Panduan Lengkap Pulang ke Indonesia bagi PMI Taiwan

Siti Aidah

Updated on:

Panduan Lengkap Pulang ke Indonesia bagi PMI Taiwan
Direktur Utama Jangkar Groups

Panduan Lengkap Pulang ke Indonesia bagi PMI Taiwan bukan sekadar membeli tiket pesawat dan meninggalkan tempat kerja. Kepulangan perlu di persiapkan sejak beberapa waktu sebelum kontrak berakhir agar dokumen, hubungan kerja, administrasi keberangkatan, barang pribadi, serta perjalanan menuju daerah asal dapat di selesaikan dengan baik.

Bagi PMI yang menyelesaikan kontrak, waktu kepulangan biasanya sudah dapat di perkirakan sejak awal. Namun, kondisi setiap pekerja tidak selalu sama. Ada PMI yang pulang karena kontrak selesai, ada yang mengakhiri hubungan kerja lebih awal, dan ada pula yang harus kembali karena kondisi tertentu.

Karena itu, Panduan Lengkap Pulang ke Indonesia bagi PMI Taiwan perlu di pahami secara menyeluruh. Persiapan yang teratur dapat membantu menghindari dokumen tertinggal, masalah dengan pemberi kerja, kesalahan jadwal penerbangan, atau kendala ketika melewati pemeriksaan imigrasi.

Selain itu, kepulangan bukan berarti seluruh urusan langsung selesai ketika pesawat mendarat di Indonesia. PMI masih perlu memastikan dokumen kepulangan tersimpan, status pekerjaan tercatat dengan benar, serta berbagai hak atau dokumen yang berkaitan dengan masa kerja sudah di periksa.

Baca Juga : Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Panduan Lengkap untuk PMI

Kapan PMI Taiwan Perlu Mulai Mempersiapkan Kepulangan

Kapan PMI Taiwan Perlu Mulai Mempersiapkan Kepulangan?

Persiapan pulang sebaiknya tidak di lakukan beberapa hari sebelum penerbangan. Semakin dekat dengan berakhirnya kontrak, semakin banyak hal yang perlu di selesaikan secara bersamaan. Karena itu, PMI dapat mulai membuat daftar kebutuhan kepulangan sejak tanggal akhir kontrak sudah di ketahui.

Pemberi kerja dan PMI juga perlu memastikan tanggal terakhir bekerja dengan jelas. Informasi tersebut penting karena jadwal kerja terakhir, pengembalian barang milik pemberi kerja, pembayaran yang masih harus di selesaikan, dan jadwal penerbangan dapat saling berkaitan.

Menentukan Waktu Kepulangan

Tanggal kepulangan perlu di sesuaikan dengan status pekerjaan dan izin tinggal. Jangan sampai tiket di pesan untuk tanggal yang tidak sesuai dengan masa tinggal atau dokumen perjalanan.

Apabila PMI masih memiliki izin kerja dan ingin melanjutkan pekerjaan, kondisinya tentu berbeda dengan pekerja yang benar-benar mengakhiri masa kerja dan kembali ke Indonesia. Taiwan juga memiliki mekanisme tertentu untuk pekerja asing yang melanjutkan pekerjaan setelah masa kontrak, sehingga pekerja yang tidak berniat melanjutkan kerja perlu memastikan statusnya memang akan di akhiri.

Membuat Jadwal Persiapan

Agar tidak terburu-buru, PMI dapat membagi persiapan menjadi beberapa tahap:

  • Menentukan tanggal terakhir bekerja.
  • Memastikan jadwal penerbangan.
  • Memeriksa dokumen perjalanan.
  • Menyelesaikan urusan dengan pemberi kerja.
  • Mengemas barang pribadi.
  • Mengatur pengiriman barang jika diperlukan.
  • Menyimpan salinan dokumen penting.
  • Memastikan perjalanan dari bandara menuju daerah asal.
  • Menyiapkan kontak keluarga di Indonesia.

Dengan pembagian tersebut, setiap kebutuhan dapat di periksa satu per satu. Selain itu, PMI memiliki waktu untuk memperbaiki kekurangan apabila ada dokumen atau informasi yang belum lengkap.

Baca Juga : Cara Kerja di Taiwan untuk Warga Negara Indonesia

Dokumen yang Perlu Di siapkan Sebelum Pulang

Dokumen merupakan bagian paling penting dalam Panduan Lengkap Pulang ke Indonesia bagi PMI Taiwan. Sehingga dokumen tidak hanya di perlukan ketika berada di bandara, tetapi juga dapat berguna setelah PMI kembali ke Indonesia.

Sebelum meninggalkan Taiwan, seluruh dokumen sebaiknya di kumpulkan dalam satu tempat yang mudah di akses. Dokumen asli perlu di simpan secara aman, sedangkan salinan digital dapat di simpan pada perangkat atau penyimpanan daring yang aman.

Dokumen Perjalanan

Beberapa dokumen utama yang perlu di periksa meliputi:

  • Paspor.
  • Tiket penerbangan.
  • Dokumen atau kartu izin tinggal yang masih terkait dengan masa tinggal.
  • Bukti atau dokumen kepulangan apabila tersedia.
  • Dokumen perjalanan lain yang di minta oleh pihak terkait.

Paspor harus di pastikan masih berada di tangan PMI sebelum berangkat menuju bandara. Selain itu, nama pada tiket sebaiknya di cocokkan dengan nama pada paspor untuk menghindari kesalahan administrasi.

Baca Juga : Dokumen yang Dibutuhkan untuk Kerja di Taiwan

Dokumen Selama Masa Kerja

Dokumen yang berkaitan dengan pekerjaan juga sebaiknya tidak langsung di buang setelah kontrak selesai. Beberapa dokumen dapat berguna apabila PMI perlu melakukan pemeriksaan atau pengurusan administratif setelah kembali.

Dokumen tersebut dapat meliputi:

  • Kontrak kerja.
  • Bukti pembayaran gaji.
  • Bukti pembayaran atau pemotongan tertentu.
  • Dokumen asuransi.
  • Bukti pemeriksaan kesehatan.
  • Dokumen terkait pekerjaan.
  • Bukti komunikasi penting dengan pemberi kerja atau pihak penempatan.

Pemeriksaan Data Pribadi

Sebelum pulang, data pribadi perlu di periksa kembali. Nama, tanggal lahir, nomor paspor, serta informasi lain yang tercantum dalam dokumen sebaiknya konsisten.

Jika ada dokumen yang hilang atau rusak, penyelesaiannya sebaiknya di lakukan sebelum hari keberangkatan apabila memungkinkan. Dengan begitu, PMI tidak perlu menghadapi masalah administratif ketika sudah berada di bandara.

Baca Juga : Berapa Biaya Kerja ke Taiwan? Rincian Biaya PMI Indonesia

Menyelesaikan Hubungan Kerja Sebelum Pulang

Kepulangan PMI Taiwan sebaiknya di awali dengan penyelesaian hubungan kerja yang jelas. Apabila kontrak memang berakhir, tanggal berakhirnya hubungan kerja perlu di pastikan dan tidak hanya berdasarkan pembicaraan lisan.

Pemberi kerja dan PMI perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai hari terakhir bekerja. Selain itu, barang milik perusahaan atau pemberi kerja yang di pinjamkan kepada pekerja perlu di kembalikan sebelum keberangkatan.

Hal yang Perlu Di selesaikan dengan Pemberi Kerja

Sebelum pulang, beberapa hal berikut sebaiknya di periksa:

  • Tanggal terakhir bekerja.
  • Pembayaran gaji terakhir.
  • Pembayaran hak lain yang masih menjadi kewajiban.
  • Pengembalian barang milik pemberi kerja.
  • Pengembalian kunci atau akses tempat kerja.
  • Penyelesaian administrasi pekerjaan.
  • Informasi jadwal keberangkatan.
  • Pengaturan perjalanan menuju bandara.

Penyelesaian tersebut penting agar tidak ada persoalan yang tertinggal setelah PMI berada di Indonesia.

Jika PMI Pulang Sebelum Kontrak Berakhir

Kepulangan sebelum kontrak selesai perlu di bedakan dari kepulangan karena kontrak berakhir. PMI tidak sebaiknya meninggalkan pekerjaan secara sepihak tanpa memahami konsekuensi dari tindakan tersebut.

Dalam kondisi tertentu, hubungan kerja dapat di akhiri berdasarkan ketentuan hukum atau kesepakatan. Namun, prosedurnya dapat berbeda berdasarkan alasan dan jenis pekerjaan. Pemerintah Taiwan menjelaskan bahwa pengakhiran hubungan kerja memiliki ketentuan tersendiri, termasuk ketika pekerja mengajukan pengunduran diri.

Baca Juga : Syarat Kerja di Taiwan untuk PMI Indonesia

Persiapan Tiket dan Perjalanan Pulang

Tiket menjadi bagian penting dalam proses kepulangan. Pemesanan sebaiknya di lakukan setelah tanggal terakhir bekerja dan kebutuhan administratif sudah cukup jelas.

Jadwal penerbangan juga perlu mempertimbangkan waktu perjalanan dari tempat tinggal menuju bandara. PMI yang tinggal jauh dari bandara sebaiknya menyediakan waktu tambahan untuk menghadapi kemacetan, perubahan jadwal transportasi, atau pemeriksaan di bandara.

Memeriksa Detail Tiket

Sebelum hari keberangkatan, periksa kembali:

  • Nama penumpang.
  • Nomor paspor jika tercantum.
  • Tanggal penerbangan.
  • Jam keberangkatan.
  • Bandara keberangkatan.
  • Bandara tujuan.
  • Nomor penerbangan.
  • Bagasi yang di perbolehkan.
  • Ketentuan transit jika ada.

Jika terdapat transit, PMI perlu memastikan seluruh rute di pahami. Nomor tiket dan informasi penerbangan sebaiknya di simpan dalam bentuk digital serta salinan apabila diperlukan.

Menyiapkan Bagasi

Barang pribadi perlu di pilah sebelum berangkat. PMI sebaiknya tidak membawa seluruh barang tanpa pemeriksaan karena terdapat batas bagasi dan ketentuan barang yang boleh di bawa.

Barang dapat di kelompokkan menjadi:

  • Dokumen penting.
  • Barang berharga.
  • Pakaian.
  • Peralatan pribadi.
  • Oleh-oleh.
  • Barang elektronik.
  • Obat-obatan pribadi.
  • Barang yang akan di kirim terpisah.

Dokumen penting sebaiknya di bawa dalam tas yang mudah di jangkau. Barang berharga juga perlu di simpan secara aman dan tidak di masukkan ke bagasi tercatat jika memang lebih tepat di bawa sebagai barang kabin.

Baca Juga : ARC Taiwan untuk PMI: Pengertian, Fungsi, Cara Mengurusnya

Pemeriksaan Administrasi Sebelum Meninggalkan Taiwan

Sebelum meninggalkan Taiwan, PMI perlu memastikan status tinggal dan dokumen imigrasinya tidak menimbulkan persoalan. Masa berlaku dokumen harus di perhatikan karena keberangkatan setelah masa tinggal berakhir dapat menimbulkan konsekuensi administratif.

National Immigration Agency Taiwan memberikan ketentuan khusus bagi warga asing yang masa tinggalnya sudah lewat. Dalam kondisi tertentu, orang asing yang akan keluar setelah masa tinggal berakhir dapat di minta mengurus dokumen keberangkatan, menunjukkan paspor, bukti tiket, serta menyelesaikan denda yang berlaku.

Memastikan Tidak Terjadi Overstay

Overstay perlu di hindari karena dapat memengaruhi proses keluar dari Taiwan dan kemungkinan perjalanan berikutnya. Oleh sebab itu, tanggal pada dokumen tinggal perlu di cocokkan dengan tanggal penerbangan.

Jika ada keadaan yang membuat PMI tidak dapat keluar sesuai jadwal, persoalan tersebut sebaiknya segera di konsultasikan kepada otoritas terkait. Jangan menunggu sampai berada di bandara untuk menyelesaikan masalah yang sudah di ketahui sebelumnya.

Pemeriksaan Dokumen Tinggal

Sebelum berangkat, PMI dapat memastikan:

  • Paspor tersedia.
  • Dokumen izin tinggal tersedia jika masih di pegang.
  • Masa tinggal sudah di periksa.
  • Tiket sesuai tanggal kepulangan.
  • Tidak ada proses administrasi yang masih tertunda.
  • Dokumen yang di perlukan sudah di simpan.

Apabila ARC hilang atau rusak, persoalan tersebut juga sebaiknya segera di tangani. Informasi resmi Taiwan menjelaskan bahwa pemegang ARC yang hilang atau rusak tetap memiliki kewajiban administratif tertentu meskipun masa berlakunya sudah mendekati akhir.

Baca Juga : Visa Kerja Taiwan untuk Pekerja Migran Indonesia

Proses Kepulangan PMI dari Tempat Tinggal ke Bandara

Setelah seluruh persiapan selesai, PMI perlu mengatur perjalanan dari tempat tinggal menuju bandara. Waktu keberangkatan dari tempat tinggal sebaiknya tidak di tentukan terlalu dekat dengan jadwal pesawat.

Jarak perjalanan, kondisi lalu lintas, proses check-in, pemeriksaan keamanan, dan pemeriksaan imigrasi dapat membutuhkan waktu. Karena itu, perjalanan menuju bandara perlu di rencanakan dengan waktu cadangan.

Urutan Persiapan pada Hari Keberangkatan

Pada hari kepulangan, PMI dapat menggunakan urutan sederhana berikut:

  1. Memastikan paspor dan tiket sudah di bawa.
  2. Memeriksa kembali bagasi.
  3. Memastikan barang penting tidak tertinggal.
  4. Memastikan tempat tinggal sudah di kosongkan sesuai kesepakatan.
  5. Berpamitan kepada pemberi kerja atau pihak terkait.
  6. Berangkat menuju bandara.
  7. Melakukan check-in.
  8. Menyerahkan bagasi sesuai ketentuan.
  9. Menjalani pemeriksaan keamanan dan imigrasi.
  10. Menunggu penerbangan sesuai informasi pada tiket.

Urutan tersebut membantu mengurangi risiko kepanikan. Selain itu, PMI dapat meminta keluarga di Indonesia mengetahui nomor penerbangan sehingga kedatangan dapat di pantau.

Baca Juga : Medical Check Up untuk PMI Taiwan: Syarat dan Prosedurnya

Pemeriksaan di Bandara Taiwan

Bandara merupakan tahap terakhir PMI sebelum benar-benar meninggalkan Taiwan. Pada tahap ini, paspor, tiket, dan dokumen perjalanan perlu berada dalam kondisi siap.

Setelah check-in, PMI perlu mengikuti petunjuk bandara untuk pemeriksaan keamanan dan imigrasi. Dokumen sebaiknya tidak di masukkan ke dalam bagasi tercatat karena masih mungkin di perlukan sampai proses keberangkatan selesai.

Barang yang Sebaiknya Mudah Di jangkau

Tas kabin sebaiknya berisi:

  • Paspor.
  • Tiket atau bukti penerbangan.
  • Dokumen kepulangan.
  • Dompet.
  • Ponsel.
  • Charger.
  • Obat pribadi.
  • Dokumen pekerjaan penting.
  • Kontak keluarga.

Barang tersebut lebih aman jika tetap berada dalam pengawasan PMI. Apabila bagasi utama mengalami keterlambatan, PMI masih memiliki dokumen dan kebutuhan penting selama perjalanan.

Baca Juga : Proses Penempatan PMI ke Taiwan dari Indonesia

Hak dan Administrasi yang Perlu Di periksa Sebelum Pulang

Kepulangan bukan hanya mengenai perjalanan fisik. PMI juga perlu memastikan tidak ada hak atau administrasi pekerjaan yang tertinggal.

Periksa kembali pembayaran terakhir dan dokumen yang berkaitan dengan pekerjaan. Jika terdapat selisih pembayaran atau persoalan yang belum selesai, PMI sebaiknya menyimpan bukti pendukung sebelum meninggalkan Taiwan.

Checklist Penyelesaian dengan Pemberi Kerja

Sebelum pulang, PMI dapat memeriksa:

  • Gaji terakhir.
  • Pembayaran lembur jika ada.
  • Hak lain sesuai kontrak.
  • Bukti pembayaran.
  • Dokumen pekerjaan.
  • Dokumen asuransi.
  • Barang pribadi.
  • Barang milik pemberi kerja.
  • Penyelesaian administrasi tempat tinggal.

Dokumen pembayaran sebaiknya tetap di simpan meskipun hubungan kerja sudah selesai. Bukti tersebut dapat berguna apabila kemudian muncul pertanyaan mengenai pembayaran selama masa kerja.

Baca Juga : Kontrak Kerja PMI Taiwan: Isi, Ketentuan, Hal yang Perlu Diperiksa

Barang Pribadi dan Pengiriman ke Indonesia

PMI yang telah bekerja cukup lama biasanya membawa banyak barang ketika pulang. Karena itu, persiapan barang sebaiknya di lakukan jauh sebelum tanggal keberangkatan.

Barang dapat di pisahkan menjadi barang yang dibawa dalam penerbangan dan barang yang dikirim melalui jasa pengiriman. Cara tersebut dapat mengurangi beban bagasi sekaligus membantu PMI menata barang secara lebih aman.

Cara Mengelompokkan Barang

Kelompokkan barang menjadi:

  • Barang wajib dibawa.
  • Barang berharga.
  • Barang yang mudah rusak.
  • Barang yang dapat dikirim.
  • Barang yang akan diberikan kepada keluarga.
  • Barang yang sudah tidak diperlukan.

Barang yang memiliki nilai tinggi sebaiknya di periksa ketentuan pengangkutannya. Sementara itu, barang yang akan dikirim perlu di catat agar PMI memiliki daftar isi dan bukti pengiriman.

Baca Juga : Gaji Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Komponen Penghasilan

Saat Tiba di Indonesia

Setelah pesawat mendarat, PMI masih perlu menjalani proses kedatangan sebelum benar-benar meninggalkan bandara. Dokumen perjalanan harus tetap di simpan sampai seluruh pemeriksaan selesai.

Bandara kedatangan juga perlu di perhatikan sejak awal. Jika PMI akan melanjutkan perjalanan menuju daerah asal dengan penerbangan domestik, kereta, bus, atau kendaraan keluarga, jadwal lanjutan sebaiknya di sesuaikan dengan waktu kedatangan.

Setelah Melewati Pemeriksaan Kedatangan

PMI dapat melakukan beberapa langkah:

  1. Mengambil bagasi.
  2. Memastikan seluruh barang sudah di bawa.
  3. Memeriksa barang yang rusak atau hilang.
  4. Menghubungi keluarga atau penjemput.
  5. Menyimpan bukti penerbangan dan dokumen perjalanan.
  6. Melanjutkan perjalanan menuju daerah asal.

Dalam kondisi kepulangan mandiri, PMI umumnya perlu mengatur perjalanan dari bandara ke daerah asal. Sementara itu, PMI dengan kondisi khusus atau bermasalah dapat memperoleh pendampingan pemerintah sesuai kategori dan kebutuhan. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui BP3MI juga memiliki pengalaman menangani kepulangan PMI dari Taiwan dalam berbagai kondisi khusus.

Baca Juga : Jam Kerja dan Hak Libur PMI di Taiwan

Pelaporan dan Pencatatan Setelah Kepulangan

Setelah kembali ke Indonesia, dokumen kepulangan sebaiknya tidak langsung di simpan tanpa pemeriksaan. PMI perlu memastikan bahwa status pekerjaan dan kepulangannya telah tercatat sesuai mekanisme yang berlaku pada jalur penempatannya.

Sistem pelayanan PMI terus di kembangkan untuk mencatat keberangkatan dan kepulangan. Dalam informasi implementasi modul Sisko P2MI, pelaporan kepulangan menjadi penanda status selesai bekerja dan dapat berkaitan dengan pembukaan kembali kesempatan untuk melamar pekerjaan luar negeri pada kondisi tertentu.

Namun, mekanisme pelaporan dapat berbeda berdasarkan program atau negara penempatan. Karena itu, PMI perlu mengikuti instruksi dari pihak yang menangani penempatan apabila terdapat kewajiban pelaporan tertentu.

Dokumen yang Sebaiknya Di simpan Setelah Pulang

Jangan langsung membuang dokumen lama setelah sampai di Indonesia. Simpan setidaknya:

  • Paspor lama jika sudah tidak di gunakan.
  • Salinan kontrak kerja.
  • Bukti pembayaran.
  • Dokumen kepulangan.
  • Dokumen asuransi.
  • Dokumen kesehatan.
  • Bukti tiket.
  • Dokumen terkait kepesertaan program perlindungan.
  • Bukti komunikasi penting.

Penyimpanan dokumen tersebut berguna untuk kebutuhan administrasi di kemudian hari. Selain itu, dokumen masa kerja dapat membantu apabila PMI kembali bekerja ke luar negeri.

Baca Juga : Hak dan Kewajiban Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Persiapan Keuangan Setelah Pulang

Kepulangan ke Indonesia biasanya menjadi momen ketika PMI mulai menggunakan tabungan hasil bekerja. Karena itu, pengaturan keuangan sebaiknya sudah di pikirkan sebelum pulang.

Uang tunai dan dana pada rekening perlu di periksa sebelum meninggalkan Taiwan. PMI juga sebaiknya mengetahui cara mengakses rekening atau layanan keuangan setelah kembali ke Indonesia.

Hal yang Perlu Di siapkan

Beberapa hal yang dapat di lakukan meliputi:

  • Menghitung dana yang tersedia.
  • Menyimpan bukti transaksi penting.
  • Memisahkan dana kebutuhan keluarga.
  • Menyisihkan dana darurat.
  • Menyiapkan biaya perjalanan menuju rumah.
  • Menyimpan dokumen keuangan.

Perencanaan tersebut membantu PMI beradaptasi setelah kembali. Apalagi, sebagian pekerja mungkin belum langsung memperoleh pekerjaan baru setelah berada di Indonesia.

Baca Juga : Asuransi untuk PMI Taiwan: Jenis dan Perlindungannya

Jika PMI Ingin Kembali Bekerja ke Taiwan

Kepulangan ke Indonesia tidak selalu menjadi akhir perjalanan PMI. Sebagian pekerja mungkin berencana kembali bekerja di Taiwan setelah menyelesaikan masa istirahat atau melalui kontrak berikutnya.

Dalam kondisi tersebut, dokumen masa kerja sebaiknya tetap di simpan. Riwayat pekerjaan, kontrak, dokumen identitas, serta bukti administrasi dapat membantu ketika PMI perlu menjalani proses penempatan berikutnya.

Baca Juga : Cara Memperpanjang Kontrak Kerja PMI di Taiwan

Namun, PMI tidak sebaiknya menganggap bahwa kepulangan otomatis memberikan hak untuk kembali bekerja. Proses keberangkatan berikutnya tetap harus mengikuti persyaratan yang berlaku pada saat pengajuan.

Kondisi Khusus yang Membutuhkan Penanganan Berbeda

Tidak semua PMI dapat pulang melalui proses yang sama. Pekerja yang sakit, menghadapi masalah hukum, mengalami kecelakaan, kehilangan dokumen, atau memiliki persoalan dengan pemberi kerja dapat membutuhkan pendampingan tambahan.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan BP3MI telah menangani berbagai kepulangan PMI dari Taiwan dalam kondisi khusus, termasuk PMI sakit dan pemulangan jenazah. Artinya, ketika kondisi kepulangan tidak normal, PMI atau keluarga tidak harus menangani seluruh proses seorang diri.

Baca Juga : Pindah Majikan di Taiwan: Ketentuan dan Proses untuk PMI

Jika Kehilangan Dokumen

Kehilangan paspor atau dokumen penting perlu segera di laporkan kepada pihak yang berwenang. PMI tidak sebaiknya tetap melakukan perjalanan dengan mengandalkan foto dokumen tanpa memastikan apakah dokumen tersebut dapat di gunakan sebagai pengganti.

Jika Mengalami Perselisihan

Apabila persoalan dengan pemberi kerja belum selesai, PMI sebaiknya menyimpan bukti dan menggunakan jalur penyelesaian yang tersedia. Meninggalkan Taiwan tanpa menyelesaikan persoalan tertentu dapat membuat proses berikutnya menjadi lebih rumit.

Baca Juga : Masalah yang Sering Dihadapi PMI di Taiwan dan Cara Mengatasi

Checklist Lengkap Sebelum PMI Taiwan Pulang

Agar persiapan lebih mudah, berikut checklist yang dapat di gunakan beberapa hari sebelum keberangkatan.

Dokumen dan Perjalanan

  • Paspor sudah di periksa.
  • Tiket sudah sesuai.
  • Jadwal penerbangan sudah di catat.
  • Dokumen kepulangan sudah di simpan.
  • Dokumen pekerjaan sudah di salin.
  • Masa tinggal sudah di periksa.
  • Barang kabin sudah di siapkan.
  • Bagasi sudah di timbang jika memungkinkan.

Urusan Pekerjaan

  • Tanggal terakhir bekerja sudah jelas.
  • Gaji terakhir sudah di periksa.
  • Hak pembayaran sudah di periksa.
  • Barang pemberi kerja sudah di kembalikan.
  • Tempat tinggal sudah di rapikan.
  • Dokumen kerja sudah di simpan.
  • Kontak penting sudah di catat.

Setelah Tiba di Indonesia

  • Bagasi sudah di ambil.
  • Seluruh barang sudah di periksa.
  • Keluarga sudah di hubungi.
  • Dokumen kepulangan sudah di simpan.
  • Status kepulangan sudah di pastikan jika terdapat kewajiban pelaporan.
  • Perjalanan menuju daerah asal sudah di siapkan.

Baca Juga : Cara Mengurus Dokumen PMI Taiwan dari Indonesia

Checklist tersebut dapat membantu PMI melakukan pemeriksaan terakhir sebelum meninggalkan Taiwan. Dengan persiapan yang sistematis, risiko barang tertinggal, dokumen hilang, atau jadwal terlewat dapat di kurangi.

Baca Juga : Jasa Pengurusan Dokumen untuk PMI di Taiwan

Kesalahan yang Perlu Di hindari Saat Pulang ke Indonesia

Beberapa kesalahan terlihat sederhana, tetapi dapat menimbulkan masalah ketika PMI sudah berada di perjalanan. Karena itu, persiapan akhir perlu di lakukan dengan teliti.

Kesalahan yang sebaiknya di hindari antara lain:

  • Membeli tiket tanpa memastikan tanggal terakhir bekerja.
  • Tidak memeriksa masa berlaku dokumen tinggal.
  • Menyimpan paspor di dalam bagasi tercatat.
  • Membawa barang melebihi ketentuan bagasi.
  • Membuang dokumen pekerjaan.
  • Tidak memeriksa pembayaran terakhir.
  • Tidak menyimpan bukti transaksi.
  • Berangkat ke bandara terlalu dekat dengan waktu penerbangan.
  • Tidak memberi tahu keluarga mengenai jadwal kedatangan.
  • Mengabaikan persoalan administratif yang belum selesai.

Kepulangan yang tertata membuat PMI dapat meninggalkan Taiwan dengan lebih tenang. Selain itu, dokumen yang tersimpan dengan baik dapat tetap bermanfaat untuk kebutuhan administrasi setelah kembali ke Indonesia.

Baca Juga : Potongan Gaji ART Taiwan: Jenis Potongan untuk PMI

Jasa Pendampingan Kepulangan PMI Taiwan

Proses pulang ke Indonesia bagi PMI Taiwan membutuhkan perhatian pada berbagai dokumen dan tahapan. Pemeriksaan status pekerjaan, dokumen perjalanan, jadwal kepulangan, serta administrasi setelah masa kerja selesai perlu di lakukan secara teliti agar tidak menimbulkan kendala.

Pendampingan dapat membantu PMI melakukan pengecekan dokumen, menata persiapan kepulangan, memeriksa kelengkapan administrasi, serta memberikan arahan mengenai tahapan yang perlu di jalankan sesuai kondisi masing-masing pekerja. Pendampingan juga dapat di pertimbangkan ketika terdapat dokumen yang perlu di periksa atau kondisi kepulangan tidak berjalan secara sederhana.

PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan layanan pendampingan pengurusan dokumen PMI sesuai kebutuhan proses. Dengan persiapan yang lebih terstruktur, PMI dapat menyelesaikan administrasi kepulangan dan mempersiapkan perjalanan kembali ke Indonesia dengan lebih tertata.

Konsultasi Dokumen Pekerja Migran Taiwan Sekarang

Siti Aidah