Peran Perusahaan dalam Pengendalian Perubahan Iklim

Akhmad Fauzi

Updated on:

Peran Perusahaan dalam Pengendalian Perubahan Iklim
Direktur Utama Jangkar Groups

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang di hadapi dunia usaha saat ini. Peningkatan suhu bumi, perubahan pola curah hujan, kenaikan permukaan air laut, serta meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi dapat memberikan dampak langsung terhadap kegiatan operasional perusahaan.

Perusahaan tidak hanya berperan sebagai pelaku kegiatan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Salah satu bentuk keterlibatan perusahaan dalam pengendalian perubahan iklim di Indonesia adalah melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).

SRN PPI merupakan sistem pengelolaan data dan informasi yang di gunakan untuk mencatat berbagai kegiatan mitigasi, adaptasi, serta sumber daya yang mendukung pengendalian perubahan iklim.

Melalui sistem tersebut, kontribusi perusahaan dapat di catat, di laporkan, dan menjadi bagian dari upaya nasional dalam mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca atau GRK.

Dengan demikian, keterlibatan perusahaan melalui SRN PPI bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.

Apa Itu SRN PPI dan Mengapa Penting bagi Perusahaan?

    SRN PPI adalah Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim yang menjadi wadah pencatatan dan pengelolaan informasi mengenai aksi mitigasi, aksi adaptasi, serta sumber daya perubahan iklim di Indonesia.

    Sistem ini membantu pemerintah mengumpulkan informasi mengenai kontribusi berbagai pihak dalam mengendalikan perubahan iklim.

    Bagi perusahaan, SRN PPI memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:

    1. Mencatat kegiatan pengurangan emisi gas rumah kaca.
    2. Mendokumentasikan kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim.
    3. Memberikan informasi mengenai kontribusi perusahaan terhadap target iklim nasional.
    4. Mendukung transparansi pelaksanaan kegiatan lingkungan.
    5. Menghindari penghitungan ganda atas aksi mitigasi perubahan iklim.
    6. Mendukung pengelolaan data perubahan iklim secara nasional.
      Pencatatan tersebut juga membantu perusahaan membangun dokumentasi kinerja lingkungan yang lebih terstruktur dan dapat di pertanggungjawabkan.
    7. Peran Perusahaan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

    Salah satu kontribusi utama perusahaan dalam pengendalian perubahan iklim adalah mengurangi emisi gas rumah kaca dari kegiatan operasional.

    Emisi GRK dapat berasal dari penggunaan energi, proses produksi, transportasi, pengelolaan limbah, serta aktivitas lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

    Perusahaan dapat melakukan berbagai langkah pengurangan emisi, seperti:

    A. Efisiensi energi

    Mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar melalui penggunaan peralatan hemat energi, optimalisasi mesin produksi, serta penerapan sistem manajemen energi.

    B. Penggunaan energi terbarukan

    Menggunakan sumber energi yang lebih rendah emisi, seperti tenaga surya, untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.

    C. Pengelolaan limbah

    Mengurangi timbulan sampah, melakukan daur ulang, mengoptimalkan pengolahan limbah, dan mengurangi emisi dari tempat pembuangan akhir.

    D. Transportasi rendah emisi

    Mengoptimalkan distribusi barang, meningkatkan efisiensi kendaraan operasional, dan menggunakan teknologi transportasi yang lebih ramah lingkungan.

    E. Penghijauan dan rehabilitasi ekosistem

    Melaksanakan penanaman pohon, rehabilitasi mangrove, pemulihan lahan, serta kegiatan konservasi yang relevan dengan pengendalian perubahan iklim.

    Kegiatan tersebut perlu di lengkapi dengan data, metode pengukuran, dan dokumentasi yang sesuai agar kontribusinya dapat di nilai secara objektif.

    Peran Perusahaan dalam Melaksanakan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim

      Mitigasi perubahan iklim merupakan upaya untuk mengurangi sumber emisi gas rumah kaca atau meningkatkan penyerapan emisi dari atmosfer.

      Perusahaan dapat berkontribusi melalui kegiatan yang sesuai dengan karakteristik sektor usahanya.

      Beberapa contoh aksi mitigasi yang dapat di laksanakan perusahaan meliputi:

      Bidang kegiatanContoh aksi mitigasi
      EnergiPenggunaan panel surya dan efisiensi listrik
      IndustriModernisasi mesin produksi rendah emisi
      TransportasiOptimalisasi penggunaan bahan bakar
      KehutananRehabilitasi hutan dan lahan
      PesisirPenanaman dan rehabilitasi mangrove
      LimbahPengurangan dan pemanfaatan kembali sampah
      PertanianPraktik pertanian rendah emisi

      Salah satu kegiatan yang menarik untuk di kembangkan adalah rehabilitasi ekosistem mangrove.

      Mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon dalam biomassa dan sedimennya. Oleh karena itu, rehabilitasi mangrove dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim apabila di rancang, di laksanakan, dan di ukur menggunakan metodologi yang sesuai.

      Perusahaan yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) dapat mempertimbangkan kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kontribusi terhadap pengendalian perubahan iklim.

      Namun, penanaman pohon atau mangrove tidak otomatis menghasilkan kredit karbon. Pengakuan pengurangan emisi memerlukan pembuktian, metodologi, pengukuran, serta proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

      4. Peran Perusahaan dalam Aksi Adaptasi Perubahan Iklim

      Selain mengurangi emisi, perusahaan juga perlu mempersiapkan diri menghadapi dampak perubahan iklim.

      Adaptasi perubahan iklim merupakan upaya menyesuaikan sistem, kegiatan, dan infrastruktur terhadap risiko perubahan iklim agar dapat mengurangi kerugian dan meningkatkan ketahanan.

      Contoh kegiatan adaptasi yang dapat di lakukan perusahaan antara lain:

      1. Membangun sistem pengelolaan air untuk menghadapi kekeringan.
      2. Memperkuat fasilitas perusahaan terhadap risiko banjir.
      3. Melakukan konservasi sumber daya air.
      4. Melindungi kawasan pesisir dari dampak abrasi dan kenaikan muka air laut.
      5. Mengembangkan sistem peringatan dini bencana.
      6. Meningkatkan ketahanan rantai pasok terhadap gangguan iklim.
      7. Melakukan pemetaan risiko perubahan iklim pada lokasi operasional.

      Aksi adaptasi ini penting karena perubahan iklim dapat memengaruhi kelangsungan produksi, distribusi, ketersediaan bahan baku, serta keselamatan tenaga kerja.

      Kewajiban Perusahaan dalam Pencatatan melalui SRN PPI

      Keterlibatan perusahaan dalam SRN PPI memiliki landasan regulasi.

      Sebelumnya, Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 mengatur kewajiban pelaku usaha untuk mencatatkan dan melaporkan aksi mitigasi, aksi adaptasi, penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), serta sumber daya perubahan iklim.

      Perkembangan regulasi selanjutnya perlu di perhatikan, khususnya:

      • Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025, tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.
      • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Kontribusi yang Di tetapkan Secara Nasional dalam Penanganan Perubahan Iklim.

      Dalam Perpres 110/2025, Pasal 87 mengatur bahwa penanggung jawab aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim wajib mencatatkan pelaksanaan aksinya ke dalam SRN PPI.

      Sementara itu, Pasal 94 Permen LH Nomor 7 Tahun 2026 menjelaskan bahwa penanggung jawab aksi meliputi pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. PERPRES 110/2025+2

      Artinya, perusahaan perlu memperhatikan kewajiban pencatatan sesuai posisi dan tanggung jawabnya sebagai pelaksana atau penanggung jawab aksi perubahan iklim.

      Tahapan Perusahaan dalam Melaksanakan Pencatatan SRN PPI

      Agar kegiatan perusahaan dapat di dokumentasikan secara sistematis, di perlukan persiapan sebelum melakukan pencatatan.

      Berikut tahapan yang dapat di jadikan panduan awal.

      Tahap 1: Mengidentifikasi kegiatan perusahaan

      Perusahaan mengidentifikasi kegiatan yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap mitigasi atau adaptasi perubahan iklim.

      Contohnya:

      • Program penghematan energi.
      • Penggunaan energi terbarukan.
      • Pengelolaan limbah.
      • Rehabilitasi mangrove.
      • Konservasi lingkungan.
      • Pengelolaan sumber daya air.

      Tahap 2: Menentukan jenis aksi perubahan iklim

      Setiap kegiatan perlu di klasifikasikan berdasarkan karakteristiknya, apakah termasuk aksi mitigasi, aksi adaptasi, atau kegiatan pendukung lainnya.

      Tahap 3: Menyiapkan dokumen kegiatan

      Dokumen yang dapat di persiapkan meliputi:

      • Profil perusahaan.
      • Identitas penanggung jawab kegiatan.
      • Lokasi pelaksanaan kegiatan.
      • Deskripsi kegiatan.
      • Tujuan dan sasaran kegiatan.
      • Data dasar atau baseline.
      • Target dan indikator capaian.
      • Dokumentasi pelaksanaan.
      • Data hasil pengukuran dan pemantauan.
      • Bukti pendukung lainnya.

      Tahap 4: Melakukan pencatatan pada sistem SRN PPI

      Perusahaan melakukan proses registrasi dan pencatatan sesuai mekanisme serta persyaratan sistem yang berlaku.

      Portal informasi SRN PPI dapat di akses melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim.

      Tahap 5: Melakukan pemantauan dan pelaporan

      Perusahaan perlu memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana, indikator, dan target yang telah di tetapkan.

      Data hasil pemantauan di gunakan sebagai bahan pelaporan dan proses pemeriksaan atau verifikasi sesuai ketentuan.

      Manfaat SRN PPI bagi Perusahaan

      Pencatatan aksi perubahan iklim melalui SRN PPI memberikan sejumlah manfaat bagi perusahaan.

      A. Mendukung transparansi lingkungan

      Perusahaan mempunyai dokumentasi kegiatan perubahan iklim yang lebih sistematis dan dapat di telusuri.

      B. Memperkuat penerapan ESG

      Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan pendekatan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam kegiatan bisnis.

      Dokumentasi aksi iklim dapat menjadi salah satu bahan pendukung pengungkapan aspek lingkungan perusahaan.

      C. Meningkatkan kredibilitas perusahaan

      Data kegiatan lingkungan yang terukur membantu perusahaan menjelaskan kontribusi nyata terhadap pengendalian perubahan iklim.

      D. Mendukung pencapaian target iklim nasional

      Kontribusi perusahaan dapat menjadi bagian dari upaya Indonesia mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).

      E. Mendukung pengembangan program karbon

      Bagi perusahaan yang mengembangkan kegiatan mitigasi dengan potensi pengurangan emisi terukur, pencatatan dapat menjadi bagian dari proses pengelolaan kegiatan dalam kerangka Nilai Ekonomi Karbon.

      Perlu di pahami bahwa pencatatan SRN PPI tidak otomatis memberikan sertifikat pengurangan emisi atau menghasilkan unit karbon yang dapat di perdagangkan. Setiap instrumen mempunyai persyaratan dan proses tersendiri.

      Contoh Program Perusahaan yang Dapat Mendukung Pengendalian Perubahan Iklim

      Perusahaan dapat menyusun program lingkungan berdasarkan skala kegiatan, sumber daya, dan karakteristik wilayah operasional.

      Berikut beberapa contoh program yang dapat di kembangkan

      A. Program penanaman dan rehabilitasi mangrove

      Program rehabilitasi mangrove dapat di lakukan perusahaan melalui kegiatan penanaman bibit, pemeliharaan, perlindungan kawasan, dan pemantauan pertumbuhan.

      Kegiatan ini berpotensi mendukung mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon pada ekosistem mangrove sekaligus mendukung adaptasi kawasan pesisir.

      B. Program efisiensi energi perusahaan

      Program efisiensi energi dapat berupa pemasangan panel surya, penggunaan mesin hemat energi, pengurangan konsumsi listrik, dan optimalisasi operasional.

      C. Program pengelolaan sampah dan limbah

      Perusahaan dapat mengembangkan sistem pemilahan, daur ulang, pengomposan, dan pengolahan limbah untuk mengurangi dampak lingkungan dan emisi yang terkait dengan pengelolaan sampah.

      D. Program konservasi air

      Konservasi air dapat di lakukan melalui pemanenan air hujan, penghematan penggunaan air, perlindungan sumber air, dan pemulihan daerah tangkapan air.

      Tantangan Perusahaan dalam Pelaksanaan SRN PPI

        Meskipun memiliki manfaat, pelaksanaan pencatatan aksi perubahan iklim masih menghadapi sejumlah tantangan.

        Beberapa tantangan yang sering di temui antara lain:

        1. Kurangnya pemahaman regulasi: perusahaan belum memahami kewajiban dan mekanisme pencatatan aksi perubahan iklim.
        2. Keterbatasan data emisi: perusahaan belum memiliki inventarisasi emisi gas rumah kaca yang memadai.
        3. Dokumentasi kegiatan belum lengkap: kegiatan lingkungan sudah berjalan, tetapi belum di dukung data baseline dan indikator keberhasilan.
        4. Keterbatasan sumber daya manusia: belum tersedia tenaga khusus yang menangani pelaporan lingkungan dan perubahan iklim.
        5. Kesulitan pengukuran dampak: perusahaan belum memiliki metode untuk mengukur hasil kegiatan mitigasi dan adaptasi secara konsisten.

        Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan perlu membentuk tim pengelola lingkungan, menyusun prosedur pengumpulan data, dan memastikan kegiatan perubahan iklim di dokumentasikan sejak tahap perencanaan.

        Strategi Perusahaan Membangun Program Pengendalian Perubahan Iklim Berkelanjutan

          Agar tidak hanya menjadi kegiatan administratif, perusahaan sebaiknya mengintegrasikan pengendalian perubahan iklim ke dalam strategi bisnis jangka panjang.

          Strategi yang dapat di lakukan meliputi:

          • Menyusun kebijakan lingkungan perusahaan.
          • Mengidentifikasi sumber emisi gas rumah kaca.
          • Menetapkan target pengurangan emisi.
          • Menyusun program mitigasi dan adaptasi.
          • Mengalokasikan anggaran lingkungan dan CSR.
          • Melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.
          • Mencatatkan kegiatan sesuai ketentuan SRN PPI.
          • Mengintegrasikan hasil kegiatan ke dalam laporan keberlanjutan perusahaan.

          Dengan strategi tersebut, perusahaan dapat membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih terukur sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis terhadap risiko perubahan iklim.

          Peran CSR Perusahaan dalam Mendukung SRN PPI

            Program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat menjadi salah satu instrumen perusahaan untuk mendukung pengendalian perubahan iklim.

            Perusahaan dapat mengalokasikan anggaran CSR untuk kegiatan yang memberikan manfaat lingkungan dan sosial.

            Contoh kegiatan CSR yang relevan meliputi:

            Program CSRKontribusi terhadap iklim
            Penanaman mangrovePotensi penyimpanan karbon dan perlindungan pesisir
            Penghijauan lahanPemulihan vegetasi dan potensi penyerapan karbon
            Pengelolaan sampahPengurangan emisi dari limbah
            Konservasi airPeningkatan ketahanan terhadap kekeringan
            Edukasi lingkunganPeningkatan kapasitas masyarakat
            Rehabilitasi ekosistemPemulihan fungsi lingkungan

            Program CSR yang berhubungan dengan perubahan iklim sebaiknya mempunyai lokasi yang jelas, target kegiatan, indikator keberhasilan, dokumentasi, dan laporan pelaksanaan.

            Perusahaan juga perlu memastikan bahwa kegiatan yang di klaim sebagai aksi mitigasi atau adaptasi benar-benar memenuhi kriteria yang di tetapkan dalam regulasi.

            Pertanyaan yang Sering Di ajukan (FAQ)

            Apa peran perusahaan dalam pengendalian perubahan iklim?

              Perusahaan berperan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, menggunakan energi terbarukan, mengelola limbah, melakukan rehabilitasi ekosistem, serta melaksanakan program adaptasi terhadap risiko perubahan iklim.

              Apa hubungan perusahaan dengan SRN PPI?

                Perusahaan merupakan salah satu pihak yang dapat menjadi penanggung jawab aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pelaksanaan aksi tersebut wajib di catatkan dalam SRN PPI sesuai ketentuan yang berlaku.

                Apakah semua perusahaan wajib mendaftar SRN PPI?

                  Kewajiban pencatatan berkaitan dengan perusahaan yang menjadi penanggung jawab aksi mitigasi atau adaptasi perubahan iklim sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Perusahaan perlu mengidentifikasi status dan kewajiban yang berlaku bagi kegiatan usahanya.

                  Apakah kegiatan CSR dapat di catatkan dalam SRN PPI?

                    Kegiatan CSR dapat menjadi bagian dari aksi perubahan iklim apabila memenuhi kriteria mitigasi atau adaptasi, mempunyai informasi pendukung, dan sesuai dengan mekanisme pencatatan SRN PPI.

                    Apakah penanaman mangrove termasuk kegiatan mitigasi perubahan iklim?

                      Ya, rehabilitasi mangrove berpotensi menjadi aksi mitigasi melalui peningkatan penyimpanan karbon pada ekosistem pesisir. Namun, kegiatan tersebut harus memenuhi metodologi, persyaratan teknis, dan pembuktian yang berlaku.

                      Apa saja dokumen yang perlu di siapkan perusahaan?

                        Dokumen dapat mencakup profil perusahaan, identitas penanggung jawab, deskripsi kegiatan, lokasi, baseline, target, indikator, data pengukuran, laporan pemantauan, dan dokumentasi kegiatan sesuai persyaratan sistem.

                        Apakah SRN PPI sama dengan sertifikat karbon?

                          Tidak. SRN PPI merupakan sistem registri pencatatan dan pengelolaan informasi aksi perubahan iklim. Sertifikasi atau penerbitan unit karbon memiliki mekanisme dan persyaratan tersendiri.

                          Apa manfaat SRN PPI untuk ESG perusahaan?

                            Data yang tercatat dapat mendukung transparansi, dokumentasi, dan pengungkapan kinerja lingkungan perusahaan. Namun, pencatatan SRN PPI tidak otomatis berarti perusahaan telah memperoleh sertifikasi ESG.

                            Perusahaan mempunyai peran strategis dalam mendukung pengendalian perubahan iklim di Indonesia. Melalui pengurangan emisi gas rumah kaca, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, rehabilitasi mangrove, dan kegiatan adaptasi, dunia usaha dapat memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.

                            SRN PPI menjadi salah satu instrumen penting untuk mencatat dan mendokumentasikan kontribusi tersebut.

                            Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami regulasi, menyiapkan data kegiatan, melakukan pemantauan, serta memenuhi kewajiban pencatatan sesuai ketentuan yang berlaku.

                            Pengendalian perubahan iklim bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan perlu bekerja sama membangun masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

                            Referensi regulasi dan sumber resmi

                            1. Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim.
                            2. Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.
                            3. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2026.
                            4. Permen LHK Nomor 21 Tahun 2022.
                            5. Informasi tentang SRN PPI.
                              Catatan: Untuk penggunaan sebagai materi kepatuhan perusahaan, periksa naskah resmi dan ketentuan pelaksanaan terbaru karena aturan teknis dapat mengalami perubahan.
                            Konsultasi Perubahan Iklim Sekarang

                            Akhmad Fauzi

                            Penulis adalah doktor ilmu hukum, magister ekonomi syariah, magister ilmu hukum dan ahli komputer. Ahli dibidang proses legalitas, visa, perkawinan campuran, digital marketing dan senang mengajarkan ilmu kepada masyarakat

                            Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp