Mengurus ijazah untuk kebutuhan luar negeri membutuhkan persiapan yang matang. Selain menyiapkan dokumen pendidikan, pemohon juga perlu memperhatikan proses terjemahan dan apostille. Karena itu, banyak orang bertanya, “Berapa lama proses apostille dan translate ijazah?”
Pertanyaan tersebut sangat wajar, terutama bagi mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan, pencari kerja yang memperoleh kesempatan kerja luar negeri, atau seseorang yang membutuhkan dokumen pendidikan untuk keperluan imigrasi.
Pada dasarnya, proses translate dan apostille mempunyai tahapan yang berbeda. Penerjemahan berkaitan dengan perubahan bahasa dokumen sesuai kebutuhan pihak penerima. Sementara itu, apostille berkaitan dengan pengesahan tertentu pada dokumen publik untuk penggunaan lintas negara.
Oleh sebab itu, waktu penyelesaian tidak hanya bergantung pada proses apostille. Jumlah dokumen, jenis terjemahan, kesiapan berkas, proses pemeriksaan, serta kebutuhan pihak penerima juga dapat memengaruhi keseluruhan waktu.
Baca juga : Apostille Translate Ijazah Informasi Apostille dan Penerjemah
Berapa Lama Proses Apostille Ijazah?
Menurut layanan resmi Ditjen Administrasi Hukum Umum, permohonan apostille melalui sistem AHU menjalani proses verifikasi setelah pemohon mengirim permohonan secara lengkap. Saat ini, layanan AHU mencantumkan jangka waktu verifikasi paling lama 3 hari kerja setelah permohonan dinyatakan lengkap masuk ke sistem.
Namun, angka tersebut bukan berarti seluruh rangkaian proses selalu selesai dalam tiga hari kerja.
Mengapa demikian?
Karena pemohon masih perlu melewati beberapa tahapan lain. Setelah verifikator menyetujui permohonan, sistem memberikan kesempatan kepada pemohon untuk melakukan pembayaran PNBP. Setelah pembayaran selesai, pemohon dapat melanjutkan proses pencetakan Sertifikat Apostille pada loket pusat atau Kantor Wilayah Kementerian Hukum sesuai pilihan.
Dengan demikian, pemohon perlu menghitung waktu mulai dari persiapan dokumen, pengajuan, verifikasi, pembayaran, hingga pencetakan.
Baca juga : Cara Apostille Ijazah yang Sudah Diterjemahkan ke Bahasa Asing
Berapa Lama Proses Translate Ijazah?
Sementara itu, proses translate ijazah tidak mempunyai satu durasi yang berlaku untuk semua pemohon.
Waktu pengerjaan biasanya bergantung pada jenis layanan, bahasa tujuan, jumlah halaman, tingkat kesulitan istilah, serta kebutuhan penerjemah.
Misalnya, satu lembar ijazah dengan bahasa tujuan Inggris tentu mempunyai kebutuhan pengerjaan berbeda dari satu paket yang terdiri atas ijazah, transkrip nilai, surat keterangan lulus, dan beberapa sertifikat akademik.
Selain itu, jika pihak penerima meminta penerjemah tersumpah, pemohon perlu memastikan penerjemah memenuhi ketentuan yang berlaku. Proses tersebut dapat membutuhkan waktu tambahan, terutama ketika dokumen mempunyai banyak halaman atau format yang cukup kompleks.
Karena itu, pemohon sebaiknya tidak menetapkan waktu hanya berdasarkan perkiraan satu dokumen.
Baca juga : Jasa Apostille Translate Ijazah untuk Keperluan Luar Negeri
Mana yang Lebih Cepat, Translate atau Apostille?
Pertanyaan ini juga sering muncul ketika seseorang mempunyai batas waktu pengumpulan dokumen.
Secara umum, proses translate dapat berjalan lebih cepat daripada keseluruhan rangkaian apostille. Namun, kondisi setiap dokumen berbeda.
Jika pemohon hanya mempunyai satu ijazah dan membutuhkan terjemahan standar, penerjemah mungkin dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu relatif singkat. Sebaliknya, proses apostille mempunyai tahapan verifikasi resmi yang perlu pemohon ikuti sesuai sistem AHU.
Karena itu, pemohon perlu melihat keseluruhan alur, bukan hanya satu tahapan.
Terlebih lagi, apabila hasil translate masih membutuhkan pemeriksaan ulang atau pihak penerima meminta format tertentu, pemohon mungkin memerlukan waktu tambahan.
Baca juga : Syarat Apostille Ijazah dan Dokumen Terjemahan
Tahapan Proses Apostille Ijazah
Agar lebih jelas, berikut gambaran tahapan apostille yang perlu Anda pahami.
1. Menyiapkan Ijazah
Pertama, siapkan ijazah yang akan Anda gunakan untuk kebutuhan luar negeri. Periksa nama, nomor dokumen, nama institusi pendidikan, tanggal, serta informasi lain yang tercantum.
Selain itu, pastikan dokumen sesuai dengan kebutuhan pihak penerima.
2. Menentukan Negara Tujuan
Selanjutnya, tentukan negara tempat Anda akan menggunakan dokumen tersebut.
Layanan apostille berlaku untuk negara yang mengakui sertifikat Apostille. Karena itu, pemohon perlu memilih negara tujuan saat mengajukan permohonan melalui sistem AHU.
Baca juga : Berapa Biaya Apostille Translate Ijazah? Ini Komponen Biayanya
3. Mengajukan Permohonan
Kemudian, pemohon mengakses sistem layanan AHU dan mengisi data permohonan. Pemohon juga perlu mengunggah dokumen sesuai persyaratan.
Pada tahap ini, ketelitian sangat penting. Kesalahan data atau kekurangan dokumen dapat menghambat proses.
4. Menunggu Verifikasi
Setelah permohonan lengkap masuk ke sistem, verifikator memeriksa dokumen.
Saat ini, Ditjen AHU mencantumkan waktu verifikasi paling lama tiga hari kerja setelah permohonan lengkap.
Namun, apabila pemohon perlu memperbaiki kekurangan tertentu, waktu keseluruhan dapat bertambah.
Baca juga : Translate Ijazah untuk Apostille Haruskah Pakai Penerjemah?
5. Melakukan Pembayaran
Setelah permohonan selesai melalui tahap verifikasi, pemohon memperoleh kode pembayaran PNBP. Selanjutnya, pemohon menyelesaikan pembayaran sesuai instruksi sistem.
6. Mencetak Sertifikat Apostille
Setelah pembayaran selesai, pemohon dapat melanjutkan proses pencetakan Sertifikat Apostille sesuai mekanisme layanan.
Dengan demikian, waktu tiga hari kerja terutama berkaitan dengan tahap verifikasi, bukan seluruh proses dari awal hingga dokumen berada pada tangan pemohon.
Baca juga : Apostille Ijazah untuk Kuliah di Luar Negeri Syarat dan Prosedur
Faktor yang Membuat Proses Lebih Lama
Walaupun layanan mempunyai jangka waktu tertentu, beberapa kondisi dapat membuat keseluruhan proses membutuhkan waktu lebih panjang.
Dokumen Belum Lengkap
Pertama, pemohon mungkin belum menyiapkan dokumen sesuai persyaratan. Akibatnya, pemohon perlu melengkapi data sebelum proses dapat berjalan dengan lancar.
Data Tidak Konsisten
Kedua, perbedaan nama antara ijazah dan dokumen identitas dapat menimbulkan kendala. Karena itu, periksa seluruh data sebelum mengajukan permohonan.
Baca juga : Dokumen dan Tahapan Apostille Ijazah untuk Kerja di Luar Negeri
Spesimen atau Data Pejabat
Selanjutnya, proses verifikasi juga berkaitan dengan data pejabat yang menandatangani dokumen. Sistem AHU melakukan verifikasi berdasarkan informasi dan dokumen yang pemohon ajukan.
Kesalahan Input
Selain itu, kesalahan saat memasukkan nomor dokumen, nama, jenis dokumen, atau negara tujuan dapat membuat pemohon perlu melakukan koreksi.
Permintaan dari Negara Tujuan
Terakhir, pihak penerima dapat mempunyai persyaratan tambahan. Karena itu, pemohon perlu mengetahui kebutuhan tersebut sebelum memulai proses.
Baca juga : Perbedaan Apostille Ijazah Asli dan yang Sudah Diterjemahkan
Apakah Translate Ijazah Harus Selesai Sebelum Apostille?
Tidak ada satu urutan yang otomatis berlaku untuk seluruh kebutuhan.
Pemohon perlu melihat instruksi pihak penerima dan karakter dokumen yang akan digunakan. Dalam beberapa kasus, pihak penerima meminta ijazah dengan apostille bersama hasil terjemahan. Dalam kondisi lain, mereka dapat mempunyai instruksi khusus mengenai dokumen terjemahan dan pengesahannya.
Karena itu, jangan langsung mengikuti pengalaman orang lain.
Sebagai contoh, seseorang yang hendak mendaftar kuliah ke luar negeri mungkin menerima instruksi berbeda dari seseorang yang membutuhkan ijazah untuk proses pekerjaan atau imigrasi.
Dengan demikian, tentukan kebutuhan akhir terlebih dahulu. Setelah itu, Anda dapat menentukan urutan translate dan apostille secara lebih tepat.
Baca juga : Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Apostille Translate Ijazah
Contoh Perhitungan Waktu Apostille dan Translate Ijazah
Misalnya, Anda mempunyai satu ijazah dan satu transkrip nilai.
Anda membutuhkan:
- translate ijazah;
- translate transkrip;
- apostille dokumen sesuai permintaan pihak penerima;
- serta pencetakan sertifikat apostille.
Maka, Anda perlu membagi proses menjadi beberapa bagian.
- pemeriksaan dokumen.
- penerjemahan.
- pengajuan apostille.
- verifikasi.
- pembayaran PNBP.
- pencetakan sertifikat.
Jika proses translate membutuhkan waktu beberapa hari dan verifikasi apostille membutuhkan waktu maksimal tiga hari kerja setelah permohonan lengkap masuk, maka Anda perlu menghitung keseluruhan tahapan secara terpisah.
Dengan cara ini, Anda tidak akan menganggap tiga hari kerja sebagai total waktu seluruh proses.
Tips Agar Proses Apostille dan Translate Lebih Cepat
Jika Anda mempunyai batas waktu tertentu, lakukan persiapan sejak awal.
- tentukan negara tujuan.
- tanyakan persyaratan langsung kepada pihak penerima.
- siapkan ijazah dan dokumen pendukung.
- periksa nama serta nomor dokumen.
- tentukan kebutuhan penerjemah sesuai permintaan pihak penerima.
- siapkan file dengan kualitas yang jelas agar informasi mudah terbaca.
- lakukan pengajuan dengan data yang benar.
Terakhir, simpan bukti pengajuan dan pembayaran agar Anda mempunyai arsip selama proses berlangsung.
Mengapa Jangan Mengurus Mendekati Deadline?
Mengurus dokumen luar negeri mendekati batas waktu mempunyai risiko cukup besar.
Misalnya, pihak penerima meminta revisi, dokumen membutuhkan pemeriksaan tambahan, atau pemohon perlu melengkapi data tertentu. Kondisi tersebut dapat membuat waktu semakin sempit.
Selain itu, proses translate juga membutuhkan waktu tersendiri. Karena itu, sebaiknya Anda mulai mempersiapkan dokumen beberapa minggu sebelum batas pengumpulan apabila memungkinkan.
Dengan persiapan lebih awal, Anda mempunyai waktu untuk melakukan koreksi apabila muncul kendala.
Pengurusan Apostille Bersama Jangkar Groups
Jadi, berapa lama proses apostille dan translate ijazah? Jawabannya bergantung pada beberapa tahapan. Untuk layanan apostille, Ditjen AHU saat ini mencantumkan waktu verifikasi paling lama 3 hari kerja setelah permohonan lengkap masuk ke sistem. Setelah verifikasi selesai, pemohon melakukan pembayaran dan melanjutkan proses pencetakan Sertifikat Apostille.
Sementara itu, waktu translate ijazah dapat berbeda sesuai jumlah halaman, bahasa tujuan, jenis penerjemahan, tingkat kesulitan dokumen, serta kebutuhan penerjemah tersumpah.
Oleh sebab itu, jangan menghitung waktu hanya dari tahap apostille. Anda juga perlu memasukkan waktu persiapan dokumen, translate, pemeriksaan, pembayaran, dan pencetakan.
Pada akhirnya, semakin awal Anda menyiapkan dokumen, semakin besar peluang Anda menyelesaikan seluruh proses tanpa tekanan waktu. Selain itu, pemeriksaan persyaratan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko koreksi dan pengajuan ulang.
Konsultasikan Pengurusan Apostille Anda Sekarang