Proses Penempatan PMI ke Taiwan dari Indonesia

Siti Aidah

Updated on:

Proses Penempatan PMI ke Taiwan dari Indonesia
Direktur Utama Jangkar Groups

Proses Penempatan PMI ke Taiwan dari Indonesia merupakan rangkaian tahapan yang perlu di lalui sejak calon pekerja mencari peluang kerja sampai keberangkatan ke Taiwan. Setiap tahap memiliki fungsi berbeda, mulai dari pemilihan pekerjaan, seleksi, pemeriksaan dokumen, pemeriksaan kesehatan, pengurusan izin kerja, hingga persiapan keberangkatan.

Penempatan PMI tidak cukup hanya dengan memperoleh lowongan kerja. Calon pekerja juga perlu memastikan bahwa pemberi kerja, pekerjaan, kontrak, dokumen, serta jalur penempatan memiliki dasar yang jelas. Karena itu, setiap informasi yang di terima selama proses rekrutmen perlu di periksa dan di cocokkan dengan dokumen yang akan di gunakan.

Selain itu, proses penempatan melibatkan beberapa pihak. Calon PMI, pemberi kerja, pihak penempatan, serta instansi terkait memiliki peran masing-masing. Dengan memahami urutan proses sejak awal, calon pekerja dapat mengetahui dokumen apa yang perlu di siapkan dan kapan dokumen tersebut di gunakan.

Baca Juga : Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Panduan Lengkap untuk PMI

Tahapan Utama Penempatan PMI ke Taiwan

Proses penempatan PMI ke Taiwan dapat di pahami sebagai rangkaian tahapan yang saling berkaitan. Tahapan tersebut tidak selalu berlangsung dengan waktu yang sama karena setiap calon pekerja dapat memiliki kondisi dokumen, jenis pekerjaan, dan jalur penempatan yang berbeda.

Secara umum, alurnya dapat di gambarkan sebagai berikut:

  1. Mencari informasi pekerjaan.
  2. Memilih pekerjaan dan jalur penempatan.
  3. Mengikuti seleksi calon pekerja.
  4. Melakukan verifikasi pemberi kerja dan pekerjaan.
  5. Menyiapkan dokumen.
  6. Menjalani pemeriksaan kesehatan.
  7. Menyelesaikan proses administrasi penempatan.
  8. Menunggu dan melengkapi proses izin kerja.
  9. Mengurus dokumen perjalanan dan visa sesuai ketentuan.
  10. Melakukan persiapan akhir keberangkatan.
  11. Berangkat ke Taiwan.
  12. Kemudian, menyelesaikan administrasi setelah tiba di Taiwan.

Urutan tersebut perlu di pahami sebagai satu rangkaian. Jika satu tahap mengalami kendala, tahap berikutnya dapat ikut tertunda. Oleh sebab itu, pemeriksaan kelengkapan sebaiknya di lakukan sebelum dokumen di ajukan ke tahap selanjutnya.

Baca Juga : Cara Kerja di Taiwan untuk Warga Negara Indonesia

Mencari Lowongan dan Menentukan Jalur Penempatan

Tahap pertama dalam proses penempatan PMI ke Taiwan adalah memperoleh informasi pekerjaan yang dapat di ikuti. Calon pekerja perlu mengetahui jenis pekerjaan, pemberi kerja, lokasi kerja, persyaratan, serta ketentuan yang berkaitan dengan posisi tersebut.

Pilihan jalur penempatan juga penting karena mekanisme administrasinya dapat berbeda. Calon pekerja perlu memahami siapa pihak yang menangani proses perekrutan dan dokumen apa yang menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.

Memilih Pekerjaan yang Sesuai

Informasi pekerjaan sebaiknya tidak hanya di nilai berdasarkan besarnya gaji. Kondisi kerja yang tercantum dalam informasi lowongan juga perlu di perhatikan sejak awal.

Beberapa informasi yang perlu di periksa antara lain:

  • Jenis pekerjaan.
  • Nama atau identitas pemberi kerja.
  • Lokasi pekerjaan.
  • Tugas utama.
  • Jam kerja.
  • Ketentuan libur.
  • Upah.
  • Fasilitas yang di berikan.
  • Durasi kontrak.
  • Persyaratan calon pekerja.
  • Kemudian, ketentuan lain yang berkaitan dengan pekerjaan.

Dengan pemeriksaan tersebut, calon PMI dapat membandingkan pekerjaan secara lebih objektif. Selain itu, informasi awal dapat di cocokkan kembali dengan kontrak sebelum keberangkatan.

Memahami Jalur Penempatan

Jalur penempatan menentukan bagaimana proses perekrutan dan administrasi di jalankan. Dalam praktiknya, calon pekerja dapat mengikuti mekanisme yang melibatkan pihak penempatan atau mekanisme perekrutan langsung pada kategori tertentu.

Pemerintah Taiwan juga mengembangkan mekanisme direct hiring pada sektor tertentu untuk mendorong proses perekrutan yang lebih transparan dan mengurangi ketergantungan pada perantara. Karena itu, calon PMI perlu mengetahui jalur yang di gunakan sejak awal agar tidak terjadi kebingungan mengenai pihak yang menangani prosesnya.

Seleksi Calon PMI

Setelah memperoleh pekerjaan yang sesuai, calon pekerja perlu mengikuti tahapan seleksi. Bentuk seleksi dapat berbeda berdasarkan jenis pekerjaan dan kebutuhan pemberi kerja.

Seleksi menjadi tahap penting karena pemberi kerja perlu memastikan calon pekerja memiliki kesesuaian dengan posisi yang tersedia. Sebaliknya, calon PMI juga dapat menggunakan tahap ini untuk memahami pekerjaan yang akan di jalankan.

Pemeriksaan Data Calon Pekerja

Data calon PMI perlu di periksa sebelum proses administrasi di lanjutkan. Namun, informasi identitas yang berbeda antara satu dokumen dengan dokumen lainnya dapat menimbulkan kendala.

Secara umum, data yang perlu di perhatikan meliputi:

  • Nama lengkap.
  • Tempat dan tanggal lahir.
  • Nomor identitas.
  • Nomor paspor.
  • Alamat.
  • Status perkawinan jika di perlukan.
  • Riwayat pendidikan atau pengalaman kerja.
  • Data lain yang di persyaratkan.

Apabila terdapat kesalahan, perbaikannya sebaiknya di lakukan sebelum dokumen masuk ke tahap berikutnya. Sehingga, langkah tersebut dapat membantu mencegah pengulangan proses administrasi.

Seleksi Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan tertentu dapat membutuhkan pengalaman, kemampuan, atau kualifikasi tertentu. Karena itu, calon PMI perlu memberikan informasi yang benar mengenai kemampuan dan pengalaman kerja.

Informasi yang tidak sesuai dapat menjadi masalah ketika calon pekerja sudah berada di Taiwan. Oleh sebab itu, kesesuaian antara kemampuan pekerja dan pekerjaan yang di tawarkan perlu di perhatikan sejak tahap seleksi.

Persiapan Dokumen Penempatan

Dokumen menjadi bagian utama dalam proses penempatan PMI ke Taiwan. Setelah calon pekerja lolos seleksi, dokumen perlu di kumpulkan dan di periksa sebelum di gunakan untuk proses berikutnya.

Dokumen Identitas

Dokumen identitas menjadi dasar untuk berbagai proses administrasi. Data pada setiap dokumen sebaiknya konsisten.

Dokumen yang dapat di perlukan antara lain:

  • KTP.
  • Kartu Keluarga.
  • Paspor.
  • Akta kelahiran jika di perlukan.
  • Dokumen pendidikan jika di persyaratkan.
  • Kemudian, dokumen pendukung lain sesuai kebutuhan.

Paspor perlu di periksa masa berlakunya. Selain itu, nama dan tanggal lahir di paspor perlu di cocokkan dengan dokumen identitas lainnya.

Dokumen Pekerjaan

Dokumen yang berkaitan dengan pekerjaan juga perlu di siapkan. Jenis dokumen dapat berbeda sesuai jalur penempatan dan pekerjaan.

Beberapa dokumen yang dapat berkaitan dengan proses tersebut meliputi:

  • Informasi atau dokumen lowongan.
  • Hasil seleksi.
  • Kontrak kerja.
  • Dokumen pemberi kerja.
  • Dokumen penempatan.
  • Dokumen kompetensi jika di persyaratkan.
  • Dokumen pemeriksaan kesehatan.
  • Dokumen administratif lainnya.

Setiap dokumen sebaiknya di simpan dalam bentuk asli dan salinan apabila memungkinkan. Selain itu, salinan dapat membantu ketika dokumen perlu di periksa kembali selama proses berlangsung.

Baca Juga : Dokumen yang Dibutuhkan untuk Kerja di Taiwan

Pemeriksaan Kesehatan Calon PMI

Pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu tahapan penting sebelum keberangkatan. Maka dari itu, calon pekerja perlu menjalani pemeriksaan melalui fasilitas kesehatan yang sesuai dengan persyaratan proses penempatan.

Hasil pemeriksaan kemudian menjadi bagian dari dokumen yang di gunakan dalam proses berikutnya. Karena itu, pemeriksaan kesehatan sebaiknya di lakukan setelah calon pekerja mengetahui ketentuan pemeriksaan yang harus di penuhi.

Tahapan Pemeriksaan Kesehatan

Secara umum, proses pemeriksaan dapat meliputi:

  1. Pendaftaran pemeriksaan.
  2. Verifikasi identitas calon pekerja.
  3. Pemeriksaan kondisi kesehatan.
  4. Pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan tambahan sesuai ketentuan.
  5. Evaluasi hasil pemeriksaan.
  6. Penerbitan hasil pemeriksaan.
  7. Penggunaan hasil untuk kebutuhan administrasi.

Calon pekerja perlu memastikan data pada hasil pemeriksaan sesuai dengan identitas. Jika terdapat kesalahan data, koreksi sebaiknya segera di lakukan sebelum dokumen di gunakan untuk tahap selanjutnya.

Baca Juga : Medical Check Up untuk PMI Taiwan: Syarat dan Prosedurnya

Pengurusan Administrasi Penempatan

Setelah seleksi dan pemeriksaan kesehatan selesai, proses administrasi penempatan dapat di lanjutkan. Pada tahap ini, dokumen calon pekerja dan informasi pemberi kerja perlu di sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Administrasi penempatan bukan hanya berkaitan dengan dokumen calon pekerja. Informasi pemberi kerja dan posisi pekerjaan juga menjadi bagian penting karena izin bekerja di Taiwan berkaitan dengan pekerjaan dan pemberi kerja tertentu.

Verifikasi Pemberi Kerja

Pemberi kerja perlu memiliki dasar untuk mempekerjakan pekerja asing. Karena itu, informasi mengenai pemberi kerja perlu di periksa sebelum proses di lanjutkan terlalu jauh.

Hal yang perlu di perhatikan antara lain:

  • Identitas pemberi kerja.
  • Jenis usaha atau kebutuhan pekerjaan.
  • Lokasi pekerjaan.
  • Posisi yang di tawarkan.
  • Jumlah pekerja yang di butuhkan.
  • Ketentuan pekerjaan.
  • Dokumen yang berkaitan dengan perekrutan.

Verifikasi tersebut membantu memastikan bahwa informasi pekerjaan yang di terima calon PMI tidak hanya berasal dari komunikasi lisan.

Pencocokan Data Pekerja dan Pekerjaan

Data pekerja perlu di cocokkan dengan posisi yang di tawarkan. Nama, paspor, jenis pekerjaan, pemberi kerja, serta informasi kontrak harus berada dalam satu rangkaian administrasi yang konsisten.

Apabila terdapat perbedaan, dokumen sebaiknya tidak langsung di ajukan tanpa pemeriksaan. Sehingga, perbaikan lebih awal biasanya lebih mudah di lakukan daripada memperbaiki masalah setelah proses sudah berjalan jauh.

Proses Izin Kerja di Taiwan

Izin kerja menjadi bagian penting karena pekerja asing harus memiliki dasar hukum untuk menjalankan pekerjaan di Taiwan. Proses ini berkaitan dengan pemberi kerja dan posisi pekerjaan yang akan di jalankan.

Pemberi kerja memiliki kewajiban tertentu dalam proses perekrutan pekerja asing. Karena itu, calon PMI perlu memahami bahwa pengurusan izin kerja bukan hanya tanggung jawab pribadi pekerja.

Hubungan Izin Kerja dengan Penempatan

Izin kerja berkaitan dengan pekerjaan yang telah di tetapkan. Artinya, calon pekerja tidak sebaiknya menganggap bahwa setelah memperoleh izin masuk Taiwan, semua jenis pekerjaan dapat di lakukan secara bebas.

Data pemberi kerja dan pekerjaan perlu di perhatikan karena keduanya menjadi bagian dari administrasi legalitas bekerja. Selain itu, perubahan pekerjaan atau pemberi kerja juga memiliki ketentuan tersendiri.

Pemeriksaan Kelengkapan Sebelum Pengajuan

Sebelum proses izin di lanjutkan, dokumen perlu di periksa kembali. Beberapa hal yang perlu di cocokkan meliputi:

  • Identitas pekerja.
  • Paspor.
  • Informasi pekerjaan.
  • Informasi pemberi kerja.
  • Kontrak kerja.
  • Hasil pemeriksaan kesehatan.
  • Kemudian, dokumen pendukung lainnya.

Pemeriksaan tersebut penting agar kesalahan data tidak menyebabkan proses tertunda. Selain itu, calon pekerja dapat mengetahui apabila masih terdapat dokumen yang perlu di lengkapi.

Baca Juga : Syarat Kerja di Taiwan untuk PMI Indonesia

Penandatanganan dan Pemeriksaan Kontrak Kerja

Kontrak kerja menjadi dokumen penting sebelum keberangkatan karena berisi ketentuan hubungan kerja antara PMI dan pemberi kerja. Isi kontrak perlu di pahami dan di cocokkan dengan informasi pekerjaan yang sebelumnya di sampaikan.

Calon pekerja sebaiknya tidak hanya melihat nominal gaji. Tugas, lokasi kerja, jam kerja, libur, fasilitas, durasi kontrak, serta ketentuan lain perlu di perhatikan secara menyeluruh.

Data yang Perlu Di cocokkan

Sebelum kontrak di setujui, periksa:

  • Nama pekerja.
  • Identitas pemberi kerja.
  • Jenis pekerjaan.
  • Lokasi pekerjaan.
  • Upah.
  • Jam kerja.
  • Hari libur.
  • Durasi kontrak.
  • Fasilitas.
  • Ketentuan potongan.
  • Ketentuan lembur jika ada.
  • Kemudian, ketentuan penghentian kontrak.

Apabila terdapat informasi yang berbeda dari lowongan atau penjelasan sebelumnya, calon pekerja perlu meminta klarifikasi. Dengan begitu, persetujuan kontrak dapat di lakukan berdasarkan informasi yang lebih jelas.

Baca Juga : Kontrak Kerja PMI Taiwan: Isi, Ketentuan, Hal yang Perlu Diperiksa

Pengurusan Visa dan Persiapan Keberangkatan

Setelah proses pekerjaan, izin, dan dokumen utama selesai, calon PMI memasuki tahap persiapan perjalanan. Dokumen yang di gunakan untuk perjalanan perlu di periksa kembali agar sesuai dengan identitas dan tujuan keberangkatan.

Visa menjadi bagian dari dokumen perjalanan, tetapi proses keberangkatan juga memerlukan dokumen lain. Karena itu, calon PMI sebaiknya memiliki checklist khusus sebelum meninggalkan Indonesia.

Checklist Sebelum Berangkat

Secara umum, beberapa hal yang perlu di periksa:

  • Paspor.
  • Visa.
  • Kontrak kerja.
  • Dokumen penempatan.
  • Dokumen kesehatan.
  • Dokumen izin kerja yang berkaitan.
  • Tiket perjalanan.
  • Informasi pemberi kerja.
  • Alamat tempat kerja.
  • Alamat tempat tinggal.
  • Kontak pihak penempatan.
  • Salinan dokumen penting.

Dokumen asli sebaiknya di simpan dengan aman selama perjalanan. Selain itu, salinan juga perlu di simpan secara terpisah sehingga masih tersedia apabila dokumen asli mengalami masalah.

Baca Juga : Visa Kerja Taiwan untuk Pekerja Migran Indonesia

Tahap Akhir Sebelum Keberangkatan

Tahap akhir bukan sekadar memastikan tiket sudah tersedia. Maka dari itu, calon PMI perlu memastikan seluruh informasi pekerjaan dan administrasi sudah sesuai dengan dokumen yang akan di bawa.

Pemeriksaan akhir dapat menjadi kesempatan terakhir untuk menemukan ketidaksesuaian sebelum keberangkatan. Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak terburu-buru meninggalkan Indonesia sebelum dokumen utama di pastikan lengkap.

Pemeriksaan Akhir Administrasi

Gunakan daftar pemeriksaan berikut:

  • Identitas sesuai.
  • Paspor masih berlaku.
  • Visa sesuai tujuan.
  • Kontrak sudah di pahami.
  • Dokumen kesehatan tersedia.
  • Dokumen penempatan tersedia.
  • Informasi pemberi kerja jelas.
  • Alamat pekerjaan tersedia.
  • Kontak darurat tersedia.
  • Tiket perjalanan tersedia.
  • Kemudian, salinan dokumen sudah di simpan.

Baca Juga : Jam Kerja dan Hak Libur PMI di Taiwan

Persiapan Informasi Setelah Tiba

Calon PMI juga perlu mengetahui apa yang harus di lakukan setelah tiba di Taiwan. Informasi mengenai lokasi penjemputan, alamat pemberi kerja, serta pihak yang harus di hubungi sebaiknya sudah di ketahui.

Dengan persiapan tersebut, pekerja tidak hanya siap melakukan perjalanan, tetapi juga siap melanjutkan administrasi setelah sampai di Taiwan.

Baca Juga : ARC Taiwan untuk PMI: Pengertian, Fungsi, Cara Mengurusnya

Keberangkatan PMI dari Indonesia ke Taiwan

Setelah seluruh proses dinyatakan siap, calon PMI dapat menjalani keberangkatan sesuai jadwal yang telah di tetapkan. Pada tahap ini, dokumen perjalanan dan dokumen penempatan perlu di bawa dan di simpan dengan baik.

Pemeriksaan di bandara dapat membutuhkan dokumen tertentu. Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak memasukkan seluruh dokumen penting ke bagasi yang akan di masukkan ke dalam pesawat.

Dokumen yang Sebaiknya Mudah Di akses

Secara umum, dokumen penting yang perlu mudah di akses selama perjalanan antara lain:

  • Paspor.
  • Visa.
  • Tiket.
  • Kontrak kerja.
  • Dokumen penempatan.
  • Informasi kontak pemberi kerja.
  • Alamat tujuan.
  • Kemudian, dokumen lain yang di minta dalam perjalanan.

Setelah tiba, pekerja kemudian mengikuti prosedur yang berlaku untuk pekerja asing. Selain itu, administrasi setelah kedatangan juga menjadi bagian dari proses penempatan secara keseluruhan.

Baca Juga : Gaji Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Komponen Penghasilan

Administrasi Setelah PMI Tiba di Taiwan

Proses penempatan belum tentu berhenti ketika pesawat tiba di Taiwan. Pekerja masih perlu menyelesaikan beberapa administrasi sesuai status dan jenis pekerjaannya.

Tahapan setelah kedatangan dapat berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan, izin tinggal, administrasi pekerjaan, asuransi, dan dokumen lain yang di persyaratkan.

Pemberi kerja juga memiliki kewajiban tertentu terhadap pekerja asing setelah kedatangan, termasuk kewajiban yang berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan, employment permit, ARC, National Health Insurance, serta perlindungan asuransi sesuai kategori pekerja.

Baca Juga : Asuransi untuk PMI Taiwan: Jenis dan Perlindungannya

Penyesuaian dengan Tempat Kerja

Setelah tiba di Taiwan, pekerja perlu memastikan bahwa kondisi pekerjaan sesuai dengan informasi yang telah di sepakati. Perbedaan yang signifikan sebaiknya tidak di abaikan.

Informasi mengenai tempat kerja, tugas, pemberi kerja, dan kondisi kontrak perlu di simpan sebagai referensi. Jika terdapat masalah, pekerja dapat menggunakan jalur konsultasi atau pengaduan yang tersedia.

Kesalahan yang Dapat Menghambat Proses Penempatan PMI ke Taiwan

Kesalahan yang Dapat Menghambat Proses Penempatan PMI ke Taiwan

Proses penempatan dapat mengalami keterlambatan apabila dokumen atau informasi tidak sesuai. Karena itu, calon PMI perlu memahami beberapa kesalahan yang paling sering menyebabkan proses harus di ulang atau di lengkapi.

Secara umum, beberapa kesalahan yang perlu di hindari yaitu:

  • Data identitas berbeda antara dokumen.
  • Paspor tidak memenuhi masa berlaku yang di perlukan.
  • Dokumen kesehatan belum lengkap.
  • Kontrak tidak di periksa dengan baik.
  • Informasi pekerjaan tidak sesuai dengan dokumen.
  • Dokumen pemberi kerja belum lengkap.
  • Persyaratan pekerjaan tidak di penuhi.
  • Dokumen di ajukan sebelum seluruh data di periksa.
  • Informasi biaya tidak jelas.
  • Tidak menyimpan salinan dokumen.
  • Mengabaikan permintaan perbaikan dokumen.
  • Kemudian, tidak memahami jalur penempatan yang di gunakan.

Kesalahan tersebut dapat terlihat sederhana, tetapi dampaknya dapat memengaruhi jadwal keberangkatan. Oleh sebab itu, pengecekan berulang menjadi bagian penting dari proses penempatan.

Baca Juga : Berapa Biaya Kerja ke Taiwan? Rincian Biaya PMI Indonesia

Cara Membuat Proses Penempatan PMI ke Taiwan Lebih Teratur

Proses penempatan akan lebih mudah di pantau apabila calon PMI membuat daftar tahapan dan dokumen sejak awal. Setiap dokumen yang sudah selesai dapat di tandai sehingga tidak ada persyaratan yang terlewat.

Checklist Proses Penempatan

Calon PMI dapat menggunakan daftar berikut:

  1. Menentukan jenis pekerjaan.
  2. Memeriksa informasi pemberi kerja.
  3. Menentukan jalur penempatan.
  4. Mengikuti seleksi.
  5. Menyiapkan dokumen identitas.
  6. Menjalani pemeriksaan kesehatan.
  7. Menyiapkan dokumen pekerjaan.
  8. Memeriksa kontrak.
  9. Mengikuti proses izin kerja.
  10. Menyiapkan dokumen visa.
  11. Melakukan pemeriksaan akhir.
  12. Menyiapkan keberangkatan.
  13. Berangkat ke Taiwan.
  14. Kemudian, menyelesaikan administrasi setelah kedatangan.

Pencatatan setiap tahap membantu calon pekerja mengetahui posisi proses yang sedang berjalan. Selain itu, komunikasi dengan pihak yang menangani penempatan dapat menjadi lebih jelas karena dokumen yang sudah dan belum selesai dapat di identifikasi.

Baca Juga : Hak dan Kewajiban Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Pentingnya Pendampingan dalam Proses Penempatan PMI ke Taiwan

Proses penempatan PMI ke Taiwan melibatkan dokumen dan tahapan yang saling berkaitan. Bagi calon pekerja yang belum memahami alurnya, pendampingan dapat membantu mengurangi kesalahan administratif sejak tahap awal.

Pendampingan dapat mencakup pemeriksaan kelengkapan dokumen, pencocokan data, persiapan administrasi, pemeriksaan dokumen pekerjaan, serta pemantauan tahapan sesuai kebutuhan. Namun, setiap keputusan tetap perlu di dasarkan pada ketentuan resmi dan informasi pekerjaan yang benar.

Baca Juga : Jasa Pengurusan Dokumen untuk PMI di Taiwan

Jasa Pengurusan Proses Penempatan PMI ke Taiwan

Proses penempatan PMI ke Taiwan dari Indonesia membutuhkan persiapan yang terstruktur karena setiap tahapan memiliki dokumen dan persyaratan yang saling berkaitan. Kesalahan pada identitas, dokumen pekerjaan, hasil pemeriksaan kesehatan, kontrak, maupun administrasi keberangkatan dapat membuat proses perlu di lengkapi kembali.

Jasa pengurusan dapat membantu dalam pengecekan dokumen, pemeriksaan kelengkapan data, persiapan administrasi, pengisian dokumen, pencocokan informasi pekerjaan, serta pendampingan proses sesuai kebutuhan. Pendampingan tersebut dapat membantu calon PMI mengetahui tahapan yang perlu di siapkan sebelum keberangkatan.

PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan layanan pengurusan dan pendampingan administrasi PMI sesuai kebutuhan proses. Dengan pengurusan yang lebih terstruktur, calon pekerja dapat mempersiapkan tahapan penempatan dari Indonesia sampai persiapan keberangkatan ke Taiwan secara lebih tertata.

Konsultasi Dokumen Pekerja Migran Taiwan Sekarang

Siti Aidah