Pindah majikan di Taiwan merupakan proses yang dapat di lakukan oleh Pekerja Migran Indonesia atau PMI dalam kondisi tertentu. Namun, perpindahan tersebut tidak berarti pekerja bebas meninggalkan majikan lama lalu langsung bekerja pada pemberi kerja baru. Ada ketentuan, alasan yang di akui, pendaftaran perpindahan, proses pencarian majikan baru, serta pengurusan izin kerja yang perlu di jalankan agar status pekerjaan tetap legal.
Bagi PMI, memahami aturan pindah majikan sangat penting karena keputusan meninggalkan tempat kerja tanpa mengikuti prosedur dapat menimbulkan persoalan administratif. Sebaliknya, perpindahan yang di lakukan melalui jalur resmi memberikan dasar yang lebih jelas bagi pekerja untuk melanjutkan pekerjaan bersama majikan baru.
Pemerintah Taiwan menyediakan mekanisme khusus untuk perpindahan majikan pekerja migran. Informasi pekerja yang masuk dalam proses perpindahan dapat di kelola melalui sistem resmi dan layanan ketenagakerjaan, sehingga proses pencarian serta pencocokan dengan majikan baru dapat di jalankan secara lebih teratur.
Baca Juga : Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Panduan Lengkap untuk PMI
Memahami Pindah Majikan di Taiwan bagi PMI
Pindah majikan di Taiwan pada dasarnya adalah perubahan pemberi kerja yang di lakukan melalui prosedur resmi setelah pekerja memenuhi kondisi yang memungkinkan perpindahan. Jadi, pekerja tidak cukup hanya mendapatkan tawaran pekerjaan baru dari orang lain.
Proses tersebut berkaitan dengan status izin kerja karena izin yang di miliki pekerja terhubung dengan hubungan kerja dan pemberi kerja. Oleh sebab itu, sebelum mulai bekerja pada pihak baru, administrasi perpindahan perlu di selesaikan sesuai ketentuan.
Perbedaan Pindah Majikan dan Berhenti Kerja
Berhenti bekerja dan pindah majikan bukan dua hal yang selalu sama. Seorang PMI yang berhenti dari pekerjaan lama belum otomatis memiliki hak untuk langsung bekerja pada majikan baru.
Pindah majikan berarti ada proses perubahan hubungan kerja yang perlu di akui secara administratif. Karena itu, status pekerja perlu di periksa terlebih dahulu sebelum pekerjaan baru di mulai.
Mengapa Proses Resmi Sangat Penting?
Prosedur resmi diperlukan untuk menjaga kesinambungan status kerja PMI. Selain itu, jalur resmi membantu memastikan majikan baru memiliki dasar untuk melanjutkan proses perekrutan dan pengajuan izin kerja.
Pemerintah Taiwan juga menyediakan area khusus untuk informasi perpindahan majikan, termasuk data pekerja yang dapat di akses oleh calon majikan melalui sistem yang di sediakan.
Baca Juga : Cara Kerja di Taiwan untuk Warga Negara Indonesia
Kondisi yang Memungkinkan PMI Pindah Majikan
Tidak setiap ketidaknyamanan di tempat kerja secara otomatis memberikan hak kepada PMI untuk berpindah majikan. Ada kondisi tertentu yang menjadi dasar pengajuan perpindahan dan perlu di buktikan melalui dokumen atau pemeriksaan yang sesuai.
Menurut informasi resmi otoritas ketenagakerjaan Taiwan, pekerja migran dapat mengajukan perpindahan majikan atau pekerjaan setelah memperoleh persetujuan dari otoritas pusat apabila memenuhi kondisi yang di tentukan.
Majikan atau Penerima Perawatan Meninggal atau Pindah
Salah satu kondisi yang dapat menjadi dasar perpindahan adalah ketika majikan atau pihak yang di rawat meninggal dunia atau pindah. Kondisi tersebut dapat membuat hubungan kerja sebelumnya tidak dapat di lanjutkan seperti semula.
Dalam keadaan seperti ini, dokumen yang membuktikan kondisi tersebut perlu di siapkan. Selanjutnya, proses perpindahan di jalankan melalui mekanisme yang di tentukan oleh otoritas terkait.
Baca Juga : Syarat Kerja di Taiwan untuk PMI Indonesia
Pabrik Tutup atau Kegiatan Usaha Berhenti
Pekerja pada sektor tertentu juga dapat menghadapi kondisi ketika perusahaan atau pabrik tempat bekerja tutup atau menghentikan kegiatan usaha. Keadaan tersebut dapat menjadi salah satu dasar untuk proses perubahan majikan.
Namun, status penutupan usaha tetap perlu di periksa secara administratif. Pekerja tidak sebaiknya hanya mengandalkan informasi lisan dari pihak tertentu.
Upah Tidak Di bayarkan Sesuai Kontrak
Persoalan pembayaran upah juga dapat berkaitan dengan proses perpindahan. Apabila majikan tidak membayar imbalan kerja sesuai kontrak sehingga hubungan kerja di akhiri, kondisi tersebut termasuk salah satu keadaan yang di cantumkan dalam ketentuan perpindahan pekerja migran.
Bukti yang Perlu Di siapkan
Apabila masalah berkaitan dengan upah, pekerja sebaiknya menyimpan:
- Kontrak kerja.
- Bukti pembayaran gaji.
- Rekening atau catatan penerimaan upah.
- Bukti komunikasi dengan majikan.
- Catatan waktu pembayaran.
- Bukti pengaduan apabila pernah di lakukan.
Dokumen tersebut dapat membantu menjelaskan kondisi yang terjadi. Semakin lengkap bukti yang di miliki, semakin mudah kronologi masalah di jelaskan ketika proses pemeriksaan di lakukan.
Alasan Lain yang Bukan Kesalahan PMI
Ketentuan Taiwan juga mencakup alasan lain yang tidak dapat di bebankan kepada pekerja asing. Artinya, terdapat situasi tertentu di luar kendali PMI yang dapat menjadi dasar pengajuan perpindahan setelah melalui proses persetujuan.
Karena itu, PMI yang menghadapi masalah sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa dirinya pasti dapat pindah majikan. Kondisi kasus perlu di periksa terlebih dahulu berdasarkan fakta dan dokumen.
Baca Juga : Masalah yang Sering Dihadapi PMI di Taiwan dan Cara Mengatasi
Pindah Majikan Karena Kontrak Berakhir
Perpindahan majikan juga dapat berkaitan dengan berakhirnya masa kontrak. Mekanismenya memiliki karakteristik tersendiri karena pekerja dapat menentukan apakah ingin melanjutkan dengan majikan lama, pulang ke Indonesia, atau mencari majikan baru melalui jalur yang di perbolehkan.
Informasi resmi Taiwan menjelaskan bahwa ketika masa kerja mendekati berakhir, majikan perlu memastikan keinginan pekerja mengenai kelanjutan hubungan kerja. Jika pekerja ingin berpindah kepada majikan baru, proses perpindahan pada akhir masa kontrak dapat di ajukan sesuai ketentuan.
Baca Juga : Cara Memperpanjang Kontrak Kerja PMI di Taiwan
Pilihan PMI Saat Kontrak Berakhir
Secara umum, pekerja dapat menghadapi beberapa pilihan:
- Melanjutkan hubungan kerja dengan majikan lama apabila memenuhi ketentuan.
- Mengajukan perpindahan kepada majikan baru.
- Mengakhiri masa kerja dan pulang ke Indonesia.
Pilihan tersebut perlu di tentukan berdasarkan kondisi kontrak dan status administrasi pekerja. Karena itu, komunikasi mengenai rencana setelah kontrak berakhir sebaiknya di lakukan lebih awal.
Batas Waktu Pengurusan
Informasi resmi Taiwan menyebutkan bahwa apabila pekerja ingin pindah majikan ketika masa kontraknya berakhir, majikan lama perlu mengajukan proses perpindahan dalam rentang waktu yang di tentukan sebelum kontrak berakhir.
Dengan demikian, PMI tidak sebaiknya menunggu sampai hari terakhir kontrak untuk mulai mencari informasi. Persiapan lebih awal memberikan waktu untuk melengkapi dokumen dan menemukan majikan yang sesuai.
Baca Juga : Gaji Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Komponen Penghasilan
Ketentuan Pindah Majikan Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Proses pindah majikan dapat berbeda menurut jenis pekerjaan dan kondisi hubungan kerja. Karena itu, status pekerja perlu di lihat secara spesifik.
Pekerja rumah tangga, caregiver, manufaktur, konstruksi, perikanan, serta kategori lain dapat memiliki kondisi administrasi yang berbeda. Jalur yang di gunakan sebaiknya di sesuaikan dengan kategori pekerjaan yang tercantum dalam izin kerja.
Pindah Majikan pada Pekerjaan Rumah Tangga atau Caregiver
Pada pekerjaan rumah tangga dan caregiver, kondisi pindah majikan dapat berkaitan dengan keadaan majikan atau pihak yang di rawat. Apabila penerima perawatan meninggal atau pindah, misalnya, pekerja dapat masuk dalam mekanisme perpindahan sesuai persyaratan.
Kondisi pekerjaan juga perlu di periksa berdasarkan kontrak dan status administratif. Jangan sampai pekerja berpindah secara informal tanpa menyelesaikan proses yang di wajibkan.
Baca Juga : Jam Kerja dan Hak Libur PMI di Taiwan
Pindah Majikan pada Sektor Industri
Pada sektor industri, persoalan seperti penutupan usaha atau kondisi hubungan kerja tertentu dapat menjadi dasar perpindahan. Namun, bukti dan status perusahaan tetap perlu di periksa.
Pekerja juga perlu memastikan bahwa majikan baru memiliki persyaratan untuk mempekerjakan pekerja asing. Dengan demikian, proses tidak berhenti hanya pada kesepakatan antara pekerja dan calon majikan.
Perpindahan Lintas Jenis Pekerjaan
Pada prinsipnya, pekerja yang terdaftar untuk perpindahan tidak selalu dapat bebas berganti ke jenis pekerjaan yang berbeda. Informasi resmi Taiwan menjelaskan bahwa perpindahan lintas kategori pekerjaan pada dasarnya memiliki batasan, meskipun terdapat kondisi tertentu yang memungkinkan pengecualian.
Karena itu, jenis pekerjaan pada dokumen lama dan pekerjaan yang di tawarkan majikan baru perlu di periksa sebelum kesepakatan di buat.
Baca Juga : Asuransi untuk PMI Taiwan: Jenis dan Perlindungannya
Dokumen untuk Proses Pindah Majikan
Dokumen menjadi bagian penting dalam proses perpindahan. Kelengkapan administrasi akan membantu otoritas mengetahui status pekerja dan dasar pengajuan perpindahan.
Dalam proses pendaftaran, pekerja atau majikan lama perlu menyediakan dokumen yang di minta sesuai kondisi kasus. Otoritas Taiwan menyebutkan antara lain bukti persetujuan pekerja untuk pindah majikan atau pekerjaan serta dokumen terkait izin kerja lama dalam kondisi yang relevan.
Dokumen Identitas PMI
Secara umum, dokumen yang sebaiknya di siapkan meliputi:
- Paspor.
- ARC.
- Dokumen izin kerja.
- Kontrak kerja.
- Dokumen identitas lain yang berkaitan.
- Dokumen yang menunjukkan hubungan kerja sebelumnya.
Dokumen Pendukung Alasan Perpindahan
Dokumen tambahan bergantung pada alasan pindah majikan. Misalnya:
- Bukti kematian majikan atau penerima perawatan.
- Bukti penutupan usaha.
- Bukti penghentian kegiatan.
- Bukti persoalan pembayaran upah.
- Dokumen pemutusan kontrak.
- Kemudian, bukti lain yang berkaitan dengan alasan perpindahan.
Tidak semua dokumen tersebut harus di gunakan dalam setiap kasus. Jenis dokumen perlu di sesuaikan dengan alasan dan jalur perpindahan yang di ajukan.
Baca Juga : Dokumen yang Dibutuhkan untuk Kerja di Taiwan
Pemeriksaan Konsistensi Data
Nama, nomor paspor, nomor ARC, informasi majikan, serta data kontrak perlu di periksa. Apabila terdapat ketidaksesuaian, koreksi sebaiknya di lakukan sebelum pengajuan.
Langkah tersebut penting karena data administrasi akan di gunakan pada proses lanjutan. Namun, kesalahan informasi dapat membuat proses harus di klarifikasi kembali.

Proses Pindah Majikan di Taiwan
Proses pindah majikan tidak berhenti ketika PMI menemukan calon pemberi kerja baru. Ada beberapa tahapan administratif yang perlu di lalui sampai hubungan kerja dengan majikan baru dapat di jalankan secara resmi.
Tahap 1: Menentukan Dasar Perpindahan
Pertama, PMI perlu mengetahui alasan yang menjadi dasar perpindahan. Status tersebut kemudian di periksa berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Jika alasan tidak sesuai dengan kondisi yang di akui, pengajuan dapat menghadapi kendala. Oleh sebab itu, pemeriksaan awal sangat penting.
Baca Juga : Proses Penempatan PMI ke Taiwan dari Indonesia
Tahap 2: Pengajuan Perpindahan
Pekerja atau pihak yang berkaitan mengajukan proses sesuai mekanisme yang di tetapkan. Dalam beberapa kondisi, dokumen persetujuan pindah majikan dan dokumen izin kerja sebelumnya perlu di lampirkan.
Sejak perubahan proses administratif pada November 2024, informasi perpindahan tertentu dapat di teruskan secara otomatis oleh Kementerian Tenaga Kerja Taiwan ke sistem khusus perpindahan majikan. Mekanisme ini di buat untuk menyederhanakan proses dan mempercepat pencocokan pekerja dengan calon majikan.
Tahap 3: Pendaftaran dan Pencarian Majikan Baru
Setelah informasi tersedia dalam sistem, pekerja dapat mengikuti proses pencarian majikan baru melalui jalur resmi. Selain itu, data perpindahan juga tersedia pada portal khusus yang di kelola otoritas ketenagakerjaan Taiwan.
Pencarian dapat di lakukan melalui:
- Pusat layanan ketenagakerjaan pemerintah.
- Sistem pencarian atau pencocokan resmi.
- Direct Hiring Center.
- Perusahaan jasa ketenagakerjaan yang legal.
Penggunaan jalur resmi penting agar PMI tidak terjebak pada tawaran pekerjaan ilegal.
Baca Juga : Visa Kerja Taiwan untuk Pekerja Migran Indonesia
Tahap 4: Pencocokan dengan Majikan Baru
Setelah calon majikan ditemukan, proses pencocokan dapat di lakukan. Pekerja dan calon majikan perlu memahami jenis pekerjaan, lokasi, upah, jam kerja, serta ketentuan lainnya sebelum menyetujui hubungan kerja.
Direct Hiring Center Taiwan juga menyediakan mekanisme pencocokan dan koordinasi antara pekerja serta majikan. Dalam layanan tertentu, bantuan penerjemah dapat di sediakan ketika pekerja dan calon majikan membutuhkan dukungan komunikasi.
Tahap 5: Kesepakatan Penerimaan Pekerja
Apabila pekerja dan calon majikan telah sepakat, dokumen penerimaan atau dokumen lanjutan perlu di siapkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam kondisi ketika majikan baru telah memiliki dokumen perekrutan yang sesuai, pekerja dan majikan lama serta majikan baru dapat menggunakan mekanisme kesepakatan tiga pihak untuk proses penerimaan lanjutan.
Tahap 6: Pengurusan Izin Kerja Majikan Baru
Tahapan selanjutnya berkaitan dengan pengajuan izin kerja oleh majikan baru. PMI belum seharusnya menganggap proses selesai hanya karena telah menemukan majikan baru.
Majikan baru perlu menjalankan prosedur yang di tetapkan untuk mempekerjakan pekerja tersebut. Setelah izin dan administrasi terkait selesai, hubungan kerja baru dapat di jalankan sesuai ketentuan.
Tahap 7: Penyelesaian Administrasi Perpindahan
Pada tahap akhir, data pekerja perlu di sesuaikan dengan majikan baru. Selain itu, dokumen ketenagakerjaan dan administrasi terkait juga perlu di periksa kembali.
Pekerja sebaiknya menyimpan salinan seluruh dokumen yang sudah di proses. Arsip tersebut dapat di gunakan kembali apabila terdapat pemeriksaan atau kebutuhan administratif di kemudian hari.
Baca Juga : ARC Taiwan untuk PMI: Pengertian, Fungsi, Cara Mengurusnya
Apakah PMI Boleh Mencari Majikan Baru Sendiri?
PMI dapat mencari calon majikan baru melalui jalur yang di perbolehkan. Namun, pencarian tersebut tetap harus di lanjutkan dengan proses perpindahan resmi.
Otoritas Taiwan menyediakan portal perpindahan majikan yang memuat informasi pekerja dan calon majikan. Selain itu, pekerja dapat memperoleh bantuan melalui pusat layanan ketenagakerjaan pemerintah atau layanan direct hiring.
Mencari Sendiri Melalui Jalur Resmi
PMI dapat memanfaatkan informasi pada sistem resmi dan berkomunikasi dengan calon majikan sesuai mekanisme yang tersedia. Cara tersebut berbeda dari mencari pekerjaan melalui pihak yang tidak memiliki kewenangan.
Menggunakan Jasa Agen atau Pihak Ketiga
Apabila menggunakan jasa perantara, pastikan pihak tersebut memiliki status legal. PMI sebaiknya meminta penjelasan mengenai layanan, biaya, dokumen, dan proses yang akan di lakukan.
Baca Juga : Jasa Pengurusan Dokumen untuk PMI di Taiwan
Apakah Bisa Pindah Majikan Tanpa Persetujuan Majikan Lama?
Pertanyaan ini sering muncul ketika PMI mengalami masalah dengan majikan. Jawabannya bergantung pada alasan dan mekanisme perpindahan yang di gunakan.
Pada kondisi tertentu, perpindahan dapat di proses berdasarkan alasan yang di akui tanpa harus bergantung pada keinginan pribadi majikan lama. Namun, hal tersebut tetap memerlukan pemeriksaan dan persetujuan dari otoritas sesuai prosedur yang berlaku.
Ketika Majikan Melanggar Ketentuan
Apabila masalah berkaitan dengan kontrak, pembayaran upah, atau kondisi lain yang merugikan pekerja, PMI sebaiknya mengumpulkan bukti terlebih dahulu. Karena itu, jangan langsung meninggalkan pekerjaan tanpa mendapatkan arahan.
Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menjelaskan bahwa perubahan isi hubungan kerja pada prinsipnya perlu di dasarkan pada kesepakatan para pihak. Apabila terdapat perselisihan konkret, pekerja dapat meminta bantuan otoritas ketenagakerjaan setempat.
Ketika Perpindahan Di lakukan Berdasarkan Kondisi Khusus
Jika kondisi pekerja termasuk alasan yang secara khusus di akui, proses dapat di ajukan melalui mekanisme yang berlaku. Karena itu, status setiap kasus perlu di periksa secara individual.
Baca Juga : Medical Check Up untuk PMI Taiwan: Syarat dan Prosedurnya
Larangan Selama Proses Pindah Majikan
PMI perlu berhati-hati selama proses perpindahan berlangsung. Kesalahan dalam tahap ini dapat menyebabkan status kerja menjadi bermasalah.
Beberapa hal yang sebaiknya di hindari:
- Bekerja pada majikan baru sebelum proses resmi selesai.
- Menggunakan pekerjaan yang tidak sesuai izin.
- Menyerahkan paspor kepada pihak yang tidak berwenang.
- Membayar biaya kepada pihak yang tidak jelas.
- Menandatangani dokumen tanpa memahami isinya.
- Meninggalkan pekerjaan tanpa mengetahui status hukum.
- Menggunakan perantara ilegal.
- Kemudian, menyembunyikan informasi mengenai status pekerjaan.
Otoritas Taiwan secara khusus mengingatkan pekerja migran agar mencari pekerjaan baru melalui jalur legal dan tidak mempercayai perantara ilegal yang dapat menimbulkan kerugian atau risiko perdagangan manusia.
Baca Juga : Berapa Biaya Kerja ke Taiwan? Rincian Biaya PMI Indonesia
Hak PMI Selama Proses Perpindahan
PMI yang sedang menjalani proses pindah majikan tetap perlu memperhatikan hak dan kewajibannya. Status perpindahan tidak berarti semua aturan pekerjaan sebelumnya otomatis tidak berlaku.
Hak Mendapatkan Informasi
Pekerja berhak mengetahui status proses yang sedang di jalankan. Informasi mengenai dokumen, tahapan, dan calon majikan perlu di sampaikan secara jelas.
Hak Mendapatkan Bantuan
Pekerja dapat memanfaatkan layanan pemerintah yang menangani persoalan pekerja migran. Jalur tersebut dapat di gunakan ketika PMI menghadapi kendala administratif atau perselisihan.
Hak Mendapatkan Bantuan Bahasa
Kesulitan bahasa tidak seharusnya membuat pekerja kehilangan akses terhadap informasi. Layanan resmi Taiwan menyediakan dukungan penerjemahan pada proses tertentu, termasuk melalui pusat layanan yang menangani perpindahan pekerja.
Baca Juga : Hak dan Kewajiban Pekerja Migran Indonesia di Taiwan
Berapa Lama Proses Pindah Majikan di Taiwan?
Durasi pindah majikan tidak selalu sama untuk setiap PMI. Lama proses dapat di pengaruhi oleh alasan perpindahan, kelengkapan dokumen, status persetujuan, pencarian majikan baru, proses pencocokan, serta pengajuan izin kerja.
Karena itu, tidak tepat menetapkan satu jumlah hari yang berlaku untuk seluruh kasus. Pekerja yang sudah memiliki calon majikan baru juga dapat menghadapi tahapan berbeda dengan pekerja yang masih mencari majikan.
Faktor yang Mempengaruhi Lama Proses
Beberapa faktor tersebut antara lain:
- Kelengkapan dokumen.
- Dasar perpindahan.
- Persetujuan otoritas.
- Ketersediaan majikan baru.
- Jenis pekerjaan.
- Proses pencocokan.
- Kelengkapan dokumen majikan baru.
- Pengajuan izin kerja.
- Koreksi data apabila terdapat kesalahan.
Semakin lengkap informasi sejak awal, semakin mudah proses administratif di jalankan. Namun, waktu penyelesaian tetap bergantung pada prosedur dan pemeriksaan pihak berwenang.
Baca Juga : Cara Mengurus Dokumen PMI Taiwan dari Indonesia
Kondisi Jika Belum Menemukan Majikan Baru
Tidak semua PMI langsung menemukan majikan baru setelah terdaftar dalam proses perpindahan. Dalam kondisi tersebut, pekerja perlu memperhatikan batas waktu dan status proses yang berlaku.
Pekerja sebaiknya tidak mencari pekerjaan secara sembarangan hanya karena ingin segera mendapatkan penghasilan. Jalur yang tidak resmi dapat menimbulkan persoalan status kerja.
Tetap Memantau Status Perpindahan
Portal khusus perpindahan majikan menyediakan fasilitas untuk melihat informasi terkait proses dan data yang tersedia. Sehingga, pemantauan tersebut membantu pekerja mengetahui perkembangan proses.
Memanfaatkan Pusat Layanan Resmi
Jika pencarian belum berhasil, pekerja dapat menggunakan layanan pusat ketenagakerjaan atau fasilitas pencocokan yang di sediakan pemerintah. Jalur ini lebih aman karena prosesnya berada dalam sistem resmi.
Baca Juga : Panduan Lengkap Pulang ke Indonesia bagi PMI Taiwan
Pindah Majikan dan Potongan Gaji atau Biaya
Persoalan biaya perlu di perhatikan ketika PMI berpindah majikan. Pekerja sebaiknya mengetahui siapa yang meminta pembayaran, untuk keperluan apa, serta apakah biaya tersebut memiliki dasar yang jelas.
Jangan langsung membayar biaya kepada individu yang menawarkan majikan baru tanpa mengetahui statusnya. Penawaran pekerjaan yang meminta pembayaran besar tanpa dokumen jelas perlu di waspadai.
Baca Juga : Potongan Gaji ART Taiwan: Jenis Potongan untuk PMI
Hal yang Perlu Di periksa Sebelum Membayar
Sebelum melakukan pembayaran, periksa:
- Nama pihak penerima.
- Status legal pihak tersebut.
- Jenis layanan.
- Dasar biaya.
- Bukti pembayaran.
- Dokumen yang akan di terbitkan.
- Kemudian, ketentuan pengembalian jika proses gagal.
Apabila terdapat keraguan, PMI dapat meminta penjelasan melalui saluran resmi sebelum melakukan pembayaran.
Checklist Pindah Majikan untuk PMI Taiwan
Agar proses lebih terarah, PMI dapat menggunakan checklist berikut sebelum menjalankan perpindahan:
- Menentukan alasan pindah majikan.
- Memastikan alasan sesuai ketentuan.
- Mengumpulkan bukti pendukung.
- Memeriksa paspor.
- Memeriksa ARC.
- Menyiapkan dokumen izin kerja.
- Menyimpan kontrak lama.
- Mengumpulkan bukti pembayaran gaji jika relevan.
- Mengajukan proses melalui jalur resmi.
- Memantau status perpindahan.
- Mencari calon majikan melalui jalur legal.
- Memeriksa jenis pekerjaan baru.
- Memeriksa lokasi kerja baru.
- Membahas upah dan kondisi kerja.
- Memastikan majikan baru memenuhi persyaratan.
- Menunggu proses izin kerja.
- Tidak bekerja sebelum status baru di perbolehkan.
- Menyimpan seluruh dokumen perpindahan.
- Kemudian, memastikan data administrasi sudah sesuai.
Baca Juga : Asuransi untuk PMI Taiwan: Jenis dan Perlindungannya
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Pindah Majikan
Pindah majikan membutuhkan ketelitian karena terdapat hubungan antara status pekerja, izin kerja, dokumen tinggal, dan pemberi kerja. Kesalahan pada satu tahap dapat memengaruhi proses berikutnya.
Beberapa kesalahan yang perlu di hindari meliputi:
- Menganggap menemukan majikan baru berarti proses sudah selesai.
- Bekerja sebelum izin yang di perlukan selesai.
- Meninggalkan majikan tanpa mengetahui prosedur.
- Tidak menyimpan bukti masalah dengan majikan lama.
- Memakai perantara tidak resmi.
- Tidak membaca kontrak baru.
- Tidak memeriksa jenis pekerjaan baru.
- Tidak memastikan identitas majikan baru.
- Mengabaikan batas waktu proses.
- Tidak menyimpan dokumen perpindahan.
Dengan memahami kesalahan tersebut, PMI dapat lebih berhati-hati ketika menghadapi keinginan atau kebutuhan untuk berganti pemberi kerja.
Baca Juga : Kontrak Kerja PMI Taiwan: Isi, Ketentuan, Hal yang Perlu Diperiksa
Pendampingan Pindah Majikan untuk PMI Taiwan
Pindah majikan di Taiwan membutuhkan pemeriksaan kondisi, dokumen, serta tahapan administratif yang saling berkaitan. Terlebih lagi, setiap alasan perpindahan dapat memiliki persyaratan dan dokumen pendukung yang berbeda.
Pendampingan dapat membantu PMI dalam mengecek dokumen, memahami dasar perpindahan, menyiapkan administrasi, memeriksa kelengkapan data, serta mengarahkan proses sesuai jalur yang berlaku. Dengan demikian, pekerja dapat mengurangi risiko kesalahan ketika menjalankan proses perubahan majikan.
PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan layanan pendampingan administrasi bagi PMI yang membutuhkan bantuan terkait dokumen dan proses pindah majikan di Taiwan. Pendampingan di lakukan sesuai kondisi dokumen dan kebutuhan proses, sedangkan keputusan persetujuan tetap menjadi kewenangan otoritas Taiwan.
Konsultasi Dokumen Pekerja Migran Taiwan Sekarang