Perbedaan Civil Marriage dan Religious Marriage di Inggris perlu di pahami oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berencana menikah dengan warga negara Inggris atau melangsungkan pernikahan di Inggris. Negara tersebut mengenal dua bentuk upacara pernikahan, yaitu civil marriage atau pernikahan sipil dan religious marriage atau pernikahan keagamaan. Keduanya dapat menghasilkan perkawinan yang sah secara hukum apabila pasangan memenuhi persyaratan dan prosedur pencatatan yang berlaku.
Baca Juga : Panduan Lengkap Pernikahan di Inggris bagi WNI: Syarat Prosedur
Namun, kedua jenis pernikahan tersebut memiliki perbedaan dalam pelaksanaan upacara, tempat pernikahan, pihak yang memimpin acara, serta unsur keagamaan yang boleh masuk ke dalam prosesi. Oleh karena itu, calon pengantin perlu memahami ketentuannya sebelum menentukan konsep pernikahan.
Selain itu, WNI perlu memperhatikan bahwa Inggris memiliki sistem hukum perkawinan yang berbeda antara England and Wales, Scotland, serta Northern Ireland. Artikel ini berfokus pada ketentuan England and Wales karena prosedurnya paling sering menjadi acuan bagi pasangan yang merencanakan pernikahan di wilayah tersebut. Sementara itu, Skotlandia dan Irlandia Utara memiliki aturan tersendiri.
Baca Juga : Syarat Menikah di Inggris untuk Warga Negara Indonesia
1. Apa Itu Civil Marriage di Inggris?

Civil marriage merupakan pernikahan yang berlangsung melalui upacara sipil tanpa unsur ibadah atau ritual keagamaan. Petugas pencatatan perkawinan atau registrar memimpin atau menghadiri upacara sesuai ketentuan hukum.
Baca Juga : Cara Mengurus Marriage Notice di Inggris untuk WNI
Di England and Wales, pasangan dapat melangsungkan civil marriage di beberapa tempat, antara lain:
- Kantor pencatatan perkawinan atau Register Office.
- Hotel yang memiliki persetujuan sebagai tempat pernikahan sipil.
- Rumah bersejarah atau bangunan lain yang memperoleh persetujuan pemerintah daerah.
- Tempat lain yang memiliki status sebagai approved premises.
Dalam upacara tersebut, pasangan mengucapkan janji pernikahan sesuai ketentuan hukum. Selanjutnya, pasangan, saksi, dan petugas yang berwenang menandatangani dokumen pencatatan perkawinan.
Selain itu, pasangan dapat memilih bacaan, musik, atau susunan acara tertentu. Namun, upacara sipil tidak boleh memasukkan unsur keagamaan seperti pembacaan ayat Alkitab, doa keagamaan, atau nyanyian rohani sebagai bagian dari prosesi resmi.
Dengan demikian, civil marriage cocok bagi pasangan yang menginginkan upacara sederhana, netral, dan berfokus pada pengakuan hukum.
Baca Juga : Marriage Visitor Visa UK untuk WNI yang Ingin Menikah di Inggris
2. Apa Itu Religious Marriage di Inggris?
Religious marriage merupakan pernikahan yang berlangsung menurut tata cara dan tradisi suatu agama. Pemimpin agama, seperti pendeta, pastor, imam, atau pejabat keagamaan yang berwenang, dapat memimpin upacara sesuai aturan agama dan hukum yang berlaku.
Baca Juga : CNI UK untuk WNI yang Ingin Menikah di Indonesia
Di England and Wales, pernikahan keagamaan dapat berlangsung di tempat ibadah yang terdaftar untuk menyelenggarakan perkawinan. Namun, terdapat ketentuan khusus untuk beberapa kelompok agama, seperti Church of England, Church in Wales, komunitas Yahudi, dan Quaker.
Selain itu, pihak yang memimpin upacara harus memiliki kewenangan sesuai ketentuan hukum. Dalam banyak kasus, seorang authorised person dari tempat ibadah dapat menangani dokumen perkawinan. Jika tempat ibadah tidak memiliki petugas tersebut, pasangan mungkin perlu mengatur kehadiran registrar.
Dengan demikian, religious marriage bukan hanya upacara keagamaan. Pasangan juga harus memastikan bahwa tempat, pemimpin upacara, dan proses pencatatan memenuhi persyaratan hukum agar perkawinan memperoleh pengakuan resmi.
Baca Juga : Jasa Apostille Marriage Certificate UK Digunakan di Indonesia
3. Perbedaan Utama Civil Marriage dan Religious Marriage
Kedua jenis pernikahan tersebut sama-sama dapat menghasilkan perkawinan yang sah secara hukum. Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan penting yang perlu calon pengantin pahami.
Baca Juga : Jasa Penerjemah Tersumpah Marriage Certificate UK
| Aspek | Civil Marriage | Religious Marriage |
|---|---|---|
| Konsep acara | Upacara sipil tanpa ritual agama | Upacara menurut tradisi agama |
| Pemimpin acara | Registrar | Pemimpin agama atau pejabat yang berwenang |
| Tempat | Register Office atau tempat yang di setujui | Tempat ibadah yang memenuhi ketentuan |
| Unsur keagamaan | Tidak boleh menjadi bagian dari upacara resmi | Mengikuti tata cara agama |
| Saksi | Minimal dua saksi | Mengikuti ketentuan hukum dan agama |
| Pencatatan | Melalui petugas pencatatan | Melalui pihak yang berwenang sesuai sistem pencatatan |
| Hasil | Marriage Certificate setelah proses pencatatan | Marriage Certificate setelah proses pencatatan yang sah |
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pilihan upacara tidak hanya berkaitan dengan suasana acara. Sebaliknya, pasangan perlu memeriksa ketentuan hukum yang melekat pada masing-masing jenis pernikahan.
Baca Juga : Cara Mengurus Marriage Certificate UK Setelah Menikah
4. Perbedaan Persyaratan dan Prosedur Pernikahan
Meskipun pasangan memilih upacara sipil atau keagamaan, mereka tetap perlu memenuhi persyaratan dasar untuk menikah. Di England and Wales, pasangan harus memberikan pemberitahuan rencana pernikahan atau give notice of marriage sebelum upacara, kecuali berlaku prosedur khusus tertentu.
Baca Juga : Cara Melaporkan Pernikahan di Inggris agar Diakui di Indonesia
Pada umumnya, proses tersebut melibatkan beberapa langkah.
Pertama, menentukan tempat pernikahan Pasangan perlu memilih Register Office, tempat sipil yang di setujui, atau tempat ibadah yang memiliki kewenangan menyelenggarakan pernikahan.
Kedua, memberikan marriage notice Pasangan menghubungi Register Office yang berwenang dan mengikuti prosedur pemberitahuan pernikahan. Mereka perlu menyiapkan identitas, bukti alamat, serta dokumen status perkawinan.
Baca Juga : Biaya dan Lama Pengurusan Pernikahan di Inggris untuk WNI
Ketiga, memenuhi masa tunggu Di England and Wales, pasangan umumnya harus memberikan notice setidaknya 29 hari sebelum upacara. Namun, pemeriksaan imigrasi dapat memperpanjang masa tunggu hingga 70 hari dalam kondisi tertentu.
Keempat, melaksanakan upacara Untuk civil marriage, registrar memimpin atau menghadiri upacara. Sementara itu, untuk religious marriage, pemimpin agama yang memiliki kewenangan menjalankan prosesi sesuai aturan.
Kelima, menyelesaikan pencatatan Pasangan, saksi, dan petugas yang berwenang menandatangani dokumen perkawinan. Setelah proses pencatatan selesai, pasangan dapat memperoleh Marriage Certificate.
Oleh karena itu, pasangan sebaiknya mengatur jadwal sejak awal agar proses administrasi tidak mengganggu tanggal pernikahan.
5. Apakah Religious Marriage Otomatis Sah Secara Hukum?
Tidak semua upacara keagamaan otomatis menghasilkan perkawinan yang sah menurut hukum Inggris. Hal ini menjadi salah satu hal terpenting yang perlu di pahami pasangan WNI.
Di England and Wales, hukum menetapkan persyaratan mengenai tempat, petugas, pemberitahuan, dan pencatatan perkawinan. Jika pasangan hanya melaksanakan upacara agama tanpa memenuhi ketentuan tersebut, perkawinan mereka mungkin tidak memperoleh pengakuan sebagai perkawinan yang sah secara hukum.
Sebagai contoh, pasangan Muslim yang melaksanakan akad nikah di tempat yang tidak terdaftar untuk perkawinan dan tanpa memenuhi prosedur hukum dapat menghadapi persoalan pengakuan status perkawinan. Dalam situasi seperti ini, pasangan mungkin perlu melaksanakan upacara sipil secara terpisah agar memperoleh status perkawinan yang sah menurut hukum Inggris.
Namun, aturan tersebut memiliki pengecualian dan perbedaan berdasarkan kelompok agama. Karena itu, pasangan perlu mengonfirmasi persyaratan kepada Register Office dan otoritas tempat ibadah sebelum menentukan jadwal akad atau upacara keagamaan.
6. Apakah WNI Bisa Memilih Civil Marriage atau Religious Marriage?
WNI dapat memilih jenis upacara sesuai rencana pernikahan dan persyaratan hukum Inggris. Namun, kewarganegaraan Indonesia membuat calon pengantin perlu memperhatikan dokumen imigrasi dan status perkawinan.
Jika WNI datang ke Inggris khusus untuk menikah dan tidak berniat menetap setelah upacara, Marriage Visitor Visa dapat menjadi jalur visa yang relevan. Sebaliknya, apabila pasangan berencana tinggal bersama di Inggris setelah menikah, mereka perlu memeriksa jalur visa keluarga yang sesuai.
Selain itu, calon pengantin perlu menyiapkan dokumen seperti:
- Paspor yang masih berlaku.
- Bukti status perkawinan.
- Dokumen perceraian atau akta kematian pasangan sebelumnya jika pernah menikah.
- Bukti alamat atau tempat tinggal sesuai ketentuan.
- Informasi calon pasangan.
- Dokumen imigrasi yang sesuai dengan tujuan kedatangan.
- Dokumen tambahan yang di minta Register Office atau tempat ibadah.
Selanjutnya, WNI perlu memastikan bahwa dokumen Indonesia memenuhi ketentuan penerjemahan dan pengesahan jika otoritas Inggris memintanya.
7. Bagaimana Memperoleh Marriage Certificate Setelah Menikah?
Setelah upacara berlangsung dan pasangan menyelesaikan pencatatan, mereka dapat mengurus Marriage Certificate melalui otoritas pencatatan yang berwenang.
Dokumen ini penting karena menjadi bukti resmi perkawinan. Selain itu, pasangan dapat menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, seperti administrasi keluarga, imigrasi, dan pelaporan perkawinan di Indonesia.
Jika pasangan menikah di England and Wales, mereka dapat menghubungi Register Office setempat atau General Register Office sesuai kebutuhan untuk memperoleh sertifikat. Sementara itu, perkawinan di Skotlandia dan Irlandia Utara mengikuti sistem pencatatan masing-masing.
Setelah memperoleh sertifikat, WNI perlu memeriksa kebutuhan Apostille apabila ingin menggunakan dokumen tersebut di Indonesia. Apostille membantu mengesahkan keaslian tanda tangan, kapasitas pejabat, serta cap atau stempel pada dokumen publik.
Selanjutnya, pasangan perlu memeriksa apakah instansi Indonesia meminta terjemahan tersumpah dan bukti pelaporan perkawinan dari Perwakilan RI.
8. Bagaimana Penggunaan Marriage Certificate untuk Administrasi di Indonesia?
Pernikahan yang berlangsung di Inggris tidak otomatis memperbarui status perkawinan WNI pada dokumen kependudukan Indonesia. Oleh sebab itu, pasangan perlu menjalankan prosedur pelaporan perkawinan luar negeri.
Secara umum, WNI perlu melaporkan perkawinannya kepada Perwakilan Republik Indonesia yang berwenang di wilayah tempat pernikahan berlangsung. Setelah itu, pasangan perlu mengikuti prosedur pelaporan kepada Disdukcapil di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Dokumen yang mungkin di perlukan antara lain:
- Marriage Certificate UK.
- Apostille pada sertifikat perkawinan jika di persyaratkan.
- Terjemahan resmi bahasa Indonesia jika di perlukan.
- Paspor suami dan istri.
- KTP-el dan Kartu Keluarga milik WNI.
- Bukti pelaporan perkawinan dari Perwakilan RI.
- Formulir dan dokumen tambahan dari Disdukcapil.
Namun, persyaratan dapat berbeda menurut layanan dan daerah. Karena itu, pasangan sebaiknya meminta daftar dokumen terbaru sebelum mengajukan pelaporan.
9. Bagaimana Memilih Jenis Pernikahan yang Tepat?
Pilihan antara civil marriage dan religious marriage sebaiknya mengikuti kebutuhan pasangan, keyakinan, serta ketentuan hukum.
Jika pasangan mengutamakan upacara sederhana tanpa unsur agama, civil marriage dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, jika pasangan ingin menjalankan tradisi keagamaan, religious marriage dapat memenuhi kebutuhan tersebut selama mereka mengikuti persyaratan hukum.
Selain itu, pasangan dapat mempertimbangkan upacara sipil terlebih dahulu, kemudian mengadakan pemberkatan atau perayaan keagamaan setelahnya. GOV.UK mengakui kemungkinan pemberkatan keagamaan setelah perkawinan sipil, sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, pasangan tetap dapat menghormati keyakinan dan tradisi keluarga tanpa mengabaikan legalitas perkawinan.
10. Mengapa Konsultasi Administrasi Pernikahan Inggris Penting?
Pernikahan di Inggris melibatkan beberapa tahapan yang saling berkaitan. Pasangan perlu menentukan jenis upacara, memeriksa dokumen, mengurus visa jika di perlukan, memberikan marriage notice, dan memastikan pencatatan perkawinan.
Selain itu, WNI yang menikah di Inggris perlu menyiapkan dokumen untuk pelaporan perkawinan di Indonesia. Kesalahan dalam memilih prosedur atau menyiapkan dokumen dapat menyebabkan keterlambatan administrasi.
PT Jangkar Global Groups dapat membantu memberikan konsultasi administrasi terkait persiapan pernikahan di Inggris, termasuk pemeriksaan dokumen, pemahaman prosedur, Apostille, dan penerjemahan dokumen perkawinan.
Namun, keputusan mengenai legalitas perkawinan tetap mengikuti otoritas Inggris dan Indonesia yang berwenang. Karena itu, pasangan perlu memeriksa ketentuan resmi sebelum mengambil keputusan.
Perbedaan Civil Marriage dan Religious Marriage di Inggris terletak pada konsep upacara, pihak yang memimpin, tempat pelaksanaan, serta aturan yang mengatur unsur keagamaan. Civil marriage menggunakan prosesi sipil tanpa ritual agama, sedangkan religious marriage mengikuti tata cara agama dan melibatkan pemimpin keagamaan yang berwenang.
Meskipun demikian, kedua jenis upacara dapat menghasilkan perkawinan yang sah apabila pasangan memenuhi seluruh ketentuan hukum dan pencatatan. Oleh karena itu, WNI yang ingin menikah di Inggris perlu memeriksa aturan wilayah tujuan, menyiapkan dokumen, serta memahami prosedur pelaporan perkawinan di Indonesia.
Dengan persiapan yang tepat, pasangan dapat memilih bentuk pernikahan sesuai kebutuhan sekaligus menjaga legalitas perkawinan di Inggris dan Indonesia.
Konsultasi Pengurusan Dokumen Anda Sekarang