BST untuk pelaut pemula merupakan salah satu pelatihan penting yang perlu di pahami sebelum seseorang pertama kali bekerja di kapal. Bagi calon pelaut, bekerja di atas kapal bukan hanya membutuhkan kemampuan sesuai jabatan, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai keselamatan.
BST atau Basic Safety Training memberikan dasar kemampuan untuk menghadapi berbagai kondisi darurat di kapal. Pelatihan ini berkaitan dengan personal survival techniques, pencegahan dan pemadaman kebakaran, pertolongan pertama, serta keselamatan dan tanggung jawab sosial.
Dalam standar STCW, pelaut wajib mendapatkan safety familiarization dan basic training atau instruction sesuai Section A-VI/1 STCW Code dan memenuhi standar kompetensi yang di tetapkan.
Karena itu, bagi pelaut pemula, BST bukan sekadar persyaratan administrasi. Pelatihan ini menjadi bagian dari persiapan sebelum menjalankan tugas di lingkungan kerja kapal.
Apa Itu BST untuk Pelaut Pemula?
BST adalah singkatan dari Basic Safety Training, yaitu pelatihan dasar keselamatan bagi pelaut.
Pelatihan ini di rancang agar pelaut memiliki kemampuan dasar untuk bertindak ketika terjadi keadaan darurat maupun situasi yang dapat mengancam keselamatan di kapal.
Dalam kerangka STCW, basic training mencakup beberapa kompetensi utama, yaitu:
- Personal Survival Techniques.
- Fire Prevention and Fire Fighting.
- Elementary First Aid.
- Personal Safety and Social Responsibilities.
Keempat kompetensi tersebut merupakan bagian dari standar basic training dalam STCW.
Bagi pelaut pemula, materi tersebut menjadi dasar sebelum memasuki lingkungan kerja kapal yang memiliki prosedur keselamatan dan keadaan darurat yang harus di pahami seluruh awak.
Baca Juga : Tempat Kursus BST Basic Safety Training Cara Memilih Lembaga
Mengapa Pelaut Pemula Perlu Mengikuti BST?
Pelaut bekerja dalam lingkungan yang berbeda dengan pekerjaan di darat. Kapal berada di laut, memiliki ruang terbatas pada bagian tertentu, menggunakan berbagai peralatan dan mesin, serta dapat menghadapi kondisi cuaca dan keadaan darurat.
Karena itu, setiap awak kapal perlu mengetahui tindakan yang harus di lakukan ketika terjadi masalah.
BST membantu pelaut pemula mengenal prinsip dasar seperti:
- Cara menggunakan perlengkapan keselamatan.
- Tindakan ketika alarm darurat berbunyi.
- Cara menuju muster station.
- Teknik dasar bertahan hidup di laut.
- Tindakan awal ketika terjadi kebakaran.
- Pertolongan pertama.
- Keselamatan diri dan kerja sama dengan awak kapal lainnya.
STCW juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap prosedur keadaan darurat, sinyal alarm, muster station, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta tindakan ketika menemukan potensi keadaan darurat.
Materi BST yang Dipelajari Pelaut Pemula
Pelaut pemula sebaiknya memahami bahwa BST bukan hanya kegiatan belajar di ruang kelas. Beberapa materi membutuhkan latihan dan demonstrasi keterampilan.
1. Personal Survival Techniques
Personal Survival Techniques atau teknik bertahan hidup merupakan salah satu materi utama BST.
Pelaut akan mempelajari dasar-dasar tindakan yang harus di lakukan ketika terjadi keadaan darurat yang mengharuskan seseorang meninggalkan kapal atau menggunakan perlengkapan keselamatan.
Materi dapat mencakup penggunaan alat keselamatan dan prinsip bertahan hidup dalam kondisi darurat di laut.
Tujuannya adalah agar pelaut tidak panik dan mengetahui prosedur keselamatan yang harus di lakukan.
2. Fire Prevention and Fire Fighting
Kebakaran merupakan salah satu keadaan darurat yang harus diantisipasi di kapal.
Dalam materi ini, peserta mempelajari prinsip pencegahan kebakaran serta tindakan dasar untuk menghadapi kebakaran.
Pelatihan dapat melibatkan praktik penggunaan alat pemadam dan prosedur keselamatan ketika terjadi kebakaran.
IMO menempatkan pencegahan, deteksi, pengendalian, dan pemadaman kebakaran sebagai bagian penting dari keselamatan kapal.
3. Elementary First Aid
Pelaut pemula juga perlu memahami pertolongan pertama.
Materi ini memberikan pengetahuan mengenai tindakan awal ketika seseorang mengalami cedera atau keadaan medis sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kemampuan tersebut penting karena kondisi darurat dapat terjadi kapan saja selama pelayaran.
4. Personal Safety and Social Responsibilities
Materi ini berkaitan dengan keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial di kapal.
Pelaut perlu memahami komunikasi, kerja sama, perilaku aman, prosedur keselamatan, dan tanggung jawab sebagai bagian dari awak kapal.
Mulai 1 Januari 2026, standar STCW juga memasukkan persyaratan baru mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan di lingkungan maritim, termasuk bullying, sexual harassment, dan sexual assault, ke dalam Table A-VI/1-4.
Baca Juga : Praktik BST Basic Safety Training Fire Fighting
Syarat Mengikuti BST untuk Pelaut Pemula
Persyaratan mengikuti BST dapat bergantung pada lembaga pelatihan dan ketentuan administrasi yang berlaku.
Secara umum, calon peserta perlu menyiapkan dokumen identitas dan dokumen kepelautan yang di minta oleh lembaga pelatihan.
Sebelum mendaftar, calon pelaut sebaiknya menanyakan secara langsung:
- Dokumen apa saja yang harus di siapkan.
- Ketentuan usia peserta.
- Persyaratan kesehatan.
- Jadwal pelatihan.
- Lama pelatihan.
- Biaya pelatihan.
- Fasilitas yang tersedia.
- Mekanisme ujian atau penilaian.
- Proses penerbitan sertifikat.
Dengan mengetahui persyaratan sejak awal, proses pendaftaran dapat di lakukan dengan lebih mudah.
Apakah Pelaut Pemula Harus Memiliki BST Sebelum Bekerja di Kapal?
STCW Regulation VI/1 menetapkan bahwa pelaut harus mendapatkan safety familiarization dan basic training atau instruction sesuai standar yang ditentukan.
Dalam ketentuan Indonesia, pelaut juga di wajibkan mendapatkan familiarisasi keselamatan dan Basic Safety Training sesuai Section A-VI/1 STCW Code. Sertifikat keterampilan BST di terbitkan setelah pelaut menyelesaikan pelatihan tersebut.
Namun, persyaratan dokumen sebelum bergabung dengan kapal dapat berbeda berdasarkan jabatan, jenis kapal, perusahaan, negara bendera, serta jenis pekerjaan.
Oleh sebab itu, calon pelaut tetap perlu memeriksa seluruh persyaratan pekerjaan, bukan hanya BST.
Baca Juga : Masa Berlaku Sertifikat BST Kapan Harus Revalidasi?
Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mengikuti BST?
Pelaut pemula sebaiknya mempersiapkan beberapa hal sebelum datang ke tempat pelatihan.
Dokumen
Pastikan identitas dan dokumen yang di persyaratkan sudah tersedia.
Kondisi Fisik
BST memiliki kegiatan teori dan praktik. Karena itu, peserta sebaiknya datang dalam kondisi yang cukup sehat untuk mengikuti seluruh kegiatan.
Perlengkapan
Tanyakan kepada penyelenggara apakah peserta perlu membawa pakaian atau perlengkapan tertentu untuk kegiatan praktik.
Biaya
Selain biaya pelatihan, perhitungkan juga kemungkinan biaya transportasi, makan, penginapan, administrasi, pemeriksaan kesehatan, atau kebutuhan dokumen.
Waktu
Pastikan jadwal pelatihan tidak berbenturan dengan proses rekrutmen atau jadwal pekerjaan lainnya.
Apakah BST Hanya Teori?
Tidak. BST tidak hanya memberikan teori.
Kompetensi dalam STCW dapat di buktikan melalui pelatihan yang di setujui dan penilaian terhadap kemampuan peserta. Dalam standar STCW, demonstrasi kompetensi menjadi bagian dari proses untuk memastikan peserta mampu memenuhi standar yang di tetapkan.
Karena itu, pelaut pemula perlu bersiap mengikuti kegiatan praktik.
Peserta dapat berhadapan dengan simulasi keadaan darurat, latihan keselamatan, praktik pemadaman kebakaran, atau kegiatan lain sesuai program pelatihan.
Tujuannya bukan sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi memahami bagaimana menerapkan pengetahuan keselamatan dalam kondisi nyata.
Baca Juga : BST dan STCW Hubungan Basic Safety Training
Apa yang Biasanya Membuat Pelaut Pemula Kesulitan Saat BST?
Pelaut yang baru pertama kali mengikuti BST mungkin belum terbiasa dengan istilah dan prosedur keselamatan di kapal.
Beberapa hal yang dapat menjadi tantangan antara lain:
- Belum memahami istilah keselamatan di kapal.
- Belum mengetahui fungsi perlengkapan keselamatan.
- Belum terbiasa mengikuti instruksi dalam keadaan darurat.
- Kurang memahami prosedur muster.
- Belum pernah melakukan praktik pemadaman kebakaran.
- Belum terbiasa bekerja dalam tim saat simulasi.
Hal tersebut sebenarnya merupakan bagian dari proses pembelajaran. Peserta dapat bertanya kepada instruktur apabila terdapat materi atau praktik yang belum di pahami.
Baca Juga : BST Basic Safety Training Pelatihan Dasar Untuk Pelaut
Tips Mengikuti BST bagi Pelaut Pemula
Ada beberapa tips yang dapat membantu peserta mengikuti BST dengan lebih baik.
1. Datang Tepat Waktu
Kegiatan pelatihan memiliki jadwal tertentu. Keterlambatan dapat menyebabkan peserta tertinggal materi.
2. Perhatikan Instruksi Instruktur
Materi keselamatan membutuhkan ketelitian. Jangan hanya menghafal teori, tetapi pahami alasan di balik setiap prosedur.
3. Aktif Saat Praktik
Gunakan kesempatan praktik untuk memahami cara penggunaan peralatan keselamatan.
4. Jangan Takut Bertanya
Jika belum memahami suatu prosedur, tanyakan kepada instruktur.
5. Hafalkan Prosedur Dasar
Pelaut perlu memahami tindakan ketika mendengar alarm, mengetahui muster station, dan mengikuti instruksi keadaan darurat.
Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training Terbaru dan Biaya Tambahan
Hubungan BST dengan STCW
BST dan STCW bukanlah dua hal yang sama.
STCW merupakan konvensi internasional yang menetapkan standar minimum mengenai pelatihan, sertifikasi, dan watchkeeping pelaut.
Sementara itu, BST merupakan salah satu pelatihan dasar keselamatan yang mengacu pada standar kompetensi dalam STCW.
IMO menjelaskan bahwa STCW mencakup berbagai aspek kepelautan, termasuk persyaratan basic training dan refresher training untuk kompetensi keselamatan tertentu.
Jadi, hubungan keduanya dapat di pahami sebagai berikut:
STCW menetapkan standar → BST memberikan pelatihan dasar → peserta di nilai → sertifikat di terbitkan sesuai ketentuan.
Setelah Lulus BST, Apakah Langsung Bisa Bekerja di Kapal?
Memiliki sertifikat BST tidak otomatis berarti seseorang dapat langsung bekerja di kapal.
BST merupakan salah satu bagian dari persyaratan kompetensi keselamatan. Pelaut masih dapat membutuhkan dokumen dan sertifikat lain sesuai jabatan dan jenis kapal.
Contohnya, persyaratan dapat meliputi:
- Dokumen identitas pelaut.
- Buku pelaut.
- Sertifikat kompetensi atau keterampilan lainnya.
- Medical certificate.
- Pelatihan khusus.
- Dokumen perjalanan.
- Persyaratan perusahaan pelayaran.
Jadi, calon pelaut perlu mempersiapkan seluruh dokumen yang di persyaratkan untuk posisi yang akan di lamar.
Baca Juga : Sertifikat BST Basic Safety Training dan Cara Mendapatkannya
Berapa Lama Sertifikat BST Berlaku?
Pelaut pemula juga perlu memahami bahwa memperoleh sertifikat BST bukan berarti selesai untuk selamanya.
Dalam kerangka STCW, terdapat ketentuan refresher training setiap lima tahun untuk kompetensi tertentu, termasuk personal survival techniques serta fire prevention and firefighting. Ketentuan refresher juga mencakup kompetensi keselamatan tertentu lainnya.
Karena itu, setelah mendapatkan sertifikat, pelaut tetap perlu memperhatikan status kompetensi dan persyaratan pembaruan yang berlaku.
Sebaiknya pelaut menyimpan sertifikat dengan baik dan mencatat tanggal penerbitannya.
Baca Juga : Syarat Mengikuti BST Basic Safety Training dan Ketentuannya
Bagaimana Memilih Lembaga Pelatihan BST?
Memilih lembaga pelatihan merupakan salah satu tahap penting bagi pelaut pemula.
Jangan hanya memilih berdasarkan harga paling murah. Perhatikan beberapa hal berikut:
- Status dan pengakuan lembaga pelatihan.
- Persetujuan program pelatihan.
- Kompetensi instruktur.
- Fasilitas praktik.
- Kelengkapan materi.
- Sistem penilaian.
- Proses penerbitan sertifikat.
- Kemudahan verifikasi sertifikat.
- Kejelasan biaya.
- Jadwal pelatihan.
Dalam ketentuan Indonesia, sertifikat keterampilan BST di terbitkan setelah pelaut menyelesaikan pelatihan dasar keselamatan.
Karena itu, calon peserta sebaiknya memastikan program yang di ikuti memang sesuai dengan persyaratan kepelautan.
Baca Juga : Modul BST Basic Safety Training yang Wajib Dipelajari
BST untuk Pelaut Pemula yang Ingin Bekerja di Kapal Asing
Pelaut yang ingin bekerja di kapal asing juga perlu memahami bahwa BST merupakan bagian dari standar keselamatan internasional.
Namun, sertifikat BST bukan satu-satunya persyaratan untuk bekerja di kapal asing.
Perusahaan dan negara bendera kapal dapat memiliki persyaratan tambahan. Pelaut mungkin perlu memenuhi ketentuan mengenai sertifikat kompetensi, medical certificate, dokumen perjalanan, pelatihan khusus, dan dokumen lainnya.
Karena itu, sebelum menerima pekerjaan di kapal asing, calon pelaut sebaiknya meminta daftar persyaratan dari perusahaan atau pihak yang melakukan perekrutan.
Perubahan Materi BST yang Perlu Diketahui pada 2026
Pelaut pemula yang mengikuti BST pada 2026 perlu mengetahui adanya perubahan dalam STCW Code.
Mulai 1 Januari 2026, persyaratan baru mengenai pencegahan dan respons terhadap kekerasan serta pelecehan di laut berlaku sebagai bagian dari personal safety and social responsibilities dalam basic training.
IMO juga telah menerbitkan STCW Convention and STCW Code 2026 Edition pada Juli 2026, serta publikasi Personal Safety and Social Responsibilities, 2026 Edition.
Artinya, pelaut pemula perlu menggunakan informasi dan materi pelatihan yang mengikuti ketentuan terbaru, bukan hanya mengandalkan materi lama.
Baca Juga : Apa Itu BST Basic Safety Training dan Mengapa Penting bagi Pelaut
Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Lulus BST?
Setelah menyelesaikan BST, pelaut pemula sebaiknya tidak langsung berhenti pada penerimaan sertifikat.
Beberapa langkah yang dapat di lakukan adalah:
- Periksa kembali data pada sertifikat.
- Pastikan nama dan data identitas sesuai.
- Simpan sertifikat fisik dengan baik.
- Simpan salinan digital.
- Pastikan sertifikat dapat di verifikasi sesuai sistem yang berlaku.
- Lengkapi dokumen kepelautan lainnya.
- Persiapkan medical certificate apabila di persyaratkan.
- Cari informasi lowongan sesuai sertifikat dan kompetensi.
- Pahami prosedur keselamatan dasar sebelum naik kapal.
- Catat jadwal refresh atau pemeliharaan kompetensi.
Langkah tersebut membantu pelaut pemula mempersiapkan diri sebelum benar-benar bergabung dengan kapal.
BST untuk pelaut pemula merupakan salah satu pelatihan dasar yang penting sebelum pertama kali bekerja di kapal. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai personal survival techniques, fire prevention and firefighting, elementary first aid, serta personal safety and social responsibilities.
BST juga merupakan bagian dari sistem standar STCW. Dalam ketentuan STCW, pelaut harus mendapatkan safety familiarization dan basic training atau instruction sesuai standar kompetensi yang di tentukan. Di Indonesia, sertifikat keterampilan BST di terbitkan setelah pelaut menyelesaikan pelatihan dasar keselamatan.
Bagi pelaut pemula, hal yang paling penting bukan hanya mendapatkan sertifikat, tetapi benar-benar memahami prosedur keselamatan dan mampu menerapkannya ketika berada di kapal.
Selain itu, pelaut perlu memperhatikan perkembangan standar internasional. Mulai 1 Januari 2026, terdapat persyaratan baru dalam basic training terkait pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan di lingkungan maritim.
Dengan mempersiapkan dokumen, mengikuti pelatihan secara serius, memahami materi BST, dan melengkapi sertifikat lainnya sesuai jabatan, pelaut pemula dapat memasuki dunia kerja di kapal dengan persiapan keselamatan yang lebih baik.
Konsultasikan Pelaut Anda sekarang.