Praktik BST Basic Safety Training merupakan bagian penting dalam pelatihan dasar keselamatan bagi pelaut. Berbeda dengan pembelajaran teori, praktik BST memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami secara langsung cara menghadapi keadaan darurat di kapal.
Beberapa praktik utama dalam BST berkaitan dengan fire fighting, survival, dan pertolongan pertama. Ketiga kemampuan tersebut di perlukan karena pelaut dapat menghadapi berbagai situasi darurat selama berada di kapal.
Dalam STCW, basic training mencakup personal survival techniques, fire prevention and firefighting, elementary first aid, serta personal safety and social responsibilities. Kompetensi tersebut tercantum dalam Section A-VI/1 STCW Code.
Karena itu, peserta BST tidak cukup hanya memahami materi secara teori. Peserta juga perlu mengikuti praktik dan penilaian kompetensi sesuai program pelatihan yang di setujui.
Apa Itu Praktik BST Basic Safety Training?
Praktik BST adalah kegiatan latihan yang di rancang untuk membantu peserta menerapkan pengetahuan keselamatan dalam situasi yang menyerupai keadaan darurat di kapal.
Dalam STCW, pelaut yang memiliki tugas keselamatan tertentu harus mendapatkan basic training atau instruction yang sesuai sebelum di tugaskan menjalankan pekerjaan di kapal. Standar tersebut mencakup personal survival techniques, fire prevention and firefighting, elementary first aid, dan personal safety and social responsibilities.
Praktik BST dapat di lakukan melalui simulasi, demonstrasi, latihan fisik, penggunaan perlengkapan keselamatan, maupun penilaian keterampilan.
Tujuannya adalah agar peserta tidak hanya mengetahui apa yang harus di lakukan, tetapi juga memahami bagaimana menerapkannya dengan benar sesuai prosedur.
Baca Juga : Masa Berlaku Sertifikat BST Kapan Harus Revalidasi?
Praktik Fire Fighting dalam BST
Fire fighting atau pemadaman kebakaran merupakan salah satu materi utama dalam Basic Safety Training.
Kebakaran di kapal dapat berkembang dengan cepat dan mengancam keselamatan awak maupun penumpang. Karena itu, sistem keselamatan kapal tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, deteksi, pengendalian, dan proses evakuasi. IMO menjelaskan bahwa ketentuan keselamatan kebakaran kapal mencakup pencegahan kebakaran, deteksi dini, pengendalian, dan pemadaman.
Dalam praktik BST, peserta dapat di perkenalkan dengan beberapa keterampilan dasar seperti:
- Mengenali potensi bahaya kebakaran.
- Memahami jenis kebakaran.
- Mengenal alat pemadam kebakaran.
- Menggunakan alat pemadam sesuai prosedur.
- Mengetahui tindakan ketika menemukan api atau asap.
- Mengikuti instruksi keadaan darurat.
- Menjaga keselamatan diri ketika melakukan pemadaman.
Materi dan bentuk praktik dapat berbeda sesuai program lembaga pelatihan, tetapi kompetensi yang harus di capai tetap mengacu pada standar yang berlaku.
Praktik Menggunakan Alat Pemadam Kebakaran
Salah satu bagian yang penting dalam latihan fire fighting adalah penggunaan alat pemadam kebakaran.
Peserta dapat di berikan penjelasan mengenai jenis alat pemadam, fungsi, batas penggunaannya, serta prosedur keselamatan sebelum melakukan praktik.
Dalam latihan, peserta biasanya di arahkan untuk memahami langkah penggunaan alat sesuai instruksi instruktur.
Hal yang penting bukan hanya mampu menyalakan atau menggunakan alat, tetapi mengetahui kapan tindakan pemadaman dapat di lakukan dan kapan harus segera meninggalkan area berbahaya.
Pelaut juga harus memahami bahwa keselamatan pribadi tetap menjadi prioritas ketika menghadapi kebakaran.
Baca Juga : BST dan STCW Hubungan Basic Safety Training
Praktik Survival dalam BST
Survival atau personal survival techniques merupakan kompetensi dasar lain dalam BST.
Personal survival techniques berkaitan dengan kemampuan pelaut untuk bertahan hidup ketika menghadapi keadaan darurat di laut.
STCW memasukkan personal survival techniques sebagai salah satu kompetensi dalam basic training.
Dalam praktiknya, peserta dapat mempelajari berbagai perlengkapan keselamatan dan prosedur yang berkaitan dengan kondisi darurat.
Beberapa hal yang dapat di pelajari antara lain:
- Penggunaan lifejacket.
- Prosedur berkumpul di muster station.
- Tindakan ketika alarm abandon ship berbunyi.
- Cara mengikuti instruksi evakuasi.
- Penggunaan perlengkapan survival.
- Prinsip dasar bertahan hidup di laut.
- Tindakan ketika harus meninggalkan kapal.
Materi praktik dapat di sesuaikan dengan program dan fasilitas lembaga pelatihan.
Praktik Menggunakan Lifejacket
Lifejacket merupakan salah satu perlengkapan keselamatan yang penting dalam survival training.
Peserta perlu mengetahui cara mengenakan lifejacket dengan benar dan memahami fungsinya ketika berada dalam kondisi darurat.
Dalam safety familiarization menurut STCW, pelaut juga harus mengetahui lokasi lifejacket dan cara mengenakannya. Pelaut perlu memahami pula muster station, jalur evakuasi, sinyal alarm, dan tindakan yang harus dilakukan ketika alarm keadaan darurat berbunyi.
Latihan tersebut penting terutama bagi pelaut pemula yang belum memiliki pengalaman bekerja di kapal.
Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training Terbaru dan Biaya Tambahan
Praktik Simulasi Keadaan Darurat di Laut
Praktik survival tidak hanya membahas perlengkapan, tetapi juga bagaimana peserta merespons keadaan darurat.
Peserta perlu memahami bahwa ketika terjadi keadaan darurat, tindakan harus di lakukan berdasarkan prosedur dan instruksi yang telah di tetapkan.
STCW mensyaratkan pelaut memahami jenis keadaan darurat, emergency signals, muster station, penggunaan perlengkapan keselamatan pribadi, jalur evakuasi, serta tindakan yang harus di lakukan ketika alarm darurat berbunyi.
Karena itu, latihan dapat membantu peserta memahami bagaimana merespons keadaan darurat secara terstruktur.
Praktik Pertolongan Pertama dalam BST
Selain fire fighting dan survival, BST juga mencakup elementary first aid atau pertolongan pertama dasar.
Pertolongan pertama bertujuan memberikan tindakan awal ketika seseorang mengalami cedera atau kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Dalam STCW, elementary first aid merupakan salah satu kompetensi basic training yang tercantum dalam Table A-VI/1-3.
Bagi pelaut, kemampuan ini penting karena tidak semua keadaan medis dapat langsung di tangani oleh tenaga kesehatan.
Peserta dapat mempelajari prinsip dasar pertolongan pertama sesuai materi dan prosedur yang di ajarkan oleh instruktur.
Baca Juga : Tempat Kursus BST Basic Safety Training Cara Memilih Lembaga
Materi Praktik Pertolongan Pertama
Materi elementary first aid dapat mencakup berbagai kemampuan dasar untuk memberikan bantuan awal.
Contoh pembelajaran yang dapat di berikan antara lain:
- Mengenali kondisi korban.
- Menilai situasi sebelum memberikan bantuan.
- Menjaga keselamatan korban dan penolong.
- Memberikan tindakan awal pada cedera.
- Menangani kondisi darurat dasar.
- Meminta bantuan medis sesuai prosedur.
- Melakukan komunikasi mengenai kondisi korban.
Materi dan metode praktik mengikuti kurikulum serta standar pelatihan yang di gunakan oleh lembaga yang menyelenggarakan BST.
Peserta sebaiknya mengikuti instruksi instruktur karena pertolongan pertama harus di lakukan secara tepat dan tidak boleh di lakukan secara sembarangan.
Mengapa Praktik BST Penting bagi Pelaut?
Praktik BST penting karena kondisi darurat membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi.
Dalam keadaan darurat, seseorang mungkin tidak memiliki banyak waktu untuk membaca instruksi dari awal. Karena itu, latihan membantu peserta mengenal prosedur keselamatan sebelum menghadapi situasi nyata.
STCW mensyaratkan kompetensi keselamatan tertentu di buktikan melalui approved training atau instruksi dan metode penilaian yang sesuai.
Dengan mengikuti praktik, peserta dapat memahami penggunaan perlengkapan dan prosedur keselamatan dengan lebih baik.
Baca Juga : Sertifikat BST Basic Safety Training dan Cara Mendapatkannya
Perbedaan Praktik Fire Fighting, Survival dan First Aid
Ketiga praktik tersebut memiliki tujuan yang berbeda, meskipun semuanya merupakan bagian dari keselamatan dasar.
| Praktik | Fokus Utama |
|---|---|
| Fire Fighting | Pencegahan dan penanganan kebakaran |
| Survival | Kemampuan bertahan dalam keadaan darurat di laut |
| First Aid | Tindakan pertolongan pertama |
| Personal Safety | Keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial |
Fire fighting berfokus pada bahaya kebakaran, survival berfokus pada kemampuan bertahan hidup, sedangkan first aid berhubungan dengan tindakan awal terhadap korban.
Ketiganya saling berkaitan dalam situasi darurat. Misalnya, kebakaran dapat menyebabkan evakuasi kapal dan pada saat yang sama dapat menimbulkan korban yang membutuhkan pertolongan pertama.
Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Praktik BST?
Sebelum mengikuti praktik BST, peserta sebaiknya mempersiapkan diri secara fisik dan administratif.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan antara lain:
- Memastikan dokumen pendaftaran lengkap.
- Mengikuti arahan lembaga pelatihan.
- Membawa perlengkapan yang di minta.
- Menggunakan pakaian yang sesuai untuk kegiatan praktik.
- Menjaga kondisi tubuh agar dapat mengikuti kegiatan.
- Memahami jadwal praktik.
- Memperhatikan instruksi keselamatan.
- Tidak menggunakan perlengkapan praktik tanpa arahan instruktur.
Kebutuhan setiap lembaga dapat berbeda, sehingga peserta sebaiknya meminta daftar perlengkapan sebelum pelatihan di mulai.
Baca Juga : Syarat Mengikuti BST Basic Safety Training dan Ketentuannya
Apakah Praktik BST Sulit?
Bagi pelaut yang baru pertama kali mengikuti pelatihan, beberapa kegiatan mungkin terasa baru.
Peserta mungkin belum terbiasa menggunakan alat pemadam kebakaran, mengikuti simulasi keselamatan, atau melakukan latihan survival.
Namun, praktik BST memang d irancang sebagai proses pembelajaran. Peserta mendapatkan instruksi dari tenaga pelatih dan mengikuti latihan sesuai program.
Yang paling penting adalah mengikuti instruksi dengan baik, tidak malu bertanya, dan memahami alasan di balik setiap prosedur.
BST bukan sekadar ujian untuk mendapatkan sertifikat. Keterampilan yang di pelajari berkaitan dengan keselamatan diri dan orang lain di kapal.
Penilaian dalam Praktik BST
Pelatihan BST tidak hanya terdiri dari penyampaian materi.
STCW menetapkan metode untuk menunjukkan kompetensi melalui approved training dan penilaian sesuai standar yang di tentukan.
Karena itu, peserta dapat menjalani penilaian terhadap kemampuan yang telah di pelajari.
Penilaian dapat berkaitan dengan pemahaman teori maupun kemampuan menerapkan keterampilan tertentu selama praktik.
Peserta perlu mengikuti seluruh kegiatan sesuai jadwal dan memenuhi standar kompetensi yang di tetapkan oleh program pelatihan.
Baca Juga : Modul BST Basic Safety Training yang Wajib Dipelajari
BST dan Standar STCW
Praktik BST memiliki hubungan langsung dengan STCW karena basic training merupakan bagian dari standar kompetensi keselamatan pelaut.
IMO menempatkan personal survival techniques, fire prevention and firefighting, elementary first aid, dan personal safety and social responsibilities dalam Chapter VI STCW.
STCW Code kemudian memberikan rincian standar kompetensi yang harus di capai.
Dengan demikian, praktik BST bukan hanya kegiatan yang di buat oleh lembaga pelatihan, tetapi merupakan bagian dari sistem pelatihan keselamatan yang mengacu pada standar internasional.
Perkembangan Materi BST pada Tahun 2026
Pelaut juga perlu mengetahui bahwa standar BST dapat mengalami perubahan.
Mulai 1 Januari 2026, amandemen STCW Code mengenai pencegahan dan respons terhadap kekerasan serta pelecehan di sektor maritim berlaku. Persyaratan tersebut di masukkan dalam Table A-VI/1-4 mengenai personal safety and social responsibilities dan menjadi bagian dari basic training.
Perubahan ini mencakup pengetahuan mengenai kekerasan dan pelecehan, termasuk bullying, sexual harassment, dan sexual assault, serta cara mencegah dan merespons kejadian tersebut.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pelatihan keselamatan pelaut terus berkembang mengikuti kebutuhan lingkungan kerja maritim.
Baca Juga : Apa Itu BST Basic Safety Training dan Mengapa Penting bagi Pelaut
Berapa Lama Praktik BST?
Lama pelaksanaan BST dapat berbeda berdasarkan program pelatihan dan ketentuan lembaga yang menyelenggarakannya.
Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak menggunakan satu angka sebagai patokan untuk semua lembaga.
Tanyakan kepada penyelenggara mengenai:
- Durasi pelatihan.
- Jadwal teori.
- Jadwal praktik.
- Jadwal penilaian.
- Persyaratan kehadiran.
- Jadwal penerbitan sertifikat.
Yang lebih penting adalah memastikan seluruh kompetensi yang di wajibkan dalam program BST dapat di penuhi.
Baca Juga : BST untuk Pelaut Pemula Panduan Sebelum Pertama Kali Bekerja
Tips Agar Praktik BST Berjalan Lancar
Agar lebih siap mengikuti praktik BST, peserta dapat melakukan beberapa hal berikut:
Pahami Materi Dasar
Pelajari istilah dasar keselamatan sebelum mengikuti praktik.
Ikuti Instruksi
Jangan melakukan tindakan sendiri ketika menggunakan peralatan praktik.
Aktif Bertanya
Jika belum memahami suatu prosedur, tanyakan kepada instruktur.
Fokus pada Keselamatan
Jangan menganggap simulasi sebagai permainan. Perlakukan setiap latihan dengan serius.
Ikuti Seluruh Tahapan
Kehadiran dan partisipasi dalam seluruh rangkaian pelatihan penting untuk memenuhi proses pembelajaran dan penilaian.
Baca Juga : BST Basic Safety Training Pelatihan Dasar Untuk Pelaut
Praktik BST Basic Safety Training merupakan bagian penting dalam pembentukan kompetensi keselamatan dasar pelaut. Praktik tersebut mencakup berbagai kemampuan, terutama fire fighting, survival, dan pertolongan pertama.
Fire fighting memberikan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran. Survival atau personal survival techniques membekali pelaut dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menghadapi keadaan darurat di laut. Sementara itu, elementary first aid memberikan dasar kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban. Ketiganya tercantum sebagai kompetensi basic training dalam STCW.
Bagi pelaut, praktik sangat penting karena kemampuan keselamatan tidak cukup hanya di pahami melalui teori. Peserta perlu mengetahui cara menerapkan prosedur, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan merespons keadaan darurat sesuai instruksi.
Pelaut juga perlu mengikuti perkembangan standar terbaru. Mulai 1 Januari 2026, STCW Code memasukkan persyaratan baru mengenai pencegahan dan respons terhadap kekerasan serta pelecehan di laut ke dalam personal safety and social responsibilities.
Dengan mengikuti praktik BST secara serius, memahami instruksi instruktur, dan memenuhi standar kompetensi yang di tetapkan, peserta dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum menjalankan tugas keselamatan di kapal.
Konsultasikan Pelaut Anda sekarang.