BST dan STCW Hubungan Basic Safety Training

Yuni

BST dan STCW Hubungan Basic Safety Training
Direktur Utama Jangkar Groups

BST dan STCW Hubungan Basic Safety Training dengan Standar Pelaut Internasional BST dan STCW merupakan dua istilah yang sangat berkaitan dalam dunia kepelautan. Maka, Bagi calon pelaut maupun pelaut yang akan bekerja di kapal, memahami hubungan antara Basic Safety Training atau BST dengan STCW penting karena keduanya berhubungan dengan standar kompetensi dan keselamatan kerja di atas kapal.

BST merupakan pelatihan dasar keselamatan yang harus di penuhi oleh pelaut sesuai dengan standar kompetensi yang di tetapkan dalam kerangka STCW. Sementara itu, STCW merupakan konvensi internasional yang menetapkan standar minimum mengenai pelatihan, sertifikasi, dan tugas jaga bagi pelaut.

International Maritime Organization atau IMO menjelaskan bahwa STCW menjadi standar internasional untuk pelatihan, sertifikasi, dan watchkeeping pelaut. Maka, Konvensi ini menetapkan standar minimum yang harus di penuhi negara-negara pihak dan dapat di terapkan dengan standar yang lebih tinggi oleh masing-masing negara.

Apa Itu STCW?

STCW adalah singkatan dari International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers.

Konvensi ini pertama kali diadopsi pada tahun 1978 dan kemudian mengalami perubahan penting, termasuk revisi besar pada tahun 1995 serta amandemen Manila tahun 2010. Maka, Tujuan utamanya adalah menciptakan standar minimum internasional sehingga kompetensi pelaut tidak hanya bergantung pada aturan masing-masing negara.

Sebelum adanya STCW, standar pelatihan dan sertifikasi pelaut dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Maka, STCW kemudian menjadi dasar internasional untuk menyelaraskan persyaratan tersebut.

STCW mencakup berbagai aspek, antara lain:

  • Pelatihan pelaut.
  • Sertifikasi kompetensi.
  • Sertifikasi keterampilan.
  • Keselamatan.
  • Keamanan.
  • Tugas jaga.
  • Kompetensi awak kapal.
  • Pelatihan khusus untuk jenis kapal tertentu.

STCW juga memiliki STCW Code yang memberikan rincian mengenai standar kompetensi. Bagian A dari STCW Code bersifat wajib, sedangkan Bagian B berisi panduan yang direkomendasikan untuk membantu implementasi.

Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training Terbaru dan Biaya Tambahan

Apa Itu BST Basic Safety Training?

BST atau Basic Safety Training adalah pelatihan dasar keselamatan bagi pelaut.

Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang di butuhkan untuk menghadapi keadaan darurat serta menjaga keselamatan diri dan orang lain di kapal.

Dalam ketentuan kepelautan Indonesia, pelaut di wajibkan mendapatkan familiarisasi keselamatan dan pelatihan dasar keselamatan atau Basic Safety Training sesuai dengan Seksi A-VI/1 STCW Code dan memenuhi standar kompetensi yang di tentukan.

Dengan demikian, BST bukan sekadar kursus tambahan, tetapi merupakan bagian dari sistem kompetensi keselamatan yang mengacu pada standar STCW.

Hubungan BST dengan STCW

Hubungan BST dan STCW dapat di pahami dengan sederhana.

STCW merupakan standar internasionalnya, sedangkan BST merupakan salah satu bentuk pelatihan untuk memenuhi kompetensi yang di tetapkan dalam standar tersebut.

Dalam STCW, basic training berada dalam Chapter VI, yaitu bagian yang membahas keadaan darurat, keselamatan kerja, keamanan, perawatan medis, dan fungsi penyelamatan.

Karena itu, ketika seorang pelaut mengikuti BST, materi dan kompetensi yang di berikan seharusnya mengacu pada standar yang di tetapkan dalam STCW.

Hubungan tersebut dapat di gambarkan sebagai berikut:

STCW → menetapkan standar kompetensi → BST memberikan pelatihan dasar → pelaut menjalani penilaian dan memperoleh sertifikasi sesuai ketentuan.

Materi BST yang Berkaitan dengan STCW

Basic Safety Training mencakup beberapa kompetensi dasar keselamatan.

Secara umum, materi tersebut meliputi:

1. Personal Survival Techniques

Materi ini berkaitan dengan kemampuan pelaut untuk bertahan hidup dalam keadaan darurat di laut.

Pelaut dapat mempelajari berbagai pengetahuan mengenai tindakan yang perlu di lakukan ketika terjadi keadaan darurat, termasuk penggunaan alat keselamatan dan teknik bertahan hidup.

2. Fire Prevention and Fire Fighting

Materi ini berhubungan dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Pelaut mendapatkan pengetahuan mengenai bahaya kebakaran serta keterampilan dasar untuk menggunakan peralatan pemadam kebakaran.

3. Elementary First Aid

Materi ini berkaitan dengan pertolongan pertama.

Pelaut perlu mengetahui tindakan awal yang dapat di lakukan ketika terjadi cedera atau keadaan medis tertentu sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

4. Personal Safety and Social Responsibilities

Materi ini berkaitan dengan keselamatan pribadi, tanggung jawab sosial, komunikasi, kerja sama, dan perilaku yang mendukung keselamatan di kapal.

Keempat kelompok kompetensi tersebut merupakan bagian dari basic training dalam kerangka STCW.

Baca Juga : Praktik BST Basic Safety Training Fire Fighting

Mengapa BST Penting dalam Standar Pelaut Internasional?

BST penting karena pelaut bekerja dalam lingkungan yang memiliki risiko keselamatan tinggi dan membutuhkan prosedur yang seragam.

Kapal dapat memiliki awak dari berbagai negara dengan latar belakang pelatihan yang berbeda. Maka, Dengan adanya standar internasional seperti STCW, kompetensi dasar keselamatan dapat memiliki acuan yang sama.

STCW menetapkan standar minimum kompetensi yang harus di penuhi, sedangkan negara anggota bertanggung jawab terhadap penerapan dan sistem sertifikasinya. Maka, IMO juga menjelaskan bahwa penerapan STCW berada pada negara pihak, sementara kepatuhan dapat menjadi bagian dari mekanisme pengawasan termasuk port State control.

Apakah BST Berlaku untuk Pelaut yang Bekerja di Luar Negeri?

BST yang memenuhi standar dan sertifikasi yang berlaku dapat menjadi bagian dari persyaratan kompetensi pelaut yang bekerja pada kapal internasional.

Namun, pelaut tetap perlu memperhatikan persyaratan negara bendera kapal, perusahaan pelayaran, jenis kapal, jabatan, serta dokumen lain yang di wajibkan.

Artinya, memiliki BST bukan berarti seluruh persyaratan bekerja di kapal asing otomatis terpenuhi.

Pelaut mungkin masih membutuhkan sertifikat keterampilan lain, dokumen identitas pelaut, medical certificate, sertifikat kompetensi sesuai jabatan, serta pelatihan khusus berdasarkan jenis kapal.

Baca Juga : Sertifikat BST Basic Safety Training dan Cara Mendapatkannya

Apakah BST Berlaku untuk Pelaut yang Bekerja di Luar Negeri?

STCW Tidak Hanya Mengatur BST

Hal penting yang perlu di pahami adalah STCW memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada BST.

STCW memiliki beberapa chapter yang mengatur berbagai bidang kepelautan, antara lain:

  • Chapter I tentang ketentuan umum.
  • Chapter II tentang master dan departemen deck.
  • Chapter III tentang departemen mesin.
  • Chapter IV tentang komunikasi radio.
  • Chapter V tentang persyaratan khusus untuk jenis kapal tertentu.
  • Chapter VI tentang keadaan darurat, keselamatan kerja, keamanan, perawatan medis dan fungsi penyelamatan.
  • Chapter VII tentang alternative certification.
  • Chapter VIII tentang watchkeeping.

Dengan demikian, BST hanya merupakan salah satu bagian dari keseluruhan sistem pelatihan dan sertifikasi berdasarkan STCW.

Perubahan STCW yang Berlaku Mulai 2026

Perkembangan standar STCW terus berlangsung sesuai kebutuhan industri pelayaran.

Salah satu perkembangan penting yang berlaku mulai 1 Januari 2026 adalah amandemen yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan di sektor maritim.

IMO menyebutkan bahwa perubahan tersebut di masukkan ke dalam table A-VI/1-4, yaitu standar minimum kompetensi personal safety and social responsibilities dalam basic training. Maka, Materinya mencakup pemahaman mengenai kekerasan dan pelecehan, termasuk sexual harassment, bullying, dan sexual assault serta cara mencegah dan merespons kejadian tersebut.

Hal tersebut menunjukkan bahwa BST dan standar STCW dapat berkembang mengikuti kebutuhan keselamatan dan kondisi kerja pelaut.

Hubungan Sertifikat BST dengan STCW

Setelah menyelesaikan pelatihan BST sesuai ketentuan, pelaut mendapatkan sertifikat keterampilan yang menjadi bukti bahwa pelaut telah mengikuti dan memenuhi persyaratan kompetensi yang berlaku.

Dalam regulasi Indonesia, sertifikat keterampilan Basic Safety Training di terbitkan setelah pelaut menyelesaikan pelatihan dasar keselamatan.

Sertifikat tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari dokumen kepelautan yang dapat di gunakan untuk memenuhi persyaratan tertentu dalam pekerjaan di kapal.

Contoh data sertifikat pada sistem Kementerian Perhubungan menunjukkan informasi seperti nama pelaut, nomor sertifikat, tanggal terbit, tanggal berakhir, dan status sertifikat.

Baca Juga : Syarat Mengikuti BST Basic Safety Training dan Ketentuannya

Apakah BST Harus Diperbarui?

Pelaut perlu memperhatikan ketentuan refresher training dan pemeliharaan kompetensi.

STCW menetapkan adanya refresher training setiap lima tahun untuk beberapa kompetensi basic training, termasuk personal survival techniques serta fire prevention and firefighting. Maka, Ketentuan serupa juga berlaku untuk kompetensi tertentu lainnya seperti advanced firefighting dan survival craft/rescue boats sesuai persyaratan masing-masing.

Namun, pelaut sebaiknya tidak hanya mengandalkan perkiraan masa berlaku. Maka, Status sertifikat dan persyaratan revalidasi perlu di periksa berdasarkan dokumen resmi dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Masa Berlaku Sertifikat BST Kapan Harus Revalidasi?

Perbedaan BST dan STCW

Agar lebih mudah di pahami, berikut perbedaannya:

AspekBSTSTCW
PengertianPelatihan dasar keselamatanKonvensi dan standar internasional
CakupanKompetensi keselamatan dasarPelatihan, sertifikasi, kompetensi dan watchkeeping
LingkupSalah satu bagian dari sistem STCWMencakup berbagai aspek kepelautan
MateriSurvival, pemadaman kebakaran, first aid, personal safetyBerbagai standar kompetensi pelaut
SifatPelatihan/sertifikasi keterampilanKerangka standar internasional
PenerapanDi laksanakan melalui lembaga pelatihan yang memenuhi ketentuanDi terapkan oleh negara-negara pihak

Dari tabel tersebut terlihat bahwa BST dan STCW bukan dua sertifikat yang sama. Maka, STCW merupakan kerangka standar internasional, sedangkan BST merupakan salah satu pelatihan dasar yang mengacu pada standar tersebut.

Baca Juga : Modul BST Basic Safety Training yang Wajib Dipelajari

BST untuk Pelaut Pemula

Bagi pelaut pemula, BST merupakan salah satu pelatihan penting untuk memahami prinsip dasar keselamatan di kapal.

Pelatihan tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membangun pemahaman mengenai bagaimana bertindak ketika menghadapi keadaan darurat.

Pelaut perlu memahami bahwa keselamatan di kapal merupakan tanggung jawab seluruh awak. Karena itu, kemampuan individu harus di padukan dengan komunikasi, kerja sama tim, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

Baca Juga : Apa Itu BST Basic Safety Training dan Mengapa Penting bagi Pelaut

Memilih Lembaga Pelatihan BST

Karena BST berkaitan dengan standar internasional, calon peserta sebaiknya memastikan bahwa lembaga pelatihan yang di pilih menyelenggarakan program yang sesuai dengan ketentuan kepelautan.

Beberapa hal yang dapat di periksa antara lain:

  1. Status lembaga pelatihan.
  2. Persetujuan atau approval program pelatihan.
  3. Materi BST yang di berikan.
  4. Fasilitas praktik.
  5. Kompetensi instruktur.
  6. Mekanisme penilaian.
  7. Proses penerbitan sertifikat.
  8. Cara melakukan verifikasi sertifikat.

Kementerian Perhubungan sebelumnya juga menegaskan bahwa sertifikasi kepelautan di peroleh melalui diklat pada lembaga pendidikan yang mendapatkan approval dan memenuhi ketentuan internasional.

Baca Juga : BST untuk Pelaut Pemula Panduan Sebelum Pertama Kali Bekerja

Apakah STCW Berlaku di Semua Negara?

STCW merupakan konvensi internasional yang di buat untuk menetapkan standar minimum secara global. Negara pihak kemudian menerapkan ketentuan tersebut melalui sistem nasional masing-masing.

IMO menjelaskan bahwa negara-negara pihak wajib memenuhi atau melampaui standar minimum yang di tetapkan STCW. Implementasi administrasi, pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi di lakukan melalui sistem masing-masing negara.

Karena itu, pelaut yang ingin bekerja di luar negeri tetap perlu memeriksa persyaratan tambahan dari negara bendera kapal dan perusahaan yang mempekerjakannya.

Baca Juga : Tempat Kursus BST Basic Safety Training Cara Memilih Lembaga

Pentingnya Verifikasi Sertifikat BST

Setelah mendapatkan sertifikat BST, pelaut sebaiknya menyimpan dokumen dengan baik dan memastikan data sertifikat dapat di verifikasi.

Verifikasi penting karena sertifikat merupakan bukti kompetensi yang berkaitan dengan pekerjaan pelaut.

Data sertifikat pada sistem Kementerian Perhubungan dapat memuat status sertifikat, tanggal penerbitan, tanggal berakhir, serta informasi lainnya.

Pelaut juga sebaiknya memastikan nama, tanggal lahir, nomor sertifikat, dan data lain pada dokumen sesuai dengan identitas resmi.

Baca Juga : BST Basic Safety Training Pelatihan Dasar Untuk Pelaut

BST dan STCW memiliki hubungan yang sangat erat dalam sistem keselamatan dan kompetensi pelaut. STCW merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan minimum pelatihan, sertifikasi, dan kompetensi pelaut, sedangkan BST merupakan salah satu pelatihan dasar keselamatan yang mengacu pada standar tersebut.

BST mencakup kompetensi seperti personal survival techniques, fire prevention and firefighting, elementary first aid, serta personal safety and social responsibilities. Kompetensi tersebut berada dalam kerangka basic training pada STCW.

Bagi pelaut Indonesia, pelatihan BST perlu di lakukan sesuai ketentuan kepelautan dan melalui lembaga pelatihan yang memenuhi persyaratan. Maka, Setelah menyelesaikan pelatihan, sertifikat BST menjadi salah satu dokumen yang menunjukkan pemenuhan kompetensi keselamatan dasar.

Selain itu, pelaut perlu memperhatikan perkembangan regulasi. Mulai 1 Januari 2026, standar STCW juga memuat persyaratan baru terkait pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan di laut sebagai bagian dari personal safety and social responsibilities.

Dengan memahami hubungan BST dan STCW, pelaut dapat mengetahui bahwa BST bukan sekadar pelatihan untuk mendapatkan sertifikat. Maka, tetapi merupakan bagian dari sistem standar kompetensi keselamatan pelaut yang di terapkan secara internasional.

Konsultasikan Pelaut Anda sekarang.

Avatar photo
Yuni