Regulasi Impor BMTB di Indonesia: Syarat, Ketentuan & Prosedur

Mega

Regulasi Impor BMTB di Indonesia: Syarat, Ketentuan & Prosedur
Direktur Utama Jangkar Groups

Regulasi Impor BMTB di Indonesia merupakan hal penting yang perlu di pahami oleh perusahaan sebelum mendatangkan mesin atau barang modal bekas dari luar negeri. Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru (BMTB) dapat membantu perusahaan memenuhi kebutuhan produksi dan operasional. Namun, pemerintah menetapkan ketentuan khusus untuk mengendalikan impor barang tersebut, mulai dari jenis barang yang di izinkan, legalitas importir, persetujuan impor, hingga pemeriksaan kepabeanan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap regulasi terbaru membantu perusahaan menyiapkan dokumen dengan tepat, memperkirakan biaya, dan mengurangi risiko kendala selama proses impor.

Baca Juga : Impor BMTB (Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru)

Apa Itu Regulasi Impor BMTB?

Apa Itu Regulasi Impor BMTB?

Regulasi impor BMTB merupakan seperangkat ketentuan yang mengatur pemasukan barang modal dalam keadaan tidak baru ke wilayah Indonesia. Ketentuan tersebut bertujuan mengawasi kegiatan impor, memastikan kesesuaian barang dengan kebijakan perdagangan, serta mengatur tanggung jawab importir.

Baca Juga : Apa Itu Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru (BMTB)?

Salah satu acuan utama dalam bidang ini adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor Barang dalam Keadaan Tidak Baru dan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun. Peraturan tersebut berlaku sejak 30 Agustus 2025.

Selanjutnya, pemerintah menerbitkan Permendag Nomor 23 Tahun 2026 sebagai perubahan atas Permendag Nomor 24 Tahun 2025. Dengan demikian, perusahaan perlu memeriksa ketentuan awal beserta perubahan yang berlaku sebelum memulai transaksi.

Baca Juga : Siapa yang Boleh Mengimpor BMTB ke Indonesia?

Anda dapat memeriksa dokumen resmi melalui JDIH Kementerian Perdagangan dan Direktori Peraturan Bea Cukai.

Perlu di pahami bahwa regulasi BMTB tidak memberikan izin umum untuk mengimpor semua jenis mesin bekas. Sebaliknya, perusahaan perlu mencocokkan jenis barang, kode HS, usia barang jika berlaku, serta tujuan penggunaannya dengan ketentuan yang relevan.

Baca Juga : Syarat Impor BMTB ke Indonesia: Checklist Lengkap

Jenis BMTB yang Dapat Di impor

Pemerintah menetapkan daftar barang yang dapat di impor dalam keadaan tidak baru melalui lampiran regulasi. Oleh karena itu, importir perlu memeriksa daftar tersebut sebelum membeli barang dari pemasok luar negeri.

Baca Juga : Dokumen Impor BMTB yang Harus Disiapkan Sebelum Pengiriman

Secara umum, barang yang menjadi objek pemeriksaan dapat mencakup mesin produksi, peralatan manufaktur, mesin pengolahan logam, mesin tertentu untuk kegiatan pertanian, dan peralatan industri lainnya.

Namun, nama barang saja tidak cukup untuk menentukan kelayakan impor. Importir juga perlu memeriksa kode HS, deskripsi teknis, fungsi barang, dan batas usia yang berlaku untuk kategori terkait.

Baca Juga : Dokumen Teknis Mesin & Barang Modal Bekas untuk Impor BMTB

Dalam ketentuan BMTB, pemerintah membedakan beberapa kelompok barang berdasarkan jenis, usia, dan tujuan impornya. Persyaratan tersebut dapat berbeda untuk perusahaan pemakai langsung, perusahaan rekondisi, perusahaan remanufaktur, atau impor untuk tujuan tertentu.

Dengan demikian, perusahaan perlu menentukan kategori barang secara tepat sebelum mengurus persetujuan impor. Langkah ini membantu menghindari kesalahan dalam pemilihan perizinan dan persiapan dokumen.

Baca Juga : Cara Menentukan HS Code untuk Impor BMTB

Syarat Impor BMTB yang Perlu Di penuhi

Syarat impor BMTB bergantung pada klasifikasi barang, tujuan impor, serta kategori perusahaan. Meskipun demikian, ada beberapa aspek penting yang perlu importir periksa sejak awal.

1. Legalitas dan identitas importir

Pertama, perusahaan perlu memastikan bahwa NIB dan perizinan usahanya sesuai dengan kegiatan impor. Selain itu, perusahaan harus memeriksa persyaratan Angka Pengenal Importir berdasarkan kategori barang dan skema impor yang di gunakan.

Untuk BMTB tertentu, ketentuan mensyaratkan Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), terutama bagi perusahaan yang menggunakan barang secara langsung. Namun, importir perlu memastikan persyaratan yang tepat melalui regulasi dan lampiran terbaru.

Baca Juga : Cara Cek Lartas Impor BMTB Berdasarkan HS Code

2. Persetujuan Impor (PI)

Persetujuan Impor merupakan salah satu persyaratan penting dalam pengaturan impor BMTB. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, importir perlu memiliki PI sebelum memasukkan barang yang termasuk dalam kategori wajib PI ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu memeriksa apakah jenis barang yang akan di impor termasuk dalam daftar yang mensyaratkan PI. Jangan sampai perusahaan mengirimkan barang sebelum menyelesaikan kewajiban perizinan yang relevan.

Baca Juga : Prosedur Impor BMTB dari Luar Negeri ke Indonesia

3. Laporan Surveyor (LS)

Selain PI, kategori BMTB tertentu mensyaratkan Laporan Surveyor. Dokumen ini berkaitan dengan proses verifikasi atau pemeriksaan barang sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk itu, perusahaan perlu memastikan apakah barangnya memerlukan LS dan mengikuti prosedur pemeriksaan yang di tentukan. Importir juga perlu memperhitungkan waktu dan biaya pemeriksaan dalam rencana pengiriman.

Baca Juga : Proses Customs Clearance untuk Impor BMTB

4. Dokumen pendukung

Selanjutnya, siapkan dokumen perdagangan dan informasi teknis yang di perlukan, seperti invoice, packing list, dokumen pengangkutan, spesifikasi barang, tahun pembuatan, merek, model, dan nomor seri jika tersedia.

Pastikan semua informasi konsisten. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi risiko ketidaksesuaian data ketika menjalani pemeriksaan dokumen.

Prosedur Impor BMTB di Indonesia

Agar proses berjalan lebih terarah, perusahaan dapat mengikuti tahapan umum berikut. Namun, urutan dan kebutuhan dokumen tetap bergantung pada ketentuan yang berlaku untuk barang terkait.

Tahap 1: Identifikasi barang

Pertama, tentukan jenis mesin, fungsi, kapasitas, kondisi, dan tujuan penggunaan. Setelah itu, minta spesifikasi teknis dari pemasok untuk membantu proses klasifikasi.

Tahap 2: Periksa kode HS dan regulasi

Selanjutnya, tentukan kode HS berdasarkan karakteristik barang. Kemudian, cocokkan kode tersebut dengan daftar BMTB yang diizinkan serta persyaratan dalam lampiran regulasi.

Tahap 3: Pastikan kesiapan perusahaan

Periksa NIB, identitas importir, dan kesesuaian kegiatan usaha. Pada tahap ini, pastikan perusahaan memenuhi persyaratan untuk kategori importir yang akan di gunakan.

Tahap 4: Urus perizinan impor

Apabila barang mensyaratkan PI, selesaikan proses pengajuannya sesuai ketentuan sebelum barang memasuki wilayah pabean. Selain itu, periksa kewajiban LS dan persyaratan tambahan jika ada.

Tahap 5: Selesaikan transaksi dan pengiriman

Setelah persyaratan impor jelas, perusahaan dapat menyepakati harga, metode pembayaran, dan jadwal pengiriman. Pastikan pemasok menyediakan dokumen yang sesuai dengan kondisi barang.

Tahap 6: Selesaikan proses kepabeanan

Ketika barang tiba, importir atau pihak yang mewakilinya mengurus pemberitahuan pabean, memenuhi kewajiban pembayaran, dan mengikuti pemeriksaan jika di perlukan.

Tahap 7: Keluarkan dan periksa barang

Terakhir, perusahaan menyelesaikan prosedur pengeluaran setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Kemudian, perusahaan dapat memeriksa kondisi barang, mengatur instalasi, dan melakukan pengujian sebelum penggunaan.

Melalui tahapan tersebut, importir dapat mengelola persiapan secara sistematis. Namun, perusahaan tetap perlu menyesuaikan prosedur dengan klasifikasi barang dan ketentuan khusus yang berlaku.

Biaya dan Pajak dalam Impor BMTB

Selain memenuhi persyaratan administratif, perusahaan perlu menghitung biaya impor secara menyeluruh. Harga pembelian mesin tidak mencerminkan seluruh pengeluaran yang harus perusahaan siapkan.

Komponen biaya dapat mencakup ongkos pengiriman internasional, asuransi, bea masuk, pajak dalam rangka impor, biaya pelabuhan, penanganan kargo, serta biaya pengurusan dokumen.

Selain itu, perusahaan mungkin perlu menganggarkan biaya pemeriksaan atau verifikasi oleh surveyor apabila aturan mewajibkannya. Biaya pengiriman domestik, instalasi, perawatan, dan penggantian suku cadang juga dapat memengaruhi total investasi.

Besaran bea masuk dan pajak bergantung pada klasifikasi barang, nilai pabean, fasilitas yang memenuhi syarat, serta ketentuan perpajakan. Karena itu, importir sebaiknya melakukan perhitungan berdasarkan data transaksi yang sebenarnya sebelum menetapkan anggaran.

Risiko Pelanggaran Regulasi Impor BMTB

Ketidakpatuhan terhadap ketentuan impor dapat menimbulkan masalah administratif, biaya tambahan, dan hambatan dalam proses pengeluaran barang. Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengidentifikasi risiko sejak tahap perencanaan.

Risiko pertama adalah ketidaksesuaian barang dengan daftar yang di izinkan. Untuk mengatasinya, periksa kode HS, deskripsi, dan persyaratan usia sebelum menyelesaikan transaksi.

Risiko kedua berkaitan dengan perizinan yang belum lengkap. Perusahaan perlu memastikan PI dan LS apabila di wajibkan sudah sesuai dengan ketentuan sebelum pengiriman atau pemasukan barang.

Risiko ketiga adalah perbedaan informasi dalam dokumen. Karena itu, cocokkan data pada invoice, packing list, dan spesifikasi teknis sebelum menyerahkan dokumen kepada pihak terkait.

Terakhir, perusahaan perlu mengantisipasi kondisi mesin yang tidak sesuai dengan penjelasan pemasok. Sebagai langkah pencegahan, mintalah dokumentasi teknis dan pertimbangkan pemeriksaan sebelum pengiriman.

Tips Memastikan Kepatuhan Impor BMTB

Agar proses impor lebih terkendali, perusahaan dapat menerapkan beberapa langkah berikut.

  1. Periksa regulasi dan lampiran terbaru sebelum membeli barang.
  2. Pastikan kode HS sesuai dengan spesifikasi teknis.
  3. Periksa batas usia dan persyaratan khusus untuk kategori barang.
  4. Siapkan PI, LS, dan dokumen lain apabila ketentuan mewajibkannya.
  5. Hitung total biaya impor, termasuk pengiriman dan kepabeanan.
  6. Simpan dokumen transaksi dan komunikasi dengan pemasok.
  7. Konsultasikan aspek yang belum jelas kepada pihak yang kompeten.

Dengan menerapkan langkah tersebut, perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih lengkap. Selain itu, persiapan yang matang membantu perusahaan menyusun jadwal pengiriman dan anggaran secara lebih realistis.

Regulasi impor BMTB di Indonesia mengatur jenis barang yang dapat di impor, persyaratan importir, perizinan, pemeriksaan, dan prosedur kepabeanan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami Permendag Nomor 24 Tahun 2025 beserta perubahannya melalui Permendag Nomor 23 Tahun 2026 sebelum memulai transaksi.

Selanjutnya, perusahaan perlu memeriksa kode HS, usia barang jika berlaku, PI, LS, dan dokumen pendukung sesuai kategori impor. Selain itu, perhitungan biaya secara menyeluruh dan pemeriksaan teknis membantu perusahaan mengurangi risiko selama proses pengadaan.

Dengan persiapan yang tepat, perusahaan dapat merencanakan impor BMTB secara lebih terukur dan sesuai ketentuan. Jika Anda berencana mendatangkan mesin atau barang modal bekas dari luar negeri, konsultasi sejak awal dapat membantu Anda memahami persyaratan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Konsultasi Pengurusan Dokumen Anda Sekarang

Mega