Apa Itu BST Basic Safety Training dan Mengapa Penting bagi Pelaut? Bagi seseorang yang ingin bekerja sebagai pelaut, memahami keselamatan di atas kapal merupakan hal yang sangat penting. Lingkungan kerja di kapal memiliki berbagai risiko, mulai dari kebakaran, kecelakaan kerja, keadaan darurat di laut, hingga kondisi yang mengharuskan awak kapal meninggalkan kapal.
Salah satu pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan keselamatan dasar tersebut adalah BST Basic Safety Training. BST merupakan pelatihan dasar yang memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pelaut untuk menghadapi berbagai keadaan darurat serta menjaga keselamatan diri dan orang lain di atas kapal.
Dalam standar STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers), basic training mencakup kompetensi keselamatan dasar bagi pelaut. IMO menjelaskan bahwa STCW menetapkan standar minimum internasional untuk pelatihan, sertifikasi, dan watchkeeping bagi pelaut.
Baca Juga : BST untuk Pelaut Pemula Panduan Sebelum Pertama Kali Bekerja
Apa Itu BST Basic Safety Training?
BST Basic Safety Training adalah pelatihan dasar keselamatan bagi pelaut yang di rancang untuk memberikan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat di kapal.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan materi berupa teori. Peserta juga mendapatkan pembelajaran praktik yang berhubungan dengan keselamatan dan keadaan darurat.
Secara umum, BST mencakup empat kelompok kompetensi utama, yaitu:
- Personal Survival Techniques
- Fire Prevention and Fire Fighting
- Elementary First Aid
- Personal Safety and Social Responsibilities
Keempat kompetensi tersebut merupakan bagian dari basic training yang berkaitan dengan ketentuan STCW. Materi IMO untuk basic training juga mencakup kemampuan bertahan hidup, pencegahan dan pemadaman kebakaran, pertolongan pertama, serta keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial.
Dengan mengikuti BST, pelaut di harapkan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga memahami tindakan yang harus di lakukan ketika menghadapi keadaan darurat.
Baca Juga : BST Basic Safety Training Pelatihan Dasar Untuk Pelaut
Mengapa BST Penting bagi Pelaut?
BST penting karena pelaut bekerja dalam lingkungan yang memiliki karakteristik berbeda dengan pekerjaan di darat.
Ketika terjadi keadaan darurat di kapal, bantuan dari luar tidak selalu dapat datang dengan cepat. Awak kapal harus mampu mengambil tindakan awal sesuai dengan prosedur keselamatan yang telah di pelajari.
Beberapa alasan BST penting bagi pelaut antara lain:
1. Membekali Pelaut Menghadapi Keadaan Darurat
Pelaut perlu mengetahui apa yang harus di lakukan ketika terjadi kebakaran, kecelakaan, kondisi darurat di laut, atau perintah meninggalkan kapal.
Pelatihan keselamatan membantu peserta memahami prosedur dan tindakan dasar yang harus di lakukan.
2. Meningkatkan Kemampuan Bertahan Hidup
Salah satu bagian BST adalah Personal Survival Techniques.
Materi ini berkaitan dengan kemampuan bertahan hidup dalam keadaan darurat, termasuk penggunaan perlengkapan keselamatan dan tindakan ketika harus meninggalkan kapal.
3. Memberikan Pengetahuan Dasar Pemadaman Kebakaran
Kebakaran merupakan salah satu keadaan darurat yang harus di antisipasi di kapal.
Melalui materi Fire Prevention and Fire Fighting, peserta mempelajari pencegahan kebakaran dan tindakan dasar untuk melakukan pemadaman.
Materi IMO mencakup latihan penggunaan peralatan pemadam serta kemampuan melakukan penyelamatan dalam kondisi tertentu, termasuk ruang yang di penuhi asap.
4. Membekali Pelaut dengan Kemampuan Pertolongan Pertama
Pelaut juga perlu memahami tindakan pertolongan pertama.
Materi Elementary First Aid di rancang agar pelaut dapat mengambil tindakan segera ketika menghadapi kecelakaan atau keadaan darurat medis sampai bantuan dari personel yang memiliki kemampuan medis lebih lanjut tersedia.
5. Membentuk Kesadaran Keselamatan
Keselamatan di kapal tidak hanya bergantung pada kemampuan menggunakan alat keselamatan.
Pelaut juga perlu memahami komunikasi, kerja sama, di siplin, dan tanggung jawab terhadap keselamatan bersama.
Karena itu, BST juga mencakup Personal Safety and Social Responsibilities.
Apa Saja Materi BST Basic Safety Training?
Materi BST secara umum dapat di jelaskan melalui empat kompetensi utama.
Personal Survival Techniques
Personal Survival Techniques atau PST mengajarkan kemampuan dasar untuk bertahan hidup ketika terjadi keadaan darurat di laut.
Peserta dapat mempelajari penggunaan alat keselamatan, tindakan ketika meninggalkan kapal, serta prinsip dasar bertahan hidup sambil menunggu pertolongan.
Kemampuan ini penting karena kondisi darurat di laut membutuhkan tindakan yang berbeda dengan keadaan darurat di darat.
Fire Prevention and Fire Fighting
Materi ini membahas cara mencegah kebakaran sekaligus tindakan dasar untuk menghadapinya.
Peserta dapat mempelajari sumber kebakaran, prinsip pencegahan, penggunaan alat pemadam, dan prosedur keselamatan saat terjadi kebakaran.
Pelatihan juga dapat mencakup praktik sehingga peserta tidak hanya memahami teori.
Elementary First Aid
Materi ini memberikan pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama.
Pelaut dapat menghadapi kondisi seperti luka, kecelakaan, atau keadaan medis darurat selama bekerja di kapal. Karena itu, kemampuan memberikan tindakan awal menjadi bagian penting dari keselamatan.
Personal Safety and Social Responsibilities
Materi ini berhubungan dengan keselamatan pribadi, komunikasi, kerja sama, serta tanggung jawab sosial di lingkungan kapal.
Mulai 1 Januari 2026, ketentuan STCW juga memasukkan pelatihan wajib mengenai pencegahan dan respons terhadap kekerasan serta pelecehan di sektor maritim, termasuk bullying, sexual harassment, dan sexual assault, ke dalam kompetensi personal safety and social responsibilities.
Baca Juga : Modul BST Basic Safety Training yang Wajib Dipelajari
BST dan Hubungannya dengan STCW
BST memiliki hubungan erat dengan STCW, yaitu standar internasional mengenai pelatihan, sertifikasi, dan watchkeeping bagi pelaut.
STCW 1978 telah mengalami sejumlah perubahan untuk menyesuaikan kebutuhan industri pelayaran. IMO menjelaskan bahwa STCW mencakup berbagai ketentuan kompetensi pelaut, termasuk basic training dan refresher training untuk kompetensi keselamatan tertentu.
Dengan adanya standar tersebut, pelatihan keselamatan pelaut tidak hanya di tentukan berdasarkan kebiasaan masing-masing kapal atau perusahaan.
Ada standar kompetensi yang menjadi acuan internasional.
Hal ini penting terutama bagi pelaut yang ingin bekerja pada perusahaan pelayaran atau kapal yang beroperasi secara internasional.
Baca Juga : Tempat Kursus BST Basic Safety Training Cara Memilih Lembaga
Apakah BST Wajib bagi Pelaut?
Kebutuhan BST berkaitan dengan ketentuan sertifikasi dan jenis pekerjaan kepelautan yang di jalankan.
Di Indonesia, Kementerian Perhubungan memiliki ketentuan mengenai pengesahan program diklat kepelautan untuk program Basic Safety Training. JDIH Kementerian Perhubungan mencatat adanya Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut mengenai pengesahan program diklat kepelautan pada lembaga diklat untuk program BST.
Ditjen Hubla juga menjelaskan bahwa sertifikat BST di terbitkan kepada pelaut yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan pada lembaga diklat negeri maupun swasta sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena persyaratan dapat bergantung pada jenis kapal, jabatan, dan aturan yang berlaku, calon pelaut sebaiknya memeriksa persyaratan terbaru sesuai pekerjaan yang akan di jalani.
Baca Juga : Praktik BST Basic Safety Training Fire Fighting
Siapa yang Perlu Mengikuti BST?
BST pada dasarnya berkaitan dengan pelaut yang membutuhkan kompetensi keselamatan dasar sesuai ketentuan kepelautan.
Pelatihan ini dapat relevan bagi:
- Calon pelaut pemula.
- Pelaut yang akan bekerja di kapal.
- Pelaut yang membutuhkan sertifikasi keselamatan dasar.
- Pelaut yang perlu memperbarui kompetensi tertentu sesuai ketentuan.
- Pelaut yang akan bekerja pada perusahaan pelayaran dengan persyaratan sertifikasi tertentu.
Bagi pelaut pemula, BST menjadi salah satu bagian penting untuk memahami lingkungan kerja kapal sebelum menjalankan tugas.
Baca Juga : Syarat Mengikuti BST Basic Safety Training dan Ketentuannya
Apa yang Dipelajari Pelaut Selama BST?
Selama mengikuti BST, peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi.
Pelatihan keselamatan di rancang agar peserta memahami teori sekaligus kemampuan praktik.
Beberapa kegiatan yang dapat berkaitan dengan materi BST antara lain:
- Mengenal perlengkapan keselamatan.
- Memahami prosedur keadaan darurat.
- Latihan penggunaan jaket pelampung.
- Pembelajaran teknik bertahan hidup.
- Latihan pemadaman kebakaran.
- Pengenalan alat pemadam kebakaran.
- Latihan pertolongan pertama.
- Pembelajaran komunikasi keselamatan.
- Pemahaman tanggung jawab pribadi di atas kapal.
Kegiatan praktik sangat penting karena kondisi darurat membutuhkan respons yang cepat dan tepat.
Apakah BST Hanya untuk Pelaut Pemula?
Tidak selalu.
BST memang sangat penting bagi calon pelaut dan pelaut pemula, tetapi pelaut yang sudah berpengalaman juga perlu memperhatikan ketentuan pembaruan atau refresher training untuk kompetensi yang di persyaratkan.
IMO menyebutkan adanya refresher training setiap lima tahun untuk basic training tertentu, termasuk personal survival techniques dan fire prevention and firefighting.
Karena itu, pelaut perlu memperhatikan masa berlaku sertifikat dan persyaratan revalidasi yang berlaku pada sertifikat masing-masing.
Baca Juga : Masa Berlaku Sertifikat BST Kapan Harus Revalidasi?
Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat BST?
Secara umum, proses mendapatkan sertifikat BST di lakukan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang menyelenggarakan program BST sesuai ketentuan.
Tahapan yang biasanya perlu di perhatikan meliputi:
- Memilih lembaga diklat yang sesuai.
- Memeriksa persyaratan pendaftaran.
- Menyiapkan dokumen yang di minta.
- Mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
- Mengikuti evaluasi atau penilaian sesuai program.
- Menyelesaikan persyaratan administrasi.
- Mendapatkan sertifikat setelah di nyatakan memenuhi ketentuan.
Penting untuk memastikan lembaga pelatihan yang di pilih memiliki program yang sesuai dengan ketentuan kepelautan.
Baca Juga : Sertifikat BST Basic Safety Training dan Cara Mendapatkannya
Bagaimana Cara Mengecek Sertifikat BST?
Setelah memperoleh sertifikat, pelaut sebaiknya memeriksa data sertifikat dan memastikan informasi yang tercatat sesuai.
Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyediakan sistem verifikasi sertifikasi pelaut. Sistem tersebut dapat menampilkan informasi mengenai sertifikat BST, termasuk status dan masa berlaku pada data sertifikat yang di verifikasi.
Pengecekan dapat membantu memastikan bahwa:
- Nama pelaut sudah benar.
- Nomor sertifikat sesuai.
- Jenis sertifikat sesuai.
- Lembaga penerbit tercatat.
- Status sertifikat dapat di verifikasi.
- Masa berlaku sesuai data.
Langkah ini penting terutama apabila sertifikat akan di gunakan untuk keperluan pekerjaan.
Baca Juga : BST dan STCW Hubungan Basic Safety Training
Mengapa Sertifikat BST Harus Dijaga dengan Baik?
Sertifikat BST merupakan salah satu dokumen penting yang berkaitan dengan kompetensi keselamatan pelaut.
Karena itu, pelaut sebaiknya menyimpan sertifikat dengan baik dan memiliki salinan dokumen apabila di perlukan.
Selain dokumen fisik, menyimpan salinan digital juga dapat membantu ketika dokumen di perlukan untuk proses administrasi.
Namun, salinan digital tidak otomatis menggantikan dokumen resmi apabila perusahaan atau otoritas meminta bentuk dokumen tertentu.
Pelaut tetap perlu mengikuti persyaratan yang di tetapkan oleh perusahaan, negara bendera kapal, atau pihak berwenang.
Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training Terbaru dan Biaya Tambahan
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Mengurus BST
Ada beberapa hal yang sebaiknya di hindari ketika akan mengikuti BST.
1. Memilih lembaga hanya berdasarkan harga
Harga murah belum tentu menjadi satu-satunya pertimbangan. Pastikan program dan lembaganya sesuai dengan ketentuan.
2. Tidak mengikuti pelatihan dengan serius
BST bukan sekadar proses mendapatkan sertifikat. Materi yang di pelajari berhubungan langsung dengan keselamatan.
3. Tidak memeriksa sertifikat
Setelah sertifikat di terbitkan, periksa data dan validitasnya.
4. Tidak memperhatikan masa berlaku
Pelaut perlu mengetahui kapan sertifikat atau kompetensi tertentu perlu di perbarui.
5. Menggunakan sertifikat yang tidak dapat diverifikasi
Dokumen kepelautan harus dapat di pertanggungjawabkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BST Basic Safety Training adalah pelatihan dasar keselamatan yang memberikan bekal kepada pelaut untuk menghadapi berbagai keadaan darurat di kapal.
Materi utamanya mencakup Personal Survival Techniques, Fire Prevention and Fire Fighting, Elementary First Aid, serta Personal Safety and Social Responsibilities. Kompetensi tersebut merupakan bagian dari basic training dalam kerangka STCW.
BST penting bukan hanya karena berkaitan dengan persyaratan sertifikasi, tetapi juga karena kemampuan yang di pelajari dapat membantu pelaut mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Pada 2026, materi personal safety and social responsibilities juga semakin relevan karena perubahan STCW yang berlaku sejak 1 Januari 2026 memasukkan ketentuan mengenai pencegahan dan respons terhadap kekerasan, bullying, dan pelecehan di lingkungan maritim.
Oleh karena itu, calon pelaut maupun pelaut yang sudah bekerja perlu memahami fungsi BST, mengikuti pelatihan melalui lembaga yang sesuai, menjaga sertifikat, serta memeriksa masa berlaku dan status sertifikasinya.
Dengan memahami BST sejak awal, pelaut dapat mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari sisi kesiapan keselamatan untuk bekerja di lingkungan kapal.
Konsultasikan Pelaut Anda sekarang.