Syarat Mengikuti BST Basic Safety Training dan Ketentuannya

Yuni

Syarat Mengikuti BST Basic Safety Training dan Ketentuannya
Direktur Utama Jangkar Groups

Syarat Mengikuti BST Basic Safety Training Dokumen dan Ketentuannya BST Basic Safety Training merupakan pelatihan dasar keselamatan yang perlu di pahami oleh pelaut sebelum menjalankan tugas di atas kapal. Pelatihan ini memberikan kemampuan dasar untuk menghadapi keadaan darurat, melakukan tindakan keselamatan, membantu korban kecelakaan, serta memahami tanggung jawab selama bekerja di lingkungan kapal.

Bagi calon pelaut yang ingin mengikuti BST, penting untuk mengetahui terlebih dahulu syarat mengikuti BST, dokumen yang harus di siapkan, ketentuan pendaftaran, proses pelatihan, hingga persyaratan mendapatkan sertifikat.

Dalam kerangka STCW, basic training mencakup kompetensi seperti Personal Survival Techniques, Fire Prevention and Fire Fighting, Elementary First Aid, serta Personal Safety and Social Responsibilities. Di Indonesia, Kementerian Perhubungan juga menetapkan bahwa pelaut harus mendapatkan familiarisasi keselamatan dan Basic Safety Training sesuai ketentuan STCW.

Apa Itu BST Basic Safety Training?

BST atau Basic Safety Training adalah pelatihan dasar keselamatan untuk pelaut. Tujuan utamanya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan ketika menghadapi kondisi darurat di kapal.

BST tidak hanya berisi pembelajaran teori. Peserta juga mendapatkan materi yang berkaitan dengan praktik keselamatan sesuai kompetensi yang di persyaratkan.

Beberapa kompetensi utama dalam BST meliputi:

  • Personal Survival Techniques atau PST.
  • Fire Prevention and Fire Fighting atau FPFF.
  • Elementary First Aid atau EFA.
  • Personal Safety and Social Responsibilities atau PSSR.

Keempat materi tersebut memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan.

Pelaut perlu memahami bagaimana bertahan hidup dalam keadaan darurat, menangani kebakaran, memberikan pertolongan pertama, serta menjaga keselamatan pribadi dan bekerja sama dengan awak kapal lainnya.

Baca Juga : Modul BST Basic Safety Training yang Wajib Dipelajari

Siapa yang Dapat Mengikuti BST?

BST berkaitan dengan pelaut yang membutuhkan kompetensi keselamatan dasar sesuai ketentuan kepelautan.

Pelatihan ini dapat menjadi bagian dari persiapan bagi:

  • Calon pelaut.
  • Pelaut pemula.
  • Pelaut yang akan bekerja di kapal.
  • Pelaut yang membutuhkan sertifikasi Basic Safety Training.
  • Pelaut yang perlu mengikuti pembaruan kompetensi tertentu sesuai ketentuan.

Namun, persyaratan administrasi peserta dapat berbeda berdasarkan program, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta ketentuan yang berlaku.

Karena itu, calon peserta sebaiknya memastikan persyaratan terbaru kepada lembaga diklat sebelum melakukan pendaftaran.

Siapa yang Dapat Mengikuti BST?

Syarat Mengikuti BST Basic Safety Training

Syarat mengikuti BST perlu di perhatikan sejak awal agar proses pendaftaran tidak terhambat.

Secara umum, peserta perlu memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan pelatihan yang di tetapkan oleh lembaga penyelenggara.

Beberapa hal yang biasanya perlu di siapkan meliputi:

1. Identitas Diri

Calon peserta perlu memiliki identitas diri yang masih berlaku.

Dokumen identitas digunakan untuk keperluan pendaftaran dan pencatatan data peserta.

Identitas harus di tulis secara benar dan konsisten karena data tersebut dapat di gunakan dalam proses penerbitan sertifikat.

2. Pas Foto

Peserta dapat di minta menyiapkan pas foto untuk kebutuhan administrasi pendaftaran atau penerbitan dokumen.

Jumlah, ukuran, dan latar belakang foto dapat berbeda sesuai ketentuan lembaga pelatihan.

3. Dokumen Pendidikan atau Kepelautan

Dokumen pendidikan atau dokumen kepelautan dapat di minta sesuai status dan program peserta.

Untuk calon pelaut, persyaratan dokumen dapat berbeda dengan pelaut yang sudah memiliki dokumen kepelautan sebelumnya.

4. Dokumen Kesehatan

Kondisi kesehatan menjadi salah satu hal yang penting dalam pekerjaan di laut.

Untuk persyaratan kesehatan pelaut, standar STCW mengatur ketentuan mengenai medical fitness melalui Regulation I/9. Dalam praktiknya, jenis dan bentuk pemeriksaan kesehatan perlu mengikuti ketentuan yang berlaku untuk program atau pekerjaan yang di tuju.

Karena itu, calon peserta sebaiknya menanyakan terlebih dahulu apakah sertifikat kesehatan tertentu di perlukan pada saat pendaftaran BST.

Baca Juga : Apa Itu BST Basic Safety Training dan Mengapa Penting bagi Pelaut

Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Mengikuti BST

Dokumen yang di perlukan dapat berbeda antara peserta satu dengan lainnya. Oleh sebab itu, daftar berikut sebaiknya di pahami sebagai checklist awal dan bukan daftar persyaratan yang berlaku secara mutlak untuk semua lembaga.

Dokumen yang mungkin di minta antara lain:

  • KTP atau identitas diri.
  • Paspor jika di perlukan.
  • Pas foto.
  • Ijazah atau dokumen pendidikan.
  • Buku pelaut apabila sudah di miliki.
  • Dokumen kesehatan apabila di persyaratkan.
  • Sertifikat pelaut sebelumnya untuk peserta tertentu.
  • Dokumen lain sesuai ketentuan lembaga diklat.

Pastikan nama, tanggal lahir, nomor identitas, dan data lainnya konsisten di seluruh dokumen.

Kesalahan penulisan data dapat menimbulkan masalah administrasi ketika sertifikat di terbitkan.

Apakah Paspor Wajib untuk Mengikuti BST?

Paspor tidak dapat di anggap sebagai dokumen wajib yang sama untuk seluruh peserta BST tanpa melihat ketentuan program dan lembaga pelatihan.

Bagi calon pelaut yang memiliki rencana bekerja di kapal asing, paspor tentu menjadi dokumen penting dalam persiapan keberangkatan.

Namun, kebutuhan paspor pada tahap pendaftaran BST perlu di konfirmasi kepada lembaga diklat yang di pilih.

Hal yang paling penting adalah memastikan dokumen yang di minta sudah tersedia sebelum tanggal pendaftaran.

Apakah Buku Pelaut Wajib untuk Mengikuti BST?

Buku pelaut dan sertifikat BST merupakan dokumen yang berbeda.

BST membuktikan bahwa seseorang telah mengikuti dan memenuhi kompetensi pelatihan dasar keselamatan sesuai program, sedangkan buku pelaut merupakan dokumen kepelautan yang memiliki fungsi berbeda.

Karena itu, kepemilikan buku pelaut tidak otomatis berarti seseorang sudah memiliki sertifikat BST.

Sebaliknya, mengikuti BST juga tidak berarti seluruh dokumen kepelautan lainnya otomatis selesai.

Persyaratan buku pelaut perlu di periksa berdasarkan proses administrasi kepelautan yang sedang di lakukan.

Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training Terbaru dan Biaya Tambahan

Ketentuan Materi dalam Pelatihan BST

Peserta BST perlu mengikuti materi yang menjadi bagian dari basic training.

Empat kelompok kompetensi utamanya adalah:

Personal Survival Techniques

Materi ini berkaitan dengan kemampuan bertahan hidup ketika terjadi keadaan darurat di laut.

Peserta dapat mempelajari penggunaan perlengkapan keselamatan, prosedur meninggalkan kapal, dan prinsip dasar bertahan hidup.

Fire Prevention and Fire Fighting

Materi ini membahas pencegahan dan penanganan kebakaran.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai sumber kebakaran, tindakan pencegahan, penggunaan alat pemadam, serta tindakan keselamatan ketika kebakaran terjadi.

Elementary First Aid

Materi ini memberikan kemampuan dasar pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan atau kondisi medis darurat.

Personal Safety and Social Responsibilities

Materi ini berkaitan dengan keselamatan pribadi, komunikasi, kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab sosial di lingkungan kapal.

Keempat kompetensi tersebut merupakan bagian dari basic training dalam kerangka STCW.

Baca Juga : BST untuk Pelaut Pemula Panduan Sebelum Pertama Kali Bekerja

Ketentuan BST yang Perlu Diperhatikan pada 2026

Pelaut yang mengikuti BST pada 2026 juga perlu memperhatikan perkembangan standar STCW.

Mulai 1 Januari 2026, perubahan STCW Code mulai berlaku terkait pencegahan dan respons terhadap kekerasan serta pelecehan di sektor maritim. Ketentuan tersebut mencakup bullying, sexual harassment, dan sexual assault dan di masukkan dalam kompetensi Personal Safety and Social Responsibilities.

Artinya, peserta BST pada periode sekarang perlu memperhatikan bahwa materi keselamatan tidak hanya berkaitan dengan kecelakaan fisik, kebakaran, dan keadaan darurat di laut.

Aspek lingkungan kerja yang aman juga menjadi bagian dari perkembangan standar kompetensi keselamatan pelaut.

Apakah Ada Batas Usia untuk Mengikuti BST?

Batas usia tidak sebaiknya di samaratakan untuk seluruh program tanpa melihat ketentuan yang berlaku.

Beberapa program kepelautan dapat memiliki persyaratan usia tertentu, sedangkan persyaratan untuk sertifikasi atau pekerjaan tertentu juga dapat berbeda.

Karena itu, calon peserta yang masih berusia muda sebaiknya meminta informasi langsung dari lembaga diklat mengenai persyaratan usia untuk program BST yang akan di ikuti.

Yang perlu di perhatikan adalah membedakan antara syarat mengikuti pelatihan, syarat memperoleh sertifikat, dan syarat bekerja pada jabatan tertentu karena ketiganya tidak selalu sama.

Baca Juga : BST Basic Safety Training Pelatihan Dasar Untuk Pelaut

Apakah Harus Memiliki Pengalaman Berlayar Sebelum Mengikuti BST?

BST merupakan pelatihan dasar sehingga calon pelaut tidak dapat langsung diasumsikan harus memiliki pengalaman berlayar terlebih dahulu.

Justru pelatihan dasar keselamatan di perlukan untuk memberikan bekal kompetensi sebelum pelaut menjalankan tugas sesuai persyaratan yang berlaku.

Hal ini berbeda dengan beberapa sertifikat keterampilan lainnya yang dapat memiliki persyaratan tambahan berupa pengalaman atau masa layar.

Sebagai contoh, ketentuan Kementerian Perhubungan untuk sertifikat SCRB mencantumkan persyaratan masa layar tertentu, selain pelatihan dan kompetensi yang di persyaratkan. Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa persyaratan untuk setiap sertifikat pelaut tidak selalu sama.

Bagaimana Proses Pendaftaran BST?

Secara umum, proses pendaftaran BST dapat di lakukan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang menyelenggarakan program tersebut.

Tahapan yang perlu di perhatikan antara lain:

  1. Mencari lembaga diklat yang menyelenggarakan program BST.
  2. Memeriksa persyaratan peserta.
  3. Menanyakan jadwal pelatihan.
  4. Menyiapkan dokumen.
  5. Melakukan pendaftaran.
  6. Membayar biaya sesuai ketentuan.
  7. Mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
  8. Mengikuti evaluasi atau penilaian.
  9. Menyelesaikan persyaratan administrasi.
  10. Menerima sertifikat apabila telah memenuhi ketentuan.

Peserta sebaiknya meminta informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dokumen, materi, dan mekanisme penerbitan sertifikat sebelum melakukan pembayaran.

Baca Juga : BST dan STCW Hubungan Basic Safety Training

Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Hari Pertama Pelatihan?

Selain dokumen administrasi, peserta sebaiknya mempersiapkan diri untuk mengikuti pelatihan teori dan praktik.

Beberapa persiapan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membawa dokumen asli apabila di minta untuk verifikasi.
  • Membawa salinan dokumen.
  • Membawa perlengkapan pribadi sesuai instruksi lembaga.
  • Mengetahui jadwal pelatihan.
  • Mengetahui lokasi pelatihan.
  • Menyiapkan kondisi fisik.
  • Memahami aturan yang di tetapkan lembaga.
  • Datang tepat waktu.
  • Mengikuti seluruh kegiatan pelatihan.

BST bukan sekadar proses memperoleh sertifikat. Materi yang di berikan berhubungan dengan keselamatan ketika bekerja di atas kapal.

Karena itu, peserta sebaiknya mengikuti seluruh kegiatan dengan serius.

Apakah Pelatihan BST Ada Praktiknya?

Ya, BST tidak hanya berkaitan dengan teori.

Kompetensi basic training mencakup kemampuan yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan praktis.

Peserta dapat mendapatkan latihan yang berkaitan dengan keselamatan, seperti penggunaan perlengkapan keselamatan, teknik bertahan hidup, pemadaman kebakaran, dan pertolongan pertama sesuai program pelatihan.

Tujuan praktik adalah membantu peserta memahami penerapan materi ketika menghadapi kondisi darurat.

Dengan demikian, peserta di harapkan tidak hanya mengetahui prosedur secara teori, tetapi juga memahami bagaimana tindakan tersebut di terapkan.

Baca Juga : Tempat Kursus BST Basic Safety Training Cara Memilih Lembaga

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat BST?

Sertifikat BST di terbitkan setelah pelaut menyelesaikan pelatihan dasar keselamatan sesuai ketentuan.

Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa sertifikat keterampilan Basic Safety Training di terbitkan setelah pelaut menyelesaikan pelatihan dasar keselamatan.

Karena itu, peserta tidak cukup hanya melakukan pendaftaran atau membayar biaya pelatihan.

Peserta perlu mengikuti program yang di tetapkan dan memenuhi standar kompetensi serta evaluasi yang berlaku.

Setelah sertifikat di terbitkan, periksa kembali:

  • Nama lengkap.
  • Tanggal lahir.
  • Nomor sertifikat.
  • Jenis sertifikat.
  • Lembaga penerbit.
  • Masa berlaku.
  • Data lain yang tercantum.

Baca Juga : Sertifikat BST Basic Safety Training dan Cara Mendapatkannya

Cara Mengecek Sertifikat BST Setelah Diterbitkan

Setelah mendapatkan sertifikat, pelaut sebaiknya melakukan pengecekan terhadap data sertifikat.

Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyediakan fasilitas verifikasi sertifikasi pelaut. Data verifikasi dapat menunjukkan informasi seperti jenis sertifikat Basic Safety Training, nomor sertifikat, lembaga penerbit, status, dan masa berlaku.

Pengecekan ini berguna untuk memastikan bahwa data sertifikat sudah sesuai.

Jika terdapat perbedaan data atau masalah validitas, peserta sebaiknya segera menghubungi lembaga penerbit atau pihak yang berwenang untuk mendapatkan penjelasan.

Baca Juga : Praktik BST Basic Safety Training Fire Fighting

Apakah Sertifikat BST Memiliki Masa Berlaku?

Masa berlaku perlu di perhatikan karena sertifikat BST yang tercatat dalam sistem kepelautan dapat memiliki informasi validitas.

Contoh data verifikasi resmi Ditkapel menunjukkan adanya sertifikat BST dengan tanggal berlaku tertentu.

Selain itu, IMO menjelaskan bahwa refresher training setiap lima tahun berlaku untuk basic training tertentu, termasuk Personal Survival Techniques dan Fire Prevention and Firefighting.

Karena itu, pelaut sebaiknya tidak hanya menyimpan sertifikat, tetapi juga mencatat kapan kompetensi atau pelatihan perlu di perbarui sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus BST

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya di hindari calon peserta.

Tidak Memeriksa Persyaratan Terbaru

Persyaratan dapat berubah sehingga informasi lama belum tentu sesuai dengan ketentuan terbaru.

Data Dokumen Tidak Konsisten

Nama atau tanggal lahir yang berbeda antara satu dokumen dengan dokumen lainnya dapat menyebabkan masalah administrasi.

Memilih Lembaga Hanya Berdasarkan Harga

Harga bukan satu-satunya hal yang perlu di perhatikan. Pastikan program dan lembaga pelatihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tidak Mengikuti Seluruh Pelatihan

Peserta perlu mengikuti seluruh kegiatan yang di persyaratkan agar dapat memenuhi kompetensi.

Tidak Mengecek Sertifikat

Setelah sertifikat di terbitkan, data dan statusnya sebaiknya di periksa kembali.

Baca Juga : Masa Berlaku Sertifikat BST Kapan Harus Revalidasi?

Tips Agar Proses Mengikuti BST Lebih Lancar

Agar proses pendaftaran hingga penerbitan sertifikat berjalan lebih teratur, calon peserta dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Cari informasi dari lembaga diklat yang jelas.
  2. Tanyakan persyaratan terbaru.
  3. Siapkan dokumen sebelum pendaftaran.
  4. Pastikan data identitas konsisten.
  5. Tanyakan rincian biaya.
  6. Pastikan jadwal pelatihan.
  7. Ikuti teori dan praktik secara lengkap.
  8. Simpan bukti pendaftaran dan pembayaran.
  9. Periksa sertifikat setelah di terbitkan.
  10. Pastikan data sertifikat dapat di verifikasi.

Persiapan sejak awal dapat membantu mengurangi kesalahan administrasi.

Syarat mengikuti BST Basic Safety Training pada dasarnya berkaitan dengan persyaratan peserta, kelengkapan dokumen, proses pelatihan, serta pemenuhan kompetensi yang di tetapkan.

Dokumen yang perlu di siapkan dapat berbeda berdasarkan lembaga dan program, sehingga calon peserta sebaiknya tidak langsung menganggap satu daftar dokumen sebagai persyaratan universal.

Yang perlu di perhatikan adalah memastikan identitas diri, dokumen pendukung, persyaratan kesehatan apabila di minta, serta dokumen kepelautan lainnya sudah sesuai.

BST sendiri mencakup kompetensi keselamatan dasar dalam kerangka STCW, termasuk Personal Survival Techniques, Fire Prevention and Fire Fighting, Elementary First Aid, serta Personal Safety and Social Responsibilities.

Pada 2026, peserta juga perlu memperhatikan perkembangan materi PSSR karena perubahan STCW Code mengenai pencegahan dan respons terhadap bullying, harassment, dan sexual assault mulai berlaku sejak 1 Januari 2026.

Setelah menyelesaikan pelatihan, pastikan sertifikat BST di terbitkan sesuai ketentuan dan lakukan pengecekan data serta status sertifikat pada sistem verifikasi kepelautan apabila tersedia.

Dengan menyiapkan dokumen, persyaratan, dan administrasi BST sejak awal, proses mengikuti pelatihan dapat berjalan lebih teratur dan pelaut dapat memiliki bukti kompetensi keselamatan yang di perlukan untuk mendukung perjalanan karier di bidang pelayaran.

Konsultasikan Pelaut Anda sekarang.

Avatar photo
Yuni