Mengurus ijazah untuk kebutuhan luar negeri sering kali membuat pemilik dokumen bertanya tentang proses translate dan Apostille. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul yaitu, translate ijazah untuk Apostille haruskah memakai penerjemah? Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap kebutuhan, karena persyaratan dapat mengikuti negara tujuan, instansi penerima, serta jenis dokumen yang ingin Anda ajukan.
Selain itu, pemohon perlu memahami bahwa proses translate ijazah dan Apostille memiliki fungsi yang berbeda. Translate membantu pihak luar negeri memahami isi dokumen dalam bahasa yang mereka gunakan. Sementara itu, Apostille berfungsi untuk mengesahkan tanda tangan pejabat, cap atau segel resmi, serta identitas pejabat yang berkaitan dengan dokumen publik melalui proses verifikasi.
Karena itu, jangan langsung menerjemahkan ijazah tanpa memahami kebutuhan akhir. Sebaiknya, Anda menentukan terlebih dahulu negara tujuan dan pihak yang akan menerima ijazah tersebut.
Baca juga : Apostille Translate Ijazah Informasi Apostille dan Penerjemah
Apa Itu Translate Ijazah untuk Kebutuhan Apostille?
Translate ijazah merupakan proses menerjemahkan isi ijazah dari bahasa Indonesia ke bahasa asing yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, seseorang ingin menggunakan ijazah untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, mengurus imigrasi, atau memenuhi persyaratan administrasi pada suatu institusi luar negeri.
Namun, kebutuhan terjemahan setiap negara tidak selalu sama. Ada pihak penerima yang cukup menerima terjemahan biasa. Sebaliknya, ada juga pihak yang meminta terjemahan tersumpah dari penerjemah yang memiliki kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut informasi Ditjen Administrasi Hukum Umum, terjemahan tersumpah dapat mencakup berbagai dokumen resmi, termasuk ijazah. Hasil terjemahan tersumpah juga dapat memiliki pernyataan tertulis dari penerjemah yang menyatakan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat dan benar.
Dengan demikian, pemilihan jenis penerjemah bukan sekadar persoalan bahasa. Pemohon juga perlu mempertimbangkan fungsi dokumen tersebut setelah sampai pada pihak penerima.
Baca juga : Cara Apostille Ijazah yang Sudah Diterjemahkan ke Bahasa Asing
Apakah Translate Ijazah Wajib Menggunakan Penerjemah Tersumpah?
Jawabannya tergantung kebutuhan dokumen dan persyaratan negara tujuan.
Jika pihak penerima meminta sworn translation atau certified translation, maka menggunakan penerjemah profesional yang memenuhi persyaratan menjadi langkah yang lebih aman. Terlebih lagi, apabila ijazah tersebut akan masuk ke proses administrasi resmi, pemohon perlu memastikan bahwa format terjemahan sesuai permintaan pihak penerima.
Sementara itu, jika pihak penerima tidak meminta terjemahan tersumpah, pemohon mungkin mempunyai pilihan lain. Namun, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan perkiraan pribadi. Sebaiknya, periksa persyaratan universitas, perusahaan, lembaga imigrasi, kedutaan, atau instansi lain yang akan menerima dokumen tersebut.
Selain itu, istilah “penerjemah tersumpah” juga memiliki makna khusus. Ditjen AHU menjelaskan bahwa penerjemah tersumpah menjalankan profesi penerjemahan dokumen resmi dan memiliki kualifikasi yang berkaitan dengan kompetensi profesinya.
Oleh sebab itu, ketika pihak luar negeri meminta terjemahan tersumpah, jangan menggantinya dengan terjemahan umum tanpa memastikan penerima mau menerimanya.
Baca juga : Jasa Apostille Translate Ijazah untuk Keperluan Luar Negeri
Apa Hubungan Penerjemah dengan Apostille?
Pertanyaan ini penting karena banyak orang menganggap Apostille hanya berkaitan dengan terjemahan. Padahal, keduanya mempunyai fungsi berbeda.
Apostille merupakan tindakan yang mengesahkan kesesuaian tanda tangan pejabat, cap atau segel resmi, nama pejabat, jabatan, dan instansi penerbit dokumen melalui proses verifikasi. Layanan tersebut bertujuan membantu penggunaan dokumen publik Indonesia untuk kebutuhan luar negeri, khususnya pada negara yang mengakui sertifikat Apostille.
Sementara itu, penerjemah bertugas mengalihkan isi dokumen ke bahasa yang diminta. Jadi, Apostille bukan proses menerjemahkan ijazah.
Dengan kata lain, Anda perlu memisahkan dua kebutuhan tersebut:
- Translate ijazah untuk memenuhi kebutuhan bahasa.
- Apostille ijazah untuk memenuhi kebutuhan pengesahan dokumen publik.
- Penerjemah tersumpah diperlukan apabila pihak penerima meminta jenis terjemahan tersebut.
- Apostille pada dokumen terjemahan dapat mengikuti kebutuhan dan prosedur yang berlaku untuk dokumen tersebut.
Karena itu, jangan langsung menganggap semua ijazah harus melalui pola yang sama.
Baca juga : Syarat Apostille Ijazah dan Dokumen Terjemahan
Lebih Baik Translate Ijazah atau Apostille Ijazah Terlebih Dahulu?
Tidak ada satu urutan yang otomatis berlaku untuk semua kasus.
Hal tersebut terjadi karena pihak penerima dapat mempunyai persyaratan berbeda. Ada pihak yang meminta Apostille pada dokumen asli atau dokumen publik tertentu. Ada pula pihak yang meminta terjemahan tersumpah sebagai bagian dari berkas pengajuan.
Selain itu, karakter dokumen juga memengaruhi langkah yang tepat. Karena itu, sebelum mengajukan Apostille, Anda perlu mengetahui dokumen mana yang sebenarnya harus mendapatkan Apostille.
Prosedur resmi AHU saat ini meminta pemohon mengajukan dokumen resmi Indonesia yang akan digunakan untuk keperluan luar negeri. Sistem kemudian melakukan proses verifikasi sebelum pemohon melanjutkan pembayaran dan pencetakan sertifikat Apostille.
Dengan demikian, jangan mengambil keputusan berdasarkan urutan yang berlaku pada kasus orang lain. Pastikan terlebih dahulu kebutuhan dari pihak penerima.
Baca juga : Berapa Biaya Apostille Translate Ijazah? Ini Komponen Biayanya
Mengapa Penerjemah Tersumpah Penting untuk Dokumen Resmi?
Menggunakan penerjemah tersumpah dapat membantu menjaga konsistensi dan kredibilitas hasil terjemahan. Hal ini semakin penting ketika ijazah masuk dalam proses pendidikan, pekerjaan, imigrasi, atau administrasi hukum internasional.
- penerjemah perlu memahami istilah pendidikan. Nama gelar, program studi, institusi, predikat, serta istilah akademik tidak selalu memiliki padanan langsung dalam bahasa asing.
- penerjemah perlu mempertahankan informasi penting pada dokumen. Nama pemilik ijazah, nomor dokumen, tanggal penerbitan, nama universitas, serta keterangan akademik harus tetap konsisten.
- format terjemahan juga perlu mengikuti kebutuhan pihak penerima. Bahkan, kesalahan kecil pada nama atau informasi akademik dapat membuat pihak penerima meminta perbaikan.
- Ditjen AHU menyebut bahwa profesi penerjemah tersumpah mempunyai peran penting dalam berbagai dokumen hukum dan dokumen yang berkaitan dengan legalisasi Apostille.
Karena itu, memilih penerjemah yang tepat bukan sekadar mencari orang yang mampu berbahasa asing.
Baca juga : Berapa Lama Proses Apostille dan Translate Ijazah?
Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Translate Ijazah?
Sebelum meminta jasa translate ijazah, siapkan dokumen dengan kualitas yang jelas. Kemudian, perhatikan beberapa hal berikut:
- Scan atau salinan ijazah dengan tulisan yang mudah dibaca.
- Nama pemilik ijazah harus terlihat jelas.
- Nomor ijazah harus terbaca.
- Nama universitas atau sekolah harus jelas.
- Program studi dan gelar harus terlihat.
- Tanggal penerbitan ijazah harus terbaca.
- Tentukan bahasa tujuan.
- Informasikan negara tujuan.
- Jelaskan nama instansi atau pihak yang menerima dokumen.
Selain itu, jika Anda sudah mempunyai persyaratan dari universitas, perusahaan, kedutaan, atau lembaga luar negeri, berikan informasi tersebut kepada penerjemah. Dengan begitu, penerjemah dapat menyesuaikan hasil pekerjaannya dengan kebutuhan Anda.
Baca juga : Apostille Ijazah untuk Kuliah di Luar Negeri Syarat dan Prosedur
Apakah Semua Hasil Translate Ijazah Bisa Mendapat Apostille?
Tidak otomatis.
Apostille berkaitan dengan pengesahan unsur formal pada dokumen publik melalui proses verifikasi. Jadi, pemohon perlu memastikan jenis dokumen yang ingin diajukan memang memenuhi ketentuan layanan Apostille.
Prosedur AHU juga menyebut bahwa pemohon perlu mengajukan dokumen resmi Indonesia yang akan digunakan untuk keperluan luar negeri dan dokumen tersebut perlu memenuhi ketentuan terkait pejabat atau instansi penerbit. Selain itu, layanan Apostille hanya berlaku untuk negara yang mengakui sertifikat Apostille.
Karena itu, jangan menganggap semua hasil terjemahan otomatis memenuhi syarat Apostille.
Jika kebutuhan Anda melibatkan ijazah asli dan hasil terjemahan, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu agar Anda mengetahui dokumen mana yang perlu mendapatkan Apostille.
Baca juga : Dokumen dan Tahapan Apostille Ijazah untuk Kerja di Luar Negeri
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Translate Ijazah untuk Apostille
Beberapa kesalahan dapat membuat proses administrasi menjadi lebih panjang.
- pemohon menerjemahkan ijazah tanpa mengetahui persyaratan pihak penerima. Akibatnya, pihak penerima meminta jenis terjemahan lain.
- pemohon memilih penerjemah hanya berdasarkan harga. Padahal, dokumen resmi membutuhkan ketelitian tinggi.
- pemohon tidak mengecek negara tujuan. Padahal, layanan Apostille mempunyai cakupan berdasarkan negara yang mengakui sertifikat Apostille.
- pemohon mencampurkan proses translate dengan Apostille. Padahal, kedua layanan tersebut mempunyai fungsi berbeda.
- pemohon mengabaikan detail nama dan nomor dokumen. Kesalahan satu karakter saja dapat menimbulkan masalah ketika pihak penerima melakukan pemeriksaan.
Oleh sebab itu, pemeriksaan dokumen sebelum proses sangat penting.
Baca juga : Perbedaan Apostille Ijazah Asli dan yang Sudah Diterjemahkan
Bagaimana Cara Aman Mengurus Translate Ijazah untuk Apostille?
Agar proses lebih terarah, Anda dapat mengikuti langkah berikut.
- tentukan negara tujuan.
- tanyakan kepada pihak penerima apakah mereka membutuhkan terjemahan biasa atau terjemahan tersumpah.
- tentukan dokumen mana yang perlu mendapatkan Apostille.
- siapkan ijazah dan dokumen pendukung dalam bentuk yang jelas.
- gunakan penerjemah yang sesuai dengan kebutuhan dokumen resmi.
- periksa kembali hasil terjemahan sebelum melanjutkan proses berikutnya.
- ajukan Apostille melalui layanan resmi AHU sesuai prosedur yang berlaku.
Saat ini, Ditjen AHU menyediakan layanan Apostille secara elektronik. Setelah pemohon mengajukan dokumen, petugas melakukan verifikasi. Selanjutnya, pemohon melakukan pembayaran setelah permohonan memperoleh persetujuan, kemudian mencetak sertifikat Apostille melalui pilihan loket yang tersedia.
Dengan langkah tersebut, Anda dapat mengurangi risiko kesalahan administratif.
Baca juga : Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Apostille Translate Ijazah
Mengapa Konsultasi Sebelum Translate Ijazah Bisa Membantu?
Setiap dokumen mempunyai kebutuhan yang berbeda. Karena itu, konsultasi sebelum menerjemahkan ijazah dapat membantu Anda menentukan langkah yang lebih tepat.
Misalnya, seseorang ingin menggunakan ijazah untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Sementara itu, orang lain membutuhkan ijazah untuk pekerjaan, imigrasi, atau kebutuhan profesional. Walaupun dokumennya sama-sama berupa ijazah, pihak penerima dapat meminta persyaratan berbeda.
Selain itu, negara tujuan juga dapat mempunyai ketentuan tersendiri. Oleh sebab itu, konsultasi dapat membantu Anda memahami apakah membutuhkan penerjemah tersumpah, dokumen asli, salinan tertentu, Apostille, atau kombinasi beberapa proses.
Dengan demikian, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk proses yang ternyata tidak diperlukan.
Pengurusan Apostille Bersama Jangkar Groups
Jadi, translate ijazah untuk Apostille tidak selalu berarti Anda wajib menggunakan penerjemah tersumpah dalam setiap kondisi. Namun, apabila pihak penerima meminta sworn translation atau terjemahan tersumpah, Anda perlu memilih penerjemah yang sesuai dengan persyaratan tersebut.
Selain itu, pahami bahwa translate dan Apostille merupakan dua proses berbeda. Translate berfokus pada bahasa dokumen, sedangkan Apostille berkaitan dengan pengesahan unsur formal dokumen publik melalui proses verifikasi.
Karena itu, langkah paling aman adalah menentukan negara tujuan, mengetahui pihak penerima, memeriksa persyaratan, kemudian menentukan jenis terjemahan dan proses Apostille yang sesuai.
Dengan persiapan yang tepat, proses translate ijazah untuk kebutuhan Apostille dapat berjalan lebih terarah dan mengurangi risiko pengulangan proses.
Konsultasi Translate Ijazah untuk Apostille
Jika Anda masih bingung apakah ijazah perlu translate tersumpah, Apostille, atau keduanya, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu agar langkah pengurusan sesuai dengan kebutuhan negara tujuan dan pihak penerima.
PT Jangkar Global Groups siap membantu konsultasi mengenai translate ijazah untuk Apostille, penerjemah tersumpah, persiapan dokumen, serta proses Apostille untuk kebutuhan luar negeri.
Konsultasikan Pengurusan Apostille Anda Sekarang