi mitigasi bertujuan mengurangi sumber emisi gas rumah kaca atau meningkatkan penyerapan karbon.
Contoh:
- Mengganti mesin produksi dengan teknologi hemat energi.
- Menggunakan panel surya.
- Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
- Mengembangkan pengolahan sampah organik.
- Melaksanakan rehabilitasi mangrove.
Aksi Adaptasi
Aksi adaptasi bertujuan mengurangi risiko dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
Contoh:
- Membangun perlindungan kawasan pesisir.
- Mengembangkan sistem pengelolaan air.
- Meningkatkan ketahanan pertanian terhadap kekeringan.
- Mengembangkan sistem peringatan dini banjir.
- Memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem.
Perusahaan perlu menentukan kategori kegiatan secara tepat sebelum menyiapkan data untuk registrasi.
Dokumen Apa Saja yang Perlu Di persiapkan Perusahaan?
Dokumen yang di perlukan dapat berbeda berdasarkan jenis kegiatan, kategori pengguna, dan mekanisme registrasi yang berlaku.
Namun, sebagai persiapan awal, perusahaan dapat mengelompokkan dokumen berikut.
Dokumen Identitas Perusahaan
- Akta pendirian perusahaan.
- Akta perubahan perusahaan apabila ada.
- Nomor Induk Berusaha (NIB).
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan usaha.
- Identitas penanggung jawab perusahaan.
- Alamat dan informasi kontak perusahaan.
- Surat kuasa apabila pengurusan di lakukan oleh pihak yang di beri kewenangan.
Dokumen Kegiatan Lingkungan
- Profil kegiatan atau proyek.
- Deskripsi kegiatan mitigasi atau adaptasi.
- Lokasi pelaksanaan kegiatan.
- Periode pelaksanaan.
- Tujuan dan indikator kegiatan.
- Data teknis pendukung.
- Dokumentasi kegiatan.
- Bukti pelaksanaan program.
Dokumen Teknis Pendukung
Tergantung jenis proyek, perusahaan mungkin perlu menyiapkan:
- Data penggunaan energi.
- Data konsumsi bahan bakar.
- Data produksi.
- Data pengelolaan limbah.
- Data emisi gas rumah kaca.
- Perhitungan baseline emisi.
- Metodologi pengurangan emisi.
- Laporan monitoring kegiatan.
- Dokumen pengukuran dan pelaporan.
- Dokumen validasi atau verifikasi apabila di persyaratkan.
Catatan: Daftar tersebut merupakan checklist persiapan umum, bukan daftar persyaratan resmi yang berlaku untuk semua jenis registrasi SRN PPI. Persyaratan akhir harus mengikuti petunjuk sistem dan ketentuan teknis terbaru.
Bagaimana Cara Registrasi SRN PPI KLH untuk Perusahaan?
Registrasi SRN PPI perlu di lakukan sesuai mekanisme yang di tetapkan oleh KLH/BPLH.
Secara umum, perusahaan dapat mempersiapkan prosesnya melalui tahapan berikut.
Tahap 1: Memahami Jenis Kegiatan
Perusahaan perlu menentukan terlebih dahulu apakah kegiatan yang akan di catat termasuk aksi mitigasi, aksi adaptasi, inventarisasi emisi, atau kegiatan lain yang relevan.
Tahap 2: Menyiapkan Identitas Perusahaan
Kumpulkan dokumen legalitas dan informasi perusahaan agar identitas organisasi dapat disiapkan secara konsisten.
Tahap 3: Menyiapkan Profil Aksi
Buat penjelasan mengenai kegiatan yang akan di catat, termasuk:
- Nama kegiatan.
- Lokasi kegiatan.
- Tujuan kegiatan.
- Penanggung jawab.
- Periode pelaksanaan.
- Sasaran kegiatan.
- Indikator keberhasilan.
Tahap 4: Menyiapkan Data Teknis
Data teknis harus sesuai dengan karakteristik kegiatan.
Misalnya, perusahaan yang menjalankan program efisiensi energi perlu menyiapkan informasi penggunaan energi sebelum dan sesudah program, metode perhitungan, serta bukti pendukung.
Tahap 5: Membuat atau Mengakses Akun SRN PPI
Perusahaan mengikuti mekanisme pembuatan akun dan pengisian identitas pengguna melalui portal resmi SRN PPI.
Tahap 6: Mengisi Informasi Kegiatan
Masukkan informasi kegiatan sesuai kategori dan kolom yang tersedia pada sistem.
Pastikan data yang di input sesuai dengan dokumen pendukung.
Tahap 7: Menyampaikan Data dan Mengikuti Proses Pemeriksaan
Setelah data di sampaikan, perusahaan mengikuti tahapan pemeriksaan, klarifikasi, validasi, atau verifikasi apabila di persyaratkan dalam skema kegiatan yang di pilih.
Tahap 8: Melakukan Pemantauan dan Pembaruan Data
Perusahaan perlu menyimpan bukti pelaksanaan serta memperbarui informasi sesuai mekanisme pelaporan yang berlaku.
Untuk informasi akses dan petunjuk terbaru, perusahaan dapat mengunjungi portal resmi SRN PPI KLH.
Apa Hubungan SRN PPI dengan Gas Rumah Kaca (GRK)?
Gas rumah kaca merupakan gas di atmosfer yang menyerap dan memancarkan radiasi inframerah sehingga berkontribusi terhadap efek rumah kaca.
Beberapa jenis gas rumah kaca yang umum di perhitungkan antara lain:
- Karbon dioksida (CO2).
- Metana (CH4).
- Dinitrogen oksida (N2O).
- Hidrofluorokarbon (HFC).
- Perfluorokarbon (PFC).
- Sulfur heksafluorida (SF6).
Kegiatan operasional perusahaan dapat menghasilkan emisi dari penggunaan energi, proses produksi, transportasi, pengelolaan limbah, dan aktivitas lainnya.
Inventarisasi emisi GRK membantu perusahaan mengetahui sumber emisi dan menentukan langkah pengurangannya.
Informasi inventarisasi dan aksi mitigasi yang relevan dapat mendukung sistem pencatatan serta pemantauan perubahan iklim nasional.
Apa Hubungan SRN PPI dengan Nilai Ekonomi Karbon?
Nilai Ekonomi Karbon (NEK) merupakan instrumen ekonomi yang di gunakan untuk memberikan nilai ekonomi terhadap emisi gas rumah kaca.
NEK menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa mekanisme yang berkaitan dengan NEK, seperti:
- Perdagangan karbon.
- Pembayaran berbasis kinerja.
- Pungutan atas karbon.
- Mekanisme lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
SRN PPI berperan dalam pencatatan dan pengelolaan informasi aksi perubahan iklim yang berkaitan dengan penyelenggaraan NEK.
Perusahaan yang ingin mengembangkan proyek karbon perlu memahami bahwa registrasi kegiatan, proses validasi dan verifikasi, penerbitan unit karbon, serta perdagangan karbon merupakan tahapan yang berbeda.
Dengan demikian, perusahaan tidak boleh menganggap bahwa setiap kegiatan penghijauan atau pengurangan emisi secara otomatis menghasilkan kredit karbon yang dapat di perjualbelikan.
Apa Perbedaan SRN PPI dengan AMDAL dan Dokumen Lingkungan?
Pertanyaan ini penting karena masih banyak perusahaan yang menganggap SRN PPI merupakan pengganti dokumen lingkungan.
Padahal, keduanya memiliki tujuan yang berbeda.
| Aspek | SRN PPI | AMDAL/Persetujuan Lingkungan |
|---|---|---|
| Tujuan | Pencatatan aksi perubahan iklim | Pengelolaan dan perlindungan lingkungan dari dampak usaha |
| Fokus | Mitigasi, adaptasi, dan informasi perubahan iklim | Dampak lingkungan kegiatan usaha |
| Penggunaan | Registrasi dan penelusuran kegiatan iklim | Pemenuhan persyaratan lingkungan sesuai ketentuan |
| Pengguna | Pemerintah, perusahaan, dan pihak terkait | Penanggung jawab usaha atau kegiatan sesuai ketentuan |
| Fungsi | Mendukung transparansi data iklim | Menjadi bagian dari instrumen persetujuan lingkungan |
SRN PPI tidak menggantikan AMDAL, UKL-UPL, atau kewajiban lingkungan lainnya.
Perusahaan tetap harus memenuhi kewajiban perizinan dan pengelolaan lingkungan sesuai karakteristik kegiatan usahanya.
Apa Saja Kendala yang Sering Di hadapi Perusahaan dalam Registrasi SRN PPI?
Dalam mempersiapkan registrasi, perusahaan dapat menghadapi beberapa kendala administratif dan teknis.
A. Data Legalitas Tidak Konsisten
Informasi nama perusahaan, alamat, dan identitas penanggung jawab berbeda antara satu dokumen dengan dokumen lainnya.
Solusi: lakukan pemeriksaan konsistensi dokumen sebelum pengisian data.
B. Belum Memahami Kategori Aksi
Perusahaan belum dapat menentukan apakah kegiatan termasuk mitigasi atau adaptasi perubahan iklim.
Solusi: lakukan identifikasi tujuan, indikator, dan karakteristik kegiatan terlebih dahulu.
C. Data Emisi Belum Tersedia
Perusahaan belum memiliki inventarisasi emisi atau data penggunaan energi yang memadai.
Solusi: lakukan pengumpulan data operasional dan perhitungan emisi berdasarkan metodologi yang sesuai.
D. Bukti Kegiatan Tidak Lengkap
Dokumentasi pelaksanaan kegiatan belum tersusun dengan baik.
Solusi: kumpulkan foto, laporan, data lokasi, tanggal pelaksanaan, dan bukti pendukung lainnya.
E. Belum Memahami Mekanisme Sistem Terbaru
Perusahaan masih menggunakan panduan atau informasi dari sistem sebelumnya.
Solusi: periksa petunjuk resmi SRN PPI yang berlaku dan ikuti prosedur pada portal terbaru.
Mengapa Perusahaan Perlu Mempersiapkan SRN PPI Sejak Dini?
Perubahan kebijakan iklim dan meningkatnya tuntutan keberlanjutan membuat perusahaan perlu memiliki data lingkungan yang lebih baik.
Persiapan sejak dini dapat membantu perusahaan:
- Mengidentifikasi sumber emisi operasional.
- Menyusun program pengurangan emisi.
- Mengembangkan kegiatan adaptasi perubahan iklim.
- Menyimpan dokumentasi kegiatan lingkungan.
- Menyusun laporan keberlanjutan.
- Meningkatkan kesiapan menghadapi permintaan data dari mitra bisnis.
- Memahami peluang pengembangan proyek karbon.
- Memperbaiki sistem monitoring dan evaluasi lingkungan.
Perusahaan yang memiliki data terstruktur akan lebih mudah mengevaluasi hasil kegiatan dan merencanakan program lingkungan berikutnya.
Jasa Pendampingan Administrasi dan Persiapan Dokumen SRN PPI
Perusahaan yang baru mengenal SRN PPI mungkin membutuhkan bantuan dalam mengidentifikasi dokumen, menyusun informasi kegiatan, dan mempersiapkan data administrasi.
JangkarGroups dapat mengembangkan layanan pendampingan administrasi dan persiapan dokumen SRN PPI untuk membantu perusahaan menyiapkan kebutuhan awal sebelum mengikuti prosedur resmi.
Ruang lingkup pendampingan dapat meliputi:
- Pemeriksaan kelengkapan dokumen identitas perusahaan.
- Pemeriksaan konsistensi legalitas badan usaha.
- Pengelompokan dokumen kegiatan lingkungan.
- Penyusunan profil kegiatan mitigasi atau adaptasi.
- Penyusunan checklist dokumen teknis.
- Penataan dokumentasi kegiatan.
- Pendampingan administrasi pengisian informasi sesuai kewenangan.
- Pemeriksaan kelengkapan berkas sebelum di sampaikan melalui sistem resmi.
Pendampingan administrasi tidak berarti menjamin penerimaan registrasi, penerbitan sertifikat, atau persetujuan pemerintah.
Keputusan mengenai pencatatan, verifikasi, dan pengakuan kegiatan tetap mengikuti kewenangan serta ketentuan KLH/BPLH.
SRN PPI KLH merupakan sistem registri nasional yang memiliki peran penting dalam pencatatan, pengelolaan, dan pemantauan kegiatan pengendalian perubahan iklim di Indonesia.
Bagi perusahaan, sistem ini dapat mendukung dokumentasi aksi mitigasi, aksi adaptasi, inventarisasi emisi gas rumah kaca, serta pengembangan program keberlanjutan.
Perusahaan yang memiliki kegiatan efisiensi energi, pengelolaan limbah, rehabilitasi mangrove, energi terbarukan, dan program lingkungan lainnya dapat mempelajari kesesuaian kegiatan tersebut dengan mekanisme SRN PPI.
Persiapan dokumen legalitas, data teknis, profil kegiatan, dan bukti pelaksanaan menjadi bagian penting sebelum melakukan registrasi.
Dengan memahami SRN PPI sejak awal, perusahaan dapat membangun tata kelola lingkungan yang lebih terstruktur sekaligus mendukung upaya Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.
Referensi Resmi
Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH – https://kemenlh.go.id/
Portal SRN PPI – https://srnindonesia.kemenlh.go.id/srn-home/
Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.
Peraturan terkait inventarisasi gas rumah kaca, mitigasi, adaptasi, dan mekanisme MRV yang berlaku.
FAQ SEO – Pertanyaan yang sering di ajukan
Berikut FAQ yang bisa di tempatkan setelah artikel untuk memperluas cakupan pencarian Google.
Apa itu SRN PPI KLH?
SRN PPI KLH adalah Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim, yaitu sistem pencatatan nasional untuk mengelola informasi kegiatan mitigasi, adaptasi, dan sumber daya perubahan iklim di Indonesia.
Apakah perusahaan swasta bisa mendaftar SRN PPI?
Ya. Perusahaan swasta dapat terlibat dalam pencatatan kegiatan perubahan iklim sesuai kategori dan persyaratan yang berlaku.
Apakah SRN PPI wajib untuk semua perusahaan?
Tidak otomatis. Kewajiban bergantung pada jenis kegiatan, regulasi sektoral, dan mekanisme yang berlaku.
Apa manfaat SRN PPI bagi perusahaan?
Membantu mendokumentasikan kontribusi lingkungan, mendukung pelaporan keberlanjutan, meningkatkan transparansi, dan mendukung pengembangan proyek pengurangan emisi.
Apakah penanaman mangrove bisa di daftarkan di SRN PPI?
Kegiatan rehabilitasi mangrove dapat relevan dengan aksi mitigasi atau adaptasi perubahan iklim. Namun, kelayakan pencatatan di tentukan berdasarkan kriteria, metodologi, dan persyaratan teknis yang berlaku.
Apakah SRN PPI sama dengan sertifikat karbon?
Tidak. SRN PPI merupakan sistem registri, sedangkan sertifikasi atau penerbitan unit karbon membutuhkan proses dan persyaratan tersendiri.
Di mana mengakses SRN PPI?
Melalui portal resmi https://srnindonesia.kemenlh.go.id/srn-home/
Konsultasi SRN PPI Sekarang